Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

EFEKTIFITAS PELILINAN GEL LIDAH BUAYA (Aloe vera L.) TERHADAP DAYA SIMPAN PISANG KEPOK (Musa acuminata balbisiana Colla) Satria Wati Pade
Jurnal Vokasi Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 1 (2021): JURNAL VOKASI SAINS DAN TEKNOLOGI (NOVEMBER)
Publisher : Program Vokasi UNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.446 KB) | DOI: 10.56190/jvst.v1i1.2

Abstract

Pisang kepok merupakan salah satu buah klimakterik, yaitu buah yang akan tetap mengalami proses kematangan walaupun telah dipanen dan diikuti dengan proses kerusakan karena buah tetap melangsungkan proses respirasi dan metabolisme. Selama proses pascapanen, buah pisang akan mengalami perubahan komposisi kimia karena adanya kegiatan metabolisme berupa respirasi dan reaksi enzimatis. Meningkatnya aktivitas respirasi pada buah klimakterik merupakan aktivitas fisiologis yang terjadi pada saat proses pemasakan buah pisang. Hal ini merupakan kendala dalam upaya mempertahankan umur simpan buah pisang khususnya pisang kepok. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk memperpanjang masa simpan pisang kepok adalah pelilinan dengan menggunakan gel lidah buaya, sehingga diharapkan dapat memperpanjang umur simpan buah pisang pada umumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelilinan gel lidah buaya (Aloe vera L) terhadap susut bobot, warna dan tekstur pisang kepok setelah masa penyimpanan. Metode Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh pelilinan gel lidah buaya (Aloe vera L.) terhadap masa simpan dan sifat fisik pisang kepok. Penelitian ini menggunakan 2 perlakuan yaitu perlakuan tanpa pelilinan dan menggunakan pelilinan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pelilinan gel lidah buaya pada pisang kepok dapat mempertahankan susut bobot, tekstur dan warna buah pisang kapok selama 6 hari penyimpanan dibandingkan dengan buah pisang kepok yang tidak diberi pelilinan gel lidah buaya yang lebih cepat mengalami perubahan nilai susut bobot, nilai tekstur dan warna (kematangan).
ANALISIS POTENSI DAYA HIDRO AIR TERJUN TALUDA’A Sahlan Buako; Burhan Liputo; Romi Djafar; Yunita Djamalu; Satria Wati Pade
Journal Of Renewable Energy Engineering Vol. 1 No. 2 (2023): Journal Of Renewable Energy Engineering (Oktober)
Publisher : Program Vokasi-Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jree.v1i2.20

Abstract

Mini Hydro Power Plant (PLTM) is a small-scale power plant using hydropower that utilizes the height of the waterfall (head) and the amount of water discharge. Because using water as the primary source, the power produced is irregular due to weather factors, it is necessary to conduct an Analysis to determine the potential energy that Taluda''a waterfall is at peak load. The research was conducted at Taluda'a waterfall, Bone District, Bone Bolango Regency, 65 km from downtown Gorontalo. The type of research used includes descriptive analysis; data sources are data obtained from several existing literature and research results, both experimental research results and survey research or directly in the field related to this research. The development of the analysis of the discharge on the Carrier channel (Headrace) is 8.83 m³ / s, and the water discharge on the rapid pipe (Penstok) is 5.1 m³ / s With a shot of 5.1 m³ / s and a head of 20 meters can generate hydro power of 999.6 kW. The actual charge dramatically affects the amount of energy generated. The Taluda'a PLTM has a 20-meter high head which is relatively low for a discharge of 5.1 m³/s. If the actual charge of the taluda'a PLTM is 40 meters high, the power that can be generated reaches 1.9 MW.
Pengembangan; Ikan Nike; Perek Pengembangan Potensi Ikan Nike Sebagai Alternatif Perekonomian Dan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir Kelurahan Pohe: Pengembangan Potensi Ikan Nike Sebagai Alternatif Perekonomian Dan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir Kelurahan Pohe Sojol, Arman; Pade, Satriawati; Husain, Anggriani; Pakulu, Hickmal; Darwis, Kurniawan Putra
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 6 No. 2 (2024): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v6i2.57323

