Articles
KONTRIBUSI SEKTOR PERTANIAN TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN KULON PROGO
Amalia, Dhea Ayu Resky;
Saputro, Wahyu Adhi
Agri Wiralodra Vol 13 No 1 (2021): Agri Wiralodra
Publisher : Agri Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/agriwiralodra.v13i1.13
Pertumbuhan ekonomi dapat dicapai dengan adanya peningkatan pendapatan masyarakat yang berujung pada masyarakat yang lebih sejahtera terutama petani. Peran srategis saat ini diemban oleh sektor pertanian yang masuk dalam sektor strategis sebagai penyumbang devisa cukup besar. Salah satu daerah yang memiliki potensi sektor pertanian cukup besar adalah Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi sektor pertanian terhadap produk domestik regional bruto Kabupaten Kulon Progo. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber pada Badan Pusat Statistika Kabupaten Kulon Progo. Data yang digunakan adalah data time series PDRB Kabupaten Kulon Progo tahun 2014 hingga tahun 2020. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kontribusi dengan membagi sektor pertanian dengan nilai PDRB pada tahun yang sama. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB Kabupaten Kulon Progo bernilai positif. Kontrbusi sektor pertanian cukup tinggi berada pada tahun 2015 dengan nilai kontribusi sebesar 20,42% terhadap PDRB Kabupaten Kulon Progo. Kontribusi sektor pertanian terendah terhadap PDRB kabupaten Kulon Progo terdapat pada tahun 2019 dengan nilai kontribusi senilai 15,89%.
PENERAPAN MODEL BOX JENKINS (ARIMA) DALAM PERAMALAN HARGA KONSUMEN BAWANG MERAH DI PROVINSI JAWA TENGAH
Al Rosyid, Ali Hasyim;
Viana, Candarisma Dhanes Noor;
Saputro, Wahyu Adhi
Agri Wiralodra Vol 13 No 1 (2021): Agri Wiralodra
Publisher : Agri Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/agriwiralodra.v13i1.19
Bawang merah merupakan produk pertanian khususnya hortikultura yang memiliki peranan penting di Indonesia dengan dimasukkan sebagai salah satu bahan pangan utama. Permintaan bawang merah yang tinggi dan produksi yang bersifat musiman menjadikan harga bawang merah fluktuatif dan cenderung meningkat setiap tahunnya. Analisis ARIMA adalah salah satu metode yang digunakan untuk peramalan data time series. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk peramalan harga konsumen bawang merah di Provinsi Jawa Tengah. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data harga konsumen bawang merah di Provinsi Jawa Tengah dari aplikasi Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang diakes pada lama hargapangan.id. Data yang digunakan untuk analisis ARIMA merupakan data harga konsumen bawang merah di Provinsi Jawa Tengah dari Bulan Juli tahun 2017 sampai Bulan April tahun 2021 dengan total jumlah data adalah 46 data harga konsumen. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model ARIMA terbaik yang digunakan untuk peramalan harga konsumen bawang merah di Provinsi Jawa Tengah adalah ARIMA c(3,1,2). Model harga konsumen bawang merah di Provinsi Jawa Tengah adalah D(Y)=-0.254657AR(3)-0.586703MA(2). Peramalan harga konsumen bawang merah di Provinsi Jawa Tengah sampai Bulan April tahun 2022 dengan menggunakan metode dinamis diperoleh data harga konsumen yang terus meningkat.
