Claim Missing Document
Check
Articles

Aplikasi Web Manajemen Penjualan Air Galon Menggunakan Metode Just In Time Richard Alvin Sianturi; Daniel Oranova Siahaan; Sarwosri Sarwosri
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.967 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28370

Abstract

Perkembangan teknologi dijaman ini sudah sangat pesat. Banyaknya inovasi-inovasi baru yang muncul menyebabkan setiap orang harus mengikuti perkembangan jaman. Perkembangan teknologi ini banyak dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan besar untuk mengembangkan bisnis yang dijalaninya. Oleh sebab itu banyak perusahaan-perusahaan dan startup-startup lokal kalah bersaing di daerah nya sendiri. Hampir sebagian besar perusahaan-perusahaan lokal belum menerapkan teknologi yang baik di dalam sistem kerjanya terkhusus di bagian perusahaan air minum. Sehingga dibutuhkan sebuah aplikasi yang optimal untuk menjadi solusi dalam menyelesaikan masalah ini. Tujuan dibangunnya aplikasi ini adalah untuk menerapkan metode Just In Time dalam sebuah perusahaan air minum untuk melihat bagaimana pengaruh metode ini terhadap perusahaan air minum. Metode Just In Time merupakan sebuah metode yang memproduksi sesuai dengan jumlah pemesanan. Dalam penelitian ini menggunakan sistem kerja Enterprise Resource Planning (ERP) dengan menerapkan empat modul yaitu Pengeluaran, Pendapatan, Penjualan dan Produksi. Metode forecasting digunakan dalam model Penjualan untuk memprediksi pesanan pelanggan kedepannya. Metode forecasting yang digunakan adalah Simple Moving Average yaitu menghitung rata-rata data dengan menambahkan harga penutupan dari data yang ada kemudian di bagi dengan jumlah periode waktu. Aplikasi ini diujicobakan pada perusahaan air minum bernama Bioneuro Water. Dalam pengujian aplikasi ini didapatkan hasil bahwa perusahaan Bioneuro Water cocok menggunakan metode Just In Time terbukti dengan menggunakan metode ini dapat mengurangi jumlah stock di gudang.
Rancang Bangun Kakas Bantu Deteksi Ketidaksesuaian Kode Sumber terhadap Diagram Urutan Albert Bungaran Manik; Daniel Oranova Siahaan
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29179

Abstract

Pada daur hidup perangkat lunak sendiri terdapat beberapa tahapan-tahapan yang harus dilalui yaitu pengumpulan kebutuhan, desain, implementasi, testing, perawatan. Dalam fokus tugas akhir ini, tugas akhir dititik beratkan pada tahap terakhir daur hidup perangkat lunak, yaitu tahap perawatan perangkat lunak. Dalam daur hidup tahap perawatan sangat rentan untuk mengubah kode sumber sesuai dengan kebutuhan atau keperluan fitur pada sebuah perangkat lunak yang mengakibatkan tidak sesuainya kode sumber terhadap desain awal. Tujuan tugas akhir ini yaitu untuk membuat sebuah kakas bantu untuk membantu analis sistem dalam mendeteksi ketidaksesuaian kode sumber tersebut terhadap desain, dalam hal ini desain yang menjadi pembanding adalah diagram urutan, hal ini dikarenakan diagram urutan menggambarkan alur sebuah fitur atau sistem. Dalam tugas akhir ini kakas bantu akan dibentuk menggunakan bahasa pemrograman java. Diagram urutan dengan format xmi dan kode sumber dengan format xml merupakan input yang diperlukan untuk kakas bantu. Dalam tugas akhir ini pendeteksian ketidaksesuaian dilakukan menggunakan string matching dan word similarity. Kakas bantu ini nanti menghasilkan berupa sebuah alur dari diagram urutan yang ditunjukkan pada tanda benar dan salah. Setiap alur digambarkan menjadi sebuah triplet. Triplet meliputi subyek,predikat,dan obyek. Dalam program ini nanti akan diuji dengan data uji sebanyak 10 buah dataset yang berasal dari 5 buah kasus diagram urutan.Hasil program menunjukkan 95% kesepakatan terhadap analisis ahli rekayassa perangkat lunak
Pengembangan Modul Pengolah Data Citra untuk Aplikasi Pemetaan Kerusakan Jalan Ivan Agung Pandapotan; Daniel Siahaan; Chastine Fatichah
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.113 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.49489

