Claim Missing Document
Check
Articles

EKSPERIMEN DAN RESPON MAHASISWA TERHADAP PRAKTIKUM FISIKA NON-LABORATORIUM MENGGUNAKAN APLIKASI TRACKER VIDEO ANALYSIS UNTUK PERCOBAAN KINEMATIKA GERAK Iqbal Ainur Rizki; Nina Fajriyah Citra; Hanandita Veda Saphira; Woro Setyarsih; Nugrahani Primary Putri
Journal of Teaching and Learning Physics Vol 6, No 2 (2021): Journal of Teaching and Learning Physics (Agustus 2021)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jotalp.v6i2.12640

Abstract

Pandemi Covid-19 menyebabkan kegiatan eksperimen kinematika gerak dilakukan secara non-laboratorium di rumah dengan menggunakan alat dan bahan yang murah dan mudah ditemui serta berbantuan aplikasi Tracker Video Analysis (TVA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas dan respon mahasiswa pada kegiatan eksperimen non-laboratorium pada materi kinematika gerak menggunakan aplikasi TVA. Percobaan dilakukan secara eksperimental dengan pendekatan kuantitatif untuk mendapatkan hubungan antarvariabel pada gerak translasi, rotasi, dan vibrasi. Selain itu juga digunakan metode survey untuk mengetahui respon mahasiswa terhadap kegiatan eksperimen ini. Hasil percobaan menunjukkan bahwa sebanyak 5 dari 6 hubungan antarvariabel maupun konstanta teoritis dapat dibuktikan melalui kegiatan eksperimen ini. Respon mahasiswa terhadap kegiatan ini adalah memuaskan dengan nilai rata-rata 8,16. Jadi dapat disimpulkan bahwa, kegiatan percobaan non-laboratorium pada materi kinematika gerak menggunakan aplikasi TVA efektif untuk membuktikan dasar teori, hubungan antarvariabel dan beberapa konstanta teoritis, serta mendapatkan respon memuaskan dari mahasiswa.
STUDI LITERATUR : ANALISIS PRAKTIK PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA UNTUK MELATIH KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH Churoni Fryda Hajar Ayudha; Woro Setyarsih
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 11 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v11i1.33427

Abstract

Pemecahan masalah (problem solving) merupakan salah satu keterampilan yang wajib dimiliki peserta didik di abad 21, terutama pada mata pelajaran fisika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis indikator yang digunakan pada keterampilan pemecahan masalah, menganalisis praktik pembelajaran (model, media pembelajaran, dan materi) fisika yang dapat melatih keterampilan pemecahan masalah peserta didik tingkat SMA, dan menganalisis penyebab peserta didik kesulitan memecahkan masalah fisika. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur dengan analisis bibliometrik. Data penelitian diperoleh dari 21 artikel yang diseleksi melalui Publish or Perish yang terindikasi Scopus dari tahun 2016-2020 dalam bentuk article journal dan conference paper. Hasil analisis data menunjukkan bahwa 15 penulis artikel memenuhi empat indikator keterampilan pemecahan masalah menurut G. Polya, yaitu memahami masalah, merencanakan penyelesaian, menyelesaikan masalah sesuai rencana, dan melakukan pengecekan kembali terhadap semua langkah dan melakukan evaluasi. Berdasarkan hasil kajian studi literatur didapatkan beberapa rekomendasi model pembelajaran yang dapat melatih keterampilan pemecahan masalah, yaitu model pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang menekankan pada student centered learning dan bantuan media teknologi, seperti PBL, pembelajaran inkuiri, PjBL, dan pembelajaran kolaboratif, terutama pada materi mekanika. Hasil lain didapatkan faktor utama penyebab peserta didik kesulitan memecahkan masalah fisika adalah guru masih menggunakan metode pembelajaran konvensional. 
Studi Pengaruh Arus Polimerisasi terhadap Konduktivitas Listrik Polianilin yang Disintesis dengan Metode Galvanostatik Diah Hari Kusumawati; Woro Setyarsih; Nugrahany Primary Putri
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 4, No 1 (2008)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.343 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v4i1.951

