Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Penerapan Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Berdasarkan SAK EMKM Dalam Meningkatkan UMKM Masa Pandemi Covid-19 Melalui Laporan Keuangan pada Desa Sukarame Kecamatan Carita Pandeglang Provinsi Banten Sugiyanto, Sugiyanto; Setiawan, Irwan; Kartolo, Rachmat
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 3 (2022): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/al-jpkm.v3i3.24866

Abstract

Pertumbuhan perekonomian di Indonesia mengalami ancaman akibat dampak dari pedemi covid- 19. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting keberadaannya di Indonesia, penanganan dalam pencegahan penyebaran virus covid-19 menghentikan aktivitas usaha khususnya pada UMKM. Aktivitas social distancing berdampak pada pelaku bisnis, dengan adanya penerapan social distancing maka konsumen yang berkunjung mengalami penurunan secara dratis, karena Desa Sukarame Carita pandeglang dari Pariwisata hand made dan pusat oleh-oleh misalkan khas pantai Carita sebagai andalan adalah Emping dan Ikan Asin dan lainnya. Permasalahan Mitra yang dihadapi oleh Desa Sukarame Kecamatan Carita  Pandeglang Propinsi Banten diantaranya sebagai berikut : Pertama (1) UMKM masih menyelenggarakan dan menggunakan pencatatan secara manual belum melakukan pembukuan berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan EMKM dengan baik yang secara operasional telah berjalan sampai dengan saat ini belum menyelenggarakan pembukuan belum sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil dan Menengah SAK EMKM disusun untuk memenuhi kebutuhan pelaporan keuangan entitas mikro, kecil, dan menengah. Undang-Undang No 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dapat digunakan sebagai acuan dalam mendefinisikan dan memberikan rentang kuantitatif EMKM. Standar ini ditujukan untuk digunakan oleh entitas yang tidak atau belum mampu memnuhi persyaratan akuntansi yang diatur dalam SAK ETAP. Solusi Permasalahaan Tahapan pertama: dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah tahap persiapan, meliputi persiapan materi pelatihan, persiapan tempat pelatihan, persiapan sarana dan prasarana. Tahapan kedua: adalah tahap pelaksanaan, dimulai dengan mengidentifikasi tingkat pengetahuan dan dasar Akuntansi dengan cara melakukan tanyajawab antara trainer (pelatih) dengan peserta. Tahapan ketiga: peserta diberikan sosialisasi tentang Akuntansi dasar dal lanjutan dengan menggunakan media sosial dan dilanjutkan pelatihan dengan materi Pelatihan Pemanfaatan penyusunan Pelaporan keuangan pada pelaku UMKM Desa Sukarame Kecamatan Carita  Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. Tahapan berikutnya dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah tahap keempat: evaluasi yaitu menilai kemampuan peserta pelatihan dalam menyajikan laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM SAK EMKM disusun untuk memenuhi kebutuhan pelaporan keuangan entitas mikro, kecil, dan menengah. Hasil dicapai dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini pelaku UMKM di Desa Sukarame Kecamatan Carita Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten khususnya pelaku bisnis memiliki jiwa wirausaha (entrepreneur) yang jujur dan mampu menyusun pelaporan keuangan berdasarkan SAK EMKM yang mampu mengelola manajemen dan SDM yang baik.Kata Kunci: SAK EMKM, Akuntansi Dasar, Manajemen.
Rekomendasi Fitur yang Mempengaruhi Harga Sewa Menggunakan Pendekatan Machine Learning Wisnuadhi, Bambang; Setiawan, Irwan
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 4: Agustus 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2021843305

