Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Semiotika Makna Kerinduan pada Lirik Lagu “Gala Bunga Matahari” Karya Sal Priadi Wanda Indah Agustina; Diryo Suparto; Ike Desy Florina
EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies Vol. 4 No. 2 (2024): EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies (In Press)
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/edu.v4i2.4229

Abstract

This article examines the meaning of longing in the lyrics of the song “Gala Bunga Matahari” by Sal Priadi through Roland Barthes semiotic analysis. The purpose of this article is to find the meaning of longing in the song by using Roland Barthes' theory which explains denotation meaning, connotation meaning, and mythical meaning. The research method used is interpretive qualitative method or inductive way of thinking, which is a way of thinking from specific to general. The data collection technique used is a document study, namely by searching and obtaining from various sources that contain the necessary data. The results of the semiotic study of the lyrics of the song “Gala Bunga Matahari” by Sal Priadi are first, the denotation meaning, the songwriter wants to convey a great feeling of longing for someone who is gone and wants to meet even if only in a dream in the form of a sunflower. This is evidenced in every stanza of the song explaining hope and longing for someone who is gone. Second, the connotation meaning, the songwriter feels sadness and hope in himself because he cannot meet again and hopes that loved ones get a good life in the afterlife. This is evidenced in the first, second, fourth and seventh stanzas. Third, the mythical meaning, the author wants to convey the message that the intense longing for a person who has passed away by trying to believe in the prayers that are sent for the happiness of the deceased and believe that we can continue life well, this longing and sadness can be treated by letting go, accepting, and believing. This is evidenced in the third, fifth, and eighth stanzas.
Analisis Konten Film Dirty Vote di Tiktok dalam Mempengaruhi Persepsi Masyarakat Tamara Nur Fauziyah; Diryo Suparto; Didi Permadi
EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies Vol. 4 No. 2 (2024): EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies (In Press)
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/edu.v4i2.4354

Abstract

This research aims to analyze how the content of the Dirty Vote film circulating on TikTok Social Media influences public perception of the election process and the results of the 2024 Election. The film "Dirty Vote" is a 1 hour 57 minute political film depicting allegations of fraud in the presidential election process in a fictional country. The research method used in this article is a qualitative approach by conducting content analysis of comments and responses from the public on TikTok social media related to the film "Dirty Vote". The results of the study show that this film succeeded in creating significant buzz and discussion on the platform. Many TikTok users expressed their opinions on the issue of fraud in the 2024 Presidential Election and shared the film with their followers. This shows that TikTok social media can be an effective tool for disseminating political information and influencing public opinion. In conclusion, the film "Dirty Vote" on TikTok social media has a significant influence on public perceptions to the issue of fraud in the 2024 Presidential Election.
Pengaruh Terpaan Berita Pelecehan Seksual Di Kampus Terhadap Tingkat Kecemasan Mahasiswa Permadi, Didi; Suparto, Diryo; Annas Rifki, Achmad; Firmansyah, Firmansyah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya pemberitaan Kasus kejahatan pelecehan seksual di kampus menimbulkan rasa kekhawatiran kepada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Terpaan Berita Pelecehan Seksual di Kampus Terhadap Tingkat Kecemasan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Pancasakti Tegal. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori uses and effect. Jenis penelitian adalah kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Pancasakti Tegal angkatan 2018 sampai 2021 dengan sampel sebanyak 53 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian dengan membandingkan t hitung dengan t tabel dengan tingkat sig. 5% mempunyai nilai 5,205 > 2,008 yang menunjukkan bahwa terpaan berita pelecehan seksual di kampus berpengaruh positif terhadap tingkat kecemasan mahasiswa dan dengan besaran pengaruh sebesar 34,7% sedangkan sisanya sebesar 65,3% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian.
Model Komunikasi Pendakwah pada Konten Dakwah dalam Isu Sosial dan Politik di Media Sosial Muyassaroh, Inas Sany; Harto, Unggul Sugi; Suparto, Diryo; Permadi, Didi; Sutjiatmi, Sri
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i4.15480