Abstract

Sintesis polianilin dapat dilakukan secara elektrokimia dengan metode galvanostatik menggunakan rangkaian elektropolimerisasi galvanostatik yang terdiri dari sumber arus, tegangan, elektroda karbon sebagai elektroda kerja dan nikel sebagai elektroda mitra. Polianilin disintesis dalam sel elektrokimia yang terdiri dari larutan HCl dan anilin. Dengan menggunakan parameter arus yang optimum diperoleh hasil polianilin dengan konduktivitas listrik yang optimum (25 Scm−1) pada sumber arus 3 mA dengan konsentrasi HCl 3 M dan konsentrasi anilin 1 M.
TINJAUAN LITERATUR PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI (HOTS) FISIKA DI SMA Eka Desiriah; Woro Setyarsih
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika Vol 7, No 1 (2021): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.198 KB) | DOI: 10.31764/orbita.v7i1.4436

Abstract

ABSTRAKKemampuan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS) merupakan kemampuan peserta didik dalam menginterpretasikan pengetahuannya dalam menyelesaikan suatu permasalahan melalui proses analisis, evaluasi hingga menciptakan ide dari permasalahan yang di sajikan. Kajian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi pengembangan instrumen penilaian kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) Fisika di SMA. Penelitian review ini menggunakan metode bibliometrik dan pendekatan kualitatif dalam mengkaji jurnal pada tahun 2016-2020. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa pengembangan instrumen HOTS dilakukan berdasarkan pada tuntutan dari abad ke-21 dan hasil survey yang dilakukan oleh PISA dan TIMMS. Salah satu bentuk penilaian yang dikembangkan adalah soal tes dengan tipe instrumen pilihan ganda, pilihan ganda beralasan dan uraian. Soal tes yang dikembangkan memperhatikan ciri-ciri HOTS seperti memperhatikan indikator-indikator HOTS, KKO, permasalahan fisika dan stimulus, serta taksonomi bloom. Materi yang banyak dikembangkan yaitu suhu dan kalor, getaran harmonis, fluida statis dan dinamis. Metode yang sering digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah metode R&D dari Brog and Gall, metode 4D, metode deskriptif kualitatif, dan metode ADDIE. Instrumen HOTS dilakukan proses uji dan analisis kelayakan diantaranya yaitu uji kevalidan dari validator, uji validitas, uji reliabilitas, uji tingkat kesukaran, uji daya beda, analisis model Rasch, analisis dengan formula Alpha Cronbach dan uji pengecoh soal. Kata kunci: pengembangan instrument penilaian; kemampuan berpikir tingkat tinggi; Fisika; SMA. ABSTRACTHigh Order Thinking Skill (HOTS) is ability of students to interpret their knowledge in solving problems through process of analysis, evaluation to create ideas from the problems presented. This study aims to identify the development of HOTS assessment instruments for high school physics. This review research uses  bibliometric method and  qualitative approach to reviewing journals in 2016-2020. Based on the results of the analysis, it shows that the development HOTS instrument based on the demands of the 21st century and the survey results by PISA and TIMMS. The  type of assessment instrument that developed is test item with multiple choice, reasoning multiple choice, and essay. To developed test questions must regard to HOTS characteristics such as HOTS indicators, KKO, physics problems, stimulation, and bloom taxonomy. The most materials that developed are temperature and heat, harmonic vibration, static and dynamic fluids. The methods that often used is R & D method from Brog and Gall, 4D stage, qualitative descriptive and ADDIE. HOTS instrument will be test process and feasibility analysis including expert validation, validity,reliability, difficulty level, item discrimination analysis, Rasch model analysis, Cronbach Alpha formula analysis and item distractor analysis. Keywords: development assessment instrument; high order thinking skill; physics; senior high school.
KAJIAN LITERATUR INSTRUMEN ISOMORFIK SEBAGAI ASESMEN PEMBELAJARAN FISIKA Intan Sumarak Ningsari; Abu Zainuddin; Woro Setyarsih
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika Vol 7, No 1 (2021): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.339 KB) | DOI: 10.31764/orbita.v7i1.4407

