Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pendampingan Pembuatan Desain Experiential Education dan Design Thinking untuk Mendukung Kegiatan Wisata Walking Tour Desa Wisata Mulur, Sukoharjo Kuswaji Dwi Priyono; Wisnu Setiawan; Dwi Linna Suswardany
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Mulur memiliki kekuatan dalam infrastruktur, pertanian, UMKM, dan kelembagaan seperti BUMDes dan PKK. Dengan lahan pertanian yang luas yang dikelilingi oleh sungai serta adanya Waduk Mulur sebagai ikon, desa ini akan mengembangkan wisata alam, budaya, petualangan, dan olahraga. Pembangunan pariwisata berbasis pertanian menjadi langkah tepat untuk mengembangkan potensi wisata alam dan atraksi desa, dengan konsep Agroeduwisata yang berfokus pada tata kelola berbasis masyarakat (Community Based Tourism). Salah satu masalah yang dihadapi oleh mahasiswa KKNMAs dari 5 PTMA di Desa Wisata Mulur adalah pemahaman yang bervariasi tentang design thinking, yang merupakan pendekatan penting dalam merancang produk wisata seperti walking tour. Mahasiswa yang berasal dari berbagai program studi memiliki latar belakang yang berbeda dalam design thinking, sehingga menyebabkan kebingungan dalam mengelola waktu dan mencapai output yang diharapkan. Di sisi lain, pengelola KKN dan BUMDes di Desa Wisata Mulur juga menghadapi kesulitan dalam mendampingi mahasiswa secara terarah dan mandiri. Pengabdian Masyarakat (PkM) ini bermaksud membuat panduan desain instruksional yang jelas untuk mengkombinasikan keahlian mereka dalam mendesain produk wisata dengan pelatihan yang diperlukan bagi mahasiswa dan masyarakat umumnya. Metode yang digunakan dalam capaian program PkM dengan kolaborasi gagasan DPL PTMA bersama BUMDes Desa Mulur. Hasil PkM ini berupa panduan yang komprehensif dan terintegrasi untuk kegiatan KKNMAs diharapkan dapat meningkatkan efektivitas program dan memastikan bahwa mahasiswa dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi pembangunan desa, terutama dalam pengembangan produk pendamping wisata Desa Mulur. Luaran Wajib PkM ini adalah naskah publikasi pada Seminar Nasional Urecol di UM Kudus, Video Youtube Kegiatan, dan Publikasi pada Media Massa Online, sedangkan Luaran Tambahan berupa Naskah Artikel pada Jurnal Abdimas Geomedisains UMS.
PEMBERIAN EDUKASI STUNTING DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN TEPUNG LELE BAGI KADER POSYANDU DI PACITAN, JAWA TIMUR Kusuma Estu Werdani; Dwi Linna Suswardany; Fitriana Mustikaningrum
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.25791

Abstract

Abstrak: Kader posyandu memiliki peran yang sangat penting dalam upaya pencegahan stunting. Adanya potensi kandungan gizi dalam ikan lele yang kaya protein dan dapat diolah menjadi berbagai macam makanan, perlu dikenalkan kepada kader posyandu. Selain itu, edukasi secara rutin dan komprehensif kepada kader posyandu sangat terbatas untuk diselenggarakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang stunting dan pelatihan pembuatan tepung lele bagi kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Pacitan. Metode PkM yang digunakan adalah ceramah dengan menggunakan media visual. Peserta kegiatan PkM ini adalah kader posyandu aktif dari tiga desa (Mentoro, Menadi, Purworejo) sebanyak 64 orang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kader posyandu tertarik dengan proses pembuatan dan hasil olahan tepung lele yang dapat dijadikan sebagai variasi makanan tambahan (PMT) bagi balita. Sistem evaluasi menggunakan pre-test dan post-test dengan metode angket. Hasil analisis statistik pengukuran pengetahuan kader posyandu sebelum dan sesudah diberikan edukasi menunjukkan hasil yang signifikan (p-value= <0,0001) dengan peningkatan rerata pengetahuan dari 79,61 menjadi 88,44. Rekomendasi diberikan kepada bidan desa dan puskesmas untuk memberikan edukasi dan pendampingan dalam penanganan stunting, terutama keterampilan dalam pembuatan makanan tambahan (PMT) bagi kelompok berisiko stunting.Abstract: The integrated post-service (called 'posyandu') cadres have a significant role in efforts to prevent stunting. The potential nutritional content of catfish, which is rich in protein and can be processed into various types of food, must be introduced to the posyandu cadres. In addition, routine and comprehensive education for posyandu cadres is minimal. This community service (PkM) activity aims to provide education about stunting and training in making catfish flour for posyandu cadres in the Pacitan Health Center work area. The PkM method used is a lecture using visual media. The activity results showed that posyandu cadres were interested in making and processing catfish flour, which can be used as a variation of additional food (PMT) for toddlers. The statistical analysis results of the measurement of posyandu cadre knowledge before and after being given education showed significant results (p-value = <0.0001) with an increase in average knowledge from 79.61 to 88.44. Recommendations are given to village midwives and health centers to provide education and assistance in handling stunting, especially skills in making additional food (PMT) for groups at risk of stunting.
