Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENGENALAN RANGKAIAN LISTRIK SEDERHANA UNTUK MENUMBUHKAN BAKAT DAN KREATIFITAS SISWA SD PADA ILMU KELISTRIKAN Ni Made Seniari; Ida Ayu Sri Adnyani; Supriyatna Supriyatna; I.B. Fery Citarsa; I Made Ginarsa; Bagus Widhi Dharma
Jurnal Bakti Nusa Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL BAKTI NUSA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/baktinusa.v3i1.47

Abstract

Anak terlahir dengan kemampuan atau kecerdasan yang tinggi. Tumbuh kembang anak akan maksimal apabila didukung oleh gizi, lingkungan, pendidikan yang berkualitas,  dan peranan orang tua dalam membimbing anak mereka.  Perkembangan kecerdasan dan keterampilan anak perlu di gali agar berfungsi dan berkembang dengan maksimal.  Untuk itu seorang anak perlu diberi  pendidikan secara akademis dan di ikuti dengan kegiatan-kegiatan praktek, yang bersifat kreatif secara berkesinambungan. Khusus untuk meningkatkan bakat, kemampuan dan kreatifitas siswa di bidang ilmu teknik elektro, siswa diberikan teori ilmu rangkaian listrik sederhana yang terhubung secara seri dan pararel. Selanjutnya teori tersebut dipraktekkan oleh siswa dengan sumber batrei dan beban lampu bolham.  Siswa mengamati dan menganalisis perbedaan rangkaian seri dan pararel. Untuk analisa setiap rangkaian, siswa akan kembali dengan teori-teori yang telah didapat. Siswa menjadi lebih cerdas, semakin kreatif dan bersemangat. Terbukti dari hasil karya rangkaian instalsi listrik yang sederhana dalam papan modul yang dilengkapi dengan saklar-saklar.
Pengenalan Rangkaian Listrik Sederhana Di SDN 26 Ampenan Mataram Ni Made Seniari; Bagus Widhi Dharma; I Made Ginarsa; Supriyatna Supriyatna; Ida Ayu Sri Adnyani; I Made Budi Suksmadana
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol 4, No 1 (2022): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1309.335 KB)

Abstract

Siswa Sekolah Dasar memerlukan sistem pembelajaran dengan alat peragaan dan memperaktekkan langsung teori-teori pembelajaran.  Pemakaian alat peragaan dan berpraktek bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, belajar berlogika  dan meningkatkan ingatan siswa tentang materi pembelajaran. Penyediaan alat peraga dan bahan bereperaktek terkadang terabaikan oleh pihak sekolah. Mewujudkan pembelajaran dengan peragaan dan berpraktek dilaksanakan di SDN 26 Ampenan Mataram. Pembelajaran diawali dengan memperkenalkan alat, fungsi  komponen-komponen, serta cara-cara membuat rangkaian listrik DC. Selanjutnya siswa diajak berdiskusi dan diberikan komponen-komponen rangkain, papan module  sebagai tempat membuat rangkaian. Rangkaian listrik dibuat secara berkelompok  dengan anggota 5 orang.  Rangkaian listrik dilanjutkan dibuat saat  pelajaran IPA minggu berikutnya. Dua minggu berikutnya siswa SDN 26 dapat menunjukkankan hasil rangkaian dan mempresentasikannya  dengan indikator lampu DC bisa menyala. Pembelajaran dengan peragaan dan berpraktek sangat efektif diterapkan pada siswa SD, dan menunjukkan hasil  kearah kemajuan sistem pembelajaran. Pihak guru dan pengelola sekolah sangat mendukung dan merasa terbantu  dengan kegiatan PKM ini.
Pengenalan Instalasi Petir Pada Gedung Di SMAN 8 Mataram Ni Made Seniari; Supriyatna Supriyatna Supriyatna; Sabar Nababan Nababan; Ida Ayu Sri Adnyani; Abdul Natsir Natsir
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol 3, No 2 (2021): Oktober, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2222.375 KB)

