Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

ANALISIS PERKEMBANGAN REGULASI: E-COMMERCE DALAM HUKUM DAGANG DI INDONESIA: PERLINDUNGAN KONSUMEN DAN TANTANGAN REGULASI Indriyani, Ananda Dwi; Ihsan, Beril Fahrezi; L.W, Kevin Ardian; Marsetina, Lola Naury; Apriliani, Nur Aulia; Hasmiati, Rahmatullah Ayu
JURNAL DARMA AGUNG Vol 33 No 1 (2025): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/ojsuda.v33i1.5352

Abstract

Perkembangan e-commerce di Indonesia berkembang pesat seiring dengan digitalisasi perekonomian dan meningkatnya penggunaan teknologi informasi. Kemajuan-kemajuan ini mempunyai dampak yang signifikan terhadap tren perdagangan, terutama yang berkaitan dengan perlindungan konsumen dan penegakan peraturan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perkembangan undang-undang perdagangan elektronik di Indonesia, dengan fokus pada perlindungan konsumen dan tantangan regulasi yang dihadapi pemerintah. Perlindungan konsumen dalam perdagangan elektronikmemerlukan perhatian khusus mengingat sifat transaksi yang bersifat virtual, kurangnya interaksi langsung, dan potensi penipuan dan pelanggaran hak-hak konsumen. Peraturan terkait e-commerce di Indonesia diatur dalam berbagai instrumen hukum, seperti Undang-Undang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), dan peraturan teknis lainnya. Bahkan dengan adanya peraturan, tantangan implementasi, pemantauan, dan penegakan hukum masih perlu diatasi. Studi ini membahas beberapa permasalahan, termasuk perlunya pembaruan peraturan agar dapat merespons perkembangan teknologi dengan lebih baik, peningkatan kesadaran akan hak-hak konsumen, dan kerja sama lintas sektor dalam memantau praktik e-commerce.Studi ini menyoroti tema-tema penting. Secara ringkas, perkembangan hukum perdagangan elektronik di Indonesia telah mencapai tahap yang penting. Namun, untuk memastikan ekosistem yang mendukung e-commerce yang adil dan aman, perlindungan konsumen perlu diperkuat dan mekanisme peraturan ditingkatkan.
CIVILIZED LEGAL JUSTICE: A STUDY OF LEGAL JUSTICE CONSTRUCTION IN INDONESIAN POSITIVE LAW BASED ON ADAB VALUES Hasmiati, Rahmatullah Ayu; Yulianingrum, Aulia Vivi; Ardha, Dea Justicia
Al-Adl : Jurnal Hukum Vol 17, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/al-adl.v17i1.14670

Abstract

This study examines the characteristics of positive legal justice in Indonesia and the use of the concept of adab from the Islamic worldview as an offer to reconstruct legal justice in Indonesia. This research is doctrinal research using inductive-deductive logic using library materials. The data was then analyzed using qualitative methods. The results showed that First, the characteristics of legal justice in Indonesia, which are based on the paradigm of legal positivism, show that the essence of the source of justice comes from written legal norms, namely the law that separates law and morals. In the end, the separation itself is a manifestation of the law of partial justice. Many legal justice ideas have been developed by several legal experts in Indonesia by making efforts to reconstruct positivist legal thought into the context of Indonesian legal thought that reflects the values of justice based on state philosophy and guidelines for the Preamble of the 1945 Constitution, "For the sake of justice based on the Divine The Almighty. Second, Civilized legal justice based on Adab values is then used as an offer to reconstruct the existing positive legal justice so that the new legal justice will be able to reflect all the virtues that come from the highest standards these are wisdom, courage, temperance, and justice. Legal justice as the result of the implementation of the law will have the essence of high virtue values and the requirements for correct knowledge, if implemented, will lead to fair conditions as reflected by Adab.
Program Monitoring dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama Program Studi Bekerja Sama dengan Mitra dan LLDikti Wilayah XI Hasmiati, Rahmatullah Ayu; Ardha, Dea Justicia; Arbansyah
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 9 No. 01 (2025): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v9i01.3035

