Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pengaruh Rasio Katalis CaO-NaOH dan Suhu Reaksi Transesterfikasi terhadap Kualitas Biodiesel dari Minyak Sawit Sheila Devina Amira; Mas’udah Mas’udah; Sandra Santosa
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 4 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i4.430

Abstract

Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif dari minyak nabati seperti minyak sawit, yang diproduksi dengan metode transesterifikasi menggunakan katalis dan metanol. Penggunaan katalis homogen seperti NaOH sering digunakan karena menghasilkan %yield biodiesel yang tinggi dibanding katalis heterogen. Akan tetapi, penggunaan katalis homogen sering menimbulkan reaksi saponifikasi yang mengganggu proses konversi biodiesel. Pengkombinasian antara katalis homogen dan heterogen akan mencegah terjadinya reaksi saponifikasi. Selain itu suhu reaksi transesterifikasi juga sangat berpengaruh terhadap hasil produk biodiesel yang diperoleh. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasio massa CaO-NaOH dan suhu reaksi transesterifikasi terhadap kualitas biodiesel yaitu viskositas, densitas, dan %yield. Penelitian dilakukan dengan melakukan percobaan proses transesterifikasi minyak sawit dan metanol dengan persentase jumlah katalis CaO-NaOH 1% (b/v) dengan variabel bebas rasio massa CaO-NaOH 1:3, 1:1, 3:1 dan suhu 50˚C,60˚C, 80˚C dengan rasio mol minyak dan metanol yang digunakan adalah 1:6. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan campuran katalis CaO-NaOH dan suhu berpengaruh terhadap kualitas dari beberapa parameter biodiesel yang diuji. Parameter terbaik yang hampir mendekati standar SNI 7182:2015 biodiesel didapatkan pada variabel suhu reaksi 60°C dan rasio katalis CaO-NaOH sebesar 3:1 dari berat minyak dimana nilai yield biodiesel sebesar 76,13%, densitas 0,865 g/mL, viskositas 8,65 cSt.
PENGARUH RATIO KATALIS CaO-NaOH DAN WAKTU REAKSI TERHADAP KUALITAS BIODIESEL MINYAK JELANTAH Fajar Rasyid Hidayat; Mas’udah Mas’udah; Sandra Santosa
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 4 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i4.451

Abstract

Biodiesel dari minyak jelantah berpotensi sebagai bahan bakar terbarukan karena konsumsi minyak goreng masyarakat di Indonesia secara nasional pada tahun 2019 mencapai 16,2 juta kilo liter dan menghasilkan rata-rata minyak jelantah di kisaran 6,46-9,72 juta kilo liter, namun baru sekitar 3 juta kilo liter minyak jelantah yang dapat dikumpulkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ratio katalis CaO-NaOH dan waktu reaksi terhadap kualitas biodiesel dari minyak jelantah. Percobaan menggunakan bahan baku minyak jelantah, metanol, dan katalis CaO-NaOH dengan variabel bebas yaitu ratio CaO-NaOH 1:3, 1:1, dan 3:1 dan waktu reaksi 60, 80, dan 100 menit; variabel tetap berupa suhu reaksi sebesar 60°C dan variasi jumlah katalis 1% CaO-NaOH terhadap berat minyak jelantah; dan variabel terikat adalah kualitas biodiesel berupa %yield, densitas biodiesel, dan viskositas biodiesel. Metode analisa biodiesel yang diperoleh menggunakan perhitungan %yield, densitas dan viskositas. Dari penelitian ini didapatkan kesimpulan bahwa hasil percobaan nilai densitas 857-871 kg/m3 telah sesuai SNI 7182:2015 yaitu berkisar 850-890 kg/m3 dan nilai %yield yang dihasilkan sebesar di atas 80% untuk rasio CaO-NaOH 1:3 dan 3:1, dan nilai viskositas biodiesel sebesar 1,15-1,31 cst tidak sesuai dengan standar SNI yang berkisar 2,3-6 cst.
PENINGKATAN PENGETAHUAN KELOMPOK TARUNA TANI DESA JATIGUWI KECAMATAN SUMBERPUCUNG, KABUPATEN MALANG DALAM KOMERSIALISASI PRODUK PUPUK ORGANIK Profiyanti Hermien Suharti; Sandra Santosa; Mochammad Agung Indra Iswara; Ustman Syah Amrullah; Haris Puspito Buwono; Ratih Indri Hapsari
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i1.3755

