Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : TPACK-IPA (Technological Pedagogical Content Knowledge)

PENGEMBANGAN LKPD “PENCEMARAN AIR” BERPENDEKATAN AUTHENTIC INQUIRY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEINGINTAHUAN DAN PEMECAHAN MASALAH SMP KELAS VII Biyan Munita Dewi; Ekosari Roektiningroem; Putri Anjarsari
Jurnal TPACK IPA Vol 5, No 3 (2016): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (May, 2016)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kelayakan LKPD dengan pendekatan authentic inquiry learning pada tema Pencemaran Air (2) keefektifan LKPD berpendekatan authentc inquiry learning pada tema Pencemaran Air terhadap peningkatan keingintahuan peserta didik (3) keefektifan LKPD berpendekatan authentc inquiry learning pada tema Pencemaran Air terhadap peningkatan kemampuan memecahkan masalah peserta didik. Model penelitian yang digunakan pada penelitian ini mengadaptasi model 4D dari Thiagarajan. Model 4D meliputi tahap pendefinisian (define), perencanaan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Subjek penelitian adalah peserta didik 31 peserta didik kelas VII B SMP N 1 Wates. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi angket validasi, angket respon peserta didik terhadap LKPD, lembar observasi sikap keingintahuan, lembar observasi pemecahan masalah, angket keingintahuan peserta didik, kemampuan memecahkan masalah diperoleh melalui tes (pretest-postest), dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran authentic inquiry learning.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD dengan pendekatan authentic inquiry learning berdasarkan kelayakan LKPD oleh validator dan respon peserta didik memperoleh nilai A dengan kriteria sangat baik. LKPD dengan pendekatan authentic inquiry learning efektif meningkatkan keingintahuan peserta didik dengan rata–rata persentase 63,746%, serta efektif meningkatkan kemampuan memecahkan masalah peserta didik dengan gain score kategori sedangKata Kunci: LKPD IPA, pendekatan authentic inquiry learning, sikap keingintahuan, dan kemampuan memecahkan masalah
PENGARUH PEMBELAJARAN IPA BERBASIS EXPLICIT-REFLECTIVE NATURE OF SCIENCE ACTIVITY TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK SMP Anisa Dwi Putri; Joko Sudomo; Putri Anjarsari
Jurnal TPACK IPA Vol 7, No 6 (2018): Jurnal Pendidikan IPA (October, 2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran IPA berbasis Explicit-Reflective Nature of Science (NOS) Activity terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas VII SMP Negeri 2 Moyudan semester genap tahun pelajaran 2017/2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasy experiment. Pada penelitian ini, kelas eksperimen menggunakan pendekatan berbasis Explicit-Reflective Nature of Science (NOS) Activity dan pada kelas kontrol menggunakan pendekatan berbasis inkuiri terbimbing. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest control group design. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah cluster random sampling dengan populasi sebanyak 189 peserta didik dari kelas A-F dan sampel sebanyak 64 peserta didik yang berasal dari 32 peserta didik kelas VII B dan 32 peserta didik kelas VII D. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen tes yakni pretest, kuis, dan posttest keterampilan berpikir kritis dan instrumen non-tes lembar observasi keterampilan berpikir kritis dan lembar observasi keterlaksanaan RPP. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mengggunakan Independent Sample T-Test, effect size, dan regresi linier sederhana. Hasil analisis skor pretest dan posttest dengan uji Independent Sample T-Test diperoleh nilai Sig. (2 tailed) 0,000 0,025, sehingga dikatakan terdapat perbedaan yang signifikan. Perhitungan effect size menghasilkan nilai Cohen’s d sebesar 1,4 dengan kategori tinggi. Perhitungan korelasi antara keterampilan berpikir kritis peserta didik sebelum dan sesudah pembelajaran IPA berbasis Explicit-Reflective Nature Of Science Activity menghasilkan R= 0,752 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,001 dan model persamaan regresi diperoleh Y = 32,609 + 0,832X.Kata kunci: Pembelajaran IPA, Explicit-Reflective NOS Activity, Keterampilan Berpikir Kritis.