Claim Missing Document
Check
Articles

Defragmenting Proses Berpikir Matematis Siswa dalam Menyelesaikan soal Matematika pada Materi Pangkat dan Bentuk Akar Muhammad Faisal; Hery Suharna; Soleman Saidi
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 1, No 1 (2021): Januari
Publisher : Jurnal Pendidikan Guru Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.982 KB)

Abstract

This study aims to describe the defragmenting of mathematical thinking processes based on students' ability to solve mathematical problems in the material rank and root form. This research is a qualitative descriptive study using test and interview methods. The subjects in this study were students of SMA Negeri 3 Tidore Kepulauan amounting to 3 people and students of SMA Negeri 4 Ternate City totaling 3 people based on the level of student ability (each low, medium, and high). The research instrument consisted of test questions on the process of defragmenting. The results showed that: (1) the students included in the category of high mathematical ability process defragmenting carried out 5 times with the same error indication, as well as the process defragmenting in the same way namely defragmenting through reflection, defragmenting through mathematical connections, and defragmenting with the provision of scaffolding. (2) the students included in the category of mathematical ability are in the process of defragmenting which is done 3 to 6 times with an indication of an error that is not much different, and the process of defragmenting in the same way that is, defragmenting through reflection, defragmenting through mathematical connections, defragmenting by giving scaffolding and defragmenting with cognitive conflict formation. (3) Students who are included in the category of low mathematical ability process defragmenting carried out as much as 4 to 8 times with an error indication that is not much different, and the process of defragmenting, in the same way, is defragmenting through mathematical connections, defragmenting through reflection, defragmenting by giving scaffolding and defragmenting with cognitive conflict formation.
Proses Pemahaman Konsep Aljabar pada siswa Kelas VII dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Indah Widyawanti; Hery Suharna; Ariyanti Jalal
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 1, No 2 (2021): Mei
Publisher : Jurnal Pendidikan Guru Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1674.161 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pemahaman konsep siswa pada materi aljabar. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah tes, wawancara dan dokumentasi. Instrumen tes yang digunakan adalah 2 butir soal tentang proses pemahaman konsep yang telah divalidasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, triangulasi dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-5 SMP Negeri 1 Halut sebanyak 6 siswa sebagai perwakilan subjek penelitian bedasarkan kategori kemampuan matematika (tinggi, sedang dan rendah) untuk diwawancarai sebagai bentuk triangulasi. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa terdapat siswa dengan kategori tinggi sebanyak 2 siswa (33,33%) yang sudah mampu dalam proses menyatakan ulang secara verbal konsep yang telah dipelajari mengenai suku sejenis, proses mengklasifikasikan objek-objek berdasarkan dipenuhi atau tidaknya persyaratan untuk membentuk konsep tersebut mengenai suku sejenis dan operasinya, proses penerapan konsep secara algoritma pada soal cerita, proses menyajikan konsep dalam berbagai macam bentuk representasi matematika mampu dalam memisalkan umur kakak dan adik, dan proses mengaitkan berbagai konsep (internal dan eksternal matematika) walaupun masih belum tepat. Selanjutnya siswa dengan kategori sedang sebanyak 2 siswa (33,33%) yang sudah mampu dalam proses menyatakan ulang secara verbal konsep yang telah dipelajari mengenai suku sejenis, proses mengklasifikasikan objek-objek berdasarkan dipenuhi atau tidaknya persyaratan untuk membentuk konsep tersebut mengenai suku sejenis dan operasinya, proses penerapan konsep secara algoritma mampu menuliskan model matematika dari soal cerita walaupun masih belum lengkap, proses menyajikan konsep dalam berbagai macam bentuk representasi matematika mampu menuliskan pemisalan umur kakak dan adik pada soal cerita walaupun masih terdapat kekeliruan, dan proses mengaitkan berbagai konsep (internal dan eksternal matematika) walaupun masih belum tepat. Terdapat siswa dengan kategori rendah sebanyak 2 siswa (33,33%) yang belum mampu dalam menyelesaikan soal yang berkaitan dengan bentuk aljabar sehingga masih banyak kekeliruan dalam penyelesaian soal.
Proses Berpikir Reflektif Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Program Linear Lasmi Nasir; Hery Suharna; Nurma Angkotasan; Nurningsih Abdullah
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 2, No 1 (2022): Januari
Publisher : Jurnal Pendidikan Guru Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.877 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir reflektif matematis siswa dalam menyelesaikan soal program linear. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, wawancara dan dokumentasi. Siswa diminta untuk mengerjakan soal tes proses berpikir reflektif matematis siswa, kemudian diwawancarai untuk memperoleh lebih mendalam tentang proses berpikir reflektif matematis siswa dalam menyelesaikan soal program linear. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah reduksi data, paparan data, triangulasi data, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini siswa kelas XI MIPA-1 SMA Negeri 8 Kota Ternate yang berjumlah 25 siswa, dengan perwakilan subjek pada penelitian adalah L-22 dan P-25 dengan KBRMS kategori tinggi, P-13 dan L-11 dengan KBRMS kategori sedang. Hasil penelitian proses berpikir reflektif matematis siswa dalam menyelesaikan soal program linear sebagai berikut: 1) Proses berpikir reflektif matematis siswa dengan kategori tinggi, mampu menghubungkan pengetahuan baru dengan pemahaman terdahulu benar dan lengkap, subjek L-22 mampu menemukan hubungan dan memformulasikan penyelesaian benar dan lengkap dan subjek P-25 mampu menemukan hubungan dan memformulasikan penyelesaian benar tetapi tidak lengkap, mampu mengevaluasi proses penyelesaian benar tetapi tidak lengkap ; 2) Proses berpikir reflektif matematis siswa dengan kategori sedang, mampu menghubungkan pengetahuan baru dengan pemahaman terdahulu benar dan lengkap pada soal nomor 1a dan subjek menghubungkan pengetahuan baru dengan pemahaman terdahulu salah pada soal nomor 2a, subjek P-13 mampu menemukan hubungan dan memformulasikan penyelesaian benar dan lengkap dan subjek L-11 mampu menemukan hubungan dan memformulasikan penyelesaian benar tetapi tidak lengkap, mampu mengevaluasi proses penyelesaian benar tetapi tidak lengkap pada soal nomor 1c dan mengevaluasi proses penyelesaian salah pada soal nomor 2b.
Struktur Kesalahan Konsep Matematis Mahasiswa Berdasarkan Kemampuan Matematika Hery Suharna; In Hi Abdullah; Mustafa A. H. Ruhama
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v3i2.6136

