Claim Missing Document
Check
Articles

Penekanan Klorosis dengan Pseudomonas fluorescens dan Belerang untuk Peningkatan Hasil Kacang Tanah di Tanah Alkalin Herdina Pratiwi1*; Nurul Aini2; Roedy Soelistyono2
Buletin Palawija Vol 14, No 1 (2016): Buletin Palawija Vol 14 No 1, 2016
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.856 KB) | DOI: 10.21082/bulpa.v14n1.2016.p9-17

Abstract

Klorosis pada tanaman kacang tanah di tanah alkalin dapat menurunkan hasil hingga 60%, karena tanaman mengalami kahat Fe dan S. Penekanan klorosis tersebut di antaranya dapat dilakukan dengan aplikasi belerang dan pupuk hayati berbahan baku Pseudomonasfluorescens. Penelitian bertujuan untuk menentukan keefektifan belerang dan P. fluorescens dalam menekan klorosis dan meningkatkan hasil kacang tanah di tanah alkalin. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi Malangpada bulan Januari–Mei 2015, menggunakan rancangan acak kelompok dengan dua faktor perlakuan, tiga ulangan. Faktor pertama adalah 3 konsentrasi P. fluorescens (cfu/mL), terdiri dari: 1) P0=0, 2) P1=107, 3) P2=109 cfu/mL. Faktor kedua adalah 4 dosispemberian serbuk belerang (g/kg tanah) terdiri dari: 1) S0=0, 2) S1=1, 3) S2=2, 4) S3=3. Penelitian menggunakan tanah Alfisol dari Lamongan Jawa Timur dengan pH 9,5. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi nyata antara pengaruh penggunaan P. fluorescens dengan belerang terhadap penekanan klorosis dan peningkatan hasil kacang tanah. P. fluorescens mampu meningkatkan kadar Fe tersedia dalam tanah hingga 35%tetapi tidak mampu menekan klorosis dan meningkatkan hasil kacang tanah. Pemberian belerang dapat meningkatkan kadar SO4 2– di tanah, menurunkan pH tanah, menekan klorosis dan meningkatkan hasil 81% pada dosis 3 g/kg tanah di tanah alkalin ber-pH 9,5. Penekanan klorosis, peningkatan hasil polong dan indeks panen kacang tanah berkorelasi positif dengan peningkatan kadar SO4 2– di tanah dan penurunan pH tanah.
APLlKASI KALSIUM KLORIDA DAN ETHEPHON DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS BUAH NANAS (Ananas comosus (L) Merr) Nungki Kusuma Astuti; Moch Dawam Maghfoer; Roedy Soelistyono
Jurnal Kimia Terapan Indonesia Vol 15, No 1 (2013)
Publisher : Research Center for Chemistry - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5521.557 KB) | DOI: 10.14203/jkti.v15i1.103

Abstract

The objective of research was to obtain the treatmenttime of CaCl2 applications, dosage of CaCl2 and ethephonapplications to improve the fruit quality of pineapple. Thisresearch used Split-Split Plot Design and each treatmentreplicated 3times. The main plot is time ofCaCl2 applicationsthat consists of three levels, those are 90 day after flowering(daf), 120 daf and twice of CaCl2 applications at 90 and 120daf The sub plot is dosage of CaCl2 that consists of threelevels, those are 50 kg ha', 75 kg ha' and 100 kg ha', The subsub plot is dosage of ethephon that consists of two levels,those areO L ha' and 2,5 L ha', The results showed that thecombined treatment ofCaCl2 application on 90 daf, dosage ofCaCl250 kg ha' and dosage of ethephon 2.5 L ha' producedistribution external fruit maturity level of 25% and 50%higher than the other treatments. Combined treatment twiceof CaCl2 application on 90 and 120 daf with dosage of CaCl2100 kg ha' produces calcium content higher than the othertreatment and produce fruit texture, percentage of fruitdiseases and percentage of fruit bruised lower than othertreatments. Ethephon application had noeffect on calciumcontent but decreasing fruit texture, percentage of fruitdiseases and improved percentage offruit bruised. CaCl2 andethephonapplications didnot affect the total soluble solid,total acidity and vitamin C. .Keywords: CaCl2, ethephon, pineapple, fruit quality.
The Effect of Planting Time and Plant Density on Radiation Use Efficiency (RUE) on Lowland Rice (Oryza sativa L.) Cv. Inpari 30 Diyoprakuso, First; Suryanto, Agus; Soelistyono, Roedy
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 6 No 2 (2022): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University - Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v6i2.3118

