Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2011 Tentang Penetapan Dan Alih Fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan Di Kabupaten Kuantan Singingi Putri Dwi Octari; Sujianto Sujianto
Eksekusi : Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Negara Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus : Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Negara
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/eksekusi.v2i3.1153

Abstract

Increased demand and population growth have resulted in land use competition. Rice fields play a major role in food security because they produce the staple food of rice, which is the most important food crop in Kuantan Singingi Regency. In the last four years, the rice needs of the people of Kuantan Singingi Regency can only be met by ±50% of the local land production. It is feared that in the long term it will become food insecurity. One of the factors feared to affect the instability of food productivity in Kuantan Singingi Regency is the area of food production land or paddy fields. The amount of land area for food production or paddy fields is influenced by the establishment and conversion of land functions that occur. The number of land assignments with land conversion that is not commensurate causes a large enough imbalance. Based on this, this study aims to determine the implementation of Government Regulation No. 1/2011 on the Determination and Transfer of Sustainable Food Agricultural Land in Kuantan Singingi Regency. This research uses a theory based on the variables that influence policy implementation according to Smith's theory, namely idealized policies, target groups, policy implementers, environmental factors. Data were obtained through interviews, observation, and documentation and used data analysis techniques. The results showed that the implementation of the determination and transfer of the function of sustainable food agricultural land still has several obstacles, namely the absence of legal sanctions, lack of communication, customary habits, the ability of the government as an implementor is less than optimal in implementing the rules of determination and transfer of land functions to the people of Kuantan Singingi Regency.
Kualitas Pelayanan Di Kantor Lurah Simpang Baru Kecamatan Bina Widya Pekanbaru Nining Maidawati; Sujianto Sujianto
Eksekusi : Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Negara Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus : Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Negara
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/eksekusi.v2i3.1160

Abstract

The needs and demands of society for improving the quality of service have shown that it is increasingly important for the government bureaucracy to respond, especially in the current era of globalization. To be able to respond to these changes, officials must truly have professional skills and have high discipline in facing various challenges towards improving service quality. The implication is that in entering an era of change, all functions and duties of the government as a public service can be carried out optimally, especially in providing services to the community, including government officials in Bina Widya District, Pekanbaru. Government organizations, service to the community is the main goal that cannot possibly be avoided because it is an obligation to provide services by creating the best service to the community, because it has become an obligation, the government should look for the best solutions to problems that are often faced, including obstacles to internships. namely originating from within the agency itself as well as external constraints that come from the community.
Penerapan Alat Pemotong Krupuk Bawang Yang Ergonomis DI Desa Jedong Kecamatan Wagir Kabupaten Malang Mujiono; Sujianto; Hardianto
JURNAL FLYWHEEL Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v13i2.5873

Abstract

Pada Home Industri krupuk bawang dibagian pemotongan krupuk ditemukan bahwauntuk pemotongannya masih menggunakan alat manual yaitu pisau dengan cara pemotongannya membungkuk sehingga mudah lelah, membutuhkan waktu yang lama dan hasil potongannya tidak bisa sama / homogen sehingga hasilnya kurang optimal. Optimal yang dimaksud adalah untuk mengeffisien dan mengeffektifkan sumberdaya yang dimiliki, agar supaya memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya dengan menekan biaya serendah mungkin, dengan cara merancangkan alat pemotong krupuk yang ergonomis. Tahapan pembuatan alat pemotongan krupuk yang ergonomis yang dapat digunakan oleh operator dengan hasil lebih effektif, effisien, aman , nyaman dan dapat meningkatkan produktifitas, dengan menguji keseragaman data, kecukupan data serta ukuran persentil yang sesuai.Hasil pembuatan alat untuk pemotongan krupuk dengan menggunakan ukuran anthropometri dengan hasil : tinggi alat 102.5 cm, Panjang alat 52.9 cm,lebar alat 51,8 cm, dan panjang diameter pegangan mesin 2.5 cm. Dari hasil perhitungan diperoleh hasil jika menggunaan alat lama output standar 3 kg/jan , sedangkan jika menggunakan alat baru diperoleh out standar 9.18 kg / jam, sehingga diperoleh produktifitas sebesar 206 % .
Pengaruh Kualitas Layanan Administrasi Akademik tentang Kepuasan Mahasiswa Sujianto; Mujiono; Suardika, Ida Bagus; Indriani, Sri
JURNAL FLYWHEEL Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v14i1.6523

