Claim Missing Document
Check
Articles

Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Sabun Padat Ekstrak Etanol Bunga Telang (Clitoria Ternatea L) Sebagai Anti Bakteri Terhadap Staphyloccoccus Aureus Diyanti, Natalia Risma Mawar; Issusilaningtyas, Elisa; Yulianto, Asep Nurrahman
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 5 No. 1 (2023): Volume 5, Nomor 1, Mei 2023
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v5i1.313

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) merupakan tumbuhan berupa tanaman hias dan tanaman obat. Bunga telang mengandung flavonoid, alkaloid dan tanin merupakan senyawa metabolit yang memiliki potensi sebagai antibakteri dibuktikan dengan penelitian sebelumnya mempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri S aureus dan bakteri S.epidermidis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi dari sabun padat ektsrak etanol bunga telang dan melakukan evaluasi serta daya hambat dan efektivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimental, ekstrak yang diperoleh menggunakan pelarut etanol 70%. Penelitian ini dibagi menjadi beberapa tahap. Pertama skrining fitokimia, formulasi sediaan sabun padat, evaluasi sediaan meliputi uji fisik sediaan serta uji efektivitas antibakteri. Dalam uji efektifitas antibakteri kontrol negative menggunakan aquadest steril, kontrol positif sabun padat dettol dan sabun padat minyak zaitun herborist, serta formula 0 menggunakan basis sediaan tanpa ekstrak, formula 1, 2 dan 3 masing-masing menggunakan konsentrasi ekstrak etanol bunga 10%, 15%, dan 20%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi sediaan sabun padat ekstrak etanol bunga telang memiliki karakteristik fisik yang baik. Hasil uji zona hambat bakteri pada konsentrasi 10% yaitu sebesar 9 mm, kemudian pada konsentrasi 15% sebesar 10 mm, konsentrasi 20% sebesar 11,5 mm, dimana formulasi 1 dan 2 memiliki efek antibakteri sedang, sedangkan formulasi 3 memiliki efek antibakteri kuat. Data dianalisis menggunakan One Way ANOVA dengan taraf kepercayaan 95%. sehingga adanya perbedaan konsentrasi pada sediaan sabun memberikan pengaruh yang signifikan terhadap zona hambat pada bakteri Staphylococcus aureus.
UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN GEL KOMBINASI EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) DAN MINYAK SEREH (Cimbopogan citratus) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus ATCC 25923 Elisa Issusilaningtyas; Nikmah Nuur Rochmah; Meka Faizal Farabi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 7: Desember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i7.9136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas sediaan gel kombinasi ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L.) dan minyak sereh (Cimbopogon citratus) terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923. Pengujian dilakukan menggunakan metode sumuran, dengan formula gel yang terdiri atas tiga konsentrasi ekstrak daun kelor (5%, 10%, dan 20%) serta minyak sereh sebesar 2%. Sebagai kontrol positif digunakan klindamisin, sementara kontrol pembanding berupa gel tanpa zat aktif, dan kontrol negatif menggunakan aquades steril. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan gel kombinasi menghasilkan zona hambatan dengan kategori "kuat" untuk semua formula, masing-masing sebesar 10,6 mm (F1), 11 mm (F2), dan 12 mm (F3). Kontrol positif klindamisin menunjukkan aktivitas "sangat kuat" dengan zona hambatan 20,7 mm, sementara minyak sereh sendiri menghasilkan zona hambatan yang lebih besar (27 mm) dibandingkan kombinasi dengan ekstrak daun kelor. Analisis statistik menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan antara formula gel (p = 0,058).
Formula Optimization of Propolis Transfersome Gel, Aloe Vera, Gotu Extract: Formula Design, Formulation Evaluation and Cell Regeneration Test in Diabetic Wounds Aji, Ajeng Puspo; Septiyaningsih, Rochany; Indratmoko, Septiana; Issusilaningtyas, Elisa; Nasikha, Solikhatun
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 11 (2024): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i11.9283

