Claim Missing Document
Check
Articles

Konsep Perancangan Menara Surabaya Sebagai Landmark dalam Fenomena ‘Iconisation’ Angga Dwi Susilohadi; Bambang Soemardiono; Rabbani Kharismawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2647.461 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6739

Abstract

Keunikan dan keistimewaan adalah hal yang penting yang harus dimiliki untuk mendapatkan perhatian. Citra yang dihasilkan dari keunikan inilah yang akan membentuk suatu keistimewaan yang akan menjadi pembeda akan suatu hal lainnya. Arsitektur merupakan cara dalam pembentukan citra pada lingkup kota, salah satunya adalah dengan menghadirkan Titik Orientasi Visual (Landmark). Ikonisasi Menara Surabaya hendaknya memiliki tolak ukur untuk menentukan keberhasilan dari kehadirannya. Dengan dirumuskan terlebih dahulu mengenai kriteria yang tepat, maka dihasilkan konsep perancangan Menara Surabaya
Fleksibilitas Ruang dalam Mengoptimalkan Proses Edukasi di Sekolah Menengah Atas Ade Imelda W Br Purba; Bambang Soemardiono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.372 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.18726

Abstract

Lanskap pendidikan telah berubah secara signifikan dalam lima belas tahun terakhir. Proses belajar di sekolah kini telah jauh berbeda dengan keadaan perkembangan sekolah mula-mula. Dewasa ini, Anak-anak cenderung lebih bebas dan kreatif dalam mengekspresikan dirinya. Hal ini pun terjadi di sekolah ketika generasi pelajar tersebut melakukan proses edukasi. Mereka cenderung untuk mengeksplorasi proses belajar dengan cara apapun dan dimanapun. Ketika murid memiliki perasaan yang bebas, dan tidak dikekang maka mereka dapat secara optimal menyerap ilmu pengetahuan yang ada. Dengan demikian, maka pola ruang sekolah akan disusun secara fleksibel sesuai dengan kebutuhan kegiatan ruang (Teori Konfigurasi Ruang Sekolah oleh Dr. Kenn Fisher.) Ruang ruang yang terdapat pada sekolah tersebut akan didesain dengan memiliki fungsi ganda juga sebagai ruang belajar, baik ruang dalam maupun ruang luar. Dengan kesimpulan bahwa ruang belajar (Learning Class Room) dapat dilakukan di setiap tempat di sekolah.
Malang Urban Square, Eksplorasi Desain Ruang Terbuka Hijau dengan Kebutuhan Komersil Savitri Retno Kusumastuti; Bambang Soemardiono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.786 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.19530

Abstract

Ruang terbuka hijau merupakan salah satu bagian penting dalam perkotaan. Namun ironisnya, ruang terbuka hijau kurang mendapat perhatian di Kota Malang. Sehingga dari tahun ke tahun banyak ruang terbuka hijau yang dialihfungsikan menjadi bangunan komersial. Pembangunan seperti ini memang tidak dapat dihindari. Kini Pemerintah Kota Malang sedang berusaha untuk merevitalisasi ruang terbuka hijau yang ada di Malang. Eksistensi ruang terbuka hijau menjadi meningkat dikalangan warga Malang. Namun, hal ini tidak mempengaruhi bertambahnya persentase ruang terbuka hijau di Kota Malang. Selain itu fungsi dari ruang terbuka hijau penting untuk diperhatikan dalam proses revitalisasi ini. Perlu adanya eksplorasi desain agar keduanya tidak ada yang dikorbankan dan dengan memperhatikan fungsi dari keduanya. Lewat arsitektur, menanggapi fenomena ini melalui serangkaian dengan metode desain dari Donna P. Duarck. Sehingga dapat disimpulkan respon yang tepat terhadap masalah ini. Respon yang berupa objek arsitektur diharapkan menjadi suatu penyelesaian masalah pembangunan ruang terbuka hijau dan bangunan komersial.
Redesain Kawasan Akuatik Kebun Binatang Surabaya Irviandy Setyanto; Bambang Soemardiono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.694 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.26557

