Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search
Journal : Animal Agricultural Journal

PENGARUH PEMBERIAN PAKAN BEBAS PILIH (Free choice feeding) TERHADAP PERFORMANS PRODUKSI TELUR BURUNG PUYUH (Coturnix coturnix japonica) Zahra, Atika Asirratu; Sunarti, Dwi; Suprijatna, Edjeng
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.059 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pakan kesukaaan puyuh, mengetahui pengaruh keberagaman pakan, serta mengetahui pengaruh pemberian pakan free choice feeding terhadap performans produksi telur burung puyuh (Coturnix coturnix japonica). Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2011 - Januari 2012 di Kandang Unggas Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro, Semarang. Materi yang digunakan adalah burung puyuh betina usia 2 minggu sebanyak 216 ekor dengan bobot badan 56,27 g. Bahan pakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah jagung, bekatul, bungkil kedelai, tepung ikan, bungkil kelapa, Poultry Meat Meal (PMM). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 9 ulangan yaitu T1 = 2 sumber energi (bekatul, jagung) dan 2 sumber protein (tepung ikan, bungkil kedelai); T2 = 2 sumber energi (bekatul, jagung) dan 3 sumber protein tepung ikan, bungkil kedelai, bungkil kelapa); T3 = 2 sumber energi (bekatul, jagung) dan 4 sumber protein (tepung ikan, bungkil kedelai, bungkil kelapa, PMM). Tiap ulangan terdiri dari 8 ekor puyuh yang ditempatkan dalam kandang baterai. Data dianalisis ragam menggunakan uji F pada taraf 5%, dilanjutkan uji Duncan jika ada pengaruh perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puyuh usia 9 minggu menyukai jagung sebagai sumber energi dan pada usia 10 - 12 minggu lebih menyukai tepung ikan sebagai sumber protein dari pakan yang lain. Perlakuan free choice feeding dengan keragaman sumber protein memberi pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, produksi telur, bobot telur dan konversi pakan. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian pakan bebas pilih dengan bahan pakan dua sumber energi dan protein sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan performa produksi puyuh.Kata Kunci : Burung puyuh betina (Coturnix coturnix japonica), Produksi telur, pakan bebas pilih (Free choice feeding).
PERFORMAN PRODUKSI TELUR ITIK LOKAL YANG DIBERI PAKAN MENGANDUNG KIAMBANG (Salvinia molesta) FERMENTASI (Egg Production Performance of Local Duck Feed Diets with Fermented Kiambang (Salvinia molesta)) Lestari, Dela Ayu; Sarengat, Warsono; Suprijatna, Edjeng
Animal Agriculture Journal Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.243 KB)

Abstract

ABSTRAK            Penelitian bertujuan mengkaji pengaruh penggunaan Kiambang (Salvinia molesta) fermentasi dengan level yang berbeda dalam ransum terhadap performan produksi telur itik lokal. Penelitian menggunakan 80 ekor itik lokal (itik Pengging) umur 24 minggu dengan rerata bobot badan 1457 ± 124,8 g (CV = 8,56%). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan (0%, 15% tepung Kiambang tanpa fermentasi, 15% tepung Kiambang fermentasi, 17,5% tepung Kiambang fermentasi, 20% tepung Kiambang fermentasi) dan 4 ulangan dengan 4 ekor itik untuk setiap unit percobaan. Parameter yang diamati adalah konsumsi ransum, produksi telur, dan konversi ransum. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan tepung Kiambang (Salvinia molesta) yang difermentasi dengan Aspergillus niger dalam ransum memberikan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, produksi telur, dan konversi ransum. Simpulannya adalah Kiambang dapat digunakan dalam ransum sampai taraf 20%. Kata Kunci : itik lokal; kiambang;fermentasi;performan produksi telur ABSTRACT            This research aims to determine the effect of fermented Kiambang with different level sin diets on egg production performance of local duck. The object of this research is eighty 24 weeks local ducks with average body weight 1457±124.8g (CV=8.56%). The design of the experiment is Completely Randomized Design with 5 treatments (0%, 15% non-fermented Kiambang, 15% fermented Kiambang, 17.5% fermented Kiambang, 20% fermented Kiambang) and 4 replicates with 4 ducks for each experimental unit. Parameters measured are feed consumption, egg production, and feed conversion. The results shows that fermented Kiambang with Aspergillus niger in the diets does not influence (P>0.05) on feed consumption, egg production and feed conversion. The conclusion is Kiambang can be use in diets to the extent of 20%.Keyword :local duck;Salvinia molesta;fermentation; egg production performance
PENGARUH SISTEM KANDANG BERTINGKAT DAN PENGGUNAAN AMPAS TEH DALAM RANSUM TERHADAP KUALITAS TELUR PUYUH (Coturnixcoturnix japonica) (The Effect of Tier Cage System and Diet Tea’s Waste on the Egg Quality of Layer Quail (Coturnixcoturnix Japonica) Pangesti, Evi; Suprijatna, Edjeng; Kismiati, Sri
Animal Agriculture Journal Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.175 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan mengetahui pengaruh sistem kandang bertingkat dan penggunaan ampas the dalam ransum terhadap kualitas telur puyuh. Materi yang digunakan 225 ekor puyuh petelur dengan bobot badan rata-rata 122 ± 8,56 g (CV = 7,03).  Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan pola Split Plot terdiri dari tiga ulangan.  Tingkat kandang (L) sebagai petak utama terdiri dari tingkat kandang 1 (L1), tingkat kandang 2 (L2), tingkat kandang 3 (L3), tingkat kandang 4 (L4), tingkat kandang 5 (L5) dan level penggunaan ampas teh (T) sebagai anak petak yaitu T1 :1,5%, T2: 3%, dan T3: 4,5%. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan sistem kandang bertingkat sampai dengan lantai 5 tidak mempengaruhi kualitas telur dan penggunaan ampas teh berpengaruh menurunkan tebal kerabang telur. Kesimpulan menunjukkan bahwa penggunaan ampas teh 4,5% menurunkan tebal kerabangKata kunci :puyuh petelur; tingkat kandang; ampas teh; kualitas telur. ABSTRACT The study was to evaluate the effect of tier cage system and diet tea’s waste on egg quality of layer quail. The material were used 225 layer quail with an average weight122 ± 8,56 g (CV =7,03). The experiment arranged in completely randomized with Split Plot design, consists of three replicated.Tier cage system (L) as the main plot consists is 5 level of tier. L1: level one of the cage, L2: level two,L3: level three, L4: level four, L5: level five and tea’s waste level (T) as the subplot consistsof T1: 1,5%, T2: 3%, dan T3: 4,5%.  The results showed the use of tier cage systems up to level 5 did not affect the quality of the eggs and using of  tea’s waste on diet 3 % (P>,005) but tea’s waste up to 4,5% on diet effect of reducing the thick eggshell. The conclusion was tea’s waste could decrease of egg shell quality.Keywords :layer quail;tier cage system; tea’s waste; egg shell quality.
