Claim Missing Document
Check
Articles

DEMI ANAKKU, KU JALIN RAPUH JADI TANGGUH: SEBUAH INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS (IPA) PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK EKS-PENYALAHGUNA NAPZA Puspita Palupi; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 6, Tahun 2021 (Desember 2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2021.33221

Abstract

Anak yang menyalahgunakan NAPZA tidak hanya menimbulkan dampak negatif bagi dirinya saja, namun juga berdampak bagi keluarganya, terutama ibu. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman ibu yang memiliki anak eks-penyalahguna NAPZA. Pemilihan partisipan dilakukan dengan teknik purposive. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah tiga orang, dengan kriteria partisipan merupakan ibu yang berusia 30-40 tahun, memiliki anak yang pernah menyalahgunakan NAPZA dan sedang menjalani program pasca rehabilitasi, serta berdomisili di Kota Semarang dan sekitarnya. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara semi terstruktur dan menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis sebagai metode analisis data. Penelitian ini menghasilkan empat tema induk, yaitu (1) dampak traumatis, terdiri dari respon terhadap penyalahgunaan oleh anak, mekanisme pertahanan diri, penyalahgunaan oleh anak adalah ujian, hubungan dengan orang lain, (2) upaya pemulihan, terdiri dari upaya pemulihan melalui ahli dan upaya pemulihan di rumah, (3) pengasuhan, terdiri dari tantangan pengasuhan dan strategi pengasuhan, (4) penguat untuk tangguh, terdiri dari pandangan tentang diri, coping stress, dan dukungan orang terdekat. Penyalahgunaan NAPZA yang pernah dilakukan oleh anak memunculkan dampak traumatis bagi partisipan. Meskipun partisipan merasakan dampak traumatis ini, partisipan tetap berusaha untuk menjalankan perannya dalam pengasuhan dan berusaha mengurangi stres yang muncul akibat tantangan pengasuhan.   
HUBUNGAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DENGAN DISIPLIN KERJA PEGAWAI BALAI REHABILITASI SOSIAL MARDI UTOMO SEMARANG I Yusril Nur Annas; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.948 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7494

Abstract

Disiplin kerja pegawai sangat dibutuhkan, karena tujuan organisasi mustahil akan tercapai bila pegawainya tidak disiplin. Hasil penjajagan awal memperlihatkan di Balai Rehabilitas Sosial Mardi Utomo Semarang I terjadi penggunaan waktu jam kerja yang tidak pada tempatnya. Sebab didapati pegawai pada saat jam kerja tidak ada di kantor dan beberapa lembar absen masih kosong selama beberapa hari. Secara teoritis disiplin kerja dipengaruhi oleh kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan kepemimpinan transformasional dengan disiplin kerja pegawai Balai Rehabilitas Sosial Mardi Utomo Semarang I.Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan mengambil seluruh populasi sebagai sampel dan didapatkan sampel sebanyak 33 pegawai. Metode penggalian data dengan menggunakan dua skala psikologi yaitu skala Disiplin Kerja dan skala Kepemimpinan Transformasional. Skala Disiplin Kerja dengan 33 item valid (α = 0,902) dan skala Kepemimpinan Transformasional dengan 33 item valid (α = 0,936). Analisis data menggunakan regresi linier sederhana.Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi rxy = 0,482 dengan p = 0,002 (p<0,05) yang berarti ada hubungan positif antara kepemimpinan transformasional dengan disiplin kerja, semakin tinggi kepemimpinan transformasional maka semakin baik disiplin kerja pegawai, demikian pula sebaliknya semakin rendah kepemimpinan transformasional maka semakin rendah disiplin kerja pegawai. sumbangan efektif kepemimpinan terhadap disiplin kerja pegawai Balai Rehabilitas Sosial Mardi Utomo Semarang I sebesar 23,2% dan sisanya sebesar 76,8% dijelaskan oleh faktor-faktor lain.
HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN PERILAKU KONSUMTIF MEMBELI KOSMETIK PADA MAHASISWI JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS X SEMARANG Ika Isti Sofiana; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 (Februari 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.293 KB) | DOI: 10.14710/empati.2020.26922

