Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Hubungan Kuantitatif Struktur Dan Aktivitas Senyawa Turunan Triazolopiperazin Amida Menggunakan Metode Semiempirik AM1 Anjar Purba Asmara; Mudasir Mudasir; Dwi Siswanta
Elkawnie: Journal of Islamic Science and Technology Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v1i2.525

Abstract

QSAR studies had done on derivatives of triazolopiperazine amide as inhibitors DPP IV enzyme that causes diabetes mellitus type 2. The studies had began by modeling the structures of the derivatives of triazolopiperazine amide and calcutating the descriptors of QSAR by semiempirical AM1 method which available on HyperchemÒprogram. QSAR analysis had done by multilinear regression method analysis which is available on SPSSÒprogram using electronic and molecular parameters. The best QSAR equation model for method of semiempirical AM1:-log IC50 =  152.252 + (18,.295*qC1) + (2.343*qC5) + (2263.448*qC9) +  (1662.252*qC10) – (350.806*qC15) + (639.687*qO25)+ (6.515*EH)n = 18; r2 = 0.712; adjusted r2 = 0.510; Fhit/Ftab = 1.124; PRESS = 0.006 The main side of the compound can be determined through the equation. It can be used to study in preventing the disease of DM2 by inhibiting of enzyme DPP IV.
Penentuan Metode Komputasi Untuk Analisis Hubungan Kuantitatif Struktur dan Aktivitas Senyawa Turunan Triazolopiperazin Amida Anjar Purba Asmara; Mudasir Mudasir; Dwi Siswanta
Elkawnie: Journal of Islamic Science and Technology Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v1i1.515

Abstract

Penentun metode komputasi untuk analisis hubungan kuantitatif struktur dan aktivitas (HKSA) telah dilakukan pada senyawa turunan triazolopiperazin amida sebagai inhibitor enzim DPP IV yang merupakan penyebab diabetes melitus tipe 2 (DM2). Metode komputasi yang digunakan untuk analisis ini adalah metode semiempirik. Analisis dilakukan dengan pemodelan struktur senyawa turunan triazolopiperazin amida dan perhitungan deskriptor HKSA dilakukan menggunakan program Hyperchem. Parameter yang digunakan adalah pergeseran kimia 13C NMR, panjang ikatan antaratom, sudut ikatan antaratom, dan muatan atom bersih. Hasil perhitungan parameter tersebut dibandingkan dengan data empiris dan hasil perhitungan metode ab initio. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa metode semiempirik yang sesuai untuk analisis HKSA senyawa turunan triazolopiperazin amida adalah AM1 dan PM3.
EKSTRAKSI, PEMURNIAN DAN KARAKTERISASI ASAM HUMAT DARI TANAH GAMBUT SAMARINDA Soerja Koesnarpadi; Sri Juari Santosa; Dwi Siswanta; Bambang Rusdiarso
PROSIDING SEMINAR KIMIA 2021: SEMINAR NASIONAL KIMIA 2021
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan ekstraksi, pemurnian dan karakterisasi asam humat (AH) dari tanah gambut di daerah Sambutan, Samarinda Kalimantan Timur. Ekstraksi AH dari tanah gambut dilakukan menggunakan larutan basa NaOH 0,1 M sedangkan pemurnian digunakan larutan HCl 0,1 M/HF 0,3 M hingga diperoleh kadar abu dibawah 1%. Karakterisasi padatan AH hasil pemurnian dianalisis gugus fungsional menggunakan FT-IR, analisis kadar keasaman total, kandungan gugus –COOH dan –OH, analisis kandungan humifikasi menggunakan spektrofotometer UV-Vis, struktur kristal menggunakan XRD, morfologi permukaaan dan komposisi unsur menggunakan SEM-EDX serta luas permukaan dan volume pori menggunakan analisis GSA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar abu AH setelah pemurnian sebesar 0,8%, Spektra FT-IR AH setelah pemurnian terlihat serapan pada bilangan gelombang khas untuk AH hampir sama dengan AH ekstrak kasar namun ada perbedaan peningkatan intensitas gugus O-H pada 3425 cm-1, serapan –C=C- aromatik dan vibrasi –C=O asimetri dari COO pada 1629 cm-1 serta hilangnya pengotor silikat Si-O dan vibrasi ulur C-O dari senyawa polisakarida pada 1033 cm-1 . Kandungan keasaman total, gugus karboksilat dan gugus hidroksil pada AH murni berturut-turut 685, 334 dan 351 cmol kg-1. Analisis UV –Vis diperoleh rasio E465/E665 sebesar 4,6. Difraktogram AH murni berbentuk amorf dengan tidak adanya nilai intensitas tertentu pada 2θ di rentang 0°–70°. Morfologi permukaan AH berbentuk koloid halus dan rigid yang merata pada permukaannya dengan komposisi unsur yang dominan adalah C dan O. Luas permukaan dan volume pori AH murni sebesar 4,650 m2 g-1 dan 0,004 mL g-1. Hal ini menunjukkan bahwa AH dari tanah gambut Samarinda berhasil diekstrak dan dimurnikan serta sesuai dengan sifat karakteristiknya. Kata kunci: Ekstraksi, Pemurnian, Karakterisasi, asam humat (AH), tanah gambut.
Karakteristik C–4–etoksi–3–metoksifenilkaliks[4]resorsinarena trifenilfosfonium klorida dalam mengadsorpsi anion Cr2O72– Rika Wulandari; Dwi Siswanta; Jumina Jumina
Jurnal Litbang Industri Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24960/jli.v11i1.6669.67-72

