Claim Missing Document
Check
Articles

Determinan Perilaku Wanita Melakukan Deteksi Dini Kanker Serviks Susanti, Ferlia; Setiaji, Bambang; Adyas, Atikah; Karyus, Aila; Budiati, Endang
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 15 No 4 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v15i4.3801

Abstract

Kanker serviks menempati urutan keempat pada wanita di dunia dengan 660.000 kasus baru dan 350.000 kematian pada tahun 2022. Deteksi dini menjadi upaya penting untuk menurunkan angka kematian, namun cakupan nasional tahun 2022 baru mencapai 9,19%, sedangkan di Kabupaten Lampung Selatan hanya 7,3%, jauh di bawah target renstra 45%. Tahun 2024, hanya 7,22% wanita di Kabupaten Lampung Selatan yang melakukan deteksi dini, dengan 200 kasus positif ditemukan. Penelitian ini bertujuan mengetahui determinan perilaku wanita melakukan deteksi dini kanker serviks di Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian menggunakan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian dilakukan bulan Februari-Maret 2025. Populasi penelitian ini wanita yang sudah menikah berusia 30-69 tahun berjumlah 262.599 orang. Sampel diambil sebanyak 120 responden menggunakan teknik proportional sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Dianalisis univariat, bivariat, serta multivariate dengan menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan pada pengetahuan (p-value=0,009), sikap (p-value=0,000), keterpaparan media informasi (p-value=0,039) dan tidak adanya hubungan signifikan (p-value>0,05) pada tingkat pendidikan, usia, keterjangkauan akses, status ekonomi, dukungan suami/keluarga, dukungan petugas kesehatan, dukungan kader kesehatan  dengan perilaku wanita melakukan deteksi dini kanker serviks. Variabel dominan adalah sikap (p-value=0,000;OR=5,101).
Evaluation study of the implementation of hospital health promotion Muhaimin Fansuri; Setiaji, Bambang; Karyus, Aila; Budiati, Endang; Rolia, Eva; Irawan, Hengki
CORE JOURNAL Volume 5, Issue 1, December 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/corejournal.vi.47825

Abstract

There are many obstacles faced in the implementation of health promotion in hospitals. One of the main obstacles is the passive attitude of hospitals that only wait for patients to come without paying attention to the surrounding health aspects, which is an ancient function of hospitals in ancient times that functioned as curative and rehabilitative efforts. The services provided tend to be individual and do not consider the impact on society as a whole. In addition, the lack of competent resources in health promotion is also a problem because hospitals have little or no skilled manpower in this field. The use of purposive sampling in this study aims to find out how the implementation of Hospital Health Promotion that has been carried out by General Ahmad Yani Hospital is in line with the PKRS implementation standards set by Permenkes No. 44 of 2018. The informants used are key informants, main informants, and additional informants. Based on the formulation of the problem and the objectives of the study, the exposure to this data is grouped into four, namely: (1) data exposure regarding the implementation of standard I carried out by hospital employees, (2) implementation of standard II carried out by hospital employees, (3) implementation of standard III carried out by hospital employees, (4) implementation of standard IV carried out by hospital employees, These measures include the formation of a special team responsible for assessing the hospital's Human Resources (HR) and encouraging the hospital's human resources to conduct research related to PKRS. In addition, the hospital is expected to adopt the PKRS concept as stipulated in Permenkes No. 44 of 2018 by involving all relevant stakeholders.
Pengabdian Masyarakat Pengembangan Strategi Promosi Kesehatan “Kesehatan Gigi dan Mulut Pada Remaja di SMAN 1 Gedong Tataan” Setiaji, Bambang; Putri, Dian Utama Pratiwi; Aziza, Shofiyyah Nur; Monika, Dinda; Efriyanti, Essa
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: Janua
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/psnpkm.v5i1.7079

Abstract

Masalah kesehatan gigi dan mulut seperti karies dan plak masih banyak dialami remaja akibat kurangnya pengetahuan dan kesadaran. Untuk meningkatkan pemahaman tersebut, dilakukan penyuluhan di SMA Negeri 1 Gedong Tataan oleh mahasiswa dengan metode ceramah dan evaluasi pre-test serta post-test. Kegiatan diikuti oleh 30 siswa dan mencakup penyampaian materi, diskusi, serta evaluasi. Hasil menunjukkan seluruh peserta mengalami peningkatan pemahaman secara signifikan. Antusiasme dan partisipasi aktif siswa mencerminkan keberhasilan metode yang digunakan. Meskipun waktu terbatas, materi tersampaikan dengan baik dan kegiatan ini berkontribusi sebagai langkah promotif dalam meningkatkan kesadaran remaja akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Evaluasi Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kabupaten Bengkulu Utara Kariti, Atun; Setiaji, Bambang
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 04 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i04.3224