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara harga diri dengan perilaku konsumtif membeli kosmetik pada mahasiswi Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas X Semarang. Populasi penelitian ini adalah 134 mahasiswi Jurusan Manajemen Universitas X Semarang, dengan sampel penelitian berjumlah 103 orang yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala psikologi likert yang terdiri dari dua skala, yaitu skala harga diri (35 aitem, α=0,960) dan skala perilaku konsumtif membeli kosmetik (33 aitem α=0,953). Analisis data menggunakan analisis regresi sederhana dengan bantuan SPSS Versi 17.0. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara harga diri dengan perilaku konsumtif membeli kosmetik pada mahasiswi Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas X (rxy =-0,540 p=0,000). Semakin positif harga diri maka perilaku konsumtif membeli kosmetik semakin rendah. Sebaliknya, semakin negatif harga diri maka perilaku konsumtif membeli kosmetik semakin tinggi. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,292, artinya harga diri memberikan sumbangan efektif sebesar 29,2% pada perilaku konsumtif membeli kosmetik.
PENGALAMAN HIDUP KORBAN CHILD ABUSE DARI KELUARGA BROKEN HOME (Studi Kualitatif Fenomenologis Pada Dewasa Awal) Desiyanti Setiorini; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.879 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15371

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk meneliti bagaimana pengalaman korban child abuse yang saat ini berada di masa dewasa awal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan teknik eksplikasi data sebagai teknik yang digunakan untuk melakukan analisis penelitian. Pemilihan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Subjek berjumlah tiga orang.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ketiga subjek memiliki pengalaman yang cukup traumatik sebagai korban child abuse, masa kanak-kanak yang buruk memiliki pengaruh yang bersifat negatif pada masa dewasa awal ketiga subjek, dan pengalaman child abuse dari ketiga subjek mendorong keinginan untuk tidak melakukan kekerasan, memaafkan diri sendiri, memaklumi perilaku kekerasan orang tua dan revitalisasi keluarga.
HARGA DIRI DAN INTENSI MEMBELI PRODUK FASHION PADA MAHASISWI JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS Kartika Prasetyaningtyas; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.545 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.14316

Abstract

Intensi atau niat merupakan tujuan untuk berbuat sesuatu. Intensi membeli didasari norma subjektif yang mempengaruhi harapan individu. Mahasiswi dengan harga diri rendah mencari pengakuan dan perhatian dari orang lain, salah satu cara yang dilakukan adalah membeli produk fashion agar penampilannya lebih menarik kemudian diterima lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara harga diri dengan intensi membeli produk fashion pada mahasiswi Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis angkatan 2014 Universitas Diponegoro. Sampel penelitian berjumlah 65 orang, penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Data diambil dengan menggunakan Skala Intensi Membeli Produk Fashion dengan 28 aitem, dan Skala Harga Diri dengan 25 aitem. Analisis data menggunakan regresi linier sederhana. Data yang diperoleh berdasarkan hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar -0,557 dan p = 0,000 (p < 0,05), artinya terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara harga diri dengan intensi membeli produk fashion pada mahasiswi Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis angkatan 2014 Universitas Diponegoro. Semakin tinggi harga diri maka semakin rendah intensi membeli produk fashionnya, dan sebaliknya semakin rendah harga diri maka semakin tinggi intensi membeli produk fashion yang dimiliki subjek. Sumbangan efektif harga diri terhadap intensi membeli produk fashion sebesar 31%. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa terdapat faktor-faktor lain sebesar 69% yang ikut mempengaruhi intensi membeli produk fashion yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
MAKNA PERNIKAHAN SIRRI PADA PRIA DEWASA AWAL Putri Hastari; Endang Sri Indrawati; Dinie Ratri Desiningrum
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.809 KB) | DOI: 10.14710/empati.2013.7424