Abstract

Anion logam berat Cr2O72– bersifat lebih toksik dibandingkan bentuk kationnya (Cr3+) yang dalam konsentrasi kecil dapat menyebabkan kanker bagi manusia. Salah satu cara yang  paling sederhana dalam menyerap zat pencemar yaitu melalui adsorpsi.  Senyawa C–4–etoksi–3–metoksifenilkaliks[4]resorsinarena trifenilfosfonium klorida (CKR) telah digunakan sebagai adsorben Cr2O72–.  Dalam penelitian ini dilakukan karakterisasi adsorben CKR lebih lanjut dan interaksinya terhadap Cr2O72–. Metode penelitian yang dilakukan adalah (1) karakterisasi adsorben CKR meliputi titik lebur dan sifat kelarutannya; dan (2) studi spektroskopi CKR dan kompleks CKR–Cr2O72– serta desorpsi. Hasil penelitian menunjukkan CKR memiliki titik lebur 259,7°C dan mampu larut dalam aseton, etanol, metanol, dimetilformamida, dan dimetilsulfoksida serta terdistribusi di dalam air dengan baik. CKR berukuran pori 35,50  (mesopori) memiliki luas permukaan spesifik (SBET) sebesar 5,749 m2/g dan total volume pori 10,21×10–3 cc/g. Interaksi antara situs aktif gugus fosfonium kuarterner dengan Cr2O72– dalam kompleks CKR–Cr2O72–melalui pergantian unsur Cl pada CKR oleh Cr2O72–dengan prosentase massa sekitar 0,07%.  Regenerasi adsorben CKR melalui desorpsi tunggal belum dapat membebaskan semua Cr2O72– yang telah terikat. Kemisorpsi CKR–Cr2O72– meliputi 13,16% pertukaran ion dan selebihnya diduga merupakan proses kelasi dengan interaksi logam–adsorben yang lebih kuat.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI MEMBRAN KOMPLEKS POLIELEKTROLIT (PEC) KITOSAN-PEKTIN Ni Putu Sri Ayuni; Dwi Siswanta; Adhitasari Suratman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membran PEC kitosan-pektin telah berhasil disintesis. Membran PEC kitosan-pektin dapat di sintesis melalui pencampuran pektin yang dilarutkan dalam air kemudian ditambahkan dengan kitosan dan asam asetat (CH3COOH) 0,4 M. Larutan membran kitosan-pektin diuapkan pada suhu 70 C selama 6 jam kemudian dilepas menggunakan NaOH 1 M. Membran PEC kitosan-pektin dibuat dengan konsentrasi 0,5 %. Variasi membran yang disintesis dengan perbandingan kitosan-pektin (70:30), (80:20), (90:10). Membran PEC kitosan-pektin yang dihasilkan di uji serapan air dan di karakterisasi dengan spektrofotometer inframerah (IR), tarik-regangan, dan Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil spektra IR telah membuktikan terbentuknya membran PEC kitosan-pektin dengan adanya interaksi gugus amina pada kitosan dan karboksil pada pektin bilangan gelombang 1604,77 nm-1. Hasil uji serapan air, tarikan dan regangan untuk membran PEC kitosan-pektin perbandingan 70:30 (255 %; 29 N/mm2; 20 %), 80:20 (182 %, 17 N/mm2, 28 %), 90:10 (142, 24, 10 %). Berdasarkan penelitian ini membran PEC kitosan-pektin dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk pengolahan limbah cair maupun dalam bidang kesehatan.Kata-kata kunci: kitosan, pektin, membran polielektrolitAbstract: Chitosan-pectin PEC