Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH JUS JAMBU BIJI (PSIDIUM GUAJAVA. L)TERHADAP KADAR HAEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI KAMPUNG PURWOADI KECAMATAN TRIMURJO KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN 2022 Hellen Febriyanti; Nur Alfi Fauziah; Ade Tyas Mayasari; Okdiah Betty Nurmawati
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH) Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jaman.v4i1.767

Abstract

Anemia akibat kekurangan zat besi sering dijumpai pada ibu hamil. Anemia dalam kehamilan dapat diartikan mengalami defisiensi zat besi dalam darah. Selain itu anemia dalam kehamilan dapat dikondisikan ibu dengan kadar hemoglobin (Hb)<11gr% pada trimester I dan <10,5gr% pada trimester III Anemia kehamilan disebut potentional danger to mother and child (potensi membahayakan ibu dan anak). Tujuan umum untuk mengetahui pengaruh jus jambu biji terhadap kadar haemoglobin pada ibu hamil trimester III di Kampung Purwoadi Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2022 Penelitian kuantitatif, dengan rancangan penelitian pra eksperiment. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil dengan anemia ringan sampai sedang, sampel sebanyak 15 Ibu hamil Trimester III sampel secara purposive sampling. pengumpulan data dengan lembar observasi. Tempat penelitian dilakukan di kampung purwoadi. analisis data secara univariat dan bivariat Hasil Penelitian rata-rata kadar Hb sebelum diberikan jus Jambu Biji adalah 10,4 gr/dl dan rata-rata kadar Hb sesudah diberikan jus Jambu Biji adalah 11,6gr/dl. Ada pengaruh jus jambu biji terhadap kadar haemoglobin pada ibu hamil trimester III dengan p-value 0,000. Saran bagi Ibu hamil dapat meningkatkan pengetahuan tentang anemia dan cara mencegah serta menanggulangi anemia saat kehamilan, seperti mendengarkan penyuluhan tentang pemenuhan gizi dengan makan-makanan yang banyak mengandung Fe, risiko bagi ibu dan bayi yang mengalami anemia, dan ibu hamil dapat melakukan pemantauan dan pemeriksaan kehamilan secara teratur.
PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP BERAT BADAN BAYI Nur Alfi Fauziah; Hellen Febriyanti
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH) Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jaman.v4i2.1115

Abstract

Cakupan penimbangan balita di Puskesmas Kota Dalam Kabupaten Pesawaran pada tahun 2020 baru mencapai 75,50%. Dan jumlah balita ditimbang yang tidak naik berat badannya dua kali berturut turut pada Bulan Juli tahun 2021 sebanyak 23 orang dan pada Bulan Agustus tahun 2021 sebanyak 18 orang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap berat badan bayi di wilayah kerja Puskesmas Kota Dalam Kabupaten Pesawaran Tahun 2021.Jenis penelitian kuantitatif dengan desain Quasi eksperimental design dan pendekatan Non-Equivalent Control Group. Populasi sebanyak 22 orang dan sampel seluruh bayi usia 0-6 Bulan sebanyak 11 orang pada kelompok intervensi dan 11 orang pada kelompok control, penelitian dilakukan selama tiga kali dalam seminggu selama tiga minggu dengan teknik purposive sampling. Uji analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan uji t berpasangan (paired t test dan Uji t Tidak berpasangan (Independent). Hasil penelitian diketahui rata–rata berat badan bayi sebelum dilakukan pijat bayi, dengan mean 6990,91gram. Rata–rata berat badan bayi sesudah dilakukan pijat bayi, dengan mean 7490,91 gram. Ada perbedaan berat badan bayi sesudah intervensi antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan p-value = 0,000. Disarankan ibu bayi berperan aktif dalam mencari informasi kesehatan bayi khususnya mengenai peningkatan gizi pada bayi serta dapat melakukan pijat bayi secara mandiri dirumah.
Pelaksanaan Pelayanan Komplementer pada Masa Nifas di Praktik Mandiri Bidan Kabupaten Pringsewu Putri, Nopi Anggista; Komalasari, Komalasari; Fauziah, Nur Alfi; Fitriana, Fitriana; Isnaini, Maulia; Sulistiawati, Yuni
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6 (2021): Special Issue GINC
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.591 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6iS1.782