Abstract

Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk menguji dan menjelaskan pengaruh kualitas pelayanan administrasi akademik terhadap kepuasan mahasiswa di Institut Teknologi Nasional Malang. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatori yang menjelaskan hubungan kausal antar variable melalui pengujian hipotesis. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 120 mahasiswa Institut Teknologi Nasional Malang. Teknik analisis data menggunakan analisis Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua hipotesis yang diajukan diterima yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial dan simultan antara Kualitas Pelayanan Administrasi AKademik terhadap Kepuasan Mahasisa, dimensi Responsiveness merupakan factor dominan yang mempengaruhi Kepuasan Mahasisw
Perancangan dan Implementasi Alat Peniris Minyak Krupuk Bawang dengan Sistem Penggerak Motor Listrik Mujiono; Sujianto; Hardianto; Rachmawati, Vitha
JURNAL FLYWHEEL Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v14i2.7800

Abstract

Home Industri krupuk bawang berlokasi didesa Jedong Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Dimana di daerah tersebut banyak bermunculan home industri, produk-produk krupuk baru yang tentunya memerlukan bantuan untuk mengembangkan home industri tersebut. Salah satunya adalah dengan membuatkan alat peniris minyak krupuk bawang tersebut. Melihat kondisi yang terjadi pada home industri tersebut maka tim abdimas akan mengembangkan/inovasi membuatkan alat peniris minyak dengan menggunakan ukuran anthropometri agar (aman dan nyaman) dipergunakan. Tujuan dilakukan abdimas ini agar supaya home industri lebih mudah untuk mengunakan alat tersebut dan mendapatkan penirisan yang optimal sehingga pekerjaan mitra lebih effektif,effisien dapat menghemat waktu sehingga hasil yang diperoleh jauh lebih baik dan produktif, serta berdampak pada pelaku home industri untuk dapat meningkat perekonomian. Pembuatkan alat peniris minyak [10] di home industri dengan ukuran anthropometri : tinggi alat 136 cm, tinggi tombol operator 96cm, lebar alat 70cm, dan tinggi tempat motor 48,5cm yang dilengkapi dengan dimmer (pengatur kecepatan).
Hambatan dalam Penerapan K3 dan Ergonomi di Laboratorium Manufaktur Universitas Wisnuwardhana Malang Sony Haryanto; Sujianto
JURNAL FLYWHEEL Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v15i2.10885

Abstract

Penerapan praktik Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Ergonomi di lingkungan laboratorium manufaktur, merupakan aspek penting dalam memastikan lingkungan kerja yang aman dan produktif. Namun, berbagai hal sering jadi menjadi penghambat dari K3 dan Ergonomi di laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis hambatan-hambatan yang harus dihadapi oleh pengguna laboratorium dalam menerapkan K3 dan Ergonomi di laboratorium manufaktur. Penelitian ini mengidentifikasi beberapa hambatan utama, termasuk kurangnya kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya K3 dan Ergonomi, kurangnya pengawasan atau pemantauan terhadap praktik K3 dan Ergonomi di laboratorium, budaya laboratorium yang menekankan pada produktivitas serta mengesampingkan aspek K3 dan Ergonomi, tidak adanya rambu-rambu tentang K3 di laboratorium dan kurangnya jumlah alat pelindung diri (APK). Pengelolaan hambatan-hambatan ini membutuhkan pendekatan yang holistik dan terpadu. Langkah-langkah seperti peningkatan kesadaran, investasi dalam pelatihan dan sumber daya manusia, serta penyusunan kebijakan yang mendukung dapat membantu mengatasi hambatan-hambatan tersebut. Selain itu, integrasi ergonomi dalam desain peralatan dan proses produksi juga dapat mengurangi risiko cedera dan meningkatkan keselamatan pengguna laboratorium.
Implementasi Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Kelurahan Tembilahan Hilir Kabupaten Indragiri Hilir Robby Novrialdi; Sujianto Sujianto
Journal of Research and Development on Public Policy Vol. 3 No. 3 (2024): September : Journal of Research and Development on Public Policy
Publisher : Lembaga Pengkajian Dan Pengembangan Sumberdaya Pembangunan (lppsp)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58684/jarvic.v3i3.165