Abstract

Penelitian ini menganalisis model komunikasi yang digunakan oleh dua pendakwah, yaitu Habib Husein Jafar dan Aab Elkarimi, dalam menyebarkan pesan-pesan dakwah melalui fenomena-fenomena dakwah di media sosial. Fokus penelitian ini adalah bagaimana kedua pendakwah ini menggunakan media sosial, khususnya Tiktok dan Instagram, untuk mengkomunikasikan pesan-pesan agama serta mengangkat isu-isu sosial dan politik yang relevan. Metode analisis dilakukan dengan mengamati konten-konten tiktok dari kedua pendakwah dan menganalisis pendekatan komunikasi yang mereka gunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendakwah Habib Husein Jafar mengadopsi gaya komunikasi yang modern dan sesuai dengan kalangan muda, dengan penampilan dan gaya berbicara yang berbeda dari citra umum "Habib". Ia memanfaatkan fenomena-fenomena sosial sehari-hari sebagai titik masuk untuk menyampaikan pesan-pesan agama Islam yang dapat diterima oleh kalangan anak muda. Di sisi lain, Aab Elkarimi sebagai konten kreator muda, mengadopsi pendekatan kritis dalam menyajikan analisis mendalam mengenai isu-isu sosial, politik, dan agama. Ia mengajak audiensnya untuk berpikir kritis tentang fenomena yang terjadi dan mengaitkannya dengan ajaran agama Islam. Keduanya berhasil mencapai target sasaran mereka, yaitu anak muda, dengan efek positif. Pesan-pesan yang mereka sampaikan membantu membangun pemahaman yang lebih mendalam tentang ajaran agama Islam, mengatasi stereotip negatif terhadap agama, dan mendorong pandangan yang lebih kritis terhadap isu-isu sosial dan politik. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana pendakwah dapat menggunakan media sosial sebagai sarana efektif untuk menyebarkan pesan-pesan agama dan menjembatani antara ajaran agama dengan realitas sosial dan politik yang dihadapi oleh audiens mereka di era digital saat ini.
Revitalizing the Branding of Tegal City As the Japanese of Indonesia Sutjiatmi, Sri; Supriyanto, Eko Eddya; Suparto, Diryo; Rachmawati, Meida
Jurnal Bina Praja Vol 15 No 1 (2023): City Branding
Publisher : Research and Development Agency Ministry of Home Affairs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21787/jbp.15.2023.15-27

Abstract

The researchers are revitalizing the branding of Tegal City as the Japanese of Indonesia through strengthening metal industrialization by networking with the manufacturing industry. This policy was carried out because of the potential for a home industry-based metal industry. This potential can undoubtedly become a brand that has long been owned by Tegal City but needs more touch and attention from the government. The researchers adopted a dual case study strategy with an exploratory qualitative approach as our research strategy. The discussion obtained from this research is the need for a link and match between the home metal and manufacturing industries. Even though there has been direct contact, the productivity of the home metal industry could have been better. In conclusion, we are revitalizing the branding of Tegal city as Japan Indonesia requires an injection of investors, quality human resource training to meet the demands of the manufacturing industry, and modernization of machines to increase the productivity of the home metal industry players.
Village Digitalization: Increasing the Competitiveness of PKK Local Products Through E-Market in Balamoa Village, Pangkah District, Tegal Sutjiatmi, Sri; Adilla, Annisa; Suparto, Diryo; afisa, Afisa
ASEAN Journal of Empowering Community Vol. 5 No. 2 (2025): ASEAN Journal of Empowering Community
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Small and Medium Enterprises (SMEs), particularly Family Welfare Empowerment (PKK) in Balamoa Village, Tegal Regency, face serious challenges because they still rely on traditional marketing and lack digital knowledge. This condition hinders the competitiveness of local products in the wider market and is exacerbated by the accelerated adoption of e-markets after COVID-19. Data from APJII underscores this urgency, with 90% of Indonesia's 202.6 million internet users actively shopping online. Changes in consumer behavior have made the electronic market a crucial marketing channel. As a form of responsibility of the Faculty of Social and Political Sciences, Pancasakti University Tegal, the community service team offers solutions in the form of socialization and training programs. This program aims to introduce and facilitate members of the Balamoa Village PKK in utilizing the market reach of digitalized e-market products to achieve village economic independence. The program activity, titled “Village Digitalization: Enhancing the Competitiveness of Local PKK Products Through E-Market,” hopes to optimize the marketing of local products, create new jobs, and support local economic independence.
Development of Gen Z Participatory Communication Models in the Digital Information Crisis Didi Permadi; Diryo Suparto; Nabila Sofia A; Wulan Dwi H
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5418

