Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : EJIP BIOL

Pengaruh Jumlah Kotoran Sapi Terhadap Kualitas PLT Biogas 60 Watt Melalui lama Penerangan dan Pemanfaataannya Sebagai Media Pembelajaran Shamdas, Gamar Binti Non; Tolaba, Isnainar Isnainar; Nurhayati, Nurhayati Nurhayati
e-JIP BIOL Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.753 KB)

Abstract

Krisis energi yang disebabkan oleh banyaknya permintaan dan kurangnya persediaan bahan bakar ditandai oleh  seringnya lampu padam, minyak tanah yang mengalami kelangkaan dan gas yang semakin berkurang, menjadi penting untuk dicarikan solusi yang dapat dijadikan sumber alternatif.  Penelitian bertujuan  untuk mendeskripsikan pengaruh jumlah kotoran ternak sapi terhadap kualitas PLT biogas melalui lama penerangan dan pemanfaatannya sebagai media pembelajaran. Metode yang digunakan adalah eksperimen. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan untuk 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata lama penerangan  untuk 100 kg kotoran sapi adalah 4 jam 9 menit, 75 kg kotoran sapi  adalah 4 jam 1 menit, 50 kg kotoran sapi  adalah 3 jam 1 menit dan 25 kg kotoran sapi adalah 2 jam 1 menit. Hasil penelitian dituangkan dalam bentuk media belajar berupa poster dan telah divalidasi oleh tim ahli yaitu ahli isi, ahli desain dan ahli media. Hasil  penilaian diperoleh dari  ahli isi  adalah 78%, ahli desain adalah 100% dan ahli media  adalah 82,85%. Hasil ujicoba pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi sebanyak 29 orang memperoleh hasil rata-rata 76,89%. Seluruh hasil persentase diperoleh merujuk pada katergori bahwa poster layak digunakan sebagai media pembelajaran. Kata kunci: Kotoran Sapi;  Kualitas PLT Biogas 60 Watt Melalui Lama Penerangan
Variasi Genetik Jagung (Zea mays L.) Berdasarkan Karakter Fenotipik Tongkol Jagung yang Dibudidaya di Desa Jono Oge Genetic Variation of Maize (Zea mays L.) Cultivated in Village of Jono Oge Based on the Cob Phenotypic Characters Mustofa, Zainul; Budiarsa2, I Made; Samdas, Gamar Binti Non
e-JIP BIOL Vol 2, No 3 (2014): e-Jipbiol Jurnal elektronik Prodi Biologi
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.846 KB)

Abstract

Abstract This study aims to determine the genetic variation in maize varieties cultivated in the village of Jono Oge. The method used is descriptive method of cob phenotypic characters included 24 quantitative and qualitative characters. The samples used were 6 varieties of Octora, Lamuru, Jaya 2, Kumala, Bonanza and local Pulut. The data were analyzed using the formula of average (mean) and standard deviation, and then were further tested using MVSP program (Multivariate Statistical Package). Data were edited by using PFE program (Program File Editor) and the Clustering based dendogram was constructed to show the genetic relationship among varieties or individual relationships between varieties by UPGMA algorithm. Similarity index was calculated by using Simple Matching existing coëficient on MVSP. The results showed that there were variation on the quantitative and qualitative characters of maize cultivated in Jono Oge. This data was reinforced by the support of similarity index varied between varieties and between individuals that occur in Lamuru and local Pulut varieties with the support of similarity index between 0.65% - 1%. Keywords: Genetic variation, corn, phenotypic character Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi genetik varietas jagung yang dibudidayakan di Desa Jono Oge. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan menggunakan 24 karakter fenotipik tongkol jagung yaitu meliputi karakter kuantitatif dan kualitatif. Sampel yang digunakan adalah 6 varietas jagung yaitu varietas jagung Octora, Lamuru, Jaya 2, Kumala, Bonanza dan Pulutlokal. Data dianalisis menggunakan rumus rata-rata (mean) dan standar deviasi serta diuji lanjut menggunakan program MVSP (Multivarian Statistical Package). Data diedit dengan program PFE (Program File Editor) dan dendogram dikonstruksi berdasarkan Clustering yang menunjukkan hubungan kekerabatan antar varietas atau hubungan individu antar varietas menggunakan algorithm UPGMA. Indeks similaritas dihitung menggunakan metode Simple Matching Coefficient yang ada pada MVSP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara kuantitatif dan kualitatif jagung yang dibudidayakan di Jono Oge menunjukkan adanya variasi. Data yang bervariasi antar varietas dan antar individu yang terjadi pada varietas Lamuru dan Pulut lokal diperkuat oleh dukungan indeks similaritas antara 0,65 % - 1%. Kata Kunci: Variasi genetik, jagung, karakter fenotipik
Efektivitas Antibakteri Ekstrak Daun Cabai Rawit (Capsicum Frutescen L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Propionibacterium Acnes dan Implementasinya Sebagai Media Pembelajaran Rodiah, Rodiah Rodiah; Kundera, I Nengah; Shamdaz, Gamar Binti Non
e-JIP BIOL Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.463 KB)