Abstract

Perkembangan Teknologi Infromasi, internet, dan perangkat bergerak telah mengubah perilaku konsumen dalam menjalankan aktivitasnya. Hal ini direspon oleh industri dengan menyediakan berbagai aplikasi berbasis web dan perangkat bergerak dalam interaksinya dengan pelanggan. Salah satu industri yang beradaptasi dengan perubahan teknologi dan perilaku konsumen ini adalah industri pariwisata dan perhotelan. Kebutuhan konsumen yang sebelumnya menggunakan akomodasi wisata tradisional seperti hotel, berubah menjadi lebih memilih rumah-rumah penduduk disekitar tempat wisata sebagai tempat penginapan sementara wisatawan. Perubahan ini berdampak kepada semakin banyaknya properti pribadi yang disewakan sehingga menyebabkan persaingan harga sewa. Harga sewa merupakan salah satu faktor penting yang dipertimbangkan calon penyewa dalam menentukan properti yang akan disewanya. Hal ini tentunya membuat para pemiliki properti harus memikirkan strategi penentuan harga sewa agar propertinya laku dipasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan fitur apa saja yang dapat mempengaruhi penentuan harga sewa properti berdasarkan data pengguna Airbnb di Berlin. Data penelitian diambil dari dataset yang disediakan oleh InsideAirbnb berupa file dengan format CSV. Penelitian dilakukan menggunakan teknik machine learning dengan pendekatan algoritma XGBoost. Terdapat lima tahapan pengerjaan dalam penelitian ini, yaitu data understanding, data pre-processing, exploratory data analysis, pemodelan, dan insights. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah room type private room, room type entire home/apt, dan cancellation policy super strict 60 days merupakan tiga fitur tertinggi yang mempengaruhi penentuan harga sewa. Luas properti menempati urutan keempat berdasarkan rekomendasi algoritma yang diterapkan. AbstractThe development of information technology, the internet, and mobile devices has changed the behavior of consumers in carrying out their activities. The industry responded by providing various web-based and mobile applications in their interactions with customers. The tourism and hospitality industry is adapting to changes in technology and consumer behavior. The needs of consumers who previously used traditional tourist accommodations such as hotels have changed to prefer residents' houses around tourist attractions as their temporary lodging. This change has an impact on the increasing number of private properties being leased, causing competition in rental prices. It is undeniable that the rental price is one of the essential factors that prospective tenants consider in making choices. This certainly makes property owners, who will rent out their properties, have to think about rental pricing strategies. This study aims to obtain any features that affect pricing based on Airbnb user data in Berlin. The study was conducted using machine learning techniques with the XGBoost algorithm approach. There are five stages of work in this study, namely understanding data, pre-processing data, exploratory data analysis, modeling, and insights. The results obtained from this study are room type private room, room type entire home / apt, and cancellation policy type super strict 60 are the three highest features that affect price determination. Property size ranks fourth based on algorithmic recommendations.
Visualisasi dan Analisis Data Bunuh Diri Setiawan, Irwan
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 3: Juni 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2021833391

Abstract

Bunuh diri merupakan salah satu permasalahan kesehatan publik. Kematian yang disebabkan oleh tindakan bunuh diri banyak terjadi di seluruh dunia. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa tindakan bunuh diri terjadi sekitar satu juta kejadian setiap tahunnya. WHO menyediakan basis data kematian yang disebabkan karena bunuh diri, namun parameter dan diagram yang disediakan pada basis data tersebut tidak dapat dikustomisasi untuk analisis lebih lanjut. Exploratory Data Analysis merupakan teknik analisis yang menekankan penyajian data dalam bentuk grafik yang dapat mempermudah analis dalam menemukan pola-pola tersembunyi dalam data. Teknik ini sangat efektif digunakan untuk menganalisis data yang memiliki volume yang besar dan varian data yang banyak.  Penelitian ini ditujukan untuk melakukan visualisasi dan analisis data kematian yang disebabkan oleh bunuh diri dengan menggunakan data yang disediakan oleh WHO untuk menemukan pola dan tren kejadian bunuh diri dari berbagai negara dan benua agar dapat membantu pihak-pihak yang berkepentingan dalam mendeteksi dan merencanakan tindakan pencegahan kejadian bunuh diri. Metode penelitian terbagi kedalam tiga tahapan, yaitu persiapan data, Exploratory Data Analysis, dan penarikan kesimpulan. R Studio digunakan sebagai perangkat lunak untuk pengolahan dan visualisasi data. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah teknik Exploratory Data Analysis sangat efektif untuk mengeksplorasi data dan menemukan pola-pola tersembunyi dalam data.Berdasarkan hasil analisis, Jepang merupakan negara yang memiliki kejadian bunuh diri paling banyak.   Temuan yang didapatkan adalah secara umum jumlah kejadian bunuh diri memiliki tren yang meningkat. Pada tahun 1998 terjadi lonjakan kejadian bunuh diri yang sangat signifikan di negara-negara Asia. Negara yang paling banyak mengalami kejadian bunuh diri adalah Jepang. Pola pelaku bunuh diri di benua Afrika berbeda dengan benua lainnya. Kelompok usia diatas 75 tahun merupakan kelompok usia dengan jumlah bunuh diri paling banyak. Terjadi tren peningkatan kejadian bunuh diri pada kelompok umur 5-14 tahun. Temuan-temuan yang didapatkan dari penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan perencanaan pencegahan kejadian bunuh diri dan meningkatkan kewaspadaan terhadap terjadinya risiko bunuh diri, terutama pada kelompok umur diatas 75 tahun dan 5-14 tahun. AbstractSuicide is a public health problem. Deaths caused by acts of suicide occur throughout the world. The World Health Organization (WHO) reports that suicides occur in around one million incidents each year. WHO provides a database of deaths due to suicide, but the parameters and diagrams contained in that database cannot be customized for further analysis. Exploratory Data Analysis is an analytical technique that emphasizes data presentation in a graphical form that can make it easier for analysts to find hidden patterns in the data. This technique is beneficial for analyzing data with a large volume and many data variants. This research aims to visualize and analyze data on deaths caused by suicide by using data provided by WHO to find patterns and trends in suicide events from various countries and continents to help the parties concerned in detecting and planning preventive suicide actions. The research method is divided into three stages: data preparation, Exploratory Data Analysis, and concluding. R Studio is used as software for data processing and visualization. The results obtained from this study are Exploratory Data Analysis techniques, which are useful for exploring data and discovering hidden patterns in data.Based on the results of the analysis, Japan is a country that has the most suicide. The finding is that in general, the number of suicides has an upward trend. In 1998 there was a very significant surge in suicides in Asian countries. Japan is the country that experiences the most suicide. The pattern of suicide in Africa is different from other continents. The age group above 75 years is the age group with the highest number of suicides. There is a trend of an increase in the incidence of suicide in the 5-14 years age group. The findings obtained from this study can be utilized for the needs of planning suicide prevention events and increasing awareness of the occurrence of suicide risk, especially in the age group above 75 years and 5-14 years.
Implementasi Metode Triz Terhadap Peningkatan Kualitas Proses Roasting Kopi Pada UMKM Di Makassar A, Fauzan Adzima; Asmal, Sapta; Setiawan, Irwan
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 9, No 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v9i2.23606

