Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengetahuan dan Sikap Pria di Surabaya terhadap Kontrasepsi Laras, Kirana Sekar; Wijaya, Aurellia Chance; As Sulton, Alfiansyah Maulana; Diamita, Bernardina; Putri, Fida Roesdiana; Tsabita, Irdandia Maitsa; Pratiwi, Kusma Ayu; Zahrani, Nafisah; Putri, Sonia Anggitha; Nita, Yunita
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 11 No. 1 (2024): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v11i1.42465

Abstract

Program Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu upaya mengatasi masalah jumlah penduduk. Program ini mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia dengan cara mengatur usia kehamilan, jumlah anak, dan jarak kelahiran anak. Salah satu problematika saat ini adalah rendahnya pengetahuan dan sikap mengenai program KB di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan sikap pria di Surabaya terhadap kontrasepsi. Penelitian ini melibatkan subjek laki-laki yang berusia 17-45 tahun. Variabel dalam penelitian ini berupa pengetahuan dan sikap pria terhadap kontrasepsi dilakukan metode survey secara cross sectional. Pengambilan data dilakukan secara non-probability sampling dengan sampling kuota berdasarkan kategori usia pada 100 responden. Penelitian ini mengidentifikasi 55% responden masuk dalam tingkat pengetahuan kurang, 73% responden tidak mengetahui efek samping dari kontrasepsi, dan 86% responden mengetahui tujuan penggunaan kontrasepsi. Selain itu, 58% responden masih memiliki sikap positif terhadap penggunaan kontrasepsi, 25% responden berpendapat penggunaan kontrasepsi mengurangi kepuasan seksual, dan 84% responden pria berpendapat bahwa suami dan istri bersama-sama bertanggung jawab dalam penggunaan kontrasepsi. Berdasarkan penelitian ini, walaupun mayoritas responden bersikap terhadap penggunaan kontrasepsi, tetapi tingkat pengetahuan mereka masih kurang sehingga pengetahuan pria terhadap penggunaan kontrasepsi perlu ditingkatkan.
Pemahaman Masyarakat tentang Desain dan Isi Informasi pada Etiket Obat serta Praktik Penggunaan Antibiotika Sirup Kering Ananda, Yussi; Noorrizka, Gusti; Nita, Yunita; Andarsari, Mareta Rindang; Yuda, Ana
MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Vol. 6 No. 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/mpi.v6i2.7009

Abstract

Menyajikan informasi obat dan konsisten pada etiket obat memiliki potensi untuk meningkatkan kepatuhan dan hasil terapi. Etiket obat harus memuat informasi penting yang dibutuhkan pasien untuk menjamin obat yang aman dan efektif. Diperlukan panduan pelabelan obat untuk mengurangi potensi kesalahan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan sikap, pemahaman, dan praktik penggunaan obat oleh pasien yang mendapat sediaan sirup kering dengan 2 macam desain etiket, yaitu etiket yang umum digunakan di Indonesia dan etiket yang dikembangkan berdasarkan panduan dari beberapa negara, yaitu FIP, USP, dan ACSQHC. Dalam penelitian ini, diperoleh total 80 responden. Hasil yang diperoleh adalah tidak ada perbe- daaan sikap dari kedua kelompok responden mengenai desain etiket kecuali dalam hal kelengkapan isi informasi (P = 0,044). Pada variabel pengetahuan juga tidak terdapat perbedaan bermakna pada kedua kelompok responden, namun pada variabel praktik penggunaan terdapat perbedaan bermakna (P = 0,020) dimana kelompok responden satu mempunyai skor yang lebih tinggi dari kelompok dua yaitu masing-massing 2,68 ± 0,474 dan 2,28 ± 0,784. Kebenaran dalam mengukur dosis dapat dipengaruhi oleh keterampilan motorik seseorang, namun tetap dibutuhkan kelengkapan informasi yang dapat mengurangi potensi medication error, sehingga diperlukan panduan yang mengatur informasi minimal yang harus ada dalam etiket obat pada pelayanan resep di Indonesia. Presenting drug information and consistency on drug labels has the potential to improve compliance and therapeutic outcomes. Drug labels must contain important information needed by patients to ensure safe and effective drugs. Drug labeling guidelines are needed to reduce the potential for medication errors. This study aims to see the differences in attitudes, understanding, and practices of drug use by patients who receive dry syrup preparations with 2 types of label designs, namely labels commonly used in Indonesia and labels developed based on guidelines from several countries, namely FIP, USP, and ACSQHC. In this study, a total of 80 respondents were obtained. The results obtained that there was no difference in attitudes from the two groups of respondents regarding label design except in terms of the completeness of the information content (P = 0.044). In the understanding variable, there was also no significant difference in the two groups of respondents, but in the practice variable there was a significant difference (P = 0.020), where respondent group one had a higher score than group two, namely 2.68 ± 0.474 and 2.28 ± 0.784 respectively. The accuracy in measuring the dose can be influenced by a person's motor skills, but complete information is still needed to reduce the potential for medication errors, so a guideline is needed that regulates the minimum information that must be included in drug labels in prescription services in Indonesia. Submitted: 07-11-2024, Revised: 13-12-2024, Accepted: 17-12-2024, Published regularly: December 2024
Hubungan Tingkat Pengetahuan Orang Tua terhadap Kepatuhan Pemberian Obat Cacing pada Anak di Surabaya Maldini, Cindy Andrifo; Elian Haris Darmawan; Dinara Fathya Rahma P; Ike Septi Marinda; Nafisah Putri Syaharani; Devita Ivana Putri; Za'im Hanif Al Fathoni; M Aqbil Izzul Haq; Aprilia Purwita; Talitha Danendra Putri; Ditha Carolina Emanuella; Ayu Dewi Sartika; Yunita Nita
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 11 No. 2 (2024): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v11i2.52622