Abstract

The right planting time and plant density in rice cultivation in the rainy season affect the generative phase, where absorption of solar radiation intensity more efficiently increases productivity. This study aims to improve the absorption of energy efficiency of solar conversion with differences in planting time and planting density. The experiment was carried out from January to June 2019 in the experimental garden of Brawijaya University, Malang City, East Java. The research design used is a nested design with three replication. The main factor is planting time which consists of 3 levels, namely: January (B1); February (B2); March (B3). The nested factor is plant density which consists of 3 levels, namely: 111.111 plant ha-1 (T1); 166.667 plant ha-1 (T2); 226,667 plant ha-1 (T3). Data analysis used variance (ANOVA). If the results are significantly different, then the honest significant difference test (HSD) is continued at the 5% level. The results showed the differences in total leaf area index, plant dry weight, panicle weight every clump, grain weight every clump, grain weight every harvest plot, yield per hectare, and radiation use efficiency (RUE). The planting time in March has a higher RUE value than the planting time in January or February. The yield per hectare shows the planting time in March is higher than the planting time in January or February planting time. Plant density of 30x30 cm shows yields per hectare higher than planting density of 30x20 cm and planting density of 40x20x12.5 cm. 
GROWTH AND YIELD OF EGGPLANT (Solanum melongena L.) ON VARIOUS COMBINATIONS OF N-SOURCE AND NUMBER OF MAIN BRANCH Maghfoer, Mochmammad Dawam; Soelistyono, Roedy; Herlina, Ninuk
AGRIVITA Journal of Agricultural Science Vol 36, No 3 (2014)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v36i3.428