Abstract

Makna pernikahan adalah proses bagaimana individu memandang realitas pernikahan yang dilihat dan dialaminya. Dalam hal ini yaitu individu yang melakukan pernikahan sirri. Nikah sirri masih menjadi fenomena sosial yang cukup marak dalam masyarakat Indonesia. Berkembangnya fenomena nikah sirri merupakan sebuah bentuk disharmoni dalam masyarakat. Tidak hanya mengenai hukum pernikahannya tetapi juga dampak dari suatu pernikahan sirri. Sedangkan pernikahan sendiri sesungguhnya adalah sesuatu yang sangat sakral dan bersifat abadi. Harus sah baik secara agama dan hukum yang berlaku. Serta dilandasi kesadaran penuh dan kasih sayang antara suami istri. Salah satu tujuan pernikahan adalah membentuk keluarga yang bahagia dan kekal selama-lamanya. Tujuan tersebut dapat dicapai salah satunya melalui bagaimana pemaknaan terhadap pernikahan itu sendiri. Maka dari permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memahami makna pernikahan bagi pria yang melakukan pernikahan secara sirri.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Subjek penelitian adalah tiga orang pria dewasa awal yang menikah secara sirri di DIY. Penelitian ini dilakukan melalui wawancara dengan pedoman umum wawancara dan observasi, serta menggunakan perekaman wawancara sebagai alat pengumpulan data. Data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan teknis analisis data kualitatif.Hasil penelitian ditemukan bahwa sikap denial dan pemahaman agama yang kurang menjadi dasar individu melakukan pernikahan sirri yang tidak sesuai dengan syarat sah pernikahan. Kehidupan setelah menikah sirri ternyata tidak sesuai dengan yang individu harapkan karena menimbulkan banyak masalah. Kehidupan setelah menikah sirri menimbulkan perasaan hampa dan ingin melakukan pernikahan secara resmi agar tercapai kebahagiaan dalam kehidupan pernikahan.
HUBUNGAN ANTARA EMPATI DENGAN PERILAKU AGRESIF PADA SUPORTER SEPAKBOLA PANSER BIRU BANYUMANIK SEMARANG Meydian Effendy; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.17 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.21843

Abstract

Perilaku agresif suporter sepakbola, dampaknya sangat merugikan masyarakat, seperti: tindak kekerasan/tawuran antar suporter, pengrusakan fasilitas umum dan penjarahan. Salah satu strategi untuk mengendalikan dan mengurangi perilaku agresif adalah empati. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara empati dengan perilaku agresif pada supporter sepakbola Panser Biru Banyumanik Semarang. Populasi penelitian yaitu supporter sepakbola Panser Biru Semarang. Sampel penelitian berjumlah 166 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Empati (41 item valid dengan koefisien reliabilitas 0,924) dan Skala Perilaku Agresif (39 aitem valid dengan koefisien reliabilitas 0,893). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara empati dengan perilaku agresif (r = -0,511; p=0,000). Semakin tinggi empati maka semakin rendah perilaku agresif, dan sebaliknya, semakin rendah empati maka semakin tinggi perilaku agresif. Mayoritas subyek penelitian berada pada kategori sangat rendah untuk empati dan berada pada kategori tinggi untuk perilaku agresifnya. Empati memberikan sumbangan efektif terhadap perilaku agresif sebesar 26,1%, sedangkan 73,9% sisanya dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak diukur dalam penelitian.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN RESILIENSI AKADEMIK PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR JURUSAN X FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO Paundra Kartika Permata Sari; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.822 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.14979

Abstract

Resiliensi akademik adalah kemampuan individu untuk bertahan, bangkit, dan menyesuaikan diri dengan kondisi yang sulit dan penuh tekanan dalam bidang akademik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan resiliensi akademik pada mahasiswa tingkat akhir Jurusan X Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.Subjek penelitian adalah mahasiswa tingkat akhir Jurusan X Fakultas Teknik Universitas Diponegoro angkatan 2009-2011 yang sedang mengerjakan tugas akhir, berjumlah 208 mahasiswa.Teknik sampling yang digunakan adalah convenience sampling, sehingga didapatkan sampel penelitian sebanyak 100 mahasiswa. Pengambilan data menggunakan Skala Resiliensi Akademik (32 aitem, α = 0,94) dan Skala Dukungan Sosial Teman Sebaya (34 aitem, α = 0,954). Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana, menghasilkan koefisien korelasi (rxy) sebesar 0,469 dengan p=0,000 (p<0,001). Hasil tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dengan resiliensi akademik, yang artinya semakin tinggi dukungan sosial teman sebaya maka semakin tinggi pula resiliensi akademik mahasiswa.Dukungan sosial teman sebaya memberikan sumbangan efektif sebesar 22% terhadap resiliensi akademik.Dukungan sosial teman sebaya terdiri dari dukungan instrumental, dukungan informasional, dan dukungan emosional.Tiap bentuk dukungan memberikan sumbangan efektif terhadap resiliensi akademik. Dukungan instrumental memberikan sumbangan efektif sebesar 22%, dukungan emosional sebesar 21,7%, dan dukungan informasional sebesar 14%.
HUBUNGAN ANTARA MINAT BERWIRAUSAHA DENGAN SELF-REGULATED LEARNING PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS DIPONEGORO Amad Saptono; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.62 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.21686

