Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN STATUS GIZI TERHADAP MEMORI JANGKA PENDEK ANAK USIA 6-12 TAHUN DI SD NEGERI 1 SRENGSEM Nurmalasari, Yesi; Mustofa, Festy Ladyani; Sina, Muhamad Ibnu; Bagyayani, Salman Alfarisy
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i8.11469

Abstract

Abstrak: Hubungan Status Gizi Terhadap Memori Jangka Pendek Anak Usia6-12 Tahun Di SD Negeri 1 Srengsem. Memori jangka pendek merupakanaktivitas penerimaan yang berguna untuk menyimpan informasi secara terbatas.Secara fungsi tugas memori jangka pendek untuk mengorganisasikan informasi,memberi makna informasi dan membentuk pengetahuan untuk di simpan padamemori jangka Panjang. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi memori jangkapendek yaitu status gizi. Untuk mengetahui hubungan status gizi dengan memorijangka pendek anak usia 6-12 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatifdan rancangan penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik denganpendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa di SDN1 Srengsem yang berusia 6-12 tahun. Sampel yang digunakan berjumlah 225 siswayang dipilih dengan metode statified random sampling. Pengambilan data dilakukandengan pengukuran berat dan tinggi badan anak serta melakukan tes digit span. Ujistatistik dengan menggunakan uji spearman. Hasil uji statistik menunjukan jeniskelamin perempuan 136 responden (60,3%), memori jangka pendek yang bagusberjumlah 114 responden (50,7%) dan status gizi normal sebanyak 151 responden(13,8%). Ada hubungan antara status gizi dan memori jangka pendek anak usia 6-12 tahun di SDN 1 Srengsem dengan nilai ρ value 0,000 atau < 0,05.
Hubungan Status Gizi Dan Kebiasaan Mengkonsumsi Fast Food Dengan Perkembangan Seks Sekunder Pada Remaja Putri Di SMPN 27 Bandar Lampung Pratiwi, Suci Isna; Nurmalasari, Yesi; Dalfian, Dalfian; Farich, Achmad
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i5.19203

Abstract

Masa remaja merupakan periode krusial bagi pertumbuhan dan perkembangan, terutama pada remaja putri. Perkembangan ciri seksual sekunder merupakan salah satu tanda utama pubertas yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk status gizi. Meningkatnya popularitas konsumsi makanan cepat saji di kalangan remaja menimbulkan kekhawatiran karena kandungan gizinya yang kurang optimal dan potensi gangguan terhadap keseimbangan hormon. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dan teknik purposive sampling. Penelitian dilakukan pada remaja putri di SMPN 27 Bandar Lampung dengan jumlah sampel sebanyak 117 peserta. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki status gizi baik/normal (65,8%), terbiasa mengonsumsi makanan cepat saji (59,8%), dan memiliki perkembangan ciri seksual sekunder yang baik (60,7%). Ditemukan hubungan yang signifikan antara status gizi (p-value = 0,021; r = 0,213) dan kebiasaan konsumsi makanan cepat saji (p-value = 0,033; r = -0,197) dengan perkembangan ciri seksual sekunder.
Penerapan Program Abikama (Ayo Budidaya Kelor Bersama) Melalui Metode Asik (Aktif, Sosialisasi, Inovatif, dan Kreatif) Yesi Nurmalasari; Alim, Wafa; Sonia Aryayunengsih
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 5 (2021): CERDIKA: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v1i5.83

Abstract

Kelor (Moringa oleifera) ialah tumbuhan yang mempunyai banyak khasiat dalam dunia kesehatan. Bermacam publikasi hasil dari sebagian riset menguak isi nutrisi kelor yang sangat luar biasa. Perihal tersebut dinyatakan lebih besar daripada isi buah serta sayur-mayur yang lain. Tetapi, terkadang warga masih belum bisa menggunakan tumbuhan ini secara maksimal, serta perihal ini jadi atensi untuk kami. Salah satu upaya yang bisa dicoba dengan membagikan pengetahuan kepada warga. Tujuan dari aktivitas ini untuk tingkatkan pengetahuan warga mengenai tanaman kelor. Tata cara yang digunakan yakni Observasi, Sosialisasi, Pelatihan, Penciptaan Hasil dari aktivitas ini merupakan meningkatnya pengetahuan warga mitra sehingga bisa disimpulkan bahwa penyuluhan pada warga mitra sangat efisien.
Hubungan jumlah leukosit dengan derajat PPOK pada pasien rawat inap Anastasya, Cyntia; Nurmalasari, Yesi; Detty, Ade Utia; Tarida, Fransisca
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 6 (2025): November Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i6.1477