Abstract

Pohe Village, as a coastal area, has enormous fisheries potential, especially Nike fish, which has high economic value, but has not been fully utilized by the local community. Constraints such as limited knowledge of efficient Nike fish processing techniques and an understanding of available technology hinder the optimal development of Nike fish. Given the importance of the fisheries sector for the local economy, Nike fish development is a strategic step to improve economic conditions and community welfare. The main objective is to explore and utilize the potential of Nike fish as an alternative source of new income. This involves improving the skills of fishermen in Nike fish cultivation, developing relevant technology, and preparing an efficient marketing system. With this step, it is hoped that Nike fish can become a stable and sustainable source of income for the coastal communities of Pohe Village. The methods applied include socialization of the benefits of Nike fish, training in making crispy Nike fish and its processing, implementing modern technology, and ongoing assistance and evaluation. A long-term plan is also prepared to ensure a sustainable program. With this implementation, it is hoped that the community will experience increased skills and knowledge in managing Nike fish, increased production, and an efficient marketing system. As a result, Nike fish becomes vital to the economic welfare of coastal communities, making Nike fish the main commodity to sustainably support the local economy. ABSTRAK Kelurahan Pohe, sebagai daerah pesisir, memiliki potensi perikanan yang sangat besar utamanya Ikan Nike, yang memiliki nilai ekonomi tinggi, belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Kendala seperti keterbatasan pengetahuan tentang teknik pengolahan ikan nike itu sendiri yang efisien dan pemahaman teknologi yang tersedia menghambat pengembangan ikan Nike secara optimal. Mengingat pentingnya sektor perikanan bagi perekonomian lokal, pengembangan ikan Nike menjadi langkah strategis untuk memperbaiki kondisi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Tujuan utamanya ini adalah untuk mengeksplorasi dan memanfaatkan potensi ikan Nike sebagai alternatif sumber pendapatan baru. Ini melibatkan peningkatan keterampilan nelayan dalam budidaya pengolahan ikan Nike, pengembangan teknologi yang relevan, serta penyusunan sistem pemasaran yang efisien. Dengan langkah ini, diharapkan ikan Nike dapat menjadi sumber ekonomi yang stabil dan berkelanjutan bagi masyarakat pesisir Kelurahan Pohe. Dengan metode yang diterapkan mencakup sosialisasi mengenai manfaat ikan Nike, pelatihan pembuatan krispi nike dan pengolahannya, penerapan teknologi modern, serta pendampingan dan evaluasi berkelanjutan. Rencana jangka panjang juga disusun untuk memastikan keberlanjutan program. Dengan implementasi ini, diharapkan masyarakat akan mengalami peningkatan keterampilan dan pengetahuan pengelolaan ikan Nike, peningkatan produksi, dan sistem pemasaran yang efisien. Hasilnya ikan nike menjadi krispi dalam kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir, menjadikan ikan Nike sebagai komoditas utama untuk mendukung ekonomi lokal secara berkelanjutan.
INNOVATION TECHNOLOGY FOR THE USE OF CORN COBS FOR RENEWABLE ENERGY Humena, Steven; Indriana; Pade, Satria Wati; Tooy, Dedie Tooy; Elly, Femi H; Leke, Jein R
International Interdisciplinary Conference on Sustainable Development Goals Vol 7 No 1 (2024): Proceedings of International Interdisciplinary Conference on Sustainable Developm
Publisher : LP2M Universitas Bina Mandiri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to examine the potential of corn cobs as a renewable energy source and explore optimal processing methods as well as the economic and environmental impacts of their use. Research methods cover various stages from data collection, laboratory experiments, technical and economic analysis, to environmental and social impact evaluation. Using quantitative and qualitative approaches to explore the potential for using corn cobs as a renewable energy source. Utilization of corn cobs as renewable energy is a potential solution in facing energy and environmental challenges. The research results show that corn cobs have significant calorific value and can be processed using methods such as briquette production. Although there are still challenges in terms of technology adoption and investment, the resulting economic and environmental potential is very promising. Community empowerment through corncob-based energy production can be a strategic step in developing renewable energy in rural areas. Briquettes as an Alternative Fuel. Production of briquettes from corn cobs offers a practical solution for people who need alternative fuel at an affordable price. The quality of briquettes produced from corn cobs is sufficient to meet energy needs in households and small industrial scales. In addition, briquettes from corn cobs are also cleaner to use compared to coal or firewood.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN BRIKET DAN KERAJINAN DARI SAMPAH BAGI SISWA SMP NEGERI 1 KABILA, GORONTALO Mustofa, Mustofa; Antu, Evi Sunarti; Pade, Satriawati; Suleman, Sinta
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i1.54243