membranes had been synthesized. Chitosan-pectin PEC membrane can be synthesized by mixing pectin is dissolved in water and then added to the chitosan and acetic acid (CH3COOH) 0.4 M. Solution of chitosan-pectin membrane is evaporated at a temperature of 70 °C for 6 hours and then removed using 1 M NaOH . Chitosan-pectin PEC membranes prepared with a concentration of 0.5%. Variations membranes synthesized with chitosan-pectin ratio (70:30), (80:20), (90:10). Chitosan-pectin PEC membrane resulting in water uptake test and characterization by infrared spectrophotometer (IR), tensile-strain, and Scanning Electron Microscopy (SEM). IR spectra results have proved the formation of chitosan-pectin PEC membrane with the amine group on the interaction of chitosan and pectin carboxyl at 1604.77 nm-1. The test results of water absorption, traction and strain for chitosan-pectin PEC membranes 70:30 ratio (255%; 29 N / mm 2; 20%), 80:20 (182%, 17 N / mm 2, 28%), 90:10 (142, 24, 10%). Based on this study of chitosan-pectin PEC membrane can be used as an alternative for wastewater treatment and in health.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI MEMBRAN KOMPLEKS POLIELEKTROLIT (PEC) KITOSAN-PEKTIN Ni Putu Sri Ayuni; Dwi Siswanta; Adhitasari Suratman
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 1 (2014): APRIL 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.608 KB) | DOI: 10.23887/wms.v8i1.11855

Abstract

Membran PEC kitosan-pektin telah berhasil disintesis. Membran PEC kitosan-pektin dapat di sintesis melalui pencampuran pektin yang dilarutkan dalam air kemudian ditambahkan dengan kitosan dan asam asetat (CH3COOH) 0,4 M. Larutan membran kitosan-pektin diuapkan pada suhu 70 °C selama 6 jam kemudian dilepas menggunakan NaOH 1 M. Membran PEC kitosan-pektin dibuat dengan konsentrasi 0,5 %. Variasi membran yang disintesis dengan perbandingan kitosan-pektin (70:30), (80:20), (90:10). Membran PEC kitosan-pektin yang dihasilkan di uji serapan air dan di karakterisasi dengan spektrofotometer inframerah (IR), tarik-regangan, dan Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil spektra IR telah membuktikan terbentuknya  membran PEC kitosan-pektin dengan adanya interaksi gugus amina pada kitosan dan karboksil pada pektin bilangan gelombang 1604,77 nm-1. Hasil uji serapan air, tarikan dan regangan untuk membran PEC kitosan-pektin perbandingan 70:30 (255 %; 29 N/mm2; 20 %), 80:20 (182 %, 17 N/mm2, 28 %), 90:10 (142, 24, 10 %). Berdasarkan penelitian ini membran PEC kitosan-pektin dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk pengolahan limbah cair maupun dalam bidang kesehatan
KAJIAN TRANSPOR KREATININ MENGGUNAKAN MEMBRAN KOMPLEKS POLIELEKTROLIT (PEC) KITOSAN-PEKTIN Ni Putu Sri Ayuni; Dwi Siswanta; Adhitasari Suratman
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2014): OKTOBER 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.793 KB) | DOI: 10.23887/wms.v8i2.12639

