Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

THE IMPACT OF FINTECH ON FINANCIAL LITERACY AND INCLUSION AT CILACAP’S PHARMACY WITH THE MILES AND HUBERMAN MODEL Lia Ernawati; Elisa Issusilaningtyas; Herlin Natasya Sefiani
Jurnal Ekonomi Vol. 11 No. 03 (2022): Jurnal Ekonomi, 2022 Periode Desember
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Development of fintech Keep going continues, not only limited distribution funds which Becomes a strength of main sector fintech. However, fintech innovation Becomes system payment which boom. With the more advanced technology, pharmacy industries must follow developments to be able to compete, because the competitive advantage is rooted in superior financial performance and market positioning identification of the problem in this research is the development of technology in the field of Financial information that results in the behavior of consumers in To do transactions which more choose by digitally. Is fintech able to positively influence financial literacy and inclusion at pharmacies in Cilacap. This research method uses qualitative data with the Miles and Huberman models. The results of qualitative research on 20 resource persons gave the results that Fintech influences and has a positive impact on financial literacy and the inclusion of pharmacies in Cilacap.
Gambaran Pendampingan Pengobatan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) Non Pneumonia oleh Tenaga Kesehatan di Puskesmas Cilacap Selatan II Melati Aprilliana Ramadhani; Elisa Issusilaningtyas
Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Kesehatan Politeknik Medica Farma Husada Mataram Vol. 5 No. 1 (2019): JURNAL PENELITIAN DAN KAJIAN ILMIAH KESEHATAN POLITEKNIK MEDICA FARMA HUSADA MA
Publisher : Politeknik Medica Farma Husada Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.115 KB) | DOI: 10.33651/jpkik.v5i1.18

Abstract

Acute Respiratory Infection (ARI) is a disease of the upper or lower respiratory tract, usually contagious and can causes a variety of spectrums of diseases ranging from mild infections to severe and deadly diseases. ARI is divided into 3 classifications of cases are pneumonia, severe pneumonia, and non pneumonia. The prevalence of ARI in Indonesia is 25%. ARI causes high mortality of baby and toddlers, which is about 1 in 4 deaths. Drug used in patients with ARI was very influential the success of healing the rate of the disease. This study aims to determine the pattern of drug use in non-pneumonia ARI patients in toddlers and children, and evaluate the DRPs in outpatient installations in Cilacap Selatan II Health Center in February 2018. This study is an observational study whose results are presented in evaluative descriptions with restrospectively data collection based on medical record data for toddlers and children non-pneumonia ARI patients. The results showed that the pattern of non-pneumonia ARI use in toddlers and children in the outpatient installation of Cilacap Selatan II Health Center was supportive therapy by 100% without antibiotics therapy, so it could be concluded that the drug selection was given to toddlers and children in The outpatient installation of Cilacap Selatan Health Center II is right.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Sabun Padat Ekstrak Etanol Bunga Telang (Clitoria Ternatea L) Sebagai Antibakteri Terhadap Staphylococcus Aureus Natalia Risma Mawar Diyanti; Elisa Issusilaningtyas
Pharmaqueous : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 5 No. 1 (2023): Volume 5. Nomor 1, Mei 2023
Publisher : Prodi S1 Farmasi, Universitas Al Irsyad Al Islamiyyah Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v5i1.559

