Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pengaruh FDI, Tenaga Kerja, dan Pengeluaran Pemerintah terhadap Pertumbuhan Ekonomi di ASEAN-5 Citra Sofira; Ambya; Arif Darmawan
Indonesian Journal of Economics Management and Accounting Vol. 1 No. 12 (2024): IJEMA - Desember 2024
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan ekonomi menjadi indikator penting karena memiliki peran dalam mengukur bagaimana pembangunan ekonomi suatu negara. Akan tetapi, terdapat hasil yang berbeda antar penelitian-penelitian yang berkaitan dengan hal-hal yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di ASEAN-5 dengan menggunakan tiga variabel bebas, yaitu FDI, tenaga kerja, dan pengeluaran pemerintah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel. Data yang digunakan diperoleh dari website World Bank. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dengan model terpilih adalah fixed effect model serta menggunakan pengujian hipotesis berupa uji t-statistik dan uji f-statistik. Temuan dalam penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel FDI memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Variabel tenaga kerja tidak memiliki pengaruh terhadap pengeluaran pemerintah. Sedangkan variabel pengeluaran pemerintah memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Adapun secara bersama-sama, ketiga variabel bebas, yaitu FDI, tenaga kerja, dan pengeluaran pemerintah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di ASEAN-5.
Pengaruh Faktor Ekonomi Terhadap Kriminalitas Di Indonesia Septiana Tri Susanti; Ambya; Prayudha Ananta; I Wayan Suparta; Asih Murwiati
Indonesian Journal of Economics Management and Accounting Vol. 2 No. 6 (2025): IJEMA - Juni 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kriminalitas merupakan salah satu isu sosial yang terus menjadi tantangan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ketimpangan pendapatan, tingkat kemiskinan, dan tingkat pendidikan terhadap tingkat kriminalitas di Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan data panel dari 32 provinsi selama tahun 2014 hingga 2023. Sumber data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan pendapatan berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kriminalitas. Sementara itu, kemiskinan dan pendidikan terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kriminalitas. Temuan ini menunjukkan bahwa tekanan ekonomi dan ketidaksesuaian antara tingkat pendidikan dan akses lapangan kerja dapat mendorong individu melakukan tindakan kriminal. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan metode panel dinamis guna mengatasi potensi endogenitas antar variabel, serta mempertimbangkan penambahan variabel lain atau pendekatan lintas negara untuk memperluas cakupan analisis.
Pengaruh Variabel Makroekonomi Terhadap Pengangguran Di Indonesia Ade Sulistiana; Ambya; Prayudha Ananta; I Wayan Suparta; Arif Darmawan
Indonesian Journal of Economics Management and Accounting Vol. 2 No. 7 (2025): IJEMA - Juli 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi, pertumbuhan ekonomi, kualitas sumber daya manusia dan penanaman modal asing terhadap tigkat pengangguran di Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan data panel dari 33 provinsi selama tahun 2015 hingga 2023. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap tingkat pengangguran, yang berarti peningkatan inflasi cenderung menurunkan tingkat pengangguran dalam konteks Indonesia selama periode yang dianalisis. Pertumbuhan ekonomi juga berpengaruh negatif signifikan, yang mana mendukung teori hukum Okun yang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat mengurangi pengangguran. Sebaliknya, kualitas SDM menunjukkan pengaruh positif signifikan terhadap pengangguran, yang menunjukkan bahwa peningkatan indikator SDM belum sepenuhnya mampu menekan tingkat pengangguran akibat ketidaksesuaian antara pendidikan dan kebutuhan pasar kerja. Sementara itu, penanaman modal asing (PMA) memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap tingkat pengangguran, menandakan bahwa peningkatan investasi asing mampu menciptakan lapangan kerja baru yang mengurangi tingkat pengangguran.