Abstract

The study was conducted to determine the optimal formula of transfersome propolis gel, aloe vera extract and gotu gotu leaf extract and test it against diabetic wounds in male white rats (Rattus norvegicus). The gel was created with an optimal formulation resulting from the application of a Design Expert with Cutimed as a positive control of burns on the backs of male white rats (Rattus norvegicus). Formula optimization was carried out using a Simple Lattice Design with variations of carbopol, TEA and glycerin. Activity tests of propolis transferosome gel, aloe vera extract and gotu gotu extract were conducted on 20 rats. The data results were statistically analyzed using the SPSS One Way ANOVA method. Phytochemical screening on aloe vera and gotu gotu showed the presence of flavonoid compounds, tannins and saponins. Transfersome propolis has a particle size of 88.55 nm and a zeta potential of -24.13 mV. The optimal formula produces a clear preparation in white, a distinctive odour, a stable viscosity of 19980 cps, dispersion power of 6.67 cm, adhesion of 4.07 seconds and pH of 6.45. The burn activity test had the fastest effectiveness on day 12 but did not differ significantly from the customized control.
PHARMACEUTICAL NANOTECHNOLOGY: FORMULATION AND IN VIVO EVALUATION OF CURCUMIN-LOADED NANOSUSPENSIONS FOR ENHANCED ANTI-INFLAMMATORY EFFICACY Issusilaningtyas, Elisa; Williams, Sarah; Muntasir, Muntasir
Journal of Biomedical and Techno Nanomaterials Vol. 2 No. 4 (2025)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/jbtn.v2i4.2523

Abstract

Curcumin, a natural polyphenol derived from Curcuma longa, is well-regarded for its potent anti-inflammatory properties. However, its therapeutic application is severely hampered by its extremely low aqueous solubility and poor oral bioavailability, which leads to suboptimal absorption and limited clinical efficacy. Pharmaceutical nanotechnology offers a promising strategy to overcome these biopharmaceutical challenges. This research aimed to formulate a stable curcumin nanosuspension to significantly enhance its dissolution rate and bioavailability, and to subsequently evaluate its improved anti-inflammatory efficacy in an in vivo model. A curcumin nanosuspension was prepared using the high-pressure homogenization technique, stabilized with Poloxamer 188. The formulation was characterized for particle size, polydispersity index (PDI), and zeta potential. An in vivo anti-inflammatory study was conducted using the carrageenan-induced paw edema model in Wistar rats, comparing the efficacy of the nanosuspension against a conventional coarse curcumin suspension. The optimized nanosuspension exhibited a narrow particle size distribution with a mean diameter of 210 nm and a zeta potential of -28.5 mV, indicating good physical stability. The in vivo evaluation demonstrated that the curcumin nanosuspension produced a significantly greater inhibition of paw edema (72.4%) compared to the coarse curcumin suspension (28.1%) at the same dose (p < 0.01). Formulating curcumin into a nanosuspension is a highly effective strategy for overcoming its inherent bioavailability limitations. This nanotechnological approach dramatically enhances curcumin’s anti-inflammatory activity, validating its potential as a powerful therapeutic agent for inflammatory conditions.
POTENSI TERIPANG SEBAGAI AGEN ANTI-GASTRITIS: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Arianto, Cindy Chavally; Indratmoko, Septiana; Issusilaningtyas, Elisa; Sukmawati, Dinar Danan
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 9, No 3 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v9i3.378

Abstract

 Gastritis merupakan salah satu gangguan saluran cerna yang umum terjadi akibat ketidakseimbangan antara faktor agresif dan mekanisme pertahanan mukosa. Keterbatasan terapi konvensional, termasuk meningkatnya resistensi antibiotik dan risiko efek samping jangka panjang, mendorong pencarian agen gastroprotektif alami yang lebih aman. Penelitian ini bertujuan merangkum bukti ilmiah mengenai potensi teripang (Holothuroidea) sebagai agen anti-gastritis melalui systematic literature review (SLR) berdasarkan pedoman PRISMA 2020. Sebanyak tujuh artikel orisinal memenuhi kriteria inklusi setelah proses identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan inklusi. Data diekstraksi menggunakan formulir standar yang memuat spesies teripang, komponen bioaktif, desain penelitian, metode induksi gastritis, dan parameter biologis. Analisis dilakukan secara naratif karena heterogenitas desain penelitian. Hasil sintesis menunjukkan bahwa komponen bioaktif utama teripang, yaitu fucoidan, peptida, dan polisakarida sulfat, memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antibakteri terhadap Helicobacter pylori. Aktivitas tersebut berkontribusi pada pengurangan stres oksidatif, penurunan ekspresi sitokin proinflamasi, serta perbaikan struktur dan regenerasi mukosa lambung. Selain itu, beberapa studi melaporkan peningkatan aktivitas enzim pertahanan endogen serta modulasi mikrobiota usus, yang turut mendukung efek protektif mukosa. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa teripang memiliki potensi signifikan sebagai agen alami pendukung pencegahan dan terapi gastritis. Namun, penelitian pra-klinis terstandar dan uji klinis tetap diperlukan untuk memastikan keamanan, efektivitas, dan konsistensi aktivitas farmakologisnya sebelum dapat dikembangkan sebagai kandidat fitofarmaka atau produk nutraseutikal berbasis bukti.
Evaluasi Potensi Sacha Inchi (Plukenetia Volubilis L) dalam Terapi Penyakit Diabetes Melitus: Sistemik Literatur Review Rahmawati, Sifa; Indratmoko, Septiana; Issusilaningtyas, Elisa; Kurniawati, Marina
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/2cxdft67