Abstract

Kebun Binatang Surabaya merupakan kebun binatang kebanggaan masyarakat kota Surabaya. Beberapa tahun terakhir, Kebun Binatang Surabaya mendapat sorotan media publik dalam negeri maupun mancanegara akibat banyaknya hewan yang mati akibat kondisi kebun binatang yang memprihatinkan. Kondisi kandangyang tidak terawat, banyaknya hewan dalam satu kandang, dan sistem sirkulasi perawatan yang tidak teratur yang menjadikan faktor penyebab kematian hewan. Kota Surabaya yang merupakan daerah pesisir pantai mempunyai potensi untuk memaksimalkan aspek wisata yang mengangkat dalam bidang akuatik. Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang mempunyai rencana untuk mendesain ulang dan merenovasi beberapa titik kebun binatang Surabaya, diantaranya yaitu bagian Akuarium Kebun Binatang Surabaya dan lingkungan di sekitarnya. Dalam hal proses merancang, menggunakan metode Architectural Programming oleh Donna P. Duerk. Metode ini merupakan metode pemrograman arsitektur berbasis isu. Dengan isu yang diambil yaitu isu sirkulasi Kebun Binatang Surabaya. Perlu adanya penyegaran kembali Kebun Binatang Surabaya dengan melakukan desain ulang berdasarkan isu dan permasalahan yang ada. Dari isu dan permasalahan yang ada sehingga menghasilkan sebuah rancangan arsitektur yang juga diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan dan menghidupkan kembali geliat Kebun Binatang Surabaya sehingga menarik pengunjungagar datang kembali untuk menikmati pesona Kebun Binatang Surabayayang mulai pudar beberapa tahun belakang. 
Paduan Zona Agro Edu Tourism (AET) dan Plant Factory with Artificial Lighting (PFAL) pada Vertical Urban Farming Alifaldo Arnello; Bambang Soemardiono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.36 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i1.29213

Abstract

Teknologi pertanian selalu mengalami perkembangan. Salah satu wujud perkembangan terbaru teknologi yang digunakan dalam pertanian adalah vertical farming. Vertical farming telah dilakukan di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Korea dan China. Agar masyarakat Indonesia sadar, tahu dan mengerti akan perkembangan teknologi pertanian tersebut maka diperlukan adanya objek arsitektur yang menyediakan dan mendidik masyarakat mengenai perkembangan teknologi pertanian, dalam hal ini berupa vertical farming. Metode desain yang digunakan dalam merancang vertical farming adalah metode tipologi, yaitu metode penyusunan elemen-elemen yang telah ditentukan. Dalam desain ini elemen-elemen yang telah ditentukan adalah kebutuhan sistem dan ruang untuk vertical farming. Kebutuhan sistem dan ruang ditentukan dari tipologi vertical farming dan preseden vertical farming yang telah dibangun. Penyusunan mengacu kepada tujuan fasilitas sebagai edukasi, tourism dan produksi pangan menggunakan teknologi vertical farming. Sehingga dihasilkan dua zona, yaitu zona agro-edu-tourism (AET) dan zona plant factory with artificial lighting (PFAL) yang efisien dalam penggunaan lahan.
Behaviour Setting dalam Sistem Keamanan Bangunan Sekolah Dasar Yostia Muhaimi; Bambang Soemardiono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.857 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i1.30051

Abstract

Unsur keamanan merupakan salah satu element penting dalam suatu perancangan suatu bangunan. Terlebih dalam bangunan publik yakni sekolah. Dalam sistem keamanan yang ada pertimbangan yang diambil kebanyakan memakai cara teknis, seperti teknologi CCTV, dll. Namun ternyata cara ini masih tergolong kurang dalam menanggulangi terjadinya tindak kriminal maupun memberikan perasaan nyaman kepada pengguna. Oleh karenanya diperlukan pertimbangan lain yang menunjang sistem keamanan yang ada. Seperti memasukkan unsur behavior setting dalam sistem yang ada. Behaviour setting merupakan konsep dimana sebuah ruangan terbentuk atas perilaku manusia. Behaviour setting digunakan sebagai alat analisis untuk sebuah desain agar desain tersebut sesuai dengan penggunanya. Dengan adanya behavior setting sistem keamanan yang ada lebih memberikan rasa aman dan juga nyaman bagi penggunanya. Karena sistem yang ada telah sesuai dengan kebutuhan pengguna tanpa memberikan rasa tidak nyaman.
Underground Museum: Penyelesaian Perilaku Menyimpang di Kawasan Alun - alun dengan Arsitektur Perilaku Mukhammad Haniv Vairuz; Bambang Soemardiono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.933 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.32401