Abstract

Propionibacterium acnes termasuk bakteri flora normal  pada  kulit. Bakteri ini berperan dalam  pembentukan acne, dengan  menghasilkan  lipase  yang  memecah  asam  lemak  bebas  dari lipid  kulit  sehingga  menyebabkan  peradangan (jerawat). Daun cabai rawit memiliki zat antimikroba yang mengandung senyawa metabolit sekunder diantaranya terpenoid dan saponin. Daun cabai rawit telah terbukti melalui hasil-hasil penelitian sebelumnya efektif sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas ekstrak daun cabai rawit dalam menghambat dan membunuh bakteri Propionibacterium acnes dan menentukan konsentrasi efektif dari ekstrak daun cabai rawit yang dapat menghambat dan membunuh pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Jenis penelitian ini yaitu eksperimen laboratorium dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan (100%, 75%, 50%, 25% dan 0%) dan 4 kali ulangan. Teknik yang digunakan adalah teknik sumur, teknik pengenceran dan teknik perhitungan koloni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun cabai rawit (Capsicum frutescen L) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes pada konsentrasi 75% dan 50%, sedangkan membunuh pada konsentrasi 100%. Ekstrak daun cabai rawit efektif menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes pada konsentrasi 50% dan merupakan MIC (Minimum Inhibitory Concentration). Ekstrak daun cabai rawit efektif membunuh bakteri Propionibacterium acnes pada konsentrasi 100%  dan merupakan MBC (Minimum Bakterisidal Concentration). Hasil penelitian dijadikan suatu media pembelajaran dalam bentuk poster.  Kata Kunci: Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.); Propionibacterium acnes; Media Pembelajaran
Daya Hambat Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Terhadap Pertumbuhan Jamur Candida albicans Rizkiayanti, Rizkiayanti; Kundera, Nengah; Shamdas, Gamar
e-JIP BIOL Vol 4, No 2 (2016): e-jipbiol Jurnal online Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKCandida albicans adalah spesies cendawan (Jamur) patogen dari golongan Deuteromycota. Spesies cendawan ini merupakan penyebab infeksi oportunistik yang disebut kandidiasis pada kulit, mukosa, dan organ dalam manusia. Penelitian ini bertujuan menentukan kemampuan ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans dan memperoleh data tentang ekstrak daun Averrhoa bilimbi L.dengan konsentrasi terbaik dapat menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan desain rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan (100%,75%, 50%, 25% dan 0%)  dan 4 kali ulangan. Hasil penelitian pada teknik sumur diperoleh diameter hambat berturut-turut dari konsentrasi 0% sampai 100% yaitu, 8 mm, 11,575 mm, 12,8375 mm, 14,35 mm dan 17,875 mm. Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANAVA) sehingga diperoleh  nilai F Hitung sebesar 155,123, dengan demikian H0 ditolak maka H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dapat menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans dan ekstrak yang terbaik digunakan pada konsentrasi 100%, serta ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) ini sudah efektif digunakan mulai dari konsentrasi 25 %, sehingga ada pengaruh yang nyata dari perlakuan ekstrak daun belimbing wuluh terhadap terbentuknya zona hambat pada jamur Candida albicans. Kata Kunci : Ekstrak, Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.), Candida albicans. ABSTRACTCandida albicans is a pathogen fungus belong to class Deuteromycota. This species are responsible for certain opportunistic infection that is called candidiasis in skin, mucosa, and infection the vitality organs human. This research Aimto decide the ability of leaf extract belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.). To inhibit growth Candida albicans and to obtain the data about the best concentration of leaf extract belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) can inhibit growth of Candida albicans.  The method used in this experiment with Completely Randomized Design with 5 with five treatment of difference concentration at (0%, 25%, 50%, 75%, and 100%) and 4 times replication.  The results showed with using Well diffusions  method  decided  inhibitory zone diameter continually  in 0% until 100% concentration there were 8 mm, 11,575 mm, 12,8375, 14,35 mm, and 17,875mm. The data was analyzed with of Analysis Variance(ANAVA) showed  F- value amount 155,123, so that hypothesis 0 was not acceptance, therefore hypothesis 1 was accepted. So that can be concluded leaf extract of belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) could inhibit the growth of Candida albicans with the better resistance respectively at concentrations of 100%, and leaf extract of belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) has been effective begin from at concentrations of 25%, so that, there were significant different from treatment given leaf extract belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) toward forming inhibitory zone diameter in Candida albicans. 
PENGARUH RHIZOBIUM ASAL TANAH BEKAS TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.) TERHADAP PERTUMBUHAN KEDELAI BERIKUTNYA UNTUK PEMANFAATANNYA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN Anggriani, Ria; Shamdas, Gamar Binti Non; Tangge, Lilies
e-JIP BIOL Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.593 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menentukan pengaruh Rhizobium asal tanah bekas tanaman kedelai(Glycine maxL.)terhadap pertumbuhan tanaman kedelai berikutnya, menentukan konsentrasi tanah berrhizobium dapat memberikan pertumbuhan terbaik bagi tanaman kedelai (Glycine max L.)dan menghasilkan poster yang layak dimanfaatkan sebagai mediapembelajaran. Metode yang digunakan adalah eksperimen. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan yang diulang 3 kali. Perlakuan Rhizobium asal tanah bekas tanaman kedelai (Glycine max L.) berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah daun dan luas daun. Konsentrasi tanah 25 % tanah berrhizobium steril + 75 % tanah berrhizobium tidak steril memberikan pertumbuhan terbaik bagi tanaman kedelai. Persentase rata-rata penilaian media berupa poster yang diperoleh dari dosen ahli isi, ahli desain, ahli media dan mahasiswa biologi sebesar 81,67 % dengan kategori poster layak digunakan sebagai media pembelajaran. Kata kunci: Rhizobium; Tanah Bekas Tanaman Kedelai; Pertumbuhan Tanaman Kedelai; Media Pembelajaran.
Daya Hambat Ekstrak Daun Nangka (Artocarpus Heterophyllus L) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus) Selviana, Selviana; Shamdas, Gamar; Kundera, Nengah
e-JIP BIOL Vol 4, No 2 (2016): e-jipbiol Jurnal online Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK           Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengetahui daya hambat ekstrak daun nangka dalam  menghambat  pertumbuhan  bakteri  S.  aureus,  dan  menentukan  konsentrasi ekstrak terbaik terhadap penghambatan pertumbuhan serta daya bunuh bakteri S aureus. Metode   penelitian   yang   digunakan   adalah   metode eksperimen  laboratorium  dengan  teknik  sumur,  teknik  pengenceran  dan  teknik  hitung  koloni, dengan  parameter  amatan  daerah  zona  hambat  serta  jumlah  koloni  bakteri.  Penelitian  ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dengan 6 perlakuan (0%, 6,25%, 12,5%. 25%, 50%, dan 75%) dan 4 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun nangka dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, dengan daya hambat terbaik terdapat pada konsentrasi 50%. MIC (Minimum Inhibitory Concentration) dan MBC (Minimum Bactericidal Concentration) pada konsentrasi 75%. Kata Kunci: Antimikroba, Ekstrak, Daun Nangka, Staphylococcus aureus. ABSTRACTThis research aimed to be known the inhibition of jackfruit leaf extract to inhibiting the growing of bacteria S. aureus, and select the best concentration of extract as well as potency eradicate of them. The research using laboratory experiment method by pitting technique, deluting technique, and colony counting. The colony counting parameter was view area of inhibited zone and the number of colony. The research using randomized completely design by 6 treatment (0%, 6,25%. 12,5%, 25%, 50%, and 75%) and 4 replications. The result showed that the extract of jackfruit leaf could inhibit the growing of bacteria Staphylococcus aureus with the best potency was concentration 50% Minimum inhibitory concentration (MIC) and Minimum Bactericidal Concentration (MBC)  75%.Keywords: Antimicrobial, Jackfruit Leaf Extract, Staphylococcus aureus.
EFEKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK DAUN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Candida albicansDANPEMANFAATANNYA SEBAGAIMEDIA PEMBELAJARAN Sukmawati, Sukmawati; Kundera, I Nengah; Shamdas, Gamar Binti Non
e-JIP BIOL Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1814.209 KB)