Abstract

The City Without Slums Program (KOTAKU) is a nationally implemented program in 269 cities/regencies across 34 provinces, serving as a platform or basis for addressing slum areas by integrating various resources and funding sources, including those from the central government, provincial government, cities/regencies, donors, private sector, community, and other stakeholders. One of the areas where the KOTAKU program is implemented is Tembilahan Hilir Subdistrict. Tembilahan Hilir Subdistrict has the highest population density in Indragiri Hilir Regency, with a population of 79,178 people in 2020. Population density is one of the factors contributing to the formation of slum areas. The purpose of this study is to understand how the KOTAKU program is implemented in Tembilahan Hilir Subdistrict. The theoretical concept used is the policy implementation concept according to Charles O. Jones. The research method uses a qualitative approach with data collection techniques including observation, documentation, and interviews. The results of the study indicate that the implementation of the KOTAKU program in Tembilahan Hilir Subdistrict is carried out in accordance with the existing KOTAKU program implementation guidelines but cannot be fully executed due to budget constraints.
Mitigasi Bencana Pada Nelayan Desa Wisata Mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Di Indonesia Sadriah Lahamid; Sujianto; Nur Laila Meilani; Yasir; Qomariah Lahamid
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Memaksimalkan Potensi
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/snpm.v4i1.1381

Abstract

Pulau Rupat, bagian dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), memiliki potensi besar untuk pengembangan pariwisata pesisir yang berkelanjutan. Tujuan pada hakikatnya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.sesuai dengan tujuan SDGs, sebagaimana diatur dalam PP Nomor 50 Tahun 2011 tentang RIPPARNAS. Namun, wilayah ini rentan terhadap bencana alam seperti banjir rob, angin kencang, tsunami, dan abrasi, yang berdampak pada masyarakat nelayan di Desa Wisata Teluk Rhu. Faktor-faktor risiko bencana antara lain sangat berdampak terhadap ancaman gelombang ekstrim, angin kencang, banjir rob dan abrasi pantai, tingginya kerentanan suatu wilayah, dan rendahnya kapasitas nelayan dalam menghadapi ancaman bencana. Abrasi menyebabkan penduduk kehilangan tempat tinggal dan angin kencang serta gelombang ekstrim mengakibatkan hilangnya mata pencaharian dan berkurangnya pendapatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus di Desa Teluk Rhu. Mengkaji kerentanan nelayan dan upaya mitigasi bencana, serta bagaimana hal tersebut dapat mendukung pengembangan KSPN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nelayan sangat rentan terhadap bencana karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan mitigasi. mitigasi bencana yang efektif perlu menjadi bagian integral dari strategi pengembangan pariwisata yang berkelanjutan di Pulau Rupat. Kesenjangan dalam pengelolaan risiko bencana yang dapat membahayakan masyarakat dan sektor pariwisata Diperlukan intervensi kebijakan pemerintah pusat sampai di Tingkat desa untuk memperkuat mitigasi bencana khususnya kepada nelayan. Pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan mitigasi bencana, pengelolaan ekosistem pesisir (seperti mangrove), dan pengembangan ekonomi yang berkelanjutan sangat diperlukan untuk mengurangi risiko ini di pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional.
Pengaruh Penerapan Transparansi dan Akuntabilitas Terhadap Kebijakan Pengelolaan Alokasi Dana Desa Di Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau Delpi Susanti; Sujianto; Harapan Tua; Hasim As’ari
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Memaksimalkan Potensi
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/snpm.v4i2.1390