Abstract

Kerusakan jalan masih merupakan salah satu masalah utama untuk transportasi darat. Untuk menangani kerusakan jalan tersebut masih dengan metode manual. Untuk memetakan kerusakan jalan tersebut surveyor harus langsung turun ke lokasi kerusakan yang memberikan resiko kecelakaan, kurang efisien dari segi ruang, waktu, serta biaya karena harus turun langsung ke bagian jalan yang mengalami kerusakan dan melakukan pemetaan langsung di lokasi tersebut. Setelah pemetaan, surveyor harus memberikan data hasil pemetaan kepada perencana dalam bentuk berkas laporan. Untuk mengotomatisasi proses pemetaan kerusakan jalan, maka dibangun Aplikasi Pemetaan Kerusakan Jalan, yang berbasis aplikasi desktop. Aplikasi yang dibangun memiliki fitur-fitur yang dapat digunakan oleh pengguna untuk membuat proses pemetaan pada proses perbaikan jalan dari awal sampai akhir menjadi lebih mudah dan cepat.Aplikasi Pemetaan Kerusakan Jalan yang dibangun memiliki beberapa modul yang dapat membantu proses pemetaan. Namun, pada penelitian ini hanya dibahas dua modul utama. Modul yang akan dibahas adalah tentang Image Manipulation, yaitu dengan metode Image Stretching dan metode Image Stitching. Keluaran dari modul yang dibangun dapat digunakan sebagai data masukkan untuk modul atau proses selanjutnya pada aplikasi untuk mengeluarkan hasil yang dapat digunakan dan sesuai kebutuhan.
eReview: Market Place untuk Proses Telaah Ilmiah Daniel Siahaan; Andini Prastiwi; Risnauli Sumiati Sinaga
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.81248

Abstract

Saat ini pengelolaan jurnal secara daring sudah menjadi suatu keharusan. Di sisi lain, kebutuhan akan proses telaah yang cepat, efektif, dan berkualitas merupakan suatu tuntutan yang tetap dalam suatu pengelolaan jurnal. Permasalahan yan sering muncul adalah sulitnya pengelola jurnal, dalam hal ini editor, mencari reviewer (penelaah) yang kompeten dan dapat bekerja sesuai dengan waktu yang diperlukan. Terlebih lagi belum adanya stimulus yang memadai bagi telaah yang dapat merangsang mereka untuk bekerja dengan baik dan dalam waktu yang ditentukan. Untuk itu dibutuhkan suatu media yang dapat mempertemukan dua pihak ini beserta dengan kebutuhannya agar terbentuk lingkungan yang sehat dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan suatu kajian terkait dengan pembentukan sistem eReview yang dapat mendukung market place bagi proses interaksi antara editor dan penelaah. Kajian ini melibatkan proses sejumlah stakeholders, yaitu editor, penelaah, dan Pusat Publikasi Ilmiah, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (PPI-ITS) sebagai pemilik dan pengelola market place. Sampai dengan saat ini, studi kajian ini telah menghasilkan beberapa luaran, yaitu model bisnis proses, draf dokumen spesifikasi kebutuhan perangkat lunak, dan prototype sistem informasi eReview. Langkah selajutnya adalah pengujian sistem dan peluncuran sistem.
Pembangunan Model Prediksi Defect Menggunakan Metode Ensemble Decision Tree dan Cost Sensitive Learning Satrio Agung Wicaksono; Daniel Oranova S.; Sarwosri Sarwosri
Jurnal EECCIS Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.558 KB)

