Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Self-Regulated Learning terhadap Penyesuaian Akademik Mahasiswa Baru Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi Angkatan 2025 dalam Pembelajaran Daring pada Hari Jumat Arsinta Barus; Claudine Teresa Ndovi Ndruru; Alya Ramadhani Zaineka; Beny Rahim; Jelpa Periantalo; Dinda Agraiza; Muhammad Ilham
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 4 (2026): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i4.5926

Abstract

Kemampuan self-regulated learning menjadi faktor krusial mahasiswa baru dalam menghadapi transisi pembelajaran hybrid. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara self-regulated learning dengan penyesuaian akademik mahasiswa baru FKIK Universitas Jambi angkatan 2025 pada perkuliahan daring hari Jumat. Metode kuantitatif korelasional digunakan dengan melibatkan 87 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala psikologi daring dan dianalisis dengan uji korelasi Pearson. Hasil analisis menunjukkan nilai r = 0,406 dan p < 0,001, menandakan hubungan positif signifikan berkekuatan sedang. Disimpulkan bahwa semakin tinggi kemampuan self-regulated learning, semakin baik pula penyesuaian akademik mahasiswa dalam menghadapi tuntutan perkuliahan hybrid.
Hubungan Perilaku Impulsif Buying terhadap Penyesalan Setelah Berbelanja Online pada Gen Z Dea Aulia; M. Rayhan Rizandy; Chyntha Ramadhina Revachaisya; Beny Rahim; Jelpa Periantalo; Muhammad Ilham; Dinda Agraiza
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/1t4p4r03

Abstract

Perkembangan teknologi dan kemudahan berbelanja secara daring menyebabkan perilaku pembelian impulsif semakin sering terjadi pada kalangan mahasiswa (Febriana, 2017). Pembelian yang dilakukan secara spontan sering kali diikuti dengan munculnya penyesalan setelah melakukan pembelian. Pstatiini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara impulsive buying dengan penyesalan pasca pembelian pada mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. Subjek penelitian berjumlah 139 mahasiswa. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson dengan bantuan software JASP. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,063 dengan nilai signifikansi p = 0,461 (p > 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara impulsive buying dengan penyesalan pasca pembelian pada mahasiswa (Meliala, 2018; Ishak, 2012). Dengan demikian, tinggi rendahnya impulsive buying tidak berkaitan secara signifikan dengan tingkat penyesalan pascapembelian yang dimiliki mahasiswa.
Perbedaan Self Control Berdasarkan Angkatan pada Mahasiswa Saska Imelda Najua; Mozza Syakila; Annisa Anggun Ridanti; I Ketut Dimas Andhika; Benny Rahim; Jelpa Periantalo; Dinda Agraiza; Muhammad Ilham
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2026): July : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i3.1355

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan self-control berdasarkan angkatan pada mahasiswa Universitas Jambi. Self-control dipahami sebagai kemampuan mengendalikan pikiran, emosi, dorongan, dan perilaku agar selaras dengan tujuan akademik serta norma sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan desain non-eksperimental. Sampel berjumlah 120 mahasiswa aktif yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi seimbang ke dalam empat angkatan, yaitu 2022, 2023, 2024, dan 2025. Data dikumpulkan melalui skala self-control berbentuk Likert lima pilihan, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan One-Way ANOVA. Hasil deskriptif menunjukkan rata-rata self-control tertinggi terdapat pada angkatan 2022, sedangkan rata-rata terendah terdapat pada angkatan 2025. Data memenuhi asumsi normalitas dan homogenitas. Hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan nilai F sebesar 6,842 dengan signifikansi 0,001. Temuan ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan self-control yang signifikan berdasarkan angkatan. Mahasiswa angkatan lebih lama cenderung memiliki self-control lebih tinggi karena pengalaman akademik, proses adaptasi, dan tuntutan perkuliahan yang lebih kompleks. Hasil ini menegaskan pentingnya dukungan kampus melalui pembinaan regulasi diri, konseling akademik, dan pelatihan manajemen waktu bagi mahasiswa baru secara berkelanjutan. Program pendampingan dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap angkatan mahasiswa aktif.
Hubungan Antara Grit Dengan Self- Efficacy Pada Mahasiswa Angkatan 2025 di Universitas Jambi Angellyca Alexsandra; Aulia Artika; Khansa Ifra Alifah; Beny Rahim; Jelpa Periantalo; Muhammad Ilham; Dinda Agraiza
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 3 No. 1 (2026): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jipk.v3i1.2082

