Claim Missing Document
Check
Articles

TINGKAT KEBERHASILAN TANAMAN PADA LAHAN MASYARAKAT KOTA KUPANG (STUDI KASUS: HASIL DISTRIBUSI ANAKAN PADA PERSEMAIAN PERMANEN MAPOLI) Tessa Novia Kristi; Wilhelmina Seran; Pamona Silvia Sinaga
Journal of Scientech Research and Development Vol 6 No 1 (2024): JSRD, June 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v6i1.323

Abstract

Program rehabilitasi hutan dan lahan adalah program pembangunan kehutanan yang kompleks. Dukungan yang kuat dari masyarakat, terutama melalui partisipasi dalam penanaman hutan rakyat menjadi salah satu faktor kunci dalam keberhasilan program ini. Penelitian ini dilakukan di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur, selama periode Januari hingga Februari 2024. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan pertumbuhan tanaman anakan yang didistribusikan dari tahun 2020-2022. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kombinasi survei dengan pendekatan kuantitatif. Data penelitian dikumpulkan melalui analisis vegetasi serta observasi langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 17 jenis tanaman yang ditanam dan tersebar di 6 Kecamatan Kota Kupang selama periode tahun 2020 hingga 2022. Tingkat keberhasilan tanaman pada tahun 2020 mencapai 52% dari total 5572 bibit, sementara pada tahun 2021 mencapai 54% dari total 1091 bibit pohon yang ditanam. Persentase pertumbuhan pada tahun tersebut termasuk dalam kategori rendah. Namun, pada tahun 2022, tingkat keberhasilan tanaman meningkat menjadi 80% dari total 4205 bibit pohon kategori keberhasilan yang tinggi
PEMBUATAN HAND SANITIZER BERBAHAN DASAR HERBAL DI KELOMPOK UMAT BASIS (KUB) ST. THERESIA DARI CALCUTA, LILIBA Pamona Silvia Sinaga; Norman P.L.B. Riwu Kaho; Fadlan Pramatana; Andris Misa
Jurnal Kabar Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Mei : JURNAL KABAR MASYARAKAT
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jkb.v1i2.569

Abstract

Produk – produk handsanitizer yang marak beredar dipasaran umumnya mengandung alkohol yang menurut penelitian dinyatakan tidak efektif membunuh bakteri pathogen setelah berungkali pakai dan dapat memicu gangguan kesehatan pada kulit. Oleh sebab itu, bahan alami dapat dimanfaatkan sebagai alternatif antiseptik khususnya yang berbahan dasar herbal. Kegiatan edukasi dan pembuatan handsanitizer berbahan alami (herbal) perlu disosialisasikan di masyarakat. Kegiatan Pengabdian dan Kemitraan Masyarakat ini dilakukan di Kelompok Umat Basis (KUB) St. Theresia dari Calcuta, Liliba. Peserta memberikan apresiasi terhadap proses praktik pembuatan handsanitizer ini, karena banyak pengetahuan baru yang didapatkan dan peserta semakin termotivasi untuk membuat sendiri untuk anggota keluarganya.
ANALISIS TINGKAT KESEHATAN HUTAN REBOISASI DI BUKIT GOLO LUSANG KAWASAN TAMAN WISATA ALAM (TWA) RUTENG Edon, Servasius Gratia; Seran, Wilhelmina; Sinaga, Pamona Silvia
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol9.Iss2.456

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan hutan reboisasi Golo Lusang dengan mengamati paramater dalam setiap indikator metode FHM seperti indikator vitalitas dengan parameter kerusakan pohon, produktivitas dengan parameter diameter pohon, biodiversitas dengan parameter keanekaragaman dan kekayaan, dan kualitas tapak dengan parameter keasaman tanah. Penelitian dilakukan pada 2 klaster plot pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan kerusakan tingkat klaster plot sebesar 0,5875 klaster plot 1, dan sebesar 0,9975 klaster plot 2 yang berarti tingkat kesehatan hutan reboisasi Golo Lusang dinilai dari indikator vitalitas parameter kerusakan pohon berkategori sehat. Hasil pengukuran produktivitas yaitu 0,021 m2 rata-rata LBDS klaster plot 1 dan 0,016 m2 rata-rata LBDS klaster plot 2. Sedangkan nilai volume sebesar 0,17 m3 rata-rata volume klaster plot 1 dan 0,14 m3 rata-rata volume klaster plot 2. Penilaian biodiversitas dengan parameter kekayaan jenis menunjukkan angka 1,0325  klaster plot 1 (rendah) dan 2,9425 klaster plot 2 (sedang) serta parameter keanekaragaman jenis menunjukkan angka 1,0475 klaster plot 1 (sedang) dan 2,1925 klaster plot 2 (sedang). Penilaian kualitas tapak klaster plot 1 sebesar 6,67 dan klaster plot 2 sebesar 6,83 menunjukkan kualitas tapak pada area reboisasi Golo Lusang berkategori baik.
Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Paku (Pteridophyta) di Kawasan Hutan Cagar Alam Mutis, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur Rikardus Nosi; Pellondo'u, Mamie Elsyana; Sinaga, Pamona Silvia
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol9.Iss2.512

