Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Pharmaqueous

Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Sabun Padat Ekstrak Etanol Bunga Telang (Clitoria Ternatea L) Sebagai Antibakteri Terhadap Staphylococcus Aureus Natalia Risma Mawar Diyanti; Elisa Issusilaningtyas
Pharmaqueous : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 5 No. 1 (2023): Volume 5. Nomor 1, Mei 2023
Publisher : Prodi S1 Farmasi, Universitas Al Irsyad Al Islamiyyah Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v5i1.559

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) merupakan tumbuhan berupa tanaman hias dan tanaman obat. Bunga telang mengandung flavonoid, alkaloid dan tanin merupakan senyawa metabolit yang memiliki potensi sebagai antibakteri dibuktikan dengan penelitian sebelumnya mempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri S aureus dan bakteri S.epidermidis. Sabun adalah jenis produk yang dibutuhkan bagi kehidupan manusia untuk membersihkan diri dari kotoran yang menempel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi dari sabun padat ektsrak etanol bunga telang dan melakukan evaluasi serta daya hambat dan efektivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimental, ekstrak yang diperoleh menggunakan pelarut etanol 70%. Penelitian ini dibagi menjadi beberapa tahap. Pertama skrining fitokimia membuat sediaan sabun padat, evaluasi sediaan meliputi uji fisik sediaan serta efektivitas antibakteri. Dalam uji efektifitas antibakteri kontrol negative menggunakan aquadest steril, kontrol positif sabun padat dettol dan sabun padat minyak zaitun herborist, serta formula 0 menggunakan basis sediaan tanpa ekstrak, formula 1, 2 dan 3 masing-masing menggunakan konsentrasi ekstrak etanol bunga 10%, 15%, dan 20%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi sediaan sabun padat ekstrak etanol bunga telang memiliki karakteristik fisik yang baik. Hasil uji zona hambat bakteri pada konsentrasi 10% yaitu sebesar 9 mm, kemudian pada konsentrasi 15% sebesar 10 mm, konsentrasi 20% sebesar 11,5 mm, dimana formulasi 1 dan 2 memiliki efek antibakteri sedang, sedangkan formulasi 3 memiliki efek antibakteri kuat. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan One Way ANOVA dengan taraf kepercayaan 95%. Berdasarkan analisis tersebut perbedaan konsentrasi pada sediaan sabun memberikan pengaruh yang signifikan terhadap zona hambat pada bakteri Staphylococcus aureus. Butterfly pea flower (Clitoria ternatea L.) is an ornamental and medicinal plant. Butterfly pea flower contains flavonoids, alkaloids and tannins which are metabolite compounds that have potential as antibacterials as evidenced by previous studies having antibacterial activity against S.aureus bacteria and S.epidermidis bacteria. Soap is a type of product that is needed for human life to cleanse itself of adhering dirt. This study aims to determine the formulation of solid soap ethanol extract of butterfly pea flower and to evaluate the inhibition and effectiveness of antibacterial against Staphylococcus aureus. The method used in this study is an experimental method, the extract obtained using 70% ethanol solvent. This research is divided into several stages. The first includes phytochemical screening to make solid soap preparations, evaluation of physical preparation test preparations and antibacterial effectiveness. In the negative control antibacterial effectiveness test using sterile aquadest, positive control dettol solid soap and herborist olive oil solid soap, and formula 0 using a base preparation without extract, formulas 1, 2 and 3 each use a concentration of 10%, 15% ethanol extract of flowers , and 20%. The results showed that the ethanol extract of butterfly pea flower solid soap formulation had good physical characteristics. The results of the bacterial inhibition zone test at a concentration of 10% were 9 mm, then at a concentration of 15% by 10 mm, 20% concentration of 11.5 mm, where formulations 1 and 2 have a moderate antibacterial effect, while formulation 3 has a strong antibacterial effect. The data obtained were analyzed using One Way ANOVA with a 95% confidence level. Based on this analysis, the difference in concentration in the soap preparation had a significant effect on the inhibition zone on Staphylococcus aureus bacteria.
Ekstrak Pelepah Pisang Kepok Sebagai Bahan Baku Sediaan Krim Antiseptik Anita Ratna Faoziyah; Nurfatimah W; Elisa Issusilaningtyas
Pharmaqueous : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 2 No. 1 (2020): Volume 2, Nomor 1, November 2020
Publisher : Prodi S1 Farmasi, Universitas Al Irsyad Al Islamiyyah Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v2i1.174