Abstract

Rendahnya pemahaman konsep matematika membuktikan bahwa salah satu faktor timbulnya kesalahan mahasiswa dalam memecahkan suatu permasalahan matematika. Bagian yang tersulit bagi mahasiswa yaitu memecahkan masalah, karena diperlukan keterampilan berhitung, penguasaan konsep yang tinggi, juga kemampuan dalam menggunakan bahasa yang baik, dan lain sebagainya agar mahasiswa tidak melakukan kesalahan lagi dalam mengerjakan soal matematika. Kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan soal-soal matematika adalah kesalahan konsep, kesalahan operasi dan kesalahan ceroboh, dengan kesalahan dominan adalah kesalahan konsep. Metode dalam penelitian ini pengembangan dengan pendekatan deskriptif eksploratif yang diajukan ke kompetitif unggulan perguruan tinggi yang akan melihat struktur kesalahan konsep dalam memecahkan masalah matematika. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa matematika Prodi. Pendidikan Matematika Unkhair semester 4. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif yang bertujuan mengetahui struktur kesalahan mahasiswa berdasarkan gaya kognitif dalam memecahkan masalah matematika. Analisis data penelitian yaitu: (1) Reduksi data, (2) Paparan data, (3) triangulasi data dan (4) penarikan kesimpulan. Metode penelitian yakni (1) Persiapan, (2) pengumpulan data, (3) analisis data, dan (4) kesimpulan. Hasil penelitian menujukkan bahwa: (1) struktur kemampuan berpikir kesalahan konsep matematis kemampuan tinggi yakni di awali dengan kesalahan dalam mengontruksi konsep matematika, selanjutnya melakukan koneksi yang bersifat produktif, (2) struktur kemampuan berpikir kesalahan konsep matematis kemampuan sedang yakni di awali dengan kesalahan dalam mengontruksi konsep matematika, selanjutnya melakukan koneksi yang bersifat semi produktif atau melakukan koneksi dengan konsep-konsep dasar, dan (3) Struktur kemampuan berpikir kesalahan konsep matematis kemampuan rendah yakni di awali dengan kesalahan dalam mengontruksi konsep matematika, selanjutnya melakukan koneksi yang bersifat konkrit.
WORKSHOP PEMANFAATAN MEDIA GEOGEBRA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU SMA ALHAIRAT KOTA TERNATE Hery Suharna; In Hi Abdullah
Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : LP3M STKIP MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jppm.v4i2.1201