Abstract

Salah satu penyebab terjadinya peningkatan infeksi cacing adalah rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang personal hygiene. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat pengetahuan ibu terhadap cacingan, kepatuhan anak minum obat cacing di Kota Surabaya, dan mengetahui hubungan kedua variabel tersebut. Responden penelitian adalah ibu yang mempunyai anak usia prasekolah (5-6 tahun). Metode penelitian yang digunakan adalah survei cross sectional menggunakan kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Untuk menilai pengetahuan jawaban benar=1 dan salah=0, kepatuhan menggunakan skala likert 1-3 yaitu sering, kadang-kadang, tidak pernah. Digunakan metode sampling dengan purposive sampling pada 130 responden. Uji statistik menggunakan uji korelasi Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan responden 90,7% (n=118) baik, 8,5% (n=11) cukup, 0,8% (n=1) kurang. Selain itu, 80,8% (n=105) patuh, 19,2% (n=25) tidak patuh terhadap pemberian obat cacing pada anak. Terdapat hubungan yang bermakna (p=0,001) antara tingkat pengetahuan ibu dengan kepaatuhan memberikan obat cacing pada anak dengan hasil korelasi positif sebesar 0,300, hubungan antara kedua variabel tersebut tergolong lemah atau rendah. Berdasarkan hasil penelitian, peningkatan pengetahuan diharapkan dapat menjadi upaya untuk menurunkan angka cacingan.
Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Imunisasi Dasar terhadap Kelengkapan Imunisasi Dasar Anak Noor Baihaqi, Reihan Ananta; Sari, Febrina Kurnia; Byandra, Naila; Hasna, Safina Hanifa; Wahyuningtyas, Afifah Rahma; Zakiyya, Reyhana Rona; Gamar, Fahmi Haitsami Ibnu; Kristiani, Ananda Dwi; Amanda, Natasya Noor; Setyawan, Rr. Elmira; Sidiq, Kadavi Arafat; Hamidah, Nabilah Nur; Nita, Yunita
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 11 No. 2 (2024): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v11i2.52741

