Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Pengembangan Modul Web Rekomendasi Waktu Kunjungan Wisata Bahari Berbasis Kalender Musim Gorontalo Dako, Amirudin Yunus; Tamu, Yowan; Nasibu, Iskandar Z.; Yusuf, Taufiq I.
Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering Vol 5, No 1 (2023): Januari - Juni 2023
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjeee.v5i1.17152

Abstract

Provinsi Gorontalo memiliki banyak pilihan destinasi wisata misalnya wisata budaya, wisata alam, gelaran kebudayaan maupun destinasi wisata lainnya.  Dari sekian banyaknya pilihan event gelaran kebudayaan maupun destinasi wisata, salah satu pertanyaan mendasar dari calon wisatawan adalah kapan waktu terbaik untuk mengunjungi Gorontalo, jika mereka ingin mengunjungi lokasi wisata tertentu yang lebih spesifik?, misalnya wisata bahari dan destinasi wisata alam lainnya di Provinsi Gorontalo. Upaya menyebarluaskan informasi waktu terbaik untuk berkunjung ke Gorontalo kepada calon wisatawan kiranya menjadi sangat penting dilakukan untuk mendukung pemerintah provinsi Gorontalo dalam upaya mengembangkan sektor pariwisata daerah.  Upaya yang telah dilakukan antara lain adalah membuat prototipe sistem informasi destinasi wisata budaya berbasis kalender musim masyarakat Gorontalo.  Hasil studi kelayakan atas prototipe dimaksud merekomendasikan adanya pengembangan dan peningkatan perluasan sajian informasi untuk potensi wisata lainnya yang ada di Gorontalo.  Penelitian ini ditujukan untuk melakukan kajian rekayasa perangkat lunak komputer terhadap hasil penelitian sebelumnya berupa kalender musim Gorontalo, merancang algoritma dan mengembangkan modul web yang dapat merekomendasikan waktu dan lokasi tujuan wisata bahari di Provinsi Gorontalo. Metode Research and Development (RD) yang digunakan pada penelitian ini telah menghasilkan modul web yang memuat rekomendasi waktu dan lokasi kunjungan wisata bahari di daerah Gorontalo dan telah diintegrasikan pada sistem informasi destinasi wisata yang telah dibuat sebelumnya. Modul web yang telah dibuat selanjutnya diuji pada 200 responden sesuai ISO/IEC 2510 menunjukkan bahwa aspek Portability telah terpenuhi dan modul ini kompatibel dengan berbagai browser dan perangkat pengakses yang berbeda, uji aspek performance Efficiency menghasilkan durasi page load kurang dari 10 detik dan dikategorikan baik,  serta menghasilkan nilai x=1 yang termasuk kategori baik pada pengujian aspek Functional Suitability.  
Dinamika Dukungan dan Penolakan Masyarakat Terhadap Gaya Berpakaian Remaja di Desa Datahu, Kecamatan Tibawa Harold, Rudy; Tamu, Yowan; Latare, Sainudin; Kasim, Yulian
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sjppm.v1i2.24

Abstract

Clothing is a basic human necessity that is intertwined with socio-cultural conditions, ethical considerations, aesthetics, and individual expressions of belief. The relationship between clothing and fashion has always been close, especially in the present era where various clothing designs exist, ranging from very loose to very tight and from modest to revealing. The purpose of this research is to understand the perspective of the community in the village of Datahu, Tibawa Subdistrict, towards teenagers who choose to dress provocatively. The ethnographic investigation method is employed, aiming to depict and examine cultural groups to identify evolving patterns of language, behavior, and beliefs. Documentation, interviews, and observations are utilized to collect data. The research findings indicate that: First, teenage girls who tend to dress provocatively appear to form a supportive community and remain optimistic. They strive to stay authentic, maintaining what they like. Second, the majority of women in the Datahu village follow current teenage fashion trends due to the changing times and societal influence. Many teenage girls in Datahu adopt a glamorous lifestyle with celebrity-like appearances and Western-style revealing clothing, ultimately violating ethical dressing norms according to religious standards. Third, regarding the community's perspective on women who choose to dress provocatively, there are both supporters (pro) and dissenters (contra), depending on individual viewpoints. However, the majority of the Datahu village community tends to disagree with the use of revealing clothing.
Solidaritas Kader PKK dalam Melaksanakan Program Kerja di Kelurahan Dembe I Kecamatan Kota Barat Kota Gorontalo Hatu, Dewinta Rizky R.; Tanipu, Funco; Tamu, Yowan; Mole, Moh. Tri Fadel
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sjppm.v1i3.82