Abstract

This Community Service was carried out at Alkhairat High School, Ternate City. Partner problems namely (1) Teachers experience obstacles in the distance learning process (online); (2) the internet network is not optimal so that it becomes an obstacle in evaluating online learning; (3) Less use of learning media applications has not been utilized optimally; and (4) the teacher experiences difficulties when the teacher uses the application because the teacher lacks knowledge of the application used. This PKM aims to provide solutions for partners, namely Alhairat High School Teachers in Ternate City to improve the ability to use applications in learning. The PKM implementation method is carried out by: (1) Providing material about Geogebra, (2) Learning practices with the Geogebra Application in carrying out learning evaluations, (3) evaluating and mentoring. The results of the PKM that was carried out were (1) the Geogebra Media Utilization Workshop was able to improve the Capability of Alhairat High School Teachers in Ternate City in the Alkhairat High School Hall. Participants who took part were 26 teachers. The results of the participant response sheets stated that the results were very good; and (2) the GeoGebra Media Utilization Workshop has been able to improve the Capabilities of Alhairat High School Teachers in Ternate City like this must continue to be carried out in order to improve teachers' abilities to utilize GeoGebra media in learning, especially for mathematics teachers so that learning has variations in utilizing technology-based learning media.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization untuk Peningkatan Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa pada Materi Aritmatika Sosial Sriyanti Umanailo; Hery Suharna; Hasan Hamid
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v3i3.6628

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) kemampuan pemahaman matematis siswa pada materi aritmatika sosial setelah diterapkan model pembelajaran Kooperatif Tipe TAI. 2) peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa pada materi aritmatika sosial setelah diterapkan model pembelajaran Kooperatif Tipe TAI. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari soal tes (pretest dan posttest). Untuk mengukur kemampuan pemahaman matematis siswa teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif yaitu Pedoman Acuan Patokan (PAP) Skala 5 dan perhitungan gain ternormalisasi (N-gain). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) kemampuan pemahaman matematis siswa pada materi aritmatika sosial setelah diterapkan model pembelajaran Kooperatif Tipe TAI berkualifikasi baik sekali 25%  kualifikasi baik 20% kualifikasi cukup 40% kualifikasi kurang sekali dan 10% dan kulifikasi gagal 5%. 2) peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa pada materi aritmatika sosial setelah diterapkan model pembelajaran Kooperatif Tipe TAI dengan menggunakan rumus N-Gain diperoleh nilai rata-rata pretest 42,77dan nilai posttest 78,32 peningkatannya sebesar 0,62 yang menunjukkan bahwa peningkatan berada pada interpretasi sedang.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel Kalsum Djali; In Hi Abdullah; Hery Suharna
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v3i3.6621