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) merupakan tumbuhan berupa tanaman hias dan tanaman obat. Bunga telang mengandung flavonoid, alkaloid dan tanin merupakan senyawa metabolit yang memiliki potensi sebagai antibakteri dibuktikan dengan penelitian sebelumnya mempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri S aureus dan bakteri S.epidermidis. Sabun adalah jenis produk yang dibutuhkan bagi kehidupan manusia untuk membersihkan diri dari kotoran yang menempel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi dari sabun padat ektsrak etanol bunga telang dan melakukan evaluasi serta daya hambat dan efektivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimental, ekstrak yang diperoleh menggunakan pelarut etanol 70%. Penelitian ini dibagi menjadi beberapa tahap. Pertama skrining fitokimia membuat sediaan sabun padat, evaluasi sediaan meliputi uji fisik sediaan serta efektivitas antibakteri. Dalam uji efektifitas antibakteri kontrol negative menggunakan aquadest steril, kontrol positif sabun padat dettol dan sabun padat minyak zaitun herborist, serta formula 0 menggunakan basis sediaan tanpa ekstrak, formula 1, 2 dan 3 masing-masing menggunakan konsentrasi ekstrak etanol bunga 10%, 15%, dan 20%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi sediaan sabun padat ekstrak etanol bunga telang memiliki karakteristik fisik yang baik. Hasil uji zona hambat bakteri pada konsentrasi 10% yaitu sebesar 9 mm, kemudian pada konsentrasi 15% sebesar 10 mm, konsentrasi 20% sebesar 11,5 mm, dimana formulasi 1 dan 2 memiliki efek antibakteri sedang, sedangkan formulasi 3 memiliki efek antibakteri kuat. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan One Way ANOVA dengan taraf kepercayaan 95%. Berdasarkan analisis tersebut perbedaan konsentrasi pada sediaan sabun memberikan pengaruh yang signifikan terhadap zona hambat pada bakteri Staphylococcus aureus. Butterfly pea flower (Clitoria ternatea L.) is an ornamental and medicinal plant. Butterfly pea flower contains flavonoids, alkaloids and tannins which are metabolite compounds that have potential as antibacterials as evidenced by previous studies having antibacterial activity against S.aureus bacteria and S.epidermidis bacteria. Soap is a type of product that is needed for human life to cleanse itself of adhering dirt. This study aims to determine the formulation of solid soap ethanol extract of butterfly pea flower and to evaluate the inhibition and effectiveness of antibacterial against Staphylococcus aureus. The method used in this study is an experimental method, the extract obtained using 70% ethanol solvent. This research is divided into several stages. The first includes phytochemical screening to make solid soap preparations, evaluation of physical preparation test preparations and antibacterial effectiveness. In the negative control antibacterial effectiveness test using sterile aquadest, positive control dettol solid soap and herborist olive oil solid soap, and formula 0 using a base preparation without extract, formulas 1, 2 and 3 each use a concentration of 10%, 15% ethanol extract of flowers , and 20%. The results showed that the ethanol extract of butterfly pea flower solid soap formulation had good physical characteristics. The results of the bacterial inhibition zone test at a concentration of 10% were 9 mm, then at a concentration of 15% by 10 mm, 20% concentration of 11.5 mm, where formulations 1 and 2 have a moderate antibacterial effect, while formulation 3 has a strong antibacterial effect. The data obtained were analyzed using One Way ANOVA with a 95% confidence level. Based on this analysis, the difference in concentration in the soap preparation had a significant effect on the inhibition zone on Staphylococcus aureus bacteria.
Ekstrak Pelepah Pisang Kepok Sebagai Bahan Baku Sediaan Krim Antiseptik Anita Ratna Faoziyah; Nurfatimah W; Elisa Issusilaningtyas
Pharmaqueous : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 2 No. 1 (2020): Volume 2, Nomor 1, November 2020
Publisher : Prodi S1 Farmasi, Universitas Al Irsyad Al Islamiyyah Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v2i1.174

Abstract

Pelepah pisang kapok (Musa acuminate x balbisiana Group ABB) mengandung flavonoid dan tannin yang dapat digunakan sebagai senyawa bioaktif. Senyawa bioaktif memiliki efek fisiologi dalam tubuh yang berpengaruh positif terhadap kesehatan manusia. Salah satu manfaat senyawa flavonoid dan tannin adalah sebagai antiseptik penyembuh luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh emulgator variasi asam stearat dan trietanolamin terhadap stabilitas fisik sediaan krim ekstrak pelepah pisang kapok. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen murni berbasis laboratorium. Formulasi sediaan krim dibuat dengan 3 konsentrasi emulgator sebagai berikut. Formulasi 1 (1,5% : 0,1%), Formulasi 2 (3% : 0,3%) dan formulasi 3 (6% : 0,6%), kemudian ketiga formula di uji sifat fisiknya meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, proteksi, tipe krim, viskositas dan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi pertama merupakan formulasi yang paling baik dalam pembuatan krim ektrak daun pisang kapok dengan variasi emulgator asam stearate dan trietanolamin perbandingan (1,5% : 0,1%), dengan hasil uji stabilitas pH 6, daya sebar 6,1 cm , dan viskositas 10000 cPs.
Pengabdian Donor Darah pada Masyarakat Sidanegara Cilacap Issusilaningtyas, Elisa; Pertiwi, Yuniariana; Rochmah, Nikmah Nuur; Aji, Ajeng Puspo; Yulianto, Asep Nurrahman; Yogawati, Nursanti Dwi; Faoziyah, Anita Ratna; Wardani, Tri Kusuma
Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2024): Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Akbid Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37402/abdimaship.vol5.iss2.309