Abstract

Pelepah pisang kapok (Musa acuminate x balbisiana Group ABB) mengandung flavonoid dan tannin yang dapat digunakan sebagai senyawa bioaktif. Senyawa bioaktif memiliki efek fisiologi dalam tubuh yang berpengaruh positif terhadap kesehatan manusia. Salah satu manfaat senyawa flavonoid dan tannin adalah sebagai antiseptik penyembuh luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh emulgator variasi asam stearat dan trietanolamin terhadap stabilitas fisik sediaan krim ekstrak pelepah pisang kapok. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen murni berbasis laboratorium. Formulasi sediaan krim dibuat dengan 3 konsentrasi emulgator sebagai berikut. Formulasi 1 (1,5% : 0,1%), Formulasi 2 (3% : 0,3%) dan formulasi 3 (6% : 0,6%), kemudian ketiga formula di uji sifat fisiknya meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, proteksi, tipe krim, viskositas dan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi pertama merupakan formulasi yang paling baik dalam pembuatan krim ektrak daun pisang kapok dengan variasi emulgator asam stearate dan trietanolamin perbandingan (1,5% : 0,1%), dengan hasil uji stabilitas pH 6, daya sebar 6,1 cm , dan viskositas 10000 cPs.
Analisis Pengaruh Wadah, Suhu Dan Lama Penyimpanan Minyak Hati Ikan Cucut Botol Terhadap Bilangan Peroksida Wijaya, Triyadi Hendra; Issusilaningtyas, Elisa; Faiqoh, Maziyatul
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 1 No. 1 (2019): Volume 1, No. 1, November 2019
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v1i1.14

Abstract

Stabilitas oksidatif digunakan untuk mengukur perubahan kualitas minyak seiring dengan cara, suhu dan lama waktu simpan. Stabilitas oksidatif dapat diukur menggunakan bilangan peroksida. Dalam penelitian ini telah diteliti mengenai pengaruh cara, suhu, lama waktu penyimpanan terhadap stabilitas oksidatif minyak hati ikan cucut botol. Bilangan peroksida diukur menggunakan titrasi iodimetri. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan Anova yang diikuti dengan uji Tukey untuk mengetahui perbedaan antar kelompok perlakuan. Kelompok dengan suhu 25 0C dengan wadah semi transparan dan transparan menunjukkan kenaikan bilangan peroksida yang cukup tajam dibandingkan dengan kelompok dengan wadah gelap dan pada kelompok dengan suhu -28 0C dan 5 0C. Wadah gelap dapat melindungi dari cahaya matahari (sinar uv) sehingga dapat meminimalisir terjadinya oksidasi. Suhu -28 0C dan 50C dapat melindungi minyak hati ikan cucut botol dari oksidasi dan tidak tergantung pada wadah yang digunakan.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Edible Film Ekstrak Etanol Daun Kenikir (Cosmos Caudatus Kunth.) Sebagai Penyegar Mulut Issusilaningtyas, Elisa; Hendra, Triyadi; Indriyani, Intan
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 1 No. 1 (2019): Volume 1, No. 1, November 2019
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v1i1.23