Abstract

Imunisasi Dasar Lengkap merupakan pemberian vaksin kepada bayi berumur 0-11 bulan agar terhindar dari penyakit menular. Saat ini, target capaian 100% imunisasi dasar pemerintah belum terpenuhi. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kelengkapan imunisasi dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar terhadap status lengkapnya imunisasi dasar anak di Kecamatan Kenjeran Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan teknik pengambilan sample yaitu purposive sampling. Pengetahuan imunisasi dasar diukur menggunakan kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Kriteria inklusi responden antara lain seorang ibu yang memiliki anak berusia ≤ 6 tahun. Pada penelitian ini, didapatkan 145 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Responden dikategorikan berpengetahuan tinggi jika skor pengetahuannya ≥ 8 dan rendah jika skornya < 8. Tingkat pengetahuan ibu terhadap imunisasi dasar yang tinggi sebanyak 75 responden (51,7%). Status lengkapnya imunisasi dasar diperoleh dari Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Dari seluruh responden, terdapat 78 responden (53,8%) yang memiliki Buku KIA. Dari jumlah tersebut, terdapat sebanyak 71 orang responden (91%) yang anaknya telah mendapatkan imunisasi dasar secara lengkap. Dari hasil analisis tidak ditemukan korelasi signifikan antara pengetahuan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar (p=0,127). Faktor selain pengetahuan sebaiknya juga perlu diteliti sehingga perilaku orang tua dalam melaksanakan imunisasi anak dapat dijelaskan dengan lebih baik. Edukasi masyarakat mengenai pentingnya imunisasi dasar juga harus dilanjutkan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya ibu dalam hal imunisasi dasar anak.
EFEKTIVITAS PERENCANAAN DAN PENGADAAN OBAT PUSKESMAS BADAN LAYANAN UMUM DAERAH (BLUD) DI KABUPATEN JEMBER Rahmawati, Diana Aulia; Nita, Yunita; Hermansyah, Andi
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Ibnu Sina
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jiis.v10i1.2402

Abstract

The Transition of Primary Healthcare Centers to Regional Public Service Agency (BLUD) status allows them to independently manage their finances, including medicine procurement. This change is expected to impact the effectiveness of planning and procurement. This study evaluated the effectiveness of medicine planning and procurement in Primary Healthcare Centers that had transitioned to BLUD status. The study used retrospective observations based on data from 2022 to June 2024. Samples were selected using purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. The independent variable in this study was the implementation of BLUD financial management, while the dependent variables included compliance with FORNAS, medicine stockouts, and excess medicines. The study involved 30 Primary Healthcare Centers and the KruskalWallis test was used for statistical analysis. The results showed that the average scores for all indicators did not meet the expected standards. After BLUD implementation, there was a decrease in medicine compliance with FORNAS, although it remained above the minimum performance standard of 80%, and a significant reduction in stockouts (p < 0.05). The percentage of excess medicines increased, but not significantly (p > 0.05). In conclusion, medicine planning and procurement were ineffective. The BLUD financial management model impacted medicine planning and procurement by reducing compliance with FORNAS, and decreasing stockouts.
Development and Validation of a Questionnaire for the Assessment of the Factors that Influence ADR Reporting by Pharmacists Firdaus, Favian Rafif; Nita, Yunita; Setiawan, Catur Dian; Zairina, Elida
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 7 No. 1 (2024): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v7i1.6334

Abstract

Drug safety is a significant concern in many countries, as side effects (AE) and adverse drug reactions (ADR) have caused many deaths worldwide. One of the reasons is the low contribution of pharmacists in spontaneously reporting AE/ADR. This study aims to develop a questionnaire to assess factors that correlate with spontaneous reporting by pharmacists. A questionnaire pilot was tested on 30 pharmacist respondents who worked in type C hospitals in Surabaya and Sidoarjo, Indonesia. Respondents' responses were then evaluated for face validity, construct validity, and reliability. The results showed that the face validity of the questionnaire was ideal. Then, the results of the construct validity of the knowledge section using point biserial correlation showed that two items were invalid because the r-value was smaller than the r-table (r = 0.361). Then, construct validity uses the factor analysis method for psychological, environmental, and practical variables by paying attention to the Kaiser-Mayer-Olkin Measure (KMO) value, which must be greater than 0.5, the significance of the Bartlett test, which must be less than 0.05 and the factor loading value which conditions must be greater than 0.5. As a result, most of the psychological, environmental, and practical variables show valid and reliable results. However, further consideration should be given to eliminating some items that do not meet the requirements. In conclusion, this validated questionnaire can be used to obtain additional information regarding factors influencing spontaneous reporting by pharmacists.
PENGARUH EFEKTIVITAS PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI TUBERKULOSIS (SITB) TERHADAP KETERSEDIAAN LOGISTIK PADA PUSKESMAS DI KABUPATEN JEMBER Suhaemi, Iim; Iim Suhaemi, Iim; Rahem, Abdul; Nita, Yunita
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Ibnu Sina
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jiis.v10i2.2576