Abstract

The postpartum period is a transitional period where many changes occur, both physically and mentally, which are different for each woman. Efforts to deal with complaints such as perineal injuries, breast problems and even postpatum depression at this time by utilizing complementary therapies using the use of herbs, massage and aromatherapy. Midwives provide complementary services to address these complaints because women tend to believe more in complementary therapies because they feel more natural and safer. This study used a descriptive type of research conducted at the Pringsewu District Midwife's Independent Practice in December 2020 - January 2021. The sample in this study was probably 21 midwives using accidental sampling technique. Data analysis using univariate analysis. The results of the research obtained from people 36 - 45 years of age were 47.6%, with a third diploma education of 52.4%, 42.9% from 11 - 20 years of age and participation in complementary service training partly said that they had attended training a number of trainings 52.4%. As many as 19 (90.5%) midwives have provided complementary services to patients, namely the types of complementary services provided are massage as much as 15 (71.4%), as well as the implementation of complementary services to assist patients in accelerating milk production during the puerperium as many as 18 (85.7%).Masa nifas merupakan masa transisi dimana banyak terjadi perubahan baik fisik maupun mental  yang berbeda pada setiap wanita. Upaya untuk mengatasi keluhan seperti luka perineum, masalah payudara bahkan depresi postpatum pada saat ini dengan memanfaatkan terapi komplementer yaitu penggunaan herbal, pemijatan dan aromaterapi.Bidan melakukan pelayanan komplementer untuk mengatasi keluhan tersebut dikarenakan para wanita cenderung lebih percaya pada terapi komplementer karena dirasakan lebih alami dan aman. Jenis penelitian deskriptif, dilakukan di Praktik Mandiri Bidan wilayah Kabupaten Pringsewu pada bulan Desember 2020 - Januari 2021.Sampel dalam penelitian ini berjumlah 21 bidan dengan teknik accidental sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat.Hasil penelitian ini didapatkan mayoritas Bidan berusia 36 - 45 tahun sejumlah 47,6%, berpendidikan Diploma tiga sejumlah 52,4%, lamanya praktik 11–20 tahun sejumlah 42,9% dan keikutsertaan dalam pelatihan pelayanan komplementer sebagian bersar mengatakan pernah mengikuti pelatihan sejumlah 52,4%. Sebanyak 19 (90,5%) bidan sudah memberikan pelayanan komplementer kepada pasien, yakni jenis pelayanan komplementer yang diberikan adalah pijat sebanyak  15 (71,4%), serta penerapan pelayanan komplementer untuk membantu pasien dalam memperlancar produksi ASI pada masa nifas sebanyak 18 (85.7%).
Hubungan Usia Dan Paritas Dengan Kejadian Preeklamsi Pada Kehamilan Komalasari, Komalasari; Fauziah, Nur Alfi; Wulandari, Lusia Asih; Suryani, Heni
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6 (2021): Special Issue GINC
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.368 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6iS1.783