Abstract

Peraturan Daerah Kabupaten Bengkulu Utara Nomor 7 Tahun 2016 tentang Kawasan Tanpa Rokok bertujuan untuk melindungi masyarakat yang tidak merokok dari pajanan asap rokok . Perda KTR merupakan bentuk kebijakan pemerintah daerah dalam Upaya pengendalian dampak rokok. Dukungan dan penerapan oleh penanggungjawab masing-masing kawasan menjadi salah satu kunci sukses penegakan Perda KTR. Tujuan Penelitian ini untuk mengevaluasi bagaimana penerapan/implementasi Perda KTR di Kabupaten Bengkulu Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan teori George C. Edwards III. Teknik pengambilan informan menggunakan purposive sampling dan random sampling diperoleh informan sebanyak 13 orang. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data digunakan pendekatan triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini menunjukkan penerapan Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok di Kabupaten Bengkulu Utara belum berjalan Optimal. Pada aspek komunikasi sudah cukup baik, mulai dari FGD, Surat Edaran hingga sosialisasi sudah dilakukan pada 18 Kecamatan dari 19 Kecamatan. Pada aspek sumberdaya sudah dibentuknya Satgas KTR begitu juga dengan sarana prasarana, terdapat Poster/Stiker larangan Merokok pada 7 Kawasan Tanpa Rokok namun ruang khusus merokok masih dalam pengupayaan. Pada aspek disposisi, sikap atasan/pemegang kebijakan wilayah maupun pegawai belum sepenuhnya mematuhi larangan merokok, masih terdapat pemegang kebijakan wilayah merokok di dalam gedung/ruang tertutup dan masih terdapat iklan rokok di ruas jalan protokol. Selanjutnya birokrasi sudah baik dengan terbitnya Perda KTR No 6 Tahun 2017 dan SK TIM SATGAS namun pengawasan dan penegakan Perda tersebut belum berjalan.
Evaluasi Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kabupaten Bengkulu Utara Kariti, Atun; Setiaji, Bambang
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 04 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i04.3224

Abstract

Peraturan Daerah Kabupaten Bengkulu Utara Nomor 7 Tahun 2016 tentang Kawasan Tanpa Rokok bertujuan untuk melindungi masyarakat yang tidak merokok dari pajanan asap rokok . Perda KTR merupakan bentuk kebijakan pemerintah daerah dalam Upaya pengendalian dampak rokok. Dukungan dan penerapan oleh penanggungjawab masing-masing kawasan menjadi salah satu kunci sukses penegakan Perda KTR. Tujuan Penelitian ini untuk mengevaluasi bagaimana penerapan/implementasi Perda KTR di Kabupaten Bengkulu Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan teori George C. Edwards III. Teknik pengambilan informan menggunakan purposive sampling dan random sampling diperoleh informan sebanyak 13 orang. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data digunakan pendekatan triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini menunjukkan penerapan Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok di Kabupaten Bengkulu Utara belum berjalan Optimal. Pada aspek komunikasi sudah cukup baik, mulai dari FGD, Surat Edaran hingga sosialisasi sudah dilakukan pada 18 Kecamatan dari 19 Kecamatan. Pada aspek sumberdaya sudah dibentuknya Satgas KTR begitu juga dengan sarana prasarana, terdapat Poster/Stiker larangan Merokok pada 7 Kawasan Tanpa Rokok namun ruang khusus merokok masih dalam pengupayaan. Pada aspek disposisi, sikap atasan/pemegang kebijakan wilayah maupun pegawai belum sepenuhnya mematuhi larangan merokok, masih terdapat pemegang kebijakan wilayah merokok di dalam gedung/ruang tertutup dan masih terdapat iklan rokok di ruas jalan protokol. Selanjutnya birokrasi sudah baik dengan terbitnya Perda KTR No 6 Tahun 2017 dan SK TIM SATGAS namun pengawasan dan penegakan Perda tersebut belum berjalan.
Faktor Penentu Kepatuhan Minum Obat Penderita Tuberkulosis di Kabupaten Lampung Utara Tahun 2024 Maghfirah, Nanda; Eko Irianto, Sugeng; Setiaji, Bambang
Jurnal Dunia Kesmas Vol 13, No 3 (2024): Volume 13 Nomor 3
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v13i3.15609