Abstract

The Tuberculosis Information System (SITB) is a strategic platform for optimizing TB logistics management in primary health facilities, but its use is still not optimal. This study aims to analyze the effectiveness of SITB usage and its impact on the availability of TB logistics in community health centers in Jember Regency. This study used a cross-sectional design involving 30 community health centers from July to December 2024. Variables examined included technology, management, and organizational components affecting SITB system impact. The effectiveness of SITB was evaluated using the HOT (Human-Organization-Technology) - Fit model, the relationship between components is analyzed using the Spearman rank test. The results show, despite SITB implementation since 2020, logistics availability remained inequitable is still empthy beyond the standard in primary healthcare (> 4%), but Non- antituberculosis logistic have overstocked with an average availability of more than 5 months in quarterly periode (> 150%). Correlation analysis revealed that information quality and user satisfaction significantly influenced system impact (p < 0,05). In conclusion, SITB implementation has not ensured equitable TB logistics availability across community health centers in Jember Regency, where in the used of SITB, information quality and user satisfaction are key factors influencing system impact.
Analisis Hubungan Pendidikan Orang tua dengan Penggunaan Antibiotika pada Batuk Anak di Bulak Banteng Surabaya Nasywa Ekgi Cahyani; Adinda Siti Almirah Fatima; Alfiana Istighfarin; Ananda Indzar Kholilah; Dihan Asnafin Fadhila; Kevin Hermawan Hutahaean; Marensa Faradilla; Muhammad Rizky; Nadilah Sobrina Zakiroh; Nafi' Nur Hidayah; Putri Anggi Aprilia Marcelina; Silalahi, Zavirah; Yunita Nita
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 12 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v12i2.73775

Abstract

Batuk merupakan salah satu keluhan kesehatan yang dialami oleh anak dan menjadi alasan pemberian antibiotika, meskipun sebagian besar kasus batuk disebabkan oleh infeksi virus yang tidak memerlukan terapi antibiotika. Penggunaan antibiotika yang tidak tepat pada batuk anak dapat menyebabkan resistensi bakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan orang tua terhadap penggunaan antibiotika pada batuk anak. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah orang tua/wali yang memiliki anak berusia 5-13 tahun dan pernah atau sedang menggunakan antibiotika untuk batuk pada anak di Kelurahan Bulak Banteng, Surabaya. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sejumlah 120 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi digunakan dalam penelitian ini. Data tingkat pendidikan dan penggunaan dianalisis menggunakan Uji Korelasi Spearman. Mayoritas responden berusia 31-40 tahun, berpendidikan terakhir SD, dan tidak bekerja. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden memperoleh antibiotika dari jalur medis resmi namun masih ditemukan praktik penggunaan yang tidak tepat, yaitu sebanyak 53 (44,17%) tidak menghabiskan antibiotika; 14 (11,7%) pernah menggandakan dosis saat gejala tidak membaik; 36 (30%) mengurangi dosis; dan 37 (30,8%) pernah berbagi antibiotika dengan orang lain. Hasil Uji Spearman antara tingkat pendidikan dengan penggunaan antibiotika diperoleh nilai p = 0,395 (p > 0,05). Disimpulkan bahwa tingkat pendidikan orang tua tidak berpengaruh terhadap perilaku penggunaan antibiotika pada batuk anak di Kelurahan Bulak Banteng Surabaya sehingga diperlukan peningkatan edukasi rasionalitas penggunaan antibiotika di masyarakat.
Pengaruh Program Studi Kesehatan dan Nonkesehatan Mahasiswi terhadap Pengetahuan dan Penggunaan Jamu sebagai Pereda Dismenorea Ridzhan Mawasa; Marita Belia Putri; Virly Natalia; Anatasya Andini Setiawan; Dina Syauqina Hamid; Fauziyyah Labibah; Ihda Nuril Fitriani; Najmi MY. Tunggeng; Rosinta Dewi Anggraeni; Sapna Rizka Salsabila; Tyrzaurra Amalya Maharani; Yunita Nita
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 12 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v12i2.73794