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan paku dan tingkat keanekaragamannya di kawasan hutan Cagar Alam Mutis, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode purposive sampling, dimana pengambilan data menggunakan metode kuadrat yaitu dengan membuat transek dan setiap transek dibagi menjadi beberapa  plot pengamatan. Total titik pengambilan sampel berjumlah 16 plot dengan menggunakan 2 transek. Selanjutnya tiap satu transek dibuat masing-masing 8 plot pengamatan. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 14 jenis tumbuhan Paku yang terdiri dari 5 jenis tumbuhan paku yang hidup di pohon (kategori tumbuhan epifit) dan 9 jenis tumbuhan paku yang hidup di tanah (kategori tumbuhan terestrial). Indeks keanekaragaman jenis (H’) tumbuhan paku epifit sebesar 1,093 dan jenis paku terestrial dengan nilai indeks keragaman H’ sebesar 1,169 yang secara keseluruhan masih dalam kisaran (sedang). Indeks nilai penting tertinggi tumbuhan paku epifit adalah dari jenis Devalia canariensis (84,30%), sedangkan tumbuhan paku terestrial adalah jenis Nephrolepis biserrata  (70,31%).
PENYULUHAN EKOSISTEM MANGROVE SEBAGAI MITIGASI BENCANA DI KELURAHAN OESAPA BARAT, KOTA KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR Sipayung, Roni Haposan; Suek, Johanna; Fadlan Pramatana; Sinaga, Pamona Silvia
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2023): Volume 4 Nomor 5 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i5.21195

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan ekosistem yang hidup diantara daratan dan perairan sehingga komponen di dalamnya sangat bergantung pada kondisi laut maupun terestrial. Ekosistem mangrove sering dihadapkan pada permasalahan-permasalahan yang melibatkan banyak sektor seperti perikanan, kelautan, perkebunan maupun kehutanan. Ekosistem Mangrove Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang hampir setiap tahun mengalami bencana alam seperti abrasi dan gelombang tinggi. Selain itu, ekosistem mangrove Oesapa Barat pada Tahun 2021 pernah mengalami siklon tropis yang dikenal dengan siklos Seroja yang sangat merusak vegetasi-vegetasi mangrove dan bahkan pemukiman penduduk di sekitar mangrove. Kondisi ekosistem mangrove di Kelurahan Oesapa Barat belum sesuai dengan sistem mitigasi tanggap bencana di daerah pesisir. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat yang tinggal di daerah ekowisata mangrove Oesapa Barat terkait dengan pengelolaan ekosistem mangrove sebagai mitigasi bencana. Metode penyuluhan kepada masyarakat dilakukan dengan menggunakan metode focus group discussion mengenai  pengelolaan ekosistem mangrove dengan materi seperti pengaturan zonasi maupun jenis-jenis vegetasi mangrove. Penyuluhan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam memanfaatkan ekosistem mangrove sehingga meminimalisir kerusakan akibat bencana di daerah ekowisata mangrove Oesapa Barat, Kota Kupang.
Pemanfaatan Etnobotani Tumbuhan Obat, Tumbuhan Pangan Dan Tumbuhan Pewarna Alami Oleh Masyarakat Di Sekitar Hutan Lindung Ilidobo (Studi Kasus Desa Umauta, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur ) Pora Seko, Teodora Yuyun; Mau, Astin Elise; Sinaga, Pamona Silvia; Rammang, Nixon
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.17057

