Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Jurnal Basicedu

Revitalisasi Peran Guru dalam Pengelolaan Kelas di Daerah Terdepan, Terluar, Dan Tertinggal (3t) pada Era Revolusi Industri 4.0 Alexandria Sarah Vania; Angel Dwi Septianingrum; Awalia Marwah Suhandi; Prihantini Prihantini
Jurnal Basicedu Vol 5, No 6 (2021): December Pages 5001-6500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i6.1587

Abstract

Peserta didik harus menerima pendidikan yang layak untuk masa depan yang cerah. Hal ini termasuk di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). daerah ini harus diberikan perhatian khusus dari segi pendidikan. Peningkatan kompetensi pendidik diperlukan untuk menunjang pengelolaan kelas yang berguna untuk pembelajaran di daerah ini. Tujuan penelitian ini adalah bagaimana upaya yang harus dilakukan guru di daerah 3T pada masa modern abad 21 ini. Hasil dari penelitian ini adalah revolusi 4.0 harus dijadikan tantangan oleh guru di daerah 3T, revitalisasi peran guru dibutuhkan dalam pengelolaan kelas pada masa modern abad 21 ini, guru yang kreatif dan inovatif menjadi solusi untuk tetap terselenggaranya pengelolaan kelas dan pembelajaran di daerah 3T. Kesimpulan dari penelitian ini adalah guru harus menjadi garda terdepan dalam terselenggaranya pendidikan, khususnya di daerah 3T.  Walaupun masih banyak keterbatasan dalam pendidikan di daerah 3T, hal ini guru harus dituntut menjalankan tugasnya secara profesional untuk menciptakan peserta didik yang dapat berpikir dengan logis, kreativ, dan bersinergi aktif demi kemajuan pendidikan
Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Kegiatan Ektrskurikuler di Sekolah Dasar Anti Muthmainnah; Dinda Rahma; Fajriyatur Robi'ah; Prihantini Prihantini
Jurnal Basicedu Vol 6, No 1 (2022): February, Pages 1-1500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.1964

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pandemi Covid-19 tehadap kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif berbasis studi deskriptif. Untuk memperoleh data, penulis mengambil data berdasarkan observasi dan wawancara ke lima sekolah dasar, yaitu SDN 15 Pangkalpinang, SDN Percobaan, SDN Cibiru 09, SD Labschool, dan SDN Cibiru 06. Penelitian ini dilatarbelakangi dengan begitu berpengaruhnya pandemi Covid-19 terhadap kegiatan ekstrakurikuler. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan ekstrakurikuler ada yang berjalan, tetapi dengan berbagai hambatan dan bahkan ada yang tidak berjalan sama sekali. Sekolah dasar yang mengadakan kegiatan ekstrakurikuler secara online atau daring yaitu, SDN Cibiru 09 dan SDN Cibiru 06. Kegiatan ekstrakurikuler yang masih diselenggarakan dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting. Setiap SD yang menjalankan secara daring ini memiliki banyak hambatan seperti keterbatasan waktu, fasilitas, serta kondisi siswa yang berbeda-beda. Sedangkan yang tidak berjalan karena dibutuhkan praktik didalamnya. Diperlukan sarana dan prasarana yang memadai untuk keberjalanannya. Dapat disimpulkan kegiatan ekstrakurikuler masa pandemi Covid-19 belum berjalan secara optimal dan motivasi siswa menurun. Selagi menunggu keadaan pulih kembali, pihak-pihak sekolah, pendidik, dan tenaga kependidikan terus berinovasi menghadirkan solusi bagi permasalahan ini karena kegiatan ekstrakurikuler sangat menunjang keterampilan siswa dan memberikan manfaat untuk masa yang akan datang.
Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19 dalam Penerapan Kurikulum 2013 Andriani Safitri; Fannia Sulistiani Putri; Hafni Fauziyyah; Prihantini Prihantini
Jurnal Basicedu Vol 5, No 6 (2021): December Pages 5001-6500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i6.1631

Abstract

Sehubungan dengan kualitas pendidikan pada masa pandemi covid-19 ini, pendidikan Indonesia harus menuruti alur yang dapat memperbaiki situasi lingkungan pendidikan. Dengan demikian tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi pendidikan di masa pandemi Covid-19 serta mencari solusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan melakukan penyebaran kuesioner kepada responden melalui google forms yang bertujuan untuk mendapatkan informasi guna dianalisis mengenai kualitas pendidikan di masa pandemi covid-19 melalui kurikulum 2013. Hasil dari penelitian ini menemukan adanya penurunan kualitas pendidikan yang terjadi pada masa pandemi covid-19. Tuntutan pembelajaran secara daring pada saat pandemi Covid-19 menuntut guru, siswa serta wali murid beradaptasi dengan perubahan proses pembelajaran. Sehingga guru seharusnya lebih kreatif, inovatif, dan mengikuti perkembangan teknologi, agar pembelajaran yang didapat oleh murid lebih bermakna
Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di Sekolah Penggerak Restu Rahayu; Rita Rosita; Yayu Sri Rahayuningsih; Asep Herry Hernawan; Prihantini Prihantini
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3237

