Claim Missing Document
Check
Articles

Relasi Sosial dalam Kultur Aruwa di Desa Dulamayo Selatan, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo Tanipu, Funco; Tamu, Yowan; Muhamad, Nurckholis
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sjppm.v1i3.119

Abstract

Masyarakat Desa Dulamayo Selatan memiliki perbedaan dalam pelaksanaan Aruwa yang sering dilakukan di Gorontalo. Selain makanan yang ada di atas kain putih, terdapat satu wadah atau baki yang disediakan dengan beberapa makanan di atasnya serta dinyalakan lampu botol. Makanan ini tidak boleh dimakan oleh orang-orang yang hadir dalam kegiatan Aruwa tersebut. Selain itu, orang yang sudah selesai makan tidak boleh menyusun piringnya jika masih ada beberapa orang yang sedang makan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui relasi sosial dalam kultur Aruwa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk memahami situasinya, dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, kultur Aruwa dimaksudkan untuk meningkatkan hubungan di antara sesama individu dalam masyarakat melalui kerja sama yang terjalin. Tujuan dilaksanakannya Aruwa adalah untuk mendoakan orang yang telah meninggal dunia agar mendapatkan ampunan dan ditempatkan di sisi Tuhan yang Maha Kuasa. Kedua, terdapat bentuk relasi sosial yang dibangun dalam kultur Aruwa, yakni kerja sama (gotong royong) yang dapat diapresiasi sebagai upaya untuk membangun relasi antar individu secara solid. Ketiga, faktor yang mempengaruhi terjadinya relasi sosial dalam kultur Aruwa adalah: a) menyesuaikan diri (beradaptasi) dengan suasana sekelilingnya; b) dorongan sebagai makhluk sosial atau ekonomi; dan c) keinginan untuk menjalin relasi (berkomunikasi) dengan manusia lainnya.
MEMAHAMI ESENSI KOMUNIKASI ANTARPRIBADI DALAM PROSES TAARUF: STUDI PADA KADER WAHDAH ISLAMIYAH GORONTALO Talalu, Taufik R; Tamu, Yowan; Sumarjo; Malik, Abdul
Farabi Vol 20 No 2 (2023): Farabi
Publisher : LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/jf.v20i2.4097

Abstract

This research delves into the taaruf (Islamic courtship) process within the context of Wahdah Islamiyah Gorontalo, particularly among active members of the halaqoh (study circle) tarbiyah (spiritual development) group who choose their life partners through the taaruf method. Employing a qualitative approach, this study explores various relevant aspects of the taaruf process within the framework of Wahdah Islamiyah Gorontalo. It encompasses the examination of effective interpersonal communication characteristics outlined by DeVito, including openness, empathy, supportiveness, positivity, and equality. The analysis of these characteristics provides a deeper understanding of how effective communication influences the dynamics of the taaruf process within Islamic culture. This research reveals the significance of applying principles of effective communication to assist prospective partners in seeking marital unions based on good intentions, understanding, support, and fairness within the taaruf process.
Indonesia’s public vulnerability to ethnic and religious information Nikolaus Prathama; Lenny Bernadeta; Gita Juniarti; Yowan Tamu; Retno Irianto
Jurnal ASPIKOM - Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 10, No 2 (2025): Jurnal ASPIKOM
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24329/aspikom.v10i2.1648

Abstract

This study aims to determine the extent to which ethnic and religious information is believed to be fake news or facts and is spread to people close to them. This type of research is qualitative using a phenomenological approach, namely collecting experience data and testing individual assessments through an experimental stage from a sample of 30 non-expert millennials and gen z in the city of Semarang, Indonesia. The findings of this study reveal several attitudes formed by participants. First, participants believe that fake news still exists and is spread predominantly online. Second, participants believe that they will not be trapped by fake news and have credibility. Third, respondents discuss suspicious information with reference groups. Fourth, dissonance is still prominent in the assessment of information status (fake or fact) and the culture of collectivism appears prominent in this study. 
Transformasi Gender Dalam Perspektif Konstruksi Sosial (Studi Pada Transpuan Kota Gorontalo) Mobilingo, Rapli; Hatu, Dewinta Rizky R; Tamu, Yowan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4470

