Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PERILAKU KOMUNIKASI COLLECTOR DALAM PROSES PENAGIHAN KEPADA DEBITUR DI PT. NUSANTARA SAKTI CIPTADANA FINANCE (NSC) Ziat Hasan; Noval Sufriyanto Talani; Yowan Tamu
JAMBURA JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol. 1 No. 1 (2023): Jambura Ilmu Komunikasi
Publisher : Jambura Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jik.v1i1.37

Abstract

Seperti yang kita ketahui, stigma masyarakat terhadap leasing tidak selalu positif, fakta di lapangan menyatakan bahwa leasing menunjuk collector untuk menyelesaikan masalah finansial antara nasabah dan perusahaan. Saat ini kasus mengenai penjualan kenderaan ilegal atau yang tidak memiliki surat-surat sudah banyak terjadi di Gorontalo, hal tersebut tidak luput dengan kasus yang ada di pt nsc finance gorontalo. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini yaitu sebagai bentuk karya ilmiah yang dapat mendeskripsikan perilaku komunikasi Collector pada proses penagihan kepada debitur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling. Hasil Penelitian menunjukan bahwa setiap collector yang melakukan penagihan kepada debitur memiliki sifat yang berbeda, namun dalam penagihan tersebut, jika debitur tidak melakukan pembayaran maka collector akan melakukan kesepakatan perihal penunggakan yang terjadi, dan apabila setelah terjadi kesepan dan belum juga melakukan pembayaran maka dari pihak collector akan menyita barang tersebut. Apabila barang tersebut sudah berpindah tangan atau kepemilikan, maka masalah tersebut akan diserahkan pada pihak kepolisian.
Komunikasi Persuasif oleh Kepolisian Sektor Dungingi tentang Penerapan Protokol Kesehatan Karsum H. Bay; Yowan Tamu; Sainudin Latere; Gita Juniarti
JURNAL SOSIAL Vol. 25 No. 1 (2024): JURNAL SOSIAL
Publisher : Universitas Merdeka Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33319/sos.v25i1.156

Abstract

Penelitian ini membahas tentang komunikasi persuasif yang dilakukan oleh Kepolisian Sektor Dungingi kepada masyarakat di Kecamatan Dungingi. Komunikasi persuasif yang disampaikan berhubungan dengan pesan-pesan yang berhubungan dengan komunikasi kesehatan, yaitu tentang protokol kesehatan sesuai instruksi pada peraturan presiden Nomor 6 tahun 2020. Penelitian ini menggunakan teori information manipulation untuk menganalisis tentang faktor-faktor yang membuat pesan persuasif dapat diterima oleh komunikator. Adapun faktor tersebut antara lain kuantitas pesan, kualitas pesan, dan relasi yang baik antara komunikan dan komunikator. Jika tiga unsur tersebut dapat terpenuhi, maka pesan komunikasi persuasive itu dapat diterima oleh masyarakat di Kecamatan Dungingi. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa anggota Polsek Dungingi melakukan taktik intensify dan repetisi. Mereka melakukan kegiatan berulang berupa door to door, pembagian masker ke masyarakat, dan razia malam. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa anggota Polsek Dungingi telah memenuhi kuantitas pesan yang disampaikan secara berulang kali kepada masyarakat. Anggota Polsek Dungingi juga telah memenuhi unsur relasi yang baik antara komunikan dan komunikator dengan cara berkunjung door to door. Secara kualitas, pesan-pesan yang disampaikan masih belum terpenuhi karena masyarakat lebih percaya kepada berita hoaks daripada berita yang disampaikan oleh anggota Polsek Dungingi tentang protokol kesehatan.
AKOMODASI KOMUNIKASI ANTARBUDAYA PADA MAHASISWA SUMATRA UTARA DI UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO SUMARJO, SUMARJO; Siallagan, Fernandes; Tamu, Yowan
MEDIALOG: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 7 No. 1 (2024): Medialog: Jurnal Ilmu Komunikasi (in Progres)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UM Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/medialog.v7i1.6446

Abstract

The research background rested on disclosing the adaptation of North Sumatra students in Gorontalo in the stage of communication accommodation. The aimwas to reveal the stages of accommodation chosen by North Sumatra students when adjusting themselves in Gorontalo. This research was conducted based on the qualitative phenomenological method, which describes the communication accommodation of North Sumatra students. The communication theory used was communication accommodation, which consists of three stages: Convergence, Diversity, and over- accommodation. The results showed that the North Sumatra students tended to accommodate the convergence stage, indicating an interest in harmonizing communication. However, some chose the Divergence stage, wherethey showed significant differences, such as intentionally not adapting, especiallyin language. Additionally, some North Sumatra students in the over-accommodation stage excessively used their native North Sumatra language in interactions. Keywords: Communication Accommodation, North Sumatra Students
KOMUNIKASI ANTARPRIBADI DALAM TOXIC RELATIONSHIP PACARAN PADA MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO Sumarjo; Tamu, Yowan; Elvita Hussa, Deby Astuty
JAMBURA JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol. 1 No. 2 (2023): Jambura ilmu Komunikasi
Publisher : Jambura Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jik.v1i2.69

