Claim Missing Document
Check
Articles

Fenomena Menonton Virtual Youtuber Kobo Kanaeru (Studi Fenomenologi Pada Generasi Z Pengikut Channel Kobo Kanaeru di Indonesia) Ma’rifatunnisaa, Anis; Adim, Adrio Kusmareza
eProceedings of Management Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan kalimat toxic dapat diklasifikan sebagai kekerasan verbal, namun di YouTube hal tersebut bisa memberikan kesan hiburan dan menjadi ciri khas yang khas bagi para konten kreator. Virtual YouTuber Kobo Kanaeru merupakan konten kreator virtual yang memiliki peningkatan jumlah subscriber di platform YouTube yang cukup signifikan, meskipun karakter tersebut menggunakan kata-kata yang cenderung toxic dalam siaran live streamingnya. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mencari tahu motif generasi Z dalam menonton VTuber Kobo Kanaeru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ada kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Dalam hasil penelitian, terdapat dua jenis motif yang melatarbelakangi generasi Z dalam menonton live streaming VTuber Kobo Kanaeru. Motif sebab (because motive) generasi Z menonton VTuber Kobo Kanaeru adalah minat terhadap budaya populer Jepang, rasa ingin tahu keberadaan dan perkembangan VTuber, minat terhadap isi konten, penggunaan bahasa indonesia, kepribadian VTuber Kobo Kanaeru. Motif tujuan (in order to motive) generasi Z menonton live streaming VTuber Kobo Kanaeru adalah interaksi dengan visual anime, hiburan, informasi game dan meningkatkan keakraban dengan teman. Ditemukan juga makna yang dibangun oleh generasi Z dalam menonton VTuber Kobo Kanaeru yaitu representasi adik perempuan, representasi teman dekat, representasi pasangan, sebagai pelarian masalah, sebagai panutan dalam berinteraksi, sebagai panutan dalam mengembangkan diri.Kata Kunci-generasi Z, motif, VTuber Kobo Kanaeru
Konsep Diri Pengguna Akun Alter Melalui Media Sosial Twitter Di Kota Bandung Raflie, Akbar Ananda; Adim, Adrio Kusmareza
eProceedings of Management Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring perubahan di masa kini membuat banyaknya media baru yang muncul saat ini didukung dengan adanya jaringan berbasis online yang salah satunya yaitu media sosial, Salah satu media sosial yang cukup banyak penggunanya di Indonesia adalah media sosial Twitter. Dalam media sosial twitter ditemui salah satu fenomena yang kini marak dilakukan oleh pengguna akun twitter adalah penggunaan akun Alter. Akun alter sendiri membuka informasi pribadi mereka berupa foto sensual dirinya sendiri dengan tingkat yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menjelaskan mengenai konsep diri yang dimiliki oleh seorang pengguna akun alter twitter di Kota Bandung yang tampil percaya diri tanpa memikirkan stigma negatif yang dituju pada diri mereka. Penelitian ini bertujuan mengetahui aspek dan faktorfaktor yang membentuk konsep diri dari para pengguna akun alter twitter di Kota Bandung dan bagaimana diri dan masyarakat sekitarnya. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitain deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian ini para pengguna akun alter twitter di Kota Bandung mengetahui betul sikap dari diri mereka dibalik penggunaan akun alter yang kerap kali dinilai negatif, Faktor yang mempengaruhi konsep diri para pengguna akun alter twitter di Kota Bandung ini adalah kelompok rujukan dan orang terdekat.Kata Kunci-media baru, twitter, alter, konsep diri
Makna Solidaritas Pada Film Mencuri Raden Saleh Anastasya, Jihan Rahma; Adim, Adrio Kusmareza
eProceedings of Management Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film Mencuri Raden Saleh ini menceritakan tentang sekelompok orang yang terbentuk atas satu tujuan yang sama yakni untuk mencuri Lukisan Raden Saleh yang berada di Istana Negara. Dalam kelompok tersebut beranggotakan Piko dan teman-temannya. Film ini berisikan tentang perlawanan sekelompok orang dalam menghadapi ancaman dari Permadi seorang mantan presiden yang berusaha menukar Lukisan Raden Saleh dengan memanfaatkan Piko dan teman-temannya. Adapun dalam perjalanan menyelesaikan misi yang mereka terima, banyak mengalami masalah yang sehingga sering kali mengancam nyawa para anggota. Namun, mereka berhasil menunjukkan bahwa dengan adanya solidaritas semua permasalahan yang terjadi dapat diselesaikan bersama-sama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna solidaritas yang digambarkan pada film Mencuri Raden Saleh. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce berdasarkan tritokomi tanda berupa representamen (qualisign, sinsign, legisign), objek (ikon, indeks, simbol), dan interpretan (rhema, decisign, argumen) untuk menemukan makna solidaritas pada film Mencuri Raden Saleh. Adapun hasil penelitian yang diperoleh yakni adanya kerjasama yang kuat antar anggota dalam menyelesaikan pekerjaan bersama, aktivitas gotong royong yang terjadi untuk membantu meringankan beban antar anggota serta tingkat kepercayaan tinggi yang dimiliki oleh setiap anggota.Kata Kunci-solidaritas, semiotika, charles sanders peirce, film, Mencuri Raden Saleh
Pengaruh Promosi TikTok Live @sajodosnack Terhadap Minat Beli Konsumen Khairunnisa, Anindia; Adim, Adrio Kusmareza
