Claim Missing Document
Check
Articles

Penggunaan Media ”Puisi Misteri” untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak dan Pemikiran Kritis Siswa Putri, Arzeti Alivia; Citraningrum, Dina Merdeka
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran menyimak sering kali menjadi tantangan dalam dunia pendidikan. Penyebabnya adalah rendahnya minat dan perhatian siswa terhadap aktivitas mendengarkan. Inovasi pembelajaran perlu dilakukan untuk meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media inovatif berupa “Puisi Misteri” dalam pembelajaran menyimak dengan menerapkan strategi diferensiasi. Strategi ini memungkinkan guru menyesuaikan pendekatan, isi, dan proses belajar berdasarkan kebutuhan, minat, dan gaya belajar siswa. “Puisi Misteri” disusun dengan bahasa puitis yang menyimpan teka-teki atau pesan tersembunyi, sehingga mendorong siswa untuk menyimak secara cermat dan aktif dalam memecahkan makna dari puisi yang didengar. Penelitian dilakukan pada siswa kelas XI SMA Negeri Balung dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan “Puisi Misteri” mampu meningkatkan fokus, daya analisis, dan pastisipasi siswa dalam proses menyimak. Dengan demikian, inovasi ini tidak hanya meningkatkan keterampilan menyimak, tetapi juga membangun kreativitas dan pemikiran kritis siswa dengan memberikan ruang sesuai kemampuan dan preferensi siswa.
Mengembangkan Kreativitas Siswa Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Pementasan Drama Rohmah, Ainur; Citraningrum, Dina Merdeka
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan masa kini semakin menekankan pentingnya pembelajaran yang berbasis teknologi dan berpusat pada siswa. Guru Bahasa Indonesia turut beradaptasi dengan pendekatan ini, termasuk dalam pembelajaran seni drama yang menuntut partisipasi aktif dan kreativitas siswa. Salah satu strategi yang diterapkan adalah pembelajaran berdiferensiasi, yaitu pendekatan yang mengakomodasi perbedaan kemampuan, minat, dan gaya belajar siswa. Artikel ini membahas bagaimana pembelajaran berdiferensiasi dapat mengoptimalkan potensi kreatif siswa dalam konteks pementasan drama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menggambarkan proses penerapan pembelajaran berdiferensiasi di kelas XI SMA Negeri Balung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika siswa diberikan pilihan dalam menentukan peran serta media berekspresi, mereka menjadi lebih aktif, percaya diri, dan mampu menghasilkan karya drama yang lebih orisinal dan inovatif. Pemberian ruang untuk berekspresi sesuai minat terbukti meningkatkan keterlibatan dan kualitas hasil karya siswa. Dengan demikian, pembelajaran berdiferensiasi tidak hanya relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21, tetapi juga efektif dalam mendorong kreativitas siswa dalam bidang seni pertunjukan, khususnya drama.
Pengaruh Metode PBL dalam Pembelajaran Menulis Teks Eksplanasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri Kamila, Devi Faricha Rahman; Susetyo, Agus Milu; Citraningrum, Dina Merdeka
Juwara: Jurnal Wawasan dan Aksara Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/juwara.v4i2.277

Abstract

This study aims to analyze the impact of the problem-based learning method on Indonesian language learning for Grade VIII students at SMP Negeri 01 Mayang, particularly on explanatory text materials. The research employs a quantitative approach with an experimental method and a pretest-posttest control group design. The study involved 55 students divided into two classes as the control and experimental groups. Data were collected through pre-tests and post-tests to measure student performance before and after implementing the problem-based learning method. Data analysis was conducted using normality, homogeneity, and hypothesis tests with SPSS 18.0 for Windows. The results of the independent sample t-test indicated that the significance level (2-tailed) was higher than the predetermined alpha level, leading to the acceptance of the null hypothesis (Ho). The findings reveal that the problem-based learning method positively impacts improving students' understanding of explanatory text materials. This approach has proven effective in encouraging students to become more active, critical, and independent during the learning process. Therefore, this method is recommended as a teaching strategy to enhance the quality of Indonesian language learning at the junior high school level, particularly in explanatory text writing skills.
REPRESENTASI PERLAWANAN TOKOH MAHASISWA DALAM NOVEL LAUT BERCERITA KARYA LEILA S. CHUDORI Arabella, Sophia; Dzarna, Dzarna; Citraningrum, Dina Merdeka
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 1 (2024): MARET 2024
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v12i1.3536