Abstract

Kelompok Taruna Tani Desa Jatiguwi merupakan salah satu kelompok tani yang beranggotakan karang taruna Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang dimana dibentuk sebagai upaya aparat Desa Jatiguwi dalam mengembangkan kemandirian para petani dalam mencukupi kebutuhan pupuk. KTT Desa jatiguwi memanfaatkan sampah biomassa di lingkungannya sebagai bahan baku untuk membuat pupuk organik. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisasi sampah organik dan menghasilkan produk yang bernilai ekonomis. Pupuk organik yang dihasilkan sudah diujicoba pada tanaman dan hasilnya cukup baik. Permasalahan yang dihadapi oleh KTT Desa Jatiguwi yaitu belum memiliki pemahaman yang cukup dalam mendapatkan izin edar, layak jual, dan merk dagang untuk produk pupuk organik. Agar masyarakat memahami cara memasarkan produk yang dibuatnya sehingga dapat menjualnya dengan aman, legal, dan memperoleh pangsa pasar yang besar. Kegiatan PPM diawali dengan pre-test bagi peserta untuk mengukur pemahaman mitra terhadap pemasaran pertanian. Setelah itu dilakukan kegiatan sosialisasi pada tahap pemasaran produk kepada mitra yang dilanjutkan dengan pertukaran dan tanya jawab pada saat proses pengurusan izin edar pupuk organik. Kegiatan PPM diakhiri dengan post-test untuk menggali pemahaman masyarakat setelah mengikuti sosialisasi. Hasil skor pre-test dan post-test diolah dengan analisis uji T berpasangan, diperoleh hasil |????ℎ????????????????????|> ???????????????????????? dan nilai ???? ????????????????????< ???? maka ????0 ditolak yang berarti terdapat peningkatan nilai post-test dibandingkan dengan pre-test agar sosialisasi dapat terlaksana dengan sukses.
PELATIHAN PEMBUATAN SABUN CUCI PIRING DAN CUCI TANGAN DI POSYANDU DISABILITAS – DESA. BEDALI – KECAMATAN LAWANG - KABUPATEN MALANG Hadi Priyo Sudarminto; Anang Takwanto; Rosita Dwi Chrisnandari; Sandra Santosa; Arief Rahmatulloh
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2022
Publisher : P3M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jabdimas.v9i1.183

Abstract

The purpose of this PKM is to provide training on making dish soap and hand washing to the Posyandu with Disabilities in Bedali Village. It is hoped that this training will encourage the interest and creativity of the members of the Posyandu with disabilities to become entrepreneurs. The output of this PkM is an increase in partner skills, partner HR competitiveness, and appropriate technology. PKM activities began with the procurement of tools and materials for making soap, making soap-making video tutorials, implementing soap-making training activities at the Posyandu group of Posyandu with Disabilities in Bedali Village which was carried out by taking into account K3 aspects and the Covid-19 health protocol.
PERBANDINGAN METODE GRAVIMETRI DAN DISTILASI UNTUK ANALISIS KAPORIT POWDER 60% PADA INDUSTRI PENGHASIL KAPORIT Ibrahim, Balqis Zeniva; Santosa, Sandra; Wahjoedi, Ryan Ayub
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i3.6219

Abstract

Salah satu parameter kualitas produk kaporit powder 60% yang dianalisis adalah kadar air atau moisture yaitu harus berkisar antara 3-5%. Awalnya, analisis kadar air ini menggunakan metode gravimetri. Namun seiring berjalannya waktu, oven yang digunakan untuk analisis rusak akibat gas klorin yang korosif. Oleh karena itu, dilakukan penggantian metode gravimetri menjadi metode distilasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan antara metode gravimetri dan metode distilasi sehingga dapat diketahui metode yang lebih baik untuk analisis. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 hari menggunakan sampel kaporit powder 60% yang dihasilkan pada hari tersebut. Waktu untuk metode gravimetri cukup singkat dan efisien untuk proses produksi. Hasil kadar air pada metode gravimetri cukup rendah, yaitu 2,67%; 3,19%; dan 1,64% yang menandakan kurang akuratnya metode ini. Sedangkan hasil kadar air pada metode distilasi, yaitu 4,0%; 4,5%; dan 2,5% yang menandakan hasil kadar air kaporit powder 60% yang dianalisis dengan metode ini sesuai dengan spesifikasi standar produk yang telah ditentukan. Namun, waktu analisis menggunakan metode distilasi ini cukup lama sehingga tidak efisien. Berdasarkan data hasil kadar air serta kelebihan dan kekurangannya, metode distilasi lebih disarankan untuk digunakan sebagai metode analisis kadar air kaporit powder 60%.
PERBANDINGAN KUALITAS PRODUK SODIUM HYPOCHLORITE MONOPOLAR ELECTROLYZER DENGAN BIPOLAR ELECTROLYZER PADA INDUSTRI KLOR-ALKALI Tsabita, Agatha Rifda; Santosa, Sandra; Wahjoedi, Ryan Ayub
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i3.6220