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKDP) BERBASIS GUIDED INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN PRACTICAL SKILLS DAN PEMAHAMAN KONSEP IPA PESERTA DIDIK SMP DEVELOPMENT OF STUDENTS WORKSHEET BASED ON GUIDED INQUIRY TO IMPROVE PRACTICAL SKILLS AND COMPREHENSION OF SCIENCE CONCEPT FOR STUDENTS IN JUNIOR HIGH SCHOOL Putri Chandra Haryanto; Insih Wilujeng; Putri Anjarsari
Jurnal TPACK IPA Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (January, 2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengetahui kelayakan LKPD berbasis guided inquiry untuk meningkatkan practical skills dan pemahaman konsep IPA menurut dosen ahli dan guru IPA, 2) mengetahui respon peserta didik terhadap LKPD hasil pengembangan, 3) mengetahui kemampuan LKPD berbasis guided inquiry untuk meningkatkan practical skills dan pemahaman konsep IPA. Penelitian ini merupakan penelitian R D dengan model 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate) oleh Thiagarajan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, lembar validasi LKPD IPA, lembar keterlaksanaan pembelajaran dengan pendekatan guided inquiry, lembar observasi practical skills, soal pretest dan posttest pemahaman konsep, serta lembar angket respon peserta didik. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini berupa, 1) Kelayakan LKPD IPA berbasis guided inquiry berdasarkan penilaian dosen ahli ditinjau dari syarat didaktif (skor 23.5, sangat baik), syarat konstruktif (skor 15,sangat baik), dan syarat teknis (skor 15, sangat baik), serta penilaian guru IPA ditinjau dari syarat didaktif (skor 25, sangat baik), syarat konstruktif (skor 15, sangat baik), dan syarat teknis (skor 13, sangat baik). 2) LKPD hasil pengembangan mendapat respon baik dari peserta didik dengan skor 103.18, 3) LKPD yang dikembangkan dapat meningkatkan practical skills dengan persentase sebesar 85.42% kategori baik (B) dan pemahaman konsep IPA dengan gain score 0,42 kategori sedang.Kata kunci: LKPD, IPA, guided inquiry, practical skills, pemahaman konsepThe objectives of this study are: 1) determining the feasibility of student worksheet based on guided inquiry to improve practical skills and comprehension of science concept for students in junior high school, 2) determining the student response of student worksheet, 3) determining the ability of student worksheet based on guided inquiry to improve practical skills and comprehension of science concept for students in jumior high school. Design of this research was Research and Development (RD) adapting 4D Model (Define, Design, Develop, and Disseminate) by Thiagarajan. Instruments used in this research are student worksheet of science validation sheet, guided inquiry learning approach sheet, practical skills observation sheet, pre-test and post-test for comprehension of scince concept, and students’ responses questionnaires. Data were analysed using qualitative and quantitative method. The results were: 1)Student worksheet based on guided inquiry declared as feasible by lecturer from the terms of didactive (score 23.5, excellent), the terms of constructive (score 15, excellent), and technical terms (score 15, excellent) and feasible by science teacher from the term of didactive (score 25, excellent), the terms of constructive (score 15, excellent), and technical terms (score 13, excellent, 2) developen student worksheet get the good response from the student with score 103.18, 3) developed student worksheet can improve practical skills with percentage 85.42% categorised as good (B) and comprehension of science concept with gain score 0.42 categorised in moderateKeywords: student worksheet, sains, guided inquiry, practical skills, concept comprehension.
PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 BERBAH Hanifah, Hanifah; Wilujeng, Insih; Anjarsari, Putri
Jurnal TPACK IPA Vol 5, No 5 (2016): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (July, 2016)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) pengaruh pendekatan saintifik terhadap keterampilan proses sains siswa kelas VII SMP N 2 Berbah, (2) pengaruh pendekatan saintifik terhadap hasil belajar kognitif siswa kelasVII SMP N 2 Berbah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kuasi dengan desain penelitian noneqivalentcontrol group design. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas VII SMP N 2 Berbah tahun ajaran 2015/2016 yangberjumlah empat kelas. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik cluster random sampling.Kelas VII B sebagai kelas eksperimen yang diberikan perlakuan menggunakan pembelajaran dengan pendekatansaintifik, sedangkan kelas VII C sebagai kelas kontrol yang diberikan perlakuan menggunakan pembelajaran denganpendekatan berbasis KTSP yang menerapkan Eksplorasi, Elaborasi, Konfirmasi (EEK). Instrumen yang digunakandalam penelitian ini adalah lembar observasi keterampilan proses sains dan lembar soal hasil belajar kognitif siswa.Uji prasyarat menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji regresi liniersederhana menggunakan program SPSS 18. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pendekatan saintifikberpengaruh terhadap keterampilan proses sains siswa kelas VII SMP N 2 Berbah yang ditunjukkan oleh angkasignifikansi kurang dari 0,05. Besarnya pengaruh pendekatan saintifik terhadap keterampilan proses sains siswa adalah32,5%. (2) pendekatan saintifik berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas VII SMP N 2 Berbah yangditunjukkan oleh angka signifikansi kurang dari 0,05. Besarnya pengaruh pendekatan saintifik terhadap hasil belajarkognitif siswa adalah 26,8%. Kata kunci: pendekatan saintifik, keterampilan proses sains, hasil belajar kognitif
PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 BERBAH Hanifah, Hanifah; Wilujeng, Insih; Anjarsari, Putri
Jurnal TPACK IPA Vol 8, No 1 (2024): Jurnal TPACK IPA (January, 2024)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) pengaruh pendekatan saintifik terhadap keterampilan proses sains siswa kelas VII SMP N 2 Berbah, (2) pengaruh pendekatan saintifik terhadap hasil belajar kognitif siswa kelasVII SMP N 2 Berbah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kuasi dengan desain penelitian noneqivalentcontrol group design. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas VII SMP N 2 Berbah tahun ajaran 2015/2016 yangberjumlah empat kelas. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik cluster random sampling.Kelas VII B sebagai kelas eksperimen yang diberikan perlakuan menggunakan pembelajaran dengan pendekatansaintifik, sedangkan kelas VII C sebagai kelas kontrol yang diberikan perlakuan menggunakan pembelajaran denganpendekatan berbasis KTSP yang menerapkan Eksplorasi, Elaborasi, Konfirmasi (EEK). Instrumen yang digunakandalam penelitian ini adalah lembar observasi keterampilan proses sains dan lembar soal hasil belajar kognitif siswa.Uji prasyarat menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji regresi liniersederhana menggunakan program SPSS 18. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pendekatan saintifikberpengaruh terhadap keterampilan proses sains siswa kelas VII SMP N 2 Berbah yang ditunjukkan oleh angkasignifikansi kurang dari 0,05. Besarnya pengaruh pendekatan saintifik terhadap keterampilan proses sains siswa adalah32,5%. (2) pendekatan saintifik berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas VII SMP N 2 Berbah yangditunjukkan oleh angka signifikansi kurang dari 0,05. Besarnya pengaruh pendekatan saintifik terhadap hasil belajarkognitif siswa adalah 26,8%. Kata kunci: pendekatan saintifik, keterampilan proses sains, hasil belajar kognitif
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MODUL BERMUATAN NATURE OF SCIENCE PADA MATERI SISTEM PERNAPASAN UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS SISWA KELAS VIII SMP N 2 MLATI Yonanda, Ide Engga; Widodo, Eko; Anjarsari, Putri