Abstract

Penyakit diabetes melitus ditandai oleh hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin atau resistensi insulin, yang dapat menyebabkan komplikasi serius seperti nefropati, retinopati, neuropati, dan penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau efek antidiabetes dari senyawa bioaktif Sacha Inchi (Plukenetia volubilis L.) dalam pengelolaan diabetes melitus melalui tinjauan sistematis (Systematic Literature Review/SLR) dengan pedoman PRISMA 2020. Berdasarkan analisis terhadap 13 artikel terindeks Scopus dari 2016 hingga 2025, hasil menunjukkan bahwa Sacha Inchi dapat menurunkan kadar glukosa darah melalui mekanisme peningkatan sensitivitas insulin, aktivasi jalur pensinyalan IRS-1  PI3K  Akt, serta perlindungan dan regenerasi sel B pankreas. Selain itu, senyawa bioaktif dalam Sacha Inchi menghambat enzim a glukosidase, a amilase, dan DPP-IV, yang berperan dalam metabolisme glukosa. Aktivitas antioksidan dan antiinflamasi Sacha Inchi juga berkontribusi mengurangi stres oksidatif dan peradangan sistemik, mendukung keseimbangan metabolik, dan kesehatan pankreas. Penelitian menunjukkan bahwa Sacha Inchi berpotensi mengmodulasi mikrobiota usus, yang berperan penting dalam pengaturan metabolisme glukosa dan meningkatkan sensitivitas insulin. Temuan ini mengindikasikan Sacha Inchi sebagai agen fitoterapi alami yang aman dan efektif untuk pengelolaan diabetes melitus. Evaluation of the Potential of Sacha Inchi (Plukenetia volubilis L) in Diabetes Mellitus Disease Therapy: A Systemic Literature Review Abstract Diabetes mellitus is characterized by hyperglycemia due to impaired insulin secretion or insulin resistance, which can lead to serious complications such as nephropathy, retinopathy, neuropathy, and cardiovascular diseases. This study aims to review the antidiabetic effects of bioactive compounds from Sacha Inchi (Plukenetia volubilis L.) in the management of diabetes mellitus through a systematic literature review (SLR) following the PRISMA 2020 guidelines. Based on an analysis of 13 Scopus-indexed articles from 2016 to 2025, the results indicate that Sacha Inchi can lower blood glucose levels through mechanisms such as enhancing insulin sensitivity, activating the IRS-1  PI3K  Akt signaling pathway, and protecting and regenerating pancreatic B-cells. Additionally, the bioactive compounds in Sacha Inchi inhibit enzymes like a-glucosidase, a-amylase, and DPP-IV, which are involved in glucose metabolism. The antioxidant and anti-inflammatory activities of Sacha Inchi also contribute to reducing oxidative stress and systemic inflammation, supporting metabolic balance and pancreatic health. The research shows that Sacha Inchi has the potential to modulate gut microbiota, which plays a crucial role in glucose metabolism regulation and enhancing insulin sensitivity. These findings suggest that Sacha Inchi is a safe and effective natural phytotherapy agent for the management of diabetes mellitus.
Potensi Squalen dalam Anti-aging: Tinjauan Literatur Review Arumsari, Putri; Tajudin, Tatang; Indratmoko, Septiana; Issusilaningtyas, Elisa
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/skqxqk05

