Claim Missing Document
Check
Articles

PENYULUHAN DAN PELATIHAN FISIOTERAPI PADA OSTEOARTHRITIS KNEE BILATERAL DENGAN INTERVENSI EXERCISE THERAPY PADA KOMUNITAS LANSIA DI KLINIK PRATAMA AISYIYAH WI Nur Susanti; Agung Hermawan; Riyanto Riyanto; Atikah Sari
PENA ABDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/abdms.v4i1.2212

Abstract

Seiring bertambahnya usia, seseorang akan mengalami berbagai kemunduran atau perubahan pada tubuh, otot, tulang, dan berbagai sistem tubuh. Kemunduran atau perubahan pada tubuh ini akan menimbulkan banyak keluhan bahkan mengganggu aktivitas fungsional sehari-hari. Pada usia 50-60 tahun (lansia),  lansia mengalami keluhan gangguan muskuloskeletal, nyeri lutut. Dari proses observasi dan hasil wawancara dengan mahasiswa fisioterapi dan Dosen Program Studi  Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pekalongan di komunitas lansia PCA Wiradesa diperoleh informasi bahwa 25% masyarakat pada komunitas lansia di PCA Wiradesa mengalami nyeri lutut dan belum pernah mengalami nyeri lutut. Oleh karena itu, mahasiswa fisioterapi dan dosen Program Studi D-III Fisioterapi berencana untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan tentang cara mengobati nyeri lutut dengan free active exercise, quadriceps setting exercise dan calf stretch. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kader dan lansia tentang peran fisioterapi pada lansia khususnya untuk mengurangi keluhan nyeri lutut yaitu free active exercise, quadriceps setting exercise dan calf stretch. Sebelum dan sesudah penyuluhan, lansia diberikan pre-test dan post-test untuk mengetahui pengetahuan lansia tentang terapi latihan. Hasil data pre-test dan post-test menyimpulkan bahwa peningkatan pengetahuan lansia yang signifikan tentang keluhan nyeri lutut dan cara mengatasinya adalah dengan terapi latihan. Setelah dilakukan penyuluhan dan pelatihan ternyata peserta lebih mengetahui tentang keluhan nyeri lutut dan cara penanganannya, hal tersebut sesuai dengan pertanyaan yang telah dijawab yaitu : pada pre test point 7 hasilnya YA 0. Sedangkan pada post test point 6 terjadi peningkatan YA 12.Kata kunci: osteoarthritis, exercise therapy
Pendampingan Kelas Ibu Hamil Cerdas Mandiri Melalui Pelatihan Senam Varises, KIE Gizi Seimbang, dan Strategi Pengelolaan Emosi Selama Kehamilan Nur Susanti; Wahyuningsih Wahyuningsih; Nisfa Prihanani; Meri Istikomah
Surya Abdimas Vol. 7 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v7i4.3009

Abstract

Kelas ibu hamil merupakan bentuk pendidikan parental yang dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil dapat meningkatkan perilaku positif dalam menjaga kesehatan kehamilannya. Kegiatan kelas ibu hamil ini berisi sarana belajar kelompok tentang kesehatan bagi ibu hamil. Di desa Puworejo, kecamatan Sragi telah memiliki kelas ibu hamil namun pelaksanaanya masih belum optimal dan kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam mempersiapkan kelahiran yang sehat dan masih adanya kasus kematian bayi dalam beberapa tahun terakhir. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pemahaman ibu hamil terkait senam varises dan gizi seimbang pada ibu hamil serta pengelolaan emosi selama hamil. Metode yang dipakai adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) yaitu pemberdayaan masyarakat yang dilakukan dengan cara kegiatan yang dilakukan dipandu atau difasilitasi oleh fasilitator/tim dosen secara partisipatif yang tujuannya mengatasi permasalahan secara kompleks partisipatif. Kegiatan pendampingan ini di dilakukan hari Minggu tanggal 5 maret 2023 bertempat di aula SD Negeri di desa Purworejo Sragi dan diikuti sebanyak 23 peserta yang terdiri dari ibu hamil dan kader kesehatan. Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman ibu hamil mengenai manfaat dan praktek senam varises, gizi seimbang bagi ibu hamil serta coping emosi selama kehamilan. Saran yang direkomendasikan dalam kegiatan pengabdian ini adalah perlunya pendampingan secara berkelanjutan terkait pengembangan kelas ibu hamil ini serta perlunya evaluasi sumatif kepada peserta terkait rangkaian pendampingan yang telah dilakukan.
Pemberian Kegel Exercise Terhadap Kepuasan Seksualpada Wanita Menopause di Kota Pekalongan Remilda Armika Vianti; Nur Susanti
PENA NURSING Vol 2, No 1 (2023): PENA NURSING
Publisher : LPPM UNIKAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pn.v2i1.3113

