Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Student Cognitive Performance Level Based on SOLO Taxonomy and Student’s Personality Type Hidayanti, Alfi Nur; Sulaiman, Raden; Ekawati, Rooselyna
Jurnal Riset Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Matematika Vol. 7 No. 2 (2024): JRPIPM ARPIL 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpipm.v7n2.p171-181

Abstract

This research study aims to analyze the level of cognitive performance of students basedon the SOLO Taxonomy in solving mathematics story problems in terms of student’spersonality type. This study uses descriptive qualitative method. The data analysistechnique used is data reduction, data presentation, and conclusions. There are 5 subjectsin this study, which is taken from seventh grade junior high school students using purposivesampling technique based on the results of personality type questionnaires. From theresults, in one class the dominant personality type is the Extraversion personality, followedby Conscientiousness, Openness, Agreeableness, and Neuroticism. Based on analysis resultand the fulfillment of SOLO Taxonomy indicators, students with Openness andAgreeableness personality types can reach multi-structural level with cognitiveperformance level being able to use some relevant information to solve problems.Conscientiousness type students are able to reach rational level with cognitive performancelevel who can use some relevant information and its relationship to solve problems.Extraversion students are able to achieve Extended Abstract level with the level ofcognitive performance who can relate some relevant information and generalize it to solveproblems. Neurotism students are able to reach uni-structural level by only being able tofocus on one relevant information and have difficulty to determine problem solvingstrategies. Therefore, it is obtained that the personality type possessed by studentscontribute to the level of student’s cognitive performance which can be seen from the waystudents make decisions when working on the given math story problems
Improving the Mathematical Connection Ability of Middle-School Students through Realistic Mathematics Approach Hasbi, Muhammad; Lukito, Agung; Sulaiman, Raden; Muzaini, Muhammad
Journal of Mathematical Pedagogy (JoMP) Vol. 1 No. 1: December 2019
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jomp.v1n1.p37-46

Abstract

This present study describes how do the process and results of the development of mathematics teaching based on realistic mathematics education to enhance the mathematical connection ability of Middle-School students. The teaching material development model refers to the 4-D Thiagarajan model which has 4 steps namely defining, designing, developing, and disseminating. This participant is studying distributed to learners from a Middle-School 2 Candi Sidoarjo. The study data were obtained with a validation sheet, an observation sheet of teacher and student activities, a student response questionnaire, and a mathematical connection ability test. The products of this study are the learning plan, student worksheets, and mathematical connection ability tests. The results showed that the learning material fulfilled the validity, practical and effective. The results of students' mathematical connection ability tests improved based on t-tests correlated and N-gain analysis. Therefore, it is possible to say that the development of mathematics teaching based on realistic mathematics education can enhance the ability of mathematical connections. As a suggestion, teachers in managing mathematics teaching are very necessary to develop the right tools, so that it has a positive impact on student learning outcomes, especially the ability of students' mathematical connections.Keywords: Realistic Mathematics Education, Mathematical Connection, Middle-School, 4-D Model
Technology, pedagogy, and content knowledge in mathematics education: a systematic literature review Hanifah, Umi; Budayasa, I Ketut; Sulaiman, Raden
Journal of Education and Learning (EduLearn) Vol 19, No 1: February 2025
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/edulearn.v19i1.21816

Abstract

This literature review examines how mathematics education uses the Technology, pedagogy, and content knowledge (TPACK). This study examines how TPACK affects mathematics classroom instruction, student engagement, and learning outcomes. A detailed examination and synthesis of pertinent publications over the last decade will accomplish this. The study illuminates significant topics, including digital technology utilization, teacher professional development program enhancement, and TPACK acceptability. It also highlights long-standing issues such as limited technology budgets, teacher training issues, and the need for ongoing support. This post provides current ideas and a full literature review to assist us in understanding TPACK. The findings impact educational policymakers, teacher professional development programs, and math teachers. The paper then advises future research. One is a longitudinal study of different educational environments to determine long-term effects on teaching and student growth. Policymakers, educators, and academics can utilize this study review to advocate for acceptable technology usage in mathematics education. 
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN AGENSI HIBURAN KOREA TERBAIK MENGGUNAKAN METODE AHP DAN TOPSIS Hermawan, Fazhahra Aida; Sulaiman, Raden
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri hiburan Korea Selatan di dunia sangat berkembang pesat dan cepat menyebar luas. Keberadaannya cenderung diterima publik dari berbagai kalangan sehingga menghasilkan suatu fenomena Korean wave. Seiring dengan berkembangnya zaman, fenomena Korean wave menyebabkan para pendiri agensi hiburan Korea membuka audisi di berbagai dunia termasuk di Indonesia. Persaingan antar agensi hiburan Korea untuk mempromosikan artis-artisnya juga meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui urutan prioritas kriteria dalam memilih agensi hiburan Korea dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk pembobotan dan metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) untuk pe-ranking-an alternatif. Hasil analisis dengan menggunakan metode ini menyimpulkan bahwa urutan kriteria yang paling diprioritaskan dalam memilih agensi hiburan Korea adalah manajemen dengan bobot senilai 0.234, cara agensi menangani rumor dengan bobot senilai 0.175, penjualan album dengan bobot senilai 0.153, pembagian penghasilan antara artis dan agensi dengan bobot senilai 0.127, konser dengan bobot senilai 0.124, banyaknya penghargaan yang didapat oleh artis tersebut dengan bobot senilai 0.071. Sedangkan, peringkat agensi hiburan Korea terbaik adalah HYBE Labels dengan nilai 0.857, JYP Entertainment dengan nilai 0.711, YG Entertainment dengan nilai 0.626, Starship Entertainment dengan nilai 0.424, dan SM Entertainment dengan nilai 0.266. Kata Kunci: agensi hiburan Korea, AHP, TOPSIS.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DENGAN BERBANTUAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK PADA MATERI STATISTIKA Hastuti, Ninis Fitria Dwi; Sulaiman, Raden; Kristiani, Yuli
PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/phi.v7i2.305

