Claim Missing Document
Check
Articles

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI Aeromonas hydrophila PADA IKAN LELE (Clarias gariepenus) DI BALAI PENGUJIAN KESEHATAN IKAN DAN LINGKUNGAN SERANG, BANTEN A'rifin, Nur Maulia; Priati, Dara Hayuning; Safitri, Nur Maulida; Suhermanto, Achmad
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 2 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v2i1.20488

Abstract

Pada tahun 2021 produksi ikan lele di Indonesia mencapai 1.04 ton dan ekspor ikan lele mencapai 2.520 ton (Statistik KKP, 2021). Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi adalah melalui sistem budi daya secara intensif. Sehingga penerapan intensifikasi budi daya rentan terhadap serangan penyakit dan dapat menimbulkan kerugian ekonomi (Ulkhaq et al., 2014). Hal ini sesuai dengan pernyataan Swann dan White (1984) dalam Muslikha et al., (2016), Ikan lele yang terinfeksi A.hydrophila memiliki banyak gejala yang berbeda. Ini berkisar dari kematian mendadak pada ikan sehat kurangnya nafsu makan, berenang kelainan, insang pucat, kembung penampilan, dan kulit ulserasi. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 29 Juli - 14 September 2024 yang berlokasi di Balai Pengujian Kesehatan Ikan dan Lingkungan Desa Umbul Tanjung, Kecamatan Cinangka, Serang, Banten. Metode pengambilan data yang digunakan pada saat penelitian yaitu menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Menunjukkan bahwa sampel dengan kode kontrol memiliki hasil positif pada organ hati dan ginjal serta pada kode 108 hasil positif terdapat pada organ otot dengan hasil karakterisasi berupa bakteri Gram negatif, bersifat beta (β) hemolisa, berbentuk basil pendek berwarna merah muda, bersifat motil, positif rimmler shotts, oksidase positif, katalase positif, tumbuh pada NaCl 0,5% dan 3%, dan bersifat fermentatif. Ikan lele (Clarias gariepenus) yang terinfeksi A.hydrophila memiliki gejala klinis,dan A.hydrophila yang menginfeksi ikan lele setelah diuji biokimia menghasilkan karakteristik berupa bakteri Gram negatif, bersifat beta (β) hemolisa, berbentuk basil pendek berwarna merah muda, bersifat motil, positif rimmler shotts, oksidase positif, katalase positif, tumbuh pada NaCl 0,5% dan 3%, dan bersifat fermentatif
IDENTIFIKASI BAKTERI Vibrio sp. DALAM MEDIA BUDIDAYA DAN Hepatopankreas UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) PADA FASE PEMBESARAN DI PT. MATRA ARONA SUMENEP MADURA, JAWA TIMUR Abet, Farti; Suhermanto, Achmad; Safitri, Nur Maulida
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 3 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v3i1.20471

Abstract

Budidaya udang vaname ( Litopenaeus vannamei ) merupakan sektor strategis dalam perikanan Indonesia, namun keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh kualitas air dan ancaman penyakit yang disebabkan bakteri patogen, terutama Vibrio sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan Vibrio sp. pada media budidaya dan organ hepatopankreas udang selama fase pembesaran di PT Matra Arona Madura, Sumenep, Jawa Timur. Metode yang digunakan meliputi pengamatan lapang, pengambilan sampel air dan hepatopankreas, serta isolasi bakteri menggunakan media selektif TCBS. Parameter yang diamati meliputi jumlah koloni Vibrio sp. (Yellow Vibrio Colony, Green Vibrio Colony, dan penghasil H₂S) serta keterkaitannya dengan kondisi kualitas air tambak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Vibrio sp. ditemukan pada kedua petak tambak (A1 dan B3) dengan variasi jumlah pada setiap DOC. Yellow Vibrio Colony (YVC) dan Green Vibrio Colony (GVC) mendominasi pertumbuhan bakteri, sedangkan koloni penghasil H₂S muncul dalam jumlah kecil. Total Vibrio Count (TVC) pada media budidaya berkisar 2,4 – 7,3 × 10³ CFU/ml di petak A1 dan 2,3 × 10³ – 1,5 × 10⁴ CFU/ml di petak B3. Pada hepatopankreas, kelimpahan Vibrio mencapai 1,0 – 8,0 × 10³ CFU/ml (A1) dan 1,9 – 4,8 × 10⁴ CFU/ml (B3). Variasi jumlah Vibrio dipengaruhi oleh kualitas air, terutama suhu, salinitas, pH, serta akumulasi bahan organik yang dapat meningkatkan risiko infeksi. Meskipun demikian, sebagian besar nilai TVC masih berada di bawah ambang batas patogen, sehingga kondisi tambak dikategorikan masih aman. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemantauan kualitas air secara berkala dan pengelolaan kesehatan udang untuk mencegah peningkatan Vibrio sp. serta mendukung keberhasilan budidaya. 
PEMELIHARAAN LARVA KERAPU BEBEK (Cromileptes altivelis) DI CV. MAJAQUEEN KALIANDA, LAMPUNG SELATAN Agistha, Rahma; Safitri, Nur Maulida; Suhermanto, Achmad; Adi, Catur Pramono
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 3 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v3i1.20485