Abstract

Penelitian tentang studi transpor kreatinin dengan menggunakan membran PEC kitosan-pektin telah dilakukan. Membran disintesis dengan variasi komposisi kitosan dan pektin (70:30), (80:20), (90:10), kemudian digunakan untuk transpor kreatinin dengan konsentrasi 70, 100, dan 130 ppm. Membran PEC kitosan-pektin juga digunakan untuk transpor kompetisi kreatinin, urea dan vitamin B12. Kreatinin dan campuran 3 kompetisi (kreatinin, urea, dan vitamin B12) yang dilewatkan pada membran kemudian dianalisis jumlah kreatinin yang terdifusi dan nilai fluks pada membran kitosan pektin
Polyelectrolyte Complex (PEC) of the Alginate-Chitosan Membrane for Immobilizing Urease Dhony Hermanto; Mudasir Mudasir; Dwi Siswanta; Bambang Kuswandi; Nurul Ismillayli
Journal of Mathematical and Fundamental Sciences Vol. 51 No. 3 (2019)
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM) ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/j.math.fund.sci.2019.51.3.8

Abstract

PEC of the alginate-chitosan membrane as supporting material for immobilizing urease was produced. This study aimed to develop a supporting material for enzyme immobilization that has high stability, a fast response time and an easy and relatively inexpensive preparation procedure. An alginate-chitosan PEC membrane was produced by reacting alginate hydrosol and chitosan (1:1 in mass) at pH 5.28, followed by mixing and drying at room temperature. The FTIR spectra, XRD patterns and SEM assay confirmed that alginate-chitosan PEC was obtained. The color change of the BTB indicator proved that urease was trapped in the cavities of the alginate-chitosan PEC membrane while the immobilized urease still showed catalytic activity. Thus, the membrane of alginate-chitosan PEC has good characteristics as a matrix for urease immobilization.
POLIEUGENOL SEBAGAI SENYAWA PEMBAWA UNTUK TRANSPOR FENOL MENGGUNAKAN METODE POLYMER INCLUSION MEMBRANE (PIM) Agung Abadi Kiswandono; Dwi Siswanta; Eni Kartika Sari
JURNAL SAINS NATURAL Vol. 3 No. 1 (2013): Sains Natural
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1328.177 KB) | DOI: 10.31938/jsn.v3i1.50

Abstract

Polieugenol
PENERAPAN FREUNDLICH MODEL PADA ADSORPSI-REDUKTIF ISOTHERM AUCL4¯ DENGAN ASAM Nurul Ismillayli; Sri Juari Santosa; Dwi Siswanta
Jurnal Pijar Mipa Vol. 10 No. 2 (2015): September
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.397 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v10i2.24