Abstract

Candida albicans adalah spesies jamurpatogen dari golongan Deuteromnycota. Spesies jamur ini merupakan penyebab infeksi oportunistik yang disebut kandidiasis pada kulit, mukosa dan organ bagian  dalam pada manusia. Secara empiris dan telah dibuktikan dengan beberapa hasil penelitian bahwa daun tanaman jarak pagar memiliki manfaat untuk mengobati infeksi pada gingiva, dan anti pendarahan.Daun jarak pagar mengandung metabolit sekunder yang merupakan senyawa aktif yaitu saponin, senyawa flavonoida antara lain kaempferol, nikotoflorin, kuersetin, astragalin, risinin, dan vitamin C. Penelitian ini bertujuan menentukan efektivitas antimikroba ekstrak daun jarak pagar (Jatropha curcas L.) menghambat perumbuhan jamur Candida albicans dan memperoleh data tentang konsentrasi efektif dari ekstrak daun jarak pagar (Jatropha curcas L.) yang dapat menghambat pertumbuhan jamur Candida albicansdan pemanfaatannya sebagai media pembelajaran dalam bentuk poster. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan desain rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan (100%, 75%, 50%, 25% dan 0%) dan 4 kali ulangan. Hasil penelitianmenunjukan bahwa ekstrak daun jarak pagar (Jatropha curcas L.) efektif  menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans. Pada konsentrasi 12, 5% hanya dapat menghambatpertumbuhan jamur Candida albicans sedangkan konsentrasi 75% sudah mampu membunuh jamur Candida albicans.Berdasarkanhasilvalidasi media pembelajarandaritimahli dosen dan kelompokmahasiswa bahwa hasil penelitian ini layak di jadikan sebagai media pembelajaran berbentuk poster. Kata Kunci : Ekstrak, Daun Jatropha curcas L., Candida albicans