Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG DIABETES MELLITUS GESTASIONAL (DMG) DI POSYANDU POKAT PANYANGGAR KOTA PADANGSIDIMPUAN Nasution, Nur Arfah; Mutia, Fatma; Ritonga, Sukhri Herianto; Almadany, ulfah Hidayah; Batubara, Nur Halimah; Siregar, Yuli Arisyah; Harahap, Nur Hamima
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 3 (2025): Vol. 7 No 3 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i3.2222

Abstract

Diabetes Mellitus Gestasional merupakan suatu gangguan toleransi glukosa yang pertama kali ditemukan pada saat kehamilan, keadaan ini terjadi pada seorang wanita yang belum pernah didiagnosis diabetes kemudian menunjukkan kadar glukosa yang tinggi selama kehamilan. Berdasarkan riset International Diabetes Federation, 90% kasus diabetes pada wanita hamil merupakan kasus diabetes gestasional. Pada ibu yang mengalami Diabetes mellitus Gestasional (DMG) akan timbul beberapa masalah kesehatan yaitu masalah yang terjadi saat periode kehamilan dan persalinan yaang berdampak pada peningkatan risiko preeklamsia dan eklamsia Pemberian penyuluhan kesehatan tentang penyakit diabetes mellitus gestasional (DMG) diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pada ibu hamil sejak masuk usia kehamilan awal tentang bahaya diabetes mellitus gestasional dan dapat segera memeriksakan ketika mengalami tanda dan gejala diabetes mellitus gestasional. Bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan adalah Penyuluhan Kesehatan untuk menjelaskan secara mendalam tentang diabetes mellitus gestasional, termasuk penyebab, gejala, diagnosis, pengobatan, dan dampaknya pada kehidupan sehari-hari. Penyuluhan dilakukan kepada pada ibu hamil di Posyandu Pokat Panyanggar Kota Padangsidimpuan Sebanyak 25 ibu hamil menjadi peserta penyuluhan kesehatan. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Dengan Adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dapat disimpulkan bahwa penyuluhan kesehatan tentang diabetes mellitus gestasional (DMG) ini terbukti dapat meningkatkan pengetahuan peserta penyuluhan tentang diabetes mellitus gestasional (DMG).
PEMILIHAN SAMPAH PADA SISWA DI SD MUHAMMADIYAH 3 KOTA PADANGSIDIMPUAN Nasution, Nurul Hidayah; Siregar, Yuli Arisyah; Jufri, Soleman; Harahap, Dewani; Habibah, Nursalmah; Batubara, Adli Zil Ikrom; Mapilinda, Via Nesa; Harahap, Rosmawarni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 3 (2025): Vol. 7 No 3 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i3.2237

Abstract

Schools are one of the sources of waste, both organic and inorganic. As a place where many people gather, schools can produce large amounts of waste, in addition to markets, households, industries, and offices. This community service aims to improve students' skills in sorting waste at school as part of environmental conservation efforts. This community service aims to improve students' skills in sorting waste at school as part of environmental conservation efforts. This activity uses a participatory model that involves school components such as teachers and elementary school students. The activity is carried out with elementary school students as the main target. There were 30 participants. This community service was carried out at SD Muhammadiyah 3 Kota Padangsidimpuan. This type of community service was health promotion by providing information on waste sorting. The methods used in this activity were lectures using PowerPoint and banners. The community service techniques used in this activity were health promotion, discussion, and question and answer sessions. The final result of this community service activity was that most students were able to understand the material presented on waste sorting. The community appeared to be orderly and followed the instructions given by the team during this activity. All participants stated that this community service activity was very useful because it increased students' knowledge on waste sorting. This community service activity was successfully implemented.
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN SISWA DALAM PEMILIHAN SAMPAH DI SD MUHAMMADIYAH 3 KOTA PADANGSIDIMPUAN Nasution, Nurul Hidayah; Siregar, Yuli Arisyah; Jufri, Soleman; Harahap, Dewani; Habibah, Nursalmah; Batubara, Adli Zil Ikrom; Mapilinda, Via Nesa; Harahap, Rosmawarni
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2225