Abstract

This research was conducted to increase production of eggplants through combination of N-source and number of main branch has done onthe field of andosol in Poncokusumo - Malang, 600 m asl, pH 5.4, from August to December 2013. The experiment used a Randomized Complete Block Design with 2 factors and 3 replications. Factor 1 was proportion of inorganic - organic N fertilizer (138 kg N ha-1): 100% Urea, 75% Urea + 25% goat manure, 50% Urea + 50% goat manure, and 25% Urea + 75% goat manure. Factor 2 was number of main branches: 1, 2 and 3 main branches. Results showed that there was no interaction effect between treatment combinations of organic-inorganic sources of N and the number of main branches to all observed variables. Treatment using the combination of 75% Urea + 25% goat manure increased the plant growth and gave the highest fruit yield (49.20 t ha-1) in comparison with combination using other fertilizers and 100% Urea. The lowest was derived from the application of 100% Urea, 35.61 t ha-1. Cultivation of eggplant with 3 main branches has resulted better growth and fruit yield than 1 and 2 main branches, 50.85, 47.91 and 30.79 t ha-1, respectively.Keywords: eggplant, goat manure, main branch, urea
KAJIAN INTERSEPSI CAHAYA MATAHARI PADA KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) DIANTARA TANAMAN MELINJO MENGGUNAKAN JARAK TANAM BERBEDA Suryadi, Suryadi; Setyobudi, Lilik; Soelistyono, Roedy
Produksi Tanaman Vol. 1 No. 4 (2013)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanaman kacang tanah dibawah naungan pohon merupakan alternatif penin-gkatan intensifikasi lahan perkebunan untuk meningkatkan pendapatan. Untuk menduk-ung upaya tersebut maka dibutuhkan pe-ngaturan jarak tanam yang tepat sehingga dapat sesuai dengan keseimbangan cahaya yang diterima. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan lahan ter-naungi serta memperoleh penggunaan jarak tanam yang sesui untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.). Penelitian dilaksanakan per-kebunan PT. Karya Sami’in, Pacet, Mojo-kerto, pada bulan Juli hingga September 2012. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT) diulang 4 kali. Petak utama adalah : Lokasi penanam-an (N) terdiri dari 2 macam yaitu : (N0) lahan terbuka dan (N1) lahan diantara tanaman melinjo. Anak petak menggunakan jarak tanam (J) terdiri dari 3 macam yaitu : (J1) jarak tanam 40 cm x 10 cm, (J2) jarak tanam 40 cm x 15 cm dan (J3) jarak tanam 40 cm x 20 cm. Perlakuan lahan penanaman dan jarak tanam menunjukkan hasil persentase intersepsi cahaya maksimum pada umur pengamatan 90 hst dengan penggunaan jarak tanam 40 cm x 10 cm pada lahan ter-buka maupun pada perlakuan lahan ter-naungi, sedangkan hasil panen bobot kering polong terbaik dicapai pada perlakuan lahan terbuka dengan menggunakan jarak tanam 40 cm x 20 cm. Kata kunci: Kacang tanah, Intersepsi cahaya, Jarak tanam
PENGARUH BERBAGAI MACAM BAHAN ORGANIK DAN PEMBERIAN AIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.) Darmawan, Andika Fajar; Herlina, Ninuk; Soelistyono, Roedy
Produksi Tanaman Vol. 1 No. 5 (2013)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sayuran merupakan komoditas penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan memiliki keragaman yang luas dan berperan sebagai sumber karbohidrat, protein nabati, vitamin dan mineral yang bernilai ekonomi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara macam bahan organik dan pemberian air terhadap pertumbuhan dan hasil sawi serta mengetahui hasil terbaik dari perlakuan bahan organik dan pemberian air terhadap pertumbuhan dan hasil sawi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari macam bahan organik (B) dan pemberian air (A) dengan tiga (3) kali ulangan. Adapun macam faktor yang diteliti : Pemberian Air (A) yang terdiri dari dua taraf yaitu : A1 = 100 % Pemberian air. A2 = 50 % Pemberian air. Macam bahan organik (B) yang terdiri dari empat taraf yaitu : B0 = Kontrol (tanpa bahan organik) B1 = Bahan organik kompos jerami 20 ton ha-1 B2 = Bahan organic bokashi 20 ton ha-1 B3 = Bahan organik kotoran ayam 20 ton ha-1. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi perlakuan bahan organik kotoran ayam 20 ton ha-1 dan pemberian air 100 % kapasitas lapang memberikan hasil terbaik pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah tanaman, bobot kering tanaman, bobot segar total tanaman dan bobot segar total konsumsi. Kata kunci: Sawi, Bahan organik, Kapasitas lapang, Kotoran ayam