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji hubungan antara minat berwirausaha dengan self-regulated learning pada Mahasiswa Fakultas Ekonomika Universitas Diponegoro. Self-regulated learning adalah kemampuan individu dalam mengatur, merencanakan, memotivasi diri sendiri dan mampu menentukan perilaku yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan, melakukan usaha-usaha untuk memahami materi yang diajarkan serta memanfatkan lingkungan sekitar untuk mencapai target pembelajaran. Sedangkan minat berwirausaha adalah keinginan, ketertarikan serta kesediaan untuk bekerja keras atau berkemauan keras untuk berdikari atau berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa merasa takut dengan resiko yang akan terjadi. Hipotesis yang diajukan oleh peneliti adalah ada hubungan positif yang signifikan antara minat berwirausaha dengan self-regulated learning pada Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Populasi pada penelitian ini yaitu mahasiswa Jurusan Manajemen angkatan 2015 sebanyak 233 orang dengan sampel penelitian berjumlah 145 orang. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel convinience sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala Likert yang terdiri dari Skala Minat berwirausaha (63 aitem, α = 0,968) dan Skala Self-regulated learning (23 aitem, α = 0,870). Hasil analisis regresi linier menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara minat berwirausaha dan self-regulated learning r = 0,001 (p < 0,05). Artinya, semakin tinggi minat berwirausaha maka semakin tinggi self-regulated learning. Minat berwirausaha memberikan sumbangan efektif sebesar 6,9% terhadap self-regulated learning. Hasil penelitian ini bermanfaat bagi para pendidik sebagai referensi dalam meningkatkan self-regulated learning sehingga berdampak pada aktivitas belajar mahasiswa.
HUBUNGAN ANTARA ASERTIVITAS DENGAN KEWIRAUSAHAAN PADA ANGGOTA KELOMPOK MAHASISWA WIRAUSAHA FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Amelia Juwitaningrum; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.445 KB) | DOI: 10.14710/empati.2013.7350