Abstract

In romantic relationships, things don't always go smoothly. There are many reasons why aconsensual relationship between people of different genders becomes an unhealthy relationship.For example, the lack of openness between partners is one of the causes of problems in romanticrelationships. An unhealthy relationship can have a negative impact on the physical and mentalhealth of someone involved in the relationship. The condition of an unhealthy romanticrelationship is called a toxic relationship.This research aims to find out how interpersonal communication processes and social exchangesoccur in toxic relationships among Gorontalo State University students. The research methodused is a qualitative descriptive approach using social penetration theory and Social ExchangeTheory as analytical tools.The research results show that the relationship level that leads to a toxic relationship occurs inthe communication context, namely verbal and nonverbal communication. The findings of verbalcommunication that occurred in the relationships of several informant couples were that thecouple received harsh words, lies, insults towards the partner, demeaned and intimidated thepartner. Meanwhile, findings related to nonverbal communication that occurred were thatseveral informants often received physical violence such as punches and even throwing thingswhen a conflict occurred. Second, the social exchange that occurs in relationships, namely costsand rewards. The costs received in a relationship include momentary emotional satisfaction andsufficient financial needs. Apart from that, the rewards that occur include frequently feelingstressed, anxious, and losing freedom in relationships.
Analisis Pesan Dark jokes dalam Konten Bintang Emon Tentang Kasus Penyiraman Air Keras Novel Baswedan di Media Sosial Instagram Mointi, Moh. Fahriwan; Thomas, Abdul Wahab; Tamu, Yowan; Kurnia, Moh. Mirza
JAMBURA JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol. 2 No. 1 (2024): Jambura Ilmu Komunikasi
Publisher : Jambura Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jik.v2i1.93

Abstract

Dark jokes refer to a style of comedy that often focuses on subjects considered taboo or sentistive by most people. In Indonesiaan’s entertainment industry, one stand up comedian known by frequently using this style is Bintang Emon. In every piece of content, he creates and publishes through his social media accounts, particularly Intagram, Bintang consistently incorporates dark jokes that entertaint his audience or spark controversy. An example of this is his content that garnered significant attention when he criticized the court’s decision regarding the Novel Baswedan acid attack case. This research aims to analyze messages behind the dark jokes in Bintang Emon’s Instagram content related to the acid attack on Novel Baswedan. The research employs a qualitative approach and analyzes that content using Andrik Porwasito’s four stages of message analisys. The results indicate that Bintang Emon aims to convery a critical message using humor, particularly through satire, wordplay, and absurd analogies In relation to the case.
Modernisasi dan Pergeseran Praktik Kearifan Lokal pada Pertanian Jagung di Provinsi Gorontalo Hunowu, Momy; Tamu, Yowan; Obie, Muhammad; Badu Pakuna, Hatim
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 9 No. 2 (2021): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22500/9202134841

Abstract

Modernisasi teknologi pertanian telah mendominasi aktivitas pertanian di Gorontalo. Tulisan ini mendeskripsikan perubahan praktik pertanian jagung dari berbasis kearifan lokal dan solidaritas sosial menjadi berbasis teknologi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan menjadikan 25 petani sebagai partisipan untuk didalami pengetahuannya dan diamati aktivitas pertaniannya. Penelitian ini menemukan bahwa praktik pertanian berbasis kearifan lokal sudah tidak ditemukan lagi. Kearifan lokal ini terdiri dari tradisi mopo’a huta dan panggoba sebagai sistem pertanian yang berbasis solidaritas sosial dan ramah lingkungan. Tradisi ini berganti dengan sistem pertanian modern yang dianggap lebih efektif dengan hasil produksi yang melimpah. Modernisasi di dalam sistem pertanian selain memberikan efek yang baik juga telah mengakibatkan banyak perubahan, baik secara ekonomi, sosial budaya dan ekologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagai akibat dari modernisasi pertanian jagung: 1) telah terjadi pergeseran tenaga kerja dan modal, 2) terjadi pergeseran kearifan lokal, dan 3) terjadi degradasi lingkungan dan ketimpangan sosial.
Early Child Marriage: Customary Law, Support System, and Unwed Pregnancy in Gorontalo Wantu, Sastro Mustapa; Abdullah, Irwan; Tamu, Yowan; Sari, Intan Permata
Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Vol 5, No 2 (2021): Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam
Publisher : Islamic Family Law Department, Sharia and Law Faculty, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/sjhk.v5i2.9573

Abstract

The rate of underage marriage in Gorontalo is very high, even though religion, customs and state laws prohibit it. The results of the direct interviews conducted and the observations made indicate that poverty, low levels of education and matchmaking myths may have caused this increase. Furthermore, the increasingly high level of promiscuity and weakened socio-cultural ties have led to an increase in the number of extramarital pregnancies, and forced marriage is unavoidable to maintain the dignity of the community. It was discovered that most married couples do not wed legally until they have problems in their marriage and seek a divorce. Moreover, women must also be responsible for their life choices because this paper shows that poor service practices have caused underage women to be objectified by physical, social and symbolic violence. The unavailability of a support system from the government and society makes a partner rely on the kindness of his or her parents. Therefore, it was suggested that government intervention, in the form of prevention and support systems for underage married women, must be integrated with the role of the community and religious leaders.
Pemberdayaan pertanian lokal: Pemanfaatan limbah batang jagung dalam bentuk pupuk organik kompos di Desa Banuroja, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo Tahun 2024 Yowan Tamu; Abdul Wahab Thomas; Hartono Hadjarati; Amin, Nur Izatul
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sjppm.v2i1.232