Abstract

Until now, waste is still one of the aspects that causes many environmental problems, so it requires serious effort and attention. This role is the responsibility of all parties, especially academic parties from elementary to tertiary levels. Various efforts have been made, especially to educate the public about waste and its impacts. This activity aims to assist students in processing waste into briquettes and several craft products. The activity was carried out for three days through several stages, namely consolidation, preparation, presentation of material, assistance in product creation, and documentation. The target of this activity is class VII students which consists of 8 classes, where each class has 4 groups. The core activity begins with the presentation of material related to waste and its processing. The next stage is to provide assistance in processing paper waste and dry leaves into briquettes. The activity continued with processing plastic spoon waste into mirror frames. In the final stage of the activity, assistance in processing bottle waste into crafts. Based on the results of the activity, the students' enthusiasm was very high. This is proven by the participation of each group in carrying out waste processing activities, both into briquettes, mirror frames and crafts. Apart from that, the involvement of teachers in assisting is also very active so that students remain concentrated in carrying out activities. Activities like this can be used as a basis for cultivating environmentally caring character and for fostering student creativity and innovation.Sampah hingga saat ini masih menjadi salah satu aspek yang banyak menimbulkan permasalahan lingkungan, sehingga memerlukan upaya dan perhatian yang serius. Peran ini merupakan tanggung jawab semua pihak, terutama pihak akademis dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Berbagai upaya telah dilakukan terutama dalam mengedukasi masyarakat akan sampah dan dampaknya. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pendampingan kepada siswa-siswa dalam mengolah sampah menjadi briket dan beberapa produk kerajinan. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari melalui beberapa tahapan, yaitu konsolidasi, persiapan, penyajian materi, pendampingan pembuatan produk, dan dokumentasi. Sasaran kegiatan ini adalah siswa-siswa kelas VII yang terdiri dari 8 kelas, di mana setiap kelas terdapat 4 kelompok. Kegiatan inti dimulai dengan pemberian materi berkaitan dengan sampah dan pengolahannya. Tahapan berikutnya adalah melakukan pendampingan pengolahan sampah kertas dan daun kering menjadi briket. Kegiatan dilanjutkan dengan pengolahan sampah sendok plastik menjadi bingkai cermin. Pada tahap akhir kegiatan, pendampingan pengolahan sampah botol menjadi kerajinan. Berdasarkan hasil kegiatan diperoleh antusias siswa-siswa yang sangat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan partisipasi masing-masing kelompok dalam melakukan kegiatan pengolahan sampah, baik menjadi briket, cermin hias, maupun hiasan meja. Selain itu, keterlibatan guru-guru dalam melakukan pendampingan juga sangat aktif sehingga membuat siswa-siswa tetap berkonsentrasi dalam melakukan kegiatan. Kegiatan semacam ini dapat dijadikan dasar dalam penanaman karakter peduli lingkungan dan untuk menumbuhkan kreativitas dan inovasi siswa.
Optimalisasi Xanthan gum sebagai Agen Pengental Kestabilan Viskositas dan Kualitas Kecap Manis Air Kelapa Zainuddin, Asniwati; Laboko, Asriani I.; Pade, Satriawati; Fitriani, Andi Nur
Gorontalo Agriculture Technology Journal Volume 8 Nomor 1 April 2025
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gatj.v0i0.4037