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model komunikasi partisipatif Generasi Z dalam menghadapi krisis informasi digital yang semakin kompleks akibat derasnya arus misinformasi dan hoaks di media sosial. Urgensi penelitian ini berangkat dari lemahnya mekanisme literasi digital, terbatasnya partisipasi kritis generasi muda dalam proses verifikasi informasi, serta minimnya model komunikasi yang responsif terhadap dinamika partisipasi digital. Pendekatan penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap sepuluh informan yang mewakili komunitas Gen Z aktif di berbagai platform digital. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak NVivo untuk menelusuri tema-tema utama, mengidentifikasi pola hubungan antarkategori, serta membangun konstruksi teoretik secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi digital Generasi Z tidak hanya bersifat aktif dan kolaboratif, tetapi juga reflektif, yang tercermin dalam tiga dimensi utama: refleksi pribadi dan emosional, kesadaran digital, dan etika komunikasi di ruang publik virtual. Dimensi-dimensi ini menandai pergeseran pola partisipasi dari perilaku reaktif menuju keterlibatan sadar dan bertanggung jawab. Kebaruan penelitian ini terletak pada formulasi model komunikasi partisipatif reflektif, yang memperluas paradigma partisipatif klasik dengan menambahkan elemen kesadaran diri, refleksi kritis, dan tanggung jawab etis dalam praktik komunikasi digital.
Digital Political Communication on Twitter: Analysis of Gerindra Party’s Branding and Voter Engagement in Indonesia’s 2024 Election​ Suparto, Diryo; Kushandayani; Dwimawanti, Ida Hayu; Yuniningsih, Tri; Habibullah, Akhmad; Bhandari, Rahul
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 20 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/komunika.v20i1.13655