Abstract

Kerja sama dalam bidang akademik dan non-akademik adalah kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap perguruan tinggi untuk memenuhi standar Indikator Kerja Utama (IKU) Standar 6. Standar ini mengharuskan perguruan tinggi menjalin kolaborasi dengan mitra nasional dan internasional dalam berbagai aspek, seperti penelitian, pengembangan, dan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan kerja sama ini tidak hanya mencakup perjanjian antara perguruan tinggi dan mitra, tetapi juga melibatkan pelaporan kerja sama yang dilakukan oleh IKIP PGRI Samarinda, STIE Samarinda, dan ITKES Wiyata Husada Samarinda bersama LLDikti Wilayah XI. Pelaporan hingga tahap implementasi hasil kerja sama sangat penting untuk dipahami dan ditingkatkan, karena merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap universitas dan dilaporkan ke Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk memenuhi kewajiban IKU Standar 6. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan dalam program monitoring dan evaluasi kerja sama agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai dengan baik.
IMPLEMENTASI WAJIB LAPOR KETENAGAKERJAAN PERUSAHAAN PADA INDUSTRI PERBANKAN (STUDI KASUS KOTA SAMARINDA) Pratama, Rio Arif; Herdiawan, Herdiawan; Hasmiati, Rahmatullah Ayu
MAGISTRA Law Review Vol 6, No 01 (2025): MAGISTRA Law Review
Publisher : PSHPM Untag Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/malrev.v6i01.5409

Abstract

The banking industry is one of the companies that has a big impact on the development and economic progress of a country. In carrying out the operational activities of the banking industry company, of course there are company obligations in running the company, one of which is that the company must report employment data to the East Kalimantan province's labor and transmigration office. However, in reality, in the field, many companies have not carried out mandatory employment reporting. The aim of the research is to determine the implementation, supervision, and investigation of mandatory company employment reporting in the banking industry in the city of Samarinda. The research method uses empirical, juridical, literature, and field approaches and is analyzed descriptively qualitatively. Results and discussion show that 16 out of 20 banking industry companies have implemented mandatory corporate employment reporting. The company's legal compliance and awareness of statutory regulations have been implemented quite well. Supervision and investigation were also carried out well. The limited number of supervisors is still weak; 1 out of 15 supervisors can only supervise 5 companies once a month. Banking industry companies must be aware of the regulations of Law Number 7 of 1981 concerning mandatory employment reporting so that employment reporting obligations can be carried out optimally.
Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Pada Transaksi E-Commerce Melalui Pembayaran Cash On Delivery Putri, Shifa Nurdila; Hasmiati, Rahmatullah Ayu
Bacarita Law Journal Vol 5 No 2 (2025): April (2025) BACARITA Law Journal
Publisher : Programs Study Outside the Main Campus in Law Pattimura University ARU Islands Regency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/bacarita.v5i2.18382

Abstract

This study aims to analyze the legal protection of consumers in e-commerce transactions with the Cash On Delivery (COD) payment method in Samarinda City. The focus of the research includes consumer legal protection according to Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection and Law Number 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions, the effectiveness of legal protection, and obstacles in the implementation of consumer protection. The research method used is empirical juridical with an analytical descriptive approach and data collection techniques through interviews, observations, and questionnaires distributed to e-commerce consumers in Samarinda City. The results of the study show that the existing legal protection is not fully effective because there are still various obstacles, such as low consumer awareness of their rights and weak law enforcement against irresponsible business actors. The Borneo Non-Governmental Consumer Protection Agency, the Samarinda City Police, and SPX Express have an important role in handling consumer disputes. It was found that consumers often suffer losses due to non-conforming or damaged goods, as well as difficulties in the process of returning goods and refunds. This study recommends improving consumer education, strengthening regulations related to COD transactions, and improving coordination between relevant institutions in handling consumer complaints.
Mitigasi Resiko dalam Penggunaan Dana Desa Febrina Hertika Rani; Mulyadi Tanzili; Yudistira Rusyidi; Heni Marlina; Dea Justicia Ardha; M.Krisna; Rahmatullah Ayu Hasmiati; Patih Ahmad Rafie
Jurnal Aksi Dosen dan Mahasiswa Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Aksi Dosen dan Mahasiswa
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jadmas.v1i2.401