Abstract

Penuaan kulit semakin mendapat perhatian, namun pemahaman tentang peran senyawa alami sebagai agen anti-aging masih perlu diperdalam. Squalene, senyawa triterpen hidrokarbon alami (C30H50) yang ditemukan dalam minyak hati ikan hiu, minyak zaitun, amaranth, dedak padi, serta mikroba rekayasa genetik, menarik perhatian sebagai bahan aktif anti-aging alami. Kajian ini bertujuan menganalisis kandungan aktif, mekanisme kerja, bentuk konsumsi, dan bukti ilmiah squalene dalam potensi anti-aging melalui pendekatan systematic literature review. Penelitian ini menganalisis 14 artikel dari bidang kosmetologi, dermatologi, dan bioteknologi farmasi (2016-2025), yang sebagian besar merupakan penelitian eksperimental (in vitro, ex vivo, dan in vivo) serta beberapa studi klinis awal. Hasil menunjukkan bahwa squalene bekerja melalui empat mekanisme utama: aktivitas antioksidan (menetralkan ROS, menekan MMP-1, mengaktifkan jalur Nrf2/ARE), antiinflamasi (menghambat NF-KB dan sitokin proinflamasi), fotoprotektif (mencegah peroksidasi lipid akibat UV), dan regeneratif (menstimulasi TGF-B untuk pembentukan kolagen). Formulasi nanoemulsi dan oleogel berbasis squalene efektif meningkatkan kondisi kulit. Squalene nabati, seperti dari minyak zaitun dan amaranth, menunjukkan efektivitas setara dengan sumber hewani, mendukung keberlanjutan dan etika produksi kosmetik. Squalene berpotensi sebagai bahan aktif anti-aging generasi baru yang aman, efektif, dan ramah lingkungan, namun kajian lebih lanjut diperlukan untuk menilai efektivitas jangka panjang dan dosis optimalnya. The Potential of Squalene in Anti-aging: A Literature Review Abstract Skin aging is becoming an increasingly recognized issue, but understanding the role of natural compounds as anti-aging agents still requires further exploration. Squalene, a natural triterpene hydrocarbon (C30H50) found in shark liver oil, olive oil, amaranth, rice bran, and genetically engineered microbes, has gained attention as a natural anti-aging active ingredient. This review aims to analyze the active content, mechanisms of action, consumption forms, and scientific evidence supporting the anti-aging potential of squalene through a systematic literature review approach. The study analyzes 14 articles from the fields of cosmetology, dermatology, and pharmaceutical biotechnology (2016-2025), mostly experimental research (in vitro, ex vivo, and in vivo) supported by some early clinical studies. The results show that squalene works through four main mechanisms: antioxidant activity (neutralizing ROS, inhibiting MMP-1, activating Nrf2/ARE pathway), anti-inflammatory (inhibiting NF-KB and pro-inflammatory cytokines), photoprotective (preventing lipid peroxidation due to UV), and regenerative (stimulating TGF-B for collagen formation). Squalene-based nanoemulsion and oleogel formulations effectively improve skin conditions. Plant-based squalene, such as from olive oil and amaranth, shows comparable effectiveness to animal sources, supporting sustainability and ethical considerations in modern cosmetic production. Overall, squalene has great potential as a new generation of safe, effective, and environmentally friendly anti-aging active ingredients, though further studies are needed to assess long-term effectiveness and optimal dosages.
Potensi Sacha Inchi (Plukenetia Volubilis L.) Sebagai Agen Antihiperlipidemia: Systematic Literatur Review Rahma, Alya Fatiha; Indratmoko, Septiana; Issusilaningtyas, Elisa
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/wg991k17