Abstract

Social media confers numerous benefits that exert substantial influence within society, establishing Twitter as a prominent platform for political communication. This research examines the effect of Gerindra Party's Twitter account on shaping voter engagement in the 2024 election. The Gerindra Party maintains the Twitter account named 'Gerindra', which has published 3,250 tweets and has garnered 679,854 followers.  The research employs a descriptive qualitative method to analyze the Twitter accounts of the Gerindra and Prabowo parties, specifically the accounts of Gerindra and Prabowo.  In analyzing the data, the NVivo 14 Plus application is used to explore the various relationships and networks within the version.  The data analysis process in this research begins with the data input stage, which retrieves data from Twitter using the NCapture feature in NVivo. This stage encompasses data collected from the start of the active account, followed by coding, exploration, data visualization, data presentation, and conclusion.  The study reveals that the Gerindra Party utilizes Twitter strategically for political communication and digital branding, thereby shaping its public image and fostering voter loyalty. It finds that product-oriented and ideological campaigns, including social-issue messages and the “Gemoy” candidate branding, are more dominant than purely candidate-focused content. It also reveals that, despite a large follower base, engagement remains moderate and is driven more by Prabowo Subianto’s personal appeal than by institutional messaging.​
Analisis Framing Konstruksi Identitas Ibu Modern Pada Podcast Mom’s Corner Nikita Willy Perspektif Zhongdang Pan – Gerald Kosicki Winda Saeni; Diryo Suparto; Inas Sany Muyassaroh
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/interaksi.v10i2.30203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana program podcast Mom’s Corner di kanal YouTube Nikita Willy Official mengonstruksi identitas ibu modern dan isu pengasuhan (parenting) melalui analisis framing. Di tengah banjir informasi digital, media baru seperti podcast menjadi rujukan utama bagi orang tua muda dalam mencari solusi atas kompleksitas rumah tangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki yang membedah empat dimensi struktur: sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Objek penelitian ini adalah lima episode terpilih yang membahas isu kesehatan, psikologi anak, finansial, kolaborasi pasangan, dan stimulasi sensori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mom’s Corner melakukan konstruksi realitas melalui pergeseran paradigma dari pola asuh tradisional-intuitif menuju pola asuh ilmiah-rasional. Pada struktur sintaksis dan skrip, penggunaan narasumber ahli dan pendekatan tanya-jawab berbasis "How" mempertegas otoritas informasi yang kredibel dan praktis. Secara tematik, ditemukan adanya hubungan sebab-akibat yang kuat antara kesejahteraan fisik dan mental orang tua terhadap optimalisasi tumbuh kembang anak. Pada struktur retoris, penggunaan metafora seperti "Tabungan Otot" dan "Parenting Roller Coaster" berfungsi menyederhanakan konsep medis dan psikologis yang kompleks agar lebih mudah diterima audiens. Kesimpulan umum dari penelitian ini adalah Mom’s Corner membingkai identitas ibu modern sebagai sosok yang literat, berbasis data (data-driven), dan berkesadaran penuh (mindful parenting).
Analisis Framing Berita pada Akun Instagram @narasinewsroom Mengenai Isu Politik di Indonesia Denaya Attala Aulyzan; Diryo Suparto; Inas Sany Muyassaroh
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/interaksi.v10i2.30121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembingkaian pemberitaan mengenai isu politik di Indonesia pada akun Instagram @narasinewsroom selama periode Agustus–September 2025. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis framing model Robert N. Entman yang mencakup empat elemen utama, yaitu pendefinisian masalah, penentuan penyebab, penilaian moral, dan penanganan rekomendasi. Data diperoleh melalui teknik dokumentasi terhadap konten visual dan narasi teks dari 10 unggahan berita yang dipilih berdasarkan relevansi isu politik, meliputi kebijakan publik, penegakan hukum, hak asasi manusia, dan hubungan kekuasaan negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun @narasinewsroom membingkai isu politik sebagai persoalan praktik kekuasaan negara, perilaku elite politik, dan kebijakan publik. Pemberitaan menyoroti penegakan hukum represif, dugaan korupsi, serta pelanggaran etika oleh pejabat publik, dengan penilaian moral yang cenderung kritis terhadap praktik kekuasaan yang dinilai menyimpang dari prinsip keadilan dan demokrasi. Rekomendasi yang ditampilkan mendorong transparansi, akuntabilitas, dan reformasi kelembagaan. Penonjolan isu dominan terletak pada tindakan represif aparat terhadap masyarakat sipil, yang tercermin dari penggunaan diksi yang menempatkan masyarakat sebagai pihak terdampak. Hal ini menunjukkan kecenderungan framing yang berorientasi pada masyarakat, sehingga pemberitaan tampak kritis terhadap pemerintah. Namun kecenderungan tersebut tidak semata-mata menunjukkan keberpihakan, melainkan merupakan hasil dari proses seleksi dan penonjolan realitas dalam framing. Penelitian ini menegaskan bahwa Instagram berperan sebagai arena produksi makna politik dalam membentuk persepsi publik di era demokrasi digital.