Abstract

Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA)  perlu di berikan keterampilan tambahan di luar kurikulum,  yang  nantinya dapat di gunakan sebagi keahlian membuka lapangan kerja mandiri. Siswa SMA sangat penting dibekali  keterampilan instalasi penangkal petir dan dasar-dasar hukumnya.  Generasi muda selain paham teori, memiliki pengetahuan dan keterampilan, juga harus memahami  dasar-dasar hukum dan peraturan pemerintah yang mewadahi.  Siswa akan mampu mengembangkan keahlian  dan keterampilannya secara mandiri dengan bekal pelatihan ini.  Siswa diberi ceramah tentang  landasan teori beserta dasar hukum, cara memperagakan peralatan instalasi, dan cara menentukan kebutuhan bahan instalasi, berdasarkan bentuk dan ukuran bangunan.  Siswa SMAN  8 mendapat pengalaman, pengetahuan dan ketrampilan  yang sangat penting yang tidak tercantum dalam kurikulum.. Pelatihan ini menambah keterampilan dan wawasan siswa,  memberikan motivasi dan semangat kemandirian siswa untuk membuka lapangna kerja mandiri. .
Penerapan Penjejak Titik Daya Maksimum Pada Plts Skala Kecil di SMK Negeri 1 Pringgabaya Jurnal Pepadu; Abdul Natsir; Supriyatna Supriyatna; Ida Ayu Sri Adnyani; Ni Made Seniari; Sabar Nababan; Rosmaliati Rosmaliati
Jurnal Pepadu Vol 2 No 1 (2021): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v2i1.2160

Abstract

ABTRAKDalam kebijakan energi nasional, pemerintah terus berkomitmen untuk melakukan pengembangan danmeningkatkan pemanfaatan pembangkit energi terbarukan hingga 23 persen pada tahun 2025. Saat ini,potensi energi terbarukan di Indonesia belum dimanfaatkan dengan optimal. Hal ini terlihat dari potensienergi terbarukan Indonesia mencapai kira-kira 400 GW, yang terealisasi pemanfaatannya hanya 32 GWatau sekitar 8 % di akhir tahun 2019. Kontroler pengisi surya atau solar charge controller (SCC)merupakan komponen elektronik daya yang digunakan di PLTS untuk mengatur pengisian bateraidengan menggunakan modul fotovoltaik (PV) agar menjadi lebih optimal. Penjejak titik dayamaksimum atau Maximum Power Point Tracking (MPPT) adalah sebuah algoritma atau teknik yangdigunakan oleh kontroler pengisi untuk melacak dan mendapatkan nilai daya maksimum dari modul PVdalam kondisi tertentu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk merancang danmenerapkan MPPT pada kontroler pengisi PLTS yang berlokasi di SMKN 1 Pringgabaya. Hasilpengujian dan pengukuran data menunjukkan bahwa daya keluaran yang dihasilkan modul PV yangmenggunakan MPPT relatif lebih besar jika dibandingkan dengan daya yang dihasilkan modul PV tanpamenggunakan MPPT. Hasil pengukuran tertinggi ditunjukkan pada kondisi intensitas radiasi suryasebesar 704,4 Watt/m2, modul PV dengan menggunakan MPPT dan tanpa MPPT yang masing-masingmenghasilkan daya sebesar 52,60 Wp dan 38,04 Wp.
PERAGAAN METODE SUPERPOSISI DALAM ANALISIS RANGKAIAN LISTRIK UNTUK SISWA SMAN 5 MATARAM Jurnal Pepadu; Ni Made Seniari; Supriyatna Supriyatna; Abdul Natsir; Ida Ayu Sri Adnyani; Sabar Nababan
Jurnal Pepadu Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Pepadu
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v4i2.2281

Abstract

Sekolah Menengah Atas Negeri 5 Mataram terletak di jalan Udayana No. 2A, Kecamatan Selaparang, Mataram.Sekolah ini berdiri sejak tahun 1992 dan menjadi salah satu sekolah berprestasi di NTB. Prestasi ini terbukti dari banyaknya alumni yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri ternama di Indonesia. Alumni di terima di Perguruan tinggi negeri melalui jalur seleksi nasional dan seleksi bersama masuk perguruan tingi negeri. Jalur seleksi nasional yang dinilai adalah raport siswa pada lima mata pelajaran. Untuk jalur seleksi bersama masuk perguruan tinggi nasional adalah nilai hasil test. Untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi sekolah perlu partisipasi dan peran aktif dari masyarakat umum, pemerintah dan lembaga terkait. Universitas Mataram sebagai lembaga pendidikan di Mataram ikut berperan aktif meningkatkan prestasi sekolah dengan sharing pengetahuan dengan menggunakan module peraga. Sharing pengetahuan mengangkat materi analisa rangkaian listrik, menggunakan metode superposisi,yang tercakup dalam mata pelajaran Fisika. Module peraga dapat mempercepat dan pemerataan pemahaman siswa terhadap kasus rangkaian listrik. Selanjutnya siswa berlatihan dengan mengambil kasus rangkaian listrik yang terdiri dari dua buah sumber arus, dua buah sumber tegangan dengan posisi sumber bervariasi. Soal-soal latihan dikerjakan secara berkelompok dengan teman sebangkunya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa sangat aktif dalam berlatih soal-soal dengan kasus yang bervariasi. Mereka semakin paham dengan elemen-elemen yang terrangkaian secara seri maupun secara pararel. Dari 32 siswa yang mengikuti kegiatan, sebagian besar bisa menganalisa kasus dengan lancar. Simulasi rangkaian dapat dikerjakan dengan baik. Indikator secara kuantitatif kemajuan siswa setelah pelaksanaan kegiatan meningkat 84,37 %, diambil dari hasil kuisioner sebelum dan setelah kegiatan.
BIMBINGAN MERANGKAI LAMPU DENGAN SUMBER LISTRIK DC UNTUK SISWA SDN 20 CAKRANEGARA MATARAM Jurnal Pepadu; Ni Made Seniari; Supriyatna Supriyatna; A. Natsir; L. A. S. Adnyani; S. Nababan; Bagus Widhi Dharma S.
Jurnal Pepadu Vol 3 No 1 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v3i1.2298