Abstract

Air kelapa merupakan sumber daya alam yang melimpah di Provinsi Gorontalo, namun masih belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian tentang formulasi xanthan gum yang tepat untuk kecap manis berbasis air kelapa belum banyak dilakukan, padahal xanthan gum memiliki potensi besar sebagai agen pengental alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan xanthan gum terhadap viskositas, pH, total gula dan uji sensoris pada kecap manis air kelapa. Perlakuan pada penelitian ini adalah K0 Kontrol (Kecap manis komersial), K1 (Konsentrasi xanthan gum 250 ppm), K2 (Konsentrasi xanthan gum 500 ppm), K3 (Konsentrasi xanthan gum 750 ppm). Penelitian ini menggunakan rancangan acak Lengkap (RAL). Terdiri dari 4 perlakuan model sistematis dengan 3 kali ulangan analisis sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik adalah K3 (750 ppm xanthan gum), karena memiliki viskositas tinggi (56,95 P) setara dengan kecap manis komersial, pH stabil (3,9), dan total gula tertinggi (61,04%), yang dapat meningkatkan kualitas rasa dan tekstur kecap manis. Analisis sidik ragam menunjukkan bahwa jenis sampel berpengaruh nyata terhadap viskositas kecap manis (p0,05). Uji lanjut Duncan mengidentifikasi dua sampel berbeda nyata, yaitu K1 (45,98? P) dan K2 (48,42? P). Total gula lebih tinggi (60,60?–61,04?%) dibanding kecap komersial (51,56?%). Penggunaan xanthan gum pada konsentrasi tinggi (750 ppm) direkomendasikan untuk menghasilkan kecap manis dengan tekstur kental dan rasa yang lebih manis, tanpa perubahan signifikan pada stabilitas pH.
Aktivitas Antioksidan Labu Madu (Cucurbita moschata) sebagai Pangan Fungsional Selama Pengolahan Nurfitriani, A.; Pade, Satriawati; Makahilapa, Sri Yulan
Gorontalo Agriculture Technology Journal Volume 7 Nomor 1 April 2024
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gatj.v0i0.3373

Abstract

Labu madu (Cucurbita moschata) mengandung antioksidan berupa beta karoten. betakaroten yang tinggi akan memberikan warna kuning atau orange. Antioksidan pada buah segar  maupun olahannya  bermanfaat sebagai pangan fungsional. Pangan fungsional berperan dalam  menurunkan radikal bebas dan menurunkan resiko penyakit. Akan tetapi sifat dari antioksidan mudah mengalami kerusakan. Sehingga tujuan penelitian ini untuk menganalisa keberadaan antioksidan dalam labu madu dan aktivitas antioksidan selama pengolahan. Metodologi  penelitian secara kuantitatif eksperimental dengan tiga perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya aktivitas antioksidan pada ketiga jenis sampel berkisar dari 54,21% - 34,33%. Hasil pengamatan aktivitas antioksidan pada labu madu segar yaitu sebesar 54,21%, tepung labu madu 46,71% dan pada cake labu madu sebesar 34,33%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa proses pengolahan dengan penggunaan panas mengakibatkan penurunan kadar antioksidan pada produk olahan labu madu.
PEMBERDAYAAN ANAK-ANAK LKSA AL INAYAH SIPATANA MELALUI PELATIHAN PENGOLAHAN PRODUK PANGAN BERBAHAN DASAR PISANG AMBON pade, Satria Wati; Nurfitriani, A.; Angelia, Ika Okhtora; Ashari, Ulfira
Jurnal Abdimas Terapan Vol. 2 No. 2 (2023): JURNAL ABDIMAS TERAPAN (MEI)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.325 KB) | DOI: 10.56190/jat.v10i10.25