PENGARUH PENAMBAHAN ENZIM FITASE DALAM RANSUM TERHADAP PRODUKSI KARKAS AYAM BROILER (The effect of supplementation phytase enzyme in broiler’s diet on carcass production) Maulana, Dedy; Atmomarsono, Umiyati; Suprijatna, Edjeng
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 4 (2014): Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.906 KB)

Abstract

ABSTRAK           Fitase sebagai bahan aditif diharapkan mampu melepaskan ikatan fitat dengan kalsium, fosfor, tembaga, seng dan mangan, serta meningkatkan relaksasi usus dan absorbsi nutrien. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh penambahan enzim fitase dalam ransum terhadap kualitas karkas ayam broiler.Penelitian ini menggunakan 128 ekor DOC broiler strain New Lohman MB 202 umur 3 hari dengan rata-rata bobot awal 104,16 ± 13,17g. Ransum perlakuan dibagi menjadi 4 jenis ransum, yaitu protein 23% dan tanpa menggunakan enzim fitase (T0), protein 21% + enzim fitase 1.000 FTU (T1), protein 23% + enzim fitase 1.000 FTU (T2), dan Protein 23% + Mineral 1%. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan masing-masing unit percobaan berisi 8 ekor ayam broiler. Ransum dan air minum diberikan ad libitum. Parameter yang diamati meliputi bobot hidup, bobot karkas, dan persentase karkas. Hasil penelitian menunjukkan penambahan enzim fitase dalam ransum ayam broiler tidak berbeda nyata (P>0,05) pada bobot hidup, bobot karkas dan persentase karkas. Bobot hidup pada T0, T1, T2, dan T3 masing-masing sebesar 856,50; 995,50; 919,25; dan 924,50g. Bobot karkas pada T0, T1, T2, dan T3 masing-masing sebesar 422,25; 505,25; 442,25; dan 503,73g. Rataan persentase karkar berkisar 51,06 sampai 56,77%. Berdasarkan hasil penelitian, simpulan yang diperoleh adalah penambahan enzim fitase tidak signifikan terhadap bobot hidup, bobot karsas dan persentase karkas ayam broiler.Kata kunci : ayam broiler, enzim fitase, karkas ABSTRACT Phytase as an additive material was expected to break the bonds of phytate with calcium, phosphorus, copper, zinc and manganese, as well as increasing the intestinal relaxation and absorption of nutrients. This study aimed to determine the effect of the enzyme phytase in the diet on the production of broiler chicken carcasses and determine the level of addition phytase enzyme in the most optimal diet for the production of broiler chicken carcass. the were used in this study128 Day Old Chick (DOC) broilers strain MB 202 New Lohmann. Treatment diet was divided into 4 types of diets, 23% protein without enzyme phytase (T0), protein 21% + 1,000 FTU phytase enzyme (T1), protein 23% + 1,000 FTU phytase enzyme (T2), and Protein 23% + 1% minerals. The experimental design using a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 4 replicates each experimental unit contains 8 broiler chickens. Diets and water were given ad libitum. The parameters observed live weight, carcass weight, and carcass percentage. The results showed the addition of the enzyme phytase in broiler diets were not significantly different (P>0.05) on live weight, carcass weight and carcass percentage. Live weight at T0, T1, T2, and T3 respectively 856.50; 995.50; 919.25; and 924,50g. Carcass weight at T0, T1, T2, and T3 respectively amounted to 422.25; 505.25; 442.25; and 503,73g. Mean of carcass percentage was 51.06 and 56.77%. Results of the study concluded that the addition of phytase enzyme was not significant effect on body weight, carcass weight and the carcass percentage of broiler.Keywords : broilers, the enzyme phytase, carcass
PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG KERABANG TELUR AYAM RAS DALAM RANSUM BURUNG PUYUH TERHADAP TULANG TIBIA DAN TARSUS Suprapto, Wahyu; Kismiyati, Sri; Suprijatna, Edjeng
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.969 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan kerabang telur ayam ras dalam ransum terhadap berat, panjang dan volume tulang tibia burung puyuh. Manfaat penelitian ini adalah untuk mengetahui informasi mengenai proporsi penggunaan tepung kerabang telur ayam ras dalam ransum terhadap berat dan panjang tulang tibia burung puyuh. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai dengan Desember 2010 dilaboratorium Ilmu Ternak Unggas Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro, Semarang.Materi yang digunakan dalam penelitian adalah burung puyuh betina sebanyak 128 ekor berumur 3 minggu dengan bobot badan 33,99 ± 3,75 gram, dan pakan penyusun ransum yang digunakan adalah jagung, bungkil kedelai, PMM ( Poultry Meat Meal ), Top mix, CaCO3, NaCl dan kerabang telur ayam ras. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah berat, panjang dan volume tulang tibia. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 4 ulangan,masing-masing petak 8 ekor. Perlakuan yang diterapkan pada penelitian ini adalah penggunaan kerabang telur ayam ras dalam ransum burung puyuh pada periode grower; T0: tanpa kerabang telur, T1:0,2%, T2:0,4%, T3:0,6% dan pada periode layer; T0:tanpa kerabang telur, T1:2%, T2:4%, T3:6%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kerabang telur ayam ras berpengaruh (P<0,05) terhadap berat, panjang, dan volume tulang tibia. Berat tulang tibia T1 dan T2 lebih tinggi secara nyata (P<0,05) dibandingkan dengan T0 dan T3, sedangkan pada tulang tarsus menunjukkan bahwa T2 lebih tinggi secara nyata (P<0,05) dibandingkan dengan T0, T1, dan T3. Panjang tulang tibia burung T1 dan T2 lebih tinggi secara nyata (P<0,05) dibandingkan dengan T0 dan T3, sedangkan pada tulang tarsus menunjukkan bahwa T1, T2 dan T3 lebih tinggi secara nyata (P<0,05) dibandingkan dengan T0. Volume tulang tibia burung puyuh T2 lebih tinggi secara nyata (P<0,05) dibandingkan dengan T0, T1 dan T3, sedangkan volume tulang tarsus menunjukkan T1, T2 dan T3 lebih tinggi secara nyata (P<0,05) dibandingkan dengan T0. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan tepung kerabang telur ayam ras periode grower 0,4% dan layer 4%, dengan imbangan Ca:P, (4,46:1) pada ransum burung puyuh mampu meningkatkan panjang, berat, volume tulang tibia dan tarsus.Kata kunci : kerabang telur, tibia, tarsus, Ca, P
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG JAHE MERAH (Zingiber officinale var. Rubrum) DALAM RANSUM TERHADAP LAJU BOBOT BADAN DAN PRODUKSI TELUR AYAM KAMPUNG PERIODE LAYER Siahaan, Nicodemus Bonardo; Suprijatna, Edjeng; Mahfudz, Luthfi Djauhari
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.386 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengetahui taraf penambahan dari tepung jahe merah pada ayam kampung periode layer terhadap laju bobot badan dan produksi telur yang dipelihara selama 6 minggu. Sebanyak 100 ekor ayam kampung umur 24 minggu dengan bobot badan 1532,25 + 175,92 g ditempatkan dalam kandang battrey dibagi menjadi 20 unit percobaan dan diisi 5 ekor ayam broiler per unit. Bahan pakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah jagung giling, bekatul, tepung ikan, tepung jahe merah, white pollard, bungkil kedelai dan premix. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 4 kelompok yaitu T0 (kontrol) = ransum perlakuan tanpa tepung jahe merah; T1 = ransum perlakuan dengan penggunaan 0,25% tepung jahe merah; T2 = ransum perlakuan dengan penggunaan 0,5% tepung jahe merah; T3 = ransum perlakuan dengan penggunaan 0,75% tepung jahe merah, T4 = ransum perlakuan dengan penggunaan 1% tepung jahe merah. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan prosedur analisis ragam dengan uji F pada taraf 5 %. Hasil penelitian nenunjukkan bahwa penggunaan tepung jahe merah tidak menunjukkan adanya perbedaan yang nyata (P>0,05) terhadap laju bobot badan dan produksi telur. KataKunci : Ayam Kampung, jahe merah, laju bobot badan, produksi telur.ABSTRACT This study was aimed to determined effect of red ginger meal in kampung chicken’s diet on body weight and egg production maintained 6 weeks. Around 100 of kampung chicken at 24 weeks old with average weight 1532,25 + 175,92 g was placed in battrey cage were divide into 20 units and each unit consist of five kampung chickens. Feedstuffs used in this study were corn, rice bran, fishmeal, red ginger, white pollard, soybean meal and premix. Experimantal design used randomized block design (RBD) withh 5 treatments and 4 group: T0 (control) = ration treatment without red ginger; T1 = ration treatment with red ginger 0,25%; T2 = ration treatment with red ginger 0,5%; T3 = ration treatment with red ginger 0,75%, T4 = ration treatment with red ginger 1%. The data obtained were analyzed using various analytical procedures F-test with level 5%. The result showed that treatment with red ginger in diet not significantly (P>0,05) againts weight rate and egg production.Key word: Kampung chickens, red ginger , body weight rate, egg production.