Abstract

Novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori, merupakan novel yang memiliki unsur-unsur cerita menarik, seperti melihat kembali kepedihan yang dialami aktivis mahasiswa di masa Orde Baru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi perlawanan yang dilakukan oleh para tokoh mahasiswa kepada otoritas yang ditunjukkan melalui bentuk perlawanan terbuka dan perlawanan tertutup dalam novel Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiologi sastra dengan teknik pengumpulan data berupa teknik baca dan catat. Metode analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis isi (content analysis). Sumber data yang digunakan adalah novel Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua bentuk perlawanan yang terdapat dalam novel Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori, yaitu perlawanan terbuka dan perlawanan tertutup yang di konfrontasikan berdasarkan karakteristik teori resistensi James. C Scott. Bentuk perlawanan terbuka yang ditemukan diantaranya adalah (1) Menyampaikan aspirasi, (2) Membangun kelas darurat, (3) Aksi demonstrasi, (4) Aksi Ngawi. Bentuk perlawanan tertutup yang ditemukan diantaranya adalah (1) perlawanan simbolik berupa berlari dan bersembunyi, (2) Grafiti politik, (3) Aksi subversif berupa menggandakan buku terlarang, (4) Diskusi.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Buku Ajar Mata Kuliah Kearifan Lokal Pandhalungan Afrizal, Mohamad; Citraningrum, Dina Merdeka
Piwulang Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol. 12 No. 1 (2024): Piwulang: Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/vbq2xr64

Abstract

Pandhalungan Local Wisdom is one of the courses offered by Muhammadiyah Jember University's Indonesian Language and Literature Education Study Program. Learning in this course has various challenges due to its newness, one of which is the lack of textbooks. This study aims to conduct a needs assessment of the textbooks for the course. The goals are to describe the competency criteria, student characteristics, student evaluation against the course, and subject matter suggestions for the course textbook. The results show that the characteristics of students are: 1) the average age of 20–21 years, which is classified as young adults; 2) knowledge of Pandhalungan: high category 50.11%, medium 32.33%, and low 17.56%; 3) perception of the benefits of course learning: very important 32.44%, quite important 52.22%, less important 15.34%; and 4) learning motivation: high 69.13%, medium 21.85%, low 9.02%. It is also concluded that the recommended subject matter for this textbook is eight topics: 1). Pandhalungan Culture and Identity; 2). Pandhalungan Cultural History.) Pandhalungan Art and Cultural Expression; 4) Pandhalungan Traditions and Rituals 5) Pandhalungan Cultural Diversity 6) Changes and Dynamics of Pandhalungan Culture 7) Preservation of Pandhalungan Culture; and 8) Culture and Communication of Pandhalungan Society
Buku Cerita Bergambar Berbasis Ketahanan Pangan bagi Siswa SD Kelas Rendah citraningrum, Dina Merdeka; Oktarini, Widya
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1487