Abstract

Perubahan seksualitas yang terjadi pada masa menopause cukup menjadi kendala dalam memenuhi kebutuhan intim dengan pasangannya. Beberapa intervensi yang bisa dilakukan untuk membantu permasalahan seksualitas pada menopause diantaranya adalah Kegel Exercise. Kegel Exercise merupakan salah satu terapi non farmakologi yang bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dalam upaya mengatasi dispereunia dan kesulitan orgasme pada perempuan menopause. Latihan Kegel adalah latihan pada otot-otot pelvis dengan cara mengerutkan (kontraksi) dan mengendurkan (rileksasi) yang dilakukan secara kontinyu atau berulang-ulang. Tujuan penelitian adalah untuk melihat pengaruh pemberian Kegel Exercise terhadap kepuasan seksualitas wanita menopause. Desain penelitian yang digunakan adalah pre experiment dengan rancangan one gruoup pretest-posttest. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 30 responden yang diambil dengan metode purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan observasi dan kuesioner, uji analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Berdasarkan hasil penelitian terdapat perubahan peningkatan kepuasan seksual antara sebelum dan sesudah dilakukan Kegel Exercise dengan p=0,02. Dalam penelitian ini dapat dinyatakan terdapat pengaruh Kegel Exercise terhadap kepuasan seksualitas wanita menopause. Peneliti menyarankan kepada subjek penelitian yang mengalami gangguan kepuasan seksualitas bisa melanjutkan Kegel Exercise dirumah dengan dibantu suami.         Kata kunci: Kegel Exercise, menopause, kepuasan seksualitas
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA POST OP ORIFFRAKTUR 1/3 RADIUS DISTAL SINISTRA DENGAN MODALITAS INFRA RED (IR) DAN TERAPI LATIHAN Nur Susanti; Rindang Trie Damayanti
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah (JarFisMU)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jar.v3i1.17544

Abstract

Latar Belakang : Fraktur radius distal merupakan fraktur yang paling sering ditemukan dalam bidang kegawatdaruratan ortopedik yang melibatkan ektremitas atas. Problematika pada Fraktur Radius Distal adalah adanya nyeri, adanya penurunan kekuatan otot, adanya keterbatasan lingkup gerak sendi, dan adanya penurunan aktivitas fungsional. Dalam kasus ini teknologi intervensi yang dipilih untuk mengatasi permasalahan diatas menggunakan Infra Red (IR) dan Terapi Latihan. Penelitian ini dilakukan  di RSUD Bendan Kota Pekalongan. Tujuan : Mengetahui pengaruh management Fisioterapi terhadap post op orif fraktur 1/3 radius distal sinistra dengan  IR dan terapi latihan. Metode : desain penelitian deskriptif analitik dengan rancangan studi kasus. Subyek penelitian ini adalah pasien dengan kondisi Fraktur Radius Distal akan diberikan intervensi fisioterapi dengan Infra Red (IR) dan Terapi Latihan. Metode pengumpulan data dan analisa data menggunakan metode interview autoanamnesis. Instrumen penelitian terdiri dari VAS (Visual Analogue Scale), MMT (Manual Muscle Teste), Goneometer, WHDI (Wrist And Hand Disability Index). Hasil : (1) terdapat penurunan nyeri T1=4 menjadi T6=2, (2) peningkatan kekuatan otot T1=3 menjadi T6=4, (3) lingkup gerak sendi dorso fleksi T1=30 menjadi T6=40, palmar fleksi T1=40 menjadi T=50, radial deviasi T1=15 menjadi T6=20, ulnar deviasi T1=20 menjadi T6=30, (4) peningkatan aktivitas fungsional T1=50% menjadi T6=24%. Simpulan penelitian ini bahwa modalitas fisioterapi dengan  Infra Red (IR) dan Terapi Latihan dapat membantu permasalahan yang timbul pada Fraktur Radius Distal.
STUDI KASUS : PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI DENGAN KOMBINASI KONSEP DYNAMIC NEUROMUSCULAR STABILIZATION (DNS) DAN SENSORY INTEGRATION (SI) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERJALAN PADA ANAK DOWN SYNDROME Ayu Pangestuningtyas; Nur Susanti
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah (JarFisMU)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jar.v2i2.19671