Jurnal TPACK IPA Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (April, 2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk (1) mengetahui kelayakan bahan ajar modul IPA bermuatan Nature of Science (NOS) pada materi sistem pernapasan untuk meningkatkan literasi sains siswa kelas VIII SMP N 2 Mlati dan (2) mengetahui peningkatan literasi sains siswa SMP N 2 Mlati kelas VIII setelah menggunakan bahan ajar modul bermuatan NOS pada materi sistem pernapasan. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (RD) dengan model pengembangan 4D dari Thiagarajan. Teknik pengambilan data menggunakan quasi experimen. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini meliputi: (1) lembar validasi bahan ajar modul IPA, (2) lembar observasi keterlaksanaan langkah pembelajaran dengan muatan NOS, (3) angket respon siswa, dan (4) soal literasi sains. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) bahan ajar modul IPA bermuatan NOS dinyatakan layak dengan hasil sangat baik (A), (2) modul IPA bermuatan NOS pada materi sistem pernapasan dapat meningkatkan literasi sains siswa SMP N 2 Mlati secara signifikan dengan katerori peningkatan sedang.Kata kunci: bahan ajar, literasi sains, modul, nature of scienceThe purpose of this research is to find out (1) the eligible of science module teaching materials containing Nature of Science (NOS) on respiratory system materials to improve scientific literacy of grade VIII SMP N 2 Mlati students and (2) increase scientific literacy of SMP N 2 Mlati grade VIII students after use teaching materials module containing NOS on respiratory system materials.. This research is categorized as Research and Development (R D) with 4D models from Thiagarajan. Data collection techniques used quasi experimental design. Data collection instruments used in this research include: (1) validation science module sheet, (2) learning observation sheet, (3) questionnaire response students, (4) scientific literacy test. The results showed that the science module containing NOS are (1) eligible to be used by students based on the results of the validation expert lecturers and science teachers with excellent results of qualitative data (A), (2) science module containing NOS can increasing scientific literacy according to significant in a category modest rate.Keywords: modules, nature of science, scientific literacy, teaching materials. 
STUDI KOMPARASI PEMBELAJARAN IPA ANTARA PENDEKATAN SCIENCE ENVIRONMENT TECHNOLOGY AND SOCIETY (SETS) DAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DITINJAU DARI KEERAMPILAN PROSES SISWA SMP Nofita Sari, Astri; Kun Prasetyo, Zuhdan; Anjarsari, Putri
Jurnal TPACK IPA Vol 8, No 1 (2024): Jurnal TPACK IPA (January, 2024)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan antara pendekatan SETS dan CTL terhadap keterampilan proses siswa SMP pada pembelajaran IPA.Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain nonequivalent comparison-group design. Populasi penelitian diambil dari siswa kelas VIII SMP N 1 Sewon sebanyak 215 siswa. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara cluster random sampling. Kelas VIII B sebagai kelas eksperimen 1 (Science Environment Technology and Society) dan kelas VIII G sebagai kelas eksperimen 2 (Contextual Teaching and Learning). Instrumen yang digunakan adalah soal pretest, soal posttest dan lembar observasi. Untuk melihat perbedaan keterampilan proses siswa setelah diberi perlakuan digunakan uji Mann Whitney U Test karena pada saat uji prasyarat ada prasyarat yang tidak terpenuhi yaitu data tidak terdistribusi normal. Uji Mann Whitney U Test keterampilan proses siswa menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 dengan taraf signifikasi 5%, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan keterampilan proses yang signifikan antara kelas yang menggunakan pendekatan SETS dengan kelas yang menggunakan pendekatan CTL. Kata kunci: Pendekatan SETS, Pendekatan CTL, Keterampilan Proses Siswa
PENGEMBANGAN LKPD IPA BERBANTUAN DIAGRAM VEE DENGAN PENDEKATAN AUTHENTIC INQUIRY LEARNING Sofyan Dwi, Nugroho; Maryanto, Allesus; Anjarsari, Putri