Abstract

Rencana project pengembangan perangkat lunak dapat disusun menggunakan work breakdown structure (WBS). Pelaksanaan unit terkecil dari WBS pada proses pengembangan perangkat lunak disebut action. Action dapat menimbulkan defect pada perangkat lunak. Sebuah action dikategorikan menghasilkan high defect jika banyaknya defect yang dihasilkan action tersebut melebihi threshold tertentu.Action-based defect prevention (ABDP) merupakan metode untuk membangun model prediksi yang dapat meramalkan apakah action yang akan dilakukan akan menghasilkan high defect atau tidak. Model prediksi pada ABDP menggunakan single classification tree yang dibangun berdasarkan catatan action yang telah dilakukan dan defect yang ditimbulkan action tersebut pada suatu proses pengembangan perangkat lunak. Hasil prediksi akan menjadi pertimbangan dalam proses pengembangan perangkat lunak untuk menghindari munculnya high defect.Penelitian ini mengajukan metode pembuatan model prediksi yang merupakan pengembangan dari ABDP. Metode yang diajukan berusaha meningkatkan akurasi ABDP dan meminimalkan cost (kerugian) jika terjadi kesalahan prediksi. Untuk meningkatkan akurasi, model prediksi dibangun dengan ensemble method menggunakan base classifier classification tree. Untuk memperkecil kerugian yang ditimbulkan oleh kesalahan prediksi, maka pada proses pembuatan classification tree digunakan metode cost sensitive learning. Hasil uji coba menunjukkan bahwa, metode yang diajukan memiliki accuracy dan recall yang lebih baik dari single classification tree.Kata Kunci — work breakdown structure, action, high defect, ABDP, classification tree, ensemble method, cost sensitive learning.
Pendekatan Kesamaan Semantik dan Struktur dalam Kasus Penggunaan untuk Mendapatkan Kembali Spesifikasi Kebutuhan Perangkat Lunak Ferdika Bagus Permana; Daniel Oranova Siahaan
Journal of Information Systems Engineering and Business Intelligence Vol. 2 No. 2 (2016): October
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.98 KB) | DOI: 10.20473/jisebi.2.2.57-66

Abstract

Abstrak— Di dalam pengembangan perangkat lunak berskala besar, terdapat jumlah dokumen kebutuhan perangkat lunak yang sangat banyak dalam sekali proses elisitasi yang mungkin dihasilkan untuk domain yang berbeda dari setiap tim pengembang. Dokumen-dokumen ini mungkin digunakan kembali untuk mengurangi biaya dan waktu guna pengembangan perangkat lunak berikutnya. Oleh karena itu dibutuhkan suatu mekanisme untuk mendapatkan dokumen tersebut kembali yang sesuai dengan kebutuhan pengguna secara efektif dan efisien.Makalah ini mengusulkan suatu pendekatan kesamaan semantik dan struktur dalam deskripsi kasus penggunaaan guna mendapatkan kembali dokumen spesifikasi kebutuhan perangkat lunak. Dari kasus penggunaan yang didapatkan kembali tersebut kemudian dibuat suatu urutan atau ranking kesamaan kasus penggunaan berdasar suatu threshold yang telah didapatkan berdasar nilai kesepakatan tertinggi dengan pakar pada proses pengujian.Pendekatan menggunakan kesamaan semantik pada kata dan kalimat ini merupakan pendekatan yang diajukan sebagai pengganti dari pendekatan sebelumnya yaitu menggunakan term frequency dan keyword atau kata kunci. Metode ini diujicobakan pada percobaan dengan menggunakan 20 kueri deskripsi kasus penggunaan. Tiga skenario yang berbeda disusun untuk menginvestigasi nilai threshold yang ideal, mengetahui perbedaan hasil atau result set dengan pendekatan sebelumnya dan untuk mengetahui efek kombinasi struktur deskripsi kasus penggunaan pada masukan kueri terhadap hasil kueri yang didapatkan. Kata Kunci—Temu Kembali Kasus Penggunaan, Kesamaan Semantik, Sistem Temu Kembali InformasiAbstract— In software industry, there are tremendous number of software requirements documents in effect of large scale of software development. These collections of software requirements documents can be reused in order to cut off the development time and reduce the cost. There is a need to retrieve one or more of those documents which is suitable with the user’s specifications for the new software development. So, if we can retrieve many similar software requirements to a new project, development process will be less costly and less error because the retrieved software requirements can be tailored to the new case with fewer modifications. This paper presents a methodology to retrieve software requirements documents using structured base of use case description semantic similarity computation. Each element of query use case description will be calculated with the use case description in the collections or repository. The semantic similarity score is used to rank the use case in the collections and to retrieve the requirement documents to be used in the new software project development. We introduce a semantic similarity computation approach as a substitute of term frequency and keyword approach. We validate the usefulness of our method through the experiment using 20 cases. Three experiment scenarios are presented to investigate the ideal threshold value, the retrieval result differences with previous approach and to find out the effect of various combinations of structural query to the retrieval result.Keywords— Use Case Retrieval, Semantic Similarity, Information Retrieval 
Perbaikan Metode Rekomendasi Diskusi Pemrograman dengan Normalisasi Identifier Menggunakan Lingua::IdSplitter Nanang Fakhrur Rozi; Daniel Oranova Siahaan; Fajar Baskoro
Jurnal IPTEK Vol 20, No 2 (2016)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2016.v20i2.42