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan memperoleh informasi tentang penerapan kurikulum merdeka di sekolah penggerak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu menggambarkan subjek tentang situasi dan data yang diperoleh selama pengamatan dan pertanyaan sehingga menjadi informasi yang berguna dan mudah dipahami oleh pembaca. Penelitian ini menjelaskan dan memberi gambaran mengenai implementasi kurikulum merdeka di sekolah penggerak. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa implementasi kurikulum di sekolah penggerak telah dilaksanakan dengan optimal dan sedang berlangsung, walaupun dalam pelaksanaannya masih banyak kekurangan dan hambatan. Kunci keberhasilan dari adanya penerapan kurikulum di sekolah penggerak adalah dari kepala sekolah dan guru-gurunya harus memiliki kemauan untuk melakukan perubahan. Kepala sekolah selaku pemimpin harus dapat merubah mindset Sumber Daya Manusia yang ada di sekolah tersebut untuk mau melakukan perubahan sehingga kurikulum merdeka dapat diterapkan.
Komparasi Implementasi Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Kabupaten Garut Angga Angga; Cucu Suryana; Ima Nurwahidah; Asep Herry Hernawan; Prihantini Prihantini
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3149

Abstract

Pendidikan dasar di Indonesia telah mengalami berbagai perkembangan kurikulum. Saat ini, Kurikulum 2013 tengah menjadi kurikulum utama yang diterapkan di sekolah-sekolah. Namun, ada beberapa Sekolah Penggerak yang digagas oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknlogi yang dibina untuk mengimplementasikan kurikulum khusus, yaitu Kurikulum Sekolah Penggerak atau dikenal dengan istilah Kurikulum Merdeka, sebagai program mewujudkan Merdeka Belajar. Bahkan tahun ini, semua sekolah diberikan pilihan dalam mengimplementasi Kurikulum Merdeka disesuaikan dengan kesiapan sekolah tersebut. Kurikulum ini diimplementasikan di semua jenjang sekolah, tidak terkecuali Sekolah Dasar di Kabupaten Garut. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui perbedaan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka, (2) membandingkan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar, serta (3) menganalisis kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh dalam menerapkan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Kabupaten Garut. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum 2013 memiliki konsep sangat baik dalam proses pendidikan. Akan tetapi, implementasi di lapangan tidak berjalan sebagaimanamestinya. Banyak kekurangan terjadi dalam penerapan di berbagai Sekolah Dasar Kabupaten Garut, dimulai dari perencanaan sampai evaluasi pembelajaran. Sementara, implementasi Kurikulum Merdeka di beberapa Sekolah Penggerak dilaksanakan di tahun pertama, kemudian dikembangkan di banyak sekolah tahun berikutnya. Beberapa sekolah masih merancang formula yang tepat dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka ini. Berdasarkan uraian tersebut, maka kedua kurikulum setelah dianalisis memiliki konsep yang sesuai dengan kultur pendidikan Indonesia. Namun demikian, beberapa hal ini haruslah menjadi pertimbangan pemangku kebijakan dan pelaksana pendidikan, sehingga kedua kurikulum ini dapat terimplementasi dengan tepat, bukan sekadar program yang dipaksa diterapkan dalam pendidikan di Sekolah Dasar, khususnya di Kabupaten Garut.
Implementasi Kurikulum 2013 dalam Pembelajaran Jarak Jauh pada Masa Pandemi Covid-19 Alvira Oktavia Safitri; Puji Ayu Handayani; Regina Nurul Sakinah; Prihantini Prihantini
Jurnal Basicedu Vol 6, No 1 (2022): February, Pages 1-1500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.1926

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi dan memperoleh informasi mengenai bagaimana Implementasi Kurikulum 2013 dalam Pembelajaran Jarak Jauh Pada Masa Pandemi Covid-19. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode pendekatan kajian kualitatif atau pendekatan secara deskriptif dan yang menjadi bahan dasarnya ialah studi literatur. Studi literatur merupakan kegiatan mengalisis yang memiliki tujuan untuk mendeskripsikan konten pokok dari kumpulan informasi yang diperoleh dari artikel ilmiah, jurnal-jurnal yang relevan dan terakreditasi, juga sumber buku. Penelitian ini menjelaskan dan memberikan gambaran mengenai implementasi kurikulum 2013 dalam Pembelajaran Jarak Jauh Pada Masa Pandemi Covid-19. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Implementasi kurikulum 2013 dalam pembelajaran jarak jauh yang dilaksanakan oleh guru dan orang tua memberikan pengaruh terhadap ketercapaian tujuan kurikulum 2013 dan prestasi belajar siswa sekolah dasar. Guru selain harus menyampaikan pembelajaran secara online juga harus bisa lebih kreatif dalam menyampaikan pembelajaran sehingga mudah dimengerti oleh siswa dan juga orang tua yang akan membimbing di rumah. Peranan orang tua dan guru sangat penting dalam implementasi kurikulum 2013 dalam pembelajaran jarak jauh di masa pandemi seperti saat ini. 
Analisis Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Penggerak Sekolah Dasar Ineu Sumarsih; Teni Marliyani; Yadi Hadiyansah; Asep Herry Hernawan; Prihantini Prihantini
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3216

