Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Identifikasi Jenis Jamur Pada Tanaman Mahoni (Swietenia Macrophylla King.) Di Hutan Penelitian Bu’at So’e, Nusa Tenggara Timur Honorata Bunga Mana; Astin Elise Mau; Pamona Silvia Sinaga; Yusratul Aini
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.2378

Abstract

Mahoni (Swietenia macropylla King.) adalah salah satu tanaman yang memiliki nilai komersial. Tanaman ini juga rentan terhadap serangan patogen (jamur) yang dapat merusak mahoni. Salah satu lokasi yang memiliki vegetasi mahoni dapat ditemukan di Kawasan Hutan Penelitian Bu’at So’e. Jamur termasuk dalam kelompok organisme eukaryotik heterotof yang dapat menyerang mahoni melalui berbagai celah, baik itu luka, lubang alami, atau bahkan permukaan yang sehat pada akhirnya menyebabkan kerusakan pada tanaman mahoni.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis jamur yang menyerang tanaman mahoni di Hutan Penelitian Bu’at So’e, Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini dilakukan dari bulan Juli sampai September 2024 dengan menerapkan metode kualitatif. Data yang diperoleh meliputi data primer dan data sekunder. Proses pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Purposive sampling dan pengambilan sampel secara oportunistik. Hasil penelitian jamur yang menyerang tanaman mahoni ditemukan 4 jenis jamur. Pada batang terdapat 4 isolat jamur yaitu Aspergilus niger, Aspergilus fumigatus, Rhizophus arrhizus Fischer dan Aspergilus flavus, sedangkan pada tanah terdapat 3 isolat jamur yaitu Aspergilus niger, Aspergilus fumigatus, dan Aspergilus flavus.
Pola Persebaran Pohon Ka Sebagai Bahan Pembuatan Pakaian Adat Di Kampung Adat Tradisional Suku Kabola Desa Kopidil Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor Johan Rizaldi Penlaana; Nixon Rammang; Pamona Silvia Sinaga; Norman P.L.B. Riwu Kaho
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.2636

Abstract

Dalam pemanfaatan hasil hutan sering menimbulkan perdebatan antara kepentingan dan konservasi hutan yaitu eksploitasi hutan yang mengancam kepunahan jenis tumbuhan yang berpengaruh terhadap jumlah spesies dan dapat membentuk pola pola persebaran. Pemanfaatan hasil hutan oleh masyarakat suku Kampung Adat Kabola yaitu kulit kayu dari pohon Ka denganmenebang langsung pohonnya yang menunjukkan bahwa kelestarian dan pertumbuhan pohon merupakan kunci utama. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pola persebaran pohon Ka, dampak pengambilan dan upaya konservasi dengan menggunakan metode eksplorasi dan pengamatan pada kawasan pengambilan spesimen di buat petak tunggal berukuran 20 m x 20 m dengan empat kategori pengelompokan spesies yaitu, semai, pancang, tiang dan pohon. Data dianalisis menggunakan indeks morisita dengan hasil analisis diperoleh pola persebaran pohon Ka mengelompok dengan nilai Ip 0,44 yang dipengaruhi oleh faktor biotik (mahkluk hidup) dan abiotik (lingungan). Dampak pemanfaatan kulit kayu pohon Ka dirasakan dari sektor ekonomi, pariwisata dan sosial budaya. Mengingat pentingnya pohon Ka, masyarakat sudah melakukan upaya konservasi sebagai kawasan konservaasi in-situ dengan melakukan penanaman bibit pohon Ka.
Tingkat Partisipasi Masyarakat Dalam Menjaga Kelestarian Hutan Mangrove Di Cagar Alam Maubesi (Studi Kasus Desa Kletek Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka) Angela Yunita Kehi; Nixon Rammang; Fadlan Pramatana; Pamona Silvia Sinaga
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3749

Abstract

Indonesia is one of the archipelagic countries that possesses rich marine and coastal resources, both biological and non-biological, one of which is the mangrove forest ecosystem. One of the regencies that has a distribution of mangrove forest ecosystems in East Nusa Tenggara (NTT) is Malaka Regency, specifically in the Maubesi Mangrove Forest Nature Reserve. Theft and logging occurring in the area, particularly involving the santigi mangrove species, can damage the mangrove ecosystem. These issues arise due to the lack of government oversight and limited community participation in protecting the area. Therefore, community involvement is necessary to preserve the mangrove forest. This study aims to determine the level of community participation in Kletek Village in preserving the mangrove forest. Data collection was conducted through field observation, interviews, and documentation using a qualitative descriptive analysis method. Sampling was carried out using purposive sampling. The results of the study indicate that the participation of the Kletek Village community in preserving the mangrove forest is divided into three stages: the planning stage, the implementation stage, and the evaluation stage. The planning stage showed a moderate level of participation at 65.42%, the implementation stage showed a high level of participation at 83.75%, and the evaluation stage showed a moderate level of participation at 63.37%. Factors influencing the level of community participation in preserving the mangrove forest include the level of education, livelihood influences, and the level of public awareness.
Pengaruh Konsentrasi dan Interval Pemberian Pupuk dan Bayfolan Terhadap Pertumbuhan Bibit Cendana ( Santalum Album L.) Imenuella Mauren Soli Kase; Pamona Silvia Sinaga; Norman P.L.B. Riwu Kaho
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4019

Abstract

Cendana ( Santalum album L.) merupakan tanaman yang bernilai ekonomis dan mempunyai wilayah persebaran secara alami di daerah tropik dan sub tropik termasuk di NTT akan tetapi, keberadaan cendana di NTT mengalami jumlah penurunan, hal ini disebabkan oleh semakin berkurangnya jumlah pohon cendana serta penurunan populasi dan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu pengaruh Konsentrasi dan Interval pemberian Pupuk Daun Bayfolan, serta interaksi antara keduanya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor, yaitu konsentrasi pupuk (0,2,3, dan 4 ml/liter) serta interval pemberian (Kontrol,3,6, dan 9 hari),sehingga diperoleh 16 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan, total 192 bibit. Data yang diperoleh kemudia dianalisis menggunakan uji sidik ragam (ANOVA) dan akan dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) Hasil analisis menunjukan bahwa perlakuan dengan konsentrasi 3 ml/liter dan interval pemberian setiap 3 hari memberikan pengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan bibit, meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah, dan diamter batang. Dengan demikian, aplikasi bayfolan pada konsentrasi 3 ml/liter dengan interval 3 hari merupakan kombinasi terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan bibit cendana.: 1.) Konsentrasi pupuk daun Bayfolan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bibit.