eProceedings of Management Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi saat ini sangat mempengaruhi seluruh masyarakat di dunia dan membuat seluruh kegiatan menjadi lebih mudah dan praktis terutama dalam bidang ekonomi. Seluruh masyarakat lebih banyak melakukan transaksi jual beli melalui platform online karena dinilai lebih efektif karena menghemat waktu. Ada banyak platform online yang digunakan oleh masyarakat saat ini salah satunya adalah TikTok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur seberapa besar pengaruh media sosial TikTok @sajodosnack menggunakan live untuk mempromosikan dan memperjualbelikan produknya terhadap minat beli konsumen. Metode peneliain ini menggunakan kuantitatif dengan jenis studi deskriptif dengan menyebarkan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh signifikan pengaruh promosi TikTok live @sajodosnack terhadap minat beli konsumen, dengan persentase pengaruh sebesar 46,3%, sedangkan sisanya yaitu 53,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 400 responden. Dapat diketahui nilai r sebesar 0,680 dalam penelitian ini, jika interval koefisien berada pada nilai 0,60 – 0,799 maka dinyatakan kuat. Pada penelitian ini dinyatakan kuat karena pada uji koefisien korelasi mendapatkan nilai sebesar 0,680 yang artinya menunjukan adanya hubungan yang kuat antara variabel X (Promosi) dengan variabel Y (Minat Beli).Kata Kunci-TikTok, TikTok Live, Promosi, Minat Beli
Strategi Komunikasi Pemasaran Coffee Shop Arkara Melalui Media Sosial Instagram Dalam Membangun Brand Engagement Aurelia, Renita; Adim, Adrio Kusmareza
eProceedings of Management Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha coffee shop menjadi suatu fenomena yang berkembang pada saat ini. Usaha coffee shop diminati oleh masyarakat, terutama untuk kalangan anak muda. Melihat artikel yang diunggah oleh Medcom.id, bisnis coffee shop meningkat 20 persen pada tahun 2021. Banyaknya kompetitor mengharuskan pebisnis coffee shop meningkatkan strategi pemasarannya agar tetap bertahan dan mampu meningkatkan penjualannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisa bagaimana strategi komunikasi pemasaran pada media sosial Instagram. Dengan begitu hasil penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi komunikasi pemasaran coffee shop Arkara melalui media sosial Instagram dalam membangun brand engagement. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil dari penelitian ini yaitu strategi komunikasi pemasaran efektif (Machfoedz, 2010) yang telah diaplikasikan oleh coffee shop Arkara melalui media sosial Instagram. Strategi tersebut telah mendorong terbentuknya engagement yang dikemukakan oleh Katie Paine (2011), mulai dari tahapan lurking, casual, active, commited, hingga pada tahapan terakhir yaitu loyalist, dimana followers atau konsumen sudah ter-engaged sepenuhnya dengan coffee shop Arkara.Kata Kunci-Strategi, Komunikasi Pemasaran, Instagram, Brand Engagement, Coffee Shop
Strategi Pengemasan Program Radio dalam Memenuhi Kebutuhan Sumber Informasi serta Hiburan Masyarakat di Era Digital Utomo, Maheswara Sulistyo; Adim, Adrio Kusmareza
eProceedings of Management Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radio merupakan media massa yang masih hadir bagi masyarakat Indonesia untuk mendapatkan informasi ataupun hiburan. Namun, eksistensi radio kian terkikis akibat kehadiran media baru. Konsep inovatif bisa menjadi solusi bagi radio untuk bertahan, terutama dari sisi program yang ditawarkan. Strategi pengemasan program yang tepat dapat menjadi suatu hal yang penting untuk tetap menjaga ketertarikan dan loyalitas dari para pendengar radio. Bermula dari tekad untuk memberikan pilihan serta meningkatkan kembali daya tarik radio yang siap bersaing dengan media lain, radio Urban 8URang BANdung9 hadir sebagai radio masif dan berfokus pada generasi pop anak muda/generasi muda. Konsep menghibur menjadi penawaran melalui program yang dihadirkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengemasan program dalam menjadi sumber informasi serta hiburan di era digital melihat dari program <Happy Pagi=. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif studi kasus dengan paradigma kontruktivisme serta pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa strategi pengemasan program radio yang dilakukan program <Happy Pagi= dapat memenuhi kebutuhan informasi dan hiburan dengan berbagai konten yang dihadirkan. Program tersebut juga aktif dalam sosial media dan peran penyiar dalam membawakan program serta komunitas khusus yang dibuat membentuk loyalitas bagi para pendengar sehingga menjadi program unggulan di Urban radio.Kata Kunci-Radio, Program, Informasi, Hiburan, Digital
Pemanfaatan Instagram Dalam Promosi Budaya Kalimantan Pada Akun @Indizenborneo Magfirotunisa, Oryza; Adim, Adrio Kusmareza
eProceedings of Management Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media sosial adalah media yang cocok bagi perusahaan untuk mengkomunikasikan produk dan jasa mereka. Instagramadalah salah satu media sosial yang banyak digunakan untuk promosi dengan menampilkan informasi dengan kontenkontenyang cocok bagi audiensnya. Konten yang berisi informasi dalam platform Instagram memanfaatakan fitur-fiturInstagram di dalamnya yang sudah disesuaikan dengan apa yang ingin divisualkan sebagai kegiatan promosi. Padapenelitian ini tujuan utama adalah untuk menggetahui pemanfaatan media sosial Instagram dalam upaya kegiatanpromosi mengenai pengenalan budaya Kalimantan untuk pengikutinya yang terhubung dengan akun @indizenborneo.Penelitian ini memakai metode kualitatif. Teknik keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu triangulasidata yang mengolaborasikan beragam teknik pengumpulan dengan sumber yang ada. Data dikumpulkan melaluiwawancara, dokumentasi dan studi literatur pada Instagram @indizenborneo. Dari penelitian ini disimpulkan bahwakegiatan promosi yang terdapat empat elemen didalamnya pada akun @indizenborneo, memanfaatkan juga fitur-fiturInstagram dan pengikut mendapat informasi yang diinginkan.Kata kunci-promosi, Instagram, fitur Instagram, indizen borneo
KOMODIFIKASI KONTEN VISUAL PEMAIN DIASPORA DI AKUN INSTAGRAM @TIMNASINDONESIA: (Analisis Semiotika Roland Barthes) Melano, Fiqie Lavani; Abdullah, Nisa Nurmauliddiana; Adim, Adrio Kusmareza
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 8 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/jids.v8i2.5257