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) bagaimana kemampuan komunikasi matematis siswa setelah diterapkan model pembelajaran snowball throwing pada materi persamaan linear satu variabel. 2) apakah terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen, desain penelitiannya adalah pretest-postest control group design. Penelitian ini menggunakan dua kelas yaitu kelas eksperimen, kelas yang diterapkan model pembelajaran snowball throwing dan kelas kontrol, kelas yang diterapkan model pembelajaran konvensional. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 5  Kota Ternate dengan jumlah populasi 151 siswa. Sampel pada penelitian ini adalah Kelas VII-5 yang diberi perlakuan model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing dan kelas VII-6 yang diberi perlakuan model pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes kemampuan komunikasi matematis siswa. Langkah untuk mengetahui bagaimana kemampuan  komunikasi matematis siswa setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing dan model pembelajaran konvensional, data dianalisis secara keseluruhan menggunakan analisis deskriptif yaitu menggunakan Penilaian Acuan Patokan (PAP) skala 5. Langkah  untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa, data dianalisis dengan analisis inferensial yaitu menggunakan uji Mann-Withney U-test.  Hasil analisis data menunjukkan bahwa: 1) kemampuan komunikasi matematis siswa setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing secara keseluruhan dapat dilihat dari kualifikasinya yakni kualifikasi memuaskan berjumlah siswa 10 siswa (48%), baik berjumlah 4 siswa (19%), cukup berjumlah 3 siswa(14%) dan kurang berjumlah 1 siswa (5%), gagal berjumlah 3 siswa (14%). Sedangkan kemampuan komunikasi  matematis siswa setelah diterapkannya model pembelajaran konvensional secara keseluruhan dapat dilihat dari kualifikasinya yakni kualifikasi memuaskan 0 siswa (%), baik berjumlah 0 siswa (%), cukup berjumlah 1 siswa (5%), kurang berjumlah 6 siswa (29%) dan gagal berjumlah 14 siswa (67%). Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing lebih baik daripada kemampuan komunikasi matematis siswa setelah diterapkannya model pembelajaran konvensional. 2) berdasarkan uji Mann-Withney U-test yakni Asymp. Sig (2-tailed) 0,000 0,05 sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing tehadap kemampuan komunikasi matematis siswa.
Peningkatan kemampuan komunikasi matematis dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah pada siswa sekolah menengah pertama Jami, La; Suharna, Hery; Bakar, Marwia Tamrin; Lanani, Karman; Samura, Asri Ode
Journal of Didactic Mathematics Vol 5, No 2 (2024): August
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jdm.v5i2.2282

Abstract

This research examines the influence and improvement of students' mathematical communication skills using problem-based learning. The research design used a quasi-experimental quasi-experimental nonequivalent control-group design, a sample of 45 students. The instruments used are test questions in the form of essays. Data was obtained based on written test results, namely pretest and posttest data. The analysis uses parametric t-test statistics. The results show that problem-based learning can influence mathematical communication skills in the low category. The effect of problem-based learning is minimal. Problem-based learning can improve students' mathematical communication skills in the low category.
WORKSHOP PEMANFAATAN MEDIA ONLINE PADLET DAN KAHOOT GAME PADA GURU SD 01 ALKHAIRAT DAN SD O4 ALKHAIRAT KOTA TERNATE Abdullah, In Hi; Suharna, Hery; Suratno, Joko; Hamid, Hasan
Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM), Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jppm.v5i2.2320

Abstract

Community Service (PKM) was carried out for teachers at SD 01 and 04 Alkhairat, Ternate City. The aim of this PKM is to improve the ability of elementary school teachers to use applications in classroom learning. This PKM is based on the results of discussions held on July 20 2024. The results of the agreement to implement the PKM are: (1) Conducting socialization about applications in learning; (2) Practicing the Online Padlet and Kahoot Game applications in workshops as a simulation; (3) Conduct evaluations in the use of applications in learning. The agreed solution is based on the results of problem identification, namely: (1) In general, students like application-based learning, especially online; (2) Teachers experience difficulties when learning is application-based, both online and offline; (3) lack of knowledge in using learning media; and (4) teachers also have difficulty operating using applications, especially online ones. The solution to this problem needs to be done and is a mutual agreement. A series of services that can be carried out in order to improve the ability to use Online Padlet and Kahoot Games at SD 01 and SD 04 Alhairat, Ternate City. This PKM involves all partners, namely SD 01 and SD 04 Alkhairat, Ternate City. Furthermore, the expected outputs in this PKM are: (1) Conducting socialization about applications in learning; (2) Application Usage Workshop and (3) Third program: FGD to increase knowledge of Online Padlet and Kahoot Game teachers. This activity involved all 26 teachers at SD 01 and SD 04 Alkhairat, Ternate City.  Based on the evaluation results, the response was "very good".
RUANG BARISAN SELISIH C0 Δm ,C Δm ,l∞ Δm DAN lp Δm Hery Suharna
Jurnal Infinity Vol 2 No 2 (2013): Jurnal Infinity Volume 2 No 2
Publisher : IKIP Siliwangi and I-MES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/infinity.v2i2.p100-122