Abstract

Preeclampsia is a complication that can occur during pregnancy, where an increase in blood pressure accompanied by proteinuria occurs after the 20th week of pregnancy.  Preeclampsia can result in maternal death, prematurity, and it can also cause Intra-Uterine Growth Retardation (IUGR). The data obtained from Abdoel Moloek Hospital in 2018 contained complications of preeclampsia in 327 mothers with 3 babies born dead.  The purpose of this research is to identify the connection between age and parity with the incidence of preeclampsia in pregnant women in Dr.  H. Abdoel Moeloek Bandar Lampung in 2020.This was quantitative research with cross sectional approach. The subjects were pregnant women treated at the Hospital in 2019, the research was at Dr.  H. Abdoel Moeloek Bandar Lampung.  The research was conducted in March - April 2020, the population consisted of 513 people and the number of samples was 225 taken by simple random sampling. Data analysis useschi square.The result shows that of 225 respondents, 108 (48.0%) respondents with preeclampsia, 183 (81.3%) respondents with low risk age, 98 (43.6%) respondents with primigravida and grandemultipara parity.  There is a connection between age (p-value = 0,000: OR 3,880), and parity with the incidence of preeclampsia at Dr.  H. Abdoel Moeloek Bandar Lampung in 2020 (p-value = 0,000: OR 3,848).  Suggestions for pregnant women to do a pregnancy checkup at least 4 times during pregnancy in early detection of preeclampsia, the officers should increase the promotion by putting up posters / banners in hospitals about preeclampsia.Preeklamsia merupakan komplikasi yang dapat timbul saat kehamilan, dimana terjadi peningkatan tekanan darah disertai proteinuria yang terjadisetelahumurkehamilan 20 minggu.Preeklamsiadapat mengakibatkan kematianibu, terjadinya prematuritas, serta dapat mengakibatkan Intra Uterin GrowthRetardation (IUGR). Data yang diperolehdariRumahSakitAbdoelMoloektahun 2018 terdapat komplikasipreeklamsi 327 ibudengan 3 bayilahirmeninggal. Tujuanpenelitian diketahui hubunganusiadanparitasdengankejadianpreeklamsipadaibuhamildi RSUD Dr. H. Abdoel Moeloek Bandar Lampung Tahun 2020.Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah ibuhamil yang dirawat di Rumah sakit periode tahun 2019, tempat penelitian di RSUD Dr. H. Abdoel Moeloek Bandar Lampung. Penelitiantelahdilaksanakan pada bulan Maret–April 2020,populasisebanyak 513 orang dan sampel sebanyak 225 yang diambil secara simple random sampling. Analisis data menggunakan chi square.Hasil penelitian diketahui dari 225 responden, sebanyak 108 (48,0%) responden mengalamipreeklamsi, sebanyak 183 (81,3%) respondendenganusiaresiko rendah, sebanyak 98 (43,6%) respondendenganparitasprimigravidadangrandemultipara. Ada hubungan usia(p-value = 0,000 : OR 3,880), dan paritas dengankejadianpreeklamsi di RSUD Dr. H. Abdoel Moeloek Bandar Lampung tahun 2020 dengan (p-value = 0,000 : OR 3,848). Saran bagiibu hamil untuk melakukan pemeriksaan kehamilan minimal 4x selama masa kehamilan dalam mendeteksi dini kejadian preeklamsi.
PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG ANEMIA DI SMPN 4 MENGGALA, DESA KAGUNGAN RAHAYU, KEC. TULANG BAWANG, KAB. TULANG BAWANG LAMPUNG Hellen Febriyanti; Nur Alfi Fauziah; Inggit Primadevi; Lilis Ariani; Siti Wasirah; Maryati; Siti Rohimah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( ABDI KE UNGU)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/abdi.v5i1.1037

Abstract

Ketika tidak ada cukup hemoglobin dalam darah, suatu kondisi yang dikenal sebagai anemia terjadi. Karena perkembangan fisik yang cepat dan awal menstruasi, remaja putri seringkali kekurangan zat besi dalam jumlah yang cukup untuk mencegah anemia. Kadar hemoglobin akan dipengaruhi oleh kebiasaan makan yang tidak menentu akibat tuntutan sekolah dan ekstrakurikuler, serta konsumsi minuman yang mencegah penyerapan zat besi secara teratur. Zat besi yang hilang selama menstruasi dapat diisi kembali dengan tablet Suplemen Darah, dan kebutuhan zat besi yang tersisa dapat dipenuhi melalui cara diet. Zat besi pada wanita muda juga bermanfaat untuk meningkatkan fokus dan pembelajaran, menjaga kebugaran fisik, dan menangkal anemia. Survei pendahuluan terhadap 35 siswi SMPN 4 Menggala menemukan bahwa tidak ada satupun siswi yang mengetahui apa itu anemia gizi besi, berbagai jenis anemia, dampak anemia, kebiasaan yang menghambat penyerapan zat besi, atau vitamin yang berperan berperan membantu penyerapan dan peningkatan zat besi. Namun, setengah dari mahasiswi mengetahui tentang gejala anemia, berapa kadar Hb normal, dan di mana menemukan zat besi. Walaupun sebelumnya pihak Puskesmas SMPN 4 Menggala telah memberikan penyuluhan anemia remaja bersamaan dengan pembagian Tablet Tambahan Darah (TTD), namun informasi yang diberikan belum disesuaikan dengan kebutuhan khusus remaja anemia gizi. Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan tentang anemia gizi besi pada remaja adalah strategi terbaik untuk mengurangi prevalensi kondisi tersebut di kalangan anak muda.
Pemberian Air Jahe Terhadap Nyeri Disminore Uswatun Khasanah; Ani Safitri; Lilis Ayuningsih; Supatmi Supatmi; Yurnalis Yurnalis; Nur Alfi Fauziah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i9.10950