Abstract

Gerakan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga atau yang sering disebut dengan Kelompok PKK adalah salah satu organisasi kemasyarakatan atau kelompok sosial yang berada di seluruh daerah di Indonesia dan terdiri atas kader-kader PKK. Salah satu contohnya adalah Kelompok TP-PKK Kelurahan Dembe I. Dalam suatu kelompok sosial, diperlukan adanya solidaritas sosial yang dapat memengaruhi keberhasilan kelompok dalam mencapai tujuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana solidaritas kader anggota PKK dalam melaksanakan program kerja di Kelurahan Dembe I, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kader-kader PKK Kelurahan Dembe I memiliki jiwa solidaritas sosial yang kuat dan cukup tinggi. Aspek-aspek serta faktor-faktor pendukung solidaritas sosial seperti kesadaran kolektif, saling percaya, kesamaan perasaan, senasib dan sepenanggungan, kerjasama dan gotong royong, rasa kebersamaan, kesetiakawanan, dan hubungan kekeluargaan semuanya ada dalam diri masing-masing kader. Dengan demikian, kesolidaritasan, kekompakan, dan kesetiakawanan para kader ini membuat program-program kerja serta kegiatan dan pembangunan di Kelurahan Dembe I menjadi semakin aktif dan berjalan dengan baik berkat partisipasi dari kelompok PKK maupun masyarakatnya.
Relasi Sosial dalam Kultur Aruwa di Desa Dulamayo Selatan, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo Tanipu, Funco; Tamu, Yowan; Muhamad, Nurckholis
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sjppm.v1i3.119

Abstract

Masyarakat Desa Dulamayo Selatan memiliki perbedaan dalam pelaksanaan Aruwa yang sering dilakukan di Gorontalo. Selain makanan yang ada di atas kain putih, terdapat satu wadah atau baki yang disediakan dengan beberapa makanan di atasnya serta dinyalakan lampu botol. Makanan ini tidak boleh dimakan oleh orang-orang yang hadir dalam kegiatan Aruwa tersebut. Selain itu, orang yang sudah selesai makan tidak boleh menyusun piringnya jika masih ada beberapa orang yang sedang makan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui relasi sosial dalam kultur Aruwa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk memahami situasinya, dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, kultur Aruwa dimaksudkan untuk meningkatkan hubungan di antara sesama individu dalam masyarakat melalui kerja sama yang terjalin. Tujuan dilaksanakannya Aruwa adalah untuk mendoakan orang yang telah meninggal dunia agar mendapatkan ampunan dan ditempatkan di sisi Tuhan yang Maha Kuasa. Kedua, terdapat bentuk relasi sosial yang dibangun dalam kultur Aruwa, yakni kerja sama (gotong royong) yang dapat diapresiasi sebagai upaya untuk membangun relasi antar individu secara solid. Ketiga, faktor yang mempengaruhi terjadinya relasi sosial dalam kultur Aruwa adalah: a) menyesuaikan diri (beradaptasi) dengan suasana sekelilingnya; b) dorongan sebagai makhluk sosial atau ekonomi; dan c) keinginan untuk menjalin relasi (berkomunikasi) dengan manusia lainnya.
MEMAHAMI ESENSI KOMUNIKASI ANTARPRIBADI DALAM PROSES TAARUF: STUDI PADA KADER WAHDAH ISLAMIYAH GORONTALO Talalu, Taufik R; Tamu, Yowan; Sumarjo; Malik, Abdul
Farabi Vol 20 No 2 (2023): Farabi
Publisher : LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/jf.v20i2.4097

Abstract

This research delves into the taaruf (Islamic courtship) process within the context of Wahdah Islamiyah Gorontalo, particularly among active members of the halaqoh (study circle) tarbiyah (spiritual development) group who choose their life partners through the taaruf method. Employing a qualitative approach, this study explores various relevant aspects of the taaruf process within the framework of Wahdah Islamiyah Gorontalo. It encompasses the examination of effective interpersonal communication characteristics outlined by DeVito, including openness, empathy, supportiveness, positivity, and equality. The analysis of these characteristics provides a deeper understanding of how effective communication influences the dynamics of the taaruf process within Islamic culture. This research reveals the significance of applying principles of effective communication to assist prospective partners in seeking marital unions based on good intentions, understanding, support, and fairness within the taaruf process.
Indonesia’s public vulnerability to ethnic and religious information Nikolaus Prathama; Lenny Bernadeta; Gita Juniarti; Yowan Tamu; Retno Irianto
Jurnal ASPIKOM - Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 10, No 2 (2025): Jurnal ASPIKOM
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24329/aspikom.v10i2.1648