Abstract

Latar Belakang : Down syndrome merupakan bentuk genetik dan gangguan perkembangan intelektual yang sering diidentifikasi dengan kelainan kromosom 21. Problematika fisioterapi dari Down syndrome adanya hipotonus, gangguan sensoris, gangguan reflek, penurunan kekuatan otot, penurunan aktivitas fungsional dan keterlambatan tumbuh kembang. pemeriksaan fisioterapi meliputi pemeriksaan hipotonus dengan palpasi, sensoris dengan blangko sensoris, reflek dengan blangko reflek, kekuatan otot dengan MMT, aktivitas fugsonal dengan GMFM dan tumbuh kembang dengan DDST. Teknologi interfensi yang dipilih adalah Dynamic Neuromuscular Stabilization (DNS) Dan Sensory Integration (SI). Tujuan penelitian mengetahui pengatruh penatalaksanaan fisioterapi pada anak kondisi Down syndrome dengan Dynamic Neuromuscular Stabilization (DNS) Dan Sensory Integration (SI). Penelitian ini di lakukan di YPAC Surakarta dengan desain pelatihan deskriptif analitik, rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan studi kasus. Subjek penelitian adalah pasien anak dengan kondisi Down syndrome dengan intervensi fisioterapi Dynamic Neuromuscular Stabilization (DNS) Dan Sensory Integration (SI). Metode pengumpulan data analisis data penelitian ini menggunakan metode heteroanamnesis. Instrumen penelitian berupa pemeriksaan tonus, sensory, reflek, kekuatan otot, aktifitas fungsional dan tumbuh kembang. Berdasarkan hasil terapi yang dilakukan, didapatkan hasil sebagai berikut: (1) terdapat peningkatan tonus postural dari T1=1 menjadi T5=0 (2) gangguan sensory berkurang dari T1=1 menjadi T5=2 (3) gangguan reflek masih ada T1=+  menjadi T5= + (4) peningkatan kekuatan otot dari T1=3 menjadi T5=4 (5) peningkatan aktivitas fungsional T1=48% menjadi T5=50% (6) peningkatan tumbuh kembang dari T1= TL menjadi T5=L. Simpulan penelitian bahwa intervensi fisioterapi dengan Dynamic Neuromuscular Stabilization (DNS) Dan Sensory Integration (SI) dapat mengurangi masalah yang timbul pada kondisi Down syndrome.
Analisis Tingkat Penerimaan Tentang Penerapan Industri Hijau Pada Peraturan Pemerintah Sebagai Bentuk Eko-Efisiensi Dalam Meningkatkan Kinerja Hijau Wenti Ayu Sunarjo; Maghfiroh; Nur Susanti; Muhammad Milzam; Nur Ermawati; Yovita Christi; Alilisa Rahmawati
Entrepreneur: Jurnal Bisnis Manajemen dan Kewirausahaan Vol. 5 No. 2 (2024): JULI
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/entrepreneur.v5i2.10768

