Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Dua Bahasa, Satu Kisah: Analisis Perbandingan Kosakata dalam Film Animasi pada Zaman Dahulu Musim Kelima Dewi, Intan Purnama; Wibowo, Setiawan Edi; Supartinah, Supartinah; Juliati, Juliati; Sahila, Rashika Ardafa
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 6 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v8i6.6220

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbandingan kosakata antara bahasa Indonesia dan bahasa Melayu dalam rangka pengayaan kosakata serta pemahaman perbedaan dan persamaan penggunaan kata-kata dalam kedua bahasa tersebut. Strategi penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan linguistik kontrastif. Perbandingan kosakata pada penelitian ini sangat esensi untuk memperluas pengetahuan tentang perbedaan dan persamaan ragam bahasa, keakuratan dalam memilih dan menggunakan kosakata dan membantu masyarakat untuk memahami pesan yang disampaikan agar lebih mudah dipahami. Penelitian ini berfokus pada animasi audio-visual “Pada Zaman Dahulu” musim kelima tahun 2020. Data yang dianalisis meliputi perbandingan kosakata seperti ayam dan semut, beruang dan lebah, serta kucing dan harimau. Film ini sangat direkomendasikan bagi anak-anak karena didukung oleh percakapan dengan terjemahan dialek Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan tiga poin utama dalam perbandingan kosakata, yaitu 7 kata dengan bentuk yang sama, 1 kata dengan bentuk mirip, dan 34 kata dengan bentuk yang berbeda. Secara keseluruhan, ditemukan 42 kata yang memiliki makna yang sama namun digunakan secara berbeda dalam bahasa Indonesia dan Melayu. Temuan ini memberikan dampak positif bagi anak-anak untuk menambah wawasan tentang variasi kosakata kedua dialek dan dapat memperkaya pemahaman kosakata yang tepat dalam konteks komunikasi.
Analisis Muatan Konten pada Buku Teks Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka Kelas 1 Sekolah Dasar Pertiwi, Mahardika Dewi; Supartinah, Supartinah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6794

Abstract

Pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara dan menjadi pilar utama dalam membangun kemajuan bangsa. Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan materi membaca dan menulis permulaan serta kelebihan dan kekurangan buku teks Bahasa Indonesia Aku Bisa! untuk Kelas I Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan Metode Analisis Konten melalui empat tahap: pengorganisasian data, pengkodean, interpretasi, dan penyusunan temuan, dengan teknik pengumpulan data berupa simak-catat serta triangulasi untuk validasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi membaca permulaan sebagian besar sudah sesuai dengan CP, TP, dan ATP Bahasa Indonesia fase A. Adapun kekurangan penelitian ini terdapat pada beberapa bab, seperti latihan melafalkan kalimat sederhana dan membaca lancar. Kelebihan buku ini meliputi penggunaan bahasa yang lugas, interaktif, dan sesuai kaidah, serta memotivasi peserta didik. Kekurangannya adalah ketergantungan pada tautan internet untuk latihan membaca dan tidak adanya panduan menulis di udara.
Number sense profile of prospective elementary school teachers in blended Mathematics learning Novitasari, Welly; Herwin, Herwin; Supartinah, Supartinah; Wulandari, Putri; Budiharti, Budiharti
REID (Research and Evaluation in Education) Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta & Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/reid.v10i1.51394