Abstract

One of the developing countries that produces the most waste is Indonesia. The waste problem in Indonesia is now a serious threat if not handled properly. Waste reduction efforts aim to ensure that all elements of society, including the government, the business sector, and the general public, can implement waste reduction measures. Elementary schools are the most important educational institutions for teaching students how to behave appropriately in accordance with the norms of the environment in which they live. The purpose of this study was to determine the knowledge, attitudes, and actions of students in waste sorting at SD Muhammadiyah 3 Kota Padangsidimpuan. This was a quantitative study with a descriptive design. The population and sample consisted of 30 fifth-grade elementary school students. The sampling technique used was total sampling. The research instrument was a questionnaire. The questionnaire consisted of four parts, namely respondent identity, knowledge questionnaire, attitudes, and actions in waste sorting. Data processing was carried out through editing, coding, and entry. Data analysis used univariate analysis. The results of this study showed that the majority of elementary school students had sufficient knowledge, namely 18 students (60%). The attitudes of elementary school students were positive, namely 26 students (86.7%). The actions of elementary school students were to sort waste, with 25 students (83.3%) doing so. It is recommended that schools improve their environmental education programs to be more interactive, such as through hands-on waste sorting practices, school waste banks, and classroom cleanliness competitions so that students become accustomed to sorting waste.
Intervensi Sekolah Berbasis Teori untuk Mencegah Perilaku Seksual Berisiko pada Remaja: Scoping Review harahap, yanna wari; Nurlaila, Nurlaila; Ramadhini, Delfi; Nasution, Nurul Hidayah; Hasibuan, Ahmad Safii; Ahmad, Haslinah; Harahap, Suryati; Sahriani, Henny; Harahap, Dewani; Jufri, Soleman; Arbaiya, Ita; Yuli Arisyah Siregar
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2877

Abstract

Perilaku seksual berisiko pada remaja tetap menjadi permasalahan kesehatan masyarakat global yang signifikan, berkontribusi besar terhadap angka kejadian human immunodeficiency virus (HIV), infeksi menular seksual (IMS), dan kehamilan remaja yang tidak direncanakan. Intervensi berbasis sekolah telah banyak diterapkan untuk menangani permasalahan ini; namun efektivitasnya sangat bergantung pada kerangka teori yang mendasari rancangan intervensi tersebut. Scoping review ini bertujuan untuk memetakan dan menyintesis intervensi sekolah berbasis teori dalam mencegah perilaku seksual berisiko pada remaja. Review ini mengikuti panduan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Scoping Reviews (PRISMA-ScR). Pencarian literatur yang komprehensif dilakukan di berbagai basis data utama, dan 40 studi memenuhi kriteria inklusi. Data diekstraksi dan dianalisis untuk mengidentifikasi karakteristik intervensi, kerangka teori, dan domain luaran. Temuan menunjukkan bahwa Theory of Planned Behaviour (TPB), Social Cognitive Theory (SCT), dan Health Belief Model (HBM) merupakan kerangka yang paling umum digunakan. Intervensi berbasis TPB efektif dalam meningkatkan niat perilaku; SCT menunjukkan efek lebih kuat terhadap perubahan perilaku aktual melalui efikasi diri dan pengembangan keterampilan; HBM terutama meningkatkan pengetahuan dan persepsi risiko. Studi-studi terbaru yang menggunakan Behaviour Change Wheel (BCW) menunjukkan luaran yang paling komprehensif dan konsisten di seluruh domain pengetahuan, sikap, niat, dan perilaku, terutama ketika diintegrasikan dengan strategi digital dan berbasis teman sebaya. Intervensi sekolah berbasis teori sangat penting dalam menangani perilaku seksual berisiko remaja; namun pendekatan terpadu dan multi-teori menawarkan potensi lebih besar untuk mencapai perubahan perilaku yang berkelanjutan dan bermakna. Penelitian mendatang sebaiknya berfokus pada efektivitas jangka panjang, pengukuran luaran yang terstandarisasi, serta integrasi strategi intervensi multi-level dan berbasis teknologi.