Abstract

Desa Banuroja dikenal sebagai salah satu daerah penghasil jagung utama di Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato. Kegiatan pertanian yang menghasilkan jagung dalam jumlah besar juga menghasilkan limbah batang jagung yang melimpah. Hingga saat ini, banyak petani yang membakar limbah batang jagung atau membiarkannya membusuk di lahan. Limbah batang jagung, yang selama ini dianggap sebagai masalah lingkungan oleh petani, ternyata memiliki potensi besar untuk digunakan sebagai pupuk ramah lingkungan karena mengandung selulosa, hemiselulosa, serta lignin sebagai penyusun utama serasah tanaman. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan pupuk organik guna mengurangi volume limbah pertanian, meningkatkan kesuburan tanah, serta meningkatkan produktivitas lahan pertanian di Desa Banuroja. Kegiatan Pemberdayaan Pertanian Lokal: Pemanfaatan Limbah Batang Jagung dalam  Bentuk Pupuk Organik Kompos berlangsung di Desa Banuroja, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo Tahun 2024 selama 30 hari pada bulan Agustus 2024. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pemanfaatan kompos sebagai pupuk organik masih belum optimal. Beberapa kendala yang dihadapi antara lain kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pembuatan dan penggunaan kompos, keterbatasan infrastruktur pengolahan limbah organik, serta kurangnya standarisasi kualitas kompos yang beredar di pasaran.
DEGRADASI BAHASA SUWAWA PADA MASYARAKAT SUWAWA DI DESA LIBUNGO KECAMATAN SUWAWA SELATAN Hatu, Dewinta Rizky R.; Subula, Sulastri; Tamu, Yowan; Hatu, Ratih Ikawaty R.
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v7i1.96624

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis pewarisan dan penurunan bahasa Suwawa di Desa Libungo, Kecamatan Suwawa Selatan, Kabupaten Bone Bolango. Dengan memahami faktor-faktor sosial budaya yang berkontribusi terhadap penurunan penggunaan bahasa Suwawa dan mengetahui peran keluarga, pemerintah desa, dan lembaga adat dalam melestarikan bahasa Suwawa. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif, dengan mengumpulkan data melalui dokumentasi, wawancara mendalam, dan observasi. Menurut hasil penelitian hanya sekitar 1- 5% masyarakat Desa Libungo yang masih menggunakan bahasa Suwawa, yang mana didominasi oleh orang tua atau pendatang dari desa lain. Namun dalam kondisi tertentu bahasa Suwawa masih digunakan, seperti dalam prosesi tradisional, dan acara keagamaan tertentu. Interaksionisme Simbolik George Herbert Mead, yang menyoroti pentingnya bahasa sebagai simbol dalam menciptakan makna sosial dan identitas pribadi dalam masyarakat, menjadi kerangka teori utama dalam penelitian ini. Menurut analisis berdasarkan teori ini, penyebab utama kemerosotan bahasa Suwawa meliputi pergeseran kebiasaan komunikasi tiap generasi, dampak globalisasi, terbatasnya pewarisan bahasa di keluarga, dan kurangnya intervensi kelembagaan. Temuan penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai landasan untuk mengembangkan rencana pelestarian bahasa daerah melalui kerja sama antara masyarakat setempat, lembaga adat, lembaga pendidikan, dan pemerintah desa.
Epistemic Exclusion and Marine Resource Governance: The Case of the Bajo Community in Torosiaje, Indonesia Tamu, Yowan; Sari, Intan Permata; Tahara, Tasrifin; Utina, Ramli; Mahading, Ikha Hardiyanti Puspita
Jurnal Ilmiah Peuradeun Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Peuradeun
Publisher : SCAD Independent

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/peuradeun.v13i2.2281

Abstract

This study investigated the exclusion of local ecological knowledge in marine resource governance by examining the case of the Bajo community in Torosiaje, Gorontalo Province, Indonesia. Using a qualitative ethnographic approach, data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis. The findings revealed that the exclusion of traditional ecological knowledge was not merely incidental, but it was rooted in structural power asymmetries, institutional neglect, and epistemological bias. This exclusion undermined ecological sustainability, disrupts cultural practices, and weakened the role of Indigenous communities as environmental stewards. By employing the frameworks of Traditional Ecological Knowledge (TEK) and Political Ecology, the study provided a critical analysis of how state-led, technocratic policies marginalize Indigenous knowledge systems. The research contributes to global discourses on ecological justice and inclusive governance by demonstrating the need to re-centre Indigenous epistemologies in environmental decision-making. This study offers a novel perspective by linking epistemic exclusion to the broader challenges of marine policy reform and sustainability in the Global South.