Abstract

Number sense is a skill that contributes significantly to learning mathematics. However, number sense is often positioned as a fundamental skill whose development is more focused on children. The contribution of number sense in mathematics is even more apparent at higher levels of education. Ironically, number sense seems ignored and has become a rarely studied topic in higher education. Thus, the student's number sense ability profile seems buried with various problems. This study aims to reveal the profile of prospective elementary school teachers' number sense abilities and the factors causing their failure in solving math problems during the implementation of blended learning. This study uses a qualitative approach with 37 prospective elementary school teachers as research subjects. The observation of the test and lecture activities is the data collection method. The results showed that the prospective elementary school teachers' number sense ability was still relatively low. Based on the components, the order of number sense abilities is from the highest, namely: (1) knowledge and number facilities with the achievement of 14.41%; (2) knowledge and facilities for number operations with the achievement of 8.12%; and (3) knowledge and facilities of numbers and operations for computing settings with an achievement of 1.8%. The low number sense ability is caused by the habit of solving problems procedurally and the failure to solve problems due to misconceptions, not understanding concepts, inaccuracy, inability to understand questions, and difficulty representing fractions. Various factors causing the failure arose due to the limitations of implementing blended learning.
Apakah Latar Belakang Pendidikan Mempengaruhi Pemahaman tentang Konsep Sains? : Studi Kasus Calon Guru Sekolah Dasar Umardianti, Urmila; Supartinah, Supartinah; Kurniawati, Wahyu
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 8 (2023): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i8.3584

Abstract

This research is a quantitative study to determine the effect of educational background on the understanding of the science concept of UPY PGSD students. This research is based on the low understanding of the science concept as evidenced by the percentage of science learning test results, namely 67.6% of the total number of semester 2 PGSD UPY students scored below 80. The method used in this research is ex post facto quantitative which is used to determine the cause of the low understanding of students' science concepts in terms of their educational background. The data collection used an educational background questionnaire and a science concept understanding test that had been tested for validity and reliability. The research shows the results of the t-test namely tcount<ttable (0.095 < 0.931), then Ho is accepted and Ha is rejected, which means that there is no significant influence between students' educational background on the understanding of science concepts. However, there is a unidirectional relationship between the two with the result of a positive correlation test (r) of 0.055 and contributing an influence of 0.3% from the educational background on understanding the science concept of PGSD UPY students.
Wordwall Media and its Impact on Understanding Light Material in Class V Elementary School Science Subjects Widyasari, Dexani; Hastuti, Woro Sri; Supartinah, Supartinah; Senen, Anwar
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 5 (2024): May
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i5.7214

Abstract

Using technology for learning is really important. This research wants to see if using word wall media helps 5th-grade students understand light in science class. This research method is quantitative experimental quasi experimental design type Post-test only control group design. The sampling technique is purposive sampling. The results of this research show the influence of the use of wordwall media on the understanding of light at Benerwetan State Elementary School and Kaibon State Elementary School. The normality test showed that the experimental class had a significance of 0.15 and the control class had a significance of 0.15, both greater than 0. 05 The homogeneity test showed a p-value of 0.47, which is higher than 0.05, and the hypothesis test showed a p-value of 0. 000, which is lower than 0. 05, so it can be concluded that there is an "influence of the use of wordwall learning media on understanding of light material in subjects Science at Benerwetan State Elementary School and Kaibon State Elementary School
Evaluasi penerapan program manajemen berbasis sekolah pada sekolah dasar di propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Mustadi, Ali; Ambarwati, Unik; Murti, Rahayu Condro; Supartinah, Supartinah
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2015): March-May
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.122 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v8i1.4925

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sejauh mana keterlaksanaanimplementasi program Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) Sekolah Dasar (SD) di DaerahIstimewa Yogyakarta (DIY). Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, dan siswaSD di DIY. Penelitian ini adalah penelitian evaluasi (Evaluative Research). Pengumpulandata menggunakan teknik angket, observasi, dokumentasi. Pendekatan evaluasi yangdigunakan dalam penelitian ini yaitu evaluasi model Stake (Stake's Countenance Model) yangmembandingkan antara proses pembelajaran yang terjadi dengan proses pembelajaranyang seharusnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi programManajemen Berbasis Sekolah (MBS) Sekolah Dasar (SD) di Daerah Istimewa Yogyakarta(DIY) berjalan dengan kategori cukup baik. Hal ini didasarkan pada penggunaan desainevaluasi model Stake's Countenance Model yang menekankan adanya pelaksanaan duahal pokok yakni deskripsi (description) dan pertimbangan keputusan (judgements). Dalamproses implementasi, program MBS mencakup 3 pilar utama yaitu: 1) input (antecedent),2) proses (transaction), 3) hasil (outcomes)
Model pembelajaran berbasis balanced literacy approach bermuatan nilai-nilai karakter untuk pembelajaran literasi dasar di kelas awal Supartinah, Supartinah; Adi, Banu Setyo
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2018): March-May
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.458 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v11i1.23793