PENGARUH PENGGUNAAN KIYAMBANG (Salvinia molesta) YANG DIFERMENTASI DENGANAspergillus niger TERHADAP KUALITAS FISIK DAGING ITIK LOKAL (Effect of fermented kiyambang (Salvinia molesta) with Aspergillus niger on the physical quality of local duck meat) Armalani, Vinda; Sarengat, Warsono; Suprijatna, Edjeng
Animal Agriculture Journal Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.209 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan Salvinia molesta yang difermentasi menggunakan Aspergillus niger dalam ransum terhadap kualitas fisik daging itik melalui indikator Water Holding Capacity (WHC), pH, dan susut masak. Materi yang digunakan adalah 80 ekor itik pengging jantan umur 4 minggu dengan rata-rata bobot awal 734,25±0,52 g. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan (0%, 15% Salvinia molesta non fermentasi (SMNF), 15% Salvinia molesta fermentasi (SMF), 17,5% Salvinia molesta fermentasi (SMF), dan 20% Salvinia molesta fermentasi (SMF)). Hasil menunjukkan bahwa penggunaan Salvinia molesta fermentasi berpengaruh nyata (P<0,05) menurunkan nilai pH, dan susut masak daging, tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap nilai WHC daging, peningkatan level Salvinia molesta fermentasi diikuti dengansemakin meningkatnya konsumsi serat kasar dan penurunan kualitas fisik daging itik. Kata kunci : itik., Salvinia molesta., Aspergillus niger., kualitas fisik daging. ABSTRACT This study aims to determine effect of Salviniamolesta fermented with Aspergillusnigeron the rationof the physical qualitylocal duck meat through indicators Water Holding Capacity (WHC), pH and cooking shrinkage. The material susedare 80 local male ducks of 4 weeks with an average initial weight of 734.25±0.52g. Research using completely randomized design (CRD) with 5 treatments (0%, 15% Salvinia molesta non-fermented (SMNF), 15% Salvinia molesta fermentation (SMF), 17.5% Salvinia molesta fermentation (SMF), and 20% Salvinia molesta fermentation (SMF). Results showed that the use of Salvinia molesta fermentation significantly (P<0.05) lower the pH value, and shrink age cook meat, but not significant (P>0.05) on the value of the WHC duck meat. Increasing levels of Salvinia molesta fermented followed by the increasing consumption of crude fiber and decrease physical quality duck meat. Keywords :itik., Salvinia molesta., Aspergillus niger., kualitas fisik daging.
PENGARUH LAMA PERIODE PEMBERIAN PAKAN TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN PADA BEBERAPA BAGIAN TUBUH AYAM PELUNG UMUR 1-11 MINGGU Widodo, Ardi; Sarengat, Warsono; Suprijatna, Edjeng
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.366 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama periode pemberian pakan terhadap laju pertumbuhan pada beberapa bagian tubuh ayam pelung umur 1-11 minggu. Materi yang digunakan adalah ayam pelung umur 1 minggu dengan jenis kelamin antara jantan dan betina tidak dibedakan (campuran) sebanyak 96 ekor dengan bobot badan 49,92+0,35 gram (CV 2,00 %). Bahan pakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah jagung, bekatul, tepung ikan dan konsentrat jadi ayam broiler CP 112. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yaitu T1 = perlakuan dengan pemberian Protein Kasar (PK) 18% selama 3 minggu dan PK 15% selama 3 minggu; T2 = perlakuan dengan PK 18% selama 5 minggu dan PK 15% selama 5 minggu; dan T3 = perlakuan dengan PK 18% selama 7 minggu kemudian diberikan PK 15% selama 3 minggu dan masing-masing 8 ulangan untuk setiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh pergantian lama periode pemberian pakan tidak memberikan pengaruh berbeda nyata (P>0,05) terhadap lebar dada, panjang paha, panjang kaki dan panjang leher.Kata kunci : ayam pelung; lama periode pemberian pakan; laju pertumbuhan dada; paha; kaki; dan leher.ABSTRACTThis study aimed to determine the effect of long periods of feeding on the rate of growth in some parts of the body Pelung chickens aged 1-11 weeks. The material used were 96 heads of 1 week old chickens Pelung unsex (mixed), body weight 49.92 ± 0.35 g (CV 2.00%). Feedstuffs used in this study were corn, rice bran, fishmeal and broiler concentrate so CP 112. Experimental design used was completely randomized design (CRD) with three treatments. T1 = treatment by administering Crude Protein (PK) 18% for 3 weeks and PK 15% for 3 weeks; T2 = treated with PK 18% for 5 weeks and PK 15% for 5 weeks, and T3 = 18% treated with PK for 7 weeks and then given PK of 15% for 3 weeks each of 8 replicates for each treatment. The results showed that the effect of change of length of feeding period did not affect significantly (P> 0.05) to the width of the chest, long legs, long legs, and a long neck.Keywords: Pelung chicken; long periods of feeding; growth rate; chest; thighs; legs; and neck.
PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH RUMPUT LAUT (Gracilaria verrucosa) TERHADAP EFISIENSI PENGGUNAAN PROTEIN PUYUH JANTAN UMUR 6 – 10 MINGGU (The Effect of Seaweed by Product (Gracilaria verrucosa) on Protein Efficiency of 6 – 10 Weeks Old Male Quail) Lestari, Ika Dian; Yunianto B.I., Vitus Dwi; Suprijatna, Edjeng
Animal Agriculture Journal Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.963 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh pemberian limbah rumput laut (Gracilaria verrucosa) terhadap efisiensi penggunaan protein puyuh jantan. Materi yang digunakan yaitu160 ekor puyuh jantan (Coturnix-coturnix japonica) umur 6 minggu dengan rata – rata bobot badan 120,92 ± 0,48 g.Pakan tersusun dari jagung kuning, bekatul, bungkil kedelai, tepung ikan, Poultry Meat Meal (PMM), premix, minyak kelapa, dan rumput laut dengan PK 20% dan EM 2600 kkal/kg. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap(RAL), 4 perlakuan dan 5 ulangan, T0 : pakan mengandung 0% rumput laut; T1 : pakan mengandung 5% rumput laut; T2 : pakan mengandung 7,5% rumput laut; T3 : pakan mengandung 10% rumput laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi protein, Rasio Efisiensi Protein (REP), dan retensi nitrogen. Hasil penelitian disimpulkan bahwa penggunaan limbah rumput laut sampai level 10% tidak menaikkan atau menurunkan efisiensi penggunaan protein puyuh jantan umur 6-10 minggu.Kata kunci :limbah rumput laut; puyuh jantan; efisiensi protein. ABSTRACT This research aimed to determine the effect of seaweed by product(Gracilaria verrucosa)on protein efficiency of male quail. The materials were six weeks old 160 male quail with average body weight 120,92 ± 0,48 g. Rations were used composed of yellow corn, rice bran, soybean meal, fish meal, Poultry Meat Meal (PMM), premix, coconut oil, and seaweed with 20% protein and metabolizable energy 2600 kcal/kg. Experimental design was Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 replications.There were T0: diets with 0% seaweed; T1: diets with 5% seaweed; T2: diets with 7,5% seaweed; T3: diets with 10% seaweed. The results showed that the treatment had no significant effect (P> 0.05) on the protein consumption, Protein Efficiency Ratio (PER), and nitrogen retention. It could be concluded that 10% seaweed level did not increase or decrease on protein efficiency of 6-10 weeks old male quail.Keywords: seaweed by product;male quail; protein efficiency.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG JAHE MERAH (Zingiber officinale var. RUBRUM) DALAM RANSUM TERHADAP PERFORMANS PUBERTAS AYAM KAMPUNG Farid, Achmad; Suprijatna, Edjeng; Sunarti, Dwi
