Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH CROSS-BORDER MERGER AND ACQUISITION ATAS SUATU PERUSAHAAN TERHADAP KELANGSUNGAN TENAGA KERJA Hadinata, Ina Putri Andreana; Utari, Anak Agung Sri
Kertha Desa Vol 11 No 7 (2023)
Publisher : Kertha Desa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkembangnya secara pesat perusahaan-perusahaan multinasional di seluruh dunia membuat kemajuan ekonomi antar negara juga mengalami peningkatan yang baik. Oleh sebab itulah, projeksi skema Merger dan Akusisi atas perusahaan terhadap perusahaan lain dengan menjangkau perusahaan diluar negara asalnya atau biasa diketahui sebagai Cross Border Merger and Acquisitions menjamur. Metode penulisan penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan acuan aturan dari perundang-undangan di Indonesia secara khusus antara lain, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas dan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1998 Tentang Penggabungan, Peleburan, dan Pengambilalihan Perseroan Terbatas, metode ini digunakan sebagai tujuan untuk menjawab permasalahan yang sedang dihadapi agar dapat ditemukannya pemecahan masalah yang proposional. Dari hasil penelitian tersebut dapat diperoleh kesimpulan bahwa proses dan mekanisme dari terjadinya Cross Border M&A dapat dilakukan namun dengan catatan harus memperhatikan aturan-aturan hukum yang berlaku di negara perusahaan yang akan dimerger atau akuisisi sehingga perusahaan tersebut bertanggung jawab atas apapun dampak yang terjadi, terutama dampak pada tenaga kerja dan karyawan yang bersangkutan agar terciptanya sistem kerja yang baik dan menunjang untuk semuanya. The rapid growth of multinational companies worldwide has led to positive economic progress among nations. Hence, the proliferation of Cross Border Mergers and Acquisitions, where companies extend their reach beyond their home country. This research utilizes a normative legal research method, referencing Indonesian regulations such as Law Number 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies and Government Regulation Number 27 of 1998 concerning the Merger, Consolidation, and Acquisition of Limited Liability Companies. This method aims to address current issues and find proportional solutions. The study concludes that Cross Border M&A processes can occur, but adherence to the legal regulations of the target country is crucial. Companies engaging in mergers or acquisitions are responsible for any resulting impacts, particularly on workforce and employees, to establish an effective and supportive working system for everyone involved.
CROSS-BORDER MERGERS AND ACQUISITIONS INFLUENCE OF A COMPANY ON WORKFORCE CONTINUITY Hadinata, Ina Putri Andreana; Utari, Anak Agung Sri
JOURNAL OF HUMANITIES, SOCIAL SCIENCES AND BUSINESS Vol. 2 No. 1 (2022): NOVEMBER
Publisher : Transpublika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55047/jhssb.v2i1.475

Abstract

The rapid development of multinational companies around the world makes economic progress between countries also get good opportunities supported by processes or mechanisms for a company to always develop and boost its company to become bigger and reach all lines of society, inseparable throughout the world. Therefore, the projected scheme of Mergers and Acquisitions of companies against other companies by reaching companies outside their home country or commonly known as Cross Border Mergers and Acquisitions is widespread. However, behind the processes and mechanisms, there are impacts that must also be considered by a company resulting from the process, namely regarding the continuity of the workforce and employees. The method used in this study is a normative legal research method with specific reference to Indonesian laws and regulations, but still within the scope of discussion of multinational companies on companies from other countries. In this case referring to companies in Indonesia, this method is used as the objective to answer the problems being faced in order to find a proportional solution from the problem. From the results of this study, it can be concluded that the process and mechanism of Cross Border M&A can be carried out but also must pay attention to the legal rules in force in the country of the company that will be merged or acquired so that the company is responsible for any impacts that occur, especially the impact on workforce and employees concerned in order to create a good work system and support for all.
ANALISIS PERLINDUNGAN WARTAWAN PERANG DALAM KONFLIK RUSIA-UKRAINA MENURUT HUKUM HUMANITER INTERNASIONAL Cheryl Astrid Juniar Prastowo; Anak Agung Sri Utari
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/s0wd4r71