Abstract

ABSTRAK Dismenore primer adalah nyeri saat menstruasi di perut bagian bawah tanpa adanya kelainan pada alat-alat reproduksi yang akan dirasakan sebelum atau bersamaan pada saat menstruasi. Salah satu penatalaksanaan terapi non farmakologis untuk mengurangi rasa nyeri saat menstruasi yaitu pemberian minuman herbal air jahe yang mengandung minyak atsiri dan aleorisin yang dapat menghambat hormon prostaglandin sehingga terjadinya penurunan nyeri dan senam secara teratur yang dapat memicu keluarnya hormone endorphinyang berfungsi sebagai penenang alami dan menimbulkan rasa nyaman. hasil penyuluhan tentang Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja setelah dilakukan pre tes yang berpengetahuan kurang 8 responden dan pengetahuan cukup 7 responden, setelah diberikan penyuluhan responden responden melakukan post test dan didapatkan hasil adanya peningkatan pengetahuan yaitu 7 responden yang semula berpengetahuan cukup menjadi berpengetahuan baik, serta 8 responden yang semula berpengetahuan kurang menjadi berpengetahuan cukup. Kata Kunci: Air Jahe, Menstruasi, Dismenore Primer  ABSTRACT Primary dysmenorrhea is pain during menstruation in the lower abdomen without any abnormalities in the reproductive organs that will be felt before or simultaneously with menstruation. One of the management of non-pharmacological therapy to reduce pain during menstruation is giving ginger water herbal drink containing essential oils and aleoricin which can inhibit prostaglandin hormones so that pain decreases and regular exercise which can trigger the release of endorphins which function as natural tranquilizers and cause a feeling of comfort. The results of counseling on Adolescent Reproductive Health Education after the pre test was carried out with less knowledge 8 respondents and 7 respondents had sufficient knowledge, after being given counseling the respondents did a post test and obtained the results of an increase in knowledge, namely 7 respondents who were initially knowledgeable enough to be well knowledgeable, and 8 respondents who from less knowledgeable to sufficiently knowledgeable Keywords: Ginger Water, Menstruation, Primary Dysmenorrhea
PENYULUHAN PENGARUH PIJAT BAYI UNTUK KUALITAS TIDUR BAYI DI DESA WAY NIPAH TANGGAMUS Hellen Febriyanti; Nur Alfi Fauziah; Inggit Primadevi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) Vol. 5 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( ABDI KE UNGU)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/abdi.v5i3.1474