Abstract

Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Salah satu misi pemerintah pada saat ini yaitu untuk membangun daerah pedesaan yang dapat dicapai melalui sebuah pemberdayaan masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas dan keanekaragaman usaha yanga ada, terpenuhinya sarana dan fasilitas untuk mendukung peningkatan ekonomi desa, membangun dan memperkuat institusi yang mendukung rantai produksi dan pemasaran, serta mengoptimalkan sumber daya manusia sebagai dasar pertumbuhan ekonomi desa Sementara perihal tata kelola organisasi pada pemerintahan desa, hal yang paling sering dibahas adalah bentuk akuntabilitas pengelolaan keuangan alokasi dana desa. Pengelolaan/penggunaan keuangan desa merupakan kegiatan yang penuh dengan risiko. Hal ini dikarenakan besarnya dana yang dikelola oleh desa. Risiko-risiko tersebut dapat disebabkan oleh lingkungan internal maupun eksteral pengelola keuangan itu sendiri. Maka langkah awal sangat perlu untuk dilakukan kajian untuk mengidentifikasi risiko-risiko tersebut dimana dengan melakukan Penerapan  manajemen  risiko dalam  pengelolaan  dana  desa  dapat meningkatkan  kinerja  pengelolaan dana desa, dan mengurangi resiko yang timbul. Oleh karena itu perlu diberikan pengetahuan dan wawasan kepada masyarakat tentang  pengetahuan tentang pengelolaan/penggunaan dana desa yang baik; tentang resiko-resiko apa saja yang dapat timbul dalam pengelolaan/penggunaan dan desa; Masyarakat dapat mengetahui dan belajar bagaimana cara memitigasi resiko-resiko yang timbul dari pengelolaan / penggunaan dana desa tersebut.
Legal Protection for Child Defendants in Sexual Violence Cases Hisyam, Akmal; Hasmiati, Rahmatullah Ayu; Pratama, Rio Arif
TATOHI: Jurnal Ilmu Hukum Volume 5 Issue 4, June 2025
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47268/tatohi.v5i4.2986

Abstract

Introduction: This research discusses legal protection aimed at child defendants, especially in cases of sexual violence committed against minors. This is based on a case study in Decision Number 13/Pid.Sus-Anak/2023/PNBPP and Decision Number 3/Pid.Sus-Anak/2023/PNBPP.Purposes of the Research: This research focuses on the stages or steps in the application of the law that protects the rights of child defendants with reference to Law Number 11 of 2012 concerning the Child Criminal Justice System.Methods of the Research: This research was conducted with a normative method in the form of a case study to evaluate the steps in the judiciary by starting with the arrest, investigation, prosecution, and conclusion with the welfare of children affected by the crime of sexual violence.Findings of the Research: The results of the study found that, although the criminal threat against perpetrators of sexual violence is quite severe, the implementation of punishment for children of sexual violence still prioritizes the principle of restorative justice, taking into account the psychological and social aspects of children. In both of the decisions analyzed, the child defendant received a prison sentence of different durations, and was required to undergo job training as part of the rehabilitation process. Legal protection for child defendants remains indispensable and plays an important role in guaranteeing the rights of every child as well as providing a deterrent effect in cases of sexual violence.
Tinjauan Yuridis terhadap Putusan Nomor 36/Pid.Sus-TPK/2023/PN Smr dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi Nur Annafi, Hafiyyan; Muslim, Ikhwanul; Ayu Hasmiati, Rahmatullah
Action Research Literate Vol. 8 No. 8 (2024): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v8i8.476