Abstract

Situs tanya-jawab Stack Overflow telah sering digunakan sebagai acuan oleh programmer. Informasi atau solusi dalam proses pengembangan perangkat lunak dapat dicari dengan bantuan mesin pencari pada situs. Namun, perbedaan dalam gaya penulisan, terutama pada penulisan identifier program, sering menyebabkan rekomendasi (pencarian) menjadi tidak sesuai dengan kebutuhan programmer. Beberapa programmer menulis identifier dalam bentuk singkatan sementara yang lain tidak sehingga menurunkan kinerja rekomendasi. Penelitian ini mengadopsi Lingua::IdSplitter untuk menormalkan identifier pada data diskusi Stack Overflow. Proses normalisasi dilakukan dengan memisahkan identifier yang terdiri atas komposisi term serta memperluas singkatan yang ada pada identifier ke bentuk penuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa normalisasi identifier menggunakan Lingua::IdSplitter hanya mampu meningkatkan performa sistem rekomendasi ketika identifier dengan unsur singkatan mendominasi pada data diskusi.
PERBAIKAN METODE PEMERINGKATAN SPESIFIKASI KEBUTUHAN BERDASARKAN PERKIRAAN KEUNTUNGAN DAN NILAI PROYEK DENGAN MENGURANGI PERBANDINGAN BERPASANGAN Daniel Siahaan; Eko Prasetyo
Jurnal Ilmiah Kursor Vol 6 No 2 (2011)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemeringkatan spesifikasi kebutuhan yang lebih diprioritaskan perlu dilakukan mengingat besarnya jumlah spesifikasi kebutuhan yang muncul diawal pengembangan perangkat lunak. Pemeringkatan juga mendekatkan relevansi keinginan pengguna dengan spesifikasi kebutuhan yang diterapkan. Metode pendekatan perkiraan keuntungan dan biaya merupakan metode multi kriteria yang mengakomodasi peringkat spesifikasi kebutuhan berdasarkan keuntungan bagi pengguna dan biaya pemgembangan bagi pengembang. Terdapat dua masalah utama dalam metode ini. Pertama, jika jumlah spesifikasi kebutuhan besar, maka perbandingan berpasangan yang harus dijawab akan semakin banyak. Kedua, keputusan peringkat akhir masih harus melalui diskusi oleh pelanggan. Dalam penelitan ini diusulkan perbaikan metode pemeringkatan pendekatan perkiraan keuntungan dan biaya dengan 100 points dan fuzzy k-means clustering untuk mengurangi perbandingan berpasangan dalam pemeringkatan spesifikasi kebutuhan berdasarkan metode AHP dan model kuadran. Hal tersebut dapat mengurangi perbandingan berpasangan, sehingga proses pemeringkatan menjadi lebih cepat. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa jumlah perbandingan berpasangan yang harus dijawab oleh pelanggan dapat dikurangi 63.27% dari jumlah semula. Spesifikasi kebutuhan berhasil diperingkat dengan perbaikan metode yang diusulkan, nilai rasio konsistensi (CR) menunjukkan hasil di bawah 10% yang berarti masih berada dalam batas yang dapat dipertanggungjawabkan hasilnya. Kata kunci: 100-Points, Analitic Hierarchy Process, Fuzzy k-means, Model Kuadran, Pemeringkatan Spesifikasi Kebutuhan, Pendekatan Keuntungan dan Biaya. Abstract Predictions of benefit and cost of individual requirements are necessary for requirements prioritization methods which based on benefit and cost approach. Requirements prioritization pulls relevant requirements of user towards their implementation. A cost-value approach is a multi-criteria method for prioritizing requirements according to their relative values and costs. There were two inherited problems in the method. It requires both customers and developers to apply AHP’s pairwise comparison method to assess the relative value and estimate the relative implementation cost of candidate requirements. The problem is that this method introduces n x n number of comparisons to be assessed by customers and developers. Furthermore, the approach only provides a cost-value diagram as a recommendation for the software managers to further analyze and prioritize the requirements. This paper improves the existing approach by implementing 100p method and fuzzy kmeans to reduce the number of pairs to be compared produced by AHP, which contributed to the computational time. The experimental results show that the improved method can reduce 63.27% of the number of pairs to be compared, with consistency ratio (CR) value below the maximum acceptable threshold.
Building a Spatio-Temporal Ontology for Artifacts Knowledge Management Nurul Fajrin Ariyani; Daniel Oranova Siahaan
IC-ITECHS Vol 1 (2014): Prosiding IC-ITECHS 2014
Publisher : IC-ITECHS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1382.776 KB)