Abstract

Ketidakpatuhan pasien TB dalam minum obat menimbulkan berbagai dampak yang berbahaya, seperti kegagalan pengobatan, terjadi efek samping obat yang parah, meningkatkan kasus penularan TB karena pasien yang tidak berhasil menjadi sumber penular, munculkan TB resisten obat. Tujuan penelitian menganalisis faktor penentu kepatuhan minum obat penderita tuberculosis meliputi faktor umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, dukungan keluarga, dukungan petugas kesehatan, peran PMO (Pengawas Minum Obat) dan promosi kesehatan. Jenis penelitian kuantitatif desain cross sectonal. Sampel penelitian 275 responden. Teknik sampling simple random sampling. Hasil menunjukkan terdapat hubungan pengetahuan p-value 0,030 (<0,05) OR 2.253, dukungan keluarga p-value 0,012 (<0,05) OR 2.300, dukungan petugas kesehatan p-value 0,010 (<0,05) OR 2.378, peran PMO p-value 0,002 (<0,05) OR 2.786, promosi kesehatan p-value 0,024 (<0,05) OR 2.277 dengan kepatuhan penderita minum obat. Tidak terdapat hubungan umur p-value 0,362 (<0,05), jenis kelamin p-value 0,382 (<0,05), pendidikan p-value 0,924 (<0,05), pekerjaan p-value 0,603 (<0,05) dengan kepatuhan minum obat penderita tuberculosis di Kabupaten Lampung Utara. Variabel peran pengawas minum obat menjadi variabel dominan berhubungan dengan kepatuhan minum obat penderita tuberkulosis. Dengan p-value 0,001 dan OR 2.901. Saran mengembangkan aplikasi digital untuk membantu PMO dalam memantau pasien, mencatat data, dan berkomunikasi dengan pasien dan tenaga kesehatan
Analisis Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Perilaku Merokok Pada Remaja Laki-Laki di SMA N 2 Bandar Lampung Za'im, Ammar; Irianto, Sugeng Eko; Setiaji, Bambang; Rahayu, Dewi; Budiati, Endang; Fadhila, Syifa Rahmi
Jurnal Dunia Kesmas Vol 13, No 3 (2024): Volume 13 Nomor 3
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v13i3.15634

Abstract

Pola asuh orang tua memiliki peran penting dalam memberikan pengaruhnya terhadap proses pembentukan perilaku anak. Perilaku merokok remaja paling banyak dimulai sejak usia 15-19 tahun, yakni usia SMA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan perilaku merokok pada remaja laki-laki di SMAN 2 Bandar Lampung. Penelitian ini merpakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel minimal adalah 210 orang yang diambil dengan teknik consecutive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner pola asuh orang tua dan perilaku merokok remaja, kemudian dianalisis, dan disajikan dalam analisis univariat, bivariat, dan multivariat, menggunakan chi square dan regresi logistik ordinal. Prevalensi siswa yang merokok dengan pola asuh tidak demokratis sebesar 59,8%, otoriter 48,6%, dan permisif 55,8%. Ada hubungan yang bermakna antara pola asuh demokratis (p=0,001) dan permisif (p=0,003) terhadap perilaku merokok remaja. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa pola asuh demokratis (p=0,001 OR=2,51) merupakan variabel yang paling dominan berhubungan dengan perilaku merokok dan pola asuh orang tua dapat mempengaruhi perilaku merokok siswa laki-laki di SMAN 2 Bandar Lampung sebesar 11,3%, sisanya dipengaruhi oleh faktor di luar pola asuh. Variabel yang berhubungan dengan perilaku merokok remaja adalah pola asuh demokratis dan permisif dengan pola asuh demokratis yang paling dominan berhubungan.
Analysis of Tuberculosis Control (Case Study in The City of Mojokerto) Year 2024 Yahya, Mokhamad Suyono; Setiaji, Bambang
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i10.16798