Upaya Peningkatan ABJ dengan PSN Serentak, Pendampingan dan Pemeriksaan Jentik di Dusun 2 Desa Karakan Hendri Dika Leo Permana; Ershela Putri Arnanda; Adelia Saputri; Ayu Rusdiana Dewi; Sandiva Budi Normalia; Rezha Kharisma Putri; Ramadani Nur Laili; Luthfi An Nisa Novitasari; Azfikar Nur Azhar; Eni Fauziana; Dwi Linna Suswardany
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Di wilayah Kabupaten Sukoharjo tahun 2019, Angka Bebas Jentik (ABJ) pada bulan Januari - Juli sebesar 83,00%, masih di bawah target Nasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan Angka Bebas Jentik dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk Serentak, Pendampingan dan Pemeriksaan Jentik di Dusun 2 Desa Karakan. Metode, penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode proporsional random sampling dengan populasi seluruh Masyarakat di Dusun 2 Karakan, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo yang terdiri dari 360 KK yang terdiri dari 4 RW dan 9 RT. Hasil Penelitian, hasil diketahui bahwa berdasarkan hasil pelaksanaan PSN Serentak ada peningkatan Angka Bebas Jentik (ABJ) dan masyarakat hanya fokus pada upaya pemberantasan nyamuk dengan fogging. Kesimpulan, kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 4M PLUS dapat meningkatkan Angka Bebas Jentik Demam Berdarah Dengue (ABJ-DBD).
Strategi Pemberantasan Nyamuk Aedes aegypti melalui Penyuluhan DBD dan Pembuatan Ovitrap di Dusun 3 Desa Tegalsari, Weru, Sukoharjo Ahmad Rijani; Ameilia Nurhadiyastuti; Salma Chintana Putri; Najma Thaula Sari Dewi; Ilma Khoirunissa; Siska Oktaviani Pratiwi; Isnaini Anjar Pangestuti; Puspita Intan Pratiwi; Sri Utami; Dwi Linna Suswardany
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, salah satunya di Dusun 3 Desa Tegalsari, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo. Dalam survei mawas diri mahasiswa menemukan beberapa rumah warga positif jentik dan untuk kebersihan lingkungan masih kurang. Meskipun demikian tingkat pemahaman masyarakat tentang DBD sudah sangat bagus. Tujuan dari program Praktik Belajar Lapangan (PBL) 1 adalah untuk menyelesaikan permasalahan kesehatan yang ada pada lingkungan Dusun 3 Desa Tegalsari, Kecamatan Weru dengan melakukan penyuluhan, pelatihan pembuatan ovitrap dan pembuatan poster 3M Plus. Dampak yang diharapkan adanya program tersebut diharapkan Masyarakat dapat memiliki pemahaman, kesadaran dan keahlian dalam pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Metode: Metode pelaksanaan program PBL-1 yang dilakukan adalah penyuluhan, diskusi dan pelatihan. Target PBL-1 yang diharapkan yaitu peningkatan pemahaman mengenai penyakit dan cara pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Hasil: Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat dari skor rata-rata 7,88 menjadi 8,82 (p=0,004). Simpulan: Peningkatan rata-rata nilai pre-test dan post-test menunjukkan bahwa materi yang disampaikan dalam sosialisasi berhasil meningkatkan pemahaman peserta tentang pencegahan DBD.