Abstract

Dalam era digital, media sosial, khususnya Instagram, menjadi alat komunikasi penting bagi organisasi olahraga termasuk Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Penelitian ini menganalisis komodifikasi pemain diaspora di akun Instagram resmi @timnasindonesia melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Fokusnya adalah pada konten visual yang menampilkan pemain diaspora setelah pertandingan melawan Filipina, di mana logo sponsor seperti Bank Mandiri sering terlihat. Metode kualitatif digunakan untuk mengkaji makna denotatif dan konotatif dari elemen visual dalam konten tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemain diaspora dikomodifikasi sebagai produk komersial dengan nilai ekonomis dan simbolis. Konten visual yang menampilkan logo sponsor dan teks yang mendukung menciptakan narasi yang menekankan dukungan finansial dan prestasi nasional, memperkuat citra pemain sebagai ikon nasional dan duta merek. Penelitian ini juga menyoroti adanya pergeseran fungsi akun Instagram PSSI dari sekadar memberikan informasi netral menjadi platform komersial yang mengintegrasikan kepentingan bisnis. Dominasi konten yang menampilkan pemain diaspora dibandingkan pemain lokal menunjukkan adanya prioritas komersial, yang mengaburkan representasi adil dari pemain lokal. Temuan ini sejalan dengan teori komodifikasi Vincent Mosco, mengindikasikan bahwa nilai informasi diubah menjadi alat pemasaran untuk tujuan komersial, mengubah cara audiens berinteraksi dengan konten dan mengalihkan fokus dari informasi murni menjadi promosi komersial. Penelitian ini memberikan wawasan tentang strategi komunikasi visual PSSI dan dampaknya terhadap persepsi publik serta nilai komersial konten.
KEEFEKTIFAN PEMERIKSA KOREKSI FAKTA MELALUI GAMBAR DAN SKALA KEBENARAN TERHADAP INTENSI UNTUK MENYEBARKAN HASIL KOREKSI PEMERIKSA FAKTA: (Studi Desain Experimental pada Masyarakat Jawa Barat) Abdullah, Nisa Nurmauliddiana; Melano, Fiqie Lavani; Adim, Adrio Kusmareza
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/jids.v7i2.5258

