Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengembangan Katalog Tumbuhan Berbasis Qr-Code Melalui Aplikasi Mobile Learning Audio Di Kampus UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Sebagai Sumber Belajar Suraida, Suraida; Nuraida, Nining; Susanti, Try
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/diklabio.9.1.99-110

Abstract

Katalog merupakan suatu daftar yang terurut yang berisi informasi tertentu dari benda atau barang, katalog berfungsi sebagai sarana menyampaikan informasi atau menemukan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis tumbuhan yang ada dilingkungan kampus Mendalo UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi yang dapat diakses menggunakan mobile learning audio berbasis quick response (qr)-code sehingga dapat diakses dengan mudah oleh mahasiswa untuk pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Agustus sampai Oktober 2024. Metode penelitian adalah pengembangan atau Research and Development. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE. Model pengembangan ADDIE terdiri dari lima tahapan, yaitu analisis (analysis), desain (design), pengembangan (development), implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation). Hasil penelitian yang dilakukan di lingkungan kampus UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi telah teridentifikasi 2 kelas, 17 bangsa, 25 suku, 40 jenis tumbuhan. Katalog tumbuhan disematkan qr-code yang di-scan menggunakan mobile learning audio yang akan menampilkan informasi tumbuhan. Katalog yang dibuat telah divalidasi berdasarkan perhitungan Research and Development didapatkan hasil validasi ahli media dengan persentase 86,5% sangat valid, validasi ahli materi dengan persentase 90% sangat valid, validasi dosen pengampu 86,42% sangat valid. Uji keterbacaan media 95,33% sangat layak, sehingga dapat produk mudah digunakan. Hasil penelitian digunakan pada mata kuliah Taksonomi Tumbuhan menyajikan data mengenai jenis tumbuhan, klasifikasi dan morfologi serta manfaat tumbuhan. Hasil validasi katalog tumbuhan menunjukkan hasil yang berada pada kategori sangat layak untuk digunakan.
Pengetahuan Lokal Suku Anak Dalam Mengenai Pemanfaatan Tumbuhan yang Berkhasiat Obat di Kawasan Nasional Bukit Dua Belas Sarolangun : Local knowledge of suku anak dalam about the utilization of medical plants in Bukit Dua Belas Sarolangun Nasional Park Area Susanti, Try; Suraida, Suraida; Natalia, Desfaur; Ningsih, Tri
Biospecies Vol. 16 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v16i2.26629

