Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Arang Sekam Padi dan Pupuk NPK Terhadap Ketersediaan Unsur Hara N, P, K dan Hasil Tanaman Bawang Merah di Tanah Gambut Utama, Redian Risky Septi; Sulakhudin, Sulakhudin; Nusantara, Rossie Wiedya
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol. 11 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v11i2.96674

Abstract

Peat soil is acidic with an average pH below neutral. This is a challenge for farmers to utilize the vast amount of peat soil in West Kalimantan. Ameliorants used from materials that are easily available and can reduce dependence on the use of factory fertilizers. Husk charcoal is one of the organic materials that can increase nutrients and the combination of NPK fertilizer can increase shallot production. This study aims to see the effect of rice husk charcoal and NPK on planting shallot plants on peatlands. The research was conducted by planting 9 treatment samples on peat soil using a predetermined dose of rice husk charcoal and NPK fertilizer with 3 repetitions of each treatment. The research design used a complete factorial randomized design with the first factor being the dose of rice husk charcoal and the second factor being the dose of NPK fertilizer. From the results of this study, the largest dose of rice husk charcoal and NPK fertilizer is 700g/polybag of rice husk charcoal and 10g/polybag of NPK fertilizer is the most optimal dose for shallot plants grown in peat soil by increasing soil N-total, bulb weight, bulb diameter and bulb length of shallot plants.
ANALISIS PERBEDAAN STATUS HARA MAKRO TANAH ULTISOL BERDASARKAN KELAS LERENG DI KEBUN SAWIT RAKYAT DESA SIMPANG KASTURI KECAMATAN MANDOR KABUPATEN LANDAK Linus, Linus; Sulakhudin, Sulakhudin; Romiyanto, Romiyanto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.98898

Abstract

Kelapa sawit merupakan satu di antara komoditas perkebunan unggulan di Indonesia yang memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Landak, telah mengalami perkembangan pesat dalam sektor perkebunan kelapa sawit, termasuk perkebunan rakyat. Pengembangan perkebunan kelapa sawit di wilayah ini menghadapi tantangan, terutama terkait dengan kondisi tanah yang didominasi oleh jenis Ultisol. Kelerengan sangat mempengaruhi perubahan sifat fisik tanah, semakin besar kelas lereng semakin besar pengaruhnya terhadap tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan status unsur hara makro N, P, K berdasarkan kelas lereng dan memberikan saran kebutuhan unsur hara untuk tanaman kelapa sawit di Desa Simpang Kasturi, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan pengambilan sampel tanah pada lahan kelapa sawit dengan dua kelas lereng yang berbeda yaitu landai dan agak miring. Status hara makro tanah (N, P, dan K) berdasarkan kelas lereng agak miring (8-15%) dan kelas lereng landai (3-8%) berbeda. Perhitungan pupuk pada kelas lereng agak miring (8-15%) yaitu 208,77 kg/ha pupuk urea, 235,5 kg/ha pupuk Sp-36, 321,3 kg/ha pupuk KCl, dan pada kelas lereng landai (3-8%) yaitu 199,83 kg/ha pupuk urea, 444,83 kg/ha pupuk Sp- 36, 691,9 kg/ha pupuk KCl.
PENGARUH RED MUD DAN PUKAN SAPI TERHADAP KETERSEDIAAN UNSUR HARA N, P, DAN K PADA ULTISOLS UNTUK TANAMAN JAGUNG Juliandri, Yakobus; Sulakhudin, Sulakhudin; Junaidi, Junaidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.98883