Abstract

Siswa Sekolah Dasar di masa pandemi Covid 19 mengalami kejenuhan secara psikologi. Mereka jarang bertemu dengan teman-temannya, karena siswa belajar dari rumah masing-masing secara on line, dan bahkan belajar ke sekolah separuh jumlah siswa secara bergilir. Untuk itu team pengabdian kepada masyarakat Universitas Mataram mengajak siswa SDN 20 Cakranegara memulai beraktifitas normal di sekolah, dengan cara belajar sambil bermain yang menyenangkan. Melalui praktek membuat rangkaian lampu dari sumber listrik DC, dirangkai secara seri, pararel maupun kombinasi seri-pararel. Rangkaian listrik dibuat dalam papan module secara berkelompok. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas VI sebanyak 25 orang yang terbagi menjadi 5 kelompok, dan 2 orag guru pendamping. Siswa diberikan keleluasaan berkreatifitas, mengkombinasikan jumlah baterei, jumlah lampu, dan mengkombinasikan rangkaian lampu seri-pararel. Hasil rangkaian ada yang lampunya berhasil menyala dengan terang, menyala redup dan bahkan tidak bisa menyala sama sekali. Hasil rangkaian dikomentari oleh siswa dengan alasan yang berbeda. Team pembimbing selanjutnya memberi pengarahan mengenani kondisi lampu hasil rangkaian. Kegiatan berlangsung dengan lancar, siswa berkegiatan dengan senang hati dan semangat.
PELATIHAN SOFTWARE AUTOCAD UNTUK DESAIN INSTALASI LISTRIK PADA SISWA SMK Jurnal Pepadu; Ni Made Seniari; Supriyatna Supriyatna; A. Natsir; I. A. S. Adnyani; S. Nababan; Bagus Widhi Dharma S.
Jurnal Pepadu Vol 3 No 2 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v3i2.2478

Abstract

Desain istalasi listrik pada suatu bangunan umumnya merupakan satu paket dengan desain bangunan tersebut. Siswa Sekolah Menengah Kejuruan yang dipersiapkan untuk terjun pada dunia kerja sangat perlu memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja dan sesuai kemajuan teknologi. Untuk itu diberi pelatihan software AutoCad kepada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Islam Raudlatul Husna. Sekolah ini terletak di Desa Mertak Tombok, Praya, Lombok Tengah. Berdiri tahun 2020 dan memiliki satu jurusan, yaitu Desain Komunikasi Visual, Software Autocad dapat digunakan untuk desain bangunan beserta desanin electrical mecanikal bangunan tersebut./ Pelatihan diawali dengan memperkenalkan penggunaan dan pengoperasian software Autocad, dilanjutkan dengan desain denah bangunan sederhana. Siswa juga diperkenalkan dengan konsep-konsep rangkaian instalasi listrik. Desain instalasi listrik diaplikasikan pada desain bangunan tersebut menggunakan software AutoCad. Pelaksanaan pelatihan selain ada tutor, masing-masing kelompok didampingi oleh team PKM. Dari 7 kelompok peserta, 4 kelompok bisa mengikuti dan memperaktekkan dengan lancar desain rumah sederhana beserta instalasi listrik. Penguasaan peserta sampai desain rumah sederhana dapat dilakukan oleh 3 kelompok. Secara kuantitatif pelatihan ini dapat meningkatkan wawasan, pengetahuan dan keterampilan siswa sebesar 77,15 %. Ditinjau secara berkelompok, 71,4 % siswa dapat mengoperasikan software AutoCad sampai module 2, dan 42,85 % siswa mampu sampai module 3. Kegiatan pelatihan ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan siswa, yang perlu ditindak lanjuti dengan berlatih secara terus menerus.
SISTEM PROTEKSI PETIR PADA GEDUNG UNTUK MEMINIMALISIR KERUGIAN DI SMKN 3 MATARAM Ni Made Seniari; Supriyatna Supriyatna; Abdul Natsir; Ida Ayu Sri Adnyani; Sabar Nababan; I Made Ginarsa; Bagus Widhi Dharma S
Jurnal Abdi Insani Vol 10 No 4 (2023): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v10i4.1021

