Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

NILAI KARAKTER TRADISI HAJAT BUMI PADA MASYARAKAT DUSUN CARIU KECAMATAN SUKADANA - CIAMIS Wahyunita, Rina; Wijayanti, Yeni; Nurholis, Egi
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 7, No 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v7i1.20364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai karakter yang terkandung dalam tradisi Hajat Bumi di Dusun Cariu, Desa Sukadana, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis. Tradisi ini merupakan warisan budaya lokal yang dilaksanakan setiap bulan Muharam pada hari Senin atau Kamis Kliwon sebagai bentuk rasa syukur atas hasil bumi dan penghormatan terhadap leluhur. Penelitian menggunakan metode kualitatif historis dengan tahapan pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi, dan penulisan/historiografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Hajat Bumi tidak hanya berfungsi sebagai ritual adat, tetapi juga menjadi wahana pembentukan dan penguatan nilai-nilai karakter masyarakat. Proses pelaksanaan Hajat Bumi terdiri dari tiga tahapan: persiapan, pelaksanaan, dan penutupan. Setiap tahapan mengandung nilai-nilai karakter seperti religiusitas (doa bersama, penghormatan leluhur), gotong royong (persiapan dan pelaksanaan acara), tanggung jawab (pengelolaan tugas), toleransi dan kebersamaan (partisipasi lintas usia dan latar belakang), serta cinta tanah air dan kepedulian lingkungan (perawatan makam keramat dan lingkungan sekitar). Selain itu, kegiatan ini juga menjadi media pelestarian budaya, memperkuat solidaritas sosial, dan mempererat hubungan antargenerasi. Dengan demikian, tradisi ini memiliki kontribusi signifikan dalam pendidikan karakter berbasis kearifan lokal dan pelestarian budaya di tengah tantangan modernisasi.
NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL TRADISI NYALIN DI SITUS SAMIDA DESA SIRNAJAYA KECAMATAN RAJADESA KABUPATEN CIAMIS Yusuf, Hilmi Maulana; Wijayanti, Yeni; Nurholis, Egi
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 7, No 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v7i1.20514

Abstract

Tradisi Nyalin merupakan salah satu warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun hingga saat ini oleh masyarakat Desa Sirnajaya, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis yang dilaksanakan setiap hari Senin Kliwon pada bulan Jumadil Akhir. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam tradisi Nyalin di Situs Samida, Desa Sirnajaya, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis. Penelitian menggunakan metode kualitatif historis dengan tahapan pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi, dan penulisan/historiografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian mengambarkan proses pelaksanaan tradisi Nyalin terdiri dari tiga tahapan, yaitu: 1) persiapan yang terdiri dari rapat kepanitian, pembersihan lokasi kegiatan, pengumpulan dana kegiatan, dan rapat pemantapan kegiatan; 2) pelaksanaan yang terdiri dari pengambilan air dari Situs Cibarani, pembersihan benda pusaka, mengganti pembungkus benda pusaka dengan kain yang baru, dan doa bersama/tawasulan ; 3) penutupan dengan dilaksanakan makan bersama. Setiap tahapan mengandung nilai-nilai kearifan lokal seperti nilai bahasa, seni, kepercayaan, pengetahuan, sistem sosial, dan teknologi tradisional. Tradisi ini menjadi media transmisi nilai-nilai moral dan spiritual serta memperkuat identitas budaya masyarakat Sunda. Dengan demikian, pelestarian tradisi ini sangat penting untuk menjaga kesinambungan warisan budaya serta sebagai potensi pengembangan pendidikan dan pariwisata berbasis kearifan lokal yang harus tetap dilestarikan dari generasi ke generasi.
Menuju Kolaborasi Pedagogi-Ekologi: Memahami Preferensi Siswa terhadap Ecoliteracy di Cultural Landscape Pesisir Cilacap Sudarto, Sudarto; Nurholis, Egi; Brata, Yat Rospia; Saefudin, Arif; Ramdani, Dadan
Wahana Pendidikan Vol 13, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i1.23437