Abstract

Tanah Ultisol merupakan satu diantara jenis tanah yang tersebar luas di Indonesia terutama Kalimantan Barat dan berpotensi untuk digunakan sebagai lahan budidaya tanaman jagung Hibrida. Berdasarkan karakteristiknya, Ultisol memiliki kendala apabila dijadikan lahan pertanian yaitu memiliki pH yang masam hingga sangat masam, unsur harayang rendah, KTK rendah, dan kejenuhan basa rendah. Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan penambahan amilioran berupa red mud dan pukan sapi disertai dengan pupuk dasar NPK majamuk (10 g/polybag). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap analisis ANOVA dengan uji F. Apabila terdapat beda nyata antar perlakuan dilanjutkan dengan uji Duncan"™s Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf kepercayaan 5%. Penelitian ini terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu red mud sebanyak 4 taraf R0 (Tanpa Perlakuan), R1 (100 gram/polybag), R2 (200 gram/polybag), R3 ( 300 gram/polybag) dan faktor kedua Pupuk Kandang Sapi sebanyak 3 taraf S0 (Tanpa Perlakuan), S1( 800 g/polybag), S2 ( 1.200 g/ polybag), sehingga total kombinasi perlakuan sebanyak 12 dan diulang 3 kali sehingga terdapat 36 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan interaksi red mud dan pupuk kandang sapi berpengaruh nyata terhadap Ketersedian Salinitas, pH, Fosfor dan Daya Hantar Listrik. Pemberian red mud secara tunggal memberikan pengaruh pada paremter ketersedian pH, Fosfor, Daya Hantar Listrik, C-organik, Tinggi Tanaman dan Diameter Batang. Pemberian pupuk kandang Sapi secara tunggal memberikan pengaruh pada semua parameter.
Pembuatan Media Tanam Untuk Pembibitan Tanaman Reklamasi Pada Kelompok Tani Mamalam Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat Sulakhudin, Sulakhudin; Fadilla, Ulfia; Widiarso, Bambang
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i1.2965

Abstract

Satu di antara kegiatan reklamasi lahan tambang adalah dilakukannya revegetasi. Kelompok Tani Mamalam melakukan bubidaya pembibitan tanaman reklamasi, yang mengalami kendala pada banyaknya bibit mati setelah ditanam di lahan reklamasi. Tanaman dapat tumbuh pada lahan reklamasi yang mampu beradaptasipada kondisi tanah yang miskin hara. Maka di perlukan bibit tanaman yang tumbuh baik, salah satu hal yang menetukkan keberhasilan tumbuh tanaman reklamasi adalah media tanam. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mentransfer pengetahuan dasar pembuatan media tanam, pengelolaan tanah, pemupukan dan pengendalian hama penyakit pada media tanam pembibitan tanaman serta melakukan praktek pembuatan media tanam yang baik pada Kelompok Tani Mamalam. Kegiatan ini meliputi penyuluhan, praktek pembuatan media tanam dan monitoring dan evaluasi dari media tanam yang dibuat. Kegiatan tersebut diikuti petani dengan sangat antusias pada kegiatan penyuluhan dan praktek pembuatan media tanam dengan menggunakan bahan tanah, sekam padi dan kompos. Berdasarkan monitoring dan evaluasi dilapangan media tanam kelompok tani menjadi lebih bisa mengelolaan media tanam yang tepat untuk pembibitan tanaman hutan yang digunakan sebagai tanaman reklamasi.
PENGARUH PERBANDINGAN UNSUR HARA N, P DAN K DALAM PUPUK ORGANIK GRANUL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI Sulakhudin, Sulakhudin
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Edisi APRIL
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4483

Abstract

Red Yellow Podsolid (RYP) Soil has several properties that are less supportive for the growth and high yields of mustard greens (Brassica Juncea L). Soil properties such as nutrient content, organic matter and cation exchange capacity are very low. This research aims to examine the effect of adding N, P and K elements in granular organic fertilizer on the growth and yield of curly mustard greens in the RYP soil. The treatment  consisted of five treatments and was repeated five times so that there were 25 experimental units. The details of the treatment are as follows: Control (without applying fertilizer), Giving organic granule fertilizer, Giving organic granule fertilizer with a ratio of NPK (10 : 5 : 5), Giving organic granule fertilizer with a ratio of NPK (5 : 10 : 5), Giving organic fertilizer granules with NPK ratio (5 : 5 : 10). Providing N, P and K fertilizer at higher phosphorus doses was able to increase the growth of mustard plants by observing stem diameter by 38.84%, root fresh weight by 5.71% and plant fresh weight by 37.21%.Keywords: curly mustard greens, granulated organic fertilizer, RYP soil INTISARI            Tanah Podsolid Merah Kuning mempunyai beberapa sifat yang kurang mendukung untuk pertumbuhan dan hasil tanaman sawi (Brassica Juncea L) yang tinggi. Sifat tanah seperti bersifat masam, kandungan unsur hara dan bahan organik dan kapasitas tukar kation juga sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan unsur N, P dan K dalam pupuk organik granul pada pertumbuhan dan hasil tanaman Sawi Keriting di tanah PMK. Perlakuan terdiri dari lima perlakuan dan diulang sebanyak lima kali sehingga ada 25 unit percobaan. Rincian perlakuannya sebagai berikut: Kontrol (tanpa pemberian pupuk), Pemberian pupuk organik granul, Pemberian pupuk organik granul dengan perbandingan NPK (10 : 5 : 5), Pemberian pupuk organik granul dengan perbandingan NPK (5 : 10 : 5), Pemberian pupuk organik granul dengan perbandingan NPK (5 : 5 : 10). Pemberian pupuk N, P dan K pada dosis fosfor yang lebih tinggi mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman sawi pada pengamatan diameter batang sebesar 38,84%, bobot segar akar sebesar 5,71% dan bobot segar tanaman sebesar 37,21%. Kata kunci : pupuk organik granul, sawi kriting, tanah PMK
IDENTIFIKASI SIFAT KIMIA TANAH ULTISOL LAHAN KELAPA SAWIT DI DESA KELOMPU KECAMATAN KEMBAYAN KABUPATEN SANGGAU Agustine, Leony; Sulakhudin, Sulakhudin; Anindita, Marta
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4275