Abstract

Implementing eco-efficiency in the batik industry is important considering the currently developing environmental problems. In order to realize a sustainable batik industry with green performance, an analysis was carried out on the level of acceptance of applicable government regulations in order to change towards an independent green industry. In line with the research objective, it is to analyze the level of income of the batik industry regarding the implementation of government regulations relating to the green industry through the application of eco-efficiency in order to measure green performance in the batik industry. Through a survey method carried out on all batik industries by taking random samples from 500 batik industries in Pekalongan City. The research results show that for all respondents' answers to each question item, the results obtained were an average of 66.25% of batik industry players who had accepted the existence of a green industrial policy for the batik industry in accordance with the regulations stipulated in PERMENPERIN No. 10 of 2023. It appears as supporting data that results show that 60% of batik business actors also received training for the batik industry which has not received the title as a green industry.
Model of Binary Logistic Regression to Predict Mental Health in College Students Indriyani, Yulis; Nur Susanti
Journal of Educational Innovation and Public Health Vol. 2 No. 1 (2024): Januari : Journal of Educational Innovation and Public Health
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/innovation.v2i1.2266

Abstract

Indonesia is entering a critical period for mental health. Research results from the The Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (2022), around 15,5 million Indonesian teenagers experience mental health disorders. Students are part of late adolescence and are vulnerable to mental disorders. The binary logistic regression model is used to examine in more depth what variables have a significant effect. So, this research aims to predict mental health of students in the Faculty of Health Sciences, Pekalongan University. This type of research is observasional with a cross-sectinal design. Data were collected using the SRQ-20 via the Google Form platform using simple random sampling of 186 students. There were 130 students who indicated mental health disordes (69,9%). Simultaneously age, gender, major, semester level, mother’s educational level, father’s educational level, social support and dependence on using smartphone influence student’s mental health status (P Value<0,05). Even though only a few variables were partially significant, the precision percentage of the model that could be predicted correctly was 71,5%. The accuracy of the predicted model is quite good, namely student mental health status (y) = -3,720 + 2,403 (Major) – 1,980 (Mother’s Educational Level) + 1,444 (Father’s Educational Level) + 0,888 (Dependence on using Smartphone). Promotive and preventive interventions such as further screening and education to support student’s healthy mental health.
HUBUNGAN BERDIRI LAMA DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH MIOGENIK PADA PEKERJA KASIR DI SURAKARTA Susanti, Nur; ., Hartiyah; Kuntowato, Daniek
Pena Medika Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2015): PENA MEDIKA JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pmjk.v5i1.346

Abstract

Background: Stand up is both phisically and mentally. So the activities of the work done faster, stonger, and thoroughly. Stand for a long time is the most common from discomfort and fatigue low back pain myogenic in touch stress/back strain muscle, tendon, ligament, that usual do daily activities more like stand for a long time. Pain is blunt, the intensity is varies, often become chronic, it is localized or spread, around glutea. This pain is not accompanied by parestesi, the deficit, neurology. If you cough or sneeze, pain did’n spread to the limbs, back pain problems that aries due to stand for a long time to be a phenomenon often happens to workers, especially over the chasier right now. When standing are likely to be static in one the same position more than 20 minutes therefore use a little work while standing in a long timecaused the decline in efficiency, reduced work, and the fatigue. The purpose of this research is to find out if there is to do stand for a long timewith complaints of low back pain myogenic on the chasier at a shopping mall of goro assalam surakarta.Method : research design which use correlasi design with 30 people sample. The result of statistic parametric data analysis. By correlasi product moment method with computer program SSPS support.Resulth : the result is indicating that the relation standing by long time with low back pain myogenic complaints the chasier. By value P count < P value (0,013 < 0,05). It is suggested for workers to use a rest a possible. For example, relaxing or stretcing for a moment and doing sport when holiday. For a company, more attantion with the healthy of workers, especially about detection early complaint.Conclusions: there is a relation among standing long time and low back pain myogenic complaints the chasier in surakarta.Key word : standing long time, low back pain myogenic, chasier.
EFEKTIFITAS PLAY EXERCISE DAN AKTIFITAS FISIK PADA ANAK STUNTING Rakasiwi, Andung Maheswara; Hermawan, Agung; Susanti, Nur; Adrianus, Philipus
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah (JarFisMU)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jar.v3i1.21728