Abstract

Mengingat akan pentingnya waktu tidur bagi perkembangan bayi, maka kebutuhan tidurnya harus benar-benar terpenuhi agar tidak berpengaruh buruk terhadap perkembangannya. Kebutuhan tidur tidak hanya dilihat dari aspek kuantitas saja namun juga kualitasnya. Jika kualitas tidur bayi baik, pertumbuhan dan perkembangan bayi dapat dicapai secara optimal. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah dengan baby massage. Bayi yang dipijat akan dapat tidur dengan lelap, sedangkan pada waktu bangun, daya konsentrasinya akan lebih penuh. salah satu cara yaitu baby massage. Peneliti mewawancarai 10 ibu bayi. didapatkan 7 ibu bayi tidak pernah memijatkan bayinya dan 3 ibu bayi pernah memijatkan bayinya. baby massage adalah pemijatan yang dilakukan lebih mendekati usapan-usapan halus atau rangsangan raba (taktil) yang dilakukan dipermukaan kulit, manipulasi terhadap jaringan atau organ tubuh bertujuan untuk menghasilkan efek terhadap syaraf otot, dan system pernafasan serta memperlancar sirkulasi darah. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh baby massage terhadap kualitas tidur bayi usia 3-6 bulan di pekon way nipah, kecamatan pematang sawa, kabupaten tanggamus . Penelitian mengunakan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah bayi usia 3-6 bulan.Sampel penelitian 15 bayi usia 3- 6bulan, secara total sampling.Variable independent baby massage dan variable dependent kualitas tidur bayi usia 3-6 bulan. Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkankualitas tidur bayi Usia 3-6 bulan sebelum diberi baby massage mayoritas kurang sebanyak 13 responden (86,7%) dan kualitas tidur bayi usia 3-6 bulan setelah di lakukan baby massage mayoritas baik sebanyak 11 responden (73,3%). Uji statistik wilcoxon menunjukan bahwa nilai signifikan pvalue= 0,02.
FACTORS RELATED TO K4 ANTENATAL CARE VISITS IN THE WORKING AREA OF BERNUNG PUBLIC HEALTH CENTER IN PESAWARAN REGENCY Melinda, Novia; Primadevi, Inggit; Isnaini, Maulia; Fauziah, Nur Alfi
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH) Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jaman.v5i3.1663

Abstract

The Indonesian Ministry of Health's family health program figures show an annual rise in the number of maternal deaths. Pregnancy is one of the factors contributing to Indonesia's high rate of maternal death, specifically because high-risk pregnancies are caused when pregnant women do not use Antenatal Care (ANC), which prevents health professionals from detecting pregnancy-related issues. According to the Lampung Province's 2022 SSGI, Pesawaran Regency has the lowest prenatal care coverage (85.70% K4 coverage) out of the 15 regencies/cities. The research objective was to determine the factors associated with K4 visits in the working area of Bernung Public Health Center in Pesawaran Regency. This research design is quantitative with a cross-sectional approach. The population and sample in this study were all third-trimester pregnant women in the working area of Bernung Public Health Center, Pesawaran Regency, totaling 65 pregnant women. Data collection used primary and secondary data with questionnaire instruments and MCH books. Bivariate analysis in this study used the eta correlation test.The research result showed that there was a correlation between education and K4 antenatal care visits (p-value 0.793) and there was no correlation between job (p-value 0.104), distance (p-value 0.621), and knowledge (p-value 0.444) with K4 antenatal care visits. In order for moms to know the status of their pregnancy and identify any high risk of pregnancy early on, it is advised that expectant mothers always take care of their pregnancy by routinely using antenatal care services
DETEKSI DINI KANKER SERVIKS DAN PAYUDARA DI PUSKESMAS KARANG ANYAR Masnon; Yona Desni Sagita; Nur Alfi Fauziah; Refriyanti devi; Sri windarti; Darwatik; Nikmah
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 2 No. 1 (2024): January-June 2024
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v2i1.91

Abstract

Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi wanita usai subur dalam pemeriksaan deteksi dini kanker serviks dan payudara dan menurunkan angka kesakitan dankematian akibat kanker pada wanita di wilayah Puskesmas Karang Anyar Lampung Selatan. Penyakit kanker merupakan masalah yang penting bagi wanita jadi seluruh dunia terutama di negara berkembang seperti indonesia. Kejadian kanker yang memiliki kontribusi tertinggi pada perempuan Indonesia adalah kanker serviks dan kanker payudara. Kejadian ini meningkat karena minimnya tindakan penapisan efektif yang dilakukan agar keadaan prakanker ataupun kejadian kanker stadium dini terdeteksi.
PENYULUHAN IMUNISASI DI POSYANDU DESA BULOK Anita Noviana; Annisak Meisuri; Idawati; Juni Ekawati; Meichiko Indah; Nita Arena Putri; Nurniyanti; Nylida Sari; Nyimas Evi SMS; Ririn Martina; Tuti Mayati; Tri Widayanti; Nur Alfi fauziah
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 2 No. 1 (2024): January-June 2024
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v2i1.124