Abstract

Industri klor-alkali merupakan salah satu jenis industri yang menggunakan proses elektrolisis dengan produk samping berupa excess gas Cl2. Lepasnya gas Cl2 sangatlah berbahaya, sehingga pemanfaatan excess gas Cl2 dapat membantu untuk mengurangi tingkat bahaya tersebut. NaOCl atau Sodium Hypochlorite merupakan salah satu bahan kimia yang didapatkan dari pereaksian antara NaOH atau Natrium Hidroksida dengan gas Cl2. Terdapat dua jenis alat proses elektrolisis, yaitu Monopolar Electrolyzer dan Bipolar Electrolyzer untuk memproduksi bahan baku dari pembuatan NaOCl atau sodium hypochlorite. Selain kadar klor aktif sebagai Cl2 dan pengujian kadar alkali bebas sebagai NaOH yang sesuai dengan SNI, tingkat kejernihan juga menjadi salah satu pertimbangan pelanggan. Berdasarkan dua jenis alat tersebut, terdapat perbedaan kejernihan produk NaOCl atau sodium hypochlorite. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab adanya perbedaan kualitas produk antara Monopolar Electrolyzer dengan bipolar Electrolyzer. Analisis yang dilakukan adalah pengujian kadar klor aktif dan pengujian kadar alkali bebas dengan titrasi, serta pengecekan tingkat kejernihan produk dengan pengamatan fisik. Berdasarkan hasil analisis, terdapat perbedaan tingkat kejernihan produk yang disebabkan karena perbedaan proses treatment brine sebelum masuk Electrolyzer, treatment gas Cl2 keluaran Electrolyzer, treatment dalam penurunan konsentrasi NaOH, dan perancangan alat serta utilitasnya.
EFEKTIVITAS TEPUNG TEH DAN TEPUNG AMPAS TEH SEBAGAI FILLER PHENOL-FORMALDEHYDE RESIN TERHADAP KUALITAS PLYWOOD Afrillia, Ellysa Rahma; Sulha, Balgis; Santosa, Sandra; Prayitno, Prayitno; Sulistio, Any
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i3.6235

Abstract

Hasil polimerisasi kondensasi antara phenol dengan formaldehyde disebut phenol-formaldehyde resin yang diaplikasikan untuk merekatkan lapisan veneer pada kayu lapis kelas eksterior. Bahan pengisi atau filler ditambahkan pada phenol-formaldehyde resin untuk meningkatkan keteguhan rekatnya. Bahan ini biasanya mengandung selulosa. Ditinjau dari kandungan selulosa yang cukup besar pada teh 34%  dan ampas teh 43,87%, maka digunakan kedua bahan tersebut sebagai alternatif bahan pengisi (filler). Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi  pengaruh kadar filler tepung teh dan tepung ampas teh terhadap viskositas phenol-formaldehyde resin serta pengaruhnya terhadap kualitas plywood. Penelitian dilakukan menggunakan metode pengempaan dingin selama 30 menit dan pengempaan panas dengan suhu 125°C selama 330 detik. Variabel tetap yang digunakan yaitu jenis veneer berupa kayu meranti, phenol-formaldehyde resin sebagai perekat, dan waktu pengadukan selama 5 menit. Sedangkan, variabel bebas yang digunakan adalah tepung ampas teh dan tepung teh sebagai filler dengan kadar 12,5% dan 6%. Efektivitas penambahan filler dinilai dari hasil analisis bonding strength dan delaminasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar filler yang ditambahkan dapat meningkatkan viskositas campuran. Hasil bonding strength dan delaminasi menunjukkan bahwa tepung ampas teh dan tepung teh telah memenuhi JAS dengan nilai rata-rata tepung ampas teh yang lebih besar baik pada range viskositas 20-30 Poise (kadar filler 12,5%) dan 6-10 Poise (kadar filler 6%). Sehingga, tepung teh dan tepung ampas teh dapat dijadikan sebagi filler phenol-formalehyde resin.
PERHITUNGAN NERACA MASSA PADA STASIUN PENGUAPAN DENGAN KAPASITAS 12500 TCD DI PG KEBON AGUNG Marcelina, Imelda; Santosa, Sandra; Hidayati, Mutia Devi; Rosidin, Mohammad Faiz
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i3.6236

