Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS FAKTOR KETENAGAAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELENGKAPAN PENGISIAN REKAM MEDIS PADA PASIEN RAWAT INAP DI RS PERTAMINA BINTANG AMIN BANDAR LAMPUNG TAHUN 2018 Yesi Nurmalasari; Widara Aryanti
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.61 KB) | DOI: 10.33024/.v4i4.1327

Abstract

Rekam medis merupakan ringkasan data pasien selama di rawat dalam satu periode di Rumah Sakit .Rekam medis berguna untuk kepentingan pasien , dokter dan pihak lain seperti asuransi. Sumber data terdiri dari asesmen awal, CPTT (Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi) dan resume. Berdasarkan data KLPCM tahun 2017 data rekam medis pasien rawat inap yang tidak lengkap sebesar 34,8 % Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis faktor ketenagaan yang berhubungan dengan kelegkapan pengisian rekam medis pada pasien rawat inap di RS Pertamina Bintang Amin Kota Bandar Lampung tahun 2018. Metode dalam penelitian ini adalah analitik observatif dengan pendekatan cross sectional study. Sampel penelitian ini sebanyak 248 data rekam medis rawat inap periode 1 -24 Januari 2018 dan 20 dokter dilihat dari status kepegawaian dan masa kerja di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin. Pengambilan data menggunakan simple random sampling, dianalisis menggunakan Chi-square. Hasil : rekam medis yang diisi lengkap lebih besar sebanyak 138 data (55,6%). Berdasarkan status kepegawaian data rekam medis yang diisi lengkap lebih besar pada kategori tetap yaitu sebanyak 67 data (87%). Berdasarkan masa kerja data rekam yang diisi lengkap lebih besar pada kategori masa kerjanya ≥ 5 tahun  yaitu sebanyak 73 data (62%). Terdapat hubungan status kepegawaian dokter dengan kelengkapan rekam medis dengan nilai p velue = 0,000. Dan hubungan masa kerja dokter dengan kelengkapan rekam medis dengan nilai p velue = 0,030. Kesimpulan: terdapat hubungan anatara status kepegawaian dan masa kerja dokter terhadap kelengkapan data rekam medis pasien pawat inap di RS Pertamina Bintang Amin Kota Bandar Lampung tahun 2018.
PENGARUH SENAM LANSIA TERHADAP KADAR KOLESTERO L TOTAL PADA ORANG LAN SIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS IRINGMU LYO METRO TIMUR KOTA METRO TAHUN 2016 Zulfian Zulfian; Yesi Nurmalasari; Aris Setiawan
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.803 KB) | DOI: 10.33024/.v3i1.731

Abstract

Meningkatnya kadar kolesterol total yang tinggi menjadi salah satu faktor penting untuk timbulnyaberbagai penyakit seperti penyakit jantung koroner. Salah satu upaya untuk menurunkan kadarkolesterol total pada lansia diantaranya melalui kegiatan senam lansia. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui pengaruh senam lansia terhadap kadar kolesterol total pada orang lansia diWilayah Kerja Puskesmas Iringmulyo Metro Timur tahun 2016.Jenis penelitian kuantitatif, bentuk desain yang dipakai adalah quasi experimental design.Populasi dalam penelitian ini adalah lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Iringmulyo Metro timuryang berjumlah 50 orang, sampel yang diambil sebanyak 33 orang. Analisis dalam penelitian inimenggunakan uji paired sample t-test.Hasil uji statistik menunjukkan bahwa rata-rata kadar kolesterol total orang lansia sebelum (pre-test)senam lansia adalah 178,33 mg/dl dengan standar deviasi 30,014 dan rata-rata kadar kolesterol totalorang lansia sesudah (pre-test) senam lansia adalah 147,12 ± 18,190 mg/dl. Hasil analisis denganpaired sample t-test didapatkan nilai probabilitas p-value 0,000 < a 0,05 maka dapat disimpulkanbahwa ada pengaruh senam lansia terhadap kadar kolesterol total pada orang lansia. Saran bagi lansiahendaknya dapat terus mengikuti kegiatan senam lansia sebagai upaya menjaga kesehatan.
PERBANDINGAN STATUS GIZI PASIEN TB LULUH PARU DENGAN PASIEN TB TANPA LULUH PARU Hetti Rusmini; Yesi Nurmalasari; Retno Ariza Soemarwoto
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.392 KB) | DOI: 10.33024/.v5i1.1319