Abstract

Indonesia, being a tropical country, experiences more than 200 lightning strikes per year per square kilometer. The dangers associated with lightning currents cannot be completely eliminated. Therefore, it is crucial to make efforts to minimize losses caused by lightning strikes by installing both external and internal lightning protection systems. The impact of a lightning strike can cause harm to buildings, electronic equipment, and even pose a threat to the lives of living beings in and around the affected area. To safeguard buildings and protect lives from the dangers of lightning strikes, the installation of an external and internal lightning protection system is essential. In order to raise awareness about the importance of lightning protection systems, a socialization program was organized specifically for Vocational High School students majoring in building and electricity. This initiative is significant as Vocational High School graduates often enter the workforce directly. By integrating the concepts of building planning and electricity with lightning protection systems, it is hoped that Vocational High School students will begin to learn and apply these principles effectively. During the socialization program, the participants were familiarized with Law No. 28 of 2002 and Government Regulation No. 36 of 2005, which are both essential components of building planning. By incorporating these regulations into their understanding of lightning protection systems, the students gained valuable knowledge and skills. A total of 44 vocational students participated in this program, and their progress in terms of understanding and knowledge increased by 70.837%. This socialization activity holds great potential in minimizing losses caused by lightning strikes.
ELECTRIC VEHICLE (EV) POWER CONSUMPTION (BATTERY) ON UPHILL ROAD CONDITIONS Suksmadana, I Made Budi; Satiawan, I Nyoman Wahyu; Wiryajati, I Ketut; Warindi, Warindi; Supriyatna, Supriyatna; Supriono, Supriono; Citarsa, Ida Bagus Fery
DIELEKTRIKA Vol 10 No 1 (2023): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/dielektrika.v10i1.325

Abstract

Electrical Vehicle (EV) has been developing since the mid-18th century and reached its peak at the end of the 18th century. Dwindling fuel reserves and environmental damage caused by exhaust emissions from millions of fossil-fuel vehicles are the driving factors for the development of electric cars, technological developments in the battery sector have also contributed to the development of electric cars. One of the important components in an electric car is the battery which will provide resources to the system, so determining the capacity and knowing the performance of the battery used is very important. To find out the battery performance, the model can be made using MATLAB/SIMULINK. The model built consists of electric (DC motor, control and battery) and mechanical (transmission, wheels, brakes and body) parts. Of the models made for speeds of 35, 40, and 45 kmph on level ground, the distances that can be covered are 2,292, 2,597, and 2,899 m, while the remaining battery capacity (SoC, %) is 92.93%, 91.16%, and 89.17%. This is proportional to the distance traveled which also proves that the model made is appropriate. Uphill roads affect the use of battery capacity, the greater the angle of incline, the greater the battery capacity used.
Pemetaan Potensi Energi Surya Berbasis Global Solar Atlas di Fakultas Teknik Universitas Mataram Supriyatna, Supriyatna
DIELEKTRIKA Vol 11 No 2 (2024): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/dielektrika.v11i2.385

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi energi terbarukan yang besar berkisar antara 4,5 – 5,5 kWh/m2 per hari. Oleh karena Indonesia berada pada garis khatulistiwa. Potensi energi ini sangat berpeluang penerapan sistem PV off-grid maupun microgrid. Global solar atlas adalah aplikasi gratis berbasis web dikembangkan membantu pembuat kebijakan, perencana, dan investor mengidentifikasi daerah-daerah intensitas radiasi surya untuk pembangkit listrik tenaga surya secara virtual di manapun di dunia. Titik koordinat pengukuran iradisi di Halaman Fakultas Teknik Unram menggunakan Solar Power Meter (SPM) pada koordinat -8,5880530, 116,0976210. Gambaran posisi pengukuran sudut azimuth 00 kemiringan panel surya 120 iradiasi global optimum 1930,2 kW/m2. Potensi PLTS rooftop Fakultas Teknik Unram, total panel PV berpotensi dipasang pada rooftop sebanyak 2.283 buah (300 Wp perpanel PV), berdaya total panel PV 684.900 Wp atau 684,9 kWp. Total energi terpotensi dibangkitkan dari keseluruhan panel PV Arah Utara dan Selatan sebesar 882,9 MWh/tahun