Abstract

Grit is a psychological variable rooted in an individual’s character strength, focusing on the process of achieving long-term success, driven by a strong desire to attain those goals. Meanwhile, self-efficacy refers to an individual’s belief in their ability to handle challenges in order to achieve their goals. The purpose of this study is to examine the relationship between grit and self-efficacy among the 2025 cohort of students at the University of Jambi. This study employs a quantitative approach using a correlational method. The sample consisted of 50 students recruited through an online questionnaire. Data analysis was conducted using Jeffreys’s Amazing Statistics Program. The results indicate that there is no significant relationship between grit and self-efficacy among the 2025 cohort of students at Jambi University.
Hubungan Antara Self-Forgiveness dengan Body Dissatisfaction pada Mahasiswi FKIK Universitas Jambi Angkatan 2025 Azila Mutmainah; Ghaitsa Zahira Shofa; Keysyia Nur Sahara; Beny Rahim; Jelpa Periantalo
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 6 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i6.4194

Abstract

Citra tubuh yang ideal kini menjadi isu krusial di kalangan mahasiswi. Persepsi tubuh yang positif kerap dikaitkan dengan tingginya rasa percaya diri, sehingga banyak mahasiswi cenderung terpaku pada standar kecantikan masyarakat. Namun, kegagalan dalam memenuhi standar tersebut berpotensi memicu ketidakpuasan terhadap tubuh (Body Dissatisfaction). Penelitian ini bertujuan untuk menguji arah dan kekuatan hubungan antara Self-Forgiveness dengan Body Dissatisfaction pada mahasiswi FKIK Universitas Jambi. Pendekatan kuantitatif dengan desain survei digunakan dalam penelitian ini, melibatkan 47 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner daring dan dianalisis menggunakan Uji korelasi Pearson melalui program JASP. Hasil analisis menunjukkan bahwa Self-Forgiveness memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan kekuatan lemah terhadap Body Dissatisfaction (r = -0,342; p = 0,019). Hal ini berarti semakin tinggi Self-Forgiveness yang dimiliki mahasiswi, maka akan semakin rendah tingkat Body Dissatisfaction yang mereka rasakan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun kekuatannya tergolong lemah, Self-Forgiveness tetap berperan nyata dalam menekan ketidakpuasan tubuh dan dapat dijadikan landasan empiris bagi pengembangan intervensi psikologis.
HUBUNGAN REGULASI EMOSI DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA REMAJA YANG MENGALAMI PUTUS CINTA Chelsy Ananda Ayu Rahmadhani; Ezelia Beby Wiliano; Nabila Syifa Azikra; Beny Rahim; Jelpa Periantalo; Muhammad Ilham; Dinda Agraiza
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 3 (2026): Juni : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu (JIMI)
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/amkf2724

Abstract

Separation in a romantic relationship is an experience often encountered by individuals during adolescence and can cause emotional responses such as sadness, disappointment, anger, and feelings of loss. These emotional states are related to adolescents' psychological well-being, especially in the way they express and communicate these feelings to others. Emotional regulation and social support from people around the individual are considered crucial factors in helping young people remain mentally balanced after the end of a romantic relationship. The purpose of this research was to explore how emotional self-regulation, interpersonal assistance, and mental wellness are connected among youth who had gone through romantic separation. Quantitative correlational approach was applied in this research to identify the association among the observed variables. The research involved 65 young individuals aged 15 to 21 years who had experienced the end of a romantic relationship. Respondents were chosen through criterion-based selection, in which only individuals who matched the required characteristics were included. Data were collected using psychological scales measuring emotional regulation, social support, and psychological well-being. After the responses were collected, the data were processed through descriptive computation and correlational analysis. The normality assessment produced a probability score of 0.200, which exceeded 0.05; therefore, the dataset was considered normally spread. Further testing revealed that assistance from the surrounding environment had a strong and statistically meaningful positive association with mental wellness, as indicated by an r value of 0.603 and a probability score of 0.000, which was below 0.05. Emotional self-regulation also moved in the same positive direction with the mental condition of the respondents. In general, the results imply that stronger emotional control and greater external assistance are followed by a more favorable mental state among young people after romantic separation.
EFEK MINDLESS SCROLLING TERHADAP KESEHATAN MENTAL: STUDI TENTANG KECEMASAN PADA GENERASI Z Chelsea Tere Ramadanie; M.Adhitya Ori Pratama; Najwa Zahra Fadhilah; Beny Rahim; Muhammad Ilham; Jelpa Periantalo; Dinda Agraiza
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 2 (2026): Vol. 9 No. 2 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i2.60119