Abstract

This study aims to determine the extent to which ethnic and religious information is believed to be fake news or facts and is spread to people close to them. This type of research is qualitative using a phenomenological approach, namely collecting experience data and testing individual assessments through an experimental stage from a sample of 30 non-expert millennials and gen z in the city of Semarang, Indonesia. The findings of this study reveal several attitudes formed by participants. First, participants believe that fake news still exists and is spread predominantly online. Second, participants believe that they will not be trapped by fake news and have credibility. Third, respondents discuss suspicious information with reference groups. Fourth, dissonance is still prominent in the assessment of information status (fake or fact) and the culture of collectivism appears prominent in this study. 
Transformasi Gender Dalam Perspektif Konstruksi Sosial (Studi Pada Transpuan Kota Gorontalo) Mobilingo, Rapli; Hatu, Dewinta Rizky R; Tamu, Yowan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4470

Abstract

Penelitian Ini Mengkaji Proses Transformasi Gender Pada Transpuan Di Kota Gorontalo Melalui Perspektif Konstruksi Sosial Berger Dan Luckmann Dan Faktor  Yang Melatarbelakangi Transformasi Ini Serta Mengankat Pengalaman  Dalam Menjalani Kehidupan Sebagai Transpuan Di Tengan Norma Heteronormatif. Latar Belakang Penelitian Berangkat Dari Fenomena Ketidaksesuaian Antara Jenis Kelamin Biologis Dan Identitas Gender Yang Dialami Sebagian Individu, Yang Dipengaruhi Oleh Faktor Keluarga, Lingkungan Sosial, Serta Pengalaman Hidup Sejak Masa Kanak-Kanak. Penelitian Ini Bertujuan Untuk Menganalisis Bagaimana Proses Eksternalisasi, Objektivasi, Dan Internalisasi Membentuk Identitas Gender Transpuan, Serta Mengidentifikasi Faktor Sosial Yang Mendorong Terjadinya Transformasi Tersebut. Metode Yang Digunakan Adalah Penelitian Kualitatif Dengan Pendekatan Deskriptif, Melalui Wawancara Mendalam, Observasi, Dan Dokumentasi Terhadap Tiga Informan Transpuan Yang Telah Bertransformasi Secara Konsisten. Hasil Penelitian Menunjukkan Bahwa Transformasi Gender Berlangsung Secara Bertahap Sejak Usia Anak-Anak Hingga Remaja, Ditandai Oleh Kecenderungan Bermain Dengan Teman Perempuan, Kenyamanan Mengekspresikan Sifat Feminin, Serta Proses Perubahan Penampilan Seperti Memanjangkan Rambut, Menggunakan Make Up, Hingga Mengadopsi Nama Baru. Faktor Ekonomi Keluarga, Minimnya Figur Ayah, Kedekatan Dengan Lingkungan Perempuan, Serta Dukungan Komunitas Turut Mempercepat Internalisasi Identitas Sebagai Transpuan. Kesimpulannya, Transformasi Gender Pada Transpuan Merupakan Proses Sosial Yang Dibentuk Melalui Interaksi Berkelanjutan Dengan Lingkungan, Bukan Sekadar Dorongan Biologis, Dan Berlangsung Melalui Mekanisme Konstruksi Sosial Yang Kompleks
Transformasi Gender Berdasarkan Pengalaman Pribadi Transpuan: Suatu Tinjauan Sosiologis Atas Proses Konstruksi Sosial Hatu, Dewinta Rizky R; Tamu, Yowan; Mobilingo, Rapli
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4565