Abstract

Background: COPD is a respiratory disorder that causes persistent and progressive airflow obstruction. This condition occurs due to damage to the bronchi and bronchioles, as well as damage to the air sacs (alveoli), which progresses to emphysema. Purpose: To determine the relationship between leukocyte count and COPD severity in hospitalized patients. Method: This was a quantitative study with an observational analytical design and a cross-sectional approach. The sample was selected using purposive sampling. Bivariate statistical tests used chi-square. Results: A total of 34 respondents had normal leukocyte counts, 1 respondent (2.9%) had COPD grade 4. Of the 7 respondents with low leukocyte counts, none had COPD grade 4. Of the 21 respondents with high leukocyte counts, 4 respondents (19.0%) had COPD grade 4. The chi-square statistical test yielded a p-value of 0.042. Conclusion: There is a relationship between leukocyte count and COPD severity in hospitalized patients.   Keywords: COPD; GOLD; Leukocyte Count.   Pendahuluan: PPOK merupakan gangguan pada organ pernapasan yang mengakibatkan hambatan aliran udara secara berkelanjutan dan cenderung memburuk. Kondisi ini terjadi akibat gangguan pada saluran bronkus dan bronkiolus, serta kerusakan pada kantung udara (alveoli) yang berkembang menjadi emfisema. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara jumlah leukosit dengan derajat PPOK pada pasien rawat inap. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional dan pendekatan cross sectional. Pemilihan sampel menggunakan teknik sampling Purposive Sampling. Uji statistik bivariat menggunakan Chi Square. Hasil: Jumlah responden sebanyak 34 orang yang memiliki leukosit normal, sebanyak 1 responden (2.9%) dengan derajat PPOK GOLD 4, dari 7 responden yang jumlah leukositnya rendah, tidak ada yang mengalami PPOK dengan derajat PPOK GOLD 4, dan dari 21 responden yang jumlah leukositnya tinggi, sebanyak 4 responden (19,0%) dengan derajat PPOK GOLD 4. Hasil uji statistik menggunakan Chi – Square diperoleh nilai p value 0,042. Simpulan: Terdapat hubungan jumlah leukosit dengan derajat PPOK pada pasien rawat inap. Kata Kunci: GOLD; Jumlah Leukosit; PPOK.  
Hubungan Status Gizi Dan Memori Jangka Pendek Terhadap Prestasi Belajar Pada Siswa Kelas V-VI DI MIN 2 Tanggamus Pangesti, Khofifah Fitriana Ayuning; Nurmalasari, Yesi; Wulandari, Mardheni; Farich, Achmad
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i3.21012

Abstract

Rendahnya prestasi belajar siswa di Indonesia masih menjadi tantangan dalam dunia pendidikan, terutama di daerah pedesaan. Data Riskesdas Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa angka stunting dan gizi kurang masih tinggi pada anak usia sekolah. Kekurangan gizi berdampak pada perkembangan otak dan memori jangka pendek, yang penting dalam proses belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan antara status gizi dan memori jangka pendek terhadap prestasi belajar pada siswa kelas V-VI di MIN 2 Tanggamus tahun 2025. Penelitian menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 81 siswa yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Status gizi diukur berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), memori jangka pendek diukur melalui tes digit span, dan prestasi belajar dilihat berdasarkan nilai raport. Hasil uji korelasi spearman menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara status gizi dan prestasi belajar (p=0,194; r=0,145), namun terdapat hubungan signifikan dengan kekuatan lemah antara memori jangka pendek dan prestasi belajar (p=0,006; r=-0,303).
Hubungan Status Gizi Dan Kebiasaan Sarapan Pagi Terhadap Prestasi Belajar Pada Siswa Sekolah Dasar Di Min 2 Tanggamus Rakharen, Lidiya Ayis; Mandala, Zulhafis; Nurmalasari, Yesi; Putri, Devita Febriani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i3.21016