Abstract

Hiperlipidemia merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular dan masih menjadi penyebab morbiditas serta mortalitas yang tinggi. Sacha Inchi (Plukenetia volubilis L.) mengandung asam lemak esensial omega-3 (ALA), omega-6 (LA), omega-9 (OA), serta tokoferol dan fitosterol yang berperan dalam regulasi metabolisme lipid. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis bukti ilmiah mengenai potensi Sacha Inchi sebagai agen antihiperlipidemia berdasarkan hasil penelitian in vitro, in vivo, dan uji klinis yang dipublikasikan pada jurnal terindeks Scopus periode 2016–2025. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020 dan menggunakan basis data Scopus. Dari 25 artikel yang ditemukan, sebanyak 17 memenuhi kriteria inklusi. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsumsi minyak Sacha Inchi menurunkan kolesterol total, LDL, dan trigliserida serta meningkatkan HDL melalui penghambatan enzim HMG-CoA reduktase, aktivasi PPAR-a, dan modulasi mikrobiota usus. Senyawa tokoferol dan polifenol juga berkontribusi terhadap efek antioksidan dan antiinflamasi melalui penekanan NF-KB, TNF-a, dan IL-6. Dengan demikian, Sacha Inchi memiliki potensi sebagai fitoterapi alami antihiperlipidemia yang aman dan berpotensi mendukung kesehatan kardiovaskular. Potential of Sacha Inchi (Plukenetia volubilis L.) As an Antihyperlipidemia Agent: Systematic Literature Review Abstract Hyperlipidemia is a major risk factor for cardiovascular disease and is still a cause of high morbidity and mortality. Sacha Inchi (Plukenetia volubilis L.) contains omega-3 (ALA), omega-6 (LA), omega-9 (OA), as well as tocopherols and phytosterols that play a role in the regulation of lipid metabolism. This study aims to systematically review scientific evidence regarding the potential of Sacha Inchi as an antihyperlipidemia agent based on the results of in vitro, in vivo, and clinical trials published in the Scopus indexed journal for the period 2016–2025. The method used is Systematic Literature Review (SLR) with reference to the PRISMA 2020 guidelines and using the Scopus database. Of the 25 articles found, 17 met the inclusion criteria. The results of the analysis showed that the consumption of Sacha Inchi oil lowered total cholesterol, LDL, and triglycerides and increased HDL through inhibition of HMG-CoA reductase enzyme, activation of PPAR-a, and modulation of the gut microbiota. Tocopherol and polyphenol compounds also contribute to antioxidant and anti-inflammatory effects through the suppression of NF-kB, TNF-a, and IL-6. Thus, Sacha Inchi has the potential as a natural phytotherapy for antihyperlipidemia that is safe and has the potential to support cardiovascular health.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengembangan Kelompok Ternak Lebah Madu untuk Penguatan Ekonomi Lokal Berbasis Produk Alam : Madu Yunadi, Frisca Dewi; Indratmoko, Septiana; Issusilaningtyas, Elisa; Wijaya, Triyadi Hendra; Aji, Ajeng Puspo; Tahya, Khofifah; Rizkya, Dayna; Muslimah, Gadizza
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/tc54q653

Abstract

Pemberdayaan ekonomi lokal berbasis potensi sumber daya alam merupakan strategi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat perdesaan secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas teknis dan manajerial kelompok ternak lebah madu KUBE Banyu Aji di Desa Welahan Wetan, Kabupaten Cilacap, melalui pengembangan madu sebagai produk unggulan desa. Program dilaksanakan selama enam bulan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA), meliputi identifikasi kebutuhan dan potensi lokal, pelatihan teknis budidaya lebah madu, pendampingan produksi, penguatan manajemen usaha, serta evaluasi partisipatif. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test, observasi lapangan, diskusi kelompok terarah, dan survei pendapatan rumah tangga. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan keterampilan teknis peternak, dengan skor rata-rata pre-test sebesar 35–45 meningkat menjadi 75–82 pada post-test. Peningkatan terbesar terjadi pada aspek teknik panen madu higienis dan manajemen koloni lebah. Observasi lapangan mengonfirmasi perbaikan praktik pemeliharaan sarang, penggunaan alat panen berbahan stainless steel, serta pengemasan madu sesuai standar mutu. Selain itu, kelompok berhasil mengembangkan produk turunan seperti madu herbal dan salep propolis serta memperluas jaringan pemasaran melalui koperasi desa dan pelaku usaha lokal. Dampak ekonomi menunjukkan peningkatan pendapatan rumah tangga peternak sebesar 30–45%. Program ini memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat dan berpotensi direplikasi di desa lain dengan karakteristik serupa. Community Empowerment through the Development of Honey Bee Farming Groups to Strengthen the Local Economy Based on Natural Products: Honey Abstract Community empowerment based on local natural resource potential is a key strategy for strengthening sustainable rural economies. This community service program aimed to enhance the technical and managerial capacities of the honey bee farming group KUBE Banyu Aji in Welahan Wetan Village, Cilacap Regency, by developing honey as a flagship local product. The program was implemented over six months using a Participatory Rural Appraisal (PRA) approach, including needs and potential assessment, technical training in honey bee cultivation, production mentoring, business management strengthening, and participatory evaluation. Data were collected through pre-test and post-test assessments, field observations, focus group discussions, and household income surveys. Quantitative results indicated a significant improvement in participants’ technical skills, with average pre-test scores ranging from 35–45 and post-test scores increasing to 75–82. The most notable improvements were observed in hygienic honey harvesting techniques and colony management practices. Qualitative field observations confirmed better hive sanitation, use of stainless steel harvesting equipment, and standardized honey packaging. In addition, the group successfully developed value-added honey products, such as herbal honey and propolis ointment, and expanded market access through collaboration with village cooperatives and local businesses. Economic impact assessment showed an increase in household income of 30–45%. This program strengthened community economic independence and demonstrates strong potential for replication in other rural areas with similar ecological conditions.
Pemberdayaan Kelompok PKK Desa Welahan Wetan melalui Penguatan Ekonomi Lokal Berbasis Produk Alam: TOGA-LAMPOT Issusilaningtyas, Elisa; Yunadi, Frisca Dewi; Indratmoko, Septiana; Wijaya, Triyadi Hendra; Mubarak, Zulfikar Yusya; Rizqi, Titis Alvanur; Salsabila, Wilda Adelia; Wulandari, Mutia
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/tm202n38