Abstract

Kehidupan bermasyarakat dan hukum mempunyai keterkaitan yang tidak dapat dipisahkan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan yuridis terhadap Putusan Nomor 36/Pid.Sus-TPK/2023/PN Smr yang memutus perkara tindak pidana korupsi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan menganalisis berbagai peraturan perundang-undangan terkait, khususnya Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, serta putusan-putusan pengadilan sebelumnya dalam perkara sejenis. Penelitian ini mengkaji empat aspek utama, yaitu: (1) penerapan hukum pidana materiil dan hukum pidana formil dalam putusan tersebut, (2) konsistensi penerapan hukum dibandingkan dengan putusan-putusan sebelumnya, dan (3) Pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan tersebut telah sesuai dengan Ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (4)kekuatan dan kelemahan putusan dari perspektif yuridis dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Putusan Nomor 36/Pid.Sus-TPK/2023/PN Smr secara umum telah menerapkan ketentuan hukum pidana materiil dan hukum pidana formil dengan tepat. Namun, untuk menilai konsistensi penerapan hukum dan mengidentifikasi kekuatan serta kelemahan putusan secara spesifik, diperlukan akses terhadap putusan tersebut dan putusan-putusan sebelumnya yang relevan. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan tinjauan yuridis terhadap putusan pengadilan dalam perkara tindak pidana korupsi dan pentingnya konsistensi penerapan hukum untuk menjamin kepastian hukum dan keadilan.
Analisis Yuridis Perbandingan Penegakan Hukum Terhadap Kasus Pemalsuan Data Dalam Uu Ite (Studi Putusan Nomor 68/pid.sus/2024/pn. bjm dan nomor 764/pid.b/2016/pn.jkt.sel) Azmi, Anisa Delia; Hasmiati, Rahmatullah Ayu; Pratama, Rio Arif
Action Research Literate Vol. 8 No. 9 (2024): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v8i9.527

Abstract

Perkembangan teknologi informasi memunculkan tantangan hukum baru, terutama terkait Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang kemudian direvisi menjadi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016. Tujuan dari penelitian ini (1) untuk mengetahui bagaimana perbandingan penegakan hukum terhadap kasus pemalsuan data dalam UU ITE (2) untuk mengetahui bagaimana bentuk penegakan hukum terhadap putusan Nomor 68/Pid.Sus/2024/PN. Bjm dan Nomor 764/Pid.B/2016/PN.Jkt.Sel dalam UU ITE. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan undang-undang, data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer dan sekunder. Hasil dari penelitian ini yaitu (1) Perbedaan dari ke-empat peraturan tersebut ialah terletak pada penegakan hukum dari masing-masing Undang-Undang tersebut. Adapun persamaan dari UU PDP, UU ITE Tahun 2008, UU ITE Tahun 2016 dan UU ITE Tahun 2016 ialah terletak pada jenis pelanggaran yang didalamnya mengatur tentang salah satu kasus yang sering terjadi yaitu pemalsuan data pribadi. (2) Putusan Nomor 68/Pid.Sus/2024/PN.Bjm dan Nomor 764/Pid.B/2016/PN.Jkt.Sel merupakan langkah maju dalam penegakan hukum terhadap tindak pidana dalam UU ITE. Aparat penegak hukum perlu terus meningkatkan upaya penegakan hukum terhadap putusan-putusan ini agar tercipta ruang digital yang aman dan kondusif bagi masyarakat
Law Enforcement on Consumer Protection for Online Counterfeit Goods Purchases Nabila, Sofia; Hasmiati, Rahmatullah Ayu; Pratama, Rio Arif
Bacarita Law Journal Vol 6 No 1 (2025): August (2025) BACARITA Law Journal
Publisher : Programs Study Outside the Main Campus in Law Pattimura University ARU Islands Regency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/bacarita.v6i1.18378

Abstract

The rapid advancement of information technology has brought significant changes to the world of commerce, particularly through e-commerce. Online buying and selling systems offer convenience to consumers, but they also present new challenges, one of which is the increasing circulation of counterfeit goods. In Indonesia, consumer protection regulations are outlined in Law Number 8 of 1999 on Consumer Protection and Law Number 11 of 2008 on Electronic Information and Transactions. However, despite the clear regulations, the implementation of consumer protection in online transactions still faces obstacles, especially in regions such as Samarinda. This study aims to analyze consumer protection laws in Samarinda, focusing on the roles of Non-Governmental Consumer Protection Agency Borneo and the Police. The findings indicate that protection efforts include consumer education regarding their rights and complaint channels to address counterfeit goods cases. However, low consumer awareness remains a major challenge to the effectiveness of these protections. Moving forward, there is a need to enhance education about the risks of online transactions and improve coordination between agencies to minimize online fraud. Consumer protection depends not only on regulations but also on the active role of society and relevant institutions in creating a safer e-commerce ecosystem. Collaboration among agencies, along with heightened consumer awareness, is key to tackling the problem of counterfeit goods in the online marketplace.