Abstract

Abstrak: Telah dilakukan adsorpsi reduktif isotherm AuCl4¯ dengan menggunakan asam humat hasil isolasi tanah gambut Rawa Pening, Ambarawa. Isolasi dilakukan melalui perendaman alam 0,1 M NaOH dan dilanjutkan dengan pemurnian menggunakan 0,1 M HCl/0,3 M HF. Asam humat hasil isolasi dikarakterisasi menggunakan spektroskopi inframerah, ditentukan kadar abunya dan diaplikasikan untuk adsorpsi reduksi isotherm larutan AuCl4¯. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa asam humat hasil isolasi memiliki gugus –COOH, -OH fenolik, hidrokarbon alifatik dan aromatis dengan kadar abu sebesar 1,13%. Data adsorpsi AuCl4¯  dengan menggunakan asam humat lebih menunjukkan kecocokan dengan persamaan Freundlich di banding Langmuir, dengan harga R=0,92, n=1,7184 dan log KF= 4,1707. Reduksi Au(III) menjadi Au(0) oleh asam humat dikonfirmasi dengan munculnya puncak tajam baru dengan nilai 2θ =38, 44, 64 dan 77° yang merupakan puncak karakteristik dari partikel emas. Kata kunci: adsorpsi reduktif isotherm, AuCl4¯, asam humat, Freundlich.                                                                                   Abstract: Isotherm adsorption reductive of AuCl4¯ by using isolated humic acid of Rawa Pening peat soil, Ambarawa had been conducted. Isolation was done by soaking peat soil in 0.1 M NaOH and following by purification in 0.1M HCl/0.3 HF. The isolated humic acid was characterized using infrared spectroscopy, determined its ash contain and aplicated for isotherm adsorption reductive of AuCl4¯. FTIR spectra indicated that isolated humic acid consist of COOH group, phenolic –OH, aliphatic hydrocarbon and aromatic ring, its ash content was 1.13%. Asorption data of AuCl4¯  showed more suitable for Freundlich model than Langmuir model, with R=0,92, n=1,7184 and log KF= 4,1707. Reduction of Au(III) to Au(0) was confirmed by appearance of sharp peak at 2θ = 38, 44, 64 dan 77° as characteristic peak of gold particles.Keywords: Isotherm adsorption reductive, AuCl4¯ , humic acid, Freundlich.
Co-Authors ., Jumina Abdul Karim Zulkarnain Abner Tonu Lema Adhitasari Suratman Adhitasari Suratman Adhitasari Suratman Adhitasari Suratman Agnes Dyah Novitasari Lestari Agung Abadi Kiswandono Ahmad Nasir Pulungan Akhmad Damsyik Aloisius M. Kopon Aloisius Masan Kopon Anjar Purba Asmara Anselmus Boy Baunsele Ardina, Vebria Bambang Kuswandi Bambang Kuswandi Bambang Rusdiarso Bambang Rusdiarso Bastiana, Adinda Putri Defia Indah Permatasari Desi Suci Handayani Dhony Hermanto Eko Sugiharto Eko Sugiharto Eni Kartika Sari Erly Grizca Boelan Faderina Komisia Febi Indah Fajarwati Febriasari, Arifina Febriasari, Arifina Fidelis Nitti Fitriana, Dina Fitrilia Silvianti Girsang, Ermi Herdiansyah Herdiansyah Herdiansyah Herdiansyah Hidetaka Kawakita Hildegardis Missa JAYA, NUR Johnson N Naat Jumina Jumina Jumina Jumina Jumina Jumina Juniva Laila Sihombing, Juniva Laila Karelius Karelius Keisuke Ohto Kopon, Aloisius Masan Leba, Maria A. U. Maria A. U. Leba Maria Aloisia Uron Leba Maria Benedikta Tukan Melvi Muharmi Merpiseldin Nitsae Mudasir Mudasir Mudasir Mudasir Mudasir Mudasir Mudasir Mudasir Muhammad Cholid Djunaidi Mustofa Mustofa Neolaka, Yantus A B Ni Putu Sri Ayuni Nindita Clourisa Amaris Susanto Nugraha, Gerry Nurillahi Febria Leswana Nurul Hidayat Aprilita Nurul Ismillayli Pratama J. Wibawa Rahayu Rahayu Rahayu Rahayu Rahmat Basuki Rahmat Basuki Retno Ariadi Lusiana Rika Wulandari Rika Wulandari Rizal B., Muh Romelos Untailawan Sehol, Muhamad Setyawan, Teguh Soerja Koesnarpadi Sri Juari Santosa Sri Juari Santosa Sri Juari Santosa Suherman, Suherman Suyanta Suyanta Taek, Maximus M. Takashi Hayashita Tanjung, Revi Maylina Triana Kusumaningsih Tukan, Gerardus D. Uripto Trisno Santoso Widya Krestina, Luqman Hakim, Dyah Ayu Pramoda Wardani, Yaqin, Ahmad Akhib Ainul