Abstract

Pemberdayaan kelompok PKK Desa Welahan Wetan merupakan upaya strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi lokal berbasis potensi alam. Sebelum program dilaksanakan, komunitas sasaran menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan ekonomi rumah tangga, rendahnya keterampilan teknis dalam budidaya tanaman obat, serta belum optimalnya pemanfaatan lahan pekarangan yang relatif sempit. Hasil identifikasi awal menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen anggota PKK belum memiliki pengetahuan standar mengenai budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA), dan sekitar 70 persen pekarangan rumah belum dimanfaatkan secara produktif. Program ini berfokus pada pemanfaatan TOGA dan lahan pekarangan produktif dalam pot (TOGA-LAMPOT) sebagai basis pengembangan produk unggulan berbasis ekonomi lokal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan anggota PKK secara aktif melalui pemetaan kebutuhan mitra, penyuluhan potensi ekonomi TOGA-LAMPOT, serta pelatihan budidaya dan pengolahan di pekarangan rumah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan teknis peserta, ditandai dengan keberhasilan sekitar 70% anggota PKK dalam mempertahankan minimal tiga jenis tanaman obat hingga akhir program, serta terbentuknya inisiatif pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) TOGA-LAMPOT. Pemberdayaan kelompok PKK melalui integrasi TOGA-LAMPOT dan penguatan ekonomi lokal terbukti efektif dalam mengoptimalkan lahan terbatas menjadi sumber daya produktif, sekaligus melestarikan pengetahuan tradisional tentang tanaman obat. Program ini direkomendasikan sebagai model pemberdayaan ekonomi komunitas berbasis produk alam di wilayah pedesaan dengan keterbatasan lahan dan sumber daya. Empowerment of the PKK Group in Welahan Wetan Village through Strengthening the Local Economy Based on Natural Products: TOGA-LAMPOT Abstraks The empowerment of the PKK women’s group in Welahan Wetan Village represents a strategic effort to improve community welfare through strengthening the local economy based on natural resources. Prior to program implementation, the target community faced several challenges, including limited household economic capacity, low technical skills in medicinal plant cultivation, and suboptimal utilization of relatively small home gardens. The initial needs assessment indicated that more than 60 percent of PKK members lacked standardized knowledge of Family Medicinal Plant (TOGA) cultivation, while approximately 70 percent of household yards had not been used productively. This program focused on utilizing TOGA and productive home-garden cultivation in pots (TOGA-LAMPOT) as a foundation for developing value-added local products. A participatory approach was employed, actively involving PKK members through partner needs mapping, education on the economic potential of TOGA-LAMPOT, and hands-on training in home-garden cultivation and processing. The results demonstrated an improvement in participants’ technical skills, as evidenced by approximately 70 percent of PKK members successfully maintaining at least three types of medicinal plants until the end of the program, as well as the initiation of plans to establish a TOGA-LAMPOT Joint Business Group (Kelompok Usaha Bersama). The empowerment of the PKK group through the integration of TOGA-LAMPOT and local economic strengthening proved effective in optimizing limited land into productive resources while preserving traditional knowledge of medicinal plants. This program is recommended as a replicable model for community-based economic empowerment using natural products in rural areas with limited land and resources.