Articles
Hubungan Status Gizi dan Memori Jangka Pendek Terhadap Prestasi Belajar Pada Remaja Kelas VIII Di SMPN 27 Bandar Lampung
Barinda, Mayla Fikhansa;
Nurmalasari, Yesi;
Mandala, Zulhafis;
Putri, Devita Febriani
Jurnal Medika Malahayati Vol 8, No 3 (2024): Volume 8 Nomor 3
Publisher : Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/jmm.v8i3.14941
Prestasi belajar mencerminkan keberhasilan siswa dalam pendidikan. Kesulitan belajar menghalangi pencapaian hasil belajar remaja. Asupan gizi yang baik membantu meningkatkan kemampuan memori jangka pendek. National Institute of Mental Health melaporkan di Indonesia 16% remaja mengalami kesulitan menyimpan memori. Permasalahan tersebut mempengaruhi proses kognitif, sehingga status gizi yang seimbang penting untuk mendukung fungsi otak dalam mencapai prestasi belajar. Untuk mengetahui hubungan status gizi dan memori jangka pendek terhadap prestasi belajar pada remaja kelas VIII di SMPN 27 bandar lampung. penelitian kuantitatif dan rancangan crossectional. Sampel yang digunakan berjumlah 72. Data diperoleh melalui pengukuran berat dan tinggi badan, tes digit span, serta dari penilaian rata-rata rapor semester terakhir. Uji statistik menggunakan uji spearman. Hasil analisa korelasi spearman menunjukan terdapat hubungan antara status gizi dengan prestasi belajar (p = 0,007 ; r = 0,313). Terdapat hubungan antara memori jangka pendek dengan prestasi belajar pada remaja (P = 0,000 ; r = 0,970). Terdapat hubungan status gizi dan memori jangka pendek terhadap prestasi belajar pada remaja kelas VIII di SMPN 27 bandar lampung.
Hubungan Kebiasaan Sarapan Dan Status Gizi Terhadap Memori Jangka Pendek Pada Remaja Kelas VIII Di SMPN 27 Bandar Lampung
Parahita, Morena Ailsa;
Nurmalasari, Yesi;
Pebriyani, Upik;
Kurniati, Mala
Jurnal Medika Malahayati Vol 8, No 3 (2024): Volume 8 Nomor 3
Publisher : Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/jmm.v8i3.14935
Memori jangka pendek adalah penyimpanan informasi sementara sebelum diteruskan pada penyimpanan memori jangka Panjang. Masalah kebiasaan sarapan ini umumnya ditemui pada remaja yang enggan makan atau bahkan menolak sarapan dengan alasan-alasan tertentu. Masalah gizi pada remaja dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan masyarakat secara keseluruhan, seperti penurunan konsentrasi dalam proses belajar dan daya ingat. Untuk mengetahui hubungan kebiasaan sarapan dan status gizi terhadap memori jangka pendek pada remaja kelas VIII di SMPN 27 Bandar Lampung Tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan rancangan penelitian crossectional. Sampel yang digunakan berjumlah 72. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuisioner, pengukuran berat dan tinggi badan serta melakukan tes digit span. Uji statistik dengan menggunakan uji Spearman. Hasil analisis korelasi Spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan dengan memori jangka pendek ( p = 0,000 ; r = 0,827), dan terdapat hubungan antara status gizi dengan memori jangka pendek pada remaja kelas VIII di SMPN 27 Bandar Lampung ( p = 0,008 ; r = 0,310 ).Terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan dan status gizi terhadap memori jangka pendek pada remaja kelas VIII di SMPN Bandar Lampung.