Abstract

Latar belakang: Foto toraks yang menunjukkan penghancuran parenkim paru yang progresif, luas dan ireversibel akibat tuberkulosis (TB) paru disebut tuberkulosis luluh paru. Penyakit infeksi seperti TB dapat menyebabkan gangguan nutrisi dan penurunan berat badan, sehingga menurunkan status gizi. Salah satu indikator gizi yang digunakan untuk mengukur status gizi adalah Indeks Massa Tubuh (IMT).Metode: Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan rancangan prospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang baru didiagnosis sebagai penderita tuberkulosis paru dan tuberkulosis luluh paru oleh dokter spesialis paru di Ruang Rawat Inap Paru RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, Poli Paru RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo dan Klinik Paru Harum Melati Kabupaten Pringsewu. Sampel diambil menggunakan metode purposive sampling.Hasil: Dari 68 sampel yang terdiri dari 34 sampel TB luluh paru dan 34 sampel TB paru, menunjukan bahwa baik pada sampel TB luluh paru maupun TB paru paling banyak terjadi pada usia produktif (18-59 tahun) (67,6%) dan laki-laki (>60%). Kebanyakan pasien memiliki riwayat pendidikan rendah (SD >50%) dan rerata pekerjaan adalah buruh, 35,5% pada pasien TB luluh paru dan 29,4% pada pasien TB paru. Sebanyak >50% pasien mengaku pernah menjadi perokok aktif sebelum menderita penyakit TB dan >70% pasien berstatus gizi rendah dan tidak ada yang berstatus gizi lebih. Hasil dari uji analitik Independent t-test menunjukkan rerata IMT sampel TB luluh paru adalah 16,4, lebih rendah 0,9 daripada rerata IMT sampel pasien TB paru, yaitu 17,3.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) SEBAGAI UPAYA PREVENTIF KERUSAKAN HISTOPATOLOGI PANKREAS TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) YANG DIINDUKSI ALOKSAN Yesi Nurmalasari; Rakhmi Rafie; Devita Febriani Putri; Vivi Diah Permatasari
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 5 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v5i1.1570

Abstract

Banyak fakor yang dapat menyebabkan kerusakan sel beta pankreas salah satu nya yaitu zat diabetogenik, zat diabetogenik yang dapat bersifat toksik adalah senyawa aloksan. Tanaman kelor memiliki kandungan antioksidan antara lain seperti asam askorbat, flavonoid, fenolat dan karotenoid yang berfungsi sebagai pelindung tubuh dari kerusakan sel-sel yang dapat diakibat radikal bebas. untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) sebagai upaya preventif terhadap kerusakan histopatologi pankreas tikus putih (Rattus norvegicus) galur Wistar jantan yang diinduksi aloksan. menggunakan metode eksperimental murni post test with control group design. Sampel yang digunakan sebanyak 30 ekor tikus jantan dibagi menjadi 5 kelompok. Hasil penelitian uji Kruskal-Wallis terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan terhadap kerusakan histopatologi pankreas (p
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK HABBATUSSAUDA (Nigella sativa) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) GALUR WISTAR JANTAN YANG DIINDUKSI ALOKSAN SEBAGAI UPAYA PREVENTIF HIPERGLIKEMIA Yesi Nurmalasari; Rakhmi Rafie; Efrida Warganegara; Indah Mulia Herwisdiane
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 5 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v5i1.1590

Abstract

Latar Belakang:Hiperglikemia adalah suatu kondisi medis berupa peningkatan kadar glukosa darah melebihi kadar normal yang menjadi karakteristik beberapa penyakit terutama diabetes melitus. Salah satu cara untuk menurunkan kadar glukosa darah yaitu dengan ekstrak alami tanaman habbatussauda (Nigella sativa). Habbatussauda (Nigella sativa) mengandung thymoquinone yang dapat meningkatkan sensitivitas insulin di dalam jaringan tubuh dan juga dapat memperbaiki kerusakan sel-β pankreas sehingga meningkatkan sekresi insulin. Tujuan:Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak habbatussauda (Nigella sativa) terhadap kadar glukosa darah tikus putih (Rattus norvegicus) galur Wistar jantan yang diinduksi aloksan sebagai upaya preventif hiperglikemia. Metode : Penelitian eksperimental murni pre and post test with control group design. Sampel yang digunakan sebanyak 25 ekor tikus jantan dibagi menjadi 5 kelompok. Hasil : Nilai rerata ± SD GDP sebelum perlakuan, setelah diinduksi aloksan dan setelah perlakuan pada KM (126 ± SD 3,53), (128 ± SD 3,24), dan (124,6 ± SD 8,47), pada KN (121,6 ± SD 7,12), (182,2 ± SD 18,11), dan (149 ± SD 14,90), pada KP (122 ± SD 3,536), (161,8 ± SD 6,76), dan (108,4 ± SD 9,52), pada P1 (123,80 ± SD 4,65), (139,8 ± SD 1,48), dan (100,8 ± SD 5,40), dan pada P2 (122,6 ±SD 3,36), (164 ±SD 9,13), dan (112,2 ± SD 4,71). Uji Paired T-test menunjukkan peningkatan kadar glukosa darah yang bermakna (p
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa olifera) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS PUTIH (Rattus novergicus) GALUR WISTAR JANTAN YANG DIINDUKSI ALOKSAN SEBAGAI UPAYA PREVENTIF HIPERGLIKEMIA Yesi Nurmalasari; Rakhmi Rafie; Devita Febriani Putri; Salma Aulia Rahma
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 5 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v5i1.1595