Abstract

Pemberdayaan anak-anak LKSA Al Inayah Sipatana melalui pelatihan pengolahan produk pangan berbahan dasar pisang ambon Pelatihan memberikan dampak positif khususnya bagi anak-anak panti dan  ibu-ibu yang tinggal disekitar panti Kelurahan Sipatana kota Gorontalo yaitu menjadi bekal keterampilan mengolah pisang ambon menjadi produk bernilai gizi dan ekonomis dan menjadi peluang bisnis dimasa mendatang. Pelatihan pembuatan olahan pisang yaitu berupa bolu pisang ambon dilaksanakan pada tanggal 25 Februari tahun 2023 di LKSA Al Inayah Kelurahan Sipatana Kota Gorontalo pada pukul 10.00 WITA. Pelaksanaan kegiatan pengabdian diawalai dengan identifikasi masalah, pemecahan masalah dan implementasi di lapangan. Pelatihan pengolahan produk cake berbahan dasar pisang ambon ini bertujuan untuk memberdayakan anak-anak panti LKSA Al Inayah agar lebih mampu dan mandiri terutama dalam membangun kepercayan diri sehingga memiliki ketrampilan lebih dalam bidang pengolahan pangan yang bisa menjadi potensi usahan kedepannya nanti.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN TONGKOL JAGUNG UNTUK ENERGI TERBARUKAN Humena, Steven; Indriana, Indriana; Pade, Satria Wati; Tooy, Dedie; Elly, Femi H; Leke, Jein R
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37339

Abstract

Desa Posso memiliki potensi pertanian yang tinggi, khususnya dalam produksi jagung. Namun, hasil samping berupa tongkol jagung selama ini hanya dibuang atau dibakar tanpa dimanfaatkan lebih lanjut. Berdasarkan penelitian sebelumnya, tongkol jagung memiliki kandungan selulosa dan lignin yang tinggi, sehingga berpotensi untuk diolah menjadi bahan bakar biomassa (Susanto et al., 2022). Kurangnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengolahan tongkol jagung sebagai sumber energi menyebabkan potensi ini belum tergarap dengan baik. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah sebagai berikut: 1) Meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Posso mengenai potensi tongkol jagung sebagai sumber energi terbarukan dan juga untuk menjadi pupuk dan makanan ternak. 2) Memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang teknik-teknik pengolahan tongkol jagung menjadi bahan bakar biomassa, pupuk dan makanan ternak. 3) Mendorong kemandirian energi di tingkat desa dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang melimpah. 4) Mengurangi limbah pertanian yang selama ini tidak terkelola dengan baik. Pelaksanaan kegiatan meliputi Sosialisasi Program kosabangsa kepada mitra, melaksanakan Pelatihan-pelatihan yaitu pembuatan briket dan pellet pakan ayam dari tongkol jagung. Melakiukan Kunjungan lapangan langsung pada Kelompok tani maju bersama dan kelompok tani suka damai. Hasil pelaksanaan kegiatan kosabangsa yaitu menghasilkan 500 kg pellet pakan ayam dengan harga jual sebesar Rp. 7.000 per kilogram dari 1 ton tongkol jagung dalam sekali diproduksi, dan mengahsilkan 800 kg briket dengan harga jual sebesar Rp 10.000 per kilogram dari 1 ton tongkol jagung dalam sekali produksi
Aktifitas Antioksidan dan Sensori Herbal Kunyit Asam Lemon Cui Laboko, Asriani; Zainuddin, Asniwati; Karim, Agung Prasetyo; Lamiun, Noviyani; Pade, Satriawati; Fitriani, Andi Nur
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Vol 5 No 2 (2025): November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jasathp.v5i2.2273

Abstract

This research aims to determine the antioxidant activity and consumer preference levels for an herbal drink made from turmeric, tamarind, and lemon (Cui) through sensory evaluation. Additionally, the study seeks to assess the quality of the instant turmeric, tamarind, and lemon drink as a functional beverage. The study was conducted using an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD), consisting of one factor and three replications. The parameters observed included antioxidant activity, sugar content, and sensory attributes such as taste, aroma, and color. The results indicated that the highest antioxidant activity categorized as very strong was found in treatments H1 and H2, both with a value of 0.24 ppm. The sugar content that aligns with industry standards is approximately 7%; the closest value was observed in treatment H1, with a sugar content of 11.82%. Based on sensory evaluations conducted by 30 panelists, treatment H1 received the highest preference score in terms of taste.