Abstract

This study aims to analyze the tuberculosis (TB) situation in Mojokerto City, focusing on the increase in cases among children and identifying effective countermeasures. TB, a preventable and curable infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis, is particularly problematic in developing countries like Indonesia due to high incidence and mortality rates, necessitating a comprehensive control strategy. Employing qualitative methods, this research delves into the practices, perceptions, and social dynamics affecting TB control efforts in Mojokerto, illuminated by the latest data showing a significant increase in pediatric TB cases and the public health situation. Findings reveal a TB incidence rate of 385 per 100,000 inhabitants, a case detection rate of 75%, and a notably high pediatric TB case proportion of 32%. The effectiveness of case tracking by health centers varies, with an average of only 54% receiving Tuberculosis Preventive Therapy (TPT). Major obstacles include limited access to radiology services, social stigma, and the need for adequate health facilities. Innovations such as the "Mbak Desi Fights TB" program and enhanced cross-sector cooperation are deemed crucial to strengthen control strategies. The study concludes that a multifaceted strategy is essential for combating TB in Mojokerto, which should include enhanced case detection, health system strengthening, and community integration in control efforts. Increased collaboration across sectors and advancements in research and development are expected to accelerate TB elimination. This research offers efficient recommendations to improve TB control strategies, based on an in-depth analysis of the current conditions and social dynamics in Mojokerto.
Pengaruh Kinerja Keuangan Daerah Terhadap Kesejahteraan Masyarakat di Jawa Tengah Melalui Pertumbuhan Ekonomi sebagai Interventing Fajar Sakti, Adhi Dhian; Triyono, Triyono; Setiaji, Bambang
Journal of Economics and Business UBS Vol. 12 No. 2 (2023): Regular Issue
Publisher : Cv. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52644/joeb.v12i2.171

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisa pengaruh kinerja keuangan daerah terhadap kesejahteraan masyarakat di Jawa Tengan melalui pertumbuhan ekonomi sebagai variabel interventing. Sampel berjumlah 35 Kabupaten da Kota di Jawa Tengah. Data diperoleh merupakan data skunder berupa realisasi APBD, laju pertumbuhan PDRB, dan tingkat kesejahteraan masyarakat. Tingkat kesejahteraan masyarakat diukur melalui Indeks Perkembangan Manusia (IPM). Teknik analisa data menggunakan analisa regresi berganda dengan analisa jalur (Path Analysis). Hasil penelitian menunjukkan rasio kemandirian keuangan daerah tidak berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat di Jawa Tengah periode tahun 2018 – 2021, sedangkan rasio efisiensi keuangan daerah dan rasio pertumbuhan daerah berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat di Jawa Tengah tahun periode tahun 2018 – 2021. Pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat di Jawa Tengah periode tahun 2018 – 2021. Rasio kemandirian keuangan daerah, rasio efisiensi keuangan daerah, dan rasio pertumbuhan daerah tidak berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat di Jawa Tengah melalui pertumbuhan ekonomi sebagai variabel intervening.
INTRODUKSI PDRB RIEL RANTAI NILAI BAGI BPS SURAKARTA DAN SUKOHARJO Riyardi , Agung; Setiaji, Bambang; Purnomo, Didit; Triyono, Triyono
Prosiding Seminar Nasional Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi Vol. 1 No. 1 (2016): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MANAJEMEN, EKONOMI DAN AKUNTANSI 2016
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

GRDP counting based on chain value method is important to be known by Surakarta’s and Sukoharjo’s stakeholders. The provided data can accompany GRDP counting based on current and constant price methods so that the macro economy of Surakarta and Sukoharjo is described well. The aim of this public serving is to raise the know-how of Surakarta and Sukoharjo Statistics through motivation encouraging, strengthening and sustaining of GRDP chain value method counting. The public service method is an assistancy method by offering discussion, practising and performing a simple ‘animation’ of GRDP counting using chain value method. The result shows that discussion encourages motivation of GRDP counting using chain value method. The result also shows that practicing and performing a simple ‘animation’ of GRDP counting using chain value method do not strengthen and sustain the motivation to raise the know-how. Performing the microsoft powerpoint presentation as a simple ‘animation’ is too simple to sustain the know-how of GRDP counting using value chain method. Therefore, the public serving can motivate the Surakarta and Sukoharjo Statistics, but cannot strengthen and sustain the motivation to raise know-how of GRDP counting using chain value method