Abstract

ABSTRAKInstrumen isomorfik merupakan butir soal yang memiliki representasi berbeda namun memiliki penyelesaian dan konsep-konsep fisika yang sama. Penelitian ini bertujuan mengkaji metode pengembangan instrumen, jenis instrumen isomorfik, media aplikasi instrumen, kemampuan pemahaman konsep siswa, dan materi fisika. Penelitian ini merupakan penelitian studi pustaka menggunakan metode Bibliometrik. Metode pengumpulan data sekunder hasil penelitian, artikel dari berbagai jurnal, dan sumber relevan lainnya pada database Google Scholar dan Scopus dalam kurun waktu 2015-2020, menggunakan aplikasi Publish or Perish (PoP). Langkah penelitian diawali dengan pengumpulan artikel dengan menyeleksi artikel jurnal menggunakan aplikasi PoP, melengkapi atribut artikel melalui software Mendeley, memvisualisasikan pemetaan data menggunakan software VOSviewer berdasarkan judul dan abstrak, dan mendeskripsikan topik kajian penelitian. Hasil kajian dapat disimpulkan bahwa pengembangan instrumen isomorfik digunakan sebagai asesmen sumatif maupun formatif pada pembelajaran fisika, terdiri dari dua jenis isomorfik yaitu isomorphic multiple choice dan isomorphic problem berbasis paper test, dengan media aplikasi instrumen dalam format online (web dan aplikasi), digunakan untuk menganalisis pemahaman konsep, konsistensi, miskonsepsi, mental model, pemecahan masalah fisika, dan hasil belajar siswa. Materi fisika yang sering diujikan menggunakan instrumen isomorfik adalah hukum Newton Kata kunci: instrumen isomorfik; fisika; kemampuan pemahaman konsep ABSTRACTThe isomorphic instrument was several questions with different representations but have the same physics concept completion. The studied was purpose to examined development methods instrument, isomorphic types, instrument application media, ability understanding of the concept, and physics theory. This research was a literature study that used bibliometric methods. Methods of collected secondary data from research results, articles journals, and other relevant sources on the Google Scholar and Scopus databases in the 2015-2020 period used Publish or Perish (PoP). The research began with collected and selected journal articles used PoP, completed the article attributes via Mendeley, visualized data mapping used VOSviewer based on title and abstract, and described research study topic. The results of the research can be concluded that isomorphic instrument development is used as a summative and formative assessment on the physics learn consists of two types are isomorphic multiple-choice and isomorphic problem based of paper test with instrument application media in online format (web and application), used for analyzing the understanding of the concept, consistency, misconceptions, mental model, problem-solving, and study result of students by the frequently examined theory are Newton Laws. Keywords: isomorphic instrument; physic; ability understanding of the concept
PENYUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH BAGI GURU SMAN DI KABUPATEN/ KOTA GRESIK Woro Setyarsih; Kusumawati Dwiningsih; Tukiran Tukiran
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v3n1.p22-31

Abstract

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa betapa masih langkanya guru yang mau, mampu, dan biasa melakukan kegiatan penyusunan KTI khususnya di SMAN 1 Gresikda dan SMAN 1 Manyar sebagai mitra. Program yang dapat dijalankan bersama antara sekolah mitra dan tim pelaksana PPMIbM adalah perlunya peningkatan dan pengembangan profesi guru (PKB) pada unsur Publikasi Ilmiah khususnya dalam penyusunan KTI baik berupa hasil penelitian, hasil tinjauan ilmiah maupun artikel ilmiah, kecuali tulisan ilmiah populer. Tahap pendampingan dalam pelaksanaan PKM-IbM meliputi 1) Tahap Persiapan meliputi persiapan pedoman / modul serta contoh-contoh KTI yang baik, 2) Tahap Penulisan yaitu memandu para peserta pelatihan dalam mempelajari dan memahami KTI, 3) Tahap Penyuntingan meliputi tahap perbaikan KTI baik dari segi tata bahasa, substansi maupun materi, 4) Tahap Publikasi yaitu KTI yang telah direvisi diikut sertakan dalam pertemuan ilmiah dan di publikasikan pada jurnal, 5) Tahap Monitoring dan Evaluasi yaitu tahap pemaparan hasi KTI yang telah direvisi pada teman sebaya dan pemberian angket respon terhadap kegiatan pendampingan ini. Hasil dari penmdampingan penyusunan KTI diikuti oleh 34 guru SMAN 1 Gresik dan 20 guru SMAN 1 Manyar. KTI yang telah dipublikasikan antara lain: 1) satu KTI sudah dimuat pada MEDIA, No.05/Thn.XLVI/Juli 2016, satu KTI dikirim ke JPFA (Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya), dua KTI diikutkan pada Lomba Inovasi Pembelajaran (INOBEL) Guru Pendidikan Menengah Tingkat Nasional Tahun 2016 di Bandung, satu KTI masuk finalis dan yang satu KTI gagal, dan satu KTI diikutkan pada Simposium Guru dan Tenaga Kependidikan Tahun 2016 di Jakarta. Adapun respon positif yang ditunjukkan peserta berdasarkan hasil angket menunjukkan bahwa 75% guru SMAN 1 Gresik setuju dan 75% guru SMAN 1 Manyar sangat setuju dengan diadakannya pelatihan dan pendampingan penyusunan KTI ini.
PEMBUATAN KIT SEDERHANA KALORIMETER DARI BAHAN BEKAS BAGI GURU IPA FISIKA Lydia Rohmawati; Woro Setyarsih; Nugrahani Primary Putri
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v4n2.p79-84