Abstract

Pengguliran tanpa berpikir adalah kebiasaan menggulir (scrolling) konten di media sosial atau internet secara terus-menerus tanpa tujuan yang jelas. Kebiasaan ini sering kali membuat pengguna lupa waktu dan kehilangan fokus. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efek Pengguliran tanpa berpikir terhadap kesehatan mental spesifiknya tentang stres pada generasi z, yaitu generasi yang lahir dalam rentang tahun 1997 sampai tahun 2012, merupakan generasi muda yang saat ini sedang berada di usia sekolah hingga memasuki dunia kerja. Metode kuantitatif survei digunakan dengan melibatkan 50 partisipan yang memenuhi kriteria tersebut. Hasil dari penelitian ini menyatakan, terdapat (baru bisa ditentukan ketika sudah mendapatkan hasil akhir). Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran awal mengenai efek mindless scrolling terhadap kesehatan mental spesifiknya tentang kecemasan pada generasi z.
GAMBARAN KELEKATAN REMAJA AKHIR YANG BEKERJA DENGAN ORANG TUA YANG BERCERAI DI KOTA JAMBI Widya Rahmahdani Siregar; Agung Iranda; Jelpa Periantalo
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 3 (2026): Vol 2. No. 3 Edisi Juni - September 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i3.2650

Abstract

Perceraian orang tua berdampak signifikan terhadap perkembangan psikologis anak, khususnya dalam pembentukan pola kelekatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran kelekatan remaja akhir yang bekerja dengan orang tua yang bercerai di Kota Jambi, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan teknik analisis Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Partisipan terdiri dari tiga orang remaja akhir perempuan berusia 22 tahun yang bekerja dan memiliki orang tua yang bercerai, dipilih melalui purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terbuka dan observasi. Hasil penelitian menemukan lima tema yang menggambarkan kelekatan partisipan, yaitu ketidakpedulian, emosi negatif, perilaku negatif, avoidant attachment, dan pengasingan. Ketiga partisipan menunjukkan pola avoidant attachment terhadap ayah, yang terbentuk terutama akibat ketidakpedulian ayah pasca perceraian. Selain itu, ditemukan dua faktor yang mempengaruhi kelekatan, yaitu harapan hubungan yang baik dan penerimaan, yang keduanya berperan sebagai faktor protektif dalam memoderasi dampak negatif perceraian. Temuan ini memperkaya literatur kelekatan dengan menghadirkan tiga tema khas yang belum banyak dibahas dalam penelitian sebelumnya, yaitu ketidakpedulian, penerimaan, dan harapan hubungan yang baik.
Co-Authors Afriana, Nur Agraiza, Dinda Agung Iranda Ahmad Ricko Padesil Alya Ramadhani Zaineka Amelia Dwi Fitri, Amelia Dwi Angellyca Alexsandra Anggi Maretha Wulandari Annisa Andriani Annisa Anggun Ridanti Ariqah Akbari Arsinta Barus Ary Setiani Astika Syafitri ATTIYA ISTARINI Aufi Adilla Aulia Artika Azila Mutmainah Benny Rahim Beny Rahim Beny Rahim Beny Rahim Calista, Naura Aurelia Chandra, M. Tri Firia Chelsea Tere Ramadanie Chelsy Ananda Ayu Rahmadhani Chyntha Ramadhina Revachaisya Claudine Teresa Ndovi Ndruru Daniel Simanjuntak, Daniel Dea Aulia Dessy Pramudiani Dewi Rahayu Edi Saputra Edi Slamet Eka Saputra Ekawati, Yun Nina Ekawati, Yun Nina Elinda Widya Septi. R Eunike Olivia Irsayanti Ondi Ezelia Beby Wiliano Fadzlul Freddi Sarman Friscilya, Anggita Gabriel Alexandro Ghaitsa Zahira Shofa Gibral Hamdi Guspianto Guspianto I Ketut Dimas Andhika Jhowson, Nick Keisya Damia Garbita Keysyia Nur Sahara Khansa Ifra Alifah Liviany, Siti Octazahrah M. Ivan Aypi M. Rayhan Rizandy M.Adhitya Ori Pratama Marita Andhika Rahman Masitha Wardini Mozza Syakila Muhammad Ilham Muhammad Ilham Muhammad Ilham MUHAMMAD ILHAM Muhammad Ilham Muhammad Ivan Mutia Aulia Syahputri Nabila Aisyah Syahla Nabila Syifa Azikra Najwa Zahra Fadhilah Nofrans Eka Saputra, Nofrans Eka Nur Aufa Hermasyawilla Rahim, Benny Rahim, Beny Rahmadhani Islamiah Rahman , Marlita Andhika Rendita, Bella Fanya Rillis, Vicky Rion Nofrianda Rion Nofrianda Saifuddin Azwar Salsha Julia Saska Imelda Najua Siti Nurhanifah Siti Raudhoh Syafitri, Astika Syah Akbar Syamsiar, Syamsiar Ulivia, Ayu Vadya, Amanda Putri Verdiantika Annisa Verdiantika Annisa Verdiantika Annisa Widya Rahmahdani Siregar