Abstract

Oil palm plantations managed by farmers in Kelompu Village, which is located on Ultisol land, are facing a decline in production due to low nutrient availability. The main limiting factor affecting soil productivity is the low availability of nutrients in the soil. One of the soil properties that greatly determines nutrient availability and plant productivity is the chemical characteristics of the soil. The research aims to study the chemical properties of soil on smallholder oil palm plantations in Kelompu Village. The research was conducted in Kelompu Village, Kembayan District, Sanggau Regency, with an area of around 20 hectares. There are four types of land based on farmer ownership and management. The survey and soil sampling method uses a grid system method. Soil samples were taken at a depth of 0-30 cm and 30-60 cm in a composite manner for analysis of soil chemical properties. Whole soil samples were also taken using a ring sampler at a depth of 0-30 cm. Soil analysis in the laboratory includes measuring soil pH, organic C content, total N, available P, K-dd, soil cation exchange capacity, soil base saturation and bulk density. Oil palm fields in Ultisol soil at all locations have similar soil chemical characteristics, with a tendency to have low nutrient levels. This was proven through analysis of soil samples which showed low levels of essential nutrient elements. In addition, limited management and land management practices, such as unbalanced fertilization, impact soil chemical properties and the availability of nutrients in the soil.Keywords: Ultisol Soil, Chemical Properties, Palm Oil INTISARIPerkebunan kelapa sawit yang dikelola oleh petani di Desa Kelompu, yang berada di tanah Ultisol, menghadapi penurunan produksi akibat rendahnya ketersediaan unsur hara. Faktor pembatas utama yang mempengaruhi produktivitas tanah adalah rendahnya ketersediaan hara di dalam tanah. Satu di antara sifat tanah yang sangat menentukan ketersediaan hara dan produktivitas tanaman adalah karakteristik kimia tanah. Penelitian bertujuan untuk mempelajari sifat kimia tanah pada lahan perkebunan kelapa sawit rakyat di Desa Kelompu. Penelitian dilakukan di Desa Kelompu, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, dengan luas areal sekitar 20 hektar. Terdapat empat jenis lahan berdasarkan kepemilikan dan pengelolaan petani. Metode survey dan pengambilan contoh tanah menggunakan metode sistem grid. Sampel tanah diambil pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm secara komposit untuk analisis sifat kimia tanah. Sampel tanah utuh juga diambil menggunakan ring sampler pada kedalaman 0-30 cm. Analisis tanah di laboratorium meliputi pengukuran pH tanah, kandungan C-organik, N-total, P-tersedia, K-dd, kapasitas tukar kation tanah, kejenuhan basa tanah dan bobot isi. Lahan kelapa sawit di tanah Ultisol pada semua lokasi memiliki karakteristik kimia tanah yang serupa, dengan kecenderungan memiliki kadar nutrisi yang rendah. Hal ini terbukti melalui analisis sampel tanah yang menunjukkan rendahnya kandungan unsur hara esensial. Selain itu, praktik manajemen dan pengelolaan lahan yang terbatas, seperti pemupukan yang tidak seimbang, berdampak pada sifat kimia tanah dan ketersediaan nutrisi dalam tanah. Kata kunci: Tanah Ultisol, Sifat Kimia, Kelapa Sawit
Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Kambing dan Abu Boiler terhadap Serapan Unsur Hara N, P, K dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) di Tanah Gambut Ningtias, Citra Ayu; Sulakhudin, Sulakhudin; Junaidi, Junaidi
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 11, No 1 (2025): Februari
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v11i1.84080