Model Multikomponen Pencegahan Hipertensi berbasis Komunitas: Integrasi Aktivitas Fisik, Edukasi Nutrisi Rendah Garam, dan Penguatan Akses Deteksi Dini melalui Tensi Corner Ana Noviana Ramadhan; Syalwa Fitria Wurandhani; Aini Dzuriyati Salma; Futikhah Rizqiyani; Assyifa Hasna Jauza; Fauziah Nurulita Addin; Lia Ayu Meylani; Mawaliya Najwa Sabrina; Asti Lathifat; Siti Halimah Fitriani; Susanti Alfitri Annisa; Dwi Linna Suswardany; Sri Utami
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan tingkat kesadaran rendah di masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan dan perilaku pencegahan hipertensi melalui model multikomponen berbasis komunitas. Metode pelaksanaan terdiri atas tiga komponen utama, yaitu: (1) edukasi kesehatan melalui demonstrasi pembuatan rolade tahu wortel rendah garam, (2) peningkatan aktivitas fisik dengan senam hipertensi bagi lansia, dan (3) penguatan deteksi dini melalui pembentukan Tensi Corner di tingkat RW. Kegiatan dilaksanakan di Desa Tegalsari, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, pada Oktober 2025 dengan melibatkan masyarakat usia ≥30 tahun, lansia, dan kader kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 70% peserta memahami pentingnya diet rendah garam, dua Tensi Corner aktif terbentuk di RW 1 dan RW 2, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam pemeriksaan tekanan darah dan kegiatan fisik rutin. Selain itu, senam hipertensi terbukti meningkatkan kebugaran dan kesadaran lansia dalam menjaga kestabilan tekanan darah. Secara keseluruhan, program ini menunjukkan bahwa pendekatan multikomponen yang melibatkan edukasi, aktivitas fisik, dan deteksi dini efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan, memberdayakan masyarakat, serta memperkuat upaya pencegahan hipertensi berkelanjutan di tingkat komunitas.
Analisis Kesenjangan Kompetensi Berbasis Standar Kompetensi Jabatan (SKJ) dan Riwayat Pelatihan di RSUD Dr. Moewardi: Competency Gap Analysis Based on Job Competency Standars and Training History at Dr. Moewardi Regional Hospital Al-Laili, Nursyafina; Suswardany, Dwi Linna; Shaleh, Muhammad Abdurrahman
Jumantik Vol 13 No 1 (2026): JUMANTIK : Jurnal Mahasiswa dan Penelitian Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v13i1.9123

Abstract

Perencanaan kebutuhan pelatihan di rumah sakit belum sepenuhnya mengintegrasikan Standar Kompetensi Jabatan (SKJ) dengan riwayat pelatihan pegawai sehingga berpotensi menimbulkan kesenjangan kompetensi teknis yang tidak teridentifikasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesenjangan kompetensi teknis menggunakan pendekatan Competency-Based Training Needs Assessment (CB-TNA) berbasis dokumen di RSUD Dr. Moewardi. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional berdasarkan data sekunder berupa dokumen SKJ dan riwayat pelatihan pegawai. Sampel berjumlah 239 pegawai yang mewakili 53 jabatan dan ditentukan melalui total sampling. Analisis dilakukan dengan membandingkan kompetensi teknis ideal dalam SKJ dan kompetensi aktual berdasarkan pelatihan terdokumentasi. Hasil menunjukkan variasi kesenjangan kompetensi antar kelompok jabatan, dengan kesenjangan tertinggi pada jabatan pelaksana dan relatif lebih rendah pada jabatan administrator dan pengawas. Temuan ini menunjukkan bahwa pemenuhan pelatihan teknis belum merata pada seluruh level jabatan. Pendekatan CB-TNA berbasis dokumen terbukti mampu mengidentifikasi kesenjangan kompetensi secara objektif dan mendukung penetapan prioritas pelatihan yang lebih terarah dalam pengembangan sumber daya manusia rumah sakit.