Hubungan Status Gizi Terhadap Daya Tahan Kardiovaskular Pada Remaja Kelas VIII Di SMPN 27 Bandar Lampung
Sastyaviani, Mifta;
Nurmalasari, Yesi;
Pebriyani, Upik;
Nasruddin, Sigit Pratama Iustitia
Jurnal Medika Malahayati Vol 8, No 3 (2024): Volume 8 Nomor 3
Publisher : Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/jmm.v8i3.14934
Daya tahan kardiovaskular adalah ketahanan sistem kardiovaskular dalam mengalirkan oksigen pada otot-otot tubuh sehingga kebutuhan oksigen dapat terpenuhi. Salah satu faktor yang memengaruhi daya tahan kardiovaskular adalah status gizi atau IMT (Indeks Massa Tubuh). Selama 6 dekade terakhir, daya tahan kardiovaskular telah menurun baik di Amerika Serikat maupun Internasional. Untuk mengetahui hubungan status gizi terhadap daya tahan kardiovaskular pada remaja kelas VIII di SMPN 27 Bandar Lampung. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja kelas VIII yang bersekolah di SMPN 27 Bandar Lampung Tahun 2023 yang berjumlah 237 siswa/siswi. Sampel yang digunakan adalah 72 orang dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan mengukur berat badan dan tinggi badan serta multistage fitness test. Uji statistik dengan menggunakan uji spearman. Hasil uji korelasi spearman menunjukkan terdapat hubungan antara status gizi dengan daya tahan kardiovaskular dengan nilai signifikasi atau sig.(2-tailed) sebesar 0,002 atau < 0,05 serta koefesien korelasi (r) yaitu r = - 0,361 sehingga kedua variabel bersifat negatif. Terdapat hubungan antara status gizi terhadap daya tahan kardiovaskular pada remaja kelas VIII di SMPN 27 Bandar Lampung.
Artikel Penelitian Perbandingan Air Perasan Daucus Carota L. Dengan Povidone Iodine Topikal Dalam Penyembuhan Luka Insisi Mencit
Yesi Nurmalasari;
Nofita Nofita;
Efrida Warganegara;
Aprilia Indah Sijabat
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35816/jiskh.v12i2.378
Background: Injury is damage or loss of body tissue that occurs due to a factor that interferes with the body's protection system. These factors such as trauma, changes in temperature, chemicals, explosions, electric shock, or animal bites. Wound treatment as the first treatment to prevent infection, among others, using antiseptics such as povidone iodine. one of the agents that can heal wounds and is easily sought after by the public because of its availability such as carrot bulbs. Carrot bulbs (Daucus carota L.) are effective as an antiseptic, strengthen liver function, urinate, get rid of useless substances through the kidneys, laxatives, and protect the body from toxic chemicals. Research Objective: To compare the effects of carrot tuber juice with 10% povidone iodine topically in wound healing so that it can be used as an alternative medicine to accelerate wound healing. Research Methods: The type of research to be conducted in this study is an experimental laboratory with a post test only group design method. Sampling was calculated using the Federer formula. Analysis of bivariate data with Shapiro-Wilk. Research Results: From a total of 24 mice research samples. Statistical analysis using the Shapiro-Wilk test showed p = 0.001. Conclusion: There was a significant difference (p <0.05) between each treatment group.
Hubungan Status Gizi dengan Prestasi Belajar
Muhamad Ariq Fauzan;
Yesi Nurmalasari;
Anggunan Anggunan
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 10 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35816/jiskh.v10i1.517
Introduction; One of the factors that can affect children's learning achievement is nutritional status. The low nutritional status of children will have a negative impact on improving the quality of human resources. Aim; know the nutritional status of children, learning achievement, and the relationship between nutritional status and learning achievement. Method; Research design with an observational analytic approach with cross-sectional design. The sampling technique used the total sampling method. Data analysis used the Spearman Rank correlation test. Result; that the frequency distribution of children's learning achievement, most of the respondents had good learning achievement, namely as many as 55 people with a percentage (71.4.0%), the frequency distribution of children's nutritional status, most of the respondents had normal nutritional status, namely 54 (70.1%) and there is a significant relationship between nutritional status and learning achievement in children. Conclusion: that there is a significant relationship between nutritional status and children's learning achievement
Pengaruh Ekstrak Habbatussauda Nigella Sativa terhadap Status Gizi
Shelly Indri Yagi;
Yesi Nurmalasari;
Rakhmi Rafie
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 10 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35816/jiskh.v10i1.586
Introduction; Nutritional status of a person, apart from being determined by the nutritional content of this food, is also determined by the amount and quality of nutritional intake. This increase in intake can be triggered by an increase in appetite for Black Seed (Nigella sativa.) Objectives; know the effect of Black Seed Extract (Nigella sativa) on Nutritional Status. Method; a purely experimental pre-and post-test study with a control group design. The samples used were 24 rats which were divided into 4 groups. Result; that there was a significant increase in the lee index in the KP 150 KP1 group (p = 0.021) and the 150 KP1 dose group and the positive KP group (0.02) there was no significant pulse. decreased APGAR score in the KP1 dose group of 150 (p = 0.092) and the dose group of 300 (p = 0.327). Conclusion; that there is an effect of Black Seed Extract (Nigella sativa.) on the APGAR Score of physical appearance.