Abstract

Latar Belakang : Kelainan pada glukosa darah dibagi menjadi dua yaitu hiperglikemia dan hipoglikemia. Hiperglikemia terjadi karena asupan karbohidrat dan glukosa yang berlebihan. Hiperglikemia bisa mengakibatkan terjadinya peningkatan radikal bebas dalam sel dan pada jumlah yang berlebihan dapat bersifat toksik. Daun kelor sebagai sumber antioksidan alami yang baik dapat membantu dalam sekresi insulin dan flavonoid yang berfungsi sebagai penurun agen pengoksida sebelum agen tersebut merusak tubuh. Tujuan : Mengetahui efek pemberian ekstrak daun kelor (Moringa oliera) terhadap glukosa darahpada tikus putih (Rattus novergicus) galur wistar jantan. Metode : Penelitian eksperimental murni pre and post test with control group design. Sampel yang digunakan sebanyak 25 ekor tikus jantan dibagi menjadi 5 kelompok. Hasil : Nilai rerata ± SD GDP sebelum, dan setelah perlakuan pada KM (126 ± SD 3,536) dan (124,6 ± SD 8,473), KN (121,6 ± SD 7,127) dan (149 ± SD 14,900), KP (122 ± SD 3,536) dan (108,4 ± SD 9,529), P1 (123,8 ± SD 4,658) dan (120,2 ± SD 5,404), P2 (122,6 ± SD 3,362) dan (99,2 ± SD 6,099). Uji Paired T-test menunjukkan peningkatan kadar glukosa darah yang bermakna (p
Penerapan Program Abikama (Ayo Budidaya Kelor Bersama) Melalui Metode Asik (Aktif, Sosialisasi, Inovatif, dan Kreatif) Yesi Nurmalasari; Wafa Alim; Sonia Aryayunengsih
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 5 (2021): CERDIKA: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.727 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v1i5.83

Abstract

Kelor (Moringa oleifera) ialah tumbuhan yang mempunyai banyak khasiat dalam dunia kesehatan. Bermacam publikasi hasil dari sebagian riset menguak isi nutrisi kelor yang sangat luar biasa. Perihal tersebut dinyatakan lebih besar daripada isi buah serta sayur-mayur yang lain. Tetapi, terkadang warga masih belum bisa menggunakan tumbuhan ini secara maksimal, serta perihal ini jadi atensi untuk kami. Salah satu upaya yang bisa dicoba dengan membagikan pengetahuan kepada warga. Tujuan dari aktivitas ini untuk tingkatkan pengetahuan warga mengenai tanaman kelor. Tata cara yang digunakan yakni Observasi, Sosialisasi, Pelatihan, Penciptaan Hasil dari aktivitas ini merupakan meningkatnya pengetahuan warga mitra sehingga bisa disimpulkan bahwa penyuluhan pada warga mitra sangat efisien.
GAMBARAN NILAI LABORATORIUM SGOT DAN SGPT PADA PENDERITA HEPATITIS B DI RSUD ABDUL MOELOEK LAMPUNG TAHUN 2021 Mohammad Hafizh Al Waali; Yesi Nurmalasari; Dita Fitriani; Zulfian Zulfian
Medula Vol 13 No 6 (2023): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v13i6.528