Abstract

Tanah Gambut merupakan satu diantara jenis tanah di Kalimantan Barat yang cukup potensial untuk budidaya Bawang Merah. Pemanfaatan Tanah Gambut sebagai media tanam Bawang Merah banyak menghadapi kendala terutama berkaitan dengan sifat fisik dan kimia tanah yang kurang sesuai untuk pertumbuhan tanaman. Tanah Gambut memiliki pH rendah, kejenuhan basa rendah, kapasitas tukar kation tinggi, dan kandungan hara makro dan mikro yang rendah, sehingga dapat menjadi penyebab terhambatnya pertumbuhan dan produksi tanaman. Menurut badan statistik hortikultura produksi Bawang Merah di Kalimantan Barat dalam waktu 3 tahun terakhir mengalami penurunan, sehinggga perlu diupayakan peningkatan produksi Bawang Merah di Tanah Gambut dengan pemberian Pupuk Kandang Kambing dan Abu Boiler. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu Pupuk Kandang Kambing sebanyak 3 taraf perlakuan P0 (0 g/ polybag), P1 (240 g/polybag), P2 (480 g/polybag) dan faktor kedua Abu Boiler sebanyak 3 taraf perlakuan B0 (0 g/polybag), B1 (842 g/polybag), B2 (1.148 g/polybag) sehingga total kombinasi perlakuan sebanyak 9 dan diulang 3 kali sehingga terdapat 27 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi Pupuk Kandang Kambing dan Abu Boiler tidak berpengaruh nyata terhadap semua paramater. Namun, pemberian abu boiler secara tunggal memberikan pengaruh pada semua parameter kecuali serapan P tanaman dan meningkat dibandingkan perlakuan kontrol. Perlakuan abu boiler pada perlakuan B1 (842 g/polybag) meningkatkan serapan N, serapan K, berat kering atas tanaman, jumlah umbi, berat basah umbi dan berat kering umbi dibandingkan perlakuan kontrol.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG SAPI DAN PUPUK NPK TERHADAP KETERSEDIAAN HARA K DAN Ca DI TANAH INCEPTISOL Satrio, Budi; Sulakhudin, Sulakhudin; Cahndra, Tino Orciny
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 13 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.74407

Abstract

Tanah Inceptisol berkembang dari bahan induk batuan beku, sendimen dan matamorf. Inceptisol juga merupakan tanah yang baru berkembang dan biasanya mempunyai tekstur yang beragam dari kasar hingga halus tergantung pada tingkat pelapukan bahan induknya. Perkembangan budidaya tanaman di Kalimantan Barat dihadapkan berbagai permasalahan khususnya di tanah inceptisol. Inceptisol pada umumnya memiliki sifat tanah yang kurang subur, diantaranya adalah pH tanahnya agak masam, kadar C-organik sedang, dan unsur hara NPK rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang sapi dan pupuk NPK terhadap ketersediaan hara K dan Ca di tanah inceptisol. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor yaitu pemberian pupuk kandang sapi (P) sebagai faktor pertama dan pupuk NPK (N) sebagai faktor kedua yang diulang sebanyak tiga kali. Perlakuan secara rinci sebagai berikut : faktor pertama adalah Pupuk Kandang Sapi (P) yaitu : P0 = tanpa pupuk kandang (kontrol), P1 = 20 ton/ha setara dengan 400 gram/polybag, P2 = 40 ton/ha setara dengan 800 gram/polybag dan faktor kedua yaitu Pupuk NPK (N) terdiri dari : N0 = tanpa pupuk NPK (kontrol), N1 = 150 kg/ha sebanding dengan 6 gram/polybag, N2 = 300 kg/ha sebanding dengan 12 gram/polybag. Pemberian pupuk kandang sapi dan pupuk NPK terbukti berpengaruh nyata terhadap K-tertukar tanah, namun tidak berpengaruh nyata terhadap Reaksi tanah, C-organik tanah, Ca-tertukar tanah dan KTK tanah. Pemberian pupuk kandang sapi (kontrol) dan pupuk NPK 12 gram/polybag merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan K-tertukar tanah.Pemberian pupuk kandang sapi 800 gram/polybag dan pupuk NPK 6 gram/polybag merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan Ca-tertukar tanah.
Pengaruh Pemberian Kompos Ampas Tebu dan Pupuk Kandang Kambing Terhadap Serapan Hara N, P, dan K Serta Hasil Terung Ungu (Solanum Melongena L.) di Tanah Ultisol Rahmi, Nelsa Putri Aulia; Sulakhudin, Sulakhudin; Manurung, Rinto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 13 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.72881