Student Volunteers’ Contributions to Public Health Services during COVID-19: Evidence from Vaccination Support, Protocol Supervision, and Hospital Assistance within MBKM Context Dwi Linna Suswardany; Muhtadi Muhtadi; Ambarwati Ambarwati
Jurnal Kesehatan Vol 19, No 2 (2026): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v19i2.13246

Abstract

Pendahuluan: Pandemi COVID-19 menciptakan permintaan layanan kesehatan masyarakat yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan universitas memobilisasi mahasiswa sukarelawan untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut; namun, hanya sedikit penelitian yang mengevaluasi proses ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kegiatan mahasiswa sukarelawan dalam Proyek Kemanusiaan "Merdeka Belajar Kampus Merdeka" (MBKM) yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) selama pandemi COVID-19. Metode: Penelitian dengan metode campuran (mixed-method) ini mengkaji lima kegiatan kemanusiaan terkait COVID-19 yang melibatkan mahasiswa sukarelawan UMS dalam konteks pelaksanaan MBKM. Kami mengukur tingkat kepatuhan pelaksanaan menggunakan rubrik penilaian terstruktur dan mendeskripsikan karakteristik responden. Persepsi mengenai kontribusi layanan kesehatan dan hambatan yang dihadapi dianalisis secara tematik (metode Braun–Clarke) berdasarkan jawaban survei daring terbuka dari sukarelawan yang dipilih secara purposif (n=24), dengan pelaporan yang disesuaikan dengan standar SRQR. Hasil: Lima jenis kegiatan menunjukkan kontribusi layanan yang nyata: bantuan bagi vaksinator dan dukungan registrasi/TI, pengawasan penggunaan masker dan jaga jarak di lokasi pemungutan suara, serta dukungan non-klinis di rumah sakit yang memungkinkan pengalihan tugas (task-shifting). Manfaat yang dirasakan terutama terkait dengan kelancaran alur pasien dan efisiensi operasional. Namun, tingkat kepatuhan pelaksanaan MBKM tergolong rendah hingga sedang (22,2–50%) dan terkendala oleh SOP yang tidak jelas, pengawasan yang terbatas, serta ketidakjelasan peran. Di sisi lain, mahasiswa mengalami peningkatan keterampilan lunak (soft skills) selama kegiatan berlangsung. Kesimpulan: Mahasiswa sukarelawan memberikan nilai tambah bagi kesehatan masyarakat dengan memperkuat operasional vaksinasi, mendorong kepatuhan terhadap protokol kesehatan, dan memungkinkan pengalihan tugas dalam alur kerja rumah sakit; SOP yang jelas, serta pengawasan dan pemantauan yang memadai, diperlukan untuk meningkatkan dampak kesehatan dan kompetensi sukarelawan.   Background: The COVID-19 pandemic created an unprecedented demand for public health services, and universities mobilized student volunteers to help meet these needs, yet few studies have evaluated this process. This study aims to evaluate the activities of student volunteers in the Humanitarian Project "Merdeka Belajar Kampus Merdeka" organized by the University of Muhammadiyah Surakarta (UMS) during the Covid-19 Pandemic. Method:  This mixed-methods study assessed five COVID-19 humanitarian activities involving UMS student volunteers within an MBKM implementation context. We quantified implementation adherence using a structured scoring rubric and described respondent characteristics. Perceived health-service contributions and barriers were examined through thematic analysis (Braun–Clarke) of open-ended online survey responses from purposively sampled volunteers (n=24), with reporting aligned to SRQR. Results: Five activity types showed tangible service contributions: assistance with vaccinators and registration/IT, supervision of masking and distancing at polling sites, and non-clinical hospital support enabling task-shifting. Perceived benefits centred on smoother patient flow and operational efficiency. However, MBKM implementation adherence was modest (22.2–50%) and constrained by unclear SOPs, limited supervision, and role ambiguity. However, students experienced an increase in soft skills during the event. Conclustion: Student volunteers added public-health value by bolstering vaccination operations, promoting protocol compliance, and enabling task-shifting in hospital workflows.; clear SOPs, supervision, and monitoring are needed to enhance health impact and volunteer competency.