Abstract

Penelitian Ini Mengkaji Proses Transformasi Gender Pada Transpuan Di Kota Gorontalo Melalui Perspektif Konstruksi Sosial Berger Dan Luckmann Dan Faktor  Yang Melatarbelakangi Transformasi Ini Serta Mengankat Pengalaman  Dalam Menjalani Kehidupan Sebagai Transpuan Di Tengan Norma Heteronormatif. Latar Belakang Penelitian Berangkat Dari Fenomena Ketidaksesuaian Antara Jenis Kelamin Biologis Dan Identitas Gender Yang Dialami Sebagian Individu, Yang Dipengaruhi Oleh Faktor Keluarga, Lingkungan Sosial, Serta Pengalaman Hidup Sejak Masa Kanak-Kanak. Penelitian Ini Bertujuan Untuk Menganalisis Bagaimana Proses Eksternalisasi, Objektivasi, Dan Internalisasi Membentuk Identitas Gender Transpuan, Serta Mengidentifikasi Faktor Sosial Yang Mendorong Terjadinya Transformasi Tersebut. Metode Yang Digunakan Adalah Penelitian Kualitatif Dengan Pendekatan Deskriptif, Melalui Wawancara Mendalam, Observasi, Dan Dokumentasi Terhadap Tiga Informan Transpuan Yang Telah Bertransformasi Secara Konsisten. Hasil Penelitian Menunjukkan Bahwa Transformasi Gender Berlangsung Secara Bertahap Sejak Usia Anak-Anak Hingga Remaja, Ditandai Oleh Kecenderungan Bermain Dengan Teman Perempuan, Kenyamanan Mengekspresikan Sifat Feminin, Serta Proses Perubahan Penampilan Seperti Memanjangkan Rambut, Menggunakan Make Up, Hingga Mengadopsi Nama Baru. Faktor Ekonomi Keluarga, Minimnya Figur Ayah, Kedekatan Dengan Lingkungan Perempuan, Serta Dukungan Komunitas Turut Mempercepat Internalisasi Identitas Sebagai Transpuan. Kesimpulannya, Transformasi Gender Pada Transpuan Merupakan Proses Sosial Yang Dibentuk Melalui Interaksi Berkelanjutan Dengan Lingkungan, Bukan Sekadar Dorongan Biologis, Dan Berlangsung Melalui Mekanisme Konstruksi Sosial Yang Kompleks
Transformasi Gender Berdasarkan Pengalaman Pribadi Transpuan: Suatu Tinjauan Sosiologis Atas Proses Konstruksi Sosial Hatu, Dewinta Rizky R; Tamu, Yowan; Mobilingo, Rapli
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4565

Abstract

Transformasi gender merupakan fenomena sosial yang semakin mendapat perhatian dalam kajian akademik maupun ruang publik. Bagi kaum transpuan, proses ini tidak hanya menyangkut perubahan fisik, tetapi juga melibatkan dimensi psikologis, sosial, dan politik yang kompleks. Identitas gender mereka sering kali berhadapan dengan norma cisgender yang dominan, sehingga pengalaman transformasi menjadi arena negosiasi antara kenyamanan batin, kejujuran terhadap diri sendiri, serta tuntutan pengakuan sosial.Penelitian ini bertujuan untuk menggali pandangan kaum transpuan mengenai makna transformasi gender berdasarkan pengalaman pribadi mereka. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana identitas gender dibangun, dinegosiasikan, dan dipertahankan dalam konteks sosial yang penuh stigma, serta bagaimana faktor sosial memengaruhi proses tersebut.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian berada di Kota Gorontalo, yang menjadi pusat aktivitas ekonomi sekaligus ruang sosial bagi kaum transpuan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan, sehingga menghasilkan pemahaman yang kaya mengenai pengalaman dan refleksi mereka terhadap transformasi gender.Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi gender dimaknai secara multidimensional. Informan pertama menekankan kenyamanan dan hak asasi manusia, informan kedua menyoroti otonomi individu dalam perubahan, sedangkan informan ketiga menekankan ekspresi fisik sebagai representasi identitas. Kesimpulannya, transformasi gender bukan sekadar perubahan estetika tubuh, melainkan proses aktif dan dinamis yang menegaskan autentisitas diri, hak asasi, serta urgensi pengakuan sosial terhadap keberagaman identitas transpuan.
Peran Keluarga dalam Mempertahankan Bahasa Daerah Gorontalo di Kalangan Anak Muda Desa Longalo Suleman, Fadli; Bumulo, Sahrain; Tamu, Yowan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.4093