Abstract

Kerapu Bebek (Cromileptes altivelis) merupakan komoditas ikan laut yang memiliki nilai jual tinggi.Pemeliharaan larva kerapu bebek merupakan tahap krusial dalam produksi benih karena tingkat kelangsungan hidup pada fase awal sangat dipengaruhi oleh kualitas pakan dan kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknis pemeliharaan larva meliputi penyiapan wadah,pemberian pakan alami secara bertahap dan pengelolaan kuaitas udara. Pada CV. Majaqueen, budidaya dimulai dari penebaran telur dengan jumlah total 419.710. Telur yang menetaskan larva menjadi ditebar dengan kepadatan 30-50 ekor L. Selanjutnya dipindahkan ke wadah pemeliharaan larva berukuran 4 x 2,5 x 1,2 m dan volume udara dalam wadah pemeliharaan yaitu 13 mʒ dengan total larva 313.160 yang ditebar dalam bak pemliharaan. Hasil penelitian menunjukkan nilai derajat penetasan telur (Hatching Rate) adalah sebesar 74,61% dengan nilai sintasan (Survival Rate) larva sebesar 9,85%. Selain itu hasil pengukuran kualitas udara menunjukkan nilai pH 7,8-9,2, Salinitas 31-34, Suhu 29-31. Hasil pemeliharan menunjukkan bahwa penerapan manajemen pakan yang tepat seperti penggunaan Nannocloropsis sp. Rotifera (Brachionus sp.) dan Artemia sp., serta kestabilan kualitas udara, mampu meningkatkan sintasan dan kualitas benih yang dihasilkan. Secara keseluruhan, pemeliharaan larva kerapu bebek yang terkelola dengan baik menjadi kunci keberhasilan proses budidaya dan mendukung ketersediaan benih.
PERHITUNGAN TOTAL VIBRIO COUNT (TVC) PADA SAMPEL AIR DAN LARVA PEMBENIHAN UDANG VANAME (LITOPENAEUS VANNAMEI) DI PT. CENTRAL PROTEINA PRIMA, LAMPUNG Rizqi, Nihayah Nur; Suhermanto, Achmad; Safitri, Nur Maulida; Adi, Catur Pramono
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 3 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v3i1.20543

Abstract

Bakteri Vibrio sp. merupakan patogen utama penyebab kematian massal pada pembenihan udang vaname (Litopenaeus vannamei). Penelitian ini bertujuan menganalisis Total Vibrio Count (TVC) pada sampel air dan larva di PT Central Proteina Prima, Lampung (15 Oktober–15 November 2025). Sampel diambil dari stadia H-1 hingga PL-10 menggunakan media TCBS dan TSA dengan metode inkubasi suhu 30°C selama 18–24 jam. Hasil menunjukkan dominasi Yellow Vibrio Colony (YVC) pada mayoritas sampel. Secara konsisten, nilai TVC pada tubuh larva lebih tinggi dibandingkan sampel air, dengan puncak mencapai 4,47x105 CFU/mL pada stadia M2 dan PL2. Meskipun nilai TVC air umumnya stabil di bawah 104 CFU/ml, akumulasi bakteri pada larva sering melebihi standar aman (105 CFU/gr). Dinamika mikrobiologi ini menegaskan pentingnya penguatan biosekuriti, sanitasi, dan manajemen kualitas air untuk menekan risiko infeksi patogen di hatchery.
PERFORMA PERTUMBUHAN IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer) PADA FASE PENDEDERAN DI CV. MAJA QUEEN KALIANDA, LAMPUNG SELATAN Amin, Siva Aswary; Suhermanto, Achmad; Safitri, Nur Maulida
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 3 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v3i1.20472