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) mengandung banyak khasiat bagi kesehatan, sehingga terung menjadi potensi untuk dikembangkan sebagai penyumbang terhadap keanekaragaman bahan sayuran bergizi bagi penduduk. Sebaran Tanah Ultisol banyak dijumpai di Indonesia yang sebagian besarnya banyak dijumpai terutama di Kalimantan Barat dengan luas sekitar 21.938.000 hektar (BPS Kalbar, 2020). Tanah Ultisol sering disebut tanah yang bermasalah karena relatif kurang subur, untuk mengatasi permasalahan kualitas tanah dapat melalui penggunaan bahan pembenah tanah seperti pemberian bahan organik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis terbaik dari interaksi pemberian kompos ampas tebu dan pupuk kandang kambing terhadap serapan hara dan hasil terung ungu pada Tanah Ultisol. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu kompos ampas tebu sebanyak 3 taraf perlakuan A0 (0 g/polibag), A1 (300 g/polibag), A2 ( 600 g/polibag) dan faktor kedua pupuk kandang kambing sebanyak 3 taraf perlakuan K0 (0 g/polibag), K1 (204 g/polibag), K2 (408 g/polibag) sehingga total kombinasi perlakuan sebanyak 9 dan diulang 3 kali sehingga terdapat 27 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai dosis kompos ampas tebu dan pupuk kandang kambing menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap serapan hara tanaman dan hasil produksi terung ungu. Interaksi perlakuan A2K2 (600 g/polibag kompos ampas tebu dan 408 g/polibag pupuk kandang kambing) dapat meningkatkan serapan fosfor bagian atas tanaman, panjang buah terung ungu, berat buah terung ungu, dan diameter buah terung ungu.
PENGARUH PEMBERIAN BIOCHAR TANKOS DAN BIOCHAR KOTORAN AYAM TERHADAP KETERSEDIAAN UNSUR HARA NPK DAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays L. Saccharata Sturt) DI TANAH ALUVIAL Pramesti, Febi Regita Ardia; Yulies Vitri Indrawati, Urai Suci; Sulakhudin, Sulakhudin
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 13 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70234

Abstract

Pemanfatan tanah Aluvial yang digunakan sebagai lahan pertanian memerlukan sejumlah perbaikan yang dapat meningkatkan kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi biochar tankos dan biochar kotoran ayam terhadap ketersedian unsur hara N, P, K dan pertumbuhan tinggi tanaman jagung manis di tanah Aluvial. Penelitian ini di lakukan dari bulan Desember hingga Maret, dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dosis biochar tankos 25% dan biochar kotoran ayam 75% : B0 0 ton/ha, B1 20 ton/ha, B2 40 ton/ha, B3 60 ton/ha, B4 80 ton/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar tankos dan biochar kotoran ayam pada perlakuan B4 (80 ton/ha) berpengaruh nyata terhadap parameter pH, C-organik, N-total, P-tersedia, K-tersedia, tinggi tanaman dan diameter batang. Perlakuan biochar tankos dan biochar kotoran ayam pada dosis 628,8 g/polybag dapat meningkatkan pH, C-organik, N-total, dan P-tersedia, K-tersedia, Tinggi tanaman dan diameter batang dibandingkan dengan kontrol (tanpa biochar tankos dan biochar kotoran ayam).Kata Kunci : Tanah Aluvial, Jagung Manis, Biochar Tankos, Biochar Kotoran Ayam