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keluarga dalam mempertahankan bahasa daerah Gorontalo, strategi yang digunakan, kendala yang dihadapi, tingkat penggunaan bahasa daerah oleh anak muda, serta bentuk dukungan dari lingkungan sosial, tokoh adat, dan pendidik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas keluarga, tokoh adat, pendidik, dan anak muda di Desa Longalo. Data dianalisis menggunakan teori Struktural Fungsional Talcott Parsons melalui konsep AGIL (Adaptation, Goal Attainment, Integration, dan Latency) untuk memahami fungsi sosial setiap peran dalam upaya pelestarian bahasa daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran keluarga dalam mempertahankan bahasa daerah masih ada, namun terbatas pada aktivitas sederhana seperti bercerita dan memberi nasihat menggunakan bahasa Gorontalo. Strategi yang digunakan bersifat alami dan belum terstruktur. Kendala utama yang dihadapi meliputi rendahnya minat anak muda, dominasi penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, serta tidak adanya pembelajaran bahasa daerah yang sistematis di lingkungan keluarga. Tingkat penggunaan bahasa Gorontalo oleh anak muda tergolong rendah, dengan sebagian hanya memahami secara pasif dan sebagian lainnya tidak memahami sama sekali. Dukungan dari lingkungan sosial, tokoh adat, dan pendidik dilakukan melalui kegiatan budaya dan kebijakan sekolah, namun dampaknya terhadap penggunaan aktif bahasa masih terbatas. Analisis AGIL menunjukkan bahwa fungsi Integration dan Latency paling dominan, sehingga pelestarian bahasa daerah memerlukan kolaborasi antara keluarga, lingkungan sosial, tokoh adat, pendidik, dan pemerintah agar berkelanjutan.
Peran Ganda dan Eksistensi Wanita Karir di Desa Butu Kecamatan Tilongkabila : peran ganda dan eksistensi wanita karir di desa butu kecamatan tilongkabila Samani, Riskawati; Hatu, Dewinta Rizky. R.; Tamu, Yowan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6283

Abstract

Penelitian ini berjudul Peran Ganda dan Eksistensi Wanita Karir di Desa Butu Kecamatan Tilongkabila. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana eksistensi wanita dalam menjalani peran ganda sebagai wanita karir sekaligus ibu rumah tangga di Desa Butu, Kecamatan Tilongkabila. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yaitu menggambarkan secara mendalam fakta dan realitas sosial yang terjadi di masyarakat. Peneliti berperan sebagai instrumen utama yang terlibat langsung dalam proses pengumpulan data melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, sehingga data yang diperoleh sesuai dengan kondisi lapangan dan kebutuhan penelitian. Kerangka analisis penelitian ini menggunakan teori struktural fungsional Talcott Parsons yang memandang masyarakat sebagai suatu sistem yang terdiri atas bagian-bagian atau subsistem yang saling berkaitan dan saling bergantung. Parsons mengemukakan empat fungsi utama dalam sistem sosial, yaitu adaptasi (adaptation), pencapaian tujuan (goal attainment), integrasi (integration), dan pemeliharaan pola (latency). Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi wanita dalam menjalani peran ganda sangat dipengaruhi oleh adanya kepercayaan dan kerja sama antara suami dan istri. Wanita karir dituntut mampu mengatur waktu antara pekerjaan dan tanggung jawab domestik demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Dukungan dan peran aktif suami menjadi faktor penting dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Namun, peran ganda ini juga menimbulkan dampak emosional, seperti rasa khawatir ketika anak mengalami sakit atau membutuhkan perhatian lebih.
Perilaku Seksual Di Kalangan Mahasiswa Suatu Kajian Sosiologi Fitriyanti Djahuno; Yowan Tamu; Dewinta Rizky R. Hatu
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.556