Abstract

Tanaman kenikir merupakan salah satu sayuran yang sering dikonsumsi sebagai lalapan. Ekstrak etanol kenikir menunjukkan aktivitas antioksidan dan antibakteri yang tinggi (Lee & Vairappan 2011). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi edible film yang baik dan mengetahui uji sifat fisik edible film dari ekstrak daun kenikir sebagai penyegar mulut. Pada pengujian edible film dilakukan uji organoleptis, uji pH, uji ketebalan, uji susut pengeringan, uji kerapuhan, dan uji daya dan waktu melarut. Hasil uji edible film formula 1 berbentuk padat lapis tipis, berwarna coklat kehijauan, berbau khas kenikir, dan berasa pahit. Pada formula 2 berbentuk padat lapis tipis, berwarna coklat, berbau khas kenikir, dan berasa pahit. Sedangkan pada formula 3 berbentuk padat, berwarna coklat, berbau khas kenikir, dan berasa pahit. pH dari edible film formula 1 sampai 3 yaitu 5. Ketebalan rata-rata edible film pada formula 1 yaitu 0,09 mm, dan formula 2 yaitu 0,15 mm. Kerapuhan rata-rata edible film pada formula 1 yaitu 0,08% dan formula 2 yaitu - 0,01%. Susut pengeringan rata-rata edible film pada formula 1 yaitu 0,78% dan formula 2 yaitu 0,27%. Sedangkan uji daya dan waktu melarut rata-rata edile film pada formula 1 yaitu 216 detik dan formula 2 yaitu 250 detik.
Ekstrak Pelepah Pisang Kepok sebagai Bahan Baku Sediaan Krim Antiseptik Faoziyah, Anita Ratna; W, Nurfatimah; Issusilaningtyas, Elisa
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 2 No. 2 (2020): Volume 2, Nomor 2, November 2020
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v2i1.174

Abstract

Pelepah pisang kapok (Musa acuminate x balbisiana Group ABB) mengandung flavonoid dan tannin yang dapat digunakan sebagai senyawa bioaktif. Senyawa bioaktif memiliki efek fisiologi dalam tubuh yang berpengaruh positif terhadap kesehatan manusia. Salah satu manfaat senyawa flavonoid dan tannin adalah sebagai antiseptik penyembuh luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh emulgator variasi asam stearat dan trietanolamin terhadap stabilitas fisik sediaan krim ekstrak pelepah pisang kapok. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen murni berbasis laboratorium. Formulasi sediaan krim dibuat dengan 3 konsentrasi emulgator sebagai berikut. Formulasi 1 (1,5% : 0,1%), Formulasi 2 (3% : 0,3%) dan formulasi 3 (6% : 0,6%), kemudian ketiga formula di uji sifat fisiknya meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, proteksi, tipe krim, viskositas dan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi pertama merupakan formulasi yang paling baik dalam pembuatan krim ektrak daun pisang kapok dengan variasi emulgator asam stearate dan trietanolamin perbandingan (1,5% : 0,1%), dengan hasil uji stabilitas pH 6, daya sebar 6,1 cm , dan viskositas 10000 cPs.
Uji Efektivitas Sediaan Krim Kombinasi Ekstrak Daun Nipah (Nypa Fructicans WURMB.) dan Jeruk Purut (Citrus Hystrix) Terhadap Bakteri Penyebab Jerawat Propionibacterium Acnes Issusilaningtyas, Elisa
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 2 No. 2 (2020): Volume 2, Nomor 2, November 2020
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v2i1.171