Abstract

Tujuan studi ini adalah untuk menganalisis secara mendalam pengaturan dan implementasi perlindungan bagi wartawan dan konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina menurut kerangka Hukum Humaniter Internasional (HHI). Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach). Hasil studi menunjukan bahwa meskipun kerangka hukum HHI, khususnya Pasal 79 Protokol Tambahan I 1977 pada Konvensi Jenewa 1949, telah memberikan status sipil yang jelas dan perlindungan komprehensif bagi wartawan, implementasinya di lapangan menghadapi hambatan serius. Pelanggaran sistematis, termasuk serangan yang disengaja, pembunuhan, penahanan sewenang-wenang dengan dalih spionase, dan perusakan peralatan, telah menjadi pola yang mengkhawatirkan. Studi kasus seperti pembunuhan jurnalis Brent Renaud dan penahanan reporter Evan Gershkovich mengilustrasikan pengabaian terhadap prinsip fundamental pembedaan (distinction) dan imunitas sipil. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rezim perlindungan yang ada secara de jure memadai, namun secara de facto terbukti tidak efektif akibat budaya impunitas yang mengakar, tantangan politis dalam penegakan sanksi, dan penggunaan hukum domestic sebagai senjata perang (lawfare). Oleh karena itu, diperlukan penguatan mekanisme akuntabilitas internasional dan kerja sama yang lebih erat untuk memastikan perlindungan yang efektif bagi jurnalis di masa depan.
Co-Authors Anak Agung Gede Duwira Hadi Santosa Anak Agung Istri Agung Citra Prami Dewi Anak Agung Istri Agung Praba Anggarisa Avina Rismadewi Ayu Putu Laksmi Danyanthi Benitto Emanuelle Bevansara HB Catherine Vania Suardhana Cheryl Astrid Juniar Prastowo Christel Soter Erns Tataung Christine Natalia Cok Istri Brahmi Putri Biya Dewa Gede Ari Yudha Brahmanta Dewa Gede Jeremy Zefanya Gabriel Mallatang Sianturi Gede Marhaendra Wija Atmadja Gusti Ayu Trimita Sania Hadinata, Ina Putri Andreana I Dewa Gede Palguna I G AA. Tamara Sheila Saraswati I Gde Putra Ariana I Gde Putra Ariana I Gede Gandi Arie Krishna I Gede Pasek Eka Wisanjaya I Gede Putra Ariana I Gusti Ayu Agung Devi Maharani Ariatmaja I Gusti Ayu Christiari I Kadek Indyana Pranantha I Ketut Gde Juliawan Saputra I Komang Gede Arimbawa I Made Pasek Diantha I Wayan Arya Kurniawan Ida Ayu Ary Widiatmika Ida Ayu Dwi Wirautami Ida Ayu Rhadana Satvikarani M Ida Bagus Gede Angga Juniarta Ida Bagus Nindya Wasista Abi Ida Bagus Wyasa Putra Indriani Gita Jesi Andreanto Kadek Meilanie Chandra Dewi Ketut Gede Sonny Wibawa Made Maharta Yasa Made Nurmawati Made Suksma Prijandhini Devi Salain Mu Amar Ni Kadek Yuli Astuti Ni Luh Bella Mega Brawanti Ni Luh Gede Astariyani NI MADE ARI YULIARTINI GRIADHI Ni Putu Intan Purnami Nyoman Krisna Yudha NYOMAN MAS ARYANI Purba, Daniel Putri Bella Rosy Widodo Putu Ayu Dinda Paramita Selamet Putri Putu Suryani Putu Tuni Cakabawa Landra Renny Januar Dini Riski Bagus Try Ananda Sally Joanna Sari, Mega Indah Tasuji Wirismalawati Veronika Puteri Kangagung Windi Dianti Agustin