Abstract

Ada kebutuhan mendesak untuk meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar tentang ketahanan pangan, sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengatasi kebutuhan itu. Buku cerita bergambar adalah cara yang bagus untuk mengajarkan anak-anak tentang ketahanan pangan. Dengan demikian, penelitian ini diantisipasi untuk memainkan peran dalam menyajikan gagasan tentang ketahanan pangan dan berfungsi sebagai sumber daya pendidikan yang bermanfaat. Penelitian dan Pengembangan adalah strategi penelitian yang didasarkan pada adaptasi Borg dan Gall. Para ahli dalam media, konten, pendidikan, dan kelompok kecil siswa semuanya berkontribusi pada proses validasi buku, yang bertujuan untuk menjamin bahwa buku tersebut dapat diakses oleh berbagai siswa. Sampel acak anak-anak dari SD Jember Lor 3 digunakan untuk validasi. Usia siswa berkisar antara 7 hingga 9 tahun. Pertama, ada 90,2% validasi dari ahli media; kedua, 90,3% validasi dari ahli materi; ketiga, 90,7% validasi dari praktisi pendidikan; dan keempat, 90,3% validasi dari uji coba kelompok kecil. Temuan-temuan ini mendukung penggunaan buku cerita bergambar sebagai alat pengajaran yang layak untuk murid-murid sekolah dasar di kelas-kelas yang lebih rendah. Dengan menggunakan validasi dari (a) ahli media, (b) ahli materi, (c) praktisi pendidikan, dan (d) kelompok-kelompok kecil siswa, penelitian ini sebanding dengan (Timutiasari, 2016). Berbeda dari penelitian sebelumnya. Kisah-kisah yang digunakan dalam penelitian Buku Cerita Bergambar Berbasis Ketahanan Pangan sesuai dengan usia dan menggunakan bahasa yang sederhana, sehingga sangat relevan dengan anak-anak saat ini. Estetika, bahan, dan kualitas cetakan (a), bahasa (b), buku bergambar (c), dan buku pengayaan fiksi (d) semuanya merupakan bagian dari kelayakan penelitian; dan (2) temuan uji efektivitas buku cerita anak-anak untuk siswa kelas empat di sekolah dasar merupakan bagian dari metodologi penelitian. Hal ini layak untuk dikaji karena penelitian ini belum pernah dilakukan sebelumnya, khususnya di lokasi penelitian SD Jember Lor 3.
Pemanfaatan Google Clasroom sebagai Media Penunjang Pembelajaran pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas X di SMA Negeri 1 Rogojampi Muksa, Virgi Riyan; Citraningrum, Dina Merdeka; Susetyo, Agus Milu; Anggraeni, Astri Widyaruli
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 5, No 2 (2023): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v5i2.3265

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) langkah-langkah yang dilakukan guru dalam pemanfaatan Google Classroom sebagai media penunjang pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi, 2) langkah-langkah yang dilakukan siswa dalam pemanfaatan Google Classroom sebagai media penunjang pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi, 3) kelebihan dan kekurangan Google Classroom sebagai media penunjang pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi, 4) kriteria kelayakan Google Classroom sebagai media penunjang pebelajaran pada mata pelajaran bahasa indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa langkah-langkah yang dilakukan guru dalam pemanfaatan Google Classroom sebagai media penunjang pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi meliputi: membuat kelas, membuat lembar kehadiran siswa, menyusun materi, membuat tugas, menyampaikan materi, dan melakukan penelitian. Langkah-langkah yang dilakukan siswa meliputi: bergabung ke dalam kelas, mengikuti pembelajaran, mengakses materi, dan mengerjakan tugas pada google classroom. Kelebihan google classroom: mudah digunakan, mengemat waktu, fleksibel dan hemat biaya. Kekurangan google classroom: membutuhkan panduan pengguna baru, memerlukan jaringan internet yang stabil, dan perangkat yang mendukung dalam pemanfaatanya. Kriteria kelayakan Google Classroom sebagai media pembelajaran meliputi kualitas isi dan tujuan, kualitas instruksional, dan kualitas teknis.
Pemanfaatan Google Clasroom sebagai Media Penunjang Pembelajaran pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas X di SMA Negeri 1 Rogojampi Muksa, Virgi Riyan; Citraningrum, Dina Merdeka; Susetyo, Agus Milu; Anggraeni, Astri Widyaruli
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 5, No 2 (2023): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v5i2.3244