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 3 (2013): Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.644 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung jahe merah dalam ransum ayam kampung dengan dosis yang berbeda pada fase pertumbuhan terhadap performans pubertas.  Pada penelitian ini menggunakan ayam kampung betina sebanyak 100 ekor berumur 16 minggu ditempatkan dalam kandang bateray dibagi menjadi 20 unit percobaan.  Setiap unit percobaan terdiri dari 5 ekor ayam kampung.  Bahan pakan yang digunakan terdiri dari jagung giling, bekatul, tepung ikan, bungkil kedelai, pollard, premiks dan tepung jahe merah.  Model rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok dengan 5 perlakuan yang terdiri dari 4 kelompok sebagai ulangan dengan perlakuan yaitu T0 = ransum tanpa penambahan tepung jahe merah; T1 = ransum + tepung jahe merah 0,25%; T2 = ransum + tepung jahe merah 0,5%; T3 = ransum + tepung jahe merah 0,75%; T4 = ransum + tepung jahe merah 1%.  Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam menggunakan uji F pada taraf 5 %.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung jahe merah dalam ransum ayam kampung tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap performans pubertas.
Co-Authors Achmad Farid Agus Setiadi Ahmad Wildan Ahmat Ikhsan Arfanda Andi Mulyadi Angkeke, Ica Putri Ardi Widodo Ari Fandi Arifin, Ridlwan Arindya Ayu Perwitarini Arjanggi Ari Bimo Atika Asirratu Zahra Atmomarsono Atmomarsono, Atmomarsono Bambang Dwiloka Bambang Sukamto Cholis, Muchamad Abdul Dela Ayu Lestari, Dela Ayu Destriana Meliandasari Destriana Meliandasari Dulatip Natawihardja Dulatip Natawihardja Dwi Sunarti Dwi Sunarti Dwi, Vitus Edhy Sudjarwo Edy Kurnianto Eko Widodo Endra Dwi Cahyono Fatmawati, Eka Rizky Guntar M Tambunan Hanny Indrat Wahyuni Hapsari Witantri Hendra Siagian, Hendra Hilkias, Welda Hudiansyah, Puguh I. Isroli Ika Dian Lestari, Ika Dian Ilmianisa Azizah, Ilmianisa Irianto, Alfian Bagus JAMILAH Jenne Ferlon Singarimbun Kristianto, Vino Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luthfi D. Mahfudz Luthfi Djauhari Mahfuds Luthfi Djauhari Mahfudz Ma’rifah, Binti Mahfud , Lutfi Djauhari Manurung, Manurung Marifah, Binti Martha Ferwad Fijana Maulana, Dedy Ma’rifah, Binti Mey Surya Cipta Arum Mustofa, Fatmawati Nicodemus Bonardo Siahaan Nina Mahmudah, Nina Nindityas Ratya, Nindityas Nur Adiva R. Situmorang Nur Fuad Hasan Nurul Frasiska Nyoman Suthama Pangesti, Evi Rahmadhani, Dian Ninda Randy Pratama, Robertus Septian Rina Muryani Rositawati Indrati Sarjana, Teysar Adi Sarjana, Teysar Adi Satria Rizki Sarwono Shihah, Hanna Dzawish Siswanto Imam Santoso Siti Susanti, Siti Sri Kismiati, Sri Sri Kismiyati Sri Sumarsih sukron latif Suryani Nurfadillah Teysar Adi Sarjana Teysar Adi Sarjana Tri Ujilestari, Tri Turrini Yudiarti Umiyati Atmomarsono Utomo, Budi Wihardyanto Vinda Armalani, Vinda Vitus Dwi Yunianto Budi Ismadi Wahyu Suprapto Wahyuni, Nur Maulida Warsono Sarengat Wasistiana K Yunita, Wasistiana K Wulan Sumekar Yelly Kening Agustantikaningsih, Yelly Kening Yon Soepri Ondho Yuniarti, Putri