Abstract

Artikel ini memaparkan hasil penelitian dan pengembangan model pembelajaran berbasis balanced literacy approach untuk pembelajaran literasi dasar siswa kelas awal sekolah dasar. Penelitian Research and Development (R&D) yang telah diterapkan mengadopsi dari model pengembangan versi Borg and Gall (1989). Penelitian telah dilaksanakan melalui tahap studi pendahuluan dilakukan dengan menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif; mengembangkan prototype model pembelajaran, dilanjutkan validasi ahli materi dan pembelajaran; evaluasi yang dilakukan dengan ujicoba implementasi model di kelas I, II, dan III. Teknik pengumpulan data adalah angket, observasi, wawancara. Analisis data dengan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Model pembelajaran yang dikembangkan terdiri atas 4 tahap kegiatan pembelajaran, yaitu tahap I eksplorasi sumber informasi, tahap II penerapan strategi berimbang, tahap III penyajian informasi, dan tahap IV refleksi. Hasil validasi model yang dikembangkan dari ahli materi menunjukkan rerata skor 3,6 (kategori sangat baik) dan rerata skor validasi ahli pembelajaran sebesar 3,6 (kategori sangat baik). Hasil ujicoba implementasi model menunjukkan capaian rerata hasil belajar di kelas I sebesar 91 dari rerata kemampuan awal sebesar 84. Rerata hasil belajar di kelas II sebesar 82 dari rerata kemampuan awal 75, dan di kelas III menunjukkan rerata hasil belajar 74 dari rerata kemampuan awal sebesar 64. Hasil angket respon siswa terhadap implementasi model pembelajaran di kelas I menunjukkan rerata skor 3,3 (kategori sangat baik), kelas II menunjukkan rerata skor 3,7 (kategori sangat baik), dan kelas III menunjukkan rerata skor 3,5 (kategori sangat baik). Secara umum, siswa dalam mengikuti pembelajaran sangat aktif karena dalam pembelajaran ini memberikan berbagai kegiatan literasi yang kreatif dan bervariasi. Model based learning balanced literacy approach with character values for learning basic literacy in the early gradeThis article presents the results of the research and development of model-based learning balanced literacy approach to learning basic literacy students grades early elementary school. Research Research and Development (R&D) had applied to adopt the model of the development version of the Borg and Gall (1989). Research has been carried out through the stage of preliminary studies done by implementing a descriptive qualitative approach; develop a prototype model of learning, validation of learning material and experts; the evaluation is done by trial model implementation in class I, II, and III. The technique of data collection is the question form, observation, interviews. Data analysis with quantitative and qualitative descriptive. The learning model developed consists of 4 stages learning activities, namely phase I exploration of information resources, phase II implementation strategy balanced, presenting information, phase III and phase IV of the reflection. The results of the validation of the model developed from expert material showed a mean score of 3.6 (very good) and the mean score of 3.6 learning expert validation (category very well). The results of the trial implementation of the model shows the average results of close study in class I of 91 of the initial capabilities of average 84. Average results of learning in class II of 82 of average ability early, and 75 in the class III indicates learning outcomes 74 average of average ability early registration 64. The results of the now student response towards the implementation of the model of learning in class I showed a mean score of 3.3 (the category very well), class II indicates the average score of 3.7 (very good), and a class III indicates the average score 3.5 (very good). In General, students follow a very active learning, because in this study provide a variety of literacy activities are creative and varied.