Abstract

Memasuki tahun 2024, Indonesia sedang bersiap menuju Pemilihan Umum Presiden, Wakil Presiden, dan Kepala Daerah 2024-2029. Segala informasi tentang Pemilu 2024 ini mengalir sangat deras, entah itu fakta maupun hoax. Melihat fenomena ini, dibutuhkan lembaga koreksi fakta yang mampu menyaring informasi yang disebarkan sehingga tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. Provinsi Jawa Barat menjadi salah satu provinsi dengan tingkat tertinggi persebaran hoax di Indonesia, maka dari itu muncul berbagai institusi ataupun organisasi pemeriksa fakta yang mampu membantu dalam menangkal hoax dan mendistribusikan informasi baik di masyarakat. Terdapat gambar dan narasi dalam hasil koreksi fakta tersebut, namun peneliti ingin melihat bagaimana efektivitas pemeriksa hasil koreksi fakta melalui gambar dan skala kebenaran terhadap intensi untuk menyebarkan hasil koreksi fakta. Teori yang digunakan adalah Effective Use: A Representation Theory Perspective untuk mengukur efektifitas suatu sistem dalam hal ini adalah skala kebenaran dan gambar dalam koreksi pemeriksa fakta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan studi desain eksperimental faktorial desain 2x2. Sampel pada penelitian ini sebanyak 184 responden masyarakat Jawa Barat yang dibagi menjadi empat kelompok treatment. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hasil koreksi fakta menggunakan skala kebenaran memiliki efektifitas yang signifikan daripada gambar, namun bukan berarti gambar tidak diperlukan dalam proses koreksi fakta. Terdapat interaksi antara skala kebenaran dan gambar dalam efektifitasnya terhadap intensi untuk menyebarkan hasil koreksi fakta.
Makna Lesbian Dalam Anime Kiss Him, Not Me: Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce Rachman, Anita; Kusmareza Adim, Adrio
Journal of Communication, Business and Social Science (JCOBS) Vol. 1 No. 1 (1): October 2023
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/.v1i1.6508

Abstract

Dalam anime Jepang berjudul Kiss Him, Not Me, terdapat penggambaran fenomena orientasi seksual lesbian antara dua gadis yang digambarkan sebagai siswa SMA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana lesbian digambarkan dalam anime yang memiliki rating usia tiga belas tahun ke atas. Dalam penelitian ini,peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teori semiotika Charles Sanders Peirce yaitu trikotomi tanda yang meliputi objek (ikon, indeks, simbol), representamen (qualisign, sinsign, legisign), dan interpretan (rheme, decisign, argumen). Dalam animenya, kamu bisa menemukan dapat ditemukan beberapa adegan yang menunjukkan fenomena lesbian yang digambarkan oleh penggambaran karakteristik seperti penampilan perempuan tomboi, dua wanita yang melakukan sentuhan fisik yang intens, seperti berciuman, berpegangan tangan, berpelukan, hingga menunjukkan ketertarikan emosional, seperti perhatian dan kecemburuan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat kegiatan atau perilaku gadis lesbian yang umumnya dilakukan oleh orang heteroseksual atau jenis lawan jenis dalam menunjukkan perasaan suka atau cinta, dalam anime ini juga terdapat gadis yang memiliki ketertarikan seksual lesbian. dianggap normal