Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Chemical constituents from Piper betle L. Var Nigra (Piperaceae) Fajar Prasetya; Supriatno Salam; Agung Rahmadani; Hadi Kuncoro; Rolan Rusli; Afif Ruchaemi; Sukartiningsih Sukartiningsih
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 5 No. 3 (2021): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v5i3.322

Abstract

Two fatty acid derivatives, 2-octenoic acid and 2-hexenoic acid were isolated from the extract of n-hexane of the Piper betle L. Var. Nigra (Piperaceae). The chemical structures were identified on the basis of spectroscopic evidence and compared to previously reported spectra. These isolated compounds appear for the first time in the plant.
KEANEKARAGAMAN MAMALIA KECIL DI HUTAN DATARAN RENDAH (LOW LAND FOREST) TAMAN NASIONAL KUTAI, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Isnaini, Boedi; Aipassa, Marlon Ivanhoe; Sukartiningsih, Sukartiningsih; Suba, Rachmad Budiwijaya; Rayadin, Yaya
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i2.7942

Abstract

Keberadaan mamalia kecil dalam sebuah ekosistem memiliki peranan penting. Taman Nasional Kutai merupakan kawasan hutan konservasi di Kalimantan Timur yang memiliki kekayaan flora dan fauna, termasuk mamalia kecil. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keanekaragaman spesies mamalia kecil di Taman Nasional Kutai, mengkaji dominasi spesies mamalia kecil di Taman Nasional Kutai dan menganalisis status perlindungan mamalia kecil di Taman Nasional Kutai (TNK). Penelitian di lakukan di tiga lokasi yaitu Sangkima, Prevab, dan Mentoko. Pada setiap lokasi dibuat transek di jalur yang tidak dilalui wisata, jalur track, dan sempadan sungai. Metode yang digunakan adalah dengan kamera trap, perangkap hidup, dan pengamatan langsung. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa jumlah jenis mamalia yang ditemukan adalah 15 jenis yang termasuk kedalam 11 famili. Indeks keanekaragaman tertinggi di TNK adalah di Prevab pada jalur track, sedangkan terendah adalah di Sangkima pada jalur bukit. Indeks keanekaragaman di TNK secara keseluruhan adalah sedang. Tidak ada dominansi pada setiap jalur track di Sangkima, Prevab, dan Mentoko. Spesies yang terdaftar dalam IUCN terdiri dari 2 VU, 2 NT, dan 2 DD.  Spesies yang terdaftar dalam CITES (Convention on International Trade in Endangered Species) terdiri dari 5 Appendix II dan 1 Appendix I.  Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan dua jenis mamalia kecil yang dilindungi yaitu, binatang hantu darat (Cephalopachus bancanus borneanus) dan Kukang (Nycticebus menagensis).
IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG PESANTREN DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SANTRI: TINJAUAN DARI PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Sukartiningsih, Sukartiningsih; Ansori, Muhamad
International Conference on Humanity Education and Society (ICHES) Vol. 4 No. 1 (2025): The 4th International Conference on Humanity Education and Society (ICHES)
Publisher : FORPIM PTKIS ZONA TAPAL KUDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Law Number 18 of 2019 on Islamic Boarding Schools (Pesantren) in improving student discipline at Pondok Pesantren Al-Qodiri 1 Jember. Employing a descriptive qualitative approach and a case study method, the research explores the synergy between juridical and pedagogical approaches in shaping students' character. Data were collected through interviews, participatory observations, and document analysis. The findings indicate that the implementation of the Pesantren Law at Al-Qodiri is effective through habituation strategies, enforcement of internal rules, and the internalization of Islamic values in students’ daily life. Discipline is fostered not merely as obedience to rules but as a form of spiritual awareness and moral responsibility. This research offers both conceptual and practical contributions to the development of Islamic character education based on legal foundations.
Efektifitas Mata Rantai Pendistribusian Pangan Sebagai Upaya Ketahanan Pangan Di Provinsi Kalimantan Timur Sukartiningsih, Sukartiningsih; Tindangen, Makrina; Gaffar, Emmilya Umma Aziza
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 9 (2014): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v26i9.929