Abstract

Kewirausahaan merupakan kemampuan individu dalam menangani usaha dan atau kegiatan yang mengarah pada mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja baru, teknologi baru dan produk baru atau memberi nilai tambah barang dan jasa. Wirausahawan dituntut untuk mampu mengekspresikan pikiran dan perasaan serta mempertahankan hak-hak pribadi demi perkembangan usaha yang dimiliki tanpa merugikan pihak lain.Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan asertivitas dengan kewirausahaan pada anggota Kelompok Mahasiswa Wirausaha Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro Semarang. Jumlah populasi dalam penelitian terbatas, yaitu 44 orang, karena keterbatasan jumlah populasi maka penelitian akan menggunakan studi populasi. Data diambil dengan menggunakan Skala Kewirausahaan dengan 32 aitem, dan Skala Asertivitas dengan 36 aitem.Analisis data menggunakan regresi linier sederhana.Hasil penelitian menunjukan koefisien korelasi rxy= 0,615 dengan p= 0,000 (p < 0,05), yang berarti menunjukan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara asertivitas dengan kewirausahaan pada anggota Kelompok Mahasiswa Wirausaha Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro Semarang. Artinya, semakin tinggi asertivitas maka semakin tinggi kewirausahaan yang dimiliki subjek penelitian. Sebaliknya, semakin rendah asertivitas maka akan semakin rendah pula kewirausahaan yang dimiliki subjek. Asertivitas memberikan sumbangan efektif sebesar 37,9% terhadap kewirausahaan, sedangkan sisanya sebesar 62,1% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
Co-Authors Ade Tri Wijayanti Adi Dinardinata, Adi Aditya Tjipta Kusuma Ahmed, Faisal Alif Ardiansyah ALVERLY NOVERIANTO Alvindi Ayu Agasni Amad Saptono Amalina Ghasani Amelia Juwitaningrum Andaryanti, Bunga Candrarupa Andita Ayu Sartika Andita Ayu Sartika Andriani Andriani Anggun Resdasari Prasetyo Annisa Rachmawati Asterina Kurniasari Astuti, Arie Dyah AULIA, MAHARANI CITRA Bagas Tripambudi Bambang Wijo Seno Casmitaning Nimas Cerlyawati, Hugi Cerroy Saragi Chasan Nafi’ Darosy Endah Hyoscyamina Desiyanti Setiorini Destiantari, Erizka Kusma Destyantita Fairuz Panewaty Desyandri Desyandri Deti Anisa Jayanti DIAN LESTARI Dian Ratna Sawitri Dillo Augustdi Putra Dimas Rizka Sabila Dimas Yudi Prasetyo Dinan Anggun Setyowati Dinda Khairunnisa, Dinda Dini Ratri D. Dini Ratri Desiningrum Dinie Ratri Desiningrum Dwi Astuti Dwike Putri Hilman Dzatalina Diya Azhima Dzuni’mah Ilmi Edwin Maulana B. Ellis Claudia Panggabean Faiz Hadiyanul Mubdi, Faiz Hadiyanul Fatia Nur Azizah Fatmasari, Agustin Erna Fauzan Ashariyanto Fauzianah, Haula Febryta Wardhani Felia Kusuma U Dewi Ferry Hernoyo Budhi Festika A Karim Fika Widiyarini Sulistyo Gallo Ajeng Yusinta Dewi Garin Aryan Paninten Gerri Gradiyanto Gustav Einstein, Gustav Hanindya Sekar Mayasari Hanindya Sucita Putri Hantoro Adhi Mulya Ika Isti Sofiana Ike Rosalina Dewanti Imbuh Sakti Ikhtiarini Irmania Sekar Widiarti Jauhar Fakhri Widodo Tjokromihardjo Kartika Prasetyaningtyas Khadhofal Arif Kristiana, Trifena Wahyu Annisia Kurniawan Harefa Lailatul Izzah Lesly Elisa Simanjuntak Lestari, Dwi Anggun Lisa Riskiana Lita Susanti W. Maftuhatul Muna Mareta Yuriansa D Melyza Syarifa Merida Sukma Praptiwi Meta Amelia Widya Saputri Meydian Effendy Meyra Filus Meytha Fitri Hapsari Miftah Setyaning Rahma Muh. Aqso Anfajaya Muhammad Zulfa Alfaruqy Muhammad Zulfa Alfaruqy Muhammad Zulfa Alfaruqy Muna, Maftuhatul Nadia Franciska Sukarno Nailul Fauziah Nanda Syahrial Basri Ni Made Martiniasih Nia Andriyani Novi Qonitatin Noviana Wahyu Basuki, Noviana Wahyu Novita Rosa Prima Paundra Kartika Permata Sari Pertiwi, Lintang Putri Phricillia Devi Adi Putri Pradini Fauzia Wahyuningtyas Prastowo, Akbar Sakti Dyan Puspita Palupi Putri Hastari Putri, Novinda Intani Radhitya Arief Noerpratama Rajab Ali Randi Agung Pranata Ready Nurdian Syah Reza Anantyo Adhi Putra Rindang Purindawati Rizky Ghoffar Ismail Salsabila, Wina Klarissa Sirajuddin Islam Sirajudin Islam Siti Anisya Rahma Denty Sri Wahyuning Pamungkas Sulistiyowati Sulistiyowati Suryanto Suryanto Tika Rosani Tri Puji Astuti Ulumuddin, Fiqhunnisa Upadianti, Luh Putu S. Velda Fiska Saputri Winda Putri D.J Y. Franz La Kahija Yahya Ghozy Baisa Yasinta Amalia Febriyani Yuriko Adriel Yusril Nur Annas Yusuf Susanto Zakka Ryan Rahardian Zaky Hafizhudin Zelin Eka Septia