Abstract

Prestasi belajar merupakan indikator keberhasilan proses pembelajaran yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Status gizi dan kebiasaan sarapan pagi merupakan faktor yang diduga berperan dalam memengaruhi prestasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan kebiasaan sarapan pagi dengan prestasi belajar pada siswa kelas V-VI di MIN 2 Tanggamus. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 81 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Status gizi diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT), kebiasaan sarapan diperoleh melalui kuesioner, dan prestasi belajar dinilai berdasarkan rata-rata nilai rapor. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan prestasi belajar (p = 0,194; r = 0,146), serta tidak terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan pagi dengan prestasi belajar (p = 0,601; r = 0,059). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi maupun kebiasaan sarapan pagi dengan prestasi belajar siswa.
Co-Authors Abdurrohman Izzudin Ade Utia Detty Ade Utia Detty Agusni, Muhammad Yosa Akhmad Kheru Alfarisi, Ringgo Alim, Wafa Amadea Noor Awalia Anastasya, Cyntia Anggunan Anggunan Anggunan Anggunan Anggunan, Anggunan Aprilia Indah Sijabat Arief Effendi Aswedi Putra Bagyayani, Salman Alfarisy Barinda, Mayla Fikhansa Brian Perkasa Dalfian, Dalfian Dera Nuryanti Desi Hermawan Desyandri Desyandri Detty, Ade Utia Devan Adhyaksa Devi Fera Deviani Utami Deviani Utami Dita Fitriani Efrida Warganegara Efrida Warganegara Efrida Warganegara Eka Silvia Eka Silvia Fadhilan Nur Ramadhan Fadli Mukhlisin Farich, Achmad Febriani Putri, Devita Festy Ladyani Mustofa Hasmarullah Fasya Hermawan, Dessy Hetti Rusmini Indah Mulia Herwisdiane Jeane Lawren Khaerunisa, Hana Nadya Kurniati, Mala Lingga Desta Wahyuni M Ridho Noverliansyah Maharani Putri Puspitasari Mandala, Zulhafis Marlinda Agustina Mohammad Hafizh Al Waali Muhamad Ariq Fauzan Muhamad Ibnu Sina Mustofa , Ladyani Mustofa, Ladyani Mutiara Tasya Sazabilla Nasruddin, Sigit Pratama Iustitia Nofita Nofita Novaldo Yudhasena Pangesti, Khofifah Fitriana Ayuning Parahita, Morena Ailsa Pebriyani, Upik Pinilih, Astri Pradana, Mohammad Amin Prasetia, Toni Pratiwi, Suci Isna Putra Intan Sanjaya Rakharen, Lidiya Ayis Rakhmi Raffie Rakhmi Rafie Rakhmi Rafie Rakhmi Rafie Rakhmi Rafie Retno Ariza Soemarwoto Rinto Hadiarto Rusmini, Hetti Salma Aulia Rahma Sandhy Arya Pratama Sastyaviani, Mifta Selvia Anggraeni Shandi Arya Pratama Shelly Indri Yagi Siagian, Ellys Tahnia Siti Anisya Agustina Husin Siti Auliya Rakhma Sonia Aryayunengsih Sonia Aryayunengsih Sri Maria Puji Lestari Syawalia Kartika Syifa Nabilla Tarida, Fransisca Tessa Sjariani Toni Prasetia Try Anita Tusy Triwahyuni Tya Wihelmia Febriany Upik Pebrian Utari, Elitha M Vivi Diah Permatasari Wafa Alim Welay, Santri Ditira Widara Aryanti Wien Wiratmoko Wulandari Wulandari Wulandari, Mardheni Yusmaidi Yusmaidi Zulfian Zulfian Zulhafis Mandala Zuliadi Sitinjak