PENGARUH KOMBINASI KOMPOS KOTORAN SAPI DAN PAITAN (Tithonia diversifolia L.)TERHADAP PRODUKSI TANAMAN CABAI KERITING (Capsicum annum L.) Al Ghifari, Mochammad Fachrurrozi; Tyasmoro, Setyono Yudo; Soelistyono, Roedy
Produksi Tanaman Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini masyarakat sudah banyak yang mulai menyadari untuk hidup lebih sehat dan kembali ke alam atau “back to nature”. Peluang dalam produksi pertanian organik, khususnya cabai keriting masih terbuka lebar hal ini didukung dengan pertumbuhan pasar produk pertanian organik dunia yang terus meningkat 20% per tahun. Tanaman cabai keriting responsif terhadap penyerapan unsur hara makro seperti N, P dan K, selain itu pemenuhan kebutuhan tanaman cabai keriting juga dapat dipenuhi dengan alternatif penggunaan kompos kotoran sapi dan paitan (Tithonia diversifolia) sebagai bahan organik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kombinasi kompos kotoran sapi dan paitan sebagai pupuk organik dalam produksi cabai keriting, serta mengetahui residu hara pada petak lahan produksi cabai keriting. Penelitian ini dilaksanakan di Jl. Joyo Agung no 2 Tlogomas Kota Malang pada bulan September 2012 hingga Februari 2013. Penelitian ini menggunakan percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Parameter pengamatan meliputi pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga, bobot basah tanaman, bobot kering tanaman, laju pertumbuhan relatif tanaman, luas daun dan analisa kimia tanah. Kombinasi perlakuan yang dapat menjadi rekomendasi ke petani berdasarkan hasil  penelitian yaitu aplikasi kompos kotoran sapi 75% dan paitan 25% dapat menghasilkan produksi yang optimal. Kata kunci: Bahan Organik, Kompos Kotoran sapi, Paitan, Cabai Keriting
PENGARUH PEMBERIAN AIR DAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt L.) Wayah, Eriosthafilla; Sudiarso, Sudiarso; Soelistyono, Roedy
Produksi Tanaman Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi tanaman jagung manis di Indonesia tergolong masih rendah, ren-dahnya produksi jagung manis dikarena-kan sebagian besar lahan penanaman jagung berupa lahan kering. Masalah utama lahan kering adalah kebutuhan air sepenuhnya tergantung pada curah hujan dan kandungan bahan organik yang rendah. Penelitian bertujuan untuk me-ngetahui pengaruh pemberian air dan pupuk kandang sapi terhadap pertumbuh-an dan hasil jagung manis. Dilaksanakan di Desa Canggah, Kecamatan Sarirejo Kabupaten Lamongan pada bulan April -Juni 2013. Penelitian menggunakan Ran-cangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) terdiri dari 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama pemberian air terdiri 50% kapasitas lapang, 75% kapasitas lapang, 100% kapasitas lapang dan 125% kapasitas lapang. Faktor kedua adalah tanpa pupuk kandang sapi dan pemberian pupuk kandang sapi 49 t ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara pemberian air dan pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis. Pemberian air tidak berpengaruh terhadap semua komponen hasil sedangkan perlakuan pemberian pupuk kandang sapi 49 t ha-1 berpengaruh terhadap bobot segar tongkol berkelobot. Kata kunci: jagung manis, pemberian air, pupuk kandang sapi, pertumbuhan
PENGARUH JARAK TANAM DAN WAKTU PENGGENANGAN PADA METODE SRI (SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) Sauki, Achmad; Nugroho, Agung; Soelistyono, Roedy
Produksi Tanaman Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman padi (Oryza sativa L.) ialah tanaman penghasil beras yang digunakan sebagai bahan pangan utama hampir 90 % penduduk Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai jarak tanam dan waktu penggenangan pada metode SRI (system of rice intensification) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi (Oryza sativa L.) yang terbaik. Penelitian di laksanakan di kebun Praktikum Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai  bulan November 2012. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 8 kombinasi 8 perlakuan dan diulang 3 kali. Adapun kombinasi perlakuan adalah sebagai berikut : 1. J1A0 Jarak tanam 25 x 25 cm petak diairi secara terus menerus (metode konvensional). 2. J1A1 Jarak tanam 25 x 25 cm Penggenangan air saat umur 35 hss sampai panen. 3. J1A2 Jarak tanam 25 x 25 cm Penggenangan air saat umur 45 hss sampai panen. 4. J1A3 Jarak tanam 25 x 25 cm petak diari secara berselang (intermittent). 5. J2A0 Jarak tanam 35 x 35 cm petak diairi secara terus menerus (metode konvensional). 6. J2A1 Jarak tanam 35 x 35 cm Penggenangan air saat umur 35 hss sampai panen. 7. J2A2 Jarak tanam 35 x 35 cm Penggenangan air saat umur 45 hss sampai panen. 8. J2A3 Jarak tanam 35 x 35 cm petak diari secara berselang (intermittent). Kata kunci : tanaman padi, jarak tanam, penggenangan, SRI