Abstract

Anoa coffee merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan dan produksi kopi yang berlokasi dikota makassar. Tingginya jumlah peminat kopi dan menjamurnya usaha coffeeshop dimakasssar menjadikan peluang yang sangat baik untuk penjualan produk dari anoa coffee yang mampu memproduksi 50kg-70kg kopi/hari. Dalam menjaga kualitas produk kopi dibutuhkan pengawasan yang ketat dalam setiap prosesnya sehingga dapat terhindar dari kecacatan produk, dengan pengawasan yang ketat dapat membantu dalam menerapkan standar kualitas dalam setiap proses produksi. Metode TRIZ telah menjadi metode yang dapat diandalkan untuk mencapai inovasi yang sistematis dan membantu menghindari proses yang tidak efisien dalam memecahkan masalah, dalam tren terbarunya metode TRIZ diientregasikan dengan metode lainnya untuk memperkuat proses pemecahan masalah. Metode New Seven Tools bersifat mendifinisikan masalah dengan data herbal dan mengumpulkan ide serta memformulasikan rencana, metode ini digunakan untuk mengendalikan dan memperbaiki kualitas produk suatu perusahaan pada jumlah produk cacat setiap produksinya dapat berkurang terdapat tiga jenis kecacatan dalam proses roasting, yaitu biji kopi terbuang atau tidak matang, biji kopi pecah atau berlubang, dan biji kopi hitam atau hangus. Penyebab kecacatan kopi dalam proses roasting dapat dipengaruhi beberapa hal seperti manusia, material, mesin, metode dan lingkungan. Penerapan TRIZ menghasilkan kontradiksi-kontradiksi dalam proses roasting berdasarkan jenis kecacatan biji kopi, dari kontradiksi-kontradiksi tersebut menghasilkan rekomendasi perbaikan yang diberikan oleh metode TRIZ seperti penambahan pasak pada silinder, pemberian pelumas pada bearing, persediaan cadangan bearing, menyediakan alat sortir otomatis, penambahan Batangan plastik pada mixer, jadwal monitoring perbaikan mixer, perubahan volume saluran exhaust, dan membersihkan saluran exhaust. Kata kunci: UMKM, TRIZ, New Seven Tools, Peningkatan Kualitas
Pembuatan Datum Plane Dalam Modul Gambar Teknik Sebagai Media Pembelajaran Murid SMK Setiawan, Irwan; Kusumohadi, Catur Setyawan; Basori, Imam
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13441

