Articles
HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS TEMAN SEBAYA DENGAN INTENSI AGRESI PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN YAYASAN KEJURUAN TEKNOLOGI BARU (SMK YKTB) 2 KOTA BOGOR
Amalina Ghasani;
Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (363.63 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.21675
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empirik hubungan antara konformitas teman sebaya dengan intensi agresi pada siswa SMK YKTB 2 Bogor. Intensi agresi adalah niat individu untuk berperilaku secara fisik maupun verbal yang bertujuan untuk menyakiti individu lain dalam kesempatan dan waktu tertentu. Konformitas teman sebaya adalah individu mengubah sikap dan tingkah lakunya agar sesuai dengan norma sosial yang ada agar dapat disukai, diterima, dan dianggap benar oleh kelompok atau teman dengan tingkat usia atau tingkat kedewasaan yang hampir sama. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMK YKTB 2 Bogor. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebesar 150 siswa yang ditentukan menggunakan metode cluster random sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala intensi agresi (29 aitem valid dengan koefisien reliabilitas 0,902) dan skala konformitas teman sebaya sebanyak (21 aitem valid dengan koefisien reliabilitas 0,861). Skala ini menggunakan model skala Likert dan analisis statisk menggunakan teknik analisis regresi (anareg) dibantu dengan komputasi SPSS versi 21.0. Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif antara konformitas teman sebaya dengan intensi agresi (????????????= 0,445; p=0,000). Semakin tinggi konformitas teman sebaya maka semakin tinggi intensi agresi pada siswa. Sebaliknya, semakin rendah konformitas teman sebaya maka semakin rendah intensi agresi pada siswa.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN SPIRITUAL DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA DEPARTEMEN ILMU KELAUTAN DAN OSEANOGRAFI FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG
Dzuni’mah Ilmi;
Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2020.28342
Penyesuaian diri merupakan proses individu untuk mencapai keselarasan dalam memenuhi kebutuhan diri dengan harapan lingkungan tempat individu tinggal, dalam mencapai keselarasan tersebut individu perlu mengatasi tegangan, konflik, dan frustasi yang dialaminya. Kecerdasan spiritual merupakan kemampuan individu dalam memberikan makna yang mendalam tentang seluruh aspek kehidupan, serta memberi makna positif pada setiap peristiwa yang ada dalam hidup sehingga mampu menilai bahwa jalan hidupnya lebih bermakna dibandingkan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan spiritual dengan penyesuaian diri pada mahasiswa tahun pertama Departemen Ilmu Kelautan dan Oseanografi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro Semarang. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 324 orang. Sampel penelitian sejumlah 181 orang dengan menggunakan teknik convenience sampling. Alat ukur yang digunakan terdiri dari skala kecerdasan spiritual (60 aitem, α = 0,949) dan skala penyesuaian diri (31 aitem, α = 0,885). Berdasarkan hasil analisis regresi sederhana menunjukan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti terbukti, yaitu terdapat hubungan positif antara kecerdasan spiritual dengan penyesuaian diri (rxy = 0,737 dengan p = 0,000). Sumbangan efektif yang diberikan kecerdasan spritual sebesar 54,3% dan 45,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN SPIRITUAL DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X SMA
Radhitya Arief Noerpratama;
Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (170.789 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.21687
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mencari tahu seberapa pengaruh kecerdasan spiritual terhadap motivasi belajar siswa kelas X SMA. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA yang berjumlah 481 siswa yang terdiri dari 14 kelas. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster random sampling dan diperoleh sampel sebanyak 217 siswa. Pengumpulan data menggunakan Skala Perilaku Kecerdasan Spiritual yang terdiri dari 30 aitem (α=0,868) dan Skala Motivasi Belajar yang terdiri dari 28 aitem (α=0,897). Penelitian ini menggunakan analisis regresi sederhana dengan hasil koefisien korelasi sebesar 0,555 dan p = 0,000. Sumbangan efektif kecerdasan spiritual terhadap motivasi belajar sebesar 30,8% sedangkan 69,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diungkapkan dalam penelitian ini. Hasil menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti yaitu, terdapat hubungan positif antara kecerdasan spiritual dengan motivasi belajar siswa kelas X SMA dapat diterima. Semakin tinggi kecerdasan spiritual yang dimiliki oleh siswa, semakin tinggi motivasi belajar dan semakin rendah kecerdasan spiritual yang dimiliki oleh siswa, semakin rendah motivasi belajar.