Abstract

The knowledge that embedded in a historical artifact can have multidimensional information, such as time (temporal) and place (spatial) dimension. The temporal dimension indicates when the artifact had been used in the past, while spatial dimension points the location of people who had been using it at the time. Both of these information provide a general overview of the civilization conditions at the artifacts time. In most cases, the spatio-temporal information that attached to an artifact can be used to furnish the missing information of the other artifacts. If the museum managers are able to connect artifacts based on their spatio-temporal information, presenting artifacts historical value to visitors will be more continuous and complete. However, this kind of management needs could not be facilitated by any existing conventional database systems today. The author proposed an ontology approach for storing artifacts’ spatio-temporal information in digital form. This ontology is equipped with rules to perform reasoning thus spatio-temporal information among artifacts could be connected automatically. The result shows that the spatio-temporal ontology can be implemented in order to complete information linkage among the artifacts.
Pendeteksian Overspesification Pada Dokumen Spesifikasi Kebutuhan Perangkat Lunak Welly Purnomo; Daniel Oranova Siahaan
Inspiration: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 7, No 1 (2017): Jurnal Inspiration Volume 7 Issue 1
Publisher : STMIK AKBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35585/inspir.v7i1.2431

Abstract

Pengembangan perangkat lunak diawali dengan proses yang sangat penting yaitu memahami dan menentukan seperti apa perangkat lunak yang nantinya akan dibangun yang ditulis ke dalam sebuah dokumen Spesifikasi Kebutuhan Perangkat Lunak (SKPL). Meyer’s “The Seven Sins of Specifier” menjelaskan hal-hal yang harus dihindari dalam menyusun SKPL. Salah satunya adalah overspecification. Overspecification terjadi ketika dalam dokumen spesifikasi terdapat elemen yang tidak terkait pada fitur permasalahan melainkan terkait pada kemungkinan solusi permasalahan. Penelitian ini mengajukan sebuah metode untuk mendeteksi adanya overspecification pada dokumen SKPL dengan membangun sebuah text classifier berbasis decision tree memanfaatkan kakas bantu pengolahan bahasa alami. Dari hasil pengujian dan evaluasi didapatkan nilai Kappa 0,8872 pada threshold 0,0. Ini berarti bahwa solusi yang diajukan bekerja dengan baik dan dapat digunakan untuk mendeteksi adanya overspecification pada dokumen spesifikasi kebutuhan perangkat lunak dengan nilai Kappa 0,8872 atau proporsi kesepakatan antara solusi yang diajukan dengan anotator adalah almost perfect agreement.