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan efektifitas datum palne dalam modul gambar Teknik yang diterapkan pada proses penyelenggaraan pengayaan materi gambar tekink. Untuk model yang digunakan dalam penelitian ini adalah research and development (R&D), dengan acuan 4D (Define, Design, Development, dissemnitaion). Subjek dari penelitian ini adalah ahli materi dan ahli media sedangkan objek dari penelitian ini adalah peserta didik kompetensi keahlian teknik otomotif SMK Negeri 55 Jakarta. Untuk teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan observasi, wawancara untuk menganalisis kebutuhan modul, angket dan pretest-posttest. Untuk uji kelayakan modul dalam penelitian ini dilakukan pada empat responden yaitu dosen ahli materi, guru ahli materi, ahli media dan angket peserta didik didapatkan total nilai sebesar 3,63 dengan kreterua sangat layak . Sedangkan untuk mengetahui efektivitas modul didalam penelitian yaitu instrument pretest-posttest pada kellompok kecil nilai pretest sebesar 15,33 dan posttest sebesar 68,17. Dari uji statistik normalitas dan homogenitas data termasuk parametrik sehigga dapat di uji t mendapatkan hasil signifikan terdapat perbedaan yang dapat menyimpulkan media dan modul sangat efektif digunakan di SMKN 55 Jakarta.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Servis atas Permainan Bolavoli Menggunakan Media Pembelajaran Alat Bantu pada Siswa Kelas X Smk Taruna Bakti Kertosono Tahun Ajaran 2022/2023 Faqih, Achmad Zulva Ainun; Muharram, Nur Ahmad; Setiawan, Irwan
Jurnal Kridatama Sains dan Teknologi Vol 4 No 02 (2022): JURNAL KRIDATAMA SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.868 KB) | DOI: 10.53863/kst.v4i02.612

Abstract

The purpose of this research is to improve the learning outcomes of serve on volleyball in class X students of SMK Taruna Bakti Kertosono Academic Year 2022/2023. This research is a Classroom Action Research (CAR). This research was conducted in two cycles and consisted of four stages in each cycle, namely planning, action, observation and reflection. The subjects in this Classroom Action Research were class X students of SMK Taruna Bakti Kertosono Academic Year 2022/2023 with a total of 28 students consisting of 19 male students and 9 female students. Sources of data in this study came from students, researchers and teachers who acted as collaborators. Data collection techniques using tests and observations. Data validity uses data triangulation techniques. This classroom action research is a percentage to see trends that occur in learning activities. the results of the analysis obtained a gradual increase from pre-cycle to cycle I and from cycle I to cycle II. This can be seen from the results of service learning for volleyball games for pre-cyclical students, it shows that out of 28 students cognitively, 8 students or 28.57% have completed, while 20 students or 71.42% have not completed and from the psychomotor aspect there are 7 students. or 25.00% complete. Then the results of learning to serve for volleyball games shown by students in the first cycle of the cognitive aspect showed an increase of 28.57% where there were 16 students or 57.14% included in the complete category while for the psychomotor aspects showed an increase of 35.71% where there were 17 students or 60.71% fall into the complete category. In cycle II the improvement of student learning outcomes is better. Cognitive aspects increased by 21.43% from the first cycle and 50.00% from the pre-cycle, while the psychomotor aspects increased by 25.00% from the first cycle and 60.71% from the pre-cycle. In cycle II the cognitive aspect had 22 students or 78.57% in the complete category, 6 students or 21.42% of students were in the incomplete category and for the psychomotor aspect there were 24 students or 85.71% in the complete category, 4 students or 14.28% of students are in the incomplete category. Based on the results of the study, it was concluded that the application of learning models using assistive devices can improve service learning outcomes for volleyball games in class X students of SMK Taruna Bakti Kertosono Academic Year 2022/2023. Keywords: top serve, volleyball, Classroom Action Research
Metode Pembelajaran Berdasarkan Ulangan 6:6-9 Dan Implementasinya Dalam Kurikulum Pendidikan Kristen Untuk Mengatasi Masalah Perilaku Anak Di Sekolah Smp Kristen Harapan Bagi Bangsa Cilincing Jakarta Utara Tambunan, Daulat Marulitua; Setiawan, Irwan
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 1 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i1.4026