Hubungan Konsumsi Fast Food Dengan Status Gizi Pada Remaja Kelas VIII Di SMPN 27 Bandar Lampung
Agusni, Muhammad Yosa;
Nurmalasari, Yesi;
Mandala, Zulhafis;
Putri, Devita Febriani
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31850/makes.v7i3.3076
Konsumsi makanan cepat saji atau junk food telah menjadi tren yang semakin populer di kalangan masyarakat, terutama remaja. Namun, pola makan yang didominasi oleh fast food dapat menyebabkan masalah kesehatan serius, seperti obesitas dan gangguan gizi. Studi menunjukkan bahwa konsumsi fast food secara berlebihan berkorelasi dengan peningkatan risiko penyakit seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas pada remaja. Melihat prevalensi yang semakin meningkat, Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi hubungan antara konsumsi fast food dan status gizi pada remaja kelas VIII di SMPN 27 Bandar Lampung. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan antara konsumsi fast food dan status gizi pada remaja kelas VIII di SMPN 27 Bandar Lampung. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan rancangan penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja kelas VIII di SMPN 27 Bandar Lampung. Sampel yang digunakan berjumlah 72 siswa yang dipilih dengan metode simple random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan pengukuran berat dan tinggi badan siswa serta mengisi kuesioner Food Frequency Questionnaires. Uji statistik menggunakan uji Spearman. Hasil uji statistik menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara fast food dengan status gizi pada remaja kelas VIII di SMPN 27 Bandar Lampung dengan nilai sig.(2-tailed) sebesar 0,000 dan nilai r 0,652. Diharapkan pihak sekolah dapat membuat kantin sehat dan melarang penjualan makanan makanan yang tidak sehat atau sejenis fast food untuk beredar di dekat sekolah. Kata kunci: fast food, status gizi, remaja
Hubungan Status Gizi Dan Aktivitas Fisik Terhadap Daya Tahan Kardiovaskular Pada Siswa Kelas V-VI Di MIN 2 Tanggamus, Provinsi Lampung
Khaerunisa, Hana Nadya;
Nurmalasari, Yesi;
Mustofa, Festy Ladyani;
Pinilih, Astri
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 2 (2025): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/jmm.v9i2.19877
Daya tahan kardiovaskular adalah kemampuan sistem peredaran darah dalam memenuhi kebutuhan oksigen otot selama aktivitas fisik. Faktor yang memengaruhi daya tahan ini adalah aktivitas fisik dan status gizi, yang diukur melalui Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U). Penurunan aktivitas fisik pada anak-anak di Indonesia berdampak pada menurunnya daya tahan kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi, aktivitas fisik, dan daya tahan kardiovaskular pada siswa kelas V–VI di MIN 2 Tanggamus tahun 2024. Metode yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 81 siswa, dipilih secara purposive dari total 102 siswa. Data dikumpulkan melalui pengukuran tinggi dan berat badan, kuesioner PAQ-C, serta tes kebugaran multistage. Uji statistik menggunakan korelasi Spearman. Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi positif lemah antara status gizi dan daya tahan kardiovaskular (r= 0,236; p= 0,034) yang berarti signifikan secara statistik. Selain itu, terdapat korelasi positif yang kuat antara aktivitas fisik dan daya tahan kardiovaskular (r= 0,696; p= 0,000). Kesimpulannya, daya tahan kardiovaskular siswa kelas V–VI di MIN 2 Tanggamus tahun 2024 dipengaruhi oleh status gizi dan tingkat aktivitas fisik.