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) langkah-langkah yang dilakukan guru dalam pemanfaatan Google Classroom sebagai media penunjang pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi, 2) langkah-langkah yang dilakukan siswa dalam pemanfaatan Google Classroom sebagai media penunjang pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi, 3) kelebihan dan kekurangan Google Classroom sebagai media penunjang pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi, 4) kriteria kelayakan Google Classroom sebagai media penunjang pebelajaran pada mata pelajaran bahasa indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa langkah-langkah yang dilakukan guru dalam pemanfaatan Google Classroom sebagai media penunjang pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi meliputi: membuat kelas, membuat lembar kehadiran siswa, menyusun materi, membuat tugas, menyampaikan materi, dan melakukan penelitian. Langkah-langkah yang dilakukan siswa meliputi: bergabung ke dalam kelas, mengikuti pembelajaran, mengakses materi, dan mengerjakan tugas pada google classroom. Kelebihan google classroom: mudah digunakan, mengemat waktu, fleksibel dan hemat biaya. Kekurangan google classroom: membutuhkan panduan pengguna baru, memerlukan jaringan internet yang stabil, dan perangkat yang mendukung dalam pemanfaatanya. Kriteria kelayakan Google Classroom sebagai media pembelajaran meliputi kualitas isi dan tujuan, kualitas instruksional, dan kualitas teknis.
The Effect of Group Discussion Learning on Improving Students' Critical Thinking Skills in Essay Writing Musoffa, Laylatul; Anggraeni, Astri Widyaruli; Citraningrum, Dina Merdeka
Journal of Educational Sciences Vol. 9 No. 6 (2025): Journal of Educational Sciences
Publisher : FKIP - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jes.9.6.p.6009-6020

Abstract

This study aims to evaluate the impact of the group discussion learning approach on improving students' critical thinking skills in writing essays for Indonesian language subjects at SMP Negeri 1 Tempurejo. This study uses a quantitative approach with a pretest-posttest design with a non-equivalent control group. The participants consisted of two classes: IX B as the control group and IX D as the experimental group, each containing 20 students. Data were collected using essay writing assessments and direct observation to evaluate student engagement during classroom learning, after which they were evaluated using a paired sample t-test. The results showed an increase in the average score of the experimental class from 77.5 to 91.3 (an increase of 13.8 points), while the control class increased from 56.8 to 66.9 (an increase of 10.1 points), indicating a significant difference between the two classes. The experimental class experienced a percentage increase of 17.81%, indicating a relative effectiveness that was 36.63% superior to the standard learning method. As a result, the group discussion method significantly improved students' critical thinking skills in essay writing.
Turn-Taking Strategy as Gender Performance in EFL Classroom Interaction Oktarini, Widya; Citraningrum, Dina Merdeka
Journal of English Language and Education Vol 10, No 6 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jele.v10i6.1706

Abstract

This research aims to uncover patterns of turn-taking strategy differences between male and female students, and how these differences affect their engagement and participation in classroom discussions. The study is expected to provide deeper insight into the gender-based interaction dynamics in foreign language classrooms, offering valuable contributions to the development of more inclusive teaching methods. This research is qualitative with descriptive approach. The subjects of this study are second-semester students of the English Education Program at Muhammadiyah University of Jember.There are 20 students who participated in this study. The result of the research reveals that there are some turn taking strategy used by male and female students including self-selection, speaker-selected, overlapping talk, backchannels and silent delay which are used dominantly by the female students. Several factors that influence the selection of turn-taking strategies include self-confidence, social gender roles, and the influence of the classroom environment. Women feel more empowered when the classroom provides equal opportunities for all students to speak. In conclusion, The evolving social gender influence in education allows women to participate more in EFL classroom and take more initiative in conversations, which are typically dominated by men.