Abstract

Salah salah satu komoditas perkebunan paling banyak yang ditanam di Indonesia adalah tanaman tebu (Saccharum officinarum). PG Kebon Agung merupakan perusahaan di bidang industri gula yang terletak di Kabupaten Malang. Proses pengolahan tebu menjadi gula kristal putih melalui serangkaian tahapan yaitu ekstraksi tebu, pemurnian, penguapan, kristalisasi, dan sentrifugasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai laju aliran input dan output, %brix dan %pol yang masuk dan keluar evaporator dengan tekanan uap bekas 1,7 kg/cm2. Metode perhitungan dilakukan menggunakan konsep neraca massa untuk memekatkan nira jernih dari brix 11,5% hingga mencapai sasaran sebesar 60% dengan kapasitas 12500 TCD (Ton Cane per Day). Hasil perhitungan pada tekanan uap bekas 1,7 kg/cm2 dengan kapasitas 12500 TCD massa yang masuk sama dengan massa yang keluar sebesar 520,8333 ton/jam. massa brix dan pol antara input dan output nilainya sama yaitu brix sebesar 59,8958 ton/jam dan pol sebesar 45,2014 ton/jam. Hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa untuk memekatkan nira jernih dari brix awal sebesar 11,5% hingga mencapai sasaran sebesar 60% pada kapasitas tersebut tidak ada massa yang hilang pada sistem dan sesuai dengan hukum kekalan massa.
PENINGKATAN PENGETAHUAN KELOMPOK TARUNA TANI DESA JATIGUWI KECAMATAN SUMBERPUCUNG, KABUPATEN MALANG DALAM KOMERSIALISASI PRODUK PUPUK ORGANIK Suharti, Profiyanti Hermien; Santosa, Sandra; Iswara, Mochammad Agung Indra; Amrullah, Ustman Syah; Buwono, Haris Puspito; Hapsari, Ratih Indri
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i1.3755

Abstract

Kelompok Taruna Tani Desa Jatiguwi merupakan salah satu kelompok tani yang beranggotakan karang taruna Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang dimana dibentuk sebagai upaya aparat Desa Jatiguwi dalam mengembangkan kemandirian para petani dalam mencukupi kebutuhan pupuk. KTT Desa jatiguwi memanfaatkan sampah biomassa di lingkungannya sebagai bahan baku untuk membuat pupuk organik. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisasi sampah organik dan menghasilkan produk yang bernilai ekonomis. Pupuk organik yang dihasilkan sudah diujicoba pada tanaman dan hasilnya cukup baik. Permasalahan yang dihadapi oleh KTT Desa Jatiguwi yaitu belum memiliki pemahaman yang cukup dalam mendapatkan izin edar, layak jual, dan merk dagang untuk produk pupuk organik. Agar masyarakat memahami cara memasarkan produk yang dibuatnya sehingga dapat menjualnya dengan aman, legal, dan memperoleh pangsa pasar yang besar. Kegiatan PPM diawali dengan pre-test bagi peserta untuk mengukur pemahaman mitra terhadap pemasaran pertanian. Setelah itu dilakukan kegiatan sosialisasi pada tahap pemasaran produk kepada mitra yang dilanjutkan dengan pertukaran dan tanya jawab pada saat proses pengurusan izin edar pupuk organik. Kegiatan PPM diakhiri dengan post-test untuk menggali pemahaman masyarakat setelah mengikuti sosialisasi. Hasil skor pre-test dan post-test diolah dengan analisis uji T berpasangan, diperoleh hasil |????ℎ????????????????????|> ???????????????????????? dan nilai ???? ????????????????????< ???? maka ????0 ditolak yang berarti terdapat peningkatan nilai post-test dibandingkan dengan pre-test agar sosialisasi dapat terlaksana dengan sukses.
PEMBINAAN PEMBUATAN SABUN CAIR CUCI PIRING DARI MINYAK JELANTAH DI KELURAHAN MULYOREJO Arief Rahmatulloh; Hidayati, Mutia Devi; Santosa, Sandra
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2024
Publisher : P3M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/abdimas.v11i1.4688

Abstract

Mulyorejo Village is an area in the Malang which is has many home industries particularly based on food and drink which is directly proportional with the waste namely waste cooking oil. Recently, the society discharged it directly to the environment. Therefore, it is important for the people of Mulyorejo Village to obtained skills in order to processing that waste. The community service that has been done is how to make liquid dishes soap from waste cooking oil. The active ingredient is potassium hydroxide. In addition, the training was conducted through the use of reuse bottles as a substitute for plastic packaging which can later be filled through refill station. The community service was held on October 6th, 2023 with 15 participants. Based on the results of the questionnaire, it can be seen that the mean value reaches 3.84 and the mode value of each question is 4.0. Thus, it can be informed that the training participants understand, feel the benefit and satisfied with the guidance of liquid dishes soap fabrication. The training participants also received materials and tools for refilling liquid dishes soap from the community service team which could be used to produce liquid dishes soap independently.