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hasil dari Pengaruh Transparansi, Akuntabilitas terhadap Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) di Kabupaten Rokan Hulu. Penelitian ini berbentuk penelitian lapangan dengan menggunakan penyebaran kuisioner dan olahan data menggunakan tols aplikasi SPSS, 26 secara Kuantitatif, mengingat jumlah Populasi yang terlalu banyak maka peneliti berupaya menemui sumber Populasi dari responden dengan membuat metode penentuan sampel yaitu Purposive Sampling. berdasasarkan responden yang dijelaskan pada penelitian maka peneliti memperoleh data hasil rumusan kuisioner, observasi serta untuk memperoleh informasi yang lebih akurat. Untuk menganalisa data, dalam hal ini data yang telah terkumpul dikelompokkan menurut jenis data masing-masing kemudian disajikan dalam bentuk narasi table data olahan skala Ordinal. Selanjutnya data yang telah disajikan dalam bentuk tabel dan dideskripsikan berupa narasi kalimat, dan observasi tersebut dianalisa secara Kuantitaif dalam bentuk penggambaran-penggambaran yang terjadi di lapangan, yakni, dari hasil pembahasan yang telah dilakukan maka penulis, membuat kesimpulan dari 2 variabel X yang di hubungkan kepada variabel Y yaitu Transparansi, Akuntabilitas, terhadap Pengelolaan Alokasi Dana yang di simpulkan pada berpengaruh signifikan. Namun meskipun hasilnya berpengaruh signifikan tetap harus ada perbaikan-perbaikan yang dilakukan demi pencapaian pengelolaan alokasi dana desa yang baik.
Anak Putus Sekolah di Kota Pekanbaru: (Studi Kasus Tugas dan Fungsi Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru) Delvia Agustina; Sujianto Sujianto
Konstitusi : Jurnal Hukum, Administrasi Publik, dan Ilmu Komunikasi Vol. 1 No. 4 (2024): Oktober : Konstitusi : Jurnal Hukum, Administrasi Publik, dan Ilmu Komunikasi
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/konstitusi.v1i4.252

Abstract

Riau Province Regional Regulation No. 12 of 2013 concerning the Implementation of Government Education stipulates the 12-Year Learning Obligation. The Pekanbaru City Education Office is an agency authorized to take care of government affairs in the field of education starting from the PAUD, SD, and SMP levels in Pekanbaru City. But in reality there are still problems in the field of education in Pekanbaru City such as school dropouts. This study aims to describe how the implementation of the duties and functions of the Pekanbaru City Education Office in handling dropouts and describe the inhibiting factors in the implementation of the duties and functions of the Pekanbaru City Education Office in handling dropouts. This research uses the theory of administrative functions according to Oey Liang Lee, namely administrative functions consisting of Planning, Organizing, Coordinating, Implementing and Supervising. This research uses descriptive qualitative methods. The data analysis used is data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results of this study indicate that the implementation of the duties and functions of the Pekanbaru City Education Office seen from the indicators of planning and organizing has gone well, while from the indicators of implementation, coordination and supervision has not been maximized due to several inhibiting factors such as the lack of training or coaching conducted for educators in SKB, lack of facilities and infrastructure in the activities of the SKB. lack of facilities and infrastructure in the activities of the equivalency education program, coordination meetings that have not been carried out regularly and supervision that has not reached the supervision standards of the Education Office.