Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pengembangan Modul Web Rekomendasi Waktu Kunjungan Wisata Bahari Berbasis Kalender Musim Gorontalo Dako, Amirudin Yunus; Tamu, Yowan; Nasibu, Iskandar Z.; Yusuf, Taufiq I.
Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering Vol 5, No 1 (2023): Januari - Juni 2023
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjeee.v5i1.17152

Abstract

Provinsi Gorontalo memiliki banyak pilihan destinasi wisata misalnya wisata budaya, wisata alam, gelaran kebudayaan maupun destinasi wisata lainnya.  Dari sekian banyaknya pilihan event gelaran kebudayaan maupun destinasi wisata, salah satu pertanyaan mendasar dari calon wisatawan adalah kapan waktu terbaik untuk mengunjungi Gorontalo, jika mereka ingin mengunjungi lokasi wisata tertentu yang lebih spesifik?, misalnya wisata bahari dan destinasi wisata alam lainnya di Provinsi Gorontalo. Upaya menyebarluaskan informasi waktu terbaik untuk berkunjung ke Gorontalo kepada calon wisatawan kiranya menjadi sangat penting dilakukan untuk mendukung pemerintah provinsi Gorontalo dalam upaya mengembangkan sektor pariwisata daerah.  Upaya yang telah dilakukan antara lain adalah membuat prototipe sistem informasi destinasi wisata budaya berbasis kalender musim masyarakat Gorontalo.  Hasil studi kelayakan atas prototipe dimaksud merekomendasikan adanya pengembangan dan peningkatan perluasan sajian informasi untuk potensi wisata lainnya yang ada di Gorontalo.  Penelitian ini ditujukan untuk melakukan kajian rekayasa perangkat lunak komputer terhadap hasil penelitian sebelumnya berupa kalender musim Gorontalo, merancang algoritma dan mengembangkan modul web yang dapat merekomendasikan waktu dan lokasi tujuan wisata bahari di Provinsi Gorontalo. Metode Research and Development (RD) yang digunakan pada penelitian ini telah menghasilkan modul web yang memuat rekomendasi waktu dan lokasi kunjungan wisata bahari di daerah Gorontalo dan telah diintegrasikan pada sistem informasi destinasi wisata yang telah dibuat sebelumnya. Modul web yang telah dibuat selanjutnya diuji pada 200 responden sesuai ISO/IEC 2510 menunjukkan bahwa aspek Portability telah terpenuhi dan modul ini kompatibel dengan berbagai browser dan perangkat pengakses yang berbeda, uji aspek performance Efficiency menghasilkan durasi page load kurang dari 10 detik dan dikategorikan baik,  serta menghasilkan nilai x=1 yang termasuk kategori baik pada pengujian aspek Functional Suitability.  
Dinamika Dukungan dan Penolakan Masyarakat Terhadap Gaya Berpakaian Remaja di Desa Datahu, Kecamatan Tibawa Harold, Rudy; Tamu, Yowan; Latare, Sainudin; Kasim, Yulian
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sjppm.v1i2.24

Abstract

Clothing is a basic human necessity that is intertwined with socio-cultural conditions, ethical considerations, aesthetics, and individual expressions of belief. The relationship between clothing and fashion has always been close, especially in the present era where various clothing designs exist, ranging from very loose to very tight and from modest to revealing. The purpose of this research is to understand the perspective of the community in the village of Datahu, Tibawa Subdistrict, towards teenagers who choose to dress provocatively. The ethnographic investigation method is employed, aiming to depict and examine cultural groups to identify evolving patterns of language, behavior, and beliefs. Documentation, interviews, and observations are utilized to collect data. The research findings indicate that: First, teenage girls who tend to dress provocatively appear to form a supportive community and remain optimistic. They strive to stay authentic, maintaining what they like. Second, the majority of women in the Datahu village follow current teenage fashion trends due to the changing times and societal influence. Many teenage girls in Datahu adopt a glamorous lifestyle with celebrity-like appearances and Western-style revealing clothing, ultimately violating ethical dressing norms according to religious standards. Third, regarding the community's perspective on women who choose to dress provocatively, there are both supporters (pro) and dissenters (contra), depending on individual viewpoints. However, the majority of the Datahu village community tends to disagree with the use of revealing clothing.
Solidaritas Kader PKK dalam Melaksanakan Program Kerja di Kelurahan Dembe I Kecamatan Kota Barat Kota Gorontalo Hatu, Dewinta Rizky R.; Tanipu, Funco; Tamu, Yowan; Mole, Moh. Tri Fadel
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sjppm.v1i3.82