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang menggunakan Lembar Kerja Peserta Didik untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi statistika. Siswa yang berjumlah 31 di kelas VIII F SMPN 1 Karangjati Ngawi adalah subjek penelitian tindakan kelas ini. Penelitian ini dilakukan melalui tahap pra siklus kemudian siklus I dan dilanjutkan ketahapsiklus II, dimana pada siklusnya melibatkan rancangan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Objek penelitian yaitu hasil belajar yang telah didapatkan siswa saat mengikuti kegiatan pembelajaran pada mata pelajaran matematika materi statistika. Adapun hasil belajar diperoleh berdasarkan tes yang telah dilakukan oleh siswa. Penelitian ini memperoleh hasil bahwa pada tahap pra siklus nilai rata-rata siswa yaitu 60,74, pada siklus 1 meningkat menjadi 69,20 dan pada siklus II 7,01. Ditinjau berdasarkan ketuntasan belajar siswa sejumlah 9 anak dengan presentase 29,03% pada pra siklus mengalami tuntas, meningkat menjadi 19 siswa dengan presentase 61,3% mengalami tuntas pada siklus I, selanjutnya meningkat 26 siswa yang mengalami tuntas pada siklus II dengan presentase 83,9%. Dengan demikian adanya guru dalam melaksanakan pembelajaran menggunaan Lembar Kerja Peserta Didik dapat meningkatkan hasil belajar siswa
Penerapan Metode TOPSIS dengan Jarak Euclidean Terbobot Dalam Menentukan Kesesuaian Pekerjaan Untuk Lulusan Sarjana Sayekti, Annisa Nur Afifah Kusuma; Sulaiman, Raden
Jurnal Pengembangan Rekayasa dan Teknologi Vol. 8 No. 2 (2024): November (2024)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jprt.v8i2.11318

Abstract

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) lulusan Diploma IV, S1, S2, dan S3 di Indonesia masih cukup tinggi, yaitu sebesar 5,52% pada Februari 2023. Kondisi ini menunjukkan perlunya solusi untuk membantu lulusan, khususnya sarjana sains komputer, mendapatkan pekerjaan yang sesuai. Penelitian ini bertujuan memberikan referensi pekerjaan di bidang teknologi yang sedang banyak dicari dengan menggunakan pendekatan Multi-Criteria Decision-Making (MCDM). Metode yang digunakan adalah TOPSIS (Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution) dan modifikasinya, Weighted Euclidean Distance TOPSIS (WED-TOPSIS), untuk merangking pekerjaan berdasarkan lima kriteria: keseimbangan kerja dan luar kerja, kompensasi dan keuntungan, peluang karir, penghasilan, serta tingkat kesulitan.
PENERAPAN METODE TOPSIS DENGAN JARAK EUCLIDEAN TERBOBOT DALAM MENENTUKAN KESESUAIAN PEKERJAAN UNTUK LULUSAN SARJANA Sayekti, Annisa Nur Afifah Kusuma; Sulaiman, Raden
Jurnal Lebesgue : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistika Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Lebesgue : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistik
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/lb.v6i1.880

Abstract

The Open Unemployment Rate (TPT) for Diploma IV, Bachelor’s, Master’s, and Doctoral graduates in Indonesia remains high at 5.52% as of February 2023. This condition highlights the need for solutions to help graduates, particularly computer science bachelor's degree holders, secure suitable jobs. This study aims to provide job references in the technology sector that are in high demand using a Multi-Criteria Decision-Making (MCDM) approach. The method employed is the Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) and its modification, Weighted Euclidean Distance TOPSIS (WED-TOPSIS), to rank jobs based on five criteria: work-life balance, compensation, career opportunities, income, and level of difficulty. Ten technology-related jobs, such as Data Scientist, Machine Learning Engineer, and Software Engineer, were analyzed in this study. WED-TOPSIS was modified by adding weights to the positive and negative ideal solutions to reflect the importance of each criterion. The results indicate that WED-TOPSIS outperforms standard TOPSIS by providing rankings more aligned with the selected criteria priorities. This research is expected to serve as a guide for graduates in choosing appropriate jobs and help reduce unemployment among bachelor’s degree holders.
Profil Pemahaman Konsep Fungsi Siswa SMP Ditinjau dari Gaya Kognitif Field Independent dan Field Dependent Wijayaningrum, Wahyu; Budayasa, Ketut; Sulaiman, Raden
Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 2 (2024): Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/indiktika.v6i2.14649