Abstract

Manusia adalah objek yang menarik jika dihubungkan dengan arsitektur. Pasalnya setiap individu memiliki keinginan dan kebutuhan yang berbeda - beda , hal tersebut dipengaruhi oleh berbagai macam faktor seperti perkembangan zaman, gender, usia, hingga kebangsaannya. Sedangkan arsitektur dituntut untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang tak lain adalah manusia, oleh karena itu hal tersebut menarik untuk dibahas melalui sudut pandang arsitektur. Dalam konteks kawasan alun - alun terdapat individu maupun beberapa kelompok pengguna yang memanfaatkan alun - alun sebagai sarana bersantai bersama keluarga, berolahraga sampai mengadakan event. hal tersebut terus berubah seiring perkembangan zaman dengan memperhatikan norma - norma yang ada. Mulai dari alun - alun sebagai tempat untuk ritual keagamaan, simbol kekuasaan sampai menjadi ruang publik yang bebas diakses dan digunakan oleh siapa saja. Perubahan sifat dan fungsi alun - alun tak luput dari campur tangan penggunanya dan lingkungan sekitar dimana pola perilaku pengguna dan image sakral bangunan sekitar dalam menggunakan alun - alun yang mampu merubah sifat dan fungsi alun - alun menjadi sebuah tempat yang bisa dinikmati semua kalangan. Tidak memandang sebelah mata juga kepada pengguna yang keliru dalam mengartikan perkembangan zaman dan fungsi alun - alun, seperti memanfaatkan alun - alun sebagai sarana untuk berprilaku asusila di tempat umum. Perilaku menyimpang pada alun - alun tersebut menimbulkan berbagai respon termasuk yang sangat terlihat adalah peran lingkungan sekitar dalam hal ini ke-sakral-an dari kawasan alun - alun yang sudah luntur sehingga mendorong pengguna melakukan perbuatan tersebut. Arsitektur perilaku dirasa mampu mengatasi permasalahan tersebut karena dalam perancangannya yan gmenitikberatkan pada pola perilaku manusia dengan arsitektur dan lingkungannya baik dalam hal bertentangan maupun bersanding.
Kompleks Pengembangan Garam Terpadu Surabaya Irfan Falih Mahdi; Bambang Soemardiono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5414.268 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.33360

Abstract

Surabaya merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia yang berada di daerah pesisir. Sehingga Surabaya berpotensi untuk menjadi daerah penghasil garam yang besar. Namun berbanding terbalik dengan kondisi Indonesia dan khusunya Surabaya sekarang yang sedang mangalami krisis garam. Arsitektur bioklimatik mengajarkan kita akan pentingnya merespon iklim agar arsitektur yang kita rancang dapat sesuai dengan kebutuhan. Diperlukannya metode yang menerapkan prinsip-prinsip arsitektur bioklimatik yaitu dapat memanfaatkan potensi-potensi sekitar site dengan memperhatikan konfigurasi bentuk massa bangunan dan perencanaan tapak, orientasi bangunan, ruang transisional, desain pada dinding, hubungan terhadap lansekap. Program pada rancangan ini memliki program utama yakni Industri, Hunian, serta Edukasi. Seluruh program tersebut akan disatukan dan memiliki integrasi satu sama lain. Program-program tersebut di rancang untuk dapat menjawab permasalahan yang sedang terjadi dan diharapkan kepedulian dan partisipatif dari berbagai pihak dapat menjaga eksistensi garam di Surabaya.
Perancangan Rest Area di Kawasan Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Pekanbaru-Dumai dengan Penerapan Vernakular Kontemporer Destia Raudha Fatma; Bambang Soemardiono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.334 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.33484

Abstract

Mobilitas merupakan pergerakan manusia dari satu tempat ke tempat lainnya. Dalam melakukan pergerakan ini diperlukannya sebuah fasilitas berupa jalan untuk membantu pergerakan ini sendiri. Dan dari jalan antar daerah ini sendiri pemerintah juga memberikan fasilitas berupa rest area sebagai tempat transisi atau tempat singgah secara temporer. Oleh karena itu diperlukannya suatu identitas pada rest area ini sendiri agar memunculkan identitas yang dapat memberikan kekhasan dan membantu pengunjungnya untuk mengidentifikasi daerah tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan menerapkan vernakular kontemporer pada perancangan untuk memunculkan identitas dari daerah tersebut tanpa harus membuat rancangan itu terlihat sangat tradisional. Untuk mencapai tujuan ini hal yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan reinterpretasi tradisi dari daerah sekitar dan menerapkan ke dalam rancangan.
Konsep Desain Stasiun Besar Kota Bogor dengan Pendekatan Kontekstual Muhamad Himawan Luthfillah; Bambang Soemardiono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.048 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.49515