Abstract

Hepatitis B is known as serum hepatitis. This disease is serious and is usually transmitted through contact with blood containing the virus. Based on the 2013 World Health Organization (WHO) report, 2 billion people in the world suffer from hepatitis, 240 million people suffer from chronic hepatitis B and 1.46 million of them die. Indonesia is a country with high endemic hepatitis B, the second largest in the South East Asian Region (SEAR) after Myanmar. The type of research used in this study is descriptive, which is a research method that shows the characteristics of the population or phenomenon being studied. The sample in this study was 95 people. The sampling method is purposive sampling technique. Univariate analysis using SPSS (Statistical Product and Service Solutions). The results of this study were that there was an increase in male sex compared to female, based on old age there was a higher increase than young age, and SGOT levels increased while SGPT was normal in patients with Hepatitis B Disease. There is a description of the normal category of SGOT value: 5-40µ/l and the value increases >40µ/l. there is a normal SGPT level value: 7-56µ/l and an increased value >56µ/l in patients with Hepatitis B at Dr. Hospital. H. Abdul Moeloek, Lampung Province in 2021..
HUBUNGAN STATUS GIZI TERHADAP DAYA TAHAN KARDIOVASKULAR DIUKUR DARI NILAI VO2MAKS DENGAN MULTISTAGE FITNESS TEST PADA ANAK USIA 6-12 TAHUN DI SD NEGERI 1 SRENGSEM BANDAR LAMPUNG Welay, Santri Ditira; Nurmalasari, Yesi; Triwahyuni, Tusy; Prasetia, Toni
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i10.12735

Abstract

Abstrak: Hubungan Status Gizi Terhadap Daya Tahan Kardiovaskular Diukur Dari Nilai VO2Maks Dengan Multistage Fitness Test Pada Anak Usia 6-12 Tahun Di SD Negeri 1 Srengsem Bandar Lampung. Daya tahan kardiovaskular mengacu pada kapasitas sistem peredaran darah dan pernapasan memasok O2 ke mitokondria otot rangka untuk produksi energi selama aktivitas fisik. Ketersediaan zat gizi dalam tubuh akan berpengaruh pada kemampuan otot berkontraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi terhadap daya tahan kardiovaskular anak usia 6-12 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dan rancangan penelitian observasional analitik dengan pendekatan crossectional. Pengambilan sampel dengan metode statified random sampling yaitu total 225 sampel. Data diambil dari pengukuran berat dan tinggi badan serta multistage fitness test. Hasil dianalisa menggunakan uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan hasil uji korelasi rank spearman memperlihatkan p value = 0,000 (p < 0,05), koefisien korelasi (r) yaitu r = -0,367, dan koefisiensi determinasi (r2) yaitu r2 = 0,1346 dengan nilai prediksi sebesar 13,46% atas pengaruh status gizi terhadap daya tahan kardiovaskular. Sehingga, dapat ditarik kesimpulan terdapat hubungan status gizi terhadap daya tahan kardiovaskular diukur dari VO2Maks dengan multistage fitness test pada siswa di SDN 1 Srengsem yang berusia 6-12 tahun tahun 2022.
Effects of Stunting on the Decreased Cardiorespiratory Fitness of Children Aged 9 to 11 Years in Bandar Lampung, Indonesia Nurmalasari, Yesi; Anggunan, Anggunan; Putri, Devita Febriani; Siagian, Ellys Tahnia
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkmsaw.v16i2.1900