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konsep fungsi siswa SMP berdasarkan gaya kognitif field independent dan field dependent. Data dikumpulkan melalui tes Group Embedded Figures Test (GEFT), tes kemampuan matematika, tes pemahaman konsep fungsi, serta wawancara semi-terstruktur. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan gaya kognitif field independent lebih mampu menginterpretasikan masalah, menyajikan informasi dalam berbagai bentuk fungsi, dan membuat contoh fungsi secara logis dibandingkan siswa dengan gaya kognitif field dependent. Pada indikator classifying, kedua kelompok mampu mengelompokkan relasi menjadi fungsi atau bukan fungsi dengan alasan logis. Kesimpulannya, gaya kognitif berpengaruh pada pemahaman konsep fungsi. Guru diharapkan dapat mengembangkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan gaya kognitif siswa, sedangkan peneliti selanjutnya dapat memperluas kajian ke materi matematika lainnya yang dianggap sulit.
Profil Berfikir Relasional Siswa SMA dalam Menyelesaikan Masalah Matematika berdasarkan Perbedaan Gender Dwi Pramesti, Retna; Budayasa, I Ketut; Sulaiman, Raden
Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 2 (2024): Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/indiktika.v6i2.14667

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil berpikir relasional siswa SMA Negeri 3 Surabaya dalam menyelesaikan masalah matematika berdasarkan perbedaan gender. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari satu siswa laki-laki dengan karakter maskulin dan satu siswa perempuan dengan karakter feminin, keduanya memiliki kemampuan matematika yang tinggi dan setara. Data dikumpulkan melalui pemberian tugas dan wawancara yang dilakukan sebanyak dua kali. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan cara berpikir antara subjek laki-laki maskulin dan perempuan feminin pada tahap memahami masalah. Perbedaannya, siswa laki-laki cenderung menyarikan informasi secara singkat dan garis besar, sedangkan siswa perempuan memberikan detail yang lebih mendalam. Kedua subjek juga membangun keterkaitan antara unsur yang diketahui dengan yang tidak diketahui. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan cara berpikir relasional antara siswa laki-laki maskulin dan perempuan feminin dalam menyelesaikan masalah matematika. Siswa laki-laki maskulin lebih cenderung memberikan jawaban singkat dan fokus pada aspek teknis, sedangkan siswa perempuan feminin memberikan penjelasan yang lebih detail dengan fokus pada konteks praktis masalah yang dihadapi.
Penguatan Penyusunan Soal Tugas Berorientasi Pemodelan Matematika Dan Literasi Numerasi Bagi Guru-Guru Sd Di Kabupaten Pasuruan Yunianti, Dwi Nur; Sulaiman, Raden; Fuad, Yusuf; Prawoto, Budi Priyo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 8, No 1 (2025): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v8i1.8338

Abstract

Pembelajaran secara kontekstual dapat ditingkatkan melalui literasi numerasi karena karena memungkinkan siswa untuk menghubungkan pengetahuan matematika dengan situasi nyata yang siswa hadapi dalam kehidupan sehari-hari.. Kemampuan literasi numerasi ini penting karena peserta didik perlu mengembangkan keterampilan logis-sistematis, keterampilan bernalar menggunakan konsep dan pengetahuan yang telah dipelajari, serta keterampilan untuk memahami, memilah, dan menggunakan informasi secara kritis. Pemodelan matematika merupakan jenis pemecahan masalah khusus yang menyangkut masalah yang berkaitan dengan sains atau situasi kehidupan sehari-hari. Permasalahan muncul berkaitan dengan kemampuan siswa yang berhubungan dengan kegiatan pemodelan dan mengkaitkannya ke materi matematika tertentu atau situasi kehidupan nyata seperti kesulitan siswa menggunakan konsep persentase dalam kehidupan nyata. Selain itu, sebagian besar guru juga mempertanyakan relevansi pemodelan matematika, padahal alasan utama diterapkannya pemodelan matematika dalam pendidikan adalah agar matematika sekolah relevan dengan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, tim pelaksana melakukan kegiatan  penguatan penyusunan soal tugas berorientasi pemodelan matematika dan literasi numerasi bagi guru-guru SD di Pasuruan yang bertujuan untuk menguatkan kompetensi guru dalam penyusunan soal tugas berorientasi pemodelan matematika dan literasi numerasi. Kegiatan diadakan dalam bentuk pemberian materi dan penugasan. Hasil kegiatan tersebut adalah nilai rata-rata pretest dan postest peserta menunjukkan peningkatan dari 59,9 untuk nilai pretest ke 66,4 untuk nilai postest.