Abstract

Jamu kunyit asam mengandung kurkumin yang berfungsi sebagai analgesik, antipiretik, dan antiinflamasi yang bisa digunakan untuk mengurangi rasa nyeri pada saat dismenorea. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh program studi kesehatan dan nonkesehatan terhadap pengetahuan dan penggunaan jamu sebagai pereda dismenorea pada mahasiswi Universitas Airlangga. Metode penelitian menggunakan desain observasional cross-sectional dengan teknik pengambilan sampel yaitu accidental sampling. Instrumen pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Jumlah responden 200 (100 kesehatan dan 100 nonkesehatan) mahasiswi S1 dari program studi kesehatan dan nonkesehatan. Survei dalam penelitian ini digunakan untuk mengumpulkan data mengenai pengetahuan tentang jamu dan  penggunaannya saat mengalami dismenorea. Dari penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna mengenai pengetahuan jamu sebagai pereda dismenorea pada mahasiswi program studi kesehatan dan nonkesehatan dengan p value 0,002. Namun, data dari penggunaan jamu sebagai pereda dismenorea menunjukkan mahasiswi program studi kesehatan dan nonkesehatan tidak memiliki perbedaan yang bermakna (p value 0,101). Kesimpulannya, mahasiswi dari bidang studi kesehatan memiliki tingkat pengetahuan tentang jamu yang lebih baik dibandingkan dengan mahasiswi dari bidang nonkesehatan. Namun, tidak ada pengaruh signifikan perbedaan bidang studi kesehatan dan nonkesehatan terhadap penggunaan jamu sebagai pereda dismenorea.
PERBERDAYAAN POSYANDU LANSIA UNTUK MENINGKATKANKUALITAS HIDUP LANSIA DI RW.07 KELURAHAN MAGERSARI KABUPATEN SIDOARJO Wijaya, I Nyoman; I Nyoman Wijaya; Abdul Rahem; Gusti Noorrizka V; Yuni Priyandani; Neny Purwitasari; Umi Athiyah; Andi Hermansyah; Yunita Nita; Ana Yuda; Arie Sulistyarini; Bambang Subakti Z
Jurnal Bakti untuk Negeri Vol 5 No 02 (2025): Jurnal Bakti Untuk Negeri
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/b3ywev37