Abstract

Indonesia memiliki sumber daya tumbuhan yang melimpah dan dimanfaatkan oleh masyarakat, salah satu kelompok masyarakat yang memanfaatkan tumbuhan adalah masyarakat Desa Umauta untuk memenuhi kebutuhan hidup yang dilakukan secara tradisioanl berdasarkan pengetahuan yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan yang dimanfaatkan, bagian tumbuhan yang dimanfaatkan dan cara pengolahan serta penggunaan tumbuhan sebagai obat, bahan pangan dan pewarna alami. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik snowball sampling, observasi lapangan dengan melakukan analisis vegetasi menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat Desa Umauta memanfaatkan 35 jenis tumbuhan dari 27 famili dengan bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan adalah bagian daun sebesar 51%. Nilai indeks penting jenis tumbuhan yang paling tinggi yaitu Tarum (Indigofera tinctonia) sebesar 16,31% untuk tingkat semai, Pala (Myristica fragrans) sebesar 71,80% untuk tingkat pancang, Mahoni (Swietenia mahagoni) sebesar 116,17% untuk tingkat tiang dan sebesar 131,45% untuk tingkat pohon. Jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat terdapat 17 jenis tumbuhan dengan bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan adalah daun 69% dan cara pengolahan dan penggunaanya yaitu direbus, dihancurkan, diminum, ditempelkan dan langsung dikonsumsi. Jenis tumbuhan sebagai bahan pangan terdapat 19 jenis tumbuhan dengan bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan adalah buah 52% dan cara pengolahan dan penggunaanya yaitu langsung dimakan, direbus, dicampurkan, dimasak, dihaluskan dan digoreng. Jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai pewarna alami terdapat 11 jenis dengan bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan adalah daun 46% dan cara pengolahan dan penggunaanya yaitu ditumbuk, dicampurkan dan direbus.
The Morphology, Standing Stock and Habitat Distribution of Several Bamboo Species in the Reok Sub-District, Manggarai Regency, East Nusa Tenggara Province, Indonesia Apu, Orlando Calvin; Pramatana, Fadlan; Purnama, Maria M. E.; Pamona Silvia Sinaga
Media Konservasi Vol. 29 No. 4 (2024): Media Konservasi Vol 29 No 4 September 2024
Publisher : Department of Forest Resources Conservation and Ecotourism - IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/medkon.29.4.570

Abstract

Bamboo plays a vital role in preventing soil erosion and conserving water. In East Nusa Tenggara Province, many communities rely on bamboo species, making its cultivation a priority due to the region’s favorable biophysical conditions and available support from Non-Governmental Orgabization as facilitators. Approximately 387 villages have undergone assessment and socialization processes aimed at developing bamboo villages, including the Reok sub-district. One of the next steps in this process is conducting an inventory of bamboo standing stock in the area.This study aims to assess the species diversity and standing stock of bamboo in Reok sub-district. Research was carried out at 11 randomly selected sampling points across six villages, using the single circular plot method (radius of 17.9 m), with a total of 55 plots. Each plot was surveyed to identify and quantify clumps and culms, categorized by age (young, medium, and old). Four bamboo species were identified: Bambusa spinosa, Bambusa vulgaris, Gigantochloa atter, and Dendrocalamus asper. Gigantochloa atter was the most prevalent species, found at nearly all survey points, and had the highest number of clumps and culms. The estimated standing stock of bamboo in the Reok sub-district is 57,496 clumps, with a total of 3,692,890 culms. Gigantochloa atter accounted for the majority, with 35,526 clumps and 1,815,593 culms. This standing stock holds significant potential for further development, as bamboo is a key non-timber forest product (NTFP) in the region, with the potential to enhance the local economy.
Pelatihan Pembuatan Ecoprint Untuk Mendorong Kreativitas Berwirausaha Bagi Pemuda Gereja Ebenhaezer Matani Sinaga, Pamona Silvia; Marimpan, Lusia S.; Purnama, Maria M. E.; Sipayung, Roni H.; Pramatana, Fadlan; Fallo, Tri Putra M.
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v5i2.2299