Abstract

Mendidik anak merupakan perintah Allah yang sangat penting dan pendidikan tersebut terletak di atas pundak orang tua. Pendidikan tidak hanya sebatas pendidikan intelektual, namun juga pendidikan spiritual. Pendidikan spiritual merupakan sebuah konsep kecerdasan yang tidak hanya dilihat dari ranah otak dan emosi saja, tapi lebih jauh lagi kecerdasan ini merupakan kecerdasan yang mempunyai esensi yang lebih dalam tentang makna hidup seseorang. Pembangunan pendidikan spiritual biasanya bermula dari lingkup keluarga yang kemudian berlanjut di lingkup sekolah. Peran guru amat penting bagi perkembangan muridnya, sehingga metode pembelajaran guru perlu menjadi perhatian. Penelitian ini mengangkat topik seputar metode Pembelajaran berdasarkan Ulangan 6:6-9 juga implementasinya di Kurikulum Pendidikan Kristen untuk mengatasi masalah perilaku anak di Sekolah Smp Kristen Harapan Bagi Bangsa Cilincing Jakarta Utara. Tujuan penelitian ini yakni mengetahui model pendidikan agama kristen berdasarkan ulangan 6:6-9, mengetahui pendidikan agama kristen di SMP Kristen Harapan Bagi Bangsa sudah sesuai dengan model pembelajaran ulangan 6:6-9 juga pelaksanaannya sudah sesuai dengan ulangan 6:6-9. Jenis penelitian terpakai yakni kualitatif, bersifat deskriptif juga lebih menekankan di analisis mendalam. Pendekatan kualitatif ini dititikberatkan ke tahapan juga makna, lewat pemanfaatan teori selaku panduan memastikan penelitian tetap sejalan penemuan fakta-fakta di lapangan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara. Teknik analisis data kualitatif mencakup pengorganisasian data, pengidentifikasian pola dan tema, serta interpretasi hasil yang relevan dengan tujuan penelitian. Hasilnya, Sekolah SMP Kristen Harapan Bagi Bangsa Cilincing Jakarta Utara telah menerapkan Metode Pembelajaran Berdasarkan Ulangan 6:6-9 selaku cara yang telah diatur melalui proses pemikiran untuk mencapai suatu tujuan dimana belajar dapat diartikan sebagai kegiatan psikofisik menuju perkembangan seutuhnya. Sedangkan metode pembelajaran ditentukan pendidik demi menjalankan tugasnya secara professional mencakup penguasaan beberapa metode mengajar dalam proses pembelajaran. Implementasinya, guru PAK berusaha menjalankan tugasnya dengan bertanggung jawab dan terampil menerapkan metode yang baik dan benar, sehingga di dalam mendidik, mengajar, membimbing setiap peserta didik dapat mengalami perubahan dalam dirinya, mampu meneladani Yesus Kristus sebagai Guru Agung.  Adapun perilaku Anak di sekolah SMP Kristen Harapan Bagi Bangsa Cilincing Jakarta utara dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu lingkungan keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial.
Menantikan Akhir Zaman dengan Sukacita: Pembacaan Wahyu 21:3-4 dalam Bingkai Teologi Pengharapan Setiawan, Irwan; Panjaitan, Tutur Parade Tua
Jurnal Teologi Praktika Vol 6 No 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51465/8rxwch03

Abstract

Penafsiran populer tentang akhir zaman sering kali dihubungkan dengan bencana, ketakutan, dan penghakiman, sehingga menimbulkan kecemasan bagi banyak orang Kristen. Selain itu, pandangan eskatologi yang sering direduksi menjadi penghancuran total dan pelarian spiritual, juga mengakibatkan pasivitas etis. Namun, Wahyu 21:3-4 menghadirkan perspektif yang berbeda: akhir zaman bukanlah ancaman, melainkan penggenapan janji Allah yang menghadirkan pengharapan. Tujuan penelitian adalah menyajikan sintesis eksegetis-sistematis yang menggeser penantian akhir zaman dari sikap pasif menuju aksi transformatif. Metode yang digunakan adalah eksegesis terhadap Wahyu 21:3-4 dan analisis teologis sistematis terhadap implikasi Teologi Pengharapan Jurgen Moltmann. Hasilnya menunjukkan bahwa kehadiran Allah di tengah manusia menjadi pusat sukacita, menjamin pemulihan relasi, ciptaan, dan penggenapan perjanjian. Sukacita eskatologis ini menjadi kekuatan dinamis yang memanggil gereja untuk terlibat aktif dalam solidaritas, keadilan, dan pemeliharaan ciptaan. Wahyu 21:3-4 dapat dijadikan dasar teologis bagi gereja untuk meneguhkan pengajaran bahwa akhir zaman bukan sesuatu yang menakutkan, melainkan sumber pengharapan dan sukacita kekal bagi mereka yang percaya kepada Yesus Kristus.
Mengintegrasikan Iman dan Bisnis: Praktik Theopreneurship dari Kisah Ishak di Kejadian 26:1-33 Panjaitan, Tutur Parade Tua; Setiawan, Irwan
Jurnal Apokalupsis Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Apokalupsis
Publisher : STT Internasional Harvest Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52849/apokalupsis.v16i1.366