Abstract

An elderly person is someone who has reached the age of 60 years and above. From a health perspective, the elderly will experience an aging process characterized by a decrease in physical endurance, making them susceptible to disease. Based on the problem of the elderly in Sidoarjo not understanding healthy lifestyles, how to manage medication has the potential to decrease the quality of life of the elderly. Therefore, it is necessary to empower the elderly through training to improve the quality of life of the elderly. This community service activity targets the category of Sustainable Development Goals (SDGs), namely SDGs 3, which is ensuring a healthy life and improving the welfare of all residents of all ages. The empowerment activity was carried out at the RW.07 Hall, Magersari Village, Sidoarjo District on Saturday, June 28, 2025. Attended by 90 elderly people. The activity began with morning exercise, providing material and demonstrations on making herbal medicine, providing material on infectious diseases (TB) and degenerative diseases (DM and hypertension), providing material on how to properly manage medication and ending with a post-test. The results of the activity showed that the elderly were very enthusiastic about participating in the entire series of activities. The increase in elderly knowledge was seen from the increase in post-test scores. The paired-sample statistical test results yielded a P-value of 0.000. This indicates a significant difference between the pre-test and post-test results. Participants' understanding improved both before and after the educational material was provided.
Co-Authors A. A. Rai Mas Feby Kumala Dewi Aanisah Nabiilah Abby Rahmat Kamaruzzaman Abdul Rahem Abdul Rahem Abdul Rahem, Abdul Achmad Ridwan Adinda Siti Almirah Fatima Aina Senja Yuliyani Aisyia Aisyia Ajeng Ambar Sari Alfadea Irbah Allizaputri Alfiana Istighfarin Alfira Maulidyah Rahmah Alisa Sari Nastiti Alvina Dewi Astuty Alysa Intan Santika Amanda, Natasya Noor Amelia Ghaisani Ana Yuda Ananda Indzar Kholilah Ananda, Yussi Anatasya Andini Setiawan Andi Hermansyah Andi Hermansyah Andika Fajar Fortuna Dhonny Kusuma Andreas Bayu Eka Wijayanto Andwynanda Bhadra Nareswari Andyko Ismareka Putra Angeline Tirza Galuh Palupi Anisa Maulidi Syavira Anisah Febrian Rahmawati Anita Nur Azizah Annisa Febriani Putri Aprilia Purwita Arie Sulistyarini As Sulton, Alfiansyah Maulana Aswarliansyah Athaya Bella Azzahrya Ayu Dewi Sartika Ayu Larasati Azza Maulidia El Java Azzalin Devariany Mufidah Bambang Subakti Z Bella Rizkia Dianita Byandra, Naila Cordellia Calista Amelia Devinta Julian Tupenalay Devita Ivana Putri Dewi Fatima Auzianingrum Muntari Diah Ayu Wakita Trimanda Diajeng Putri Kinanti Diamita, Bernardina Dian Parwati Dihan Asnafin Fadhila Dina Syauqina Hamid Dinara Fathya Rahma P Ditha Carolina Emanuella Dwi Rekno Ningrum Dyandra Anjani Putri Elian Haris Darmawan Elida Zairina Elsa Ananda Setya Budi Farhan Athallah Rafif Fauziyyah Labibah Febria Tri Erliana Firdaus, Favian Rafif Firman Wahyudi Friesca Surya Nurhaidah Gamar, Fahmi Haitsami Ibnu Gesnita Nugraheni Gusti Noorrizka V Gusti Noorrizka Veronika Ahmad Hamidah, Nabilah Nur Hana Sofiana Maghfira Hasna, Safina Hanifa Helmy Kurniawan Hermansyah, Andi I NYOMAN WIJAYA Ihda Nuril Fitriani Iim Suhaemi, Iim Ike Septi Marinda Indah Pratiwi Aryani Ira Puspitasari Izzatu Al Hanifiyah Jamhari Jamhari Jessica Febe Prawadi Kambarwati Nur Shofa Kevin Hermawan Hutahaean Khintan Rizky Fadhila Kresnamurti, Angelica Kristiani, Ananda Dwi Laras, Kirana Sekar Lestiono Lestiono Lestiono Lestiono Libriansyah Libriansyah Libriansyah Libriansyah Libriansyah Lichijati Lichijati Luthfia Hany Primadani M Aqbil Izzul Haq Mahanggi, Oktarina Maldini, Cindy Andrifo Marensa Faradilla Mareta Rindang Andarsari Marita Belia Putri Mochammad Haris Firdaus Mufarrihah, Mufarrihah Muhammad Noor Diansyah Muhammad Rizky Muhammad Thariq Nadhafi Muhammad Zaesal Rizki Muzaffar Musdar, Tamzil Azizi Nada Aprilliya Nadhira Mileni Tsalitsia Nadilah Sobrina Zakiroh Nafi' Nur Hidayah Nafisah Putri Syaharani Najmi MY. Tunggeng Nasywa Ekgi Cahyani Neva Safitri Salsabila Ni Putu Widya Sriastuti Noer Aqiel Natsier Noor Baihaqi, Reihan Ananta Noorrizka, Gusti Nursanti Arya Pratiwi Oktarina Mahanggi Pratiwi, Kusma Ayu Purwitasari, Neny Putri Amelia Rooswita Putri Anggi Aprilia Marcelina Putri, Fida Roesdiana Putri, Sonia Anggitha Rahmadi Wahyu Bowolaksono Rahmawati, Diana Aulia Ridka Aulia Santi Ridzhan Mawasa Rini Ayu Agustin Riza Alfian Rizdamaya Lintang Herfadanti Rosinta Dewi Anggraeni Rossika Rachmafebri Salsabila Khairunnisa Salsabilla Madudari Kasatu Sapna Rizka Salsabila Sari, Febrina Kurnia Seisye Junita Miru SETIAWAN, Catur Dian Setyawan, Rr. Elmira Shafira Dwita Anugrah Sidiq, Kadavi Arafat Silalahi, Zavirah Sinta Wahyu Nur Muthi Sinta Wulandari Siti Sarah Suhaemi, Iim Sulistiya Ningsih Sylvia Annisa Mahardiani Talitha Danendra Putri Tasya Mahira Salsabila Theresia Florida Damayanti Tri Wahyudi Tsabita, Irdandia Maitsa Tyrzaurra Amalya Maharani Umi Athiyah Umi Athiyah Via Qurrota A’yun Vidya Annisa Pebriastika Virly Natalia Virnanda Syafira Hartatiningrum Wahyuningtyas, Afifah Rahma Wahyuri Wahyuri Wardhani, Dewanti Wijaya, Aurellia Chance Wikanti Sunaringtyas Wiwin Dwi Rahmadani Tukloy Yuni Priyandani Yuniar Gusrianti Azzahra Za'im Hanif Al Fathoni Zahrani, Nafisah Zakiyya, Reyhana Rona