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendorong kreativitas berwirausaha bagi pemuda Gereja Ebenhaezer Matani dengan menggunakan metode pendekatan yang digunakan dalam upaya pemecahan masalah utama yang dihadapi oleh Komunitas Pemuda Gereja Ebenhaezer Matani adalah transfer informasi berupa penyuluhan dan pelatihan pembuatan ecoprint untuk mendorong kreativitas berwirausaha. Kegiatan penyuluhan dengan metode ceramah dilakukan kepada masyarakat yang terlibat dalam proses pembuatan ecoprint. Hasil yang didapat dari Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan minat pemuda-pemudi gereja untuk berwirausaha. Dilatarbelakangi kondisi saat ini mencari pekerjaan sangat sulit, sehingga berwirausaha bisa menjadi pilihan. Kreativitas untuk berwirausaha menjadi hal yang sangat penting, untuk memunculkan ide-ide dan inovasi dalam pembuatan produk wirausaha. Pemuda Gereja Ebenhaezer Matani sangat antusias dengan kegiatan pengabdian Masyarakat ini. Kegiatan ini dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan pemuda, dan dapat meningkatkan kreativitas serta dapat menjadi penggerak ekonomi kreatif. Pelatihan pembuatan ecoprint dari bahan alami juga sebagai ide bagi pemuda untuk berwirausaha sehingga dapat mengurangi tingkat penggangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Potential Carbon Storage And Absorption In Forest Stands In The Campus Area Of Nusa Cendana University, Kupang City, East Nusa Tenggara Naylom, Laucia Lelita Erci; Marimpan, Lusia Sulo; Sinaga, Pamona Silvia
Jurnal Penelitian Kehutanan BONITA Vol 7, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55285/bonita.v7i1.3031

Abstract

High campus activities such as studying, teaching, and offices as well as vehicle activities can produce very complex carbon emissions, the lack of green open space and vegetation in it can result in increased temperatures, and air pollution because the carbon produced by campus activities cannot be absorbed by vegetation. Green open space (RTH) aims to help absorb carbon dioxide in the air, improve atmospheric quality, lower temperatures and reduce air pollution levels. This research aims to determine the value of carbon savings and absorption as well as the economic valuation of carbon on the Undana campus, so that it can be used as a reference in managing green open space in the campus environment to reduce global warming. This research was carried out using a non-destructive method using allometric equations with plot placement purposively based on the level of vegetation density. The results of this research show that the value of carbon storage in stands in the Nusa Cendana University area is 66.32 tons/ha and the value of CO uptake2 in the Nusa Cendana University area of 243.40 Tons/Ha and a carbon economic valuation of $ 39,876.61 USD or equivalent to IDR 615,418,524.
Interaksi Masyarakat Desa Penyangga Kawasan Suaka Margasatwa Kateri (Studi Kasus Desa Kateri, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka) Lewai, Giuseppina Antonio Gratia Fernandez; Purrnama, Maria; Sinaga, Pamona Silvia; Rammang, Nixon
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30816

Abstract

Interaksi masyarakat dengan hutan dan lingkungan di kawasan dan desa penyangga Suaka margasatwa Kateri berhubungan dengan sumber daya alam di kawasan konservasi yang mencakup aspek-aspek seperti penggunaan sumber daya alam, dampak lingkungan, serta peran budaya dan sosial masyarakat dalam keberlanjutan lingkungan di wilayah Suaka Margasatwa Kateri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses interaksi yang terjadi antara masyarakat desa penyangga dengan kawasan suaka margasatwa Kateri serta mengetahui pula faktor dan dampak yang terjadi di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode purpose sampling, observasi, wawancara serta kuesioner yang diberikan kepada 94 responden dengan analisis Deskriptif kulitatif. Hasil Proses interaksi antara masyarakat dan kawasan suaka margasatwa menunjukkan bahwa hubungan timbal balik antara keduanya sangat kompleks dan beragam. Masyarakat Desa Kateri memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan kawasan konservasi. Pengelolaan kawasan suaka margasatwa juga melibatkan masyarakat dalam kegiatan penyelamatan dan pelestarian kawasan. Faktor yang mempengaruhi interaksi masyarakat Desa Kateri dengan kawasan Suaka Margasatwa yaitu tingkat pendidikan, kepentingan mata pencaharian, tingkat kesadaran massyarakat dan aspek sosial, ekonomi, dan budaya yang saling terkait. Interaksi antara masyarakat Desa Penyangga Kateri dengan Kawasan Suaka Margasatwa Kateri memiliki dampak positif dan negatif dalam konteks pelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem.