Claim Missing Document
Check
Articles

Meningkatkan Keterampilan Menulis Puisi melalui Model Project Based Learning dengan Pendekatan Culturally Responsive Teaching pada Siswa Kelas XI SMA Febriyanti, Firda Sukma; Citraningrum, Dina Merdeka
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model Project Based Learning (PjBL) yang dipadukan dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa kelas XI SMA. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya keterlibatan siswa dan kurangnya relevansi materi menulis puisi dengan budaya mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan desain pretest–posttest satu kelompok. Data diperoleh melalui tes keterampilan menulis puisi, observasi aktivitas belajar, dan wawancara. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan menulis puisi, dengan rata-rata nilai awal 68,5 meningkat menjadi 83,2 pada tes akhir. Selain peningkatan kognitif, siswa juga menunjukkan kreativitas, partisipasi aktif, dan ekspresi budaya yang lebih baik. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi PjBL dan CRT efektif menciptakan pembelajaran sastra yang kontekstual, kolaboratif, dan bermakna.
Kepribadian Tokoh Utama dalam Novel Mariposa Karya Luluk HF Kajian Psikologi David Krech Sutikno, Edi; Dzarna Dzarna; Dina Merdeka Citraningrum
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5217

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis konsep emosi teori David Krech yang terdiri dari konsep rasa bersalah,rasa bersalah yang dipendam,menghukum diri sendiri,rasa malu.kebencian,kesedihan dan cinta.Aspek dari penelitian ini yaitu dari 7 klasifikasi emosi tersebut.Data dari penelitian ini berupa kata-kata dan kalimat yang berupa dialog serta kata-kata dalam kalimat yang berupa narasi dalam bentuk klasifikasi emosi tokoh Acha dalam novel Mariposa karya Luluk HF.Sumber data pada penelitian ini ialah berupa novel Mariposa karya Luluk HF. Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dan catat.Adapun hasi dari penelitian saya bahwa dalam novel Mariposa karya Luluk HF terdapat klasifikasi emosi menurut teori David Krech seperti,konsep rasa bersalah,rasa bersalah yang dipendam,menghukum diri sendiri,rasa malu,kebencian,kesedihan dan cinta.
Kepribadian Tokoh Utama Film”Ku Kira Kau Rumah”: Kajian Psikologi Sastra Sigmund Freud Shaya Seriefaza; Eka Nova Ali Vardani; Dina Merdeka Citraningrum
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5389

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk menganalisis dinamika kepribadian tokoh utama dengan nama Niskala, dalam film Ku Kira Kau Rumah dengan menggunakan pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud yang mencakup konsep id, ego, dan superego. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis data yang berfokus pada dialog dan adegan dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepribadian Niskala dipengaruhi oleh gangguan bipolar yang ia alami, sehingga id cenderung lebih dominan dibandingkan ego dan superego. Id Niskala terlihat melalui luapan emosional dan impulsif yang sering muncul secara tiba-tiba dan sulit untuk dikontol. Ego berperan sebagai mediator, meskipun terkadang gagal menjaga keseimbangan kepribadian akibat tekanan emosional yang berat. Superego Niskala, meskipun berfungsi sebagai pengingat moral, seringkali kalah oleh dorongan id dalam situasi tertentu. Penelitian ini memperlihatkan bahwa psikoanalisis Freud relevan untuk menganalisis tokoh dengan kompleksitas psikologis, terutama dalam kaitannya dengan kondisi mental seperti gangguan bipolar yang dialami tkoh utama pada film Ku Kira Kau Rumah.
Pengembangan Buku Ajar Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka di MTSN 4 Banyuwangi Kelas VII Firdausy, Azzahra Wildatu; Citraningrum, Dina Merdeka; Mubarak, Syahrul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i2.15246

Abstract

Buku ajar merupakan sebuah media pembelajaran yang sangat penting perannya sebagai acuan dalam kegiatan belajar mengajar. Akan tetapi, terkadang beberapa buku ajar masih dijumpai belum sepenuhnya memenuhi standar – standar dari beberapa segi standar buku ajar yang baik dan benar. Dan buku ajar yang ada tidak sepenuhnya menyesuaikan pada kebutuhan belajar siswa. Salah satunya pada fenomena yang terjadi di MTsN 4 Banyuwangi terhadap siswa dan guru dengan teknik wawancara dan pembagian angket pada siswa kelas VII, ditemukan data – data mengenai ketidaksesuaian pembelajaran yang ada di sekolah tersebut. Ketidaksesuaian ini mencakup kebutuhan belajar siswa yang tidak terpenuhi dikarenakan buku ajar yang dipergunakan masih belum bisa memaksimalkan capaian pembelajaran yang telah disusun sebelumnya. Buku ajar yang telah diberikan oleh pemerintah pusat, yang mana isi dari buku ajar tersebut bersifat untuk umum, hal ini tentu berakibat pada ketidaksesuaian pada kebutuhan dan keadaan siswa disekolah tersebut. Dan hal ini berdampak pada siswa – siswa disekolah tersebut yang masih belum memahami materi dan informasi yang ada pada buku ajar tersebut masih terbatas. Kebutuhan siswa yang tidak bisa dicapai dari buku ajar yang ada apabila tidak dibenahi akan mengakibatkan pasifnya siswa dalam kegiatan belajar.Dengan adanya pengembangan buku ajar ini mampu meningkatkan kebutuhan belajar siswa dan peran dari buku ajar yang menjadi acuan pembelajaran yang baik dan benar. Dari tahapan – tahapan yang dilakukan sesuai dengan prosedural yang ada didapatkan bahwa buku ajar pengembangan ini dikatakan layak guna dan mampu memberi kemudahan bagi pengajar dan siswa dalam pemenuhan kebutuhan belajar.
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Deskripsi pada Pembelajaran Siswa kelas VII SMP 1 Atap Kluncing Aprilian, Rangga Sulton; Citraningrum, Dina Merdeka; Mubaroq, Syahrul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media pembelajaran adalah alat untuk memberi perangsang bagi peserta didik supaya terjadi proses belajar dan berfungsi untuk memperjelas makna pesan yang disampaikan sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan lebih baik dan sempurna. Media pembelajaran interaktif merupakan jenis multimedia yang dilengkapi dengan pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna sehingga pengguna dapat memilih proses selan- jutnya yang diperlukan, mengajukan pertanyaan, dan mendapatkan jawaban yang mempengaruhikomputer untuk menjalankan fungsi selanjutnya. Permasalahan yang muncul dari latar belakang adalah bagaimana menciptakan produk media pembelajaran interaktif untuk meningkatkan kemampuan menulis teks deskripsi pada pembelajaran siswa kelas VII SMP 1 Atap Kluncing Bondowoso . Tujuan penelitian pengembangan ini adalah untuk mewujud pengembangan media pembelajaran interaktif untuk meningkatkan kemampuan menulis teks deskripsi. Metode yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah dengan tahap penilaian kebutuhan, desain serta pengembangan dan implementasi. Pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti memerlukan angket validasi oleh ahli materi dan ahli media serta angket respon siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif berupa pengumpulan data, reduksi data dan penyajian data. Serta menggunakan analisis kuantitatif berupa uji validasi pengembangan media pembelajaran dan respon siswa terhadap media pembelajaran. Hasil dari penelitian pengembangan ini adalah bahwa media pembelajaran berupa padlet dengan penilaian menurut ahli materi memilki presentase sebesar 92,5% dan ahli media dengan presentase 85% serta penilaian dari siswa sebesar 87%. Berdasarkan kriteria tingkat kelayakan, maka media pembelajaran canva termasuk dalam kualifikasi valid dan layak digunakan sebagai media pembelajaran untuk siswa dalam materi menulis teks deskripsi. Hal tersebut juga dinilai berdasarkan dari materi yang diberikan serta desain yang menarik pada tampilan media interaktif canva.
Pengembangan Teks Drama Berbasis Budaya Pendalungan dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VIII di SMPN 1 Sumberjambe Jember Putri, Dinda Ulfa Syahrureza Ellena; Mijianti, Yerry; Citraningrum, Dina Merdeka
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modul ajar merupakan perangkat pembelajaran atau rancangan pembelajaran yang berlandaskan pada kurikulum yang diaplikasikan dengan tujuan untuk menggapai standar kompetensi yang telah ditetapkan. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan bahan ajar khusus bermuatan budaya pendalungan yang belum pernah digunakan dalam menyampaikan materi mengenai teks drama. Peneliti berasumsi jika mampu membantu kegiatan belajar mengajar guru dan peserta didik di dalam kelas. Oleh karena itu, pengembangan bahan ajar berbasis budaya pendalungan penting dilakukan. Penelitian pengembangan bahan ajar teks drama berbasis budaya pendalungan ini merupakan jenis penelitian pengembangan (Research and Development). Metode penelitian pengembangan ini merupakan metode penelitian yang digunakan untuk menemukan, menghasilkan produk, serta menguji keefektifan dari produk tersebut. Langkah-langkah yang akan dilakukan peneliti disederhanakan menjadi lima langkah yaitu studi pendahuluan, perencanaan, pengembangan produk awal, validasi ahli dan revisi, dan uji coba produk. Uji coba produk dilakukan pada peserta didik kelas VIII SMPN 1 Sumberjambe Jember. Melalui uji coba produk akan diketahui layak atau tidaknya bahan ajar berbasis budaya pendalungan. Proses penyusunan modul ajar teks drama berbasis budaya pendalungan dimulai dengan studi pendahuluan, kemudian tahap perencanaan menganalisis kurikulum untuk melihat capaian pembelajaran pada semester genap. Selanjutnya tahap desain guna mempersiapkan struktur pada modul ajar dengan detail. Dilakukan tahap pengembangan modul ajar yang kemudian di ujicobakan kepada calon pengguna. Setelah melalui tahap pengembangan dan pebaikan modul ajar siap dipublikasikan. Hasil uji validitas dari ahli bahan ajar pada modul ajar teks drama berbasis budaya pendalungan diperoleh skor rata-rata 97,9 artinya termasuk dalam kategori sangat baik tidak perlu direvisi. Uji validasi dari ahli materi pada Modul Ajar Teks Drama Berbasis Budaya Pendalungan mendapat skor rata-rata 89,2 yang berarti termasuk dalam kategori baik dan sesuai serta tidak perlu direvisi. Hasil pengolahan kuesioner respon siswa terhadap produk modul ajar diperoleh nilai rata-rata 90,5 artinya buku pengayaan yang dikembangkan termasuk dalam kriteria sangat baik dan hasil dari kuesioner respon guru diperoleh skor rata-rata 80, dengan kategori baik. Bagi guru, modul ajar teks drama berbasis budaya pendalungan dapat dijadikan bahan ajar pendamping dari buku teks peserta didik. Dan bagi siswa, modul ajar teks drama berbasis budaya pendalungan dapat dijadikan sumber belajar untuk menambah pengetahuan dalam materi teks drama.
Penggunaan Media ”Puisi Misteri” untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak dan Pemikiran Kritis Siswa Putri, Arzeti Alivia; Citraningrum, Dina Merdeka
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran menyimak sering kali menjadi tantangan dalam dunia pendidikan. Penyebabnya adalah rendahnya minat dan perhatian siswa terhadap aktivitas mendengarkan. Inovasi pembelajaran perlu dilakukan untuk meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media inovatif berupa “Puisi Misteri” dalam pembelajaran menyimak dengan menerapkan strategi diferensiasi. Strategi ini memungkinkan guru menyesuaikan pendekatan, isi, dan proses belajar berdasarkan kebutuhan, minat, dan gaya belajar siswa. “Puisi Misteri” disusun dengan bahasa puitis yang menyimpan teka-teki atau pesan tersembunyi, sehingga mendorong siswa untuk menyimak secara cermat dan aktif dalam memecahkan makna dari puisi yang didengar. Penelitian dilakukan pada siswa kelas XI SMA Negeri Balung dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan “Puisi Misteri” mampu meningkatkan fokus, daya analisis, dan pastisipasi siswa dalam proses menyimak. Dengan demikian, inovasi ini tidak hanya meningkatkan keterampilan menyimak, tetapi juga membangun kreativitas dan pemikiran kritis siswa dengan memberikan ruang sesuai kemampuan dan preferensi siswa.
Mengembangkan Kreativitas Siswa Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Pementasan Drama Rohmah, Ainur; Citraningrum, Dina Merdeka
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan masa kini semakin menekankan pentingnya pembelajaran yang berbasis teknologi dan berpusat pada siswa. Guru Bahasa Indonesia turut beradaptasi dengan pendekatan ini, termasuk dalam pembelajaran seni drama yang menuntut partisipasi aktif dan kreativitas siswa. Salah satu strategi yang diterapkan adalah pembelajaran berdiferensiasi, yaitu pendekatan yang mengakomodasi perbedaan kemampuan, minat, dan gaya belajar siswa. Artikel ini membahas bagaimana pembelajaran berdiferensiasi dapat mengoptimalkan potensi kreatif siswa dalam konteks pementasan drama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menggambarkan proses penerapan pembelajaran berdiferensiasi di kelas XI SMA Negeri Balung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika siswa diberikan pilihan dalam menentukan peran serta media berekspresi, mereka menjadi lebih aktif, percaya diri, dan mampu menghasilkan karya drama yang lebih orisinal dan inovatif. Pemberian ruang untuk berekspresi sesuai minat terbukti meningkatkan keterlibatan dan kualitas hasil karya siswa. Dengan demikian, pembelajaran berdiferensiasi tidak hanya relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21, tetapi juga efektif dalam mendorong kreativitas siswa dalam bidang seni pertunjukan, khususnya drama.
Pengaruh Metode PBL dalam Pembelajaran Menulis Teks Eksplanasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri Kamila, Devi Faricha Rahman; Susetyo, Agus Milu; Citraningrum, Dina Merdeka
Juwara: Jurnal Wawasan dan Aksara Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/juwara.v4i2.277

Abstract

This study aims to analyze the impact of the problem-based learning method on Indonesian language learning for Grade VIII students at SMP Negeri 01 Mayang, particularly on explanatory text materials. The research employs a quantitative approach with an experimental method and a pretest-posttest control group design. The study involved 55 students divided into two classes as the control and experimental groups. Data were collected through pre-tests and post-tests to measure student performance before and after implementing the problem-based learning method. Data analysis was conducted using normality, homogeneity, and hypothesis tests with SPSS 18.0 for Windows. The results of the independent sample t-test indicated that the significance level (2-tailed) was higher than the predetermined alpha level, leading to the acceptance of the null hypothesis (Ho). The findings reveal that the problem-based learning method positively impacts improving students' understanding of explanatory text materials. This approach has proven effective in encouraging students to become more active, critical, and independent during the learning process. Therefore, this method is recommended as a teaching strategy to enhance the quality of Indonesian language learning at the junior high school level, particularly in explanatory text writing skills.
REPRESENTASI PERLAWANAN TOKOH MAHASISWA DALAM NOVEL LAUT BERCERITA KARYA LEILA S. CHUDORI Arabella, Sophia; Dzarna, Dzarna; Citraningrum, Dina Merdeka
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 1 (2024): MARET 2024
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v12i1.3536

Abstract

Novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori, merupakan novel yang memiliki unsur-unsur cerita menarik, seperti melihat kembali kepedihan yang dialami aktivis mahasiswa di masa Orde Baru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi perlawanan yang dilakukan oleh para tokoh mahasiswa kepada otoritas yang ditunjukkan melalui bentuk perlawanan terbuka dan perlawanan tertutup dalam novel Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiologi sastra dengan teknik pengumpulan data berupa teknik baca dan catat. Metode analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis isi (content analysis). Sumber data yang digunakan adalah novel Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua bentuk perlawanan yang terdapat dalam novel Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori, yaitu perlawanan terbuka dan perlawanan tertutup yang di konfrontasikan berdasarkan karakteristik teori resistensi James. C Scott. Bentuk perlawanan terbuka yang ditemukan diantaranya adalah (1) Menyampaikan aspirasi, (2) Membangun kelas darurat, (3) Aksi demonstrasi, (4) Aksi Ngawi. Bentuk perlawanan tertutup yang ditemukan diantaranya adalah (1) perlawanan simbolik berupa berlari dan bersembunyi, (2) Grafiti politik, (3) Aksi subversif berupa menggandakan buku terlarang, (4) Diskusi.