Abstract

Masalah pangan adalah keadaan kelebihan pangan, kekurangan pangan dan/atau ketidakmampuan rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan pangan. Masih adanya penduduk miskin, daerah rawanpangan, produksi pangan dihasilkan tidak merata antar wilayah dan sepanjang waktu, potensi SDA yang berbeda di masing-masing daerah akan berpengaruh terhadap distribusi dan pasokan bahan pangan. Oleh sebab itu, peranan distribusi pangan yang terjangkau dan merata sepanjang waktu akan berpengaruh terhadap peningkatan akses pangan bagi setiap rumah tangga di dalam memenuhi kecukupan pangannya. Tujuan penelitian ini sendiri adalah untuk mendapatkan data terkait pengaruh mata rantai pendistribusian pangan terhadap keamanan pangan, mutu pangan dan ketersediaan pangan di 3 kota besar yakni Samarinda, Balikpapan dan Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian survai dengan menggunakan instrumen penelitian wawancara terbuka (Open-Ended) dan observasi. Analisisdata menggunakan analisis deskriptif, yakni setelah data diklasifikasikan dalam bentuk tabel dan bagan, kemudian dideskripsikan. Hasil penelitian menunjukan mata rantai pendistribusian yang terjadi di 3 kota tersebut dalam kategori panjang. Pengaruhnya terhadap keamanan pangan adalah sulitnya kontrol terkait pencemaran yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Pengaruhnya terhadap mutu pangan adalah mutu bahan pangan akan menurun dengan bertambahnya waktu. Pengaruhnya terhadap ketersediaan pangan adalah jumlah yang cukup aman dan bergizi bagi semua orang.
Dinamika Permudaan Alam dan Perannya dalam Rehabilitasi Hutan dan Lahan di Kawasan Ibu Kota Nusantara Nilaywaty, Rintan; Aipassa, Marlon Ivanhoe; Sukartiningsih, Sukartiningsih; Wahyuningsih, Sri; Imang, Ndan; Kristiningrum, Rochadi; Rosmini, Rosmini
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v10i1.26044

Abstract

Dinamika permudaan alam merupakan indikator penting keberhasilan restorasi hutan karena mencerminkan kapasitas ekosistem untuk pulih secara mandiri. Penelitian ini mengkaji dinamika permudaan alam di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan mengevaluasi perannya terkait konsep pembangunan kota hutan. Analisis vegetasi dilakukan pada tiga periode pengamatan (2022-2024) menggunakan jalur transek sistematis pada tiga tipe lahan: eks-hutan tanaman industri, area terbuka terdegradasi, dan kawasan sekitar Persemaian Mentawir. Parameter yang dianalisis meliputi Indeks Nilai Penting (INP), frekuensi relatif  dan kerapatan individu (individu ha⁻¹). Hasil penelitian menunjukkan kerapatan permudaan alam awalnya rendah dan didominasi jenis pionir namun meningkat konsisten pada periode  berikutnya, mengindikasikan proses suksesi awal. Jenis- endemik Kalimantan seperti Shorea spp., Dryobalanops spp., dan Eusideroxylon zwageri (Ulin) mulai teridentifikasi, menandai transisi menuju hutan sekunder. Namun, kontribusi permudaan alam terhadap Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) belum optimal akibat tumpang tindih dengan kegiatan konstruksi, lemahnya koordinasi antarpemangku kepentingan, serta kurangnya integrasi perencanaan RHL dengan pengelolaan persemaian. Integrasi indikator kuantitatif permudaan alam kedalam perencanaan RHL sangat diperlukan untuk mempercepat pemulihan ekosistem dan mewujudkan konsep kota hutan berbasis hutan hujan tropis di IKN.