Abstract

Ruang urutan sebagai salah satu konsep dalam analisis, membahas tentang urutan yang ruang urutan 𝑐0,𝑐 ,ℓ∞ and ℓ𝑝 1≤𝑝≤∞ . Beberapa hasil penelitian sebelumnya membuktikan bahwa ruang urutan 𝑐0,𝑐 ,ℓ∞ and ℓ𝑝 1≤𝑝≤∞ adalah ruang Banach, Solid dan BK-Ruang. Berdasarkan ilustrasi di atas, tesis ini akan membahas tentang perbedaan urutan ruang ℓ∞ Δ𝑚 , 𝑐 Δ𝑚 , 𝑐0 Δ𝑚 dan ℓ𝑝 Δ𝑚 untuk semua m ∈ N, adalah ruang Banach, Solid, BK-Ruang dan Pengoperasian dari perbedaan ruang urutan linear yang berkesinambungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mempelajari dan bahan memeriksa tentang perbedaan urutan ruangℓ∞ Δ𝑚 , 𝑐 Δ𝑚 , 𝑐0 Δ𝑚 dan ℓ𝑝 Δ𝑚 untuk semua m ∈ N melalui karya ilmiah yang terkandung dalam sebuah publikasi dari jurnal yang sama dan buku teks yang mendukung. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa perbedaan urutan spaces ℓ∞ Δ𝑚 , 𝑐 Δ𝑚 , 𝑐0 Δ𝑚 dan ℓ𝑝 Δ𝑚 untuk semua m ∈ N, adalah ruang Banach, Solid, BK-Ruang dan Pengoprasian dari perbedaan ruang urutan linear yang berkesinambungan.Kata Kunci : Ruang Norm, Solid, BK-Ruang (Banach Kontinyu) dan Operator Linear KontinuSequences spaces as one concept in analysis, discussing about sequences which are sequences spaces 𝑐0,𝑐 ,ℓ∞ and ℓ𝑝 1≤𝑝≤∞ . Some previous resecrhes han proved that sequences spaces 𝑐0,𝑐 ,ℓ∞ and ℓ𝑝 1≤𝑝≤∞ are Banach spaces, Solid and BK-Spaces. Based on illustration above, this thesis will discuss abouth differences sequences spaces ℓ∞ Δ𝑚 , 𝑐 Δ𝑚 , 𝑐0 Δ𝑚 and ℓ𝑝 Δ𝑚 for all 𝑚∈ℕ, are Banach spaces, Solid, BK-Spaces and and operator from the defferences sequences spaces is linear and continuous. The method that used in this thesis are by studying and examining materials about differences sequences spaces ℓ∞ Δ𝑚 , 𝑐 Δ𝑚 , 𝑐0 Δ𝑚 and ℓ𝑝 Δ𝑚 for all 𝑚∈ℕ through scientifit work which be contained in a publication of same journal and supporting text book. The result of this research proved that differences sequences spaces ℓ∞ Δ𝑚 , 𝑐 Δ𝑚 , 𝑐0 Δ𝑚 and ℓ𝑝 Δ𝑚 for all 𝑚∈ℕ, are Banach spaces, Solid, BK-Spaces and operator from the defferences sequences spaces is linear and continuous.Key words : Norm spaces, Solid, BK-Spaces (Banach Continuous) and Linear Continuous Operators