Abstract

Ikan kakap putih (Lates calcarifer) merupakan komoditas perikanan perikanan ungglan dengan pertumbuhan cepat dan nilai ekonomis tinggi, sehingga keberhasilan budidaya sangat ditentukan oleh tahap pendederan sebagai fase awal sebelum pembesaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa pertumbuhan benih, serta faktor – faktor yang mempengaruhinya selama pendederan. Pengamatan dilakukan pada benih umur (D – 30) selama 1 – 2 bulan dengan parameter pertumbuhan, tingkatkelangsungan hidup (survival rate / sr), kualitas air, dan manajemen pakan. Hasil menunjukkan bahwa pertumbuhan benih dipengaruhi oleh padat tebar, ketersediaan pakan, kualitas air, serta pengelolaan pemeliharaan. Permasalahan yang sering terjadi meliputi fluktuasi kualitas air, ketidaksamaan ukuran benih, dan perilaku kenibalisme yang dapat menurunkan SR. Penerapan grading secara rutin serta pemberian pakan yang tepat terbukti mampu meningkatkan keseragaman ukuran dan menekan kanibalisme. Dengan demikian, pengelolaan pendederan yang optimal sangat penting untuk menghasilkan benih yang sehat, seragam, dan memiliki tingkat kelngsungan hidup tinggi sebagai dasar keberhasilan budidaya ikan kakap putih
MANAJEMEN PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) PADA FASE PEMBESARAN DI PT. BERKAH SAMUDERA HINDIA CIANJUR, JAWA BARAT Hayatun, Siti; Ramli, Taufik Hadi; Safitri, Nur Maulida
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 3 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v3i1.20497

Abstract

Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu komoditas ekspor utama Indonesia yang banyak dibudidayakan. Hal ini disebabkan oleh berbagai keunggulannya, seperti kemampuan merespons pakan dengan baik, tingkat kelangsungan hidup yang tinggi, dapat dipelihara dengan padat tebar tinggi, waktu pemeliharaan yang relatif singkat, pertumbuhan cepat, serta ketahanannya terhadap penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen pakan diterapkan dalam budidaya udang vaname di PT. Berkah Samudera Hindia. Kegiatan penelitian di PT. Berkah Samudera Hindi, Jawa Barat, mulai 10 Agustus hingga 3 Desember 2025. Pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara, serta studi literatur. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa manajemen pakan di perusahaan tersebur mencakup pemilihan pakan yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi udang, penyimpanan pakan yang tepat, penerapan program pemberian pakan bulan pertama (blind feeding), penggunaan anco sebagai alat kontrol pakan. Berdasarkan analisis, Tingkat kelangsungan hidup (SR) mencapai 99% dengan Feed Conversion Ratio (FCR) sebesar 1,53. Yang menunjukkan bahwa produksi udang berada pada kategori baik.
Co-Authors A'rifin, Nur Maulia A'rifin, Nurul Maulia Abdul Azis Abdul Muhid Abet, Farti Abimanyu Bayu Saputra Achmad Ja’far Shodiq Adi, Catur Pramono Adita Ramadanti Agistha, Rahma Al Ayyubi, Muhammad Sholahuddin Amin, Siva Aswary Aminin Aminin Aminin Aminin Aminin Aminin, Aminin Andi Rahmad Rahim Andrean Fajar Kusuma Armaansyah, Dimas Armansyah, Dimas Arning Wilujeng Ekawati Asri Sawiji Atiqoh Zummah Badriyatus Shofiyah Bambang Semedi Churun Lu'lu'il Maknun Dian Tugu Warsito Taufiq Diana Arfiati Dwi Retnaningtyas Utami Elfira Oktaviani Endang Yuli Herawati Farikhah Farikhah Farikhah Farikhah, Farikhah Farikhah, Farikhah Firmani, Ummul Fresty Esmi Samber Gawest Bagus Permana Hadi Nur Rohman Happy Nursyam Hariyanto, Hendra Detiawan Hariyanto, Hendra Setiawan Hayatun, Siti Hendra Setiawan Hariyanto Intan Iriani Dewi Jue Liang Hsu Lailiyah, Wiharyanti Nur M. Chusnan Ma'arif Maulana, Andi Moh Roby Mauludiyah Mauludiyah Mauludiyah Moch. Irfan Hadi Muhammad Fikri Murtadlo Muhammad Haqul Yaqin Muhammad Sholahuddin Al Ayyubi Mukhaimin, Iman Nur Fauziyah Nur Sa'diyah Nur Sa'diyah Nur Sa'diyah Priati, Dara Hayuning Puji Maryono Puspitasari, Asthervina Widyastami Putikadyanto, Agus Purnomo Ahmad Qonita Yasmin Firdaus R. Achmad Djazuli Rahmi Nurdiani Ramli, Taufik Hadi Rifqi Fauzi Riska Widiyanita Batubara Rizkiah, Riza Rizqi, Nihayah Nur Robayanto Robayanto Rohmy Husniah Sadewo, Bayu Bagus Saidah Luthfiyah Sa’idah Luthfiyah Suherman Suhermanto, Achmad Sutrisno Adi Prayitno Teguh Budi Santoso Ulfatul Ulfatul Ma’rifah Wiga Alif Violando Windarti Windarti Yusril Ihza Mahendra