Tingkat kepatuhan minum obat pada penderita penyakit hipertensi di puskesmas Kedaung Wetan kota Tangerang bulan Juni - Juli tahun 2021
Pradana, Mohammad Amin;
Nurmalasari, Yesi;
Mustofa , Ladyani
JOURNAL OF Medical Surgical Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): June Edition 2023
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56922/msc.v3i1.93
Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang terjadi akibat peningkatan tekanan darah. Peningkatan tekanan darah juga dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko antara lain meliputi usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, obesitas, dan kadar garam tinggi. Kepatuhan terhadap penggobatan diartikan secara umum sebagai tingkatan perilaku dimana pasien menggunakan obat, menatati semua aturan dan nasihat serta dilanjutkan oleh tenaga kesehatan. Ketidakpatuhan pasien menjadi masalah serius yang dihadapi para tenaga kesehatan profesional. Hal ini disebabkan karena hipertensi merupakan penyakit yang paling banyak dialami oleh masyarakat tanpa ada gejala yang signifikan dan juga merupakan penyakit yang menimbulkan penyakit lain yang berbahaya bila tidak diobati secepatnya. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan minum obat pada penderita penyakit ipertensi di Puskesmas Kedaung Wetan Kota Tangerang. Metode: Deskriptif dengan teknik pengambilan sampling non probability sampling. Pengumpulan sampel menggunakan jenis purposive sampling yaitu pengambilan sampel keseluruhan dari jumlah responden. Hasil: Jumlah sampel 50 dari 200 populasi, tingkat kepatuhan minum obat pasien hipertensi didapatkan tidak patuh sebanyak 25 responden (50 %). Simpulan: Tingkat kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Kedaung Wetan Kota Tangerang cukup rendah yang diakibatkan oleh faktor internal seperti usia, latar belakang sosial ekonomi,sikap dan emosi yang disebabkan oleh penyakit yang diderita, dan faktor eksternal seperti dampak pendidikan dan kesehatan, hubungan antara pasien dengan tenaga kesehatan dan dukungan dari lingkungan sosial serta keluarga.
Tingkat kepatuhan minum obat pada penderita penyakit hipertensi di puskesmas Kedaung Wetan Kota Tangerang bulan juni-juli tahun 2021
Nurmalasari, Yesi;
Mustofa, Ladyani;
Pradana, Mohammad Amin
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 1 No. 2 (2024): Edition April 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56922/tmi.v1i2.92
Background: Hypertension is one of the not contagious disease that occur as a result of an increase in pressure of blood . Increased pressure of blood is also influenced by several factors of risk among others include age, sex, family background , obesity , and the levels of salt high . Obedience Treatment is generally defined as the level of behavior in which the patient uses the drug, obeys all rules and advice and is continued by health workers . Noncompliance patient becomes a serious problem that faced the health professionals . It is caused due to hypertension is a disease that many experienced by people without no symptoms are significant and also the diseases that cause other dangerous disease if not treated immediately . Purpose: To knowing overview level compliance drink drugs in hypertension disease patients. Method: Descriptive and mechanical decision sampling in research this is a non-probability sampling by type of purposive sampling is taking samples of the whole of the number of respondents . Results: Number of samples 50 of 200 population , the level of adherence to drink medicine patients of hypertension obtained dalah category are not obedient ie 25 respondents (50%). Conclusion: The level of adherence to drink the drug in patients with hypertension in puskesmas Kedaung Wetan city of Tangerang not obedient taking medication . Keywords: Compliance; Hypertension; Patient. Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang terjadi akibat peningkatan tekanan darah. Peningkatan tekanan darah juga dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko antara lain meliputi usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, obesitas, dan kadar garam tinggi. Kepatuhan terhadap penggobatan diartikan secara umum sebagai tingkatan perilaku dimana pasien menggunakan obat, menatati semua aturan dan nasihat serta dilanjutkan oleh tenaga kesehatan. Ketidakpatuhan pasien menjadi masalah serius yang dihadapi para tenaga kesehatan profesional. Hal ini disebabkan karena hipertensi merupakan penyakit yang paling banyak dialami oleh masyarakat tanpa ada gejala yang signifikan dan juga merupakan penyakit yang menimbulkan penyakit lain yang berbahaya bila tidak diobati secepatnya. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan minum obat pada penderita penyakit ipertensi di Puskesmas Kedaung Wetan Kota Tangerang bulan Juni - Juli Tahun 2021. Metode: Penelitian ini deskriptif serta teknik pengambilan sampling dalam penelitian ini adalah non probability sampling dengan jenis Purposive Sampling yaitu pengambilan sampel keseluruhan dari jumlah responden. Hasil: Jumlah sampel 50 dari 200 populasi, tingkat kepatuhan minum obat pasien hipertensi didapatkan dalah katagori tidak patuh yaitu 25 responden (50 %). Simpulan: Tingkat kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di puskesmas Kedaung Wetan Kota Tangerang tidak patuh meminum obat. Kata Kunci: Hipertensi; Kepatuhan; Pasien.