Abstract

Orang Rimba (Suku Anak Dalam) has an excellent knowledge of medicine. They are able to distinguish between poisonous plants including processing them. The purpose of this research is to find out the Species of medicinal plants, part of the plants used and how to process the plants by the Anak Dalam Tribe. This research is a qualitative descriptive research. Data is taken through semi-structured interviews, participatory observations and documentation. From the results of research obtained 48 Species of medicinal plants. Of the 48 Species, 12 Species are utilized for fever medicine, 11 Species for skin medicine, 8 Species for stomach pain / digestive problems, 8 Species for birthing drugs, 1 Species of toothache medicine, 1 Species of canker sores, 1 Species of appetite enhancer drugs, 2 Species of cough medicine, 1 Species of flu medicine and 1 Species of malaria medicine. Parts of plants that are often used for medicine are leaves. Processing the plant into an average medicine by boiling and drinking boiled water plants. Keywords: Suku Anak Dalam, Local knowledge, medical plants   Abstrak Orang Rimba (Suku Anak Dalam) memiliki pengetahuan obat-obatan yang sangat baik. Mereka mampu membedakan tumbuhan beracun termasuk mengolahnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis tumbuhan obat, bagian dari tumbuhan yang dimanfaatkan dan cara pengolahanny tumbuhan tersebut oleh Suku Anak Dalam. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data diambil melalui wawancara semi terstruktur, observasi partisipatif dan dokumentasi. Dari hasil peneitian didapatkan 48 jenis tanaman obat. Dari 48 jenis tersebut,12 jenis dimanfaatkan untuk obat demam, 11 jenis untuk obat kulit, 8 jenis untuk obat sakit perut/masalah pencernaan, 8 jenis untuk obat proses melahirkan, 1 jenis obat sakit gigi, 1 jenis obat sariawan, 1 jenis obat penambah nafsu makan, 2 jenis obat batuk, 1 jenis obat flu dan 1 jenis obat malaria. Bagian tanaman yang sering dimanfaatkan untuk obat yaitu daun. Pengolahan tanaman tersebut menjadi obat rata-rata dengan cara direbus dan diminum air rebusan tanaman tersebut. Kata Kunci: Suku Anak Dalam, Pengetahuan lokal, Tumbuhan obat
Developing an Environmental Literacy-Based E-Booklet on Environmental Changes for 10th-Grade Biology Students Azmi, Ulil; Suraida, Suraida; Sari, Defita Permata; Zamani, Fadli Emsa
International Journal of Learning Media on Natural Science (IJLENS) Vol. 2 No. `2 (2025): August (2025)
Publisher : CV. Generasi Intelektual Digital (GEN ID)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biology learning resources are still largely dominated by thick textbooks that tend to be less engaging, often causing students to feel bored and struggle with understanding the material. This study employed a Research and Development (R&D) design based on the ADDIE model (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate), but was limited to the Analyze, Design, and Development phases. The purpose of the research was to develop and evaluate the validity and practicality of an environmental literacy-based e-booklet on the topic of environmental changes for 10th-grade students at SMA Islam Al Falah Kota Jambi. Participants consisted of three expert validators, one biology teacher, and 30 students. Data were collected through validation sheets and teacher–student questionnaires. The results indicated an average validation score of 98.82% (very valid) and a practicality score of 92.02% (highly practical). These findings suggest that the developed e-booklet is an appropriate biology learning resource with the potential to enhance students’ environmental awareness, although further testing is needed to evaluate its impact on learning outcomes.
KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTHOS SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS AIR DI DANAU SIPIN KOTA JAMBI Suraida, Suraida; Syefrinando, Boby; Alfian, Alfian
Biospecies Vol. 14 No. 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v14i2.14816

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari spesies penyusun makrozoobenthos, tingkat keanekaragaman jenis, dan mengetahui kualitas air di Danau Sipin Kota Jambi. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan penempatan stasiun dilakukan secara “Purposive Random Sampling”. Hasil penelitian didapatkan bahwa tidak ditemukan kehadiran spesies makrozoobenthos di stasiun pengamatan yang diartikan hasilnya adalah 0 (nol). Dengan analisis lebih lanjut bahwa indeks keanekaragaman jenis makrozoobenthos adalah 0 (nol) yang memiliki arti bahwa H’ < 1 maka keanekaragaman jenis tergolong rendah, produktivitas sangat rendah sebagai indikasi adanya tekanan yang berat dan ekosistem yang tidak stabil. Indeks Keseragaman (E) memiliki hasil nilai 0<E≤0,5 maka komunitas tertekan keseragaman rendah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kehadiran yang nihil menunjukkan bahwa keanekaragaman rendah, produktivitas sangat rendah sebagai indikasi adanya tekanan yang berat dan ekosistem tidak stabil. Akibat dari komunitas yang tertekan menyebabkan keseragaman rendah dan dominansi rendah. Berdasarkan hasil indeks keanekaragaman makrozoobenthos yang < 1,0 dan faktor lingkungan maka diindikasikan bahwa kualitas air Danau Sipin Kota Jambi dalam standar klasifikasi tingkat pencemaran tergolong berat/tinggi yang hanya layak dimanfaatkan sebagai penyedia air untuk pertamanan, atau usaha perkotaan atau usaha lain yang sesuai dengan persyaratan mutu air golongan IV.