Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Tinjauan ‘Urf Terhadap Tradisi Mahar Berupa Uang Dalam Pernikahan Di Desa Banjarsari Kecamatan Bandarkedungmulyo Kabupaten Jombang Nisak, Khoirotun; Sukandar, Sukandar; Ubaidillah, Burhanudin
Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 1 (2024): Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : STAI Hidayatut Thullab Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam undang-undang pernikahan tidak dijelaskan tentang mahar. Sedangkan dalam kompilasi hukum Islam belum komprehensif peraturan tentang mahar sehingga pantas ketika mahar dikaji ulang dengan hukum Islam. Sementara ini banyak sekali mahar mas kawin dalam bentuk uang dan menjadi suatu trend dan sangat diminati masyarakat sekarang ini. Berdasarkan hal tersebut, peneliti tertarik mengkaji lebih dalam mengenai tinjauan ‘urf terhadap mahar uang dalam perkawinan di desa Banjarsari kecamatan Bandarkedungmulyo kabupaten Jombang. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan mendeskripsikan tradisi pemberian mahar dalam pernikahan, alasan masyarakat menggunakan mahar uang dalam pernikahan, dan tinjauan ‘urf terhadap tradisi pemberian mahar berupa uang di desa Banjarsari kecamatan Bandarkedungmulyo kabupaten Jombang. Jenis penelitian yang penulis gunakan ini adalah penelitian lapangan (field research). Sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kualitatif. Penelitian ini bersifat deskriptif. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisadata meliputi tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan.Untuk uji keabsahan data, peneliti menggunakan triangulasi sumber, dan menggunakan bahan referensi. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa 1) Tradisi pemberian mahar dalam pernikahan di desa Banjarsari kecamatan Bandarkedungmulyo Kabupaten Jombang yang sedang berkembang sampai saat ini adalah mahar berupa uang, diberikan setelah akad nikah sesuai dengan kemampuan suami atau sesuai dengan kesepakatan keduangya. 2) Alasan masyarakat desa Banjarsari kecamatan Bandarkedungmulyo kabupaten Jombang lebih memilih uang sebagai mahar dalam pernikahan adalah mempertimbangan prinsip bahwa mahar uang lebih praktis, fleksibel, lebih mengenang histroies, Ekonomis, upto date dari masa kemasa, menunjukkan keseriusan dalam menjalani hidup berumah tangga, lebih cocok dengan Adat istiadat, lebih efisien, lebih ideal dan lebih barokah. 3) Tinjauan ‘Urf terhadap penggunaan mahar berupa uang dalam pernikahan di desa Banjarsari kecamatan Bandarkedungmulyo kabupaten Jombang Jika dilihat dari sisi objeknya penggunaan mahar berupa uang termasuk kategori urf’ amali, yakni kebiasan masyarakat yang berkaitan dengan perbuatan biasa, dari segi keabsahan penggunaan mahar berupa uang termasuk kategori urf’ as-Shahih yakni tidak bertentangan dengan al-Qur‟an dan as-Sunnah, sedangkan dilihat dari segi jangkauannya termasuk kategori jenis urf am, yakni adat istiadat yang berlaku pada suatu tempat, masa dan keadaan.
Keabsahan Talak Cerai melalui Whatsapp Perspektif Madzhab Syafi’i Imanan, Imam Mahfudz; Fitri, Basit Misbachul; Sukandar, Sukandar
Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 2 (2024): Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : STAI Hidayatut Thullab Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Households will inevitably encounter problems and issues. The problems experienced are sometimes quickly resolved, but often these issues cannot be unraveled, leading to an unavoidable fracture in the household. Islam provides a solution when the household can no longer be maintained. The solution offered is to perform a divorce (talak) in a manner that is considered ma'ruf. Currently, knowledge and information technology are developing very rapidly, bringing a new paradigm in understanding various issues that arise among Muslims. One of the issues that might be affected is the problem of divorce, which in classical times was only done by the husband directly pronouncing the divorce statement to his wife or at most by writing it on a piece of paper. However, in contemporary times, divorce can be done through various electronic media. In this thesis, the author discusses the opinions of Imam al-Nawawi and Imam al-Imroni with the following problem formulation: first, what is Imam al-Nawawi's view on divorce through WhatsApp Second, what is Imam al-Imroni's view on divorce through WhatsApp? Third, how does the comparison between the views of Imam al-Nawawi and Imam al-Imroni regarding divorce through WhatsApp. To obtain answers to the formulated problem, the author uses a library research method with a qualitative approach. The primary sources in this study are the book Al-Majmu’ Syarh Al-Muhazzab by Imam al-Nawawi and the book al-Bayan fi al-Madzhab Imam al-Syafi’i by Imam al-Imroni, while the secondary sources are obtained from various literatures that are relevant to the issues being researched. The data collection technique was carried out through documentation. Meanwhile, the data analysis methods used by the author are content analysis and comparative methods. The research results show that divorce through written messages, which can be related to modern written message media, is validated by Imam al-Nawawi, with the consideration that the status of writing, which consists of letters that can be understood in form and meaning, is the same as the status of words spoken by the tongue and is permissible even if not in one gathering. According to Imam al-Imroni, it is not valid because, in his view, a letter or written message is like something that does not exist (is not visible) and must be done in one sitting. As for the similarity, both must use intention in the implementation of divorce through written messages
Tingkat Kebisingan Suara di Lingkungan SMP Negeri 02 Demak Sukandar, Sukandar; Rusilowati, Ani
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebisingan suara di lingkungan SMP Negeri 02 Demak dan hubungannya dengan proses belajar mengajar. Metode penelitian yang digunakan berbasis “experimental method”. Populasi dalam penelitian ini adalah gedung sekolah SMP Negeri 02 Demak. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling pada kelas-kelas tertentu, yaitu kelas 1D, 1E, 2A, 2B, 2E, 2F, 3A, 3B, 3C, 3D, 3E, dan 3F. Pengambilan data dengan teknik pengukuran dengan alat bantu “Sound Level Meter” serta teknik angket dan teknik wawancara. Analisis data diperoleh tingkat kebisingan suara di lingkungan SMP Negeri 02 Demak sekitar 68,30 dB sampai 74,80 dB. Besarnya intrusi bunyi berkisar 62,28 dB sampai 67,94 dB. Hasil ini menunjukkan tingkat kebisingan suara di lingkungan SMP Negeri 02 Demak telah melebihi kriteria bising yang direkomendasikan untuk ruang kelas, yaitu 30 dB sampai 35 dB. Hasil analisis angket dan wawancara menunjukkan kegiatan belajar mengajar di beberapa kelas terpengaruh dan terganggu oleh kebisingan suara dari kendaraan-kendaraan yang berasal dari jalan raya di sekitar lingkungan sekolah dan dampaknya nilai ulangan harian relatif lebih rendah dibandingkan dengan kelas yang jauh dari kebisingan. Hasil penelitian ini bermanfaat bagi sekolah dan pemerintah daerah untuk evaluasi perbaikan tata ruang hingga menambah fasilitas peredam suara. Hasil penelitian ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) yaitu tentang kehidupan sehat, pendidikan berkualitas, dan lingkungan belajar yang berkelanjutan dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.
Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Kecamatanan Panai Tengah Labuhanbatu Sumatera Utara Melalui Pemberdayaan Hasil Bumi Buah Nanas Dan Literasi Keuangan Hasibuan, Muhammad Irwansyah; Rafika, Mulya; Amin, Mhd.; Sukandar, Sukandar; Herliansyah, Debi
Celebes Journal of Community Services Vol. 5 No. 1 (2026): December - May
Publisher : STIE Amkop Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/celeb.v5i1.3534

Abstract

Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, memiliki potensi hasil bumi yang melimpah, khususnya buah nanas. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena rendahnya pengolahan hasil pertanian dan minimnya literasi keuangan. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan hasil bumi nanas dan peningkatan literasi keuangan. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan pengolahan buah nanas menjadi produk olahan bernilai tambah berupa selai nanas, pelatihan literasi keuangan dasar, serta pendampingan manajemen usaha dan pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan masyarakat dalam mengolah nanas, di mana sebagian besar peserta mampu memproduksi selai nanas secara mandiri dengan standar pengemasan yang lebih baik. Selain itu, pemahaman masyarakat terhadap pencatatan keuangan dan perencanaan keuangan rumah tangga juga meningkat. Program ini berkontribusi dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat serta membuka peluang terbentuknya usaha mikro berbasis potensi lokal yang berkelanjutan. Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat; Buah Nanas; Literasi Keuangan; Produk Olahan; Kesejahteraan Ekonomi.
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Implementasi Hak dan Kewajiban Suami dalam Mewujudkan Keluarga Harmonis Perspektif Masyarakat Desa Babadan Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk Sukandar, Sukandar; Ch, Ah. Shofiyyulloh; Arofik, Slamet
Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 1 (2023): Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : STAI Hidayatut Thullab Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pernikahan tidak terlepas dari hak dan kewajiban suami istri untuk menjaga dan mewujudkan keluarga yang harmonis sehingga dalam menjalani kehidupan berkeluarga dapat saling melengkapi satu sama lain. Dalam terwujudnya suatu keluarga yang harmonis perlu adanya upaya-upaya dalam mewujudkanya. Agama Islam telah menjelaskan upaya-upaya yang sesuai dengan syari’at islam, yang mana itu juga dipraktikan oleh masyarakat khususnya masyarakat Desa Babadan Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk. Dari latar belakang di atas, maka penulis menentukan beberapa rumusan masalah sebagai berikut Bagaimana Implementasi Hak dan Kewajiban Suami dalam Mewujudkan Keluarga yang Harmonis Perspektif Masyarakat Desa Babadan Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk? Bagaimana Implementasi Keharmonisan Keluarga dalam Mewujudkan Keluarga Harmonis di Desa Babadan Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk? Bagaimana Relevansi Hak Kewajiban Suami dan Keharmonisan Rumah Tangga Perspektif Hukum Islam dan Masyarakat Desa Babadan Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk? Dalam skripsi ini, penulis menggunakan penelitian lapangan, adapun pendekatan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang mengambil objek masyarakat Desa Babadan Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk. Untuk pengumpulan data penulis menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan uji keabsahan data. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu dalam hukum Islam dan masyarakat desa Babadan sangat banyak keterkaitannya tentang hak dan kewajiban suami yang telah disampaikan di paparan data antara lain istri mentaati dan patuh terhadap perintah suami, dimintai izin ketika istri hendak keluar rumah, melayani sebagaimana tugas seorang istri dalam rumah tangga. Kewajiban-kewajiban suami antara lain memberikan nafkah lahir batin seperti halnya kasih sayang terhadap keluarganya, memberikan rumah buat keluarga, menjadi pelindung, memberikan Pendidikan agama yang sesuai dengan syariat Islam. Keharmonisan keluarga Masyarakat Desa Babadan memprioritaskan agamanya, sikap saling cinta-mencintai (tahabbub), saling membantu (ta’awun), bermusyawarah dalam memutuskan apapun (tasyawur), sabar dan tabah dalam menghadapi apapun (tashobur), saling memaafkan (taghofur/ ta’afuf), saling menghargai, memahami dan pengertian serta saling memenuhi hak dan kewajibannya masing-masing