Abstract

Transformasi gender merupakan fenomena sosial yang semakin mendapat perhatian dalam kajian akademik maupun ruang publik. Bagi kaum transpuan, proses ini tidak hanya menyangkut perubahan fisik, tetapi juga melibatkan dimensi psikologis, sosial, dan politik yang kompleks. Identitas gender mereka sering kali berhadapan dengan norma cisgender yang dominan, sehingga pengalaman transformasi menjadi arena negosiasi antara kenyamanan batin, kejujuran terhadap diri sendiri, serta tuntutan pengakuan sosial.Penelitian ini bertujuan untuk menggali pandangan kaum transpuan mengenai makna transformasi gender berdasarkan pengalaman pribadi mereka. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana identitas gender dibangun, dinegosiasikan, dan dipertahankan dalam konteks sosial yang penuh stigma, serta bagaimana faktor sosial memengaruhi proses tersebut.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian berada di Kota Gorontalo, yang menjadi pusat aktivitas ekonomi sekaligus ruang sosial bagi kaum transpuan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan, sehingga menghasilkan pemahaman yang kaya mengenai pengalaman dan refleksi mereka terhadap transformasi gender.Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi gender dimaknai secara multidimensional. Informan pertama menekankan kenyamanan dan hak asasi manusia, informan kedua menyoroti otonomi individu dalam perubahan, sedangkan informan ketiga menekankan ekspresi fisik sebagai representasi identitas. Kesimpulannya, transformasi gender bukan sekadar perubahan estetika tubuh, melainkan proses aktif dan dinamis yang menegaskan autentisitas diri, hak asasi, serta urgensi pengakuan sosial terhadap keberagaman identitas transpuan.
Peran Keluarga dalam Mempertahankan Bahasa Daerah Gorontalo di Kalangan Anak Muda Desa Longalo Suleman, Fadli; Bumulo, Sahrain; Tamu, Yowan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.4093

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keluarga dalam mempertahankan bahasa daerah Gorontalo, strategi yang digunakan, kendala yang dihadapi, tingkat penggunaan bahasa daerah oleh anak muda, serta bentuk dukungan dari lingkungan sosial, tokoh adat, dan pendidik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas keluarga, tokoh adat, pendidik, dan anak muda di Desa Longalo. Data dianalisis menggunakan teori Struktural Fungsional Talcott Parsons melalui konsep AGIL (Adaptation, Goal Attainment, Integration, dan Latency) untuk memahami fungsi sosial setiap peran dalam upaya pelestarian bahasa daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran keluarga dalam mempertahankan bahasa daerah masih ada, namun terbatas pada aktivitas sederhana seperti bercerita dan memberi nasihat menggunakan bahasa Gorontalo. Strategi yang digunakan bersifat alami dan belum terstruktur. Kendala utama yang dihadapi meliputi rendahnya minat anak muda, dominasi penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, serta tidak adanya pembelajaran bahasa daerah yang sistematis di lingkungan keluarga. Tingkat penggunaan bahasa Gorontalo oleh anak muda tergolong rendah, dengan sebagian hanya memahami secara pasif dan sebagian lainnya tidak memahami sama sekali. Dukungan dari lingkungan sosial, tokoh adat, dan pendidik dilakukan melalui kegiatan budaya dan kebijakan sekolah, namun dampaknya terhadap penggunaan aktif bahasa masih terbatas. Analisis AGIL menunjukkan bahwa fungsi Integration dan Latency paling dominan, sehingga pelestarian bahasa daerah memerlukan kolaborasi antara keluarga, lingkungan sosial, tokoh adat, pendidik, dan pemerintah agar berkelanjutan.
Peran Ganda dan Eksistensi Wanita Karir di Desa Butu Kecamatan Tilongkabila : peran ganda dan eksistensi wanita karir di desa butu kecamatan tilongkabila Samani, Riskawati; Hatu, Dewinta Rizky. R.; Tamu, Yowan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6283

Abstract

Penelitian ini berjudul Peran Ganda dan Eksistensi Wanita Karir di Desa Butu Kecamatan Tilongkabila. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana eksistensi wanita dalam menjalani peran ganda sebagai wanita karir sekaligus ibu rumah tangga di Desa Butu, Kecamatan Tilongkabila. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yaitu menggambarkan secara mendalam fakta dan realitas sosial yang terjadi di masyarakat. Peneliti berperan sebagai instrumen utama yang terlibat langsung dalam proses pengumpulan data melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, sehingga data yang diperoleh sesuai dengan kondisi lapangan dan kebutuhan penelitian. Kerangka analisis penelitian ini menggunakan teori struktural fungsional Talcott Parsons yang memandang masyarakat sebagai suatu sistem yang terdiri atas bagian-bagian atau subsistem yang saling berkaitan dan saling bergantung. Parsons mengemukakan empat fungsi utama dalam sistem sosial, yaitu adaptasi (adaptation), pencapaian tujuan (goal attainment), integrasi (integration), dan pemeliharaan pola (latency). Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi wanita dalam menjalani peran ganda sangat dipengaruhi oleh adanya kepercayaan dan kerja sama antara suami dan istri. Wanita karir dituntut mampu mengatur waktu antara pekerjaan dan tanggung jawab domestik demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Dukungan dan peran aktif suami menjadi faktor penting dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Namun, peran ganda ini juga menimbulkan dampak emosional, seperti rasa khawatir ketika anak mengalami sakit atau membutuhkan perhatian lebih.