Abstract

Senyawa triterpenoid, flavonoid, saponin dan tanin pada daun nipah dan Minyak atsiri jeruk purut yang mengandung sitronelal, sitronelol, nerol,dan limonene. Minyak atsiri dari jeruk purut (C. hystrix) mengandung senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi ekstrak daun nipah dan minyak atsiri daun jeruk nipis sebagai antibakteri Propionibacterium acnes setelah diformulasikan dalam sediaan krim. Ekstrak daun nipahdan minyak atsiri C. hystrix dibuat menjadi sediaan krim tipe M/Abeserta uji karakeristik fisik dan uji aktivitas antibakteri nya. Formula krim dibuat dengan tiga variasi konsentrasi ekstrak yaitu 5%, 10%, dan 15% dengan konsentrasi minyak atsiri C. hystrix masing-masingsebesar 5%. Evaluasi sediaan krim dilakukan dengan stabilitas cycling test dan uji aktivitas antibakteri terhadap propionibacterium acnes. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan One Way ANOVA dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi sediaan krim kombinasi daun nipah dan minyak atsiri C. hystrix memiliki karakteristik fisik yang baik, akan tetapi mengalami penurunan kestabilan setelah dilakukan uji stabilitas cycling test. Penurunan kestabilan ini tidak berpengaruh secara signifikan pada karakteristik fisik sediaan krim. Hasil uji zona hambat bakteri pada konsentrasi 5% memiliki efek antibakteri sedang, sedangkan pada konsentrasi 10% dan 15% memiliki efek antibakteri kuat. Hasil analisis statistik pada kosnsentrasi 10% dan 15% tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam menghambat bakteri S. aureus. Formulasi krim kombinasi daun nipah dan minyak atsiri C. hystrix dengan konsentrasi ekstrak sebesar 10% adalah formula yang memiliki aktivitas antibakteri yang paling optimal.
Uji Aktivitas Antibakteri Gel Minyak Atsiri Daun Kelor (Moringa Oleifera L.) Nurrahman, Asep; Issusilaningtyas, Elisa; Murti, Tia Destari
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 3 No. 1 (2021): Volume 3, Nomor 1, Mei 2021
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v3i1.274

Abstract

Hand sanitizer umumnya mengandung senyawa alkohol sebagai antiseptik untuk membunuh bakteri, tetapi penggunaan gel antiseptik yang mengandung alkohol dalam jangka panjang dapat menimbulkan iritasi. Oleh karena itu, diperlukan bahan alternatif alami yang ramah di kulit dan tidak mengiritasi kulit, salah satu tanaman yang memiliki daya antibakteri adalah daun kelor (Moringa oleifera L.). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui formulasi dan uji sifat fisik dan aktivitas antibakteri gel hand sanitizer dari minyak atsiri daun kelor. Gel dibuat dalam tiga formula dengan konsentrasi carbopol yang berbeda yaitu 0,2%, 0,5%, 0,8%. Hasil evaluasi menunjukkan formula I (carbopol 0,2%) dan formula II (carbopol 0,5%) memenuhi semua syarat pada evaluasi sifat fisik gel yang meliputi uji organoleptik, homogenitas, daya sebar, daya lekat, pH, dan viskositas. Sedangkan formula III (carbopol 0,8%) tidak memenuhi uji sifat fisik yaitu uji daya sebar. Dari hasil penelitian uji antibakteri yang dilakukan diketahui bahwa minyak atsiri daun kelor konsentrasi 5% mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Stapylococcus aureus pada dosis 2 µl, 4 µl dan 6 µl dan zona hambat minimum yang didapat yaitu 12,50 mm
Formulasi Self Nano Emulsifying Drug Delivery System (Snedds) Ekstrak Etanol Daun Sukun (Artocarpus Altilis) Issusilaningtyas, Elisa; Indratmoko, Septiana
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 3 No. 1 (2021): Volume 3, Nomor 1, Mei 2021
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v3i1.264

Abstract

Ekstrak daun sukun memiliki manfaat dapat digunakan sebagai antidiabetik, antioksidan dan antibakteri. Pengembangan teknologi formulasi diperlukan meningkatkan efektivitas penghantaran obat didalam tubuh sehingga diperoleh efek farmakologi yang baik. Formulasi nanoemulsi dengan teknik SNEDDS diharapkan dapat meningkatkan penghantaran obat didalam tubuh secara maksimal dan meningkatkan transport obat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui komposisi optimum formula SNEDDS ekstrak daun sukun berserta pengujian fisik nanoemulsi. Parameter pengujian fisik 14 formula diperoleh formula optimal SNEDDS ekstrak daun sukun dengan komposisi 75% surfaktan, 15% kosurfaktan, dan 15% minyak dengan nilai desirability 0,997, yang mampu me-loading ekstrak sebesar 25 mg/mL sistem SNEDDS. Parameter pengujian fisik formula optimal SNEDDS diperoleh respon presentase transmitan sebesar 98,5%, waktu emulsifikasi 59,32 detik, pengamatan stabilitas yang didapatkan stabil, pengukuran droplet size 12,4 nm dan potensial zeta 4,3 mV. Hasil pengujian formula optimal menggunakan verifikasi uji one sample t test dengan kepercayaan 95% dengan nilai p-value lebih dari 0,05 pada parameter uji menunjukan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara hasil observasi dengan nilai prediksi software Design Expert versi 10.0.1.0
Optimasi Formulasi Krim Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana L) dan Squalen Sebagai Antioksidan Indratmoko, Septiana; Sutrisno, Nifty Yuliani; Issusilaningtyas, Elisa
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 4 No. 1 (2022): Volume 4, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v4i1.393