KECEMASAN MEMPEROLEH PASANGAN HIDUP DITINJAU DARI HARGA DIRI PADA MAHASISWI USIA DEWASA AWAL DI SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI “YAYASAN PHARMASI” SEMARANG
Mareta Yuriansa D;
Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2015.12987
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harga diri dengan kecemasan memperoleh pasangan hidup pada mahasiswi usia dewasa awal di Sekolah TinggiI lmu Farmasi “Yayasan Pharmasi” Semarang. Populasi penelitian ini yaitu mahasiswi aktif di STIFAR yang belum memiliki pasangan dan belum menikah. Sampel penelitian berjumlah 124, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengambilan data menggunakan skala kecemasan memperoleh pasangan hidup (31 aitem valid dengan α = 0,900) dan skala harga diri (34 aitem valid dengan α = 0,910). Data yang diperoleh berdasarkan hasil analisis regresi yang diolah dengan menggunakan program (SPSS) versi 20.0 menunjukan nilai koefisien korelasi antara harga diri dengan kecemasan memperoleh pasangan hidup sebesar -0,470 dengan p = 0,000 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukan bahwa hipotesis yang diajukan yaitu terdapat hubungan negatif antara harga diri dengan kecemasan memperoleh pasangan hidup pada mahasiswi dewasa awal di STIFAR diterima. Artinya semakin tinggi harga diri maka semakin rendah kecemasan memperoleh pasangan hidup, dan sebaliknya. Harga diri memberikan sumbangan efektif sebesar 22,1% terhadap kecemasan memperoleh pasangan hidup.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI KEHARMONISAN KELUARGA DENGAN INTENSITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA ANGGOTA BHAYANGKARI
Fika Widiyarini Sulistyo;
Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (249.643 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.15384
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Persepsi Keharmonisan Keluarga dengan Intensitas Komunikasi Interpersonal pada anggota Bhayangkari Cabang Boyolali. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu anggota Bhayangkari. Subjek penelitian sebanyak 63 orang dengan menggunakan convenience sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Persepsi Keharmonisan Keluarga yang terdiri dari 37 aitem dengan α=0,942. Skala Intensitas Komunikasi Interpersonal terdiri dari 28 aitem dengan α=0,911. Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar rxy=0,670 dengan p=0,000 (p<0,01), artinya hipotesis dapat diterima yaitu ada hubungan positif antara Persepsi Keharmonisan Keluarga dengan Intensitas Komunikasi Interpersonal pada ibu-ibu anggota Bhayangkari Cabang Boyolali. Persepsi Keharmonisan Keluarga memberikan sumbangan efektif sebesar 44,9 % pada intensitas komunikasi interpersonal.
DASAR HUBUNGAN KEDEKATAN ANAK DENGAN ORANGTUA PADA MAHASISWA UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG
Nia Andriyani;
Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (110.052 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2013.7415
Mahasiswa yang menjalankan peran untuk menempuh pendidikan dan berbakti dengan orangtuanya memiliki berbagai tugas yang harus diselesaikan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengeksplorasi dasar kedekatan yang terbentuk dari hubungan remaja dengan orangtuanya.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed-method dengan strategi penelitian eksploratoris sekuensial. Kuesioner dengan single-item disebarkan pada 1533 mahasiswa, yang diolah sesuai dengan karakteristik responden sejumlah 1066 mahasiswa (30.7% laki-laki dan 69.3% perempuan), sedangkan pada penelitian tahap II data yang diolah menggunakan tiga subjek penelitian. Penentuan sampel menggunakan teknik non-probabilitas pada penelitian tahap pertama. Pada penelitian tahap kedua, penggalian data dengan menggunakan teknik wawancara. Instrumen pengumpulan data pada tahap I menggunakan Kuesioner Parent-Child Relations yang dirancang Kim (2009). Analisis data menggunakan teknik analisis isi dan analisis statistik tabulasi silang pada penelitian tahap pertama, dan interpretasi data wawancara dan observasi.Hasil penelitian pada tahap I yaitu: Mahasiswa dekat dengan ibunya; Mahasiswi dekat dengan ayahnya; Kedekatan dengan ibu berada pada level amat sangat dekat; Kedekatan dengan ayah berada pada level sangat dekat; Lebih banyak mahasiswi pada kelompok amat sangat dekat dengan ibunya dibandingkan dengan mahasiswa; Lebih banyak mahasiswa pada kelompok sangat dekat dengan ayahnya dibandingkan dengan mahasiswi. Kualitas kedekatan remaja-ibu pada level amat sangat dekat dialami