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk perilaku seksual serta faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya perilaku seksual di kalangan mahasiswa Jurusan Sosiologi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap mahasiswa yang menjadi informan penelitian. Analisis penelitian ini menggunakan teori konstruksi sosial Peter L. Berger yang menjelaskan bahwa realitas sosial terbentuk melalui proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku seksual telah menjadi bagian dari dinamika hubungan pacaran di kalangan mahasiswa. Bentuk perilaku seksual yang paling dominan ditemukan adalah perilaku afeksi fisik, seperti berpegangan tangan, berpelukan, berciuman, dan petting, sedangkan hubungan seksual dilakukan oleh sebagian informan dan umumnya berlangsung di tempat yang dianggap aman dan memiliki privasi. Penelitian ini juga menemukan bahwa lingkungan pertemanan merupakan faktor utama yang memengaruhi munculnya perilaku seksual pada mahasiswa. Interaksi yang intens dengan teman sebaya, terutama melalui pembahasan mengenai pengalaman seksual dalam hubungan pacaran, membentuk pemahaman bahwa perilaku tersebut merupakan sesuatu yang umum dan wajar dilakukan. 
Policy Model For The Development of Community-Based Tourism Destinations in Banggai Laut Regency Fadli Sandewa; Asna Aneta; Yowan Tamu; Sukarman Kamuli; Yanti Aneta
International Journal of Educational Review, Law And Social Sciences (IJERLAS) Vol. 6 No. 4 (2026): on Progress
Publisher : CV. RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijerlas.v6i4.5662

Abstract

This study aims to develop a policy model for community-based tourism destination development in Banggai Laut Regency, where tourism's contribution remains suboptimal despite significant potential. The research questions focus on the ongoing implementation of tourism policies and the role of local communities in sustainable tourism. Employing a qualitative method with a phenomenological approach, data was collected through observation, interviews, and documentation from key stakeholders. The findings reveal that current models lack effective integration of local communities, leading the study to propose the "Community-Governed Destination Development" model. This model contributes academically by repositioning local communities as primary decision-makers, emphasizing participatory governance and local wisdom for inclusive sustainability.
Kekerasan Simbolik Pada Teks Pemberitaan COVID-19 Di Media Daring Gorontalo Julianur Rajak Husain; Noval Sufriyanto Talani; Yowan Tamu
Jurnal Kajian Ilmiah Vol. 23 No. 2 (2023): May 2023
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Publikasi (LPPMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/jb3nry97

Abstract

The COVID-19 pandemic has become a momentum for global and local mass media to compete to present news about the surge in cases of transmission of coronavirus diseases, including Gorontalo's local online media, Gopos.id. This research was raised from the problem of how the news text of COVID-19 in online media such as Gopos.id is displayed. The purpose of this research is to find out about the discourse on COVID-19 and to identify and find hidden signs of symbolic violence in the news text of COVID-19 on the online media Gopos.id through the use of certain words, phrases, or sentences. News texts are analyzed using qualitative methods with a knife of analysis using semiotics from M.A.K Halliday, which includes (a) the field of discourse, (b) the tenor of discourse, and (c) the mode of discourse. Based on the research results, symbolic violence in COVID-19 reporting texts in the online media Gopos.id tends to appear in discourse fields and discourse modes or language styles and is implicitly presented to the discourse participants. Because symbolic violence is invisible or hidden, victims tend not to realize it.