Abstract

The scarcity of blood is assumed to be caused by a lack of public knowledge about blood donation. Donor health advantages can minimize the danger of cancer, help with weight loss, make the body psychologically better and prolong life, reduce the risk of heart and blood vessel disease, and detect major disorders. Aside from carrying out the Tri Dharma of Higher Education, community service activities seek to encourage local residents to donate blood for the safety of others, hence raising people's desire and willingness to contribute. PMI Cilacap supports this program by sending numerous medical personnel to perform blood draws. The service team distributed information about the benefits of blood donation during this activity. There were 62 registered blood donors, with 43 (69.35%) passing the health check and donating blood, and 19 (30.65%) failing (not passing) the health check and so unable to donate blood.
Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Hand Sanitizer Dan Masker Sebagai Upaya Preventif Terhadap Covid-19 issusilaningtyas, elisa; Ariani, Ida; Setia Permana, Denih Agus
Jurnal Pengabdian Barelang Vol 3 No 03 (2021): Jurnal Pengabdian Barelang Vol 3 No 3 2021
Publisher : LPPM Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33884/jpb.v3i03.2698

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit infeksi pernapasan akut yang disebabkan oleh corona virus strain severe acute respiratory syndrome corona virus 2 yang dapat dengan mudah menyebar dan ditularkan melalui jalur pernapasan penderita terinfeksi. Gejala Covid-19 umumnya berupa demam 38°C, batuk kering, dan sesak nafas serta dampak paling buruk untuk manusia ialah kematian yang dapat disebabkan oleh adanya penyakit penyerta seperti hipertensi diabetes mellitus, jantung koroner dan penyakit serebrovaskula. Masyarakat di sekitar kampus STIKES Al-Irsyad Al- Islamiyyah Cilacap masih terlihat belum terbiasa menggunakan masker pada saat keluar rumah. Kurangnya Upaya preventif saat di luar rumah dengan membawa handsanitizer dikarenakan persediaan dan harga dipasaran yang melambung tinggi (mahal) sehingga masyarakat mengalami kendala pada saat membelinya. Tujuan dari pengabdian masayarakat ini adalah untuk menciptakan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Hand Sanitizer Dan Masker Sebagai Upaya Preventif Terhadap Covid-19. Metode pangabdian yaitu berupa donasi masker dan handsanitizer serta pemberian informasi pemakaiannya secara lisan. Hasil yang diperoleh adalah 120 orang sasaran sudah mendapatkan handsanitizer dan 120 orang mendapatkan masker diserati leaflet berkaitan dengan covid-19. Dengan demikian, masyarakat sekitar kampus dapat menggunakan masker dan perbekalan handsanitizer pada saat keluar rumah.
PERBANDINGAN METODE EKSTRAKSI MASERASI DAN REFLUKS TERHADAP KADAR FLAVONOID DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAUN JERUJU (Acanthus ebracteatus Vahl) Issusilaningtyas, Elisa; Azzahra, Fatimah; Nikmah Nuur Rochmah; Anita Ratna
Jurnal Komunitas Farmasi Nasional Vol. 3 No. 02 (2023): Jurnal Komunitas Farmasi Nasional
Publisher : Akademi Farmasi Yarsi Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Jeruju plant (Acanthus ebracteatus Vahl) is a type of mangrove that has the potential as a natural source of treatment. Jeruju plants contain secondary metabolite compounds including alkaloids, saponins, terpenoids, flavonoids, anthraquinones and tannins. The purpose of this study was to determine the comparison of maceration and reflux extraction methods to levels of flavonoids and antioxidant activity using the FRAP method, a plant of jeruju originating from Tegal Kamulyan, Cilacap Regency. Jeruju leaf extraction method maceration and reflux using ethanol 96% solvent. The flavonoid content of the jeruju extract was determined using a UV-VIS spectrophotometer. Antioxidant activity was measured using the FRAP method. The results of the flavonoid level determination showed that the refluxed extract contained 35,07 mg/g of flavonoids, while the macerated extract contained 27,44 mg/g of flavonoids. The calculation of the antioxidant activity of the jeruju leaf extract obtained through the reflux method was 118.57 mgAAE/g of extract with an IC50 value = 34.76 µg/mL (very strong antioxidant) and a maceration method of 111.75 mgAAE/g extract with a value of IC50 = 33,69 µ/mL (very strong antioxidant). Keywords : Jeruju, Extraction method, Flavonoids, Antioxidants