Abstract

In the ever-evolving global dynamics, entrepreneurship plays an important role in driving economic growth and offering solutions to complex problems. However, the entrepreneurial paradigm generally still focuses on market logic and traditional business strategies, while the spiritual and theological aspects are often overlooked. The purpose of this research is to analyze the concept of theopreneurship, entrepreneurship based on faith, through Isaac's narrative in Genesis 26:1-33. This story shows how Isaac faced economic and social challenges in Gerar, including conflict, famine, and interactions with the locals, while remaining obedient to God's direction. The analysis uses the method of exegesis with a practical theological approach, to trace the principles of Christian faith-based business embodied in the narrative. The results of the study show that Isaac's success was not solely the result of human strategy, but a combination of obedience to God, diplomacy and harmonious social relations, as well as a strategy of growth and sustainability. These findings provide an applicative framework for modern entrepreneurs to integrate business faith and strategy, prioritize integrity and ethics, and manage resources wisely in the practice of theopreneurship.
Investigating the influence of attractiveness and value for money on revisit intention for Toraja-Londa’s cultural sustainability Darmawan, Armin; Hellavani, Hellavani; Setiawan, Irwan; Handayani, Dwi; Gunawan, Imam
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 9, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v9i1.90224

Abstract

AbstractThis study examines the factors influencing revisit intention to cultural heritage sites, specifically focusing on the roles of perceived attractiveness and perceived value for money, with customer satisfaction serving as a mediating factor. The proposed conceptual model is empirically tested using data collected from 130 tourists who visited Toraja-Londa, a prominent cultural heritage destination. Employing Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), the analysis reveals a strong correlation between the antecedents of customer behavioral practices and revisit intention. The findings indicate that both perceived attractiveness and perceived value for money significantly enhance customer satisfaction, which in turn plays a crucial moderating role in shaping revisit intention. This research provides valuable insights for both theoretical and managerial perspectives, highlighting the importance of fostering a positive relationship between perceived attractiveness, value for money, satisfaction, and revisit intention. The study's findings offer practical implications for policymakers and stakeholders, enabling them to make informed decisions that enhance the sustainability and appeal of cultural heritage tourism destinations. By understanding the drivers of revisit intention, destination managers can develop targeted strategies to improve visitor experiences and encourage repeat visits. AbstrakStudi ini mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi niat kunjungan ulang ke situs warisan budaya, khususnya berfokus pada peran persepsi daya tarik dan persepsi nilai uang, dengan kepuasan pelanggan sebagai faktor mediasi. Model konseptual yang diusulkan diuji secara empiris menggunakan data yang dikumpulkan dari 130 wisatawan yang mengunjungi Toraja-Londa, sebuah destinasi warisan budaya terkemuka. Dengan menggunakan Pemodelan Persamaan Struktural Kuadrat Terkecil Parsial (PLS-SEM), analisis ini mengungkapkan korelasi yang kuat antara anteseden praktik perilaku pelanggan dan niat kunjungan ulang. Temuan menunjukkan bahwa persepsi daya tarik dan persepsi nilai uang secara signifikan meningkatkan kepuasan pelanggan, yang pada gilirannya memainkan peran moderasi krusial dalam membentuk niat kunjungan ulang. Penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi perspektif teoretis dan manajerial, menyoroti pentingnya membina hubungan positif antara persepsi daya tarik, nilai uang, kepuasan, dan niat kunjungan ulang. Temuan studi ini menawarkan implikasi praktis bagi para pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan, memungkinkan mereka untuk membuat keputusan yang tepat yang meningkatkan keberlanjutan dan daya tarik destinasi wisata warisan budaya. Dengan memahami faktor pendorong minat berkunjung kembali, pengelola destinasi dapat mengembangkan strategi yang tepat guna meningkatkan pengalaman pengunjung dan mendorong kunjungan berulang.