Kontribusi Sektor Pertanian Terhadap Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Kulon Progo
Dhea Ayu Resky Amalia;
Wahyu Adhi Saputro
Agri Wiralodra Vol. 13 No. 1 (2021): Agri Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/agriwiralodra.v13i1.13
Pertumbuhan ekonomi dapat dicapai dengan adanya peningkatan pendapatan masyarakat yang berujung pada masyarakat yang lebih sejahtera terutama petani. Peran srategis saat ini diemban oleh sektor pertanian yang masuk dalam sektor strategis sebagai penyumbang devisa cukup besar. Salah satu daerah yang memiliki potensi sektor pertanian cukup besar adalah Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi sektor pertanian terhadap produk domestik regional bruto Kabupaten Kulon Progo. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber pada Badan Pusat Statistika Kabupaten Kulon Progo. Data yang digunakan adalah data time series PDRB Kabupaten Kulon Progo tahun 2014 hingga tahun 2020. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kontribusi dengan membagi sektor pertanian dengan nilai PDRB pada tahun yang sama. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB Kabupaten Kulon Progo bernilai positif. Kontrbusi sektor pertanian cukup tinggi berada pada tahun 2015 dengan nilai kontribusi sebesar 20,42% terhadap PDRB Kabupaten Kulon Progo. Kontribusi sektor pertanian terendah terhadap PDRB kabupaten Kulon Progo terdapat pada tahun 2019 dengan nilai kontribusi senilai 15,89%.
Penerapan Model Box Jenkins (arima) Dalam Peramalan Harga Konsumen Bawang Merah di Provinsi Jawa Tengah
Ali Hasyim Al Rosyid;
Candarisma Dhanes Noor Viana;
Wahyu Adhi Saputro
Agri Wiralodra Vol. 13 No. 1 (2021): Agri Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/agriwiralodra.v13i1.19
Bawang merah merupakan produk pertanian khususnya hortikultura yang memiliki peranan penting di Indonesia dengan dimasukkan sebagai salah satu bahan pangan utama. Permintaan bawang merah yang tinggi dan produksi yang bersifat musiman menjadikan harga bawang merah fluktuatif dan cenderung meningkat setiap tahunnya. Analisis ARIMA adalah salah satu metode yang digunakan untuk peramalan data time series. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk peramalan harga konsumen bawang merah di Provinsi Jawa Tengah. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data harga konsumen bawang merah di Provinsi Jawa Tengah dari aplikasi Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang diakes pada lama hargapangan.id. Data yang digunakan untuk analisis ARIMA merupakan data harga konsumen bawang merah di Provinsi Jawa Tengah dari Bulan Juli tahun 2017 sampai Bulan April tahun 2021 dengan total jumlah data adalah 46 data harga konsumen. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model ARIMA terbaik yang digunakan untuk peramalan harga konsumen bawang merah di Provinsi Jawa Tengah adalah ARIMA c(3,1,2). Model harga konsumen bawang merah di Provinsi Jawa Tengah adalah D(Y)=-0.254657AR(3)-0.586703MA(2). Peramalan harga konsumen bawang merah di Provinsi Jawa Tengah sampai Bulan April tahun 2022 dengan menggunakan metode dinamis diperoleh data harga konsumen yang terus meningkat.
Ketahanan Pangan Rumah Tangga Kota Surakarta Di Masa Pandemi Covid-19
Wahyu Adhi Saputro;
Aris Prio Agus Santoso;
Dhea Ayu Resky Amalia
Agri Wiralodra Vol. 13 No. 2 (2021): Agri Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/agriwiralodra.v13i2.37
Pangan merupakan kebutuhan essensial bagi manusia. Ketersediaan pangan dan gizi yang cukup menjadi hal yang penting dilakukan sebagai upaya pemenuhan pangan. Peningkatan ketersediaan tersebut nantinya akan berpengaruh terhadap indikator nilai ketahanan pangan. Nilai indikator pangan secara makro mungkin cukup namun bukan berarti di tingkat rumah tangga nilai tersebut juga akan baik. Hal tersebut tidak menjamin bahwa sebuah wilayah dengan akses pangan yang cukup dapat menunjukkan nilai ketahanan pangan yang cukup pula. Kondisi tersebut terjadi di beberapa wilayah di Indonesia dan dimungkinkan juga di Kota Surakarta terutama di masa pandemi seperti sekarang ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai ketahanan pangan masyarakat Kota Surakarta pada saat pandemi covid-19. Data yang digunakan merupakan data primer yang diambil melalui wawancara secara langsung dengan sampel masyarakat Kota Surakarta sebanyak 30 orang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah klasifikasi silang ketahanan pangan menurut Jonnson and Toole. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa sebagian besar rumah tangga masyarakat Kota Surakarta berada pada kategori tahan pangan.