Abstract

Penelitian bertujuan memahami preferensi siswa sekolah dasar dalam mengeksplorasi lanskap budaya pesisir Cilacap, menganalisis pengetahuan mereka tentang makhluk hidup lokal, serta menggali pemahaman interaksi ekologis antarspesies. Pendekatan pedagogi-ekologi esensial untuk mengembangkan ecoliteracy berkelanjutan di kawasan pesisir yang kaya biodiversitas namun rentan degradasi lingkungan. Metode kualitatif partisipatif diterapkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan analisis dokumen pada siswa di SD Negeri Ujungalang 01 & 02, Desa Ujungalang, Kecamatan Kampung Laut, Cilacap. Hasil mengungkap preferensi eksplorasi utama via aktivitas bermain alamiah dan interaksi langsung dengan biota pesisir, diiringi kesenjangan pemahaman ekologis mendalam. Implikasi praktis mencakup desain kurikulum kolaboratif pedagogi-ekologi, seperti modul pembelajaran berbasis eksplorasi lapangan terintegrasi dengan narasi budaya lokal, pelatihan guru untuk fasilitasi interaksi siswa-biota, serta rekomendasi kebijakan pendidikan lingkungan berbasis komunitas pesisir guna memperkuat ecoliteracy dan resiliensi ekosistem sejak dini.
Perkembangan Industri Batik Cigeureung Kota Tasikmalaya Tahun 2000–2015: Tinjauan Historis dan Ekonomi Kreatif Wulan Sondarika; Dewi Ratih; Egi Nurholis; Hana Haniyyah; Hilman Januar; Cecep Husnan Abdul; Iis Aisah; Galurawati Candra
Jurnal Artefak Vol 10, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v10i2.23942

Abstract

This study examines the historical development and creative economy dynamics of the Cigeureung batik industry in Tasikmalaya City, addressing a critical gap between economic history and local creative industry studies. Existing batik research predominantly focuses on major production centers in Java, while historically grounded analyses of peripheral batik industries remain limited. Employing a historical method with a qualitative approach encompassing heuristics, source criticism, interpretation, and historiography this study reveals that the Cigeureung batik industry has transformed from a traditional household-based activity into an adaptive creative industry integrating design innovation, production strategies, and digital marketing. Despite this progress, sustainability is constrained by structural challenges, including competition from mass-produced textiles and weak artisan regeneration. This study contributes to advancing economic history perspectives within the discourse of culture-based creative industries.
From Collective Ritual to Social Cohesion: Explaining Social Capital Reproduction through Nyacarkeun Jalan Rangga Eka Prasetya; Alpin Alpin; Egi Nurholis
JAMASAN: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 2 No 2 (2026): Local and National Studies in History
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jamasan.v2i2.6152

Abstract

Collective rituals continue to shape social relations in many rural communities, yet the mechanisms through which they reproduce social capital remain insufficiently explained in studies of local traditions. Existing scholarship has primarily documented the cultural values embedded in traditional practices, while the processes connecting ritual participation, social trust, collective norms, and social cohesion have received limited analytical attention. This study examines how the Nyacarkeun Jalan tradition reproduces social capital in a Sundanese rural community through an intrinsic qualitative case study conducted in Dusun Linggaharja, Ciamis, Indonesia. Data were collected through participant observation, in-depth interviews with nineteen purposively selected informants, and document analysis, followed by interactive analysis using the Miles, Huberman, and Saldaña framework. The findings indicate that repeated participation in collective rituals generates social trust, reinforces norms of reciprocity and shared responsibility, expands intergenerational social networks, and strengthens community cohesion. The study proposes a mechanism of social capital reproduction through collective ritual, integrating the complementary perspectives of Bourdieu, Coleman, and Putnam. This conceptual contribution positions local tradition as an enduring institutional process for sustaining collective action and rural social resilience amid contemporary social transformation.