Abstract

Introduction: The impact of low cardiorespiratory fitness levels can increase cardiovascular disease and other degenerative diseases. Children with stunting need attention to cardiorespiratory fitness levels. Purpose: This study aims to determine the effect of stunting on cardiorespiratory fitness in children aged 9-11 years. Methods: This type of research is observational analytic with a cross-sectional design. The sample of this study was 77 elementary school children who were taken using consecutive sampling techniques. Measurement of the research variable cardiorespiratory fitness level using the modified Harvard step test and the stunting variable measured using the child's Body Length/Height measurement index, stunting if the measurement is at the threshold of -3SD to < -2SD. Data were analyzed by the Spearman test. Results: A total of 77 children were found to be stunted, with a cardiorespiratory fitness level of 92.3% and a poor level of 7.7%. Meanwhile, children in the non-stunting category had 23.7% less cardiorespiratory fitness and no poor fitness. The analysis results show a relationship between stunting and cardiorespiratory fitness in children (p=0.000), which is a very strong relationship (r=0.917). Conclusion: Stunting in children has a chronic effect on cardiorespiratory fitness. It is necessary to improve cardiorespiratory fitness in children with measurable physical exercise and improved micronutrients to prevent early impact on adulthood.   Latar Belakang: Dampak tingkat kebugaran kardiorespirasi yang rendah dapat meningkatkan penyakit kardiovaskular dan penyakit degenerative lain. Anak dengan stunting perlu mendapatkan perhatian tingkat kebugaran kardiorespirasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek stunting dengan kebugaran kardiorespirasi pada anak usia 9-11 tahun. Metode: Jenis penelitian ini bersifat analitik observasional dengan desain cross sectional. Sample penelitian ini adalah anak SD berjumlah 77 orang yang diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Pengukuran variabel penelitian tingkat kebugaran kardiorespirasi mengunakan Harvard step test yang dimodifikasi dan variabel stunting diukur menggunakan indeks pengukuran PB/ TB anak, stunting jika pengukuran berada pada ambang batas -3SD sd < -2SD. Data dianalisis dengan uji Spearman. Hasil: Partisipan total 77 anak menemukan dengan kategori stunting yang mengalami kebugaran kardiorespirasi level kurang 92,3% dan level buruk 7,7%. Sedangkan, anak kategori tidak stunting terdapat anak dengan kebugaran kardiorespirasi kurang 23,7% dan kebugaran buruk tidak ditemukan. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan stunting dengan kebugaran kardiorepirasi pada anak (p=0,000) dengan hubungan sangat kuat (r=0,917). Simpulan: Stunting pada anak memberikan pengaruh yang kronis pada kebugaran kardiorespirasi. Perlu meningkatkan tingkat kebugaran kardiorespirasi pada anak dengan latihan fisik yang terukur maupun peningkatan gizi mikro untuk mencegah sejak dini dampak pada masa dewasa.
Co-Authors Abdurrohman Izzudin Ade Utia Detty Ade Utia Detty Agusni, Muhammad Yosa Akhmad Kheru Alfarisi, Ringgo Alim, Wafa Amadea Noor Awalia Anastasya, Cyntia Anggunan Anggunan Anggunan Anggunan Anggunan, Anggunan Aprilia Indah Sijabat Arief Effendi Aswedi Putra Bagyayani, Salman Alfarisy Barinda, Mayla Fikhansa Brian Perkasa Dalfian, Dalfian Dera Nuryanti Desi Hermawan Desyandri Desyandri Detty, Ade Utia Devan Adhyaksa Devi Fera Deviani Utami Deviani Utami Dita Fitriani Efrida Warganegara Efrida Warganegara Efrida Warganegara Eka Silvia Eka Silvia Fadhilan Nur Ramadhan Fadli Mukhlisin Farich, Achmad Febriani Putri, Devita Festy Ladyani Mustofa Hasmarullah Fasya Hermawan, Dessy Hetti Rusmini Indah Mulia Herwisdiane Jeane Lawren Khaerunisa, Hana Nadya Kurniati, Mala Lingga Desta Wahyuni M Ridho Noverliansyah Maharani Putri Puspitasari Mandala, Zulhafis Marlinda Agustina Mohammad Hafizh Al Waali Muhamad Ariq Fauzan Muhamad Ibnu Sina Mustofa , Ladyani Mustofa, Ladyani Mutiara Tasya Sazabilla Nasruddin, Sigit Pratama Iustitia Nofita Nofita Novaldo Yudhasena Pangesti, Khofifah Fitriana Ayuning Parahita, Morena Ailsa Pebriyani, Upik Pinilih, Astri Pradana, Mohammad Amin Prasetia, Toni Pratiwi, Suci Isna Putra Intan Sanjaya Rakharen, Lidiya Ayis Rakhmi Raffie Rakhmi Rafie Rakhmi Rafie Rakhmi Rafie Rakhmi Rafie Retno Ariza Soemarwoto Rinto Hadiarto Rusmini, Hetti Salma Aulia Rahma Sandhy Arya Pratama Sastyaviani, Mifta Selvia Anggraeni Shandi Arya Pratama Shelly Indri Yagi Siagian, Ellys Tahnia Siti Anisya Agustina Husin Siti Auliya Rakhma Sonia Aryayunengsih Sonia Aryayunengsih Sri Maria Puji Lestari Syawalia Kartika Syifa Nabilla Tarida, Fransisca Tessa Sjariani Toni Prasetia Try Anita Tusy Triwahyuni Tya Wihelmia Febriany Upik Pebrian Utari, Elitha M Vivi Diah Permatasari Wafa Alim Welay, Santri Ditira Widara Aryanti Wien Wiratmoko Wulandari Wulandari Wulandari, Mardheni Yusmaidi Yusmaidi Zulfian Zulfian Zulhafis Mandala Zuliadi Sitinjak