Abstract

Arsitektur kontekstual digunakan sebagai salah satu cara menciptakan dan menjaga keselarasan dengan lingkungan sekitarnya. Pembahasan arsitektur kontekstual erat kaitanya dengan kodisi fisik lingkungan sehingga selalu dihubungkan dengan kegiatan konservasi dan preservasi karena berusaha mempertahankan bangunan lama khususnya yang bernilai historis. Kemudian membuat koneksi dengan bangunan baru untuk menciptakan hubungan simpatik yang akan menghasilkan kontinuitas visual. Pembahasan konteks berfokus pada stasiun lama Kota Bogor yang memiliki nilai historis yang besar sebagai salah satu bangunan cagar budaya. Pada Pembahasan ini digunakan kriteria dan konsep untuk mencapai keselarasan antara stasiun baru dengan karakteristik lingkungan sekitarnya berdasarkan teori yang ada. Sehingga dihasilkan bahwa stasiun yang baru memiliki kepaduan yang selaras dengan dengan mengintepretasi unsur detail ornamen, bentuk simetris, proporsi bangunan, skala, dan pola desain bangunan stasiun lama. Maka meskipun kedua massa memiliki bentuk yang berbeda, tapi keselarasan bahasa ini dapat menimbulkan kompabilitas dan keterhubungan antara stasiun lama dan baru.
Co-Authors Ade Imelda W Br Purba AF Asri Primastuti Alfin Ragil Budi Perkasa Alifaldo Arnello Angga Dwi Susilohadi Angger Sukma Mahendra Ardianta, Defry Agatha Arie Ranuari Arina Marta Setya Putri Asri Dinapradipta Atikah Atikah Audina, Shafira Zulfa Bachtiar, Raditio Cahyadini, Sarah Cahyadini, Sarah Choirur Roziqin Collinthia Erwindi Darmansjah Tjahja Prakasa Deasy Tuffahati Defiana, Ima Defry Ardianta Destia Raudha Fatma Dewi Ardit Arin Dewi Septanti Dirthasia Gemilang Putri Eko Budi Santoso Endang Titi Sunarti Erwin Sudarma Erwin Sudarma Fachrurrazi Fachrurrazi Fardilla Rizqiyah Fitri Amalia FX Teddy Badai Samodra Ghina Alifia Nabilah Gita Khoirin Nisa Happy Ratna Santosa Hutama, Shinta Fiqi I Gusti Ngurah Antaryama I Irvansjah Iffiyah, Khoudiy Ima Defiana Irfan Falih Mahdi Irviandy Setyanto Ismail Wahyu Widodo Ivan Gunawan Johan Silas Kapindro Hari Sasmita Kirami Bararatin Krisdianto, Johanes Kurniawan, Gabriel Joshua Lanta Kautsar Akromi Melati Rahmi Aziza Muchlis, Nurfahmi Muhamad Himawan Luthfillah Muhammad Alfreno Rizani Muhammad Faqih Muhammad Ilham Perkasa Muhammad Syafiq Mukhammad Haniv Vairuz Murni Rachmawati Nashrisaf Muhammad Resal Ni Komang Indra Mahayani Nisrina Aulia Rahma Noerwasito, Vincentius Totok Novianto, Didit Nungki Meiriya Perkasa, Muhammad Ilham Prakasyawardana, Anak Agung Gde Satyananda Purwanita Setijanti Rabbani Kharismawan Rahma Sakinah Ramadhani, Izzah Desta Bastian Rima Dewi Suprihardjo Rimadewi Suprihardjo Rizvanda Ryan Savero Samsul Budi Akmal Satria Hervanda Savitri Retno Kusumastuti Sayyidah Rafi Dianya Shabri Setyo Nugroho Setyo Nugroho Shabri, Sayyidah Rafi Dianya Shafira Zulfa Audina Soebijantoro Soebijantoro Sri Nastiti Nugrahani Ekasiwi Sulistyandari, Utari Sumartinah, Happy Ratna Sumartinah, Happy Ratna Tiara Kartika Rini Widjaya, Joyce Martha Wulandari, Pristya Any Yostia Muhaimi Yudi Hartono