Co-Authors Adelia Saputri Afifah Nurhafni Ayati Agus Sudaryanto Ahmad Farisulhaq Ahmad Rijani Aini Dzuriyati Salma Aini Dzuriyati Salma Al-Laili, Nursyafina Alya Anugrahayu Brilianti Amalia Sianty Ambarwati Ameilia Nurhadiyastuti Ana Noviana Ramadhan Ana Noviana Ramadhan Andi Subandi Aniqoh Raudlatul Wardah Aniqoh Raudlatul Wardah Artika Fristi Firnawati Arya Brain Agustian Assyifa Hasna Jauza Assyifa Hasna Jauza Asti Lathifah Asti Lathifat Astuti, Violi Maulidya Charlieans Ning Ayu Rusdiana Dewi Azfikar Nur Azhar Aziz, Wahyu Rizkika Choironnisa, Pumaya Vintarnauri Tria Darnoto, S. Desyandri Desyandri Dwi ASTUTI Dwi Astuti Dwi Astuti Dwi Lestari Dyah Intan Puspitasari Eni Fauziana eny fauziana Ershela Putri Arnanda Faradina, Tazky Aulia Fauziah Nurulita Addin Fauziah Nurulita Addin Fauzie, Rifqie Fiddien, Gigih Dutyama Filsa Shintya Ainaya Fitriana Mustikaningrum Futikhah Rizqiyani Futikhah Rizqiyani Hasna Labibatunnisa Mustofa Hayati, Aisyah Nur Hendri Dika Leo Permana Herawati, Vita Dian Hidayati, Ririn Nur Ilma Khoirunissa Indah Komala Sari Indah Komala Sari Indriawan, Toni Intan, Nabita Regina IRAWAN, FERY Isnaini Anjar Pangestuti Izzatul Arifah Kinanty, Pinkan Puspita Kirana Haura’ Arie Prasastywy Kirana, Sahasika Apta Kusuma Estu Werdani Kuswaji Dwi Priyono Lia Ayu Meylani Lia Ayu Meylani Lintang Martha Sari Luthfi An Nisa Novitasari Maulanisa, Hasna Fitri Mawaliya Najwa Sabrina Mawaliya Najwa Sabrina Ma’arif Ardhi Saputro Muhtadi Muhtadi Mulyani Adi Astutiatmaja Muthoifa Nafilla Titan Prasetya Najma Thaula Sari Dewi Namira Anfi Normalitasari Oktaviana, Vindiani Pratika, Salsabilla Putri Pratiwi, Hildayanti Eka Prita Amalia, Prita Puspita Intan Pratiwi Putra, Nur Adi Putri, Hanan Aliya Qisty Dzakiyyatu Husna Qolby, Fatihatul Qulbiyani Rukmana Rahmaningtyas, Anindya Ramadani Nur Laili Ramadhan, Ana Noviana Rezania Asyfiradayati Rezha Kharisma Putri Rifqie Fauzie Riska Rosita S. Darnoto Salma Chintana Putri Sandiva Budi Normalia Saudin Yuniarno Saudin Yuniarno Septiana, Riris Shaleh, Muhammad Abdurrahman Siska Oktaviani Pratiwi Siti Halimah Fitriani Siti Halimah Fitriani Sri Sugiarsi Sri Utami Sri Utami Sudrajah Warajati Kisnawaty Susanti Alfitri Annisa Susanti Alfitri Annisa Syalwa Fitria Wurandhani Syalwa Fitria Wurandhani Taki, Sarah Tri Hariyati ulfatirrohman, Atikah Itsna Z Utami, Riyani Wahyu Very Rizkia Dewiyanti Wardah, Aniqoh Raudlatul Wisnu Setiawan Wulandari, Listyorini yang, Lu Yuli Kusumawati