Abstract

Latar Belakang : Stunting di Indonesia menjadi konsen pada isu Kesehatan saat ini. Dampak dari stunting akan mengganggu tumbuh kembang anak. Hal ini sangat membahayakan untuk generasi yang selanjutnya. Stunting di wilayah kabupaten Pekalongan merupakan salah satu stunting yang masih menjadi perhatian pemerintah daerah. Stunting dapat dicegah dan juga ditangani dengan langkah Kesehatan yang tepat, beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah aktivitas fisik dan play exercise dalam penanganan anak stunting. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas play exercise dan aktivitasa fisik pada perkembangan anak stunting. Metode : Desain penelitian ini berupa kualitatif dengan eksperimental. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah anak usia 6 – 59 bulan di wilayah puskesmas karanganyar Kabupaten Pekalongan. Pengambilan sampel pada penelitian ini sejumlah 30 anak dengan kategori masuk dalam kriteria stunting, dimana dilakukan pengukuran berat badan, tinggi badan dan umur untuk menentukan IMT. Hasil : uji beda dengan paired sample t-test terdapat hasil signifikan dengan nilai p<0,05 hal ini ditunjukkan dengan peningkatan pada berat badan anak sehingga indikator bahwa terdapat peningkatan asupan makanan yang diberikan dapat menurunkan kriteria anak stunting.. Kesimpulan : intervensi fisioterapi dengan pendekatan play exercise dan aktivitas fisik efektif pada anak stunting dalam peningkatan berat badan dan tinggi badan.
STUDI KASUS : PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KONDISI CARPAL TUNNEL SYNDROME DEKSTRA DENGAN MODALITAS INFRARED (IR), ULTRASOUND (US) DAN TERAPI LATIHAN Susanti, Nur; Karima, Khansa
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah (JarFisMU)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jar.v3i2.23584

Abstract

Latar Belakang : Carpal Tunnel Syndrome merupakan gangguan pada gerak tubuh bagian tangan yang menimbulkan rasa sakit, kesemutan atau kebas, dan mati rasa pada ibu jari, jari telunjuk, jari tengah dan sisi radial jari manis yang disebabkan oleh penyempitan terowongan carpal sehingga dapat terjadi penekanan pada saraf medianus yang terletak di pergelangan tangan. Problematika : Carpal Tunnel Syndrome mengalami nyeri, spasme, penurunan kekuatan otot, penurunan lingkup gerak sendi, dan penurunan aktivitas fungsional. Teknologi intervensi untuk mengatasi permasalahan menggunakan Infra Red (IR), Ultrasound (US), dan Terapi Latihan. Penelitian ini dilakukan di RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan. Tujuan penelitian : mengetahui pengaruh management Fisioterapi terhadap Carpal Tunnel Syndrome dengan Infra Red (IR), Ultrasoound (US), dan Terapi Latihan. Metode penelitian : desain penelitian deskriptif analitik dengan rancangan studi kasus. Subyek penelitian ini adalah pasien dengan kondisi Carpal Tunnel Syndrome. Metode pengumpulan data dan analisa data menggunakan metode interview autoanamnesis. Instrument penelitian terdiri dari VDS (Verbal Descriptor Scale), MMT (Manual Muscle Teste), Goneometer, WHDI (Wrist Hand Disability Index). Hasil : (1) Terdapat penurunan nyeri T1 = 3 menjadi T3 = 2, (2) Penurunan Spasme T1 = 1 menjadi T3 = 0, (3) Peningkatan Kekuatan otot M. Dorso Fleksor dan M. Radius Deviator pada T1 = 4 menjadi T3 = 5, (4) Peningkatan lingkup gerak sendi pada T1 = S = 40°-0°-45°, T = 10°-0°15° menjadi T3 = S = 50°-0°-55°, T = 15°-0°-25°, (5) Peningkatan aktivitas fungsional pada T1 = 20% menjadi T3 = 14%. Simpulan Penelitian ini bahwa intervensi fisioterapi dengan Infra Red (IR), Ultrasound (US), dan Terapi Latihan dapat mengurangi permasalahan yang timbul pada Carpal Tunnel Syndrome.