KAJIAN POLA TANAM TUMPANGSARI PADI GOGO (Oryza sativa L.) DENGAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt L.) Dewi, Suci Surya; Soelistyono, Roedy; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budidaya padi gogo pada lahan kering merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi padi di Indonesia. Tumpangsari padi gogo dengan jagung manis diharapkan dapat meningkatkan produksi padi dan memaksimalkan penggunaan lahan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh tumpangsari tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt L.) varietas Sugar 75 pada pertumbuhan dan hasil tanaman padi gogo (Oryza sativa L.) varietas Situ Bagendit. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2013 sampai Juli 2013 di Kebun Percobaan Universitas Brawijaya di Desa Jatikerto Kabupaten Malan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan yaitu : padi gogo monokultur (25 cm x 25 cm), padi gogo +  jagung manis (50 cm x 30 cm), padi gogo +  jagung manis (50 cm x 40 cm), padi gogo +  jagung manis (50 cm x 50 cm), padi gogo +  jagung manis (50 cm x 60 cm) dan padi gogo +  jagung manis (50 cm x 70 cm). Evaluasi keberhasilan bentuk pola tanam dilakukan dengan menghitung Nisbah Kesetaraan Lahan (NKL). Pola tanam tumpangsari padi gogo dengan jagung manis tidak mempengaruhi hasil tanaman padi gogo akan tetapi berpengaruh terhadap besarnya cahaya yang diterima tanaman padi, tinggi tanaman, jumlah anakan, bobot 1000 butir dan komponen hasil jagung manis yaitu panjang tongkol, diameter tongkol dan bobot jagung manis. Perlakuan tumpangsari tanaman padi gogo dengan tanaman jagung manis (50 cm x 70 cm) cenderung memiliki hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan tumpangsari yang lain. Kata kunci : padi gogo, tumpangsari, jagung manis, jarak tanam
Co-Authors Achmad Sauki Adam, Khaidir Adam, Khaidir Afifuddin, Agustia Afifuddin, Agustia Agus Suryanto Agus Suryanto Aini Nurul Aini, Nurul Al Ghifari, Mochammad Fachrurrozi Almedi, Ariojati Almedi, Ariojati Andika Fajar Darmawan Anggorowati, Dian Anggorowati, Dian Annas Setya, Ahsanul Falah Annas Setya, Ahsanul Falah Aprilianawati, Widya Sam Aprilianawati, Widya Sam Ashari, Hasim Atmasari, Ayu Atmasari, Ayu Azizah, Nur Bambang Guritno Candra, Cindy Lodya Candra, Cindy Lodya Carina Hesti Ratri, Carina Hesti Darmawan, Andika Fajar Dewi, Suci Surya Didik Hariyono Diyoprakuso, First Dwi Yamika, Wiwin Sumiya Dwijanarko, Fajar Dwijanarko, Fajar Eka Mauludina Pramasani Eli Ando, Mikky Napda Eli Ando, Mikky Napda Eriosthafilla Wayah Fauzia Hidayati Halifah, Unik Nur Hasim Ashari Heddy, Y.B Suwasono Heddy, Y.B Suwasono Herdina Pratiwi1* Huda, Maulana Nuril Indarwati, Lisa Dwifani Indra Maulana, Indra Indrawan, Rahadyan Rizki Indrawan, Rahadyan Rizki Islam, Adinda Mentari Koesriharti Koesriharti Laeli Nur Fajri Laili, Nur Lilik Setyobudi Maghfoer, Mochamad Dawam Maghfour, Mochammad Dawam Maghfour, Mochammad Dawam Maulana Nuril Huda Maulana, Indra Moch Dawam Maghfoer Moch. Dawam Maghfoer Mochamad Dawam Maghfoer, Mochamad Dawam Mochammad Fachrurrozi Al Ghifari Mochmammad Dawam Maghfoer Mudji Santosa Mudji Santoso Muhammad Muslim, Muhammad Muhammad, Cholif Fajaryan Murda, Capter Soga Murda, Capter Soga Ni’matillah, Zulfa Alif Ni’matillah, Zulfa Alif Ninuk Herlina Nugraha, Yoga Sasmita Nugroho, Agung Nugroho, Agung Nungki Kusuma Astuti Nur Azizah Nur Laili Nurul Aini2 Rahman, Andyka Setya Rahman, Andyka Setya Ramdhani, Abdul Hafizh Ratri, Carina Hesti Ridlo, Rosyid Rizal, Bimayudha Bagaskara Rizal, Bimayudha Bagaskara Rohmawati, Fauziah Aini Rohmawati, Fauziah Aini Rosyid Ridlo Santoso, Mudji Sauki, Achmad Setyobudi, Lilik Setyono Yudo Tyasmoro Shoumi, Eko Rahmat Shoumi, Eko Rahmat Siregar, Erik Namora Siregar, Erik Namora Sisca Fajriani Sitopu, Ryon Nampati Suci Surya Dewi Sudiarso Sudiarso Sudiarso, Sudiarso Sunaryo Sunaryo Sunaryo, Sunaryo Suryadi Suryadi Suryadi, Suryadi Susilo, Hendrawan Susilo, Hendrawan Tamura, Panji Tamura, Panji Titin Sumarni Unik Nur Halifah Waluyo, Bhakti Waluyo, Bhakti Wangsitala, Angger Wangsitala, Angger Wayah, Eriosthafilla Wiwin Sumiya Dwi Yamika Wiwin Sumiya Dwi Yamika, Wiwin Sumiya Yaqin, Nungki Ainun Yaqin, Nungki Ainun Yoga Sasmita Nugraha Yusuf, Andi Cakra