Abstract

Students are actively demanded such as observing, asking questions, collecting data, associating, and communicating mainly in science learning. However, laboratory facilities in South Surabaya Middle School are known incomplete and some do not even have a laboratory, so as the teacher gives the material using the lecture method. One of the science materials is thermodynamics, especially with regard to calorimeter devices, whose application is about Black Principle. The calorimeter equipment on the market is very expensive, so it is necessary to conduct training and assistance on making simple calorimeter tools bywaste material. The training carried out on the Surabaya South Science MGMP teachers included making calorimeters by used materials, testing tools by practical training, and giving questionnaires in the form of responses and suggestions related to training activities. The results obtained from this activity included the knowledge and skills of the teachers in making simple calorimeter tools of waste material, and positive attitudes from the teachers to apply the tool as a medium of learning in the classroom.
EDUKASI ROBOTIKA SISWA SDN KECAMATAN GAYUNGAN SURABAYA DAN PENGEMBANGAN SOFTSKILLNYA Woro Setyarsih
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v6n1.p65-74

Abstract

Educational technology of robotics has been done to students of two public elementary schools in GayunganDistrict, Surabaya through community service (PpM) scheme of Science and Technology for Society (IbM).This activity aims to introduce the early development of technology of the present and future to the studentsand for the soft skill development of students who are poorly embedded in curricular and co-curricularactivities. This training activity begins with the introduction of the general theory of robotics and electricalcomponents used, installing electrical components on PCBs and soldering them, assembling drivercomponents, installing robotic bodies, and assembling remote control robot drives, and testing the feasibilityof their robot performance. The training is held in 5 meetings and ends with robot tournaments of the students'work. Learning outcomes in the form of knowledge about robotics, learning experiences, learning products(student work in the form of robots), and soft skill development have been obtained by the partner students.The results show that through the education of robotics, soft skill development in students can be done well.
Development of Google Form-Based Five-Tier E-Diagnostic Test to Identify Conception Levels and Track Students' Misconceptions on Thermodynamics Materials Alifia Royani; Woro Setyarsih
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol 10, No 3: July 2022
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.893 KB) | DOI: 10.33394/j-ps.v10i3.5209

Abstract

The learning process can not be separated from the assessment activities. Google form is one of the assessment applications used during Covid-19 pandemic. In learning physics, students often have difficulty understanding concepts, leading to misconceptions. Student interview results showed that thermodynamics is a complex material. This research aims to develop a five-tier diagnostic test based on google form to identify the conception levels and track misconceptions in thermodynamic material. Research & Development method with eight stages, namely potential and problems, information gathering, instrument design, design validation, design revision, trial, instrument revision, and research test, was applied to obtain the instrument. The feasibility of the test was met by the results of validity and reliability tests. A total of 12 questions were successfully developed and declared valid and reliable at the value of 0.601. The research sample consisted of 47 students of 11th Grade of MAN 1 Bojonegoro. The results showed that the google form-based five-tier e-diagnostic test developed was able to identify conception levels and track students' misconceptions on thermodynamic material. The highest conception levels were dominated by Lack of Knowledge and the presence of misconceptions reached 28.33% in low category. Students' misconceptions are caused by wrong reasoning, intuition, humanistic thinking, preconceptions, and associative thinking. This five-tier diagnostic instrument can be used by physics teachers as an assessment instrument in physics learning. In addition, to fulfilling the evaluation and assessment objectives achievement, this instrument provides convenience in implementation, documentation, and track the causes of students' difficulties in understanding thermodynamic concepts.
Implementation of the Problem Based Learning (PBL) Model Integrated Al-Qur'an in Global Warming Material Nafisah, Lathifatun; Setyarsih, Woro
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ipf.v12n3.p119-125

Abstract