Abstract

Immunisation protects children against several preventable diseases (PD3I). Immunisation is a highly effective form of health intervention in reducing infant and under-five mortality. Every year more than 1.4 million children worldwide die from diseases that could be prevented by immunisation. Despite the fact that many mothers now bring their babies to health workers for immunisation, only a small proportion of them are given counselling. in bulok village there are still toddlers who do not get complete basic immunisation due to lack of knowledge and hassle. The expected output target is an increase in knowledge between before and after counseling, as well as awareness of mothers to bring their children to Posyandu to get immunised. The method in this Community Service is carried out by providing counseling on Basic Immunisation. In the early stages of counselling, the material provided is about the definition, benefits, and impacts if immunisation is not given to toddlers. The results of this Community Service activity on Counseling on Basic Immunisation for Toddler Mothers at the Bulok Village Posyandu found that participants listened, were enthusiastic, and understood the material presented by the implementer of the extension activities. The results of the service are an increase in knowledge and awareness of mothers to bring their children to get immunised in an effort to prevent disease.
Co-Authors Ade Tyas Mayasari Ade Tyas Mayasari Amali Rica Pratiwi Ani Kristianingsih Ani Safitri Anita Noviana Annisak Meisuri Ardila, Chindi Arisyah, Derina Atik Farokah Atmasari, Yeti Beniqna Maharani Besmaya Dalina, Dalina Darwatik Desi Kumalasari Dian Nirmala Sari Diana Diana Endah Sri Wahyuni erna wati Fabella, Ayu Vera Fajri, Umi Nur Fara, Yetty Dwi Fitri Ana, Elsa Fitriana Fitriana Fitriana Fitriana Hellen Febrianti Hellen Febrianti Hellen Febriyanti Hellen Febriyanti Heni Suryani Hidajati, Kamilah Hikmah Ifayanti Husna, Zulfa Lailatul Idawati Iis Tri Utami Juni Ekawati Komalasari Komalasari Komalasari Komalasari Kurnia D., Mareta Kurniawati, Erna Yovi Kusuma, Fitri Ratna laila kurniawati Lilis Ariani Lilis Ayuningsih Marjayanti, Antik Maryati Masnon Maulia Isnaini Mayang Widiyanti Mayasari, Ade Tyas Meichiko Indah Melinda, Novia Meta Andriyani Nikmah Nita Arena Putri Nopi Anggista Putri Nopi Anggista Putri, Nopi Anggista Novita Maulany Nur Kholidahzia Nurjanah Nurniyanti Nyimas Evi SMS Nylida Sari Okdiah Betty Nurmawati Okta Mawarni Ovie Praselia Praselia, Ovie Primadevi, Inggit Psiari Kusuma Wardani Qurniasih, Nila Rahmayani, Riana Rapih Mijayanti Refriyanti devi Rianasari, Dewi Rika Agustina, Rika Riki Lutfhi Utari Rini Wahyuni Riona Sanjaya Ririn Martina Riska Novianasari Riska Nur Suci Ayu Rizka Handayani Robbayani Robbayani, Robbayani Sanjaya, Riona Saputri, Atriana Yuri Sari, Nawang Septika Yani Veronica Siti Rohimah Siti Wasirah Soejoenoes, Ariawan Soeresmi, Soeresmi Sri windarti Sulistiawati, Yuni Sunarsih Sunarsih Supatmi Supatmi Suryani, Heni Tri Widayanti Turlastri, Ike Tuti Mayati Uswatun Khasanah Utami, Iis Tri Wulandari, Lusia Asih Yana Novita Yanti, Linda Timor Yeti Atmasari Yeti Yulistyawati Yetty Dwi Fara Yety Dwifara Yona Desni Sagita Yona Desni Sagita Yuli Handayani Yuliasari, Riting Yuni Sulistiawati Yunita Anggriani Yurnalis Yurnalis