Abstract

Ekstrak kulit manggis dan squalen terbukti sebagai antioksidan. Untuk mempermudah penggunaan kandungan senyawa tersebut maka pada penelitian ini dibuat dalam sediaan krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi optimum tween 80 dan PEG 400 yang digunakan sebagai emulgator dan mengetahui sifat fisik sediaan krim ekstrak kulit manggis dan squalen serta mengetahui daya antioksidan dengan senyawa uji DPPH (1,1- diphenyl-2-picrylhydrazin). Tiga Formula krim dengan perbandingan Tween 80 : PEG 400 sebagai berikut: F1 (6:0), F2 (3:3) F3 (0:6). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa komposisi formulasi krim ekstrak kulit manggis dan squalen optimum pada formulasi 2. Hasil uji sifat fisik krim ekstrak kulit manggis dan squalen memiliki uji organoleptis berbentuk semi padat, berwarna coklat muda, berbau jeruk purut dan tekstur lembut, homogen, pH 6, uji daya sebar 28,06 cm2, uji daya lekat 4,46 detik, uji proteksi baik, dan uji viskositas 25.000 cp. Aktifitas antioksidan dengan hasil nilai IC50 krim ekstrak kulit manggis dan squalen lebih tinggi dibandingkan ekstrak kulit manggis.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Sabun Padat Ekstrak Etanol Bunga Telang (Clitoria Ternatea L) Sebagai Anti Bakteri Terhadap Staphyloccoccus Aureus Diyanti, Natalia Risma Mawar; Issusilaningtyas, Elisa; Yulianto, Asep Nurrahman
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 5 No. 1 (2023): Volume 5, Nomor 1, Mei 2023
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v5i1.313

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) merupakan tumbuhan berupa tanaman hias dan tanaman obat. Bunga telang mengandung flavonoid, alkaloid dan tanin merupakan senyawa metabolit yang memiliki potensi sebagai antibakteri dibuktikan dengan penelitian sebelumnya mempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri S aureus dan bakteri S.epidermidis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi dari sabun padat ektsrak etanol bunga telang dan melakukan evaluasi serta daya hambat dan efektivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimental, ekstrak yang diperoleh menggunakan pelarut etanol 70%. Penelitian ini dibagi menjadi beberapa tahap. Pertama skrining fitokimia, formulasi sediaan sabun padat, evaluasi sediaan meliputi uji fisik sediaan serta uji efektivitas antibakteri. Dalam uji efektifitas antibakteri kontrol negative menggunakan aquadest steril, kontrol positif sabun padat dettol dan sabun padat minyak zaitun herborist, serta formula 0 menggunakan basis sediaan tanpa ekstrak, formula 1, 2 dan 3 masing-masing menggunakan konsentrasi ekstrak etanol bunga 10%, 15%, dan 20%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi sediaan sabun padat ekstrak etanol bunga telang memiliki karakteristik fisik yang baik. Hasil uji zona hambat bakteri pada konsentrasi 10% yaitu sebesar 9 mm, kemudian pada konsentrasi 15% sebesar 10 mm, konsentrasi 20% sebesar 11,5 mm, dimana formulasi 1 dan 2 memiliki efek antibakteri sedang, sedangkan formulasi 3 memiliki efek antibakteri kuat. Data dianalisis menggunakan One Way ANOVA dengan taraf kepercayaan 95%. sehingga adanya perbedaan konsentrasi pada sediaan sabun memberikan pengaruh yang signifikan terhadap zona hambat pada bakteri Staphylococcus aureus.