oleh mahasiswi (52.1%) sedangkan pada level sangat dekat dialami oleh mahasiswa (53.21%). Kualitas kedekatan remaja-ayah pada level sangat dekat dialami oleh mahasiswa (56%) sedangkan pada level amat sangat dekat dialami oleh mahasiswi (32.9%). Dasar hubungan kedekatan pada remaja-ibu dan remaja-ayah yang dominan adalah tema memahami anak (50.3% pada hubungan dengan ibu dan 30.9% pada ayah). Hasil penelitian tahap kedua menunjukkan bahwa dasar kedekatan mahasiswa dengan orangtuanya dilandasi oleh saling ketergantungan, pengetahuan tentang orangtua, hal-hal yang bersifat fisik, muatan kepentingan, kedekatan fisik, kedekatan emosional, kedekatan kognisi, struktur keluarga, dan peran gender. Tema memahami dan hubungan kasih sayang yang muncul pada penelitian tahap I bersesuaian dengan dasar kedekatan emosional yang muncul pada penelitian tahap II. Hubungan kedekatan dengan orangtua tidak mempengaruhi aspirasi tingkat pendidikan anak.
HUBUGAN ANTARA KONFORMITAS TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU BULLYING PADA SISWA KELAS XII SMK TEUKU UMAR SEMARANG
Yuriko Adriel;
Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (252.03 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2019.23603
Perilaku bullying merupakan perilaku kekerasan fisik, verbal, ataupun psikologis dan biasanya dilakukan secara berulang dari seseorang atau sekelompok orang yang lebih kuat terhadap seseorang atau sekelompok lebih lemah dengan tujuan menindas korban. Konformitas teman sebaya adalah sebuah upaya yang dilakukan individu agar diterima oleh orang lain, dengan cara menjadi apapun sebagaimana keinginan orang lain, termasuk mengubah keyakinan dan perilakunya serupa dengan orang lain walaupun perilaku sebenarnya berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konformitas teman sebaya dengan perilaku bullying pada siswa kelas XII SMK Teuku Umar Semarang. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII SMK Teuku Umar Semarang yang berjumlah 184 siswa dengan subjek penelitian sebanyak 123 siswa memakai teknik cluster random sampling. Penelitian ini memakai 2 skala sebagai alat ukur yaitu Skala Konformitas Teman Sebaya (25 aitem valid, α = 0,904) dan Skala Perilaku Bullying (23 aitem valid, α = 0,909). Dengan menggunakan analisis regresi sederhana maka terdapat hubungan positif hubungan positif yang signifikan antara konformitas teman sebaya dengan perilaku bullying (rᵪᵧ = 0,313; p = 0,000). Semakin tinggi konformitas teman sebaya maka akan semakin tinggi pula perilaku bullying siswa. Begitupun sebaliknya, semakin rendah konformitas teman sebaya maka semakin rendah pula perilaku bullying siswa. Konformitas teman sebaya memberi sumbangan efektif sebesar 9,8% terhadap perilaku bullying.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP BEBAN KERJA DENGAN INTENSI AGRESI PADA TEKNISI DI SERVICE CENTER NISSAN JAKARTA
Lita Susanti W.;
Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (147.064 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2014.7485
Salah satu bentuk ketidakprofesionalan seorang karyawan yang saat ini banyak menjadi sorotan masyarakat adalah adanya intensi agresi yang dilakukan di dalam perusahaan. Intensi agresi merupakan kecenderungan atau niat untuk melukai atau menyakiti orang lain secara fisik maupun verbal yang sejatinya disengaja. Intensi agresi muncul karena adanya masalah didalam perusahaan yang belum bisa terselesaikan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan dan sumbangan efektif antara persepsi terhadap beban kerja dengan intensi agresi pada teknisi di Service Center Nissan Jakarta.Jumlah populasi dalam penelitian ini 120 teknisi dengan sampel penelitian 89 teknisi. Penentuan sampel menggunakan simple random sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua buah skala yaitu, Skala Persepsi terhadap Beban Kerja terdiri dari 32 aitem (α = 0,906) dan Skala Intensi Agresi terdiri dari 64 aitem (α = 0,986).Hasil penelitian ini menunjukkan koefisien korelasi rxy = -0,319 dengan p = 0,002 (p<0,05), yang berarti ada hubungan negatif antara variabel persepsi terhadap beban kerja dengan intensi agresi pada teknisi di Service Center Nissan Jakarta. Semakin positif persepsi terhadap beban kerja maka semakin rendah intensi agresi, dan sebaliknya. Hasil penelitian didapatkan R Square = 0,102 yang artinya variabel intensi agresi mendapat sumbangan efektif dari variabel persepsi terhadap beban kerja sebesar 10,2%. Sedangkan, 89,8% dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel yang digunakan dalam penelitian ini.
