Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

KAJIAN PENGARUH JARAK SALURAN AIR TERHADAP STATUS KESUBURAN TANAH SAWAH PASANG SURUT DI DESA PARIT KELADI KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA Zulshifa, Adilla; Sulakhudin, Sulakhudin; Hazriani, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.93484

Abstract

Lahan pasang surut adalah lahan yang dipengaruhi oleh pasang (naik) dan surutnya (turun) air laut atau sungai, lahan pasang surut termasuk salah satu tipe ekosistem lahan basah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kesuburan tanah dari jarak saluran air yang berbeda pada sawah pasang surut di Desa Parit Keladi Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey di lapangan yang dilaksanakan pada lahan sawah pasang surut di Desa Parit Keladi Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya. Penelitian dilakukan dengan pengambilan 4 titik sampel dengan metode diagonal diambil pada 5 titik utama, masing-masing titik akan dikompositkan menjadi satu sampel. Sampel tanah kemudian dianalisis di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan Status kesuburan pada lokasi penelitian di sawah pasang surut dari ke-4 titik pengamatan tergolong dalam status kesuburan tanah rendah. Rendahnya kesuburan tanah disebabkan karena KB dan K-total tanah termasuk dalam kriteria rendah. Semakin jauh jarak dari saluran air menunjukkan adanya peningkatan dari KTK, KB dan P-total, sedangkan K-total dan C-organik menurun semakin jauh jaraknya.
Analisis Beberapa Sifat Kimia Tanah Ultisol pada Lahan Kelapa Sawit di Desa Kelompu Kecamatan Kembayan Kabupaten Sanggau Dinata, Marta; Sulakhudin, Sulakhudin; Agustine, Leony
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 10, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v10i2.83118

Abstract

Oil Palm Plants (Elaeis guineensis Jacq.) are one type of plantation crop that occupies an important position in the agricultural sector in general, and the plantation sector in particular. Oil palm can grow in Ultisol soil which has a low fertility level. The characteristics of the elements in the soil greatly influence the characteristics of the elements in the plants that grow on it, so that the content of essential and non-essential elements that are deficient or excessive in plant tissue will reflect the content of the elements in the soil. The aim of this research is to analyze the nutrients magnesium, calcium and sodium as well as the soil base saturation of ultisol on oil palm land in Kelompu Village, Kembayan District, Sanggau Regency. The method used in this research is the survey method and soil sampling using the grid system method. The observation point represents a land area of 1,000 x 1,000 m or 10 ha. Soil samples or specimens are taken at a depth of 0-30 cm in a composite manner for the purpose of analyzing the chemical properties of the soil. Oil palm fields in Ultisol soil for all locations have almost the same soil chemical properties of magnesium, calcium and sodium, that is, they tend to have chemical properties that are classified as low class.
Effect of Coated Urea with Humic-Calcium on Transformation of Nitrogen in Coastal Sandy Soil: A Soil Column Method Sulakhudin, Sulakhudin; Syukur, Abdul; Shiddieq, Dja'far; Yuwono, Triwibowo
JOURNAL OF TROPICAL SOILS Vol. 15 No. 1: January 2010
Publisher : UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5400/jts.2010.v15i1.11-18