PENGARUH METODE EKSTRAKSI TERHADAP KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER EKSTRAK DAUN BAKAU HITAM ( Rhizopora mucronata ) Issusilaningtyas, Elisa; Puspo Aji, Ajeng; Fauziah, Anita Ratna
SAINS INDONESIANA Vol. 1 No. 1 (2023): Vol. 1, No. 1 Edisi Februari 2023
Publisher : Gamma Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun Bakau hitam (Rhizopora mucronata) merupakan salah satu jenis Bakau hitam yang berpotensi sebagai sumber pengobatan tradisional dan antioksidan alami. Daun tanaman ini mengandung senyawa metabolit sekunder seperti tanin, fenolat, klorofil, karotenoid dan alkaloid. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hasil rendemen dari ekstrak daun Bakau hitam dengan metode perkolasi dan refluks, melakukan uji metabolit sekunder dari hasil ekstraksi dengan masing- masing metode. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen murni di laboratorium farmasi dengan melakukan penelitian terhadap rendemen hasil ekstraksi dengan variasi metode ekstraksi. Metode ekstrak yang akan digunakan adalah perkolasi dan refluks dengan pelarut yang digunakan adalah metanol. Uji untuk mendeteksi adanya metabolit sekunder pada bakau hitam (Rhizopora muchronata) dilakukan uji fitokimia yaitu uji alkaloid, uji flavonoid, uji tanin, uji saponin, uji steroid dan titerpenoid.
FORMULASI DAN EVALUASI GARGARISMA EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) DAN MINYAK ATSIRI DAUN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) DENGAN VARIASI KONSENTRASI STABILIZER GUM ARAB Issusilaningtyas, Elisa; Yulianto, Asep Nurrahman; Nurfadilah, Umi
SAINS INDONESIANA Vol. 1 No. 3 (2023): Vol. 1, No. 3 Edisi Juni 2023
Publisher : Gamma Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gargarisma dengan bahan baku daun sirih hijau menjadi solusi untuk mengatasi masalah bau mulut karena mengandung fenol yang berguna sebagai antiseptik alami. Aroma daun sirih hijau yang tidak begitu disukai dapat diatasi dengan aroma khas dari minyak atsiri yang dimiliki daun jeruk nipis. Formulasi sediaan gargarisma dibuat dengan variasi konsentrasi stabilizer gum arab. Bahan penstabil berperan dalam menjaga kestabilan produk dan mencegah terjadinya sineresis. Daun sirih hijau terlebih dahulu diekstraksi menggunakan pelarut etanol 70% dengan metode maserasi selama 3x24 jam. Ekstrak yang diperoleh kemudian dibuat sediaan dengan konsentrasi sebesar 2,5 g dan variasi konsentrasi gum arab sebesar 0,5 g (F1), 1 g (F2), dan 1,5 g (F3). Sediaan dibuat sebanyak 100ml tiap konsentrasi dan dilakukan pengujian terhadap sediaan yang meliputi uji organoleptis, uji pH, uji viskositas, uji homogenitas, uji hedonik dan uji stabilitas. Hasil penelitian menunjukkan variasi konsentrasi gum arab (0,5 g, 1 g, dan 1,5 g) sebagai stabilizer berpengaruh signifikan terhadap viskositas gargarisma. Konsentrasi gum arab yang memiliki evaluasi fisik paling baik yaitu gum arab 0,5 g dengan pH 5 dan viskositas 1,17 cPs. Kata kunci: Gargarisma, Ekstrak Daun Sirih Hijau, Minyak Atsiri Daun Jeruk Nipis, Stabilizer, dan Gum Arab
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN ROLL ON AROMATERAPI MINYAK ATSIRI ROSEMARY (Rosemarinus officinalis L.) sofiyana, lulu; Issusilaningtyas, Elisa; Rochmah, Nikmah Nuur
SAINS INDONESIANA Vol. 1 No. 5 (2023): Vol. 1, No. 5 Edisi Oktober 2023
Publisher : Gamma Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rosemary merupakan salah satu tanaman aromatik yang memiliki aroma khas. Beberapa kandungan rosemary seperti 1,8-cineol dan linalool berperan dalam meredakan stress dan memberikan efek relaksasi. Manfaat lain dari rosemary dapat digunakan sebagai pijat refleksi untuk meredakan nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula dan evaluasi sediaan roll on aromaterapi dari minyak atsiri rosemary. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian eksperimental di laboratorium. Kemudian dilakukan uji kemurnian produk dan evaluasi sediaan roll on aromaterapi dengan konsentrasi 0%, 2%, 4%, dan 8%. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan bahwa formulasi roll on aromaterapi minyak atsiri rosemary pada uji organoleptis, uji pH, uji homogenitas, dan uji iritasi sudah memenuhi standar yang ditetapkan. Dari keempat formulasi, sediaan yang paling banyak disukai yaitu formula III dengan konsentrasi 8%. Nilai tinggi kesukaan dengan parameter bentuk, warna dan rasa dikulit ditunjukkan pada Formula III. Sedangkan parameter bau ditunjukkan pada Formula I.