PERBEDAAN PERILAKU PROSOSIAL SISWA MADRASAH ALIYAH (MA) BERBASIS PONDOK PESANTREN DAN SEKOLAH MENENGAH UMUM (SMU)
Kurniawan Harefa;
Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (73.35 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2014.7544
Remaja merupakan generasi yang ikut menentukan masa depan bangsa dan ikut berjuang mengisi kemerdekaan. Salah satu tugas perkembangan remaja yang diungkapkan oleh Havighurst (dalam Agustiani, 2009, h.16), menuntut individu untuk dapat mencapai tingkah laku sosial yang bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris perbedaan perilaku prososial siswa Madrasah Aliyah (MA) berbasis pondok pesantren dan siswa Sekolah Menengah Umum (SMU).Penelitian ini merupakan penelitian komparasi dengan mengambil sampel sebanyak 142 siswa dengan rincian sebesar 108 siswa dari Madrasah Aliyah Asy Syarifah dan 34 siswa dari SMA Ronggolawe. Metode penggalian data dengan menggunakan satu skala psikologi yaitu skala perilaku prososial. Skala perilaku prososial berjumlah 40 item valid (α = 0,923). Analisis data menggunakan uji independent sample t test.Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan perilaku prososial siswa Madrasah Aliyah Asy Syarifah Mranggen Demak dan siswa SMA Ronggolawe Semarang yang ditunjukkan oleh nilai t hitung = 2,368 dengan p = 0,019 (p < 0,05). Perilaku prososial siswa Madrasah Aliyah Asy Syarifah lebih tinggi sebesar 124,94 dibandingkan dengan rata-rata perilaku prososial pada SMA Ronggolawe Semarang sebesar 119,21 dengan perbedaan rata-rata sebesar 5,739. Jadi penelitian ini membuktikan bahwa siswa di Madrasah Aliyah (MA) berbasis pondok pesantren mempunyai perilaku prososial lebih baik dibandingkan dengan Sekolah Menengah Umum.
HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KERJA DENGAN STRES KERJA PADA SOPIR BUS PO AGRA MAS (DIVISI AKAP) JURUSAN WONOGIRI-JAKARTA
Ready Nurdian Syah;
Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (237.579 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.15399
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara kepuasan kerja dengan stres kerja pada supir PO AGRA MAS (Divisi AKAP) tujuan Wonogiri - Jakarta. Sampel penelitian berjumlah 52, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Convenience Sampling.Pengambilan data menggunakan skala kepuasan kerja (26 aitem valid dengan α= 0,896) dan skala stres kerja (25 aitem valid dengan α= 0,901). Data yang diperoleh berdasarkan hasil analisi regresi sederhana menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar -0,716 dengan p=0,00 (p<0,01). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti, yaitu terdapat hubungan negatif antara antara kepuasan kerja dengan stres kerja pada supir PO AGRA MAS (Divisi AKAP) tujuan Wonogiri-Jakarta dapat diterima. Nilai koefisien korelasi negatif menunjukkan bahwa arah hubungan kedua variabel adalah negatif, artinya bahwa semakin rendah kepuasan kerja maka stres kerja akan semakin tinggi. Sebaliknya, semakin tinggi kepuasan kerja maka stres kerja akan semakin rendah. Kepuasan kerja dalam penelitian ini memberikan sumbangan efektif sebesar 51.3% terhadap variabel stres kerja.