Perkembangan dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pola Pangan Harapan Daerah Istimewah Yogyakarta
Musta’in Musta’in;
Wahyu Adhi Saputro
Agri Wiralodra Vol. 13 No. 2 (2021): Agri Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/agriwiralodra.v13i2.42
Skor pola pangan harapan akan meningkat apabila ketahanan pangan juga meningkat. Dalam hal ini keanekaragaman pangan adalah salah satu pilar dalam pemenuhan ketahanan pangan. Keanekaragaman pangan baik mutu dan gizi yang cukup merupakan salah satu prasyarat pokok dalam konsumsi kebutuhan pangan. Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu daerah yang pesat perkembangannya khususnya kependudukan. Pertambahan penduduk Daerah Istimewa Yogyakarta tiap tahunnya yang jumlahnya tidak menentu. Pertambahan penduduk di DIY terjadi baik secara alami maupun migrasi. Dengan demikian terjadi peningkatan berbagai maca tuntutan kebutuhan khususnya pangan sehingga kebutuhan akan pangan menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan perkembangan pola pangan harapan in DIY dan menganalisis faktor yang mempengaruhi pola pangan harapan di DIY. Penelitian in menggunakan metode deskriptif analitik dan analisis regresi berganda menggunakan data time series. Tipe data yang digunakan adalah data sekunder dari Badan Pusat Statistik. Pola pangan harapan Daerah Istimewa Yogyakarta cenderung mengalami peningkatan dari tahun ketahun kecuali pada tahun 2019 mengalami penurunan sebanyak 6,6%. Prediksi pola pangan harapan Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami kenaikan pada tahun 2020 sebanyak 3,4% dibanding tahun sebelumnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor yang berpengaruh terhadap pola pangan harapan adalah jumlah pengeluaran rumah tangga, besaran anggota keluarga dan tingkat pendidikan.
Kontribusi dan Trend Produksi Jagung di Kabupaten Banyumas
Wahyu Adhi Saputro;
Candarisma Dhanes Noor Viana;
Ali Hasyim Al Rosyid
Agri Wiralodra Vol. 15 No. 2 (2023): produksi , kelayakan usaha, strategi pengembangan usaha
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/agriwiralodra.v15i2.64
Jagung merupakan pangan alternatif selain nasi yang masih dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia. Kebutuhan akan jagung tidak hanya bersumber pada konsumsi masyarakat saja namun juga adanya permintaan dari industri pakan ternak. Perkembangan komoditas pertanian di Indonesia penting untuk diketahui terutama mengenai permasalahan naik turunnya produksi komoditas sehingga bisa ditentukan langkah antisipasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi dan trend produksi jagung di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik menggunakan data sekunder berbentuk time series yang berasal dari Badan Pusat Statistika. Data yang digunakan berasal dari tahun 2012 hingga tahun 2021. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis kontribusi dan analisis trend produksi. Hasil penelitian menyatakan bahwa Produksi jagung di Kabupaten Banyumas tertinggi terjadi pada tahun 2019 dengan capaian produksi lebih dari 34 ribu ton jagung sedangkan pencapaian produksi terendah terjadi pada tahun 2014 hanya mencapai 14 ribu ton jagung saja. Berdasarkan hasil penelitian juga dapat diketahui bahwa kontribusi produksi tertinggi terjadi pada tahun 2020 yaitu sebesar 1,09 persen. Peramalan produksi jagung di Kabupaten Banyumas bernilai positif sehingga diproyeksikan produksi jagung akan meningkat pada beberapa tahun ke depan.