Co-Authors Aang Kisnu Darmawan Abd. Rasyid Syamsuri Achmad An'im Fahmi Achmad, Fariz Adi Kurniawan Aditya Eka Bagaskara Ahmad Saikhu Ahmadiyah, Adhatus Solichah Ainatul Maulida Akbar, Rizky Januar Albert Bungaran Manik Amalia, Rosa Amien Widodo Andi Besse Firdausiah Andini Prastiwi Andrias Meisyal Yuwantoko Anggraini, Ratih Nur Esti Ansyah, Adi Surya Suwardi Anwari Anwari Anwari, Anwari Arif Djunaidy Arif Susanto Arif Wibisono Ary Mazharuddin Shiddiqi Asyrofi, Raka Baskoro, Fajar Bawamenewi, Yuliaman Busro Umam Cahya Bagus Sanjaya Chastine Fatichah Dady Khairul Imam Damanik, Juli Yanti Darnoto, Brian Depandi Enda Desepta Isna Ulumi Divi Galih Prasetyo Putri Dzhalila, Dzhillan Eko Prasetyo Evi Triandini F.X. Arunanto Fachrul Pralienka Bani Muhamad Fachrul Pralienka Bani Muhamad Fajar Baskoro Fajar Baskoro Fatimatus Zulfa Ferdika Bagus Permana Forca, Adrian FX Arunanto Ghipari, Maulana Halawa, Enggi Hamidi, Mohammad Zaenuddin Hoiriyah Hoiriyah Hoiriyah, Hoiriyah I Gede Suardika I Made Mika Parwita Imam Kuswardayan Indra Kharisma Raharjana Irfandianto, Taqarra Rayhan Irsyad Arif Mashudi Istighfar, Muhammad Bagus Ivan Agung Pandapotan izqi Paradisiaca , Brian R Karimi, Muhammad Ihsan Karolita, Devi Kristina , Kristina Kusuma, Selvia Ferdiana Luh Putu Ary Sri Tjahyanti Mauladani, Furqon Mirotus Solekhah Mohammad Nazir Arifin Muhamad, Fachrul Pralienka Bani Muhammad Dery Rahma Muhammad Ihsan Karimi Mutia Rahmi Dewi Nafi', Abdun Nafingatun Ngaliah Nanang Fakhrur Rozi Nugroho, Tri Yulianto Nuralamsyah, Bintang Nurul Fajrin Ariyani Nurul Jannah Pasaribu, Monalisa Patricia Gertrudis Manek Peter Gelu Pratama Wirya Atmaja Putra Kurniawan, Arya Putri, Rahmi Rizkiana Rahmi Rizkiana Putri Rakhmat Arianto Ramadhani, Nia Rasi Aziizah Andrahsmara Reza Fauzan Reza Fauzan Richard Alvin Sianturi Riduwan, Muhammad Risnauli Sumiati Sinaga Riyanarto Sarno Rizky Januar Akbar Royke Wenas Rully Soelaiman Rully Soelaiman Safitri, Winda Ayu Samosir, Hernawati Sari Sahadi, Fitria Vera Sarwosri Sarwosri Sarwosri Sarwosri Sarwosri Satrio Agung Wicaksono Shiddiqi, Ary Mazharuddin Siahaan, Gabriel Silaban, Monica Sinaga, Hasan Siti Rochimah Sitohang, Francisko Situmorang, Andreas Supriyanto, Ricky Tiurma Lumban Gaol Tony Dwi Susanto Toshihiro Kita Umam, Busro Umami, Izzatul Umi Yuhana Utomo Pujianto Vriza Wahyu Saputra Welly Purnomo Yuhana, Umi Laili Yuhana, Umi Laili Yunata Dede Pratiwi