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui dan menelaah tentang "Analisis Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Penggerak SDN Guruminda 244 Kota Bandung. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang melihat dan mendengar lebih dekat dan terperinci penjelasan dan pemahaman individual tentang pengalaman-pengalamannya. Pendekatan fenomenologi tersebut didasari dari adanya ketertarikan peneliti untuk mengkaji lebih mendalam mengenai fenomena yang dialami oleh informan kunci. Penelitian dilaksanakan di SDN Guruminda 244 Kota Bandung. Informan dalam penelitian ini adalah guru, kepala sekolah, pengawas. Pengumpulan data dilakukan dengan beberapa teknik, yaitu; (a) observasi; (b) wawancara; dan (c) studi dokumentasi. Untuk menjamin keabsahan data dilakukan dengan beberapa upaya sebagai berikut: (a) memperpanjang masa pengumpulan data, (b) melakukan observasi secara terus-menerus dan sungguh-sungguh, (c) melakukan triangulasi, dan (d) melibatkan teman sejawat untuk berdiskusi. Dari hasil penelaahan dalam penelitian ini ditemukan adanya kurikulum merdeka yang menjadi acuan di sekolah penggerak, yang menghasilkan siswa yang berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, kreatif, gotong royong, rasa kebhinekaan. Kepala sekolah penggerak mendorong berbagai macam program partisipatif, unik, dan banyak inovasi. Memupuk kerja sama dengan guru-guru yang mendukung pemimpinnya berpartisipasi dalam mewujudkan sekolah penggerak.
Co-Authors Agus Juhana Agus Mulyana Ai Nurul Nurohmah Alexandria Sarah Vania Alvira Oktavia Safitri Alvira Oktavia Safitri Amanda Ramadhan Firdaus Amel Fitriani Andriani Safitri Andriani Safitri Angel Dwi Septianingrum Angga Angga Anti Muthmainnah Anti Muthmainnah Arya Chandra Wiguna Asep Herry Hernawan Awalia Marwah Suhandi Ayu Kartini Ayu Kartini Azahra Dewanti Galuh Azka Salmaa Salsabilah Benedicta Dwi Adventyana Chika Chelita Chairunnisa Cucu Suryana D. Rostika Dede Margo Irianto, Dede Margo Defany Dwi Rahmadhani Delia Maharani Deti Ros Rostika Devyanne Oktari Dewi Kartini Dinda Rahma Dinda Rahma Dinila Dinila Dwi Wulandari Ervina Yunica Euis Nur Amanah Asdiniah Evi Maylitha Fajriyatur Robi'ah Fannia Sulistiani Putri Farah Sabilla Febriany Fatimah, Siti Fina Puspa Effendi Ghina Fauziah Hazimah Hafni Fauziyyah Hafni Fauziyyah Hani Risdiany Hanny nur alifia Ika Nur Muzamil Ilma Siti Salamah Ima Nurwahidah Indira Syifa Karai Handak Indri Fitriani Juardi Ineu Sumarsih Isfi Aulia Septiani Jessica Angeline De Eloisa Tobing Khairunnisa Khairunnisa Kurniawati Nia Wati Kuswanto, Kuswanto Latifah Meynawati Lin Herlina Mae Afriliani Magdalena Magdalena Marsanda Claudia Parameswara Maulida Sukmalia Mega Triasya Remana Mei Nur Rusmiati Mila Andriani Nurcahya Mita Maulani Mochammad Fahmi Iskandar Muhammad Farhan Nurdiansyah Muhammad Irfan Adriansyah N. Hidayah Nabila Putri Nur Afifah Nandia Kiranti Naura Lathifah Jayadi Nurul Hidayah O. Abdurhman Puji Ayu Handayani Puji Ayu Handayani Puspitasari Puspitasari Putri Sofiatul Maola Rachel Fadila Putri Herdiansyah Ranu Sudarmansyah Raudhatul Khasanah Regina Nurul Sakinah Regina Nurul Sakinah Restu Rahayu Riswati Ashifa Rita Rosita Sabian Nuraprilia Sam Rizqi Yunaenti Sekar Ayu Cahyani Shofi Nurul Hikmah Siti Fadia Nurul Fitri Siti Nur Azizah Siti Rohmah Sofian Abdulatif Sri Nurlina Sri Nurulita Sukardi, Rendi Restiana Syafa Herdiani Syahla Rizkia Putri Nur’insyani Syifaun Nafisah Teni Marliyani Tyara Tyara Vioreza Dwi Yunianti Yadi Hadiyansah Yayu Sri Rahayuningsih Yohana R. U. Sianturi