Abstract

Effect of Coated Urea with Humic-Calcium on Transformation of Nitrogen in Coastal Sandy Soil: A Soil Column Method (Sulakhudin, A  Syukur, D  Shiddieq and T  Yuwono):  In coastal sandy soil, mainly nitrogen losses due to leaching resulted to low fertilizer efficiency. Slow-release N fertilizers are proposed to minimize these losses, and humic-calcium coated urea has been examined. A soil column method was used to compare the effects of coated urea with humic-calcium on transformation and leaching loss of N in coastal sandy soil. The experiment aid to compare two kind source humic substances (cow manure and peat) which mixed with calcium as coated urea on transformation, vertical distribution and leaching N in coastal sandy soil. The concentration of humic-calcium coated urea i.e.1%, 5% and 10% based on their weight.  The results showed that urea coated with humic-calcium from cow manure (UCHM) and humic-calcium from peat (UCHP) increased the N total and available N in the soil and decreased leaching loss of N from the soil column. Compare to UCHP, UCHM in all concentration showed N-nitrate higher than N-ammonium on incubation length 2, 4 and 6 weeks. The N leached from a costal sandy soil with application coated urea with UCHM ranged from 21.18% to 23.72% of the total N added as fertilizer, for coated urea with UCHP they ranged between 21.44% and 23.25%, whereas for urea (control) reach 29.48%. Leaching losses of mineral N were lower when urea coated with UCHM compared to urea coated with UCHP or urea fertilizer.  The study concluded that the UCHM is better than UCHP in decreasing N leached from coastal sandy soil.
Pengaruh Pemberian Arang Sekam Padi dan Pupuk NPK Terhadap Ketersediaan Unsur Hara N, P, K dan Hasil Tanaman Bawang Merah di Tanah Gambut Utama, Redian Risky Septi; Sulakhudin, Sulakhudin; Nusantara, Rossie Wiedya
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 11, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v11i2.96674

Abstract

Peat soil is acidic with an average pH below neutral. This is a challenge for farmers to utilize the vast amount of peat soil in West Kalimantan. Ameliorants used from materials that are easily available and can reduce dependence on the use of factory fertilizers. Husk charcoal is one of the organic materials that can increase nutrients and the combination of NPK fertilizer can increase shallot production. This study aims to see the effect of rice husk charcoal and NPK on planting shallot plants on peatlands. The research was conducted by planting 9 treatment samples on peat soil using a predetermined dose of rice husk charcoal and NPK fertilizer with 3 repetitions of each treatment. The research design used a complete factorial randomized design with the first factor being the dose of rice husk charcoal and the second factor being the dose of NPK fertilizer. From the results of this study, the largest dose of rice husk charcoal and NPK fertilizer is 700g/polybag of rice husk charcoal and 10g/polybag of NPK fertilizer is the most optimal dose for shallot plants grown in peat soil by increasing soil N-total, bulb weight, bulb diameter and bulb length of shallot plants.
ANALISIS PERBEDAAN STATUS HARA MAKRO TANAH ULTISOL BERDASARKAN KELAS LERENG DI KEBUN SAWIT RAKYAT DESA SIMPANG KASTURI KECAMATAN MANDOR KABUPATEN LANDAK Linus, Linus; Sulakhudin, Sulakhudin; Romiyanto, Romiyanto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.98898

Abstract

Kelapa sawit merupakan satu di antara komoditas perkebunan unggulan di Indonesia yang memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Landak, telah mengalami perkembangan pesat dalam sektor perkebunan kelapa sawit, termasuk perkebunan rakyat. Pengembangan perkebunan kelapa sawit di wilayah ini menghadapi tantangan, terutama terkait dengan kondisi tanah yang didominasi oleh jenis Ultisol. Kelerengan sangat mempengaruhi perubahan sifat fisik tanah, semakin besar kelas lereng semakin besar pengaruhnya terhadap tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan status unsur hara makro N, P, K berdasarkan kelas lereng dan memberikan saran kebutuhan unsur hara untuk tanaman kelapa sawit di Desa Simpang Kasturi, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan pengambilan sampel tanah pada lahan kelapa sawit dengan dua kelas lereng yang berbeda yaitu landai dan agak miring. Status hara makro tanah (N, P, dan K) berdasarkan kelas lereng agak miring (8-15%) dan kelas lereng landai (3-8%) berbeda. Perhitungan pupuk pada kelas lereng agak miring (8-15%) yaitu 208,77 kg/ha pupuk urea, 235,5 kg/ha pupuk Sp-36, 321,3 kg/ha pupuk KCl, dan pada kelas lereng landai (3-8%) yaitu 199,83 kg/ha pupuk urea, 444,83 kg/ha pupuk Sp- 36, 691,9 kg/ha pupuk KCl.
PENGARUH RED MUD DAN PUKAN SAPI TERHADAP KETERSEDIAAN UNSUR HARA N, P, DAN K PADA ULTISOLS UNTUK TANAMAN JAGUNG Juliandri, Yakobus; Sulakhudin, Sulakhudin; Junaidi, Junaidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.98883