Abstract

Gerakan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga atau yang sering disebut dengan Kelompok PKK adalah salah satu organisasi kemasyarakatan atau kelompok sosial yang berada di seluruh daerah di Indonesia dan terdiri atas kader-kader PKK. Salah satu contohnya adalah Kelompok TP-PKK Kelurahan Dembe I. Dalam suatu kelompok sosial, diperlukan adanya solidaritas sosial yang dapat memengaruhi keberhasilan kelompok dalam mencapai tujuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana solidaritas kader anggota PKK dalam melaksanakan program kerja di Kelurahan Dembe I, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kader-kader PKK Kelurahan Dembe I memiliki jiwa solidaritas sosial yang kuat dan cukup tinggi. Aspek-aspek serta faktor-faktor pendukung solidaritas sosial seperti kesadaran kolektif, saling percaya, kesamaan perasaan, senasib dan sepenanggungan, kerjasama dan gotong royong, rasa kebersamaan, kesetiakawanan, dan hubungan kekeluargaan semuanya ada dalam diri masing-masing kader. Dengan demikian, kesolidaritasan, kekompakan, dan kesetiakawanan para kader ini membuat program-program kerja serta kegiatan dan pembangunan di Kelurahan Dembe I menjadi semakin aktif dan berjalan dengan baik berkat partisipasi dari kelompok PKK maupun masyarakatnya.
Relasi Sosial dalam Kultur Aruwa di Desa Dulamayo Selatan, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo Tanipu, Funco; Tamu, Yowan; Muhamad, Nurckholis
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sjppm.v1i3.119

Abstract

Masyarakat Desa Dulamayo Selatan memiliki perbedaan dalam pelaksanaan Aruwa yang sering dilakukan di Gorontalo. Selain makanan yang ada di atas kain putih, terdapat satu wadah atau baki yang disediakan dengan beberapa makanan di atasnya serta dinyalakan lampu botol. Makanan ini tidak boleh dimakan oleh orang-orang yang hadir dalam kegiatan Aruwa tersebut. Selain itu, orang yang sudah selesai makan tidak boleh menyusun piringnya jika masih ada beberapa orang yang sedang makan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui relasi sosial dalam kultur Aruwa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk memahami situasinya, dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, kultur Aruwa dimaksudkan untuk meningkatkan hubungan di antara sesama individu dalam masyarakat melalui kerja sama yang terjalin. Tujuan dilaksanakannya Aruwa adalah untuk mendoakan orang yang telah meninggal dunia agar mendapatkan ampunan dan ditempatkan di sisi Tuhan yang Maha Kuasa. Kedua, terdapat bentuk relasi sosial yang dibangun dalam kultur Aruwa, yakni kerja sama (gotong royong) yang dapat diapresiasi sebagai upaya untuk membangun relasi antar individu secara solid. Ketiga, faktor yang mempengaruhi terjadinya relasi sosial dalam kultur Aruwa adalah: a) menyesuaikan diri (beradaptasi) dengan suasana sekelilingnya; b) dorongan sebagai makhluk sosial atau ekonomi; dan c) keinginan untuk menjalin relasi (berkomunikasi) dengan manusia lainnya.
MEMAHAMI ESENSI KOMUNIKASI ANTARPRIBADI DALAM PROSES TAARUF: STUDI PADA KADER WAHDAH ISLAMIYAH GORONTALO Talalu, Taufik R; Tamu, Yowan; Sumarjo; Malik, Abdul
Farabi Vol 20 No 2 (2023): Farabi
Publisher : LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/jf.v20i2.4097

Abstract

This research delves into the taaruf (Islamic courtship) process within the context of Wahdah Islamiyah Gorontalo, particularly among active members of the halaqoh (study circle) tarbiyah (spiritual development) group who choose their life partners through the taaruf method. Employing a qualitative approach, this study explores various relevant aspects of the taaruf process within the framework of Wahdah Islamiyah Gorontalo. It encompasses the examination of effective interpersonal communication characteristics outlined by DeVito, including openness, empathy, supportiveness, positivity, and equality. The analysis of these characteristics provides a deeper understanding of how effective communication influences the dynamics of the taaruf process within Islamic culture. This research reveals the significance of applying principles of effective communication to assist prospective partners in seeking marital unions based on good intentions, understanding, support, and fairness within the taaruf process.
Indonesia’s public vulnerability to ethnic and religious information Nikolaus Prathama; Lenny Bernadeta; Gita Juniarti; Yowan Tamu; Retno Irianto
Jurnal ASPIKOM - Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 10, No 2 (2025): Jurnal ASPIKOM
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24329/aspikom.v10i2.1648

Abstract

This study aims to determine the extent to which ethnic and religious information is believed to be fake news or facts and is spread to people close to them. This type of research is qualitative using a phenomenological approach, namely collecting experience data and testing individual assessments through an experimental stage from a sample of 30 non-expert millennials and gen z in the city of Semarang, Indonesia. The findings of this study reveal several attitudes formed by participants. First, participants believe that fake news still exists and is spread predominantly online. Second, participants believe that they will not be trapped by fake news and have credibility. Third, respondents discuss suspicious information with reference groups. Fourth, dissonance is still prominent in the assessment of information status (fake or fact) and the culture of collectivism appears prominent in this study.