Jurnal TPACK IPA Vol 5, No 7 (2016): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (August, 2016)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan LKPD IPA berbantuan diagram Vee dengan pendekatan authentic inquiry learning, mengetahui peningkatan keterampilanproblem solvingserta sikap peduli lingkungan peserta didik dengan menggunakan LKPD yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development dengan mengadaptasi langkah-langkah 4D (Define, Design, Develop, Disseminate).Hasil penelitian pengembangan LKPD IPA berdasarkan penilaian dosen ahli dan guru IPA ditinjau dari kelayakan isi, kebahasaan, penyajian dan kegrafikan memperoleh kategori sangat baik sehingga layak digunakan dalam pembelajaran. LKPD IPA hasil pengembangan dapat meningkatkan keterampilanproblem solving dibuktikan dengan  gain score sebesar 0,79 dengan kategori tinggi. LKPD IPA juga telah terbukti meningkatkan sikap peduli lingkungan peserta didik dibuktikan berdasarkan angket diperoleh persentase 69,92% dengan kategori cukup meningkat menjadi 88,75% dengan kategori sangat baik. Kata Kunci: LKPD IPA, authentic inquiry learning, problem solving, sikappeduli lingkungan
PERBEDAAN STRATEGI REACT DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN SIKLUS 5E DITINJAU DARI KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF PADA PESERTA DIDIK SMP KELAS VIII THE DIFFERENCES BETWEEN REACT STRATEGY WITH LEARNING CYCLE 5E STRATEGY CONSIDERED FROM SCIENCE PROCESS SKILL AND COGNITIVE LEARNING OUTCOME ON THE EIGHTH GRADE JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENT Dewi, Kurnia; Rosana, Dadan; Anjarsari, Putri
Jurnal TPACK IPA Vol 6, No 3 (2017): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (May, 2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan keterampilan proses sains dan hasil belajar kognitif dalam pembelajaran dengan strategi REACT dan strategi pembelajaran siklus 5E pada peserta didik kelas VIII SMP, untuk mengetahui strategi pembelajaran yang lebih baik digunakan untuk meningkatkan keterampilan proses sains, dan untuk mengetahui strategi pembelajaran yang lebih baik digunakan untuk meningkatkan hasil belajar kognitif. Metode penelitian yang digunakan yaitu quasi experiment (eksperimen semu) dengan desain pretest-posttest group design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu cluster random sampling sehingga diperoleh kelas VIII B sebagai kelas eksperimen 1 dan kelas VIII D sebagai kelas eksperimen 2. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Manova. Hasil penelitian adalah terdapat perbedaan keterampilan proses sains dan hasil belajar kognitif peserta didik antara pembelajaran dengan strategi REACT dan strategi pembelajaran silkus 5E pada peserta didik kelas VIII SMP, strategi REACT lebih baik digunakan untuk meningkatkan keterampilan proses sains daripada strategi pembelajaran siklus 5E, dan strategi REACT lebih baik digunakan untuk meningkatkan hasil belajar kognitif daripada strategi pembelajaran siklus 5E.Kata kunci: Strategi REACT, strategi pembelajaran siklus 5E, keterampilan proses sains, hasil belajar kognitif .The aim in this research is to know a differences of science process skill and cognitive learning outcomes in between classes using REACT strategy and learning cycle students 5E strategies on the eighth grade junior high school, to know learning strategy that better get used to improved the science process skills, and to know learning strategy that better get used to improve cognitive learning outcomes. The type of this research is quasi experiment with pretest-posttest group design. The sample techniques used the cluster random sampling and obtain class VIII B as an experiment class one and class VIII D as an experiment class two. The analysis used the research is Manova. The results of this research are there is difference science process skill and cognitive learning outcome of students between the classes that use REACT strategy and learning cyce 5E strategy on the eighth grade junior high school, REACT strategy better than learning cyce 5E strategy to improve science process skills, and REACT strategy better than learning cyce 5E strategy to improve cognitive learning outcome.Keywords: REACT strategy, learning cycle 5E strategy, science process skill, cognitive learning outcome
UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF IPA SISWA KELAS VIII E SMP NEGERI 2 TEMPEL MELALUI PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) DENGAN MEDIA PUZZLE THE MOTIVATION IMPROVEMENT EFFORTS AND THE RESULT OF COGNITIVE SCIENCE LEARNING FOR STUDENTS IN THE GRADE VIII E 2 TEMPEL JUNIOR HIGH SCHOOL THROUGH STUDY OF COOPERATIVE LEARNING TYPES TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) USING MEDIA PUZZLE Hedayati, Hannik; Suyoso, Suyoso; Anjarsari, Putri
Jurnal TPACK IPA Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (June, 2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

       Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Cooperative Learning tipe TGT (Teams Games Tournaments) dengan media puzzle pada pembelajaran IPA di kelas VIII E, serta mendeskripsikan peningkatan motivasi belajar dan hasil belajar kognitif siswa kelas VIII E SMP 2 Tempel Sleman dengan penggunaan model pembelajaran Cooperative Learning tipe TGT (Teams Games Tournaments) dengan media puzzle. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak dua siklus terdiri dari perencanaan, tindakan dan observasi serta refleksi. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, tes hasil belajar dan angket motivasi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan model cooperative learning tipe TGT (Teams Games Tournament) dengan media permainan puzzle dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Terdapat lima sintak dalam pembelajaran TGT yaitu presentasi kelas, pembentukan tim TGT, games puzzle, turnamen puzzle dan penghargaan kelompok. Kesesuaian keterlaksanaan pembelajaran dengan Rencana Keterlaksanaan Pembelajaran (RPP) pada siklus I sebesar 81,32% dan pada siklus II sebesar 92,6%; peningkatan persentase motivasi belajar siswa pada siklus I sebesar 52,08% dan siklus II sebesar 54,68% dan peningkatan ketuntasan hasil belajar kognitif pada siklus I sebesar 50% (16 siswa) dengan nilai gain skor 0,3 dalam kategori sedang dan pada siklus II sebesar 75% (24 siswa) dengan nilai gain skor 0,5 dengan kategori sedang.Kata kunci: Pembelajaran Cooperative Learning tipe TGT (Teams Games Tournament), Media Puzzle, Motivasi Belajar, Hasil Belajar Kognitif.       The aims of this research are to describe the application of learning models Cooperative Learning type TGT (Teams Games Tournaments) by using media puzzle on the science teaching in the class VIII E, and to describe an increase in motivation and improving cognitive outcomes of the students in the grade VIII E 2 Tempel Sleman Junior High School by using learning model application types TGT Cooperative learning (Teams Games Tournaments) with media puzzle. This research is a Classroom Action Research (CAR) was conducted as many as two cycles with each cycle consisting of planning, action and observation and reflection. The instrumens of this research are the form of learning observation sheets has been implemented, achievement test and student motivation questionnaire. The results was showed that learning by using cooperative learning model of the type of TGT (Teams Games Tournament) that is media puzzle game can be improving the motivation and learning outcomes of the students. There are five syntax in learning TGT such as class presentation, the formation of the TGT team, games puzzle, tournaments puzzle and group awards; to increase of conformity learning it can use Lesson Plan (RPP) on the first cycle amounted to 81.32% and 92.6% in the second cycle; the percentage has increased a motivation to learn 52.08% in the first cycle and 54.68% for the second cycle; and percentage has increased a cognitive learning outcomes of students 50% (16 students) in the first cycle with the value of the gain score of 0,3 in the medium category and 75% (24 students) for second cycle with the value of the gain score of 0,5 in the medium category.Keywords: Learning Model Cooperative Learning type TGT (Teams Games Tournament), Media Puzzle, Motivation, Cognitive Learning Outcomes.