Abstract

Tanah Ultisol merupakan satu diantara jenis tanah yang tersebar luas di Indonesia terutama Kalimantan Barat dan berpotensi untuk digunakan sebagai lahan budidaya tanaman jagung Hibrida. Berdasarkan karakteristiknya, Ultisol memiliki kendala apabila dijadikan lahan pertanian yaitu memiliki pH yang masam hingga sangat masam, unsur harayang rendah, KTK rendah, dan kejenuhan basa rendah. Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan penambahan amilioran berupa red mud dan pukan sapi disertai dengan pupuk dasar NPK majamuk (10 g/polybag). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap analisis ANOVA dengan uji F. Apabila terdapat beda nyata antar perlakuan dilanjutkan dengan uji Duncan"™s Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf kepercayaan 5%. Penelitian ini terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu red mud sebanyak 4 taraf R0 (Tanpa Perlakuan), R1 (100 gram/polybag), R2 (200 gram/polybag), R3 ( 300 gram/polybag) dan faktor kedua Pupuk Kandang Sapi sebanyak 3 taraf S0 (Tanpa Perlakuan), S1( 800 g/polybag), S2 ( 1.200 g/ polybag), sehingga total kombinasi perlakuan sebanyak 12 dan diulang 3 kali sehingga terdapat 36 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan interaksi red mud dan pupuk kandang sapi berpengaruh nyata terhadap Ketersedian Salinitas, pH, Fosfor dan Daya Hantar Listrik. Pemberian red mud secara tunggal memberikan pengaruh pada paremter ketersedian pH, Fosfor, Daya Hantar Listrik, C-organik, Tinggi Tanaman dan Diameter Batang. Pemberian pupuk kandang Sapi secara tunggal memberikan pengaruh pada semua parameter.
Pembuatan Media Tanam Untuk Pembibitan Tanaman Reklamasi Pada Kelompok Tani Mamalam Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat Sulakhudin, Sulakhudin; Fadilla, Ulfia; Widiarso, Bambang
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i1.2965

Abstract

Satu di antara kegiatan reklamasi lahan tambang adalah dilakukannya revegetasi. Kelompok Tani Mamalam melakukan bubidaya pembibitan tanaman reklamasi, yang mengalami kendala pada banyaknya bibit mati setelah ditanam di lahan reklamasi. Tanaman dapat tumbuh pada lahan reklamasi yang mampu beradaptasipada kondisi tanah yang miskin hara. Maka di perlukan bibit tanaman yang tumbuh baik, salah satu hal yang menetukkan keberhasilan tumbuh tanaman reklamasi adalah media tanam. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mentransfer pengetahuan dasar pembuatan media tanam, pengelolaan tanah, pemupukan dan pengendalian hama penyakit pada media tanam pembibitan tanaman serta melakukan praktek pembuatan media tanam yang baik pada Kelompok Tani Mamalam. Kegiatan ini meliputi penyuluhan, praktek pembuatan media tanam dan monitoring dan evaluasi dari media tanam yang dibuat. Kegiatan tersebut diikuti petani dengan sangat antusias pada kegiatan penyuluhan dan praktek pembuatan media tanam dengan menggunakan bahan tanah, sekam padi dan kompos. Berdasarkan monitoring dan evaluasi dilapangan media tanam kelompok tani menjadi lebih bisa mengelolaan media tanam yang tepat untuk pembibitan tanaman hutan yang digunakan sebagai tanaman reklamasi.
PENGARUH PERBANDINGAN UNSUR HARA N, P DAN K DALAM PUPUK ORGANIK GRANUL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI Sulakhudin, Sulakhudin
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Edisi APRIL
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4483

Abstract

Red Yellow Podsolid (RYP) Soil has several properties that are less supportive for the growth and high yields of mustard greens (Brassica Juncea L). Soil properties such as nutrient content, organic matter and cation exchange capacity are very low. This research aims to examine the effect of adding N, P and K elements in granular organic fertilizer on the growth and yield of curly mustard greens in the RYP soil. The treatment  consisted of five treatments and was repeated five times so that there were 25 experimental units. The details of the treatment are as follows: Control (without applying fertilizer), Giving organic granule fertilizer, Giving organic granule fertilizer with a ratio of NPK (10 : 5 : 5), Giving organic granule fertilizer with a ratio of NPK (5 : 10 : 5), Giving organic fertilizer granules with NPK ratio (5 : 5 : 10). Providing N, P and K fertilizer at higher phosphorus doses was able to increase the growth of mustard plants by observing stem diameter by 38.84%, root fresh weight by 5.71% and plant fresh weight by 37.21%.Keywords: curly mustard greens, granulated organic fertilizer, RYP soil INTISARI            Tanah Podsolid Merah Kuning mempunyai beberapa sifat yang kurang mendukung untuk pertumbuhan dan hasil tanaman sawi (Brassica Juncea L) yang tinggi. Sifat tanah seperti bersifat masam, kandungan unsur hara dan bahan organik dan kapasitas tukar kation juga sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan unsur N, P dan K dalam pupuk organik granul pada pertumbuhan dan hasil tanaman Sawi Keriting di tanah PMK. Perlakuan terdiri dari lima perlakuan dan diulang sebanyak lima kali sehingga ada 25 unit percobaan. Rincian perlakuannya sebagai berikut: Kontrol (tanpa pemberian pupuk), Pemberian pupuk organik granul, Pemberian pupuk organik granul dengan perbandingan NPK (10 : 5 : 5), Pemberian pupuk organik granul dengan perbandingan NPK (5 : 10 : 5), Pemberian pupuk organik granul dengan perbandingan NPK (5 : 5 : 10). Pemberian pupuk N, P dan K pada dosis fosfor yang lebih tinggi mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman sawi pada pengamatan diameter batang sebesar 38,84%, bobot segar akar sebesar 5,71% dan bobot segar tanaman sebesar 37,21%. Kata kunci : pupuk organik granul, sawi kriting, tanah PMK
IDENTIFIKASI SIFAT KIMIA TANAH ULTISOL LAHAN KELAPA SAWIT DI DESA KELOMPU KECAMATAN KEMBAYAN KABUPATEN SANGGAU Agustine, Leony; Sulakhudin, Sulakhudin; Anindita, Marta
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4275

Abstract

Oil palm plantations managed by farmers in Kelompu Village, which is located on Ultisol land, are facing a decline in production due to low nutrient availability. The main limiting factor affecting soil productivity is the low availability of nutrients in the soil. One of the soil properties that greatly determines nutrient availability and plant productivity is the chemical characteristics of the soil. The research aims to study the chemical properties of soil on smallholder oil palm plantations in Kelompu Village. The research was conducted in Kelompu Village, Kembayan District, Sanggau Regency, with an area of around 20 hectares. There are four types of land based on farmer ownership and management. The survey and soil sampling method uses a grid system method. Soil samples were taken at a depth of 0-30 cm and 30-60 cm in a composite manner for analysis of soil chemical properties. Whole soil samples were also taken using a ring sampler at a depth of 0-30 cm. Soil analysis in the laboratory includes measuring soil pH, organic C content, total N, available P, K-dd, soil cation exchange capacity, soil base saturation and bulk density. Oil palm fields in Ultisol soil at all locations have similar soil chemical characteristics, with a tendency to have low nutrient levels. This was proven through analysis of soil samples which showed low levels of essential nutrient elements. In addition, limited management and land management practices, such as unbalanced fertilization, impact soil chemical properties and the availability of nutrients in the soil.Keywords: Ultisol Soil, Chemical Properties, Palm Oil INTISARIPerkebunan kelapa sawit yang dikelola oleh petani di Desa Kelompu, yang berada di tanah Ultisol, menghadapi penurunan produksi akibat rendahnya ketersediaan unsur hara. Faktor pembatas utama yang mempengaruhi produktivitas tanah adalah rendahnya ketersediaan hara di dalam tanah. Satu di antara sifat tanah yang sangat menentukan ketersediaan hara dan produktivitas tanaman adalah karakteristik kimia tanah. Penelitian bertujuan untuk mempelajari sifat kimia tanah pada lahan perkebunan kelapa sawit rakyat di Desa Kelompu. Penelitian dilakukan di Desa Kelompu, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, dengan luas areal sekitar 20 hektar. Terdapat empat jenis lahan berdasarkan kepemilikan dan pengelolaan petani. Metode survey dan pengambilan contoh tanah menggunakan metode sistem grid. Sampel tanah diambil pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm secara komposit untuk analisis sifat kimia tanah. Sampel tanah utuh juga diambil menggunakan ring sampler pada kedalaman 0-30 cm. Analisis tanah di laboratorium meliputi pengukuran pH tanah, kandungan C-organik, N-total, P-tersedia, K-dd, kapasitas tukar kation tanah, kejenuhan basa tanah dan bobot isi. Lahan kelapa sawit di tanah Ultisol pada semua lokasi memiliki karakteristik kimia tanah yang serupa, dengan kecenderungan memiliki kadar nutrisi yang rendah. Hal ini terbukti melalui analisis sampel tanah yang menunjukkan rendahnya kandungan unsur hara esensial. Selain itu, praktik manajemen dan pengelolaan lahan yang terbatas, seperti pemupukan yang tidak seimbang, berdampak pada sifat kimia tanah dan ketersediaan nutrisi dalam tanah. Kata kunci: Tanah Ultisol, Sifat Kimia, Kelapa Sawit
Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Kambing dan Abu Boiler terhadap Serapan Unsur Hara N, P, K dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) di Tanah Gambut Ningtias, Citra Ayu; Sulakhudin, Sulakhudin; Junaidi, Junaidi
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 11, No 1 (2025): Februari
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v11i1.84080

Abstract

Tanah Gambut merupakan satu diantara jenis tanah di Kalimantan Barat yang cukup potensial untuk budidaya Bawang Merah. Pemanfaatan Tanah Gambut sebagai media tanam Bawang Merah banyak menghadapi kendala terutama berkaitan dengan sifat fisik dan kimia tanah yang kurang sesuai untuk pertumbuhan tanaman. Tanah Gambut memiliki pH rendah, kejenuhan basa rendah, kapasitas tukar kation tinggi, dan kandungan hara makro dan mikro yang rendah, sehingga dapat menjadi penyebab terhambatnya pertumbuhan dan produksi tanaman. Menurut badan statistik hortikultura produksi Bawang Merah di Kalimantan Barat dalam waktu 3 tahun terakhir mengalami penurunan, sehinggga perlu diupayakan peningkatan produksi Bawang Merah di Tanah Gambut dengan pemberian Pupuk Kandang Kambing dan Abu Boiler. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu Pupuk Kandang Kambing sebanyak 3 taraf perlakuan P0 (0 g/ polybag), P1 (240 g/polybag), P2 (480 g/polybag) dan faktor kedua Abu Boiler sebanyak 3 taraf perlakuan B0 (0 g/polybag), B1 (842 g/polybag), B2 (1.148 g/polybag) sehingga total kombinasi perlakuan sebanyak 9 dan diulang 3 kali sehingga terdapat 27 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi Pupuk Kandang Kambing dan Abu Boiler tidak berpengaruh nyata terhadap semua paramater. Namun, pemberian abu boiler secara tunggal memberikan pengaruh pada semua parameter kecuali serapan P tanaman dan meningkat dibandingkan perlakuan kontrol. Perlakuan abu boiler pada perlakuan B1 (842 g/polybag) meningkatkan serapan N, serapan K, berat kering